0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan4 halaman

Laporan Identifikasi Bahaya K3

Dokumen tersebut merupakan prosedur identifikasi bahaya, penilaian resiko, dan penetapan pengendalian di suatu perusahaan. Prosedur tersebut mencakup tahapan identifikasi bahaya dari semua kegiatan, penentuan tingkat resiko berdasarkan keparahan dan kemungkinan terjadinya, serta langkah-langkah pengendalian resiko.

Diunggah oleh

kantorCBS rengat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan4 halaman

Laporan Identifikasi Bahaya K3

Dokumen tersebut merupakan prosedur identifikasi bahaya, penilaian resiko, dan penetapan pengendalian di suatu perusahaan. Prosedur tersebut mencakup tahapan identifikasi bahaya dari semua kegiatan, penentuan tingkat resiko berdasarkan keparahan dan kemungkinan terjadinya, serta langkah-langkah pengendalian resiko.

Diunggah oleh

kantorCBS rengat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

No.

: CBS-PK3-01
PROSEDUR Dokumen
Tanggal : 10-02-2023
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN Revisi : 0
RESIKO DAN PENETAPAN Halaman : 2/4
PENGENDALIAN

4. REFERENSI
4.1. Manual MK3
4.2. PP No. 50 tahun 2012 Bagian Ketiga (Rencana K3), Pasal 9 Tahun 2012
tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

5. PENANGGUNG JAWAB
5.1. Direktur Utama
5.1.1. Menyetujui identifikasi bahaya dan resiko K3
5.1.2. Memastikan pelaksanaan mitigasi dari hasil identifikasi dan resiko K3

5.2. Manager K3
5.2.1. Memeriksa hasil Identifikasi Bahaya & Penilaian Resiko dengan
melibatkan pihak yang terkait bila perlu.
5.2.2. Menyetujui identifikasi bahaya dan resiko K3
5.2.3. Memastikan dilakukannya sosialisasi tingkat resiko semua kegiatan
kepada semua pihak terkait.
5.2.4. Memastikan pelaksanaan mitigasi telah dilaksanakan.

5.3. Pimpinan Departemen Terkait


5.3.1. Memastikan identifikasi bahaya dan resiko K3 dilakukan sesuai
dengan jadwal yang telah ditetapkan atau bila terjadi perubahan atau
penambahan proses.
5.3.2. Memastikan hasil identifikasi bahaya dan resiko K3 telah sesuai
dengan proses yang ada, bahan-bahan yang digunakan dan produk
yang dihasilkan.
5.3.3. Mendokumentasikan hasil identifikasi bahaya dan resiko K3.
5.3.4. Memastikan pelaksanaan mitigasi dari hasil identifikasi.

6. RINCIAN PROSEDUR :

I. PETUNJUK
I.1 Pelaksanaan identifikasi mencakup dan memperhatikan :
 Kegiatan rutin, tidak rutin dan direncanakan akan dilaksanakan.
 Kegiatan semua personal yang mempunyai akses ke tempat kerja (meliputi
pemasok, kontraktor dan tamu).
 Perilaku, kemampuan dan faktor-faktor manusia lainnya.
 Lingkungan kerja dan luar perusahaan.
 Prasarana/Peralatan/Material pada tempat kerja, baik disediakan oleh
perusahaan maupun pihak lain.
 Peraturan Perundangan K3 terkait

I.2 Hasil identifikasi bahaya, penilaian & pengendalian resiko dijadikan dasar dalam:
 Melakukan pemeriksaan dan tindakan perbaikan atau pencegahan
 Penentuan persyaratan fasilitas, identifikasi pelatihan, kebutuhan dan/atau
pengembangan pengendalian operasi.
 Pertimbangan saat penyusunan tujuan dan sasaran Sistem Manajemen K3.
No.
: CBS-PK3-01
PROSEDUR Dokumen
Tanggal : 10-02-2023
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN Revisi : 0
RESIKO DAN PENETAPAN Halaman : 3/4
PENGENDALIAN

I.3 Faktor-faktor dari penilaian resiko adalah severity (tingkat keparahan) dan
probability (kemungkinan terjadi). Berarti upaya untuk menurunkan resiko
adalah menurunkan nilai severity dan/atau probability.
I.4 Penilaian Severity & Probability adalah sebagai berikut :

 Matrix

Hampir Sangat Rendah Menegah Tinggi


Keparahan Mungkin Rendah

Berat 5 10 15 20 25
Cacat 4 8 12 16 20
Sedang 3 6 9 12 15
Ringan 2 4 6 8 10
Sangat Ringan 1 2 3 4 5

a) Resiko Tinggi (Nilai > 10)


Resiko tidak dapat diterima (resiko tidak dianggap aman)
b) Medium Risk (Nilai 5-10)
Resiko bisa ditoleransi jika reduksi resiko tidak bisa dipraktikan sehingga
pelaksanaannya menuju as low as reasonably practicable (ALARP)
c) Low Risk (Nilai 1-4)
Resiko dapat diterima

 Penilaian Keparahan/Severity (S) :


 Nilai 5 = Mempunyai potensi bahaya sangat tinggi atau dapat menyebabkan
kematian atau parameternya jauh melebihi NAB atau pelanggaran peraturan
berat (> 75% lebih buruk)
 Nilai 4 = Mempunyai potensi bahaya tinggi atau dapat menyebabkan cacat
permanen atau disfungsi organ tubuh atau parameternya melebihi NAB atau
pelanggaran peraturan sedang ( 50% < x < 75% lebih buruk)
 Nilai 3 = Mempunyai potensi bahaya sedang atau dapat menyebabkan cacat
atau disfungsi organ tubuh sementara atau parameternya sedikit melampui NAB
atau pelanggaran peraturan yang ringan ( 25% < x < 50% lebih buruk).
 Nilai 2 = Mempunyai potensi bahaya ringan atau cidera (sakit) sedang atau
parameter mendekati NAB ( 0% < x < 25 % lebih buruk).
 Nilai 1 = Tidak mempunyai bahaya atau menyebabkan cidera (sakit) ringan atau
parameternya sama atau di bawah NAB (lebih baik).

 Penilaian Kemungkinan/Probability (P):


 Nilai 5 = setidaknya sekali dalam sebulan / setiap aktifitas terjadi insiden.
 Nilai 4 = sedikitnya sekali dalam kurun < 1 tahun.
No.
: CBS-PK3-01
PROSEDUR Dokumen
Tanggal : 10-02-2023
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN Revisi : 0
RESIKO DAN PENETAPAN Halaman : 4/4
PENGENDALIAN

 Nilai 3 = sedikitnya sekali dalam kurun < 3 tahun.


 Nilai 2 = sedikitnya sekali dalam kurun < 5 tahun
 Nilai 1 = setidaknya sekali dalam kurun waktu > 5 tahun
I.5 Upaya menurunkan nilai resiko adalah (bisa lebih dari satu) :
 Eliminasi : Menghilangkan sumber yang dapat menimbulkan potensi bahaya jika
hal tsb memungkinkan
 Substitusi : Mengganti sumber yang dapat menimbulkan potensi bahaya, baik
sistem, sarana dan prasarana ataupun lainnya
 Rekayasa : Membuat suatu modifikasi dengan memanfaatkan teknologi
sehingga sumber potensi bahaya dapat dihilangkan atau dikurangi
 Pengendalian Administrasi : Menyediakan pelatihan atau standard kerja untuk
meningkatkan pemahaman dan keahlian operator sehingga dapat mencegah
timbulnya potensi bahaya
 APD (Alat Pelindung Diri) : Alat kelengkapan untuk memproteksi dari sumber
potensi bahaya yang timbul karena tidak dapat dihilangkan atau dikurangi

II. PELAKSANAAN
II.1 Identifikasi Bahaya
Dengan melibatkan semua karyawan melakukan penilaian resiko semua kegiatan
dengan cara sebagai berikut (sesuai Form Penilaian Resiko) :
 Mengidentifikasi semua potensi bahaya (bila perlu diuraikan) dari masing-
masing kegiatan yang memiliki resiko tersendiri, kemudian memberikan Kode
khusus, yaitu : [Link]
Dimana: XYZ : nama divisi,
xx : no urut kegiatan,
yy : no sub jenis bahaya)
 Menetapkan dampak yang dapat terjadi dari bahaya tersebut.
 Menentukan peraturan yang terkait dari kegiatan tersebut.
 Menuliskan tindakan pengendalian resiko yang sudah ada.
 Menentukan tingkat Severity (S) & Probability (P) dari setiap kegiatan tersebut
berdasarkan kondisi aktual, kemudian menentukan nilai resiko (R) yang
merupakan perkalian dari S & P mengacu pada 4.
 Bila R > 8 maka dikategorikan sebagai ”BAHAYA PENTING” (SIGNIFICANT
HAZARD).
II.2 Menyerahkannya ke QHSE Advisor untuk diperiksa.

LAMPIRAN :
1. Penilaian Resiko CBS-PK3-01/F1

Anda mungkin juga menyukai