0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan13 halaman

Perbedaan Sensor CKP Kaki 3 dan 4

Dokumen tersebut membahas tentang sensor secara umum, termasuk definisi, klasifikasi, dan jenis-jenis sensor yang ada. Sensor dapat mendeteksi perubahan besaran fisik dan mengkonversinya menjadi sinyal yang dapat dimengerti manusia. Terdapat dua klasifikasi sensor berdasarkan sumber daya yang digunakan dan jenis keluaran sinyalnya, serta beberapa contoh jenis sensor seperti sensor cahaya, suara, tekanan

Diunggah oleh

Faza Wiyan Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan13 halaman

Perbedaan Sensor CKP Kaki 3 dan 4

Dokumen tersebut membahas tentang sensor secara umum, termasuk definisi, klasifikasi, dan jenis-jenis sensor yang ada. Sensor dapat mendeteksi perubahan besaran fisik dan mengkonversinya menjadi sinyal yang dapat dimengerti manusia. Terdapat dua klasifikasi sensor berdasarkan sumber daya yang digunakan dan jenis keluaran sinyalnya, serta beberapa contoh jenis sensor seperti sensor cahaya, suara, tekanan

Diunggah oleh

Faza Wiyan Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 PENGERTIAN SENSOR SECARA UMUM
Sensor adalah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi perubahan
besaran fisik seperti tekanan, gaya, besaran listrik, cahaya, gerakan,
kelembaban, suhu, kecepatan dan fenomena-fenomena lingkungan lainnya.
Setelah mengamati terjadinya perubahan, Input yang terdeteksi tersebut akan
dikonversi mejadi Output yang dapat dimengerti oleh manusia baik melalui
perangkat sensor itu sendiri ataupun ditransmisikan secara elektronik melalui
jaringan untuk ditampilkan atau diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya.
Sensor pada dasarnya dapat digolong sebagai Transduser Input karena
dapat mengubah energi fisik seperti cahaya, tekanan, gerakan, suhu atau energi
fisik lainnya menjadi sinyal listrik ataupun resistansi (yang kemudian
dikonversikan lagi ke tegangan atau sinyal listrik).
1.2 KLASIFIKASI JENIS – JENIS SENSOR
Sensor-sensor yang digunakan pada perangkat elektronik pada dasarnya dapat
diklasifikasikan menjadi dua kategori utama yaitu :
1. Sensor Pasif dan Sensor Aktif
2. Sensor Analog dan Sensor Digital
Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai kedua klasifikasi sensor
tersebut.
[Link] Pasif dan Sensor Aktif
1.1. Sensor Pasif (Passive Sensor)
Sensor Pasif adalah jenis sensor yang dapat menghasilkan sinyal
output tanpa memerlukan pasokan listrik dari eksternal. Contohnya
Termokopel (Thermocouple) yang menghasilkan nilai tegangan sesuai
dengan panas atau suhu yang diterimanya.
1.2. Sensor Aktif (Active Sensor)
Sensor Aktif adalah jenis sensor yang membutuhkan sumber daya
eskternal untuk dapat beroperasi. Sifat fisik Sensor Aktif bervariasi
sehubungan dengan efek eksternal yang diberikannya. Sensor Aktif ini
disebut juga dengan Sensor Pembangkit Otomatis (Self Generating
Sensors).

2. Sensor Analog dan Sensor Digital


Berikut ini adalah jenis-jenis sensor berdasarkan sifat Analog atau
Digitalnya.
[Link] Analog
Sensor Analog adalah sensor yang menghasilkan sinyal output
yang kontinu atau berkelanjutan. Sinyal keluaran kontinu yang dihasilkan
oleh sensor analog ini sebanding dengan pengukuran. Berbagai parameter
Analog ini diantaranya adalah suhu, tegangan, tekanan, pergerakan dan
lain-lainnya. Contoh Sensor Analog ini diantaranya adalah akselerometer
(accelerometer), sensor kecepatan, sensor tekanan, sensor cahaya dan
sensor suhu.
[Link] Digital
Sensor Digital adalah sensor yang menghasilkan sinyal keluaran
diskrit. Sinyal diskrit akan non-kontinu dengan waktu dan dapat
direpresentasikan dalam “bit”. Sebuah sensor digital biasanya terdiri dari
sensor, kabel dan pemancar. Sinyal yang diukur akan diwakili dalam
format digital. Output digital dapat dalam bentuk Logika 1 atau logika 0
(ON atau OFF). Sinyal fisik yang diterimanya akan dikonversi menjadi
sinyal digital di dalam sensor itu sendiri tanpa komponen eksternal. Kabel
digunakan untuk transmisi jarak jauh. Contoh Sensor Digital ini
diantaranya adalah akselerometer digital (digital accelerometer), sensor
kecepatan digital, sensor tekanan digital, sensor cahaya digital dan sensor
suhu digital.

1.3 JENIS – JENIS SENSOR


ini adalah jenis-jenis Sensor berdasarkan penggunaannya.
1.3.1 Sensor Cahaya (Light Sensor)
Sensor Cahaya atau Light Sensor adalah Sensor analog yang digunakan
untuk mendeteksi jumlah cahaya yang mengenai Sensor tersebut. Sensor cahaya
analog ini dapat diklasifikasikan lagi menjadi beberapa jenis seperti foto-
resistor, Cadmium Sulfide (CdS), dan fotosel.
Light dependent resistor atau LDR dapat digunakan sebagai sensor
cahaya analog yang dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan
beban secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang
diterimanya. Resistansi LDR akan meningkat apabila intensitas cahaya
menurun. Sebaliknya, Resistansi LDT akan menurun apabil intensitas cahaya
yang diterimanya bertambah.

1.3.2 Sensor Suara (Sound Sensor)


Sensor Suara adalah Sensor analog yang digunakan untuk merasakan
tingkat suara. Sensor suara analog ini menerjemahkan amplitudo volume
akustik suara menjadi tegangan listrik untuk merasakan tingkat suara. Proses ini
memerlukan beberapa sirkuit, dan menggunakan mikrokontroler bersama
dengan Mikrofon untuk menghasilkan sinyal output analog.
1.3.3 Sensor Tekanan (Pressure Sensor)
Sensor Tekanan atau Pressure Sensor adalah Sensor yang digunakan
untuk mengukur jumlah tekanan yang diterapkan pada sebuah sensor. Sensor
tekanan akan menghasilkan sinyal keluaran analog yang sebanding dengan
jumlah tekanan yang diberikan. Sensor piezoelektrik adalah salah satu jenis
sensor tekanan yang dapat menghasilkan sinyal tegangan keluaran yang
sebanding dengan tekanan yang diterapkan padanya.
1.3.4 Sensor Suhu (Temperature Sensor)
Sensor Suhu atau Temperature Sensor adalah Sensor tersedia secara luas
baik dalam bentuk sensor digital maupun analog. Ada berbagai jenis sensor
suhu yang digunakan untuk aplikasi yang [Link] satu Sensor Suhu
adalah Termistor, yaitu resistor peka termal yang digunakan untuk mendeteksi
perubahan suhu. Apabila Suhu meningkat, resistansi listrik dari termistor akan
meningkat juga. Sebaliknya, jika suhu menurun, maka resistansi juga akan
menurun.

1.3.5 Sensor Ultrasonik (Ultrasonic Sensor)


Sensor Ultrasonik adalah jenis sensor non-kontak yang dapat digunakan
untuk mengukur jarak serta kecepatan suatu benda. Sensor Ultrasonik bekerja
berdasarkan sifat-sifat gelombang suara dengan frekuensi lebih besar daripada
rentang suara manusia. Dengan menggunakan gelombang suara, Sensor
Ultrasonik dapat mengukur jarak suatu objek (mirip dengan SONAR). Sifat
Doppler dari gelombang suara dapat digunakan untuk mengukur kecepatan
suatu objek.
1.3.6 Sensor Giroskop (Gyroscope sensor)
Sensor Giroskop adalah sensor yang digunakan untuk merasakan dan
menentukan orientasi dengan bantuan gravitasi bumi. Perbedaan utama antara
Sensor Akselerometer dan Giroskop adalah bahwa Giroskop dapat merasakan
rotasi di mana akselerometer tidak bisa.

1.3.7 Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor)


Sensor Efek Hall atau Hall Effect Sensor adalah sensor yang dapat
mengubah informasi magnetik menjadi sinyal listrik untuk pemrosesan
rangkaian elektronik selanjutnya. Sensor Efek Hall ini sering digunakan sebagai
sensor untuk mendeteksi kedekatan (proximity), mendeteksi posisi
(positioning), mendeteksi kecepatan (speed), mendeteksi pergerakan arah
(directional) dan mendeteksi arus listrik (current sensing).
1.3.8. Sensor Kelembaban (Humidity Sensor)
Sensor Kelembaban atau Humidity Sensor merupakan sensor yang
digunakan untuk mendeteksi tingkat kelembaban suatu lokasi. Pengukuran
Tingkat Kelembaban ini sangat penting untuk pengamatan lingkungan di suatu
wilayah, diagnosa medis ataupun di penyimpanan produk-produk yang sensitif.
1.3.9 Sel Beban (Load Cell)
Sel Beban atau Load Cell adalah jenis sensor yang digunakan untuk
mengukur berat. Input dari Load Cell ini adalah gaya atau tekanan sedangkan
outputnya adalah nilai tegangan listrik. Ada beberapa jenis Load Cell,
diantaranya adalah Beam Load Cell, Single Point Load Cell dan Compression
Load Cell.

1.4 TIPE DARI SENSOR EFEK HALL


Secara umum, terdapat dua tipe sensor Hall-Effect, Linear, dan tipe On-Off.
a. Untuk tipe linear biasanya di aplikasikan di Industri, untuk mengukur medan
magnet secara linear, serta untuk mengukur arus DC serta AC yang ada pada
konduktor serta beberapa fungsi lainnya yang berkaitan dengan penerapannya.
b. Sementara itu, untuk tipe On-Off, biasanya digunakan sebagai sebuah Limit
Switch, dan sensor kehadiran/keberadaan (Presence Sensors), dan lain-lain,
sesuai dengan pengaplikasiannya pada Industri. Biasanya sensor ini akan
memberikan sebuah logika output untuk interface secara langsung dengan
gerbang logika, sekaligus untuk mengatur dan pengendalian beban dengan
menggunakan buffer amplifier.
c. Tipe linear digunakan untuk mengukur medan magnet secara linear, mengukur
arus DC dan AC pada konduktor dan fungsi-fungsi lainnya. Sedangkan tipe on-
off digunakan sebagai limit switch, sensor keberadaan (presence sensors), dsb.
Sensor ini memberikan logika output sebagai interface gerbang logika secara
langsung atau mengendalikan beban dengan buffer amplifier.
Hall Effect Sensor

Gambar diagram hall effect tersebut tersebut menunjukkan aliran elektron


Keterangan gambar :
1. Elektron
2. Sensor Hall atau Elemen Hall
3. Magnet
4. Medan Magnet
5. Power Source
Gambar diagram hall effect tersebut tersebut menunjukkan aliran elektron. Dalam
gambar A menunjukkan bahwa elemen Hall mengambil kutub negatif pada sisi atas
dan kutub positif pada sisi bawah. Dalam gambar B dan C, baik arus listrik ataupun
medan magnet dibalik, menyebabkan polarisasi juga terbalik. Arus dan medan magnet
yang dibalik ini menyebabkan sensor Hall mempunyai kutub negatif pada sisi atas. Hall
Effect tergantung pada beda potensial (tegangan Hall) pada sisi yang berlawanan dari
sebuah lembar tipis material konduktor atau semikonduktor dimana arus listrik
mengalir, dihasilkan oleh medan magnet yang tegak lurus dengan elemeh Hall.
Perbandingan tegangan yang dihasilkan oleh jumlah arus dikenal dengan tahanan Hall,
dan tergantung pada karakteristik bahan. Dr. Edwin Hall menemukan efek ini pada
tahun 1879. Hall Effect dihasilkan oleh arus pada konduktor. Arus terdiri atas banyak
beban kecil yang membawa partikel-partikel (biasanya elektron) dan membawa gaya
Lorentz pada medan magnet. Beberapa beban ini berakhir di sisi – sisi konduktor. Ini
hanya berlaku pada konduktor besar dimana jarak antara dua sisi cukup besar. Salah
satu yang paling penting dari Hall Effect adalah perbedaan antara beban positif
bergerak dalam satu arah dan beban negatif bergerak pada kebalikannya.. Dalam bahan
ferromagnetik (dan material paramagnetik dalam medan magnetik), resistivitas Hall
termasuk kontribusi tambahan, dikenal sebagai Anomalous Hall Effect (Extraordinary
Hall Effect), yang bergantung secara langsung pada magnetisasi bahan, dan sering
lebih besar dari Hall Effect biasa. Walaupun sebagai sebuah fenomena yang dikenal
baik, masih ada perdebatan tentang keberadaannya dalam material yang bervariasi.
Anomalous Hall Effect bisa berupa efek ekstrinsik bergantung pada putaran yang
menyebar dari beban pembawa, atau efek intrinsik yang dapat dijelaskan dengan efek
Berry phase dalam momentum space kristal. Hall effect menghasilkan level sinyal yang
sangat rendah dan membutuhkan amplifikasi. Amplifier tabung vakum pada abad 20
terlalu mahal, menghabiskan tenaga dan kurang andal dalam aplikasi sehari-hari.
Dengan pengembangan IC berharga murah maka Hall Effect Sensor menjadi berguna
untuk banyak aplikasi. Alat Hall Effect saat disusun dengan tepat akan tahan dengan
debu, kotoran, lumpur dan air. Sifat ini menyebabkan alat Hall Effect lebih baik untuk
sensor posisi dari pada alat alternatif lainnya seperti sensor optik dan elektromekanik.
Hall effect sensor sering dipakai untuk Split ring clamp-on sensor, Analog
multiplication, Power sensing, Position and motion sensing, Automotive ignition dan
fuel injection serta Wheel rotation sensing. Sensor ini banyak tersedia di berbagai
macam pabrik, dan digunakan untuk sensor-sensor yang bervariasi seperti sensor aliran
cairan, sensor power dan sensor tekanan. Sensor Efek Hall digunakan untuk
mendeteksi kedekatan (proximity), kehadiran atau ketidakhadirannya suatu objek
magnetis (yang) menggunakan suatu jarak kritis. Pada dasarnya ada dua tipe Hall-
Effect Sensor, yaitu tipe linear dan tipe on-off.
BAB II
SENSOR HALL EFFECT
2.1 PENGERTIAN SENSOR EFEK HALL
Sensor hall efek Sensor efek hall merupakan sensor yang digunakan
untuk
mendeteksi medan magnet. Sensor tersebut akan menghasilkan tegangan yang
proporsional dengan kekuatan medan magnet yang diterima oleh sensor tersebut.
Sensor ini terdiri dari sebuah lapisan silikon yang berfungsi untuk mengalirkan arus
listrik dan dua buah elektroda pada masing-masing sisi silikon. Sensor Hall Efek ini
sering digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi kedekatan (proximity), mendeteksi
posisi (positioning), mendeteksi kecepatan (speed), mendeteksi pergerakan arah
(directional) dan mendeteksi arus listrik (current sensing).
Dalam bentuk yang paling sederhana, sensor beroperasi sebagai transduser analog,
langsung kembali tegangan. Dengan medan magnet diketahui, jarak dari pelat Balai
dapat ditentukan. Menggunakan kelompok sensor, posisi relatif dari magnet dapat
disimpulkan.
Sering, sensor Hall dikombinasikan dengan sirkuit yang memungkinkan perangkat
untuk bertindak digital (on / off) modus, dan dapat disebut switch dalam konfigurasi
ini. Sering terlihat dalam aplikasi industri seperti silinder pneumatik yang digambarkan,
mereka juga digunakan dalam peralatan konsumen; misalnya beberapa printer
komputer menggunakannya untuk mendeteksi kertas hilang dan penutup yang terbuka.
Ketika keandalan yang tinggi diperlukan, mereka digunakan dalam keyboard.
Hall sensor biasanya digunakan untuk waktu kecepatan roda dan poros, seperti untuk
mesin pembakaran internal yang waktu pengapian, takometer dan sistem pengereman
anti-lock. Mereka digunakan dalam brushless DC motor listrik untuk mendeteksi posisi
magnet permanen. Dalam roda digambarkan dengan dua magnet sama spasi, tegangan
dari sensor akan mencapai puncaknya dua kali untuk setiap revolusi. Susunan ini
biasanya digunakan untuk mengatur kecepatan disk drive.
2.2 BENTUK DAN SIMBOL SENSOR EFEK HALL
Sensor yang namanya diambil dari nama penemunya (Hall) ini berbentuk petak tipis
dan ada yang terdiri dari 3 kaki terminal ataupun empat kaki terminal. Berikut adalah
bentuk dan simbol sensor Efek Hall ( Hall Effect Sensor).
2.3 PRINSIP KERJA SENSOR EFEK HALL
Sensor Efek Hall paa dasarnya terdiri dari potongan tipis semikonduktor yang
bertipe P dengan bentuk persegi panjang. Bahan semikonduktor yang digunakan
biasanya adalah galium arsenide ( GaAs), indium antimonide (InSb), indium phosphide
(InP) atau indium arsenide (InAs). Potongan tipis semikonduktor tersebut dilewati oleh
arus listrik secara berkesinambungan (terus-menerus). Ketiks didekatkan dengan
medsn magnet atau ditempatkan pada lokasi yang bermedan magnet, garis fluks magnet
akan menggunakan gaya pada semikonduktor tersebut untuk mengalihkan miatan
pembawa (elektron dan holes) ke kedua sisi pelat semikonduktor. Gerakan pembawa
muatan ini merupakan hasil dari gaya magnet yang melewati semikonduktor tersebut.
Karena Elektron dan Holes bergerak masing-masing ke kedua sisi semikonduktor,
maka akan timbu perbedaan potensial antara kedua sisi tersebut. Pergerakan elektron
yang melalui bahan semikonduktor ini dipengaruhi oleh adanya medan magnet
eksternal pada sudut atau posisi yang benar. Bentuk yang terbaik agar mendapatkan
sudut atau posisi yang tepat adalah menggunakan bentuk persegi panjang yang pipih
(Flat Ractangular) pada komponen sensor Hall Effect ini.
Peristiwa ini berbelok atau beralihnya aliran listrik (elektron) dalam pelat konduktor
karena pengaruh medan magnet ini disebut dengan Efek Hall (Hall Effect). Efek Hall
ditemukan oleh [Link] Hall pada tahun 1879. Untuk dapat menghasilkan
perbedaan potensial diseluruh perangkat, garis fluks magnetik harus tegak lurus (90
derajat) terhadap aliran listrik dengan kutub yang benar. Nama “Hall” ini diambil dari
nama penemu efek ini yaitu Dr. Edwin Hall. Dasar prinsip kerja Efek Hall ini adalah

gaya lorentz yaitu gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak dalam suatu
medan magnet.

2.4 PRINSIP KERJA RANGKAIAN SENSOR EFEK HALL

Sensor Efek Hall pada dasarnya terdiri dari sepotong tipis bahan semikonduktor
tipe-p persegi panjang seperti gallium arsenide (GaAs), indium antimonide
(InSb) atau indium arsenide (InAs) yang melewatkan arus kontinu melalui
dirinya sendiri.
Ketika perangkat ditempatkan dalam medan magnet, garis fluks magnetik
mengerahkan gaya pada bahan semikonduktor yang membelokkan pembawa
muatan, elektron dan lubang, ke kedua sisi plat semikonduktor. Gerakan

pembawa muatan ini adalah hasil dari gaya magnet yang mereka alami melewati
bahan [Link] elektron dan lubang ini bergerak ke sisi samping,
perbedaan potensial dihasilkan antara kedua sisi bahan semikonduktor dengan
penumpukan pembawa muatan ini.

Kemudian pergerakan elektron melalui bahan semikonduktor dipengaruhi oleh


adanya medan magnet luar yang berada di sudut kanan ke sana dan efek ini lebih
besar dalam bahan berbentuk persegi panjang datar.
Efek menghasilkan tegangan yang dapat diukur dengan menggunakan medan
magnet disebut Efek Hall setelah Edwin Hall yang menemukannya kembali
pada tahun 1870-an dengan prinsip fisik dasar yang mendasari efek Hall
menjadi gaya Lorentz.
Untuk menghasilkan perbedaan potensial di seluruh perangkat, garis fluks
magnetis harus tegak lurus, (90°) dengan aliran arus dan dari polaritas yang
benar, umumnya kutub selatan.
Efek Hall memberikan informasi mengenai jenis kutub magnet dan besarnya
medan magnet. Misalnya, kutub selatan akan menyebabkan perangkat
menghasilkan output tegangan sedangkan kutub utara tidak akan berpengaruh.
Secara umum, sensor Efek Hall dan sakelar dirancang untuk berada dalam
posisi "OFF", (kondisi rangkaian terbuka) saat tidak ada medan magnet. Mereka
hanya menyalakan "ON", (kondisi rangkaian tertutup) ketika mengalami medan
magnet dengan kekuatan dan polaritas yang cukup.

Gambar 1

Gambar 2

Salah satu kegunaan sensr effek hall adalah untuk mendeteksi arus listrik.
Di sini menggunakan sensor arus efek Hall acs 712 untuk mendeteksi arus. Sensor ini
dapat mendeteksi arus hingga 30A. 1A arus setara dengan 66mv perubahan tegangan
output untuk ACS712-30A.
untuk arus 0A, tegangan output sebesar [Link] vcc/[Link] dilihat pada gambar
kedua bahwa tegangan output telah meningkat dengan meningkatnya arus.

2.5 TEGANGAN SENSOR EFEK HALL


Tegangan keluaran, disebut tegangan Hall, ( VH ) dari Elemen Hall dasar
berbanding lurus dengan kekuatan medan magnet yang melewati material
semikonduktor (output ∝ H).

Tegangan output ini bisa sangat kecil, hanya beberapa microvolt bahkan ketika
mengalami medan magnet yang kuat sehingga sebagian besar perangkat Efek Hall

yang tersedia secara komersial diproduksi dengan amplifier DC built-in, rangkaian


pengalihan logika, dan pengatur tegangan untuk meningkatkan sensitivitas sensor,
histerisis, dan tegangan output. Ini juga memungkinkan sensor efek Hall beroperasi
pada kisaran yang lebih luas dari catu daya dan kondisi medan magnet.
2.6 MAGNETIS SENSOR EFEK HALL

Sensor Efek Hall tersedia dengan output linier atau digital. Sinyal keluaran
untuk sensor linier (analog) diambil langsung dari output Op-amp (penguat
operasional) dengan tegangan output berbanding lurus dengan medan magnet
yang melewati sensor Hall. Tegangan output Hall ini diberikan sebagai:

Dimana:
VH adalah Tegangan Aula dalam volt
RH adalah Efek Hall co-efisien
I adalah arus yang mengalir melalui sensor dalam amp
t adalah ketebalan sensor dalam mm
B adalah kerapatan Fluks Magnet dalam Teslas

Sensor linear atau analog menghasilkan output tegangan kontinu yang meningkat
dengan medan magnet yang kuat dan berkurang dengan medan magnet yang lemah.

Dalam sensor efek Hall output linear, karena kekuatan medan magnet meningkatkan
sinyal output dari amplifier juga akan meningkat hingga mulai jenuh/saturasi oleh batas
yang dikenakan padanya oleh catu daya. Setiap penambahan tambahan dalam medan
magnet tidak akan berpengaruh pada output tetapi lebih mendorongnya ke saturasi.

Sensor keluaran digital di sisi lain memiliki trigger-Schmitt dengan built


in histerisis yang terhubung ke Op-amp. Ketika fluks magnet yang melewati sensor
Hall melebihi nilai yang ditentukan sebelumnya, output dari perangkat beralih dengan
cepat antara kondisi "OFF" ke kondisi "ON" tanpa jenis kontak yang terpental.

Histerisis internal ini menghilangkan osilasi dari sinyal output saat sensor bergerak
masuk dan keluar dari medan magnet. Kemudian sensor output digital hanya memiliki
dua status, "ON" dan "OFF".

Ada dua tipe dasar sensor efek Hall digital, Bipolar dan Unipolar. Sensor
Bipolar membutuhkan medan magnet positif (kutub selatan) untuk mengoperasikannya
dan medan negatif (kutub utara) untuk melepaskannya sedangkan Sensor
Unipolar hanya membutuhkan kutub selatan magnetik tunggal untuk beroperasi dan
melepaskannya saat bergerak masuk dan keluar dari bidang magnet.
Sebagian besar perangkat efek Hall tidak dapat langsung mengalihkan beban listrik
besar karena kemampuan drive output mereka sangat kecil sekitar 10 hingga 20mA.
Untuk beban arus besar, sebuah kolektor terbuka (arus sinking) Transistor
NPN ditambahkan ke output.

Transistor ini beroperasi di wilayah jenuh sebagai sakelar wastafel NPN yang
menyingkat terminal output ke ground setiap kali kerapatan fluks yang diterapkan lebih
tinggi daripada titik pra-setel “ON”.
Perpindahan output Transistor dapat berupa transistor emitor terbuka, konfigurasi
transistor kolektor terbuka atau keduanya menyediakan konfigurasi tipe output push-
pull yang dapat menenggelamkan cukup banyak arus untuk secara langsung
menggerakkan banyak beban, termasuk relai, motor, LED, dan lampu.
2.7 APLIKASI SENSOR EFEK HALL
Sensor efek hall diaktifkan oleh medan magnet dan dalam banyak aplikasi perangkat
dapat dioperasikan oleh magnet permanen tunggal yang terpasang pada poros atau
perangkat yang bergerak. Ada banyak jenis gerakan magnet, seperti "Head-on",
"Sideways", "Push-pull" atau "Push-push" dll.
Yang mana setiap jenis konfigurasi digunakan, untuk memastikan sensitivitas
maksimum, garis-garis fluks magnetik harus selalu tegak lurus terhadap area
penginderaan perangkat dan harus dari polaritas yang benar.
Juga untuk memastikan linearitas, diperlukan magnet kekuatan medan tinggi yang
menghasilkan perubahan besar dalam kekuatan medan untuk pergerakan yang
diperlukan.
Ada beberapa jalur gerakan untuk mendeteksi medan magnet, dan di bawah ini adalah
dua konfigurasi penginderaan yang lebih umum menggunakan magnet tunggal: Deteksi
Head-on dan Deteksi Sideways.
a. Deteksi Langsung (Head-on)

Sesuai namanya, “deteksi langsung” mengharuskan medan magnet tegak lurus terhadap
perangkat penginderaan efek hall dan untuk deteksi, sensor langsung mendekati sensor
ke arah head yang aktif. Semacam pendekatan "langsung".

Pendekatan Head-on ini menghasilkan sinyal output, VH yang pada perangkat linear
mewakili kekuatan medan magnet, kerapatan fluks magnetis, sebagai fungsi dari jarak
jauh dari sensor efek hall. Semakin dekat dan karena itu semakin kuat medan magnet,
semakin besar tegangan output dan sebaliknya.

Perangkat linier juga dapat membedakan antara medan magnet positif dan negatif.
Perangkat non-linear dapat dibuat untuk memicu output "ON" pada jarak celah udara
yang telah ditentukan jauh dari magnet untuk menunjukkan deteksi posisi.

b. Deteksi Samping (Sideways)

Konfigurasi penginderaan kedua adalah "deteksi samping". Ini membutuhkan gerakan


magnet melintasi permukaan elemen efek Hall dengan gerakan menyamping.
Deteksi sideways atau slide-by berguna untuk mendeteksi keberadaan medan magnet
ketika bergerak melintasi permukaan elemen Hall dalam jarak celah udara tetap
misalnya, menghitung magnet rotasi atau kecepatan putaran motor.
Bergantung pada posisi medan magnet saat melewati garis pusat medan nol sensor,
tegangan output linier yang mewakili output positif dan negatif dapat dihasilkan. Ini
memungkinkan deteksi gerakan terarah yang bisa vertikal maupun horizontal.

Ada banyak aplikasi berbeda untuk Sensor Efek Hall terutama sebagai sensor jarak.
Mereka dapat digunakan sebagai pengganti sensor optik dan cahaya adalah kondisi
lingkungan terdiri dari air, getaran, kotoran atau minyak seperti dalam aplikasi
otomotif. Perangkat efek hall juga dapat digunakan untuk arus penginderaan.

Kita tahu dari tutorial sebelumnya bahwa ketika arus melewati konduktor, medan
elektromagnetik melingkar dihasilkan di sekitarnya. Dengan menempatkan sensor Hall
di sebelah konduktor, arus listrik dari beberapa miliamp ke ribuan ampere dapat diukur
dari medan magnet yang dihasilkan tanpa memerlukan transformator dan kumparan
yang besar atau mahal.
Selain mendeteksi ada atau tidak adanya magnet dan medan magnet, sensor efek Hall
juga dapat digunakan untuk mendeteksi bahan feromagnetik seperti besi dan baja
dengan menempatkan magnet "bias" permanen kecil di belakang area aktif perangkat.

Sensor sekarang berada di medan magnet permanen dan statis, dan setiap perubahan
atau gangguan pada medan magnet ini dengan memasukkan bahan besi akan terdeteksi
dengan sensitivitas serendah mungkin mV/G.

Ada banyak cara berbeda untuk menghubungkan sensor efek Hall ke rangkaian listrik
dan elektronik tergantung pada jenis perangkat, apakah digital atau linier. Salah satu
contoh yang sangat sederhana dan mudah dibangun adalah menggunakan LED atau
Light Emitting Diode seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

BAB III
APLIKASI SENSOR EFFECT HALL PADA MOBIL

3.1 POSISI SENSOR EFEK HALL PADA MOBIL


Sensor Efek Hall sangat penting untuk industri otomotif. Ini memiliki beberapa lokasi
pemasangan di dalam mobil, seperti :
a. Posisi poros engkol dan sensor gerak
b. Sensor posisi terletak di camshaft
c. Sistem ABS
d. ESP, VCS, Sistem PSM
Sensor Hall adalah salah satu sistem kendaraan yang paling penting, terutama sensor
poros engkol dan poros bubungan. Ini mengenali posisi poros engkol dan poros
bubungan, sehingga menyingkronkan pengoprasian mesin. Sensor ini membaca dan
memberikan informasi mengenai waktu yang tepat dan injeksi bahan bakar tergantung
dari posisi piston dan katupnya. Jika sensor ini tidak berfungsi, gejala segera muncul
yang dengan itu anda dapat memahami bahwa ada masalah. Pada mesin empat langkah
(4 silinder) yang paling umum, sensor Hall mendeteksi posisi cam poros. Dengan
demikian, ia mengetahui silinder mana yang saat ini berada dalam posisi pembakaran
dan oleh karena itu ia menyingkronkan langkah kendaraan dan injeksi bahan bakar.

3.2 JENIS-JENIS SENSOR EFEK HALL

3.2.1 Sensor Induksi


Sensor induksi adalah perangkat yang menggunakan prinsip induksi
elektromagnetik untuk mendeteksi atau mengukur objek. Sebuah induktor
mengembangkan medan magnet ketika arus mengalir melaluinya; sebagai
alternatif, arus akan mengalir melalui rangkaian yang mengandung induktor
ketika medan magnet yang melaluinya berubah.

3.2.2 Sensor optik


Sensor optik mengubah sinar cahaya menjadi sinyal elektronik.

Tujuan dari sensor optik adalah untuk mengukur kuantitas fisik cahaya dan,
tergantung pada jenis sensor, kemudian menerjemahkannya ke dalam bentuk
yang dapat dibaca oleh alat pengukur terintegrasi.

3.3 PERANCANGAN SISTEM SENSOR EFEK HALL PADA MOBIL

Sensor Hall Effect dirancang untuk merasakan adanya objek

magnetis dengan
perubahan posisinya. Perubahan medan magnet yang terus menerus menyebabkan
timbulnya pulsa yang kemudian dapat ditentukan frekuensinya, sensor jenis ini biasa
digunakan sebagai pengukur kecepatan.

3.4 JENIS-JENIS SENSOR EFEK HALL PADA MOBIL

Ada dua jenis sensor Hall di dalam mobil, yang merupakan sensor terpenting dalam
mobil antara lain :
3.4.1 Sensor poros engkol
sensor engkol adalah perangkat elektronik yang digunakan dalam mesin
pembakaran internal untuk memantau posisi atau kecepatan rotasi crankshaft.
Informasi ini digunakan oleh sistem manajemen mesin untuk mengontrol waktu
sistem pengapian dan parameter mesin lainnya.

3.4.2 Sensor poros bubungan

Poros bubungan (bahasa Inggris: camshaft) adalah sebuah alat yang digunakan dalam
mesin torak untuk menjalankan valve poppet. Dia terdiri dari batangan silinder. Cam
membuka katup dengan menekannya, atau dengan mekanisme bantuan lainnya, ketika
mereka berputar.
Hubungan antara perputaran camshaft dengan perputaran poros engkol sangat penting.
Karena katup mengontrol aliran masukan bahan bakar dan pengeluaran, mereka harus
dibuka dan ditutup pada saat yang tepat selama stroke piston.

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Sensor Efek Hall atau Hall Effect Sensor adalah sebuah sensor jenis transduser
yang dapat mengubah informasi magnetik menjadi sinyal listrik dalam sebuah
sistem kelistrikan otomotif. Banyak sekali kegunaan dari sensor Efek Hall,
beberapa di antaranya adalah untuk mendeteksi kedekatan (proximity),
mendeteksi posisi (positioning), mendeteksi kecepatan (speed), mendeteksi
pergerakan arah (directional) dan mendeteksi arus listrik (current sensing). Untuk
bidang otomotif khususnya roda empat sendiri, sensor efek Hall digunakan secara
umum untuk mendeteksi kecepatan dan sering disebut sebagai speed sensor.
Untuk itu, perlu rasanya saya membahas prinsip kerja efek Hall karena ini banyak
juga dipakai pada sensor-sensor sebuah mobil. Dalam bidang otomotif khsusunya
roda empat, sensor Hall Effect banyak digunakan untuk beberapa hal seperti
mendeteksi posisi tempet duduk, sensor safety belt, indikator bahan bakar dan
kecepatan roda untuk sistem pengereman ABS (Anti-Lock Braking System) dan
tentu saja untuk menentukan posisi poros engkol yakni sensor CKP tipe Efek
Hall.

4.2 SARAN
Laporan tentang Sistem Kendali dan Memahami sistem sensor Efek Hall
pada mobil ini diharapkan mampu menjadi inovasi baru di bidang teknologi
otomotif di masa kini. Perlu adanya metode penilitian lebih lanjut akan upaya
peningkatan terhadap rancangan alat sebagai salah satu cara memaksimalkan
potensi dan efesiensi dalam sistem kerjanya.

Anda mungkin juga menyukai