SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
TENTANG DIET DIABETES MELITUS
DI UPTD PUKESMAS SEMEN
Disusun oleh :
A. Latar Belakang
Diabetes adalah penyakit kronis, yang terjadi ketika pankreas
tidak menghasilkan insulin yang cukup, atau ketika tubuh tidak dapat
secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Hal ini
menyebabkan peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah (WHO,
2012).
Menurut Departemen Kesehatan RI, diabetes melitus (DM)
membutuhkan perhatian dan perawatan medis dalam waktu lama baik
untuk mencegah komplikasi maupun perawatan sakit. Diabetes Melitus
terdiri dari dua tipe yaitu tipe pertama DM yang disebabkan keturunan
dan tipe kedua disebabkan gaya hidup. Secara umum, hampir 80 %
prevalensi diabetes melitus adalah DM tipe 2. Ini berarti gaya hidup
yang tidak sehat menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi DM.
Bila dicermati, penduduk dengan obesitas/ kelebihan berat badan
mempunyai risiko terkena DM lebih besar dari penduduk yang tidak
obesitas (Depkes , 2009).
Menurut hasil survei WHO, jumlah penderita diabetes melitus
(DM) di Indonesia menduduki ranking ke 4 terbesar di dunia. DM
menyebabkan 5% kematian di dunia setiap tahunnya. Diperkirakan
kematian karena DM akan meningkat sebanyak 50% sepuluh tahun
yang akan datang. Sebanyak
80% responden DM menderita DM tipe 2 dan mereka
membutuhkan pengobatan secara terus menerus (WHO,
2008).Berdasarkan hasil penelitian di beberapa negara, angka
ketidakpatuhan pasien diabetes dalam berobat mencapai 40-50%.
Menurut aporan WHO pada tahun 2003, kepatuhan rata-rata pasien
pada terapi jangka panjang terhadap penyakit kronis di negara maju
hanya sebesar 50% dan di negara berkembang jumlah tersebut
bahkan lebih rendah. Tahun 2006 jumlah penderita diabetes di
Indonesia mencapai 14 juta orang, dari jumlah itu baru 50% penderita
yang sadar mengidap dan sekitar 30% di antaranya melakukan
pengobatan secara teratur (Pratiwi, 2007).
B. TOPIK
Bahasan
a. Topik : Diet
b. Sub Topik : Diet pada Diabetes Melitus
c. Hari/tanggal :
d. Waktu : 30 Menit
e. Tempat :
f. Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien
g. Penyuluh :
C. DIAGNOSA
Diet diabetes melitus
D. Tujuan
a. Tujuan umun
setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit masyarakat
mampu memahami mengenai diet pada orang yang menderita
diabetes melitus.
b. Tujuan khusus
a) Masyarakat mampu menjelaskan kembali mengenai
pengertian dari diet pada Diabetes mellitus.
b) Masyarakat dapat menyebutkan kembali 1 dari 2 pola diet
pada penderita Diabetes mellitus .
c) Masyarakat dapat memahami perbedaan antara diet biasa
dan diet pada Diabetes melitus.
c. Materi
a. Pengertian Diebetes melitus.
b. Hubungan Diabetes dengan Diet dan olahraga.
c. Pola diet pada penyakit Diabetes Melitus.
d. Tujuan diet Diabetes Melitus
E. Sumber materi
Basuki, 2002 dalam Soegondo. Penyuluhan Diabetes Melitus.
Jakarta: FKUI. Moehyi Sjahmien. 1999. Pengaturan Makanan dan
Diet untuk Penyembuhan Penyakit. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama.
F. Metode dan Media
a.. Metode
a). Ceramah
b). tanya jawab
b. Media
a).leafled
G. Tabel kegiatan
Waktu Tahap kegiatan Krgiatan penyuluhan Respon yang di
harapkan dari masyarakat.
NO Acara Waktu Kegiatan penyuluhan Evaluasi
1. pembukaa 5 1. membuka acara Menjawab
n menit dengan mengucapkan salam dan
salam kepada masyarakat mendengarkan
2. memperkenalkan diri seksama.
3. menyampaikan topic
dan tujuan promkes
kepada masyarakat
4. kontrak waktu untuk
kesepakatan pelaksanaan
prokes dengan
masyarakat
2. Acara inti 10 1. mengenali kemampuan Mendengarkan
menit masyarakat mengenai dan
materi yang akan di memperhatikan
sampaikan .
2. memberikan
penjelasan tentang materi
yang akan di berikan
3. memberikan
kesempatan kepada
masyarakat untuk ber
tanya
4. melakukan evaluasi
3. Diskusi 10 Meminta peseta Peseta
menit mengajukan pertanyaan mengajukan
jika belum jelas. pertanyaan .
4. penutup 5 1. menyimpulkan materi Peserta
menit penyuluhan menjawab
2. mengklarifikasi salam.
3. rencana tindakan lanjut
4. menutup kegiatan
acara penyuluhan
H. Materi
a. Terlampir
MATERI
DIET PADA DIABETES MELITUS
A. PENGERTIAN DIABETES MELITUS
Diabetes melitus(kencing manis) adalah suatu keadaan dimana
kadar glukosa dalam darah tinggi yang di sebabkan tidak
berfungsinya hormon insulin di dalam tubuh,sedangkan diet pada
kencing manis adalah mengelola penyakit kencing manis atau
diabetes mellitus dengan cara melakukan diet makanan
memperhatikan takaran dari sisi makanan.
B. HUBUNGAN DM DENGAN DIET DAN OLAHRAGA
Selain mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan diet
makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses
pengelolaaan diabetes(kencing manis). Dalam hal makanan
misalnya, penderita diabetes harus memperhatikan takaran
karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh
dari zat ini. ada dua golongan karbohidrat yakni jenis kompleks dan
jenis sederhana. Yang pertama mempunyai ikatan kimiawi lebih
dari satu rantai glukosa sedangkan yang lain hanya satu. Di dalam
tubuh karbohidrat kompleks seperti dalam roti atau nasi, harus
diurai menjadi rantai tunggal dulu sebelum diserap ke dalam aliran
darah. Sebaliknya, karbohidrat sederhana seperti es krim, jeli, selai,
sirup, minuman ringan, dan permen, langsung masuk ke dalam
aliran darah sehingga kadar gula darah langsung melejit. Dari sisi
makanan penderita kencing manis lebih dianjurkan mengkonsumsi
karbohidrat berserat seperti kacang-kacangan, sayuran, buah
segar seperti pepaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dll.
Sedangkan buah-buahan yang terlalu manis seperti sawo, jeruk,
nanas, rambutan, durian, nangka, anggur, tidak dianjurkan. Selain
memperhatikan pola makan sehari-hari, penderita harus melakukan
latihan fisik. Pada prinsipnya olahraga bagi penderita diabetes tidak
berbeda dengan yang untuk orang sehat. Juga antara penderita
baru atau pun lama. Olahraga itu terutama untuk membakar kalori
tubuh, sehingga glukosa darah bisa terpakai untuk energi. Dengan
demikian kadar gulanya bisa turun. Dengan rajin berolahraga
ditambah mengatur menu makanan serta mengontrol kadar gula
darah secara teratur, komplikasi akibat diabetes dapat dihindar.
C. POLA DIET
a. Pola A dan B
1. Makanan yang direkomendasikan dalam diet diabetes
melitus
Adapun beberapa makanan yang direkomendasikan untuk diet
diabetes melitus, yaitu:
Sayuran
Anda dapat mengonsumsi sayuran, seperti brokoli, wortel,
paprika, tomat, kentang, jagung, dan kacang hijau.
Buah-buahan
Buah-buahan, seperti jeruk, melon, alpukat, beri,
apel, pisang, dan anggu, direkomendasikan dalam diet ini.
Biji-bijian
Akan lebih baik jika Anda memilih biji-bijian utuh, seperti
halnya gandum, beras, barley, dan quinoa, untuk
dimasukkan ke dalam makanan Anda sehari-hari.
Protein
Asupan protein yang dapat Anda pilih, yaitu daging tanpa
lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, buncis, kacang
polong, dan kacang-kacang lainnya.
Susu
Pilihlah susu tanpa lemak atau rendah lemak. Selain itu,
Anda juga dapat mengonsumsi yogurt atau keju rendah
lemak.
2. Makanan yang perlu dihindari dalam diet diabetes melitus
Di samping makanan yang sebaiknya Anda konsumsi,
terdapat pula makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita
diabetes. Beberapa makanan tersebut, di antaranya:
Lemak jenuh
Hindari produk susu berlemak tinggi dan protein hewani,
seperti mentega, daging sapi, hot dog, sosis, daging asap. Selain
itu, Anda juga harus membatasi minyak kelapa dan minyak
sawit.
Lemak trans
Hindari mengonsumsi lemak trans yang umumnya terdapat
dalam camilan olahan, makanan yang dipanggang, dan mentega
putih.
Kolesterol
Makanan sumber kolesterol, misalnya protein hewani tinggi
lemak, produk susu tinggi lemak, kuning telur, dan jeroan, juga
harus dihindari. Usahakan untuk tidak mengonsumsi lebih dari
200 mg kolesterol dalam sehari.
Sodium
Menghindari makanan yang bersodium tinggi atau mengandung
banyak garam juga harus dilakukan. Sebab, makanan tersebut
dapat memicu terjadinya hipertensi yang membahayakan.
Makanan manis
Makanan manis, seperti kue yang dipanggang, permen, dan es
krim sebaiknya dihindari karena dapat memicu kenaikan gula
darah.
Minuman dengan tambahan gula
Minuman dengan tambahan gula, seperti jus, soda biasa, dan
minuman berenergi, dapat membuat gula darah naik sehingga
harus dihindari.
b. Pola 3J
3j ( jumlah, jenis dan jadwal makan)
Jumlah :
Jumlah makanan yang dikonsumsi disesuaikan dengan BB
memadai yaitu BB yang dirasa nyaman untuk seorang diabetesi
Jumlah makanan yang dikonsumsi disesuaikan dengan hasil
konseling gizi
Jenis :
Jenis makanan utama yang dikonsumsi dapat disesuaikan dengan
Konsep Piring Makan Model T
Jadwal :
Jadwal makan terdiri dari 3x makan utama dan 2-3x makanan
selingan mengikuti prinsip porsi kecil.
D. Tujuan diet Diabetes Melitus
1. Mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah mendekati
normal.
2. Mencapai dan mempertahankan lipid mendekati normal.
3. Mencapai berat badan normal .
4. Mencegah komplikasi kronik.
5. Meningkatkan kualitas hidup sehingga dapat melakukan pekerjaan
sehari-hari seperti biasa.