0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan20 halaman

Penerapan SMK3 untuk Keselamatan Kerja

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memberikan kerangka kerja bagi perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, mulai dari komitmen manajemen, penilaian risiko, pelatihan karyawan, hingga evaluasi berkala. Penerapan SMK3 bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Dokumen ini menjelaskan 10 langk

Diunggah oleh

Rezi Fahlevi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan20 halaman

Penerapan SMK3 untuk Keselamatan Kerja

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memberikan kerangka kerja bagi perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, mulai dari komitmen manajemen, penilaian risiko, pelatihan karyawan, hingga evaluasi berkala. Penerapan SMK3 bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Dokumen ini menjelaskan 10 langk

Diunggah oleh

Rezi Fahlevi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN KEPERPUSTAKAAN

A. Telaah Pustaka
1. Pengertian SMK3
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara
normatif sebagaimana terdapat pada PER.05/MEN/1996 pasal 1, adalah
bagian dari sistem manajemen keseluruhan yang meliputi struktur organisasi,
perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber
dayayang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian,
pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna
terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif (Sucipto, 2014 :
167)
SMK3 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, masyarakat, pasar,
atau dunia internasional saja tetapi juga tanggung jawab pengusaha untuk
menyediakan tempat kerja yang aman bagi pekerjanya. Selain itu penerapan
SMK3 mempunyai banyak manfaat bagi industry kita antara lain:
1) Mengurangi jam kerja yang hilang akibat kecelakaan kerja.
2) Menghindari kerugian material dan jiwa akibat kecelakaan kerja.
3) Menciptakan tempat kerja yang efisien dan produktif karena tenaga kerja
merasa aman dalam bekerja.
4) Meningkatkan image market terhadap perusahaan.
5) Menciptakan hubungan yang harmonis bagi karyawan dan perusahaan.
Perawatan terhadap mesin dan perlatan semakin baik.

7
8

2. Penerapan SMK3
a. Langkah-langkah Penerapan SMK3
Dalam menerapkan sistem manajemen K3 (SMK3) ada beberapa tahapan
yang harus dilakukan agar SMK3 tersebut menjadi efektif, karena SMK3
mempunyai elemen-elemen atau persyaratan-persyaratan tertentu yang harus
dibangun dalam suatu organisasi atau perusahaan. Sistem Manajemen K3 juga
harus di tinjau ulang dan ditingkatkan secara terus menerus didalam suatu
pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem itu dapat berperan dan
berfungsi dengan baik serta berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan.

Langkah 1. Menyatakan Komitmen


Peryataan komitmen dan penetapan kebijakan untuk menerapan sebuah
sistem manajemen K3 dalam organisasi/perusahaan harus dilakukan oleh
manajemen puncak. Persiapan sistem manajemen K3 tidak akan berjalan
tanpa adanya komitmen terhadap sistem manajemen tersebut. Manajemen
harus benar-benar menyadari bahwa merekalah yang paling bertanggung
jawab terhadap keberhasilan atau kegagalan penerapan Sistem K3.

Langkah 2. Menetapkan Cara Penerapan


Dalam menerapkan SMK3, perusahaan dapat menggunakan jasa
konsultan dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Konsultan yang baik tentu memiliki pengalaman yang banak dan
bervariasi sehingga dapat menjadi agen pengalihan pengetahuan secara
efektif, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang tepat dalam proses
penerapan Sistem Manajemen K3.
2. Konsultan yang indenpenden kemungkinan konsultan tersebut secara
bebas dapat memberikan umpan balik kepada manajemen secara objektif
tanpa terpengaruh oleh persaingan antar kelompok didalam
organisasi/perusahaan.
9

3. Konsultan jelas memiliki waktu yang cukup. Berbeda dengan tenaga


perusahaan yang meskipun mempunyai keahlian dalam Sistem
Manajemen K3 namun karena desakan tugas-tugas yang lain di
perusahaan, akibatnya tidak punya cukup waktu.

Langkah 3. Membentuk Kelompok Kerja Penerapan

Jika perusahaan akan membentuk kelompok kerja sebaiknya anggota


kelompok kerja tersebut terdiri atas seorang wakil dari setiap unit kerja.
Niasanya manajer unit kerja, hal ini penting karena merekalah yang tentunya
paling bertanggung jawab terhadap unit kerja yang bersangkutan. Dalam
proses penerapan ini maka peranan anggota kelompok kerja. Menjadi agen
perubahan sekaligus fasilisator dalam unit kerjanya. Merekalah yang pertama-
tama menerapkan Sistem Manajemen K3 ini di unit-unit kerjanya termasuk
merobah cara dan kebiasaan lama yang tidak menunjang penerapan sitem iini.
Selain itu mereka juga akan melatih dan menjelaskan tentang standar ini
termasuk manfaat dan konsekuensinya. Menjaga konsistensi dari penerapan
Sistem Manajemen K3, baik melalui tinjauan sehari-hari maupun berkala

Langkah 4. Menetapkan Sumber Daya yang Diperlukan

Sumber daya disini mencakup orang/personel, perlengkapan, waktu dan


dana. Prang yang dimaksud adalah beberapa orang yang diangkat secara resmi
diluar tugas-tugas pokoknya dan terlibat penuh dalam proses penerapan.
Perlengkapan adalah perlunya mempersiapkan kemungkina ruangan tambahan
untuk menyiman dokumen atau computer tambahan untuk mengolah dan
menyimpan data. Tidak kalah pentingnya waktu. Waktu yg diperlukan
tidaklah sedikit terutama bagi orang yang terlibat dalam penerapan, mulai
mengikuti rapat, pelatihan, mempelajari bahan-bahan pustaka,
menulisndokumen mutu sampai menghadapi kegiatan audit assessment.
10

Langkah 5. Kegiatan penyuluhan

Penerapan sistem manajemen K3 adalah kegiatan dari dan untuk


kebutuhan personel perusahaan. Oleh karena itu harus dibangun rasa adanya
keikutsertaan dari seluruh karyawan dalam perusahaan melalui program
penyuluhan.

a. Kegiatan ini harus diarahkan untuk mencapai tujuan, antara lain:


1. Menyamakan persepsi dan motivasi terhadap pentingnya
penerapan Sistem Manajemen K3 bagi kinerja perusahaan.
2. Membangun komitmen menyeluruh mulai dari direksi, manajer,
staf dan seluruh jajaran dalam perusahaan untuk bekerja sama
dalam menerapkan standar sistem ini.
3. Kegiatan penyuluhan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara,
misalnya dengan pernyataan komitmen manajemen, melalui
ceramah, surat edaran atau pembagian buku-buku yang terkait
dengan Sistem Manajemen K3.

Langkah 6. Peninjauan sistem

Kelompok kerja penerpaan yang telah dubentuk kemudian mulai bekerja


untuk meninjau sistem yang sedang berlangsung dan kemudian dibandingkan
dengan persyaratan yang ada dalam Sistem Manajemen K3. Peninjauan ini
dapat dilakukan melalui dua cara yaitu dengan meninjau dokumen prosedur
dan meninjau pelaksanaan. Apakah perusahaan sudah mengikuti dan
melaksanakan secara konsisten prosedur atau instruksi kerja dari OHAS
18001 atau Pemenaker 05/men/1996. Perusahaan belum memiliki dokumen,
tetapi sudah menerapkan sebagian atau seluruh persyaratan dalam standar
Sistem Manajemen K3. Perusahaan belum menerapkan persyaratan standar
Sistem Manajemen K3 yang dipilih.
11

Langkah 7. Penyusunan jadwal kegiatan

Setelah melakukan peninjauan sistem maka kelompok kerja dapat


menyusun suatu jadwal kegiatan. Jadwal kegiatan dapat disusub dengan
mempertimbangkan hal-hal berikut:

a. Ruang lingkup pekerjaan


Dari hasil tinjauan sistem akan menunjukkan beberapa banyak yang
harus disiapkan dan beberapa lama setiap prosedur itu akan diperiksa,
disempurnakan, disetujui, dan diaudit. Semakin panjang daftar prosedur
yang harus disiapkan semakin lama waktu penerapan yang diperlukan.

b. Kemampuan wakil manajemen dan kelompok kerja penerapan


Kemampuan disini dalam hal membagi dan menyediakan waktu.
Seperti diketahui bahwa tugas penerapan bukanlah satu-satunya pekerjaan
anggota kelompok kerja dan manajemen representative. Mereka masih
mempunyai tugas dan tanggung jawab lain diluar penerapan Sistem
Manajemen K3 yang kadang-kadang juga sama pentingnya dengan
penerapan standar ini.

c. Keberadaan proyek
Khusus bagi perusahaan yang kegiatannya berdasarkan yang
kegiatannya berdasarkan proyek (misalnya kontraktor dan
pengembangan), maka ketika menyusun jadwal kedatangan asesor badan
sertifikasi , pastikan bahwa pada saat assessor datang proyek yang sedang
dikerjakan.
12

Langkah 8. Pengembangan Sistem Manajemen K3

Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam tahap pengembangan


Sistem Manajemen K3 antara lain mencakup dokumentasi, pembagian
kelompok, penyusunan bagan air, penulisan manual Sistem Manajemen K3,
Prosedur, dan instruksi kerja.

Langkah 9. Penerapan Sistem

Setelah semua dokumen selesai dibuat, maka setiap anggot kelompok


kerja kembali ke masing-masing bagian untuk menerapkan sistem yang
ditulis. Adapun cara penerapannya adalah:

a. Anggota kelompok kerja mengumpulkan seluruh stafnya dan menjelaskan


mengenai isi dokumen tersebut. Kesempatan ini dapat juga digunakan
unutk mendapatkan masukan-masukan dari lapangan yang bersifat teknis
operasional.

b. Anggota kelompok kerja bersama-sama staf unit kerjanya mulai mencoba


menerapkan hal-hal yang telah ditulis. Setiap kekurangan atau hambatan
yang dijumpai harus dicatat sebagai masukan untuk menyempurnakan
sistem.

c. Mengumpulkan semua catatan K3 dan rekaman tercatat yang merupakan


bukti pelaksanaan hal-halyang telah ditulis. Rentang waktu untuk
menerapkan sistem ini sebaiknya tidak kurang dari tiga bulan sehingga
cukup memadai untuk menilai efektif tidaknya sistem yang telah
dikembangkannya tadi
.
13

Langkah 10. Proses sertifikasi

Ada sejumlah lembaga sertifikasi Sistem Manajemen K3. Misalnya


Sucofindo melakukan sertifikasi terhadap Permenaker 05/Men/1996. Namun,
untuk OHSAS 18001:1999 organisasi disarankan untuk memilih lembaga
sertifikasi OHSAS 108001 yang paling tepat.

3. Perencanaan K3

Perencanaan adalah merencanakan sasaran proses apa yang dibutuhkan


untuk menentukan hasil yang sesuai dengan spesifikasi tujuan yang
ditetapkan. Dalam perencanaan ini harus diterjemahkan secara jelas dan per
sub-sistem. Perencanaan dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan
kerja (SMK3) ini dilakukan untuk mengidentifikasi sasaran dan proses dengan
mencari tahuhal-hal apa saja yang tidak beres kemudian mencari solusi atau
ide-ide untk memecahkan masalah ini.

1) Pengusaha menyusun rencana K3 berdasarkan:


a) Hasil penelahaan awal
Hasil telaah awal ialah tinjauan awal keadaan K3 perusahaan yang
sudah dilakukan pada penyusunan kebijakan.
b) Identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko
Identifikasi potensi bahaya, penilaian dan penilaian resiko harus
dipertimbangkan pada saat merumuskan masalah.
c) Peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain
Peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya harus:
1. Ditetapkan, dipelihara, diinventarisasi dan identifikasi oleh
perusahaan.
2. Disosialisasikan kepada seluruh pekerja/buruh
d) Sumber daya yang dimiliki
14

Dalam menyusus perencanaan harus mempertimbangkan sumber


daya yang dimiliki yang meliputi adanya SDM yang berkompeten,
sarana dan prasarana serta dana.
2) Rencana K3 yang disusun oleh perusahaan paling sedikit memuat :
a. Tujuan dan sasaran
Tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan ditinjau kembali secara
teratur sesuai dengan perkembangan. Tinjauan dan sasaran K3 paling
sedikit memenuhi kualifikasi : dapat diukur/ indikatorpengukuran
dan sasarna pencapaian.
Dalam menetapkan tujuan dan sasaran K3 pengusaha harus
berkonsultasi dengan : wakil pekerja, ahli K3, P2K3, dan pihak –
pihak lain yang terikat.

b. Skala prioritas
Skala prioritas ialah urutan pekerjaan berdasarkan tingkat risiko,
dimana pekerjaan yang dimiliki tingkat risiko tertinggi di prioritaskan
dalam perencanaan.

c. Upaya pengendalian bahaya


Upaya pengendalian bahaya, dilakukan berdasarkan hasil penilaian
resiko melalui pengendalian teknis administratif, dan penggunaan
alat pelindung diri.

d. Penetapan sumber daya


Dalam menetapkan sumber daya yang bertujuan untuk menjamin
tersedianya sumber daya manusia yang berkompeten, sarana dan
prasarana serta dana yang memadai supaya pelaksaan K3 dapat
berjalan.
15

e. Jangka waktu pelaksaan


Dalam perencanaan setiap kegiatan gharus mencangkup jangka
waktu pelaksaan.

f. Indikator pencapaian
Dalam menentukan indikator pencapaian harus ditetapkan dengan
parameter yang bisa diukur sebagai dasar penilaian kinerja kesehatan
dan keselamatan kerja yang sekaligus adalah informasi mengenai
keberhasilan pencapaian tujuan implementasi SMK3

g. Sistem pertanggung jawaban


Sistem penanggung jawab harus ditentukan dalam pencapaian tujuan
dan sasaran sesuai dengan fungsi dan tingkat manajemen perusahaan
yang berkaitan guna menjamin perencanaan tersebut dapat
dilaksanakan. Peningkatan K3 akan efektif apabila semua pihak
dalam perusahaan didorong untuk berperan serta dalam penerapan
dan pengembangan SMK3, dan memiliki budaya perusahaan yang
mendukung dan memberikan kontribusi bagi SMK3.

Berdasarkan hal tersebut pengusaha harus :


1. Menentukan, menunjukan, mengdokumentasikan dan
mengkomunikasikan tanggung jawab dan tanggung gugat
dibidang K3 dan wewenang untuk bertindak dan menjelaskan
hubungan laporan untuk semua tingkatan manajemen, pekerja,
kontraktor, subkontraktor, dan pengunjung.
2. Mempunyai prosedur untuk memantau dan menkomunikasikan
setiap perubahan tanggung jawab dan tanggung gugat yang
berpengaruh terhadap sistem dan program K3.
3. Memberikan reaksi secara cepat dan teoat terhadap situasi yang
menyimpang atau kejadian-kejadian lain.
16

4. Pelaksanaan rencana K3
Pelaksanaan rencana K3 adalah suatu tindakan atau pelaksaan dari
sebuah rencana K3 yang sudah disusun secara matang dan teperinci,
implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap.
Pelaksanaan rencana K3 harus dilaksanakan oleh pengusaha dan
pengurus perusahan atau tempat kerja dengan :
1. Penyediaan sumber daya manusia
Dalam penyedian sumber daya manusia, perusahaan harus membuat
prosedur pengadaan secara efektif, meliputi :
a. Pengadaan sumber daya manusia sesuai kebutuhan dan memiliki
kopetensi kerja secara kewenangan di bidang K3 yang dibuktikan
melalui sertifikat K3 yang diterbitkan oleh instansi yang
berwenang dan surat izin kerja/operasi dan surat penunjuakan dari
intansi yang berwenang.
b. Pengidentifikasian kopetensi kerja yang diperlukan pada setiap
tingkatan manajemen perusahaan dan menyelengarakan setiap
pelatihan yang dibutuhkan.
c. Pembuatan ketentuan untuk mengkomunikasikan informasi K3
secara efektif.
d. Pembuatan peraturan untuk memperolah pendapat dan saran para
keterlibatan pekerja secara efektif.
2. Menyediakan prasarana dan sarana yang memadai
Prasanara dan sarana yang disediakan meliputi :
a. Organisasi atau unit yang bertanggung jawab dibidang K3
perusahaan harus membentuk P2K3 yang bertanggung jawab
dibidang K3. P2K3 adalah badan pembantu ditempat kerja yang
merupakan wadah kerja sama antara perusahaan dan tenaga kerja
atau pekerja untuk mengembangkan kerja sama saling pengertian
dan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan
kesehatan kerja.
17

b. Anggaran perusahaan harus mengarukasikan anggaran untuk


pelaksaan K3 secara menyeluruh antara lain untuk :
1. Keberlangsungan organisasi K3
2. Pelatihan SDM dalam mewujudkan kopotensi kerja
3. Pengadaan prasarana dan sarana K3 termasuk alat evakuasi
peralatan pengendalia, peralatan pelindung diri
c. prosedur operasi kerja, imformasi dan pelaporan serta
pendokumentasian.
1. Prosedur operasi kerja harus disediakan pada setiap jenis
pekerjaan dan dibuat melalui analisa pekerjaan berwawasan K3
(job safety analysis) oleh personel kompeten.
2. Prosedur informasi K3 harus menjamin pemenuhan kebutuhan
untuk:
a. Mengkomunikasikan hasil dari sistem manajemen, temuan
audit dan tinajaun lang manajemen dikomunikasikan pada
semua pihak dalam kinerja erusahaan.
b. Melakukan identifikasi dan menerima indormasiK3 darilar
perusahaan.
c. Menjamin bahwa informasi K3 yang terkait dikomunikasikan
kepada orang-orang diluar perusahaan yang membutuhkan.
d. Instruksi kerja
Instruksi kerja merupakan perintah trtulis atau tidak tertulis
untuk melaksanakan pekerjaan dengan tujuan untuk
memastikan bahwa setiap pekerjaan dilakukan sesuai
persyaratan K3 yang telah ditetapkan.
18

Kegiatan dalam pelaksanaan rencana keselamatan dan kesehata kerja


paling sedikit meliputi:

1. Tindakan pengendalian
Tindakan pengendalian harus diselengarakan oleh setiap perusahaan
terhadap kegiatan-kegiatan, produk barang dan jasa dapat
menimbulkan resiko penyakit akibat kerja.
Tindakan pengendalian dilakukan dengan mendokumentasikan dan
melaksanakan kebijiakan :
a. Standar bagi tempat kerja
b. Perancangan pabrik dan bahan
c. Prosedur dan intruksi kerja untuk mengatur dan mengendalikan
kegiatan produk dan jasa
Pengendalian resiko kecelakaan dan penyakit kerja dilakukan melalui :
a. Identifikasi potensi bahaya dengan mempertimbangkan kondisi dan
kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya dan jenis
kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang mungkin dapat terjadi.
b. Penilaian resiko untuk menentapakan besar kecilnya suatu resiko
yang telah diidentifikasi sehingga digunakan untuk menentukan
prioritas pengendalian terhadap tingkat resiko kecelakaan atau
penyakit akibat kerja.
c. Tindakan pengendalian melakukan melalui :
1. Pengendalian teknis atau rekayasa yang meliputi eleminasi
subsitusi, isolasi pentilasi higienitas dan sanitasi
2. Pendidikan dan pelatihan
3. Isentif, penghargaan dan motivasi diri
4. Evaluasi memalalui internal audit, penyelidiakan inseden dan
etiologi
5. Penegakan hukum
19

2. Perancangan dan rekayasa


Tahap perencanaan dan rekayasa meliputi : pengembangan verifikasi,
tinjauan ulang,polidasi dan penyesuaian. Dalam pelaksaan rancangan
dan rekayasa harus memperhatikan unsur – usur :
a. Identifikasi potensi bahaya
b. Prosedur penilaian dan pengendalian resiko kecelakaan dan
penyakit akibat kerja
c. Personil yang memiliki kopetensi kerja harus ditentukan dan
diberi wewenang dan tanggung jawab yang jelas untuk melalukan
verifikasi persyaratan SMK3

3. Prosedur dan intruksi kerja


Prosedur dan intruksi kerja harus dilaksanakan dan tinjauan ulang
secara berkala terutama jika terjadi perubahan peralatan, proses atau
bahan baku yang digunakan oleh personil dengan melibatakan para
pelaksana yang memiliki kompetensi kerja dalam menggunakan
prosedur.

4. Penyerahan sebagai pelaksana kerja


Perusahaan yang akan menyerahkan sebagaian pelaksanaan
pekerjaan kepada perusahaan lain harus menjamin bahwa perusahaan
lain tersebut memenuhi persyaratan K3. Verifikasi terhadap
persyaratan K3 tersebut dilakukan oleh personal yang kompeten dan
berwenang serta mempunyai tanggung jawab yang jelas.

5. Pembelian atau pengadaan barang dan jasa


Sistem pembelian/ pengadaan barang dan jasa harus:
a. Terintegrasi dalam strategi penangan pencegahan dan penyakit
akibat kerja.
20

b. Menjamin agar produk barang dan jasa serta mitra kerja


perusahaan memenuhi persyaratan K3
c. Pada saat barang dan jasa diterima ditempat kerja, perusahaan
harus menjelaskan kepada semua pihak yang akan menggunakan
barang dan jasa tersebut mengenai identifikasi, penilaian dan
pengendalian resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

6. Produk akhir
Produk akhir berua barang atau jasa harus dapat menjamin
keselamatan dan pengemasan, penyimpanan, pendistribusian, dan
penggunaan serta pesmunahannya.

7. Upaya menghadapi darurat kecelakaan dan bencana industri


kecelakaan perusahaan harus memiliki prosedur sebagai upaya
meghadapi darurat kecelakaan dan bencana industri yang meliputi:
a. Penyediaan personil dan fasilitas PK3 dengan jumlah yang cukup
sesuai sampai mendapatkan pertolongan medic.
b. Proses perawatan lanjutan

8. Rencana dan pemulihan keadaan darurat


Dalam melaksanakan rencana dan pemulihan keadaan darurat
perusahaan harus memiliki prosedur rencana pemulihan darurat cepat
untuk mengembalikan pada kondisi yang normal dan membantu
pemulihan tenaga kerja yang mengalami trauma.
21

5. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3

Pemantauan dan evaluasi kinerja K3 dilaksanakan diperusahaan meliputi:

1. Pemeriksaan, pengujian dan pengukuran


Pemeriksaan, pengujian, dan pengukuran harus ditetapkan dan
dipelihara prosedurnya sesuai dengan tujuan dan sasaran K3 serta
frekuensinya disesuaikan dengan objek mengacu pada peraturan dan
standar yang berlaku. Prosedur pemeriksaan, pengujian, dan
pengukuran secara umum meliputi:
a. Personil yang terlibat harus mempunyai pengalaman dan keahlian
yang cukup
b. Catatan pemeriksaan, pengujian dan pengukuran yang sedang
berlangsung harus dipelihara dan tersedia bagi manajemen, tenaga
kerja dan kontraktor kerja yang terkait.
c. Peralatan dan metode pengujian yang memadai harus digunakan
untuk menjamin telah dipenuhinya standar K3.
d. Tindakan perbaikan harus dilakukan segera pada saat ditemukan
ketidaksesuaian terhadap persyaratan K3 dari hasil pemeriksaan,
pengujian dan pengukuran.
e. Penyelidikan yang memadai harus dilaksanakan untuk menemukan
penyebab permasalahan dari suatu insiden.
f. Hasil temuan harus dianalisa dan ditinjau ulang.

2. Audit internal SMK3


Audit internal SMK3 harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui
keefektifan penerapan SMK3. Audit SMK3 dilaksanakan secara
sistematik dan independen oleh personi yang memiliki kompetensi
kerja dengan menggunakan metodelogi yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan audit internal dapat menggunakan kriteria audit eksternal
22

dan pelaporannya, peraturan dan standar yang berlaku. Prosedur


pemeriksaan, pengujian dan pengukuran secara umum meliputi:
a. Personil yang terlibat harus mempunyai pengalaman dan keahlian
cukup.
b. Catatan pemeriksaan, pengujian, dan pengukuran yang sedang
berlangsung harus dipelihara dan tersedia bagi manajemen, tenaga
kerja dan konraktor kerja yang terkait.
c. Peralatan dan metode pengujian yang memadai harus digunakan
untuk menjamin telah dipenuhinya standar K3.
d. Tindakan perbaikan harus dilakukan segera pada saat ditemukan
ketidaksesuaian terhadap pesyaratan K3 dari hasil pemeriksaan,
pengujian dan pengukuran.
e. Penyelidikan yang memadai harus dilaksanakan untuk
menemukan penyebab permasalahan dari suatu insiden.
f. Hasil temuan harus dianalisis dan ditinjau ulang.

6. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3

Untuk menjamin kesesuaian dan kefektifan yang beresinambungan guna


pencapaian tujuan SMK3, pengusaha dan/ atau pengurus perusahaan atau
tempat kerja harus:

a. Melakukan tinjauan ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala.


b. Tinjauan ulang SMK3 harus dapat mengatasi implikasi K3 terhadap
seluruh kegiatan, produk barang dan jasa termasuk dampaknya terhadap
kinerja perusahaan.
Tinjauan ulang penerapan Sistem Manajemen K3, paling sedikit meliputi:
a. Evalkuatuasi terhadap kebijakan K3
b. Tujuan, sasaran dan kinerja K3
c. Hasil temuan audi SMK3
23

d. Valuasi efektifitas penerepan SMK3, dan kebutuhan untuk


pengembangan SMK3

7. Komitmen K3

Komitmen adalah niat atau tekad untuk menjelaskan sesuatu yang menjadi
daya dorong yang sangat kuat untuk mencapai tujuan. Tekad dan keinginan
tersebut, akan tercemin dalam sikap dan tindakan tentang K3. Tanpa
komitmen dari semua unsur dalam organisasi. Berdasarkan Permenaker RI
No. Per-05/MEN/1996 dalam komitmen dan kebijakan terbagi menjadi
beberapa tahap lagi, antara lain:

Kepemimpinan dan Komitmen

Pengurus harus menunjukkan kepemimpinan dan komitmen terhadap


keselamatan dan kesehatan kerja dengan menyediakan sumber daya yang
memadai. Pengusaha dan pengurus perusahaan harus menunjukkan
komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja yang diwujudkan
dalam:
a. Menempatkan organisasi keselamatan dan kesehatan kerja pada posisi
yang dapat menentukan keputusan perusahaan.
b. Menyediakan anggaran, tenaga kerja yang berkualitas dan sarana-sarana
lain yang diperlukan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja
c. Menetapkan personel yang mempunyai tanggung jawab, wewenang dan
kewajiban yang jelas dalam penanganan keselamatan dan kesehatan
kerja
d. Perencanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang terkoordinasi
e. Melakukan penilaian kinerja dan tindak lanjut pelaksanaan keselamatan
dan kesehatan kerja
24

Komitmen tersebut pada a sampai e diadakan peninjauan ulang secara


teratur. Setiap tingkat pimpinan dalam perusahaan harus menunjukan
komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja sehingga
penerapan Sistem manajemen K3 berhasil diterapkan dan
dikembangkan. Setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada ditemat
kerja harus berperan serta dalam menjaga dan mengendalikan
pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.

B. Landasan Teori

Berdasarkan penjelasan teori diatas, maka landasan teori dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:

1. Komitmen K3
2. Perencanaan K3 Indikator keberhasilan
3. Pelaksanaan rencana K3 program K3
4. Evaluasi kinerja K3

(PP No 50 Tahun 2012)

Gambar 1
Landasan Teori
25

C. Kerangka Berfikir

Berdasarkan penjelasan teori diatas, maka landasan teori dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:

INPUT PROSES OUTPUT

1. Sarana dan 1. Komitmen K3


prasarana 2. Perencanaan Terlaksananya
2. Dokumen 3. Pelaksanaan SMK3. Sesuai
3. SDM 4. Pemantauan dengan keberhasilan
Program K3 di PT.
Kunango Jantan

Gambar 2

Kerangka Berpikir
26

D. Penelitian Sejenis

Tabel 1
Penelitian Sejenis

Keterangan Penelitian Irfan (2018) Deyta (2015)


sekarang
Topik Penerapan Sistem Analisis penerapan Analisis
Pelaksanaan
penelitian Manajemen sistem manajemen
Sistem
Keselamatan dan keselamatan dan Manajemen
Keselamatan
Kesehatan Kerja kesehatan kerja di
dan Kesehatan
(SMK3) Terhadap PT. Surya Agrolika Kerja di PT
Perkebunan
indikator Reks
Nusantara
keberhasilan Rokan
Kabupaten
Program K3 di
Rokan Hulu
perusahaan PT.
Kunango Jantan
Desain Deskriptif Deskriptif Kualitatif
Variabel Sarana dan Kebijakan, Komitmen dan
Kebijakan,
prasarana, SOP, perencanaan,
Keamanan
SDM pelaksanaan Bekerja,
Pengembangan
Keterampilan
dan
Kemampuan
Subjek Manajemen Manajemen Ketua P2K3,
dan karyawan
penelitian
Lokasi PT. Kunango PT. Surya Agrolika PT Perkebunan
Nusantara V
penelitian Jantan Reksa
PKS Sei
Rokan
Kabupaten
Rokan Hulu

Anda mungkin juga menyukai