RS JIWA DAERAH PROVINSI LAMPUNG BE/IRJ/0003/Kep/01
Jalan Raya Gedong Tataan KM. 13 NRM : ..........................................................
Telp. 0721-271170, Fax 0721-271171
E-mail : rsjlampung@[Link] Nama : ..........................................................
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN GANGGUAN JIWA
(Dilengkapi setelah dilakukan asesment oleh perawat) Tanggal lahir: .........................................................
(Mohon diisi atau tempelkan stiker jika ada)
Perencanaan Keperawatan
Dx Keperawatan
Luaran Keperawatan/Kriteria Evaluasi Intervensi Nama/
(SDKI)
(SLKI) (178) (SIKI) (495) TTD
Pertemuan I
Risiko Bunuh Diri (D.0135) Kontrol diri (L.09076) Hal.54 Pencegahan Bunuh Diri (I.14538) Hal. 274
Hal:293 Definisi: Definisi:
Mengidentifikasi dan menurunkan risiko
Definisi : Kemampuan untuk mengendalikan atau mengatur emosi, pikiran, dan perilaku
merugikan diri sendiri dengan maksud
Berisiko melakukan upaya dalam menghadapi masalah. mengakhiri hidup.
menyakiti diri sendiri untuk
mengakhiri kehidupan. Ekspektasi : Meningkat Observasi:
Identifikasi gejala risiko bunuh diri (mis,
Setelah dilakukan tindakan keperawatan….x 24 jam diharapkan klien
gangguan mood, halusinasi, delusi, panik,
b.d Faktor Risiko memiliki kemampuan yang meningkat untuk mengendalikan atau penyalahgunaan zat, kesedihan, gangguan
Gangguan perilaku (mis. Euforia mengatur emosi, pikiran, dan perilaku dalam menghadapi masalah kepribadian)
mendadak setelah depresi, dengan kriteria hasil: Identifikasi keinginan dan pikiran
perilaku mencari senjata Meningkat Cukup Sedang Cukup Menurun rencana bunuh diri
Meningkat Menurun
berbahaya, membeli obat dalam
1 Anggota 1 2 3 4 5 Monitor lingkungan bebas bahaya secara
jumlah banyak, membuat surat keluarga rutin (mis, barang pribadi, pisau cukur,
verbalisasi jendela)
warisan)
keinginan
Demografi (mis. lansia, status untuk Monitor adanya perubahaan mood atau
mendukung
perceraian, janda/duda, ekonomi perilaku
anggota
rendah, pengangguran) keluarga
yang sakit
2 Menanyakan 1 2 3 4 5 Terapeutik:
kondisi Libatkan dalam perencanaan perawatan
Gangguan fisik (mis, nyeri
pasien mandiri
kronis, penyakit terminal) 3 Mencari 1 2 3 4 5
dukungan Libatkan keluarga dalam perencanaan
Masalah sosial (mis, berduka,
sosial bagi
tidak berdaya, putus asa, anggota perawatan
keluarga
kesepian, kehilangan hubungan
yang sakit Lakukan pendekatan langsung dan tidak
yang penting, isolasi sosial) 4 Mencari 1 2 3 4 5 menghakimi saat membahas bunuh diri
dukungan
Gangguan psikologis (mis. Berikan lingkungan dengan pengamanan
spiritual bagi
penganiayaan masa kanak-kanak, anggota ketat dan mudah dipantau (mis, tempat
keluarga tidur dekat ruang perawat)
riwayat bunuh diri sebelumnya, yang sakit
remaja homoseksual, gangguan 5 Bekerja sama 1 2 3 4 5 Tingkatkan pengawasan pada kondisi
dengan tertentu (mis, rapat staf, pergantian shift)
psikiatrik, penyakit psikiatrik,
anggota
penyalahgunaan zat) keluarga Lakukan intervensi perlindungan
yang sakit
(pembatasan area, pengekangan fisik), jika
dalam
Kondisi Kinis Terkait menentukan diperlukan
perawatan
Sindrom otak akut/kronis
6 Bekerja sama 1 2 3 4 5 Hindari diskusi berulang tentang bunuh
Ketidakseimbangan hormon dengan diri seebelumnya, diskusi berorientasi pada
penyedia masa sekarang dan masa depan
(mis, premenstrual syndrome, layanan
pospartum psychosis) kesehatan Diskusikan rencana menghadapi ide
dalam bunuh diri di masa depan (mis. orang yang
Penyalahgunaan zat menentukan dihubungi, ke mana mencari bantuan)
Post traumatic stress disorder perawatan
7 Berpartisipas 1 2 3 4 5 Pastikan obat ditelan
(PTSD) i dalam
Penyakit kronis/terminal (mis. perencanaan Edukasi
pulang
kanker) Anjurkan mendiskusikan perasaan yang
dialami kepada orang lain
Anjurkan menggunakan sumber
pendukung (mis. layanan spiritual,
penyedia layanan)
Luaran Tambahan
Dukungan Keluarga Jelaskan tindakan pencegahan bunuh diri
Dukungan Sosial
kepada keluarga atau orang terdekat
Harapan
Harga Diri Informasikan sumber daya masyarakat
Kesadaran Diri
dan program yang tersedia
Status Orientasi
Tingkat Depresi Latih pencegahan risiko bunuh diri (mis.
latihan asertif, relaksasi, otot progresif)
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian obat antiansietas,
atau antipsikotik, sesuai indikasi
Kolaborasi tindakan keselamatan kepada
PPA
Rujuk ke pelayanan kesehatan mental,
jika perlu
Pertemuan ke II
Promosi Harga Diri (I.09308) Hal.364
Definisi:
Meningkatkan penilaian perasaan/persepsi
terhadap diri sendiri atau kemampuan diri.
Observasi:
Identifikasi budaya, agama, ras, jenis
kelamin, dan usia terhadap harga diri
Monitor verbalisasi yang merendahkan
diri sendiri
Monitor tingkat harga diri setiap waktu,
sesuai kebutuhan
Terapeutik:
Motivasi terlibat dalam verbalisasi
positif untuk diri sendiri
Motivasi menerima tantangan atau hal
baru
Diskusikan pernyataan tentang harga diri
Diskusikan kepercayaan terhadap
penilaian diri
Diskusikan pengalaman yang
meningkatkan harga diri
Diskusikan persepsi negatif diri
Diskusikan alasan mengkritik diri atau
rasa bersalah
Diskusikan penetapan tujuan realistis
untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi
Diskusikan bersama keluarga untuk
menetapkan harapan dan batasan yang jelas
Berikan umpan balik positif atas
peningkatan mencapai tujuan
Fasilitasi lingkungan dan aktivitas yang
meningkatkan harga diri
Edukasi
Jelaskan kepada keluarga pentingnya
dukungan dalam perkembangan konsep
positif diri pasien
Anjurkan mengidentifikasi kekuatan
yang dimiliki
Anjurkan mempertahankan kontak mata
saat berkomunikasi dengan orang lain
Anjurkan membuka diri terhadap kritik
negatif
Anjurkan mengevaluasi perilaku
Ajarkan cara mengatasi bullying
Latih peningkatan tanggung jawab untuk
diri sendiri
Latih pernyataan/kemampuan positif diri
Latih cara berfikir dan berperilaku
positif
Latih meningkatkan kepercayaan pada
kemampuan dalam menangani situasi
Pertemuan III
Promosi Harapan (I.09307) Hal. 364
Definisi :
Meningkatkan kepercayaan pada kemampuan
untuk memulai dan mempertahankan tindakan.
Observasi
Identifikasi harapan pasien dan keluarga
dalam perjalanan hidup
Terapeutik
Sadarkan bahwa kondisi yang dialami
memiliki nilai penting
Pandu mengingat kembali kenangan dan
menyenangkan
Libatkan pasien secara aktif dalam
perawatan
Kembangkan rencana perawatan yang
melibatkan tingkat pencapaian tujuan
sederhana sampai dengan kompleks
Edukasi
Anjurkan mengungkapkan perasaan
terhadap kondisi dengan realistis
Anjurkan mempertahankan hubungan
(mis. menyebutkan nama orang yang
dicintai)
Anjurkan mempertahankan hubungan
teraupetik dengan orang lain
Latih menyusun tujuan yang sesuai
dengan harapan
Latih cara meengembangkan spiritual diri
Latih cara mengenang dan menikmati
masa lalu (mis. prestasi, pengalaman)
Kolaborasi
Atur kunjungan dengan rohaniawan
(mis, ustadz, pendeta, romo, biksu)
Pertemuan IV
Kontrol Perilaku Positif (I.09282) Hal.139
Definisi:
Melakukan negosiasi kesepakatan untuk
memperkuat perubahaan perilaku tertentu.
Observasi
Identifikasi kemampuan mental dan
kognitif untuk membuat kontrak
Identifikasi cara dan sumber daya terbaik
untuk mencapai tujuan
Identifikasi hambatan perilaku
ktidaksesuaian dan kurang komitmen
untuk memenuhi kontrak
Terapeutik
Ciptakan lingkungan yang terbuka untuk
membuat kontrak perilaku
Fasilitasi pembuatan kontrak tertulis
Diskusikan perilaku kesehatan yang ingin
diubah
Diskusikan tujuan positif jangka pendek
dan jangka panjang yang realistis dan
dapat dicapai
Diskusikan pengembangan rencana
perilaku positif
Diskusikan cara mengamati perilaku
(mis. tabel kemajuan perilaku)
Diskusikan penghargaan yang diinginkan
ketika tujuan tercapai, jika perlu
Diskusikan konsekuensi atau sanksi tidak
memenuhi kontrak
Tetapkan batas waktu yang dibutuhkan
untuk pelaksanaan tindakan yang realistis
Fasilitas meninjau ulang kontrak dan
tujuan, jika perlu
Edukasi
Anjurkan menuliskan tujuan sendiri, jika
perlu