0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan89 halaman

Penilaian Bahasa Anak Usia Dini

Skripsi ini membahas teknik dan instrumen penilaian perkembangan bahasa anak usia dini 4-5 tahun di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek satu orang guru. Hasilnya menunjukkan bahwa guru menggunakan beberapa teknik dan instrumen penilaian seperti observasi, percakapan, anekdot, tugas kerja, dan hasil karya untuk menilai perkembangan bah

Diunggah oleh

hayatul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan89 halaman

Penilaian Bahasa Anak Usia Dini

Skripsi ini membahas teknik dan instrumen penilaian perkembangan bahasa anak usia dini 4-5 tahun di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek satu orang guru. Hasilnya menunjukkan bahwa guru menggunakan beberapa teknik dan instrumen penilaian seperti observasi, percakapan, anekdot, tugas kerja, dan hasil karya untuk menilai perkembangan bah

Diunggah oleh

hayatul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKNIK DAN INSTRUMEN PENILAIAN PERKEMBANGAN BAHASA

ANAK USIA DINI 4 – 5 TAHUN DI TK HANG TUAH


KOTABUMI LAMPUNG UTARA

Skripsi
Diajukan Untuk Di Seminarkan Untuk Melenkapi Tugas-Tugas Dan
Memenuhisayarat-Syaat Guna Mendapatkan Gelar S1

Oleh:
NURHANIFAH
NPM. 1411070089

Program Studi : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
1441H/2019M
TEKNIK DAN INSTRUMEN PENILAIAN PERKEMBANGAN BAHASA
ANAK USIA DINI 4 – 5 TAHUN DI TK HANG TUAH
KOTABUMI LAMPUNG UTARA

Skripsi
Diajukan Untuk Di Seminarkan Untuk Melenkapi Tugas-Tugas Dan
Memenuhisayarat-Syaat Guna Mendapatkan Gelar S1

Oleh:
NURHANIFAH
NPM. 1411070089

Program Studi : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

Pembimbing I : Syafrimen, [Link].,Ph.D


Pembimbing II : Dr. Sovia Mas Ayu, MA

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
1441H/2019M
ABSTRAK

Teknik Dan Instrument Penilaian Perkembangan Bahasa Anak Usia


Dini 4-5 Tahun Di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara

Oleh:
NURHANIFAH

Teknik dan instrument penilaian merupakan dasar dalam pelaksanaan penilaian


pembelajaran. Penilaian di TK berfungsi untuk mengumpulkan berbagai data dan
informasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan siswa di setiap kegiatan. Dalam
melakukan penilaian terdapat teknik dan instrument yang sesuai dalam mengukur
perkembangan anak oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pelaksanaan teknik dan instrument penilaian perkembangan bahasa anak usia dini di
TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif kualitatif yang melibatkan satu guru. Data dikumpulkan melalui dokumen
analisis, wawancara, dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif dengan cara
pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa teknik dan instrument penilian perkembangan bahsa
anak usia dini di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara adalah sebagai berikut:
(i) guru menyesuaikan instrument penilaian perkembangangan bahasa observasi,
percakapan, anekdot, ujuk kerja dan hasil karya: (ii) guru membuat bentuk teknik
dan instrument penilaian perkembangan bahasa (iii) batasan penilaian perkembangan
bahasa (vi) guru merarik kesimpulan peilaian perkembagan bahasa setiap penilaian.

Kata Kunci: bahasa, teknik dan intrumen penilaian

ii
iii
iv
MOTTO

               

               

Artinya: “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di
bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu
menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang
perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan
menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(Al-Baqarah 284)1

1
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah, (Jakarta: Pustaka Al-Hanan,
2009). h. 14.

v
PERSEMBAHAN

Dengan rahmat Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, aku

persembahkan skripsi ini kepada orang-orang yang aku sayangi dan berjasa dalam

hidupku sebagai rasa terimakasih, hormat dan bakti dan kasih sayangku kepada :

1. Bapakku Suagiarto dan Ibuku Solehariyati terimakasih atas limpah kasih

sayang sampai dengan saat yang masih terus mengiringi langkah

kesuksesanku, terimakasih atas segala jerih payah perjuangan membesarkan,

merawat serta mengiringi setiap langkahku dengan do’a dan kasih sayang,

serta sabar menantikan keberhasilanku.

2. Kedua kakakku Aditya Ilham Pratama Dan Muhammad Iqbal

Pamungkas,S,Kom yang selalu memberi support dan dukungannya sampai

terselesaikannya karya ini.

3. Kepada kakek, nenek, tante, paman, dan sepupu, yang juga telah memberikan

perhatian dukungan kasih sayang, terimakasih telah menjadi keluarga terbaik

sepanjang masa.

4. Almamater tercinta UIN Raden Intan Lampung.

vi
RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Nurhanifah, dilahirkan di Kotabumi 11 agustus 1995 Kec.

Kotabumi Pasar, Kab. Lampung Utara. Anak Ke tiga dari tiga bersaudara dengan

nama orang tua Sugiarto dan Solehariyati

Penulis mengawali pendidikan tingkat sekolah dasar di SDN 5 lampung timur

sampai tahun 2003 selanjtunya melanjukan di SDN 2 Madukoro Baru Kotabumi

sampai tahun 2005, lalu melanjutkan di SDN 1 Madukoro Kotabumi, yang

diselesaikan pada tahun 2007. Dari tahun 2007 sampai dengan 2010 melanjutkan

studinya di SMPN 6 Kotabumi Lampung Utara. Selanjutnya penulis melanjutkan

Pendidikan Menengah Atas di SMAS Yayasan Hang Tuah kotabumi lampung utara

diselesaikan pada tahun 2013. Kemudian pada tahun 2014 penulis melanjutkan di

program S1 di UIN Raden Intan Lampung, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Jurusan

Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) melalui jalur SMBP TAIN

Pengalaman organisasi penulis dimulai sejak sekolah dasar yaitu penulis aktif

dibidang pramuka sampai dengan Sekolah Menengah Pertama . Kemudian saat SMA

Penulis aktif di organisasi rohis dan pmr, selama menempuh pendidikan sma penulis

sempat meraih gelar juara satu dalam lomba Karya Tulis IT Se Sumatra di Ibi

Darmajaya. Selama menempuh masa kuliah, penulis mengikuti Unit Kegiatan

Mahasiswa Seni Budaya Islam atau dikenal dengan SBI.

vii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah

SWT kepada kita, yaitu berupa nikmat iman, islam dan ihsan, sehingga penulis dapat

menyelesaikan ini dengan baik walau di dalamnya masih terdapat kesalahan dan

kekurangan. Sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad

SAW, sebagai pimpinan umat dan juga sebagai Nabi terakhir yang diutus untuk

menyempurnakan Ahlak manusia di dunia dan menunjukan jalan yang terang

benderang.

Skripsi ini penulis susun sebagai tulisan ilmiah dan diajukan untuk

melengkapi syarat-syarat guna memperoleh gelar sarjana dalam ilmu Pendidikan

Anak Usia Dini, FakultasTarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Raden

Intan Lampung.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari

sempurna, hal ini disebabkan keterbatasan yang ada pada diri penulis. Penulis

menyadari pula bahwa dalam penulisan skripsi itu tidak terlepas dari bantuan yang

telah diberikan oleh berbagai pihak. Oleh karna itu, penulis menghaturkan

terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat :

1. Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, [Link], selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan

Keguruan UIN Raden Intan Lampung beserta stafnya yang banyak membantu

proses menyelesaikan studi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

viii
2. Dr. Agus Jadmiko, [Link] selaku ketua jurusan Pendidikan Islam Anak Usia

Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung.

3. Syafrimen, M,Ed,Ph.d, selaku dosen pembimbing I dan Dr. Sovia Mas

Ayu,MA selaku dosen pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu,

tenaga, pemikiran serta kesabaran dalam membimbing disela-sela kesibukan

sehingga membantu penulis menyelesaikan skripsi ini.

4. Seluruh Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan beserta para karyawan telah

membantu dan membina selama belajar di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

UIN Raden Intan Lampung.

5. Pimpinan perpustakaan baik pusat maupun fakultas yang telah memberikan

fasilitas buku-buku yang penulis gunakan selama menyusun skripsi.

Semoga bantuan yang ikhlas dari semua pihak tersebut mendapatkan amal dan

balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Akhir kata, semoga skripsi ini

bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca sekalian.

Bandar Lampung 2019


Penulis

Nurhanifah

ix
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i


ABSTRAK ...................................................................................................... ii
PERSETUJUAN............................................................................................. iii
PENGESAHAN .............................................................................................. iv
MOTTO .......................................................................................................... v
PERSEMBAHAN........................................................................................... vi
RIWAYAT HIDUP ........................................................................................ vii
KATA PENGANTAR.................................................................................... viii
DAFTAR ISI................................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1
B. Identifikasi Masalah ....................................................................... 7
C. Batasan Masalah.............................................................................. 7
D. Rumusan Masalah ........................................................................... 8
E. Tujuan Penelitian ............................................................................. 8
F. Manfaat Penelitian ........................................................................... 8

BAB II LANDASAN TEORI


A. Teknik Dan Instrument penilaian PAUD....................................... 10
1. Pengertian Perencanaan Pembelajaran PAUD......................... 10
2. Prinsip-prinsip Penilaian PAUD .............................................. 12
3. Macam-Macam Teknik Dan Prosedur Penilaian Pada
Anak Usia Dini........................................................................ 17
B. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini ........................................ 27
1. Perkembangan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini .................... 29
2. Kemampuan Bahasa Ekspresif................................................. 30
3. Karakteristik Bahasa Anak Usia Dini ...................................... 34
C. Teori-Teori Pengembangan Dasar Bahasa Anak .......................... 40
D. Penelitian Yang Relevan ............................................................... 41
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ............................................................................... 44
B. Lokasi Penelitian ............................................................................ 46
C. Subjek dan Objek Penelitian .......................................................... 46
D. Teknik Penggumpulan Data ........................................................... 47
1. Observasi .................................................................................. 47
2. Wawancara................................................................................ 50

x
3. Dokumen analisis ..................................................................... 52
E. Instrument Penelitian ..................................................................... 52
F. Teknik Analisis Data ...................................................................... 53
1. Reduksi Data ............................................................................ 54
2. Display Data ............................................................................. 55
3. Penarikan Kesimpulan ............................................................. 55
G. Uji Keabsahan ..................................................................................... 56

BAB IV HASI PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian ............................................................................. 57
B. Pembahasan ................................................................................... 65

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................... 69
B. Saran .............................................................................................. 70
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

xi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kisi Kisi Tehnik Penilaian


Lampiran 2 Pedoman Observasi
Lampiran 3 Kisi Kisi Observasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini 4-5 Tahun Di
TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara
Lampiran 4 Kisi Kisi Wawancara Dengan Guru Di Taman Kanak Kanak Hang Tuah
Kotabumi Lampung Utara
Lampiran 5 Hasil Pedoman Observasi
Lampiran 6 Hasil Wawancara Tentang Teknik Dan Instrument Penilaian
Perkembangan Bahasa Di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara
Lampiran 7 Tekik Dan Instrumen Penilaian Perkembangan Bahsa Anak Usia Dini 4-5
Tahun Di Tk Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara

xii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penilaian merupakan cara untuk mendapatkan berbagai informasi

yang digunakan untuk penentuan hasil dari sebuah proses pembelajaran.1

Penilaian merupakan unsur penting dalam pembelajaran, kegiatan penilaian di

TK dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung.

Proses pembelajaran pada anak usia dini tidak akan terlepas dari

teknik dan instrumen penilaian, hal ini dikarenakan teknik dan instrumen

penilaian merupakan unsur penting dalam suatu pembelajaran yang diberikan

guru kepada anak, teknik dan instrument penilaian pada anak usia dini harus

sesuai dengan standar penilaian yang ada didalam peraturan menteri no 137.

Menurut permendikbut 137 standar penilaian merupakan keriteria

dalam penilaian dari sebuah proses dan hasil pembelajaran dalam rangka

untuk memenuhi standar pencapaian perkembangan yang sesauai pada tahap

usia anak2. selain itu menurut Menurut Al-Tabani menyatakan bahwa

Penilaian dalam pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan suatu

informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses

1
Hari Setiadi Pelaksanaan Penilaian Pada Kurikulum 2013 Jurnal Penelitian Dan Evaluasi
Pendidikan Uhamka Jakarta Volume 20, No 2, Tahun 2016
2
Kementerian pendidikan dan kebudayaan, peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan
no. 137 tahun 2014 h.8
2

dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak

didik melalui program kegiatan belajar.3

Secara keseluruhan para pakar setuju bahwa Penilaian adalah proses

yang dilakukan secara terus menerus dalam mengambil suatu keputusan

informasi tentang aspek perkembangan yang penting guna mengetahui

keberhasilan sebuah proses pembelajaran yang dilakuakan. hal ini

dikemukakan oleh Esther Ntuli14, Kristen E. Darling-Churchill 5, Kathy T6.

Penilaian dilakukan untuk mengoptimalkan seluruh aspek pergembangan

anak yaitu kognitif, bahasa, fisik motorik, sosial emosional, dan nilai agama

dan moral. Untuk itu, kegiatan penilaian dilakukan secara menyeluruh.

Dari pendapat diatas dapat penulis simpulkan bahwa penilaian

merupakan suatu usaha dalam mendapat suatu informasi secara berkala,

berkesinambungan dan menyeluruh untuk memenuhi standar pencapaian

perkembangan yang sesuai pada tahapan pekembangan anak. Penilaian pada

pembelajaran ini berfungsi untuk mengambarkan dan memberikan informasi

tentang peserta didi disetiap kegiatan yang dilakuakanya,penilain

perkembangan usia dini bertujuan untuk mendeskripsikan ketercapaian

perkembangan pada anak, dengan melihat dari aspek perkembangan yang

telah di capai dan belum dicapai pada masing-masing anak.

3
Al- Tabani, Trianto. Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik. Prenada Group. Jakarta
2011.h.223
4
Esther Ntuli1, Evaluation of Instructional Technology: A Case Study of Early Childhood Teacher
Candidates Center for Open Access in Science ▪ [Link] Open Journal for
Educational Research, 2017, 1(1), 1-14. ISSN (Online) 2560-5313 ▪
[Link]
5
Kristen E. Darling-Churchill Early Childhood Social And Emotional Development:
Advancing The Field Of Measurement Sciencedirec 2016
6
Kathy T State Early Childhood Inclusion Self-Assessment May 17, 2017
3

Dalam menunjang tujuan dari penilain maka di perlukan suatu teknik

dan instrument penilaian perkembangan pada anak. keberadaan teknik dan

istrumen ini sangatlah penting bagi penilaian yang dilakukan karena

instrument penilaian ini merupakan alat dalam pengumpulan data dan

mengukur perkembangan keberhasilan dari proses pembelajaran yang telah

di lakukan.

Menurut Latif, dkk “Teknik penilaian pada anak usia dini terdiri

dari pengamatan, penugasan, unjuk kerja, pencatatan anekdot, percakapan

atau dialog, laporan orang tua, dan dokumentasi hasil karya anak

(portofolio), serta deskripsi profil anak”.7

Penilaian perkembangan pada pendididkan anak usia dini harus

berbentuk catatan menyeluruh, catatan anekdot, rubric dari hasil

perekembangan kemampuan pada anak. perkembangan pada anak usia dini

hasurlah berkesinambungan anatara satu perkembangan dengan

perkembangan yang lainnya.

Salah satu bidang pengembangan yang penting untuk Anak Usia

Dini yaitu bidang pengembangan bahasa. Bahasa adalah sistem lambang

bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat.8Bahasa

berfungsi sebagai alat komunikasi, yaitu hubungan individu yang satu

dengan individu yang lain tidak dapat dipisahkan dari bahasa sebagai alat

7
Eka Damayanti, Andi Sitti Hartika, Herawati, dll, Manajemen Penilaian Pendidikan
Anak Usia Dini Pada Taman Kanak-Kanak Citra Samata Kabupaten Gowa, Indonesian Journal of
Early Childhood Education Volume 1, Nomor 1, Desember 2018, h. 19
8
Widjono, Bahasa Indonesia. (Jakarta: Grasindo, 2012), h. 20.
4

komunikasi.9 Seperti yang terjantum dalam Al- Qur’an surat Al- Baqoroh

ayat 31 yaitu

             

 

Artinya: Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda)


seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu
berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu
mamang benar orang- orang yang benar!".10

Pada ayat di atas terungkap bahwa yang pertama kali Allah ajarkan

kepada Nabi Adam AS adalah bahasa yaitu untuk mengungkapkan isi

pikiran, lalu Nabi Adam AS dapat menyebutkan benda-benda dengan

simbol-simbol bahasa dan bahasa juga sebagai alat komunikasi di dalam

kehidupan

Menurut Bromley, bahasa juga memiliki dua sifat (yaitu bahasa

reseptif (dimengerti dan diterima) dan bahasa ekspresif (dinyatakan).

Berbicara dan menulis termasuk dalam bahasa ekspresif, sedangkan

menyimak dan membaca termasuk dalam bahasa reseptif.

Bahasa merupakan salah satu hal yang terpenting dalam

perkembangan anak usia dini, untuk itu dalam perkembangan bahasa

haruslah dinilai dengan teknik penilaian yang tepat agar dapat mengetahui

9
Alamsyah, Teuku, et al. "Pemilihan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pertama Anak
dalamKeluarga Masyarakat Aceh Penutur Bahasa Aceh di Nanggroe Aceh Darussalam." Jurnal
PendidikanBahasa Melayu 1.2 (2016): h. 32
10
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah, (Jakarta: Pustaka Al-Hanan, 2009). h.
14.
5

perkembangana bahasa pada anak usia dini meliputi perkembangan

menyimak, mengungkapkan, menulis dan membaca yang keseluruhannya

termasuk dalam perkembangan bahasa anak usia dini.

Dari perspektif Vygotsky, bahasa memiliki beberapa peran salah

satu yang mentransfer konsep-konsep abstrak dan penalaran logis. Peran

lain dari bahasa adalah pembentukan komunikasi melalui interaksi sosial

yang dapat dianggap sebagai faktor kontribusi utama perkembangan

bahasa anak.11

Piaget menjelaskan, perkembangan bahasa secara keseluruhan

sebagai hasil interaksi anak dengan lingkungan dan juga kemampuan

kognitif dan pengalaman bahasa.12 Vygotsky menjelaskan, pembelajaran

bahasa terjadi melalui interaksi sehari-hari dan berbagi pengalaman

antara orang dewasa dan anak.13

Berdasarkan jurnal Suyadi dalam mengakses perkembangan bahasa

pada anak usia dini menggunakan metode observasi.14 Dimana dalam

penilaian observasi hal yang dapat dilihat adalah kegiatan di dalam dan di

luar kelas, diskusi/kerja kelompok, tanya jawab, menonton film, inisiatif

anak membantu teman/guru, presentasi lisan, spontanitas berinteraksi,

waktu bebas, dan posisi anak saat duduk, membaca, menulis, dan lain-lain.

11
Mehdi Dastpak, et al. “A Comparative Study of Vygotsky Perspectives on Child
LanguageDevelopment with Nativism and Behaviorism”. International Journal of
Languages’ Education andTeaching 5,2 (2017): 233.
12
Randima Rajapaksha. “Promoting Oral Language Skills in Preschool Children
ThroughSociodramatic Play in the Classroom. International Journal of Education 4,1 (2016): 17.
13
Op cit. Mehdi Dastpak: 232
14
Suyadi Perencanaan dan Asesmen Perkembangan Pada Anak Usia Dini Universitas Islam
Negeri Sunan Kalijaga e-ISSN: 2502-3519 h.72
6

Sehingga guru dapat lebih jelas dalam mengambil penilaian apada anak

usia dini.

Berdasarkan pendapat pakar diatas dapat penulis simpulkan

bahwan dalam melakukan teknik dan instrument perkembangan bahasa

anak dengan instrument observasi yang diliahat dari adanya interaksi

langsung anata guru dan murid baik secara diskusi atau tanya jawab

didalam kelas maupun saat berinteraksi bebas diluar kelas.

Penulis menemukan berupa jurnal dan skripsi yang memiliki

hubungan dengan penilaian perkembangan anak usia dini dibahas oleh

peneliti antara lain: Nanik Setiyani.15Irma Febriana.16 Ifat Fatimah

Zahro17. Ardhani Dwi Kinasih18. Rini Agustiningsih19. Wildan Sholihah20.

La Ode Anhusadar21.

Dari hasil penelitan diatas bahwa dalam melakukan teknik dan

intrumen penilaian perkembangan anak melalui:Anekdot, Rubrik,

Observasi percakapan, protofolio selain itu penilaian yang dilakuan dalam

sebuah proses pembelajaran masih mengunakan penilaian yang

15
Nanik Setiyani, Skripsi analisis pelaksanaan penilaian portofolio motorik halus anak usia
4-6 tahun oleh guru TK se-Kecamatan Kretek, Bantul, Yogyakarta
16
Irma Febriana Universitas Negeri Lampung Kemampuan Guru Taman Kanak-Kanak Dalam
Menyusun Instrumen Penilaian Hasil Belajar Di Kecamatan Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur
17
Ifat Fatimah Zahro Jurnal Pgpaud Stkip Siliwangi Vol 1 No 1penilaian Dalam Pembelajaran Anak
Usia Dini
18
Ardhani Dwi Kinasih Pengembangan Sistem Evaluasi Pembelajaran PAUD (Studi Kasus Di PAUD
Seruni 05 Kota Malang)E- Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer E-ISSN: 2548-
964x Vol. 2, No. 3, Maret 2018
19
Rini Agustiningsih Universitas Negeri Yogyakarta Implementasi Prinsip-Prinsip Penilaian Dalam
Evaluasi Pembelajaran Di Tk Negeri 2 Yogyakarta
20
Wildan Sholihah Universitas Negeri Lampung Deskripsi Pengetahuan Guru Paud Tentang
Perencanaan Pembelajaran Berbasis Perkembangan Anak Usia Dini Di Kecamatan Pagelaran Kabupaten
Pringsewu Tahun Pelajaran 2015/2016
21
La Ode Anhusadar Jurnal Al-Ta’dib Vol. 6 No. 1 Assessment Dalam Pendidikan Anak Usia Dini
7

disamaratakan dengan mengambil satu minggu dari puncak tema yang

lakukuan oleh guru.

Berbeda dengan penelitian penulis yaitu yang ingin penulis teliti

adalah teknik dan instrument penilaian yang tepat dengan perkembangan

bahasa dengan teknik penilaian observasi, lembar ceklis dan penilaian

percakapan. Oleh karena itu penulis tertarik utuk mengetahui lebih jauh

tentang teknik dan instrument penilaian perkembangan bahasa anak usia

dini di Tk Hang Tuah Prokimal Madukoro Kotabumi Lampung Utara.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas beberapa masalah dapat di

identifikasi sebagai berikut:

1. Penilaian belum secara keseluruhan

2. Guru hanya berpusat pada satu minggu akhir sebagai sampel penilaian

3. Guru belum mengetahui teknik penilaian pada permendikbud 137.

C. Batasan Masalah

Agar penelitian ini dapat berjalan secara efektif maka perlu adanya

batasan masalah sebgai berikut: Pembatasan masalah pada penelitian ini yaitu

teknik penilain perkembangan bahasa anak usia dini di TK Hang Tuah

Kotabumi Lambung Utara.

Subjek yang akan di teliti yaitu tenaga guru yang ada di TK Hang

Tuah Kotabumi Lambung Utara.


8

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan indentifikasi masalah dan batasan masalah maka penulis

dapat merumuskan beberapa masalah yaitu: Bagaimana Teknik Dan

instrument Penilaian Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Di TK Hang

Tuah Kotabumi Lampung Utara?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi

teknik dan instrument penilaian perkembangan bahasa anak usia dini di TK

Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memperoleh manfaat secara praktisi maupun

teoritis sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

Untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang

permasalahan yang dihadapi anak usia dini.

Sebagai bahan masukan bagi guru akan pentingnya

mengembangkan perkembangan bahasa reseptif anak.

2. Manfaat Praktis

Bagi guru, penelitian ini diharapkan menambah wawasan

pengetahuan mengenai perkembanagan anak dan usaha-usaha yang

dilakukan untuk mengatasinya.


9

Bagi anak, penelitian ini diharapkan sebagai solusi untuk dapat

mengembangkan perkembangan anak jauh lebih [Link] dijadikan

sebagai sumbangan/masukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan

baik untuk Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung khususnya

maupun masyarakat pada umumnya


BAB II

KAJIAN TEORI

A. Teknik dan Instrumen Penilaian PAUD

1. Pengertian Teknik dan Instrumen Penilaian PAUD

Teknik adalah suatu cara yang digunakan dalam melakukan

penilain terhadap aspek yang dinilai. Sedangkan instrument menurut

kamus besar bahasa Indonesia adalah alat yang di pakai dalam

mengerjakan sesuatu. Sedangkan instrument penilaian menurut Herman

Ari Martono instrumen penilaian merupakan salah satu alat ukur yang

digunakan pendidik dalam melakukan kegiatan penilaian proses

pembelajran maupun terhadap hasil belajar peserta didik.1 Menurut

permendikbud no 104 tahun 2014, instrument penilaian adalah alat yang

digunakan untuk menilai pencapai perkembangan pembelajaran peserta

didik misalnya tes, dan skala sikap.2

Menurut Ifat Fatimah Zahro penilaian merupakan proses

menafsirkan berbagai informasi secara sistematis, berkala, berkelanjutan,

dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan serta

perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui kegiatan

1
Herman Ari Martono Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar Fisika Kelas X Pada
Materi Hukum Newton Dan Penerapannya Berdasarkan Kurikulum 2013 Fakultas Keguruan Dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Jurnal Inkuiri Issn: 2252-7893, Vol 5, No. 3, 2016 (Hal 155-159)
Http://[Link]/[Link]/Sains
155
2
Permendikbud 2014 Pedoman Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar
Dan Pendidikan Menengah No
11

pembelajaran dan menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat

keputusan.3

Sedangkan menurut mulyasa penilaian merupakan suatu proses

pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar

anak dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan

berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat dan konsisten.4 senada dengan

hal tersebut menurut permendikbud 146 Penilaian merupakan proses

pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur capaian

kegiatan belajar anak5. Sedangkan menurut Anita Yus penilain adalah

suatu proses menggumpulkan informasi secara sistematik untuk membuat

suatu keputusan tentang individu. Menurut Leni Natalia Zulita Penilaian

merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah

perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui

sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik.6

Instrumen adalah alat untuk merekam informasi yang akan

dikumpulkan.7 Instrumen harus dipilih dan didesain dengan hati-hati.

Instrumen yang tidak tepat akan merusak rencana pengumpulan data.

Secara garis besar instrumen dikategorikan dalam dua kelompok yaitu

33
Ifat Fatimah Zahro Jurnal Pgpaud Stkip Siliwangi Vol 1 No 1penilaian Dalam Pembelajaran
Anak Usia Dini
4
Mulyasa. E. Prof. . Manajemen PAUD. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung 2012, h.195
5
Kementerian pendidikan dan kebudayaan, peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan no.
146 tahun 2014 h. 63
6
Leni Natalia Zulita Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode Saw Untuk Penilaian
Dosen Berprestasi (Studi Kasus Di Universitas Dehasen Bengkulu) E Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.2,
Universitas Dehasen Bengkulu
7
Farida Yusuf Tayibnafis, Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi Untuk Pogram
Pendidikan dan Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 102
12

instrumen tes dan instrumen nontes. Arikunto berpendapat bahwa tes

adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan

untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelejensi, kemampuan atau

bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.8 Menurut Sudijono tes

adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran

dan penilaian, yang termasuk dalam kelompok tes adalah tes prestasi

belajar, tes intelegensi, tes bakat, dan tes keterampilan. Sedangkan yang

termasuk dalam kelompok non-tes ialah skala sikap, skala penilaian,

pedoman observasi, pedoman wawancara, angket, pemeriksaan dokumen,

dan sebagainya.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa

teknik dan instrumen penilaian merupakan proses alat pengumpulan dan

pengelolaan informasi yang dilakukan secara secara sistematis, berkala,

berkelanjutan, dan menyeluruh untuk mengukur tingkat percapaian

perkembangan pada anak. Sedangkan instrumen penilaian adalah alat

yang digunakan untuk melakukan penilaian atau evaluasi, instrument

penilaian dapat berupa tes maupun non tes dan observasinya dapat

dilakukan dengan cara observasi sistematis dan non-sistematis.

2. Prinsip – prinsip penilaian

Agar sebuah penilai berjalan sesuai dengan harapan makan di

butuhkan prinsip yang mendasari sebuah penilain tersebut menurut

Ustman prinsip penilaian harus dilakukan sebagai berikut:

8
Suharsimi Arikunto, Instrumen Penelitian, (Jakarta : Rhineka Cipta, 2002)
13

a. Holistic adalah melakukan penilaian yang mencakup segala aspek

perkembangan karena satu perkembangan akan terkait pada

perkembangan yang lainnya.

b. Otentik, penilaian berdasarkan keaslian performer anak baik dalam

sikapa, prilaku dan hasil karya.

c. Kontinu artinya penilaian berkelanjutan tentantang perkembangan

anak

d. Individual artinya penilaian perkembangan yang di lakukan

tersendiri sesuai pada perkembangan anak tersebut.

e. Multisumber dan multi kontek adalah penilaian untuk mengali

semua informasi dari berbagi konteks misalnya pengamatan

langsung apa yang dilakukan oleh anak tersebut.9

Pada Permendikbud No. 23 tahun 2016 tentang standar asesmen

dijelaskan bahwa prinsip penilaian hasil belajar yaitu:

a) Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan

kemampuan yang diukur. b) Objektif, berarti penilaian didasarkan pada

prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.

c) Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta

didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang

agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

d) Terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak

terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. e) Terbuka, berarti prosedur

9
Ustman Pengembangan Instrument Pencapian Perkembangan Pada Anak Usia Dini Di Tamana
Kanak Kanak Disertasi Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 20013
14

penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat

diketahui oleh pihak yang berkepentingan. f) Menyeluruh dan

berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek

kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang

sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta

didik. g). Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan

bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. h) Beracuan kriteria,

berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang

ditetapkan. i) Akuntabel, berarti penilaian dapat

dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik,

maupun hasilnya.10

Selain itu Drs. Ikhsan Waseso juga berpendapat bahwa prinsip

dalam penilaian pada anak usia dini meliputi:

a. Komprehensif

b. Keterandalan atau Reliabilitas

c. Kesahihan atau Validitas

d. Obyektif

e. Kontinu atau Berkesinambungan

f. Bermakna11

Pada Kurikulum Raudhatul Athfal tahun 2016 dikemukakan

prinsip-prinsip penilaian hasil belajar anak pada jenjang RA adalah:

10
Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2016, Tentang Standar Penilaian Pendidikan, h.4
11
Ikhsan Waseso evaluasi pembelajaran tk universitas terbuka tahun 2014. hal. 1.22
15

“Mendidik, objektif, akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh,

bermakna.12 Menurut Brown & Abeywickrama and Saricoban

assessment principles: authenticity, reliability, validity, and the

washback effect.13

Prinsip yang mendasari pelaksanaan penilaian perkembangan

anak usia dini menurut Uyu Wahyudin & Mubiar Agustin sebagai

berikut:

a) Mendidik artinya proses dan hasil penilaian perkembangan harus

mampu memberikan sumbangan positif pada peningkatan pencapaian

perkembangan peserta didik. b) Sistematis, Perkembangan anak

berlangsung secara sistematis,artinya bahwa perkembangan itu

berlangsung mengikuti pola tertentu yang terjadi secara teratur. c)

Berkesinambungan artinya penilaian pencapaian perkembangan peserta

didik harus dilakukan secara terencana, bertahap dan terus-menerus untuk

memperoleh gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dengan melaksanakan prinsip ini gambaran hasil penilaian tentang

pertumbuhan dan perkembangan peserta didik pun akan tergambar secara

kontinu. d) Menyeluruh, penilaian yang dilakukan harus mencakup semua

aspek perkembangan yang meliputi: nilai-nilai, agama dan moral, motorik,

kognitif, bahasa serta sosial-emosional, semua aspek perkembangan yang

diinginkan, menggunakan berbagai jenis teknik penilaian yang sesuai

12
Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3489 tahun 2016
tentang Kurikulum Raudhatul Athfal, h. 78-79.
13
Irfan Tosuncuoglu, Importance of Assessment in ELT, Journal of Education and
Training Studies, Vol. 6, No. 9; September 2018, h.3
16

dengan kebutuhan. e) Objektif dan Adil, berarti penilaian didasarkan pada

prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dapat dipengaruhi subjektivitas

penilai. Oleh karena itu, pendidik perlu menggunakan rubrik atau pedoman

dalam memberikan skor terhadap kualitas suatu gejala atau kualitas aspek

perkembangan atau jawaban atau kinerja yang dimunculkan oleh peserta

didik. f) Terpadu, penilaian yang dilakukan oleh pendidik merupakan salah

satu komponen penting dari kegiatan pembelajaran dan hasil penilaian

benar-benar dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran

tersebut. Jika hasil penilaian menunjukkan banyak peserta didik yang tidak

atau gagal memunculkan suatu perilaku, sementara instrumen yang

digunakan sudah memenuhi syarat, maka hal demikian berarti bahwa

proses pembelajaran tidak berlangsung dengan baik, pendidik harus

memperbaiki rencana dan atau pelaksanaan pembelajarannya. g)

Akuntabel, penilaian harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi

teknik, prosedur, maupun hasilnya. Terutama hasilnya, harus mampu

memberdakan perilaku peserta didik dalam perilaku nyata. Artinya peserta

didik dinyatakan baik dalam suatu aspek harus berbeda perilakunya dalam

kehidupan dari peserta didik yang dinyatakan kurang baik atau tidak baik

dalam penilaian (authentic assesment). h) Terbuka, Hal ni mengandung

makna, bahwa prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar

pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.


17

Oleh karena itu, siapa pun yang berkepentingan harus dapat mengakses

data dan kriteria yang dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan.14

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat penulis simpulkan

bahwa prinsip penilaian yang harus diterapkan dalam penilian adalah

objektif, otentik, koperhensip, berkesinambungan , individual dan

bermakna. Pada dasarnya setiap penilain pada perekmebnag anak

bersifat oetentik, objektif dan berkesinambungan antara aspek satu

dengan yang lain dengan pengambaran yang nyata pada perkembangan

anak tersebut, penilain ini juga harus berlangsung sejak awal masuk

kelas sampai dengan selesai pemebelajran di sekolah.

3. Macam Macam Teknik Dan Prosedur Penilaian Pada Anak

Teknik penilaian pembelajaran ini perlu diperhatikan agar nilai

atau hasil yang diperoleh benar-benar memenuhi teknik penilaian, hal ini

dikarenakan nilai atau hasil yang diberikan menggambarkan bagaimana

ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut Eisele assessment/penilaian meliputi proses–proses

berikut:

1. Asesmen harus berpusat pada anak dan pembelajaran di kelas.


2. Asesmen dilakukan pada saat kegiatan berlangsung, alami dan
merupakan kebiasaan sehari–hari.
3. Asesmen harus mendorong kekuatan anak, apa yang anak tahu, apa
yang mereka lakukan dan bagaimana mereka berkembang sebagai
pembelajar.
4. Pengamatan guru adalah sangat penting dalam Asesmen.
Mengamati bagaimana anak belajar dan berinteraksi dengan yang
lain. Pelajari bagaimana supaya lebih efektif menginterpretasikan
apa yang diamati
14
Uyu Wahyudin & Mubiar Agustin, Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini, h.55-56
18

5. Mencakup Asesmen formal (tes terstandar, basal tes dan lain –


lain), Asesmen in formal (laporan anekdot, contoh anak dan lain -
lain) dan masukan dari guru, anak dan orangtua.
6. Mengumpulkan hasil kerja anak dalam portofolio. Hasilnya harus
penuh arti dan otentik merefleksikan seluruh kemampuan anak.15

Teknik dan alat penilaian yang digunakan di Pendidikan anak

Usia Dini menurut Annisa adalah teknik penilain yang digunkan untuk

anak usia dini berupa, portofolio, observasi, unjuk kerja, catatan anekdot,

dan hasil karya anak16. Sementara menurut Brewer teknik penilaian pada

anak usia dini meliputi:

a. Tallies
b. Running Narative or Logs
c. Incident Record
d. Narative
e. Anecdotal record
f. Checklist and rating scales
g. Records of conversations, Conferences, and interviews
h. Rubrics
i. Parents Questionnaires
j. Self evaluation
k. Portfolios 17.
Menurut direktorat pendidikan anak usia dini dalam

pengamatan penilaian pada anak usia dini harus memenuhi 3 teknik

penilaian diantaranya:

a. Ceklis
b. Anekdot
c. Hasil karya18

15
Beverly Eisele, Managing The Whole Language Classroom (CA: Creative Teaching Press,Inc, 1991), h. 99
16
Annisa Eka Fitri Perencanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia
Dini (Penelitian Deskriptif Kuantitatif Di Paud It Auladuna Kota Bengkulu) Universitas
Bengkulu jurnalpotensia,pg-paudfkipunib,[Link].1.2017, h.10
17
Jo Ann Brewer, Introduction to Early Childhood Education: preschool through
primary grades (USA: Pearson Education, Inc., 2007), h. 202.
19

Menurut Latif, dkk “Teknik penilaian pada anak usia dini

terdiri dari pengamatan, penugasan, unjuk kerja, pencatatan anekdot,

percakapan atau dialog, laporan orang tua, dan dokumentasi hasil

karya anak (portofolio), serta deskripsi profil anak”.19

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan teknik

penilaian yang dapat digunakan pada anak usia dini yaitu: ceklis atau

observasi, percakapan,penugasan, unjuk kerja ,penilaian hasil karya,

pencatatan anekdot,portofolio.

a. Pengamatan atau observasi

Menurut mulyasa observasi merupakan cara pengumpulan

data untuk mendapatkan informasi melalui pengamatan secara

langsung terhadap sikap dan perilaku anak dan mengacu pada

indicator yang teah ditetapkan20. Sedangkan menurut anita yus

observasi adalah penilaian yang dilakukan denga cara mengamati

prilaku dan aktivitas anaka dalam suatu waktu atau kegiatan.21

Senada denga ,hal tersebut menurut ifat, Observasi merupakan

pengamatan yang dilakukan guru secara langsung dan alamiah

untuk mendapatkan data atau informasi tentang perkembangan dan

18
Directorat Pendidikan Anak Usai Dini, Pedoman Penilaian Pembelajaran Anak Usia
Dini 2015, h. 5
19
Eka Damayanti, Andi Sitti Hartika, Herawati, dll, Manajemen Penilaian Pendidikan
Anak Usia Dini Pada Taman Kanak-Kanak Citra Samata Kabupaten Gowa, Indonesian Journal of
Early Childhood Education Volume 1, Nomor 1, Desember 2018, h. 19
20
Mulyasa. E. Prof. . Manajemen PAUD. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung 2012, hal. 199
21
Anita Yus Penilai Perkembangan Belajara Anak Taman Kanak Kanak Kencan Jakarta Tahun
2011 Hal.77
20

permasalahan anak dalam berbagai situasi dan kegiatan yang

dilakukan22.

Menurut Hari Setiadi observasi adalah penilaian

kompetensi sikap melalui penilaian diri, penilaian teman sejawat

dan jurnal.23 Dari bebrapa pedapat di atas adap disimpulkan bahwa

observasi adalah teknik penilaiann yang dilakukan dengan cara

pengamatan terhadap anak secara langsung melalui kegitan

pembelajara yang dilakukan yang dicatat secara menyeruluh dalam

bentuk jurnal atau rubric.

b. Penilaian percakapan

Penilaian percapan menurut ifat zahro Adalah suatu teknik

pengumpulan data yang dapat dilakukan guru untuk mendapatkan

informasi tentang pengetahuan atau penalaran anak mengenai

sesuatu hal dengan cara melakukan percakapan langsung dengan

anak24.

Sedangakan menurut anita yus Percakapan merupakan alat

penilaian yang dilakukan melalui percakapan atau cerita antara

anak dan guru atau antara anak dan anak.

22
Ifat Fatimah Zahro Jurnal Pgpaud Stkip Siliwangi Vol 1 No 1penilaian Dalam Pembelajaran
Anak Usia Dini

23
Hari Setiadi Pelaksanaan Penilaian Pada Kurikulum 2013 E Jurnal Penelitian Dan Evaluasi
Pendidikan UHAMKA Jakarta Volume 20, No 2
24
Op cit vol 1 no 1
21

Ada dua macam percakapan dalam rangka penilaian yang

dapat dilakukan, yaitu :

a) Penilaian percakapan yang berstruktur Penilaian dilakukan

dengan sengaja oleh guru dengan menggunakan waktu khusus

dan menggunakan pedoman walaupun sederhana.

b) Penilaian percakapan yang tidak berstruktur Percakapan

dilakukan antara guru dan anak tanpa persiapan, dimana saja,

kapan saja, dan sedang melakukan kegiatan lain.25

c) Penugasan adalah Pemberian tugas merupakan satu cara

penilaian yang dilakukan dengan memberikan tugas-tugas

tertentu sesuai dengan kemampuan yang akan diungkap.

Penilaian dengan cara ini dapat digunakan dengan cara melihat

hasil kerja anak dan cara anak mengerjakan tugas.

d) Unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan

melihataktivitas atau kegiatan anak selama kegiatan

pembelajaran berlangsung.

e) Penilain hasil karya merupakan penilaian yang dilakukan untuk

melihat atau menilai hasil karya yang telah dibuat anak atau

produk yang dihasil oleh anak setelah melakukan kegiatan.

Menurut Ardhani Dwi Kinasih Hasil karya merupakan

pemikiran anak yang tertuang dalam suatu karya berupa karya

seni, keterampilan tangan, atau tampilan anak, misalnya

25
Log cit hal 73
22

gambar, lukisan, lipatan, hasil guntingan, bangunan balok,

coretan, tari, dan hasil prakarya

f) Pencatatan Anekdot Menurut Waseso, “catatan anekdot ialah

tulisan singkat mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang

berarti, yang bermakna,yang penting, insiden dalam kehidupan

keseharian anak didik”.

Ciri-ciri catatan anekdot yang baik yaitu : a) Memuat

keterangan atau data tentang tanggal, tempat, dan suasana dimana

peristiwa itu terjadi. b) Menggambarkan perbuatan-perbuatan anak

dan reaksi-reaksi orang laian yang hadir pada saat perbuatan anak

berlangsung. c) Melengkapinya dengan gerakan isyarat yang

ditampilkan anak d) Uraikan cukup luas sehinga meliputi semua

episode yang terjadi, sehingga tidak ada yang tertinggal atau

terlupakan e) Memisahkan catatan fakta dan komentar/interpretasi

pembuat catatan anekdot.26

Sedangkan menurut Ardhani Dwi Kinasih Catatan anekdot

merupakan jurnal harian yang mencatat tindakan anak didik selama

proses pembelajaran berlangsung. Catatan berupa uraian fakta,

menceritakan situasi yang terjadi, tingkah laku dan ucapan anak27.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan

Pencatatan anekdot merupakan kegiatan mencatat kejadian yang

26
Waseso, Iksan. 2012. Evaluasi Pembelajaran TK. Universitas Terbuka. Jakarta 2012 hal:6.11
27
Ardhani Dwi Kinasih Pengembangan Sistem Evaluasi Pembelajaran Paud (Studi Kasus Di
Paud Seruni 05 Kota Malang) Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer E-ISSN:
2548-964x Vol.10, No. 10,
23

luar biasa atau tidak sering atau belum pernah terjadi atau

dilakukan oleh anak selama bermain ataupun belajar.

c. Protofolio Menurut fajar dalam Al-Tabani,“penilaian portofolio

diartikan sebagai kumpulan fakta/bukti dan dokumen yang berupa

tugas-tugas yang terorganisasi secara sistematis dari seseorang

secara individual dalam proses pembelajaran”.28 Sedangkan

menurut anita yus portofolio adalah pengumpulan pekerjaan hasil

karya anak secara sistematik yang berkenaan dengan kemajuan

hasil belajar anak. sealin itu dalam penilian portofolio harus

memperhatikan beberapa hal yaitu :

a) Berpusat pada kemajuan anak dalam pemantapan tujuan


belajar.
b) Mengukur prestasi anak dengan memperhatikan perbedaan
individual.
c) Menggunkan pendekatan kolaboratif.
d) Mendorong anak untuk dapat menilai sendiri karyanya.
e) Bertujuan untuk meningkatkan karya dan prestasinya.
f) Memiliki keterkaitan yang erat dengan pembelajaran.29

Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa

instrument penilaian portofolio merupakan kumpulan hasil karya anak

dan catatan guru yang dijadikan dalam satu file atau diarsipkan atau

dikumpulkan dalam satu map pada setiap individu menjadi portofolio.

28
Al- Tabani, Trianto. 2011. Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik. Prenada Group.
Jakarta 2011 Hal:267
29
Anita Yus Penilai Perkembangan Belajara Anak Taman Kanak Kanak Kencana Jakarta Tahun
2011 Hal.90
24

Kemudian pada waktu-waktu tertentu guru akan mengambil kumpulan

instrumen tersebut dan menunjukkan pada anak.

Unutuk mendukung sebuah penilaian perkembangan maka

guru harus memeperhatikan aspek perkembangan dan juga harus

menyiapkan segala teknik instrumen penialain yang akan digunakan

dalam melian perkembangan anak. dari paparan pendapat diatas dapat

disimpulkan bahwa dalam teknik instrument penilaian terdapat 7

teknik penialaian yang digunakan dalam menilai perkembangan anak

yaitu pengamatan atau observasi, percakapan, penugasan, unjuk kerja,

penilaian hasil karya, pencatatan anekdot, portofolio.

Terdapat beberapa pendapat yang mengemukan tentang

langkah-langkah atau prosedur dalam penilaian. Seperti yang

dikemukan oleh Al- Tabani yang mengemukakan bahwa prosedur

penilaian terdiri dari 7 tahap yaitu :

a. Guru melihat SKH yang dibuat dalam satu hari pembelajaran


Guru mengklasifikasikan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan
di kelas.
b. Guru menyiapkan format-format penilaian sesuai dengan
kegiatan-kegiatan pembelajaraan dalam SKH.
c. Guru menentukan waktu, kegiatan pembelajaran, dan aspek yang
dinilai.
d. Guru menuliskan hasil penilaian ke dalam format-format
penilaian.
e. Setiap hasil karya anak dideskripsikan oleh guru pada lembar hasil
karyanya.
f. Guru mendokumentasikan, menganalisis, dan menyimpulkan hasil
penilaian berikut berbagai deskripsi hasil karya anak didik ke
dalam format rangkuman penilaian.
25

Menurut Yus ada beberapa langkah dalam melakukan

penilaian terhadap anak usia dini, diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Merumuskan/Menetapkan Penilaian.

Didalam kurikulum terdapat kompetensi (kemampuan), hasil


belajar, dan indikator. Guru memilih kemampuan mana yang ingin
dimiliki anak dari kegiatan yang akan dilakukan. Setelah menentukan
kemampuan tersebut guru merancang program kegiatan dalam Satuan
Kegiatan harian (SKH). Berdasarkan SKH tersebut guru menetapkan
alat penilaian mana yang sesuai digunakan untuk mengetahui sejauh
mana anak melakukan kegiatan dan memiliki kemampuan yang telah
ditetapkan dalam SKH.

b. Menyiapkan Alat Penilaian


Langkah kedua yang dilakukan guru menyiapkan alat penilaian
yang telah ditetapkan untuk digunakan dalam kegiatan pelaksanaan
program. Guru dapat membuatnya sendiri, dapat juga menggunakan
yang sudah ada (misalnya buatan orang lain). alat yang digunakan
disesuaikan dengan SKH).

c. Menetapkan Kriteria Penialain


Setelah alat penilaian selesai atau tersedia guru menetapkan
kriteria penilaian. Kriteria penialain adalah petokan ukuran
keberhasilan anak. Patokan digunakan untuk menetapkan nilai anak.

d. Mengumpulkan data
Alat yang sudah selesai dibut guru, digunakan untuk
mengambil data yang berkaitan dengan kemampuan yang ingin dinilai
dari dari anak.

e. Menentukan nilai
Data yang diperoleh dibandingkan dengan kriteria yang telah
ditetapkan. Misal menggunakan daftar cek, guru menghitung berapa
tanda yang dimiliki anak untuk setiap kemampuan. Jumlah cek
dibandingkan dnegan kriteria. Kalau lebih atau sama berarti berhasil.
Kalau dibawahnya berarti nilainya belum berhasil.30

30
Yus, Anita, Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kanak-Kanak, (Kencana
Jakarta, 2011)
26

Senada dengan Yus, Peraturan Menteri No 137 Tahun 2014

tentang standar pendidikan anak usia dini dalam Bab VI Pasal 21

menjelaskan bahwa mekanisme penilain pendidikan anak usia dini

terdiri hal-hal sebagai berikut:

1) Menyusun dan menyepakati tahap, teknik, dan instrument


penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak
2) Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan
instrumen penilaian;
3) Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara
akuntabel dan transparan; dan
4) Melaporkan capaian perkembangan anak pada orang tua.31

Berdasarkan pendapat-pendapat tokoh di atas tentang prosedur

penilaian, dapat disimpulkan bahwa penilaian anak usia dini dimulai

dari menetapkan kegiatan, yakni membuat rancangan kegiatan

pembelajaran berdasarkan acuan yang memuat ketercapaian

pertumbuhan dan perkembangan yang akan dinilai, selanjutnya guru

menyiapkan alat penilaian yang sesuai dengan RPPH yang telah

dibuat, kemudian membuat kriteria penilaian yang ada dalam RPPH,

selanjutnya mengumpulkan data-data anak, barulah kemudian guru

memberi nilai kepada masingmasing anak tersebut. Setelah seluruh

prosedur diatas dilakukan, selanjutnya guru akan mengevaluasi seluruh

hasil data anak dengan cara membandingkan perolehan nilai anak

dengan skor maksimal yang telah ditetapkan. Dari hasil penskoran

maka diperoleh keputusan tentang bagaimana perkembangan atau

kekurangan anak tersebut dalam sebuah pembalajaran. Dengan kata

31
Ibid, h. 9
27

lain, guru mengevaluasi anak agar kemudian dapat diperoleh

keputusan tehadap anak tersebut.

Dalam melakukan teknik penilaian juga dibutuhkan rubric yang

nantinya akan diturunkan dalam lembar penilaian observasi pada anak

usia dini. Rubrik penilaian merupakan acuan yang digunakan dalam

penilaian yang berisi kriteria-kriteria penilaian dari setiap indikator

pada setiap aspek perkembangan yang akan dicapai sesuai dengan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang akan

dilaksanakan. Rubrik biasanya terdiri dari identitas, indikator, aspek

yang nilai (kegiatan), dan kriteria-kriteria aspek yang dinilai.

B. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Bahasa merupakan alat komunikasi bagi setiap orang termasuk

anak-anak. Anak dapat mengembangkan kemampuan sosialnya

(Sosial skill) melalui berbahasa dengan lingkungan sosial, yang

dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa yang baik.

Melalui berbahasa anak dapat mengekspresikan pikirannya sehingga

orang lain dapat mengerti dan menangkap apa yang difikirkannya,

sehingga anak dapat menciptakan hubungan sosialnya dan

mengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan kemampuan

berbahasa yang lain seperti menulis, membaca dan berhitung.

Menurut Vygotsky dalam Susanto bahasa merupakan alat untuk

mengekspresikan ide dan bertanya, bahasa juga menghasilkan konsep dan

kategori-kategori untuk berfikir. Bahasa merupakan alat komunikasi,


28

maka segala yang berkaitan dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa,

seperti berfikir sistematis dalam menggapai ilmu pengetahuan. Dengan

kata lain, tanpa memiliki kemampuan berbahasa, seseorang tidak dapat

melakukan kegiatan berfikir secara sistematis dan teratur.32 Menurut

Santrock bahasa (language) adalah suatu bentuk komunikasi baik

lisan, tertulis, maupun isyarat yang didasarkan pada sebuah sistem

symbol.33

Perkembangan bahasa merupakan kemampuan dasar yang harus

dimiliki anak, sesuai dengan tahap usia anak dan karakteristik

perkembangannya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia bahasa adalah

sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu

masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan

diri.34

Bahasa merupakan alat untuk menyatakan pikiran dan perasaan

kepada orang lain yang sekaligus berfungsi untuk memahami pikiran dan

perasaan orang lain. Dengan bahasa anak dapat mengomunikasikan

maksud, tujuan, pemikiran, maupun perasaannya pada orang lain.35

32
Nurmiati, ‘Meningkaatkan Kemampuan Berbahasa Melalui Metode Bercerita Pada
Anak
33
Anita, ‘Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini’, Jurnal Al-Shifa, 6.2 (2015), h. 164
34
Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta,2005), Edisi ke-3, h.88.
35
Ni Komang Utariani, I Komang Sudarma, Mutiara Magta, “Penerapan Metode
Bercerita Berbantuan Media Boneka Jari untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak TK
Kelompok A”, e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 2 No. 1 Tahun
2014.
29

Sedangkan menurut Bromley mendefinisikan bahasa sebagai

“sistem simbol yang teratur untuk mentransfer sebagai ide maupun

informasi yang terdiri dari simbol-simbol visual maupun verbal”.36

Dari pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa bahasa adalah

sistem lambang bunyi yang di gunakan untuk menyampaikan informasi

,ide dan perasan kepada orang lain yang bersifat verbal dan nonverbal.

Menurut Bromley, bahasa juga memiliki dua sifat (yaitu bahasa

reseptif (dimengerti dan diterima) dan bahasa ekspresif (dinyatakan).

Berbicara dan menulis termasuk dalam bahasa ekspresif, sedangkan

menyimak dan membaca termasuk dalam bahasa reseptif37.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa bahasa

memiliki dua bagian bahasa reseptif (mengerti dan diterima) dan bahasa

ekspresif (dinyatakan).

1. Perkembangan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang di gunakan untuk

menyampaikan informasi ,ide dan perasan kepada orang lain yang bersifat

verbal dan nonverbal. Bahasa juga memiliki dua sifat yaitu bahsa reseptif (

dimengerti dan diterima) dan bahasa ekspresif (dinyatakan).

36
Dhieni, Nurbiyana, dkk, Metode Pengembangan Bahasa (Jakarta : Universitas
Terbuka, 2009), h.24
37
Modul plpg 2015
30

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) reseptif

adalah mau (dapat) menerima/ terbuka dan tanggap terhadap pendapat,

saran, dan anjuran orang lain/ bersifat menerima.38

Indah juga berpendapat bahwa reseptif adalah kemampuan anak

dalam mengenal dan bereaksi terhadap seseorang, terhadap suatu kejadian

yang terjadi didalam lingkungan sekitarnya, dan akhirnya mengerti kata-

kata.39 Sementara itu Choirun juga berpendapat reseptif yaitu memahami

saja tapi tidak mampu membuat orang lain memahami kita.40

Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa bahasa

reseptif adalah lambang bunyi yang di gunakan untuk menyampaikan

informasi ,ide dan perasan kepada orang lain yang bersifat menerima

memahami mimic wajah , nada suara dan akhirnya mengerti kata kata

dalam setiap kejadian.

2. Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak

Berbicara termasuk dalam kemampuan bahasa ekspresif.

Bromley dalam Dhieni menyatakan kemampuan berbicara merupakan

suatu ungkapan dalam bentuk kata-kata. Ada yang bersifat reseptif

(dimengerti dan diterima) maupun ekspresif (dinyatakan). Contoh

bahasa ekspresif adalah berbicara dan menuliskan informasi untuk

38
Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta,2005), Edisi ke-3, h..
39
Rohmani Nur Indah Proses Pemerolehan Bahasa: Dari Kemampuan Hingga
Kekurangmampuan Berbahasa e- jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Malang,Fakultas
Humaniora dan Budaya volume 3 no.1 tahun 2014
40
Choirun Nisak Aulina Pengaruh Permainan Dan Penguasaan Kosakata Terhadap
Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun E-Jurnal Dosen Fakultas Keguruan
Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo PEDAGOGIA Volume. 1, No. 2
tahun 2012
31

dikomunikasikan dengan orang lain. Gordon dan Browne dalam

Dhieni menambahkan bahwa penguasaan berbahasa ekspresif adalah

semakin seringnya anak menyatakan keinginan, kebutuhan, pikiran dan

perasaan kepada orang lain secara lisan.41

Kemampuan bahasa ekspresif anak diusia 4-5 tahun menurut

Steinberg dan Gleason dalam Suhartono termasuk dalam

perkembangan kombinatori dimana anak sudah mampu berbicara

secara teratur dan terstruktur, pembicaraannya dapat dipahami oleh

orang lain dan anak sanggup merespon baik positif maupun negatif

atas pembicaraan lawan bicaranya. Hal ini sesuai dengan Sugono

dalam Dhieni yang menyatakan bahwa bahasa lisan atau bahasa

ekspresif adalah bahasa yang dihasilkan dengan menggunakan alat

ucap (Organ Of Speech) dengan fonem sebagai unsur dasarnya.

Bahasa lisan mencakup aspek lafal, tata bahasa (bentuk akat dan

susunan kalimat), dan kosakata.42

Menurut Harris dalam Tarigan keterampilan berbahasa

mempunyai empat komponen, yaitu : 1) keterampilan menyimak

(listening skills); 2) keterampilan berbicara (speaking skills); 3)

keterampilan membaca (reading skills); 4) keterampilan menulis

(writing skills). Setiap keterampilan berhubungan erat dalam

memperoleh keterampilan [Link] masa kecil kita belajar

41
Nurbiana Dhieni, Metode Pengembangan Bahasa, ( Jakarta: Universitas
Terbuka,2006), hlm.19.
42
Suhartono,Pengembangan Keterampilan Bicara Anak usia Dini, (Jakarta: Depdiknas,
2005),hlm.53.
32

menyimak bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu kita belajar

membaca dan menulis.43

Suhartono mengungkapkan bahwa bicara anak adalah suatu

penyampaian maksud tertentu dengan mengucapkan bunyi-bunyi

bahasa supaya bunyi tersebut dapat dipahami oleh orang yang ada dan

mendengar disekitarnya. Bunyi tangisan bayi sebenarnya juga

mempunyai maksud tertentu, mungkin memanggil orang tuanya,

mungkin kedinginan, mungkin lapar, mungkin haus dan sebagainya.

Hampir semua bunyi yang diucapkan anak mempunyai maksud

tertentu, walaupun bunyi tersebut bukan bunyi berbentu kata maupun

kalimat. Jadi yang dimaksud bicara anak lebih luas maknanya dengan

makna berbicara. Jika berbicara lebih diartikan sebagai pengucapan

bunyi-bunyi bahasa yang dapat dipahami oleh lawan bicara, tetapi

bicara anak lebih diartikan bunyi yang diucapkan oleh anak, baik

bunyi bahasa maupun bunyi-bunyi yang bukan bahasa tetapi

diucapkan oleh alat ucap anak.44

Menurut romlah Pengalaman dalam belajar sangat dipengaruhi

oleh kemampuan berkomunikasi, salah satunya kemampuan berbicara,

karena ketika anak mampu berbicara anak mampu menyampaikan

melalui bahasa lisannya. 45

43
[Link],Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung: Angkasa,
2008),hlm.1.
44
Suhartono,.[Link].
45
Romlah Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Kegiatan Bercerita
Pada Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al Kahfi Tanah Tinggi Tangerang Jurnal Program Studi
Pendidikan Anak Usia Dini ISSN 2301-9905 Volume 5
33

Definisi berbicara secara umum dapat diartikan suatu

penyampaian maksud (ide, pikiran, gagasan, atau isi hati) seseorang

kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga

maksud tersebut dapat dipahami oleh orang lain Pengertian bicara

secara khusus juga dikemukakan oleh Tarigan dalam Suhartono

mengemukakan bicara atau bahasa ekspresif adalah kemampuan

mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk

mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan

dan perasaan.46

Vygotsky defined Zone of Proximal Development as “the


distance between the actual development level as determined by
independent problem solving and the level of potential development as
determinded through problem solving under adult guidance or in
collaboration withmore capable peers.”47

Vygotsky percaya bahwa anak bisa memecahkan masalah

secara mandiri dan anak dapat memecahkan masalah dibawah

bimbingan orang dewasa atau bekerjasama dengan teman-temannya.

Dengan kata lain, dalam mengembangkan bahasa anak perlu

bimbingan atau dibutuhkannya strategi yang dilakukan orangtua

saat dirumah atau guru saat disekolah.

Syarat bagi pendidik untuk membimbing peserta didik adalah

memiliki profesionalisme, suasana hati yang baik dan sikap

46
Ibid,.hlm.22.
47
Mehdi Dastpak, et al. “A Comparative Study of Vygotsky Perspectives on Child
LanguageDevelopment with Nativism and Behaviorism”. International Journal of Languages’
Education andTeaching 5,2 (2017): 232
34

profesi yang tinggi, serta motivasi yang stabil.48 Jadi, dalam proses

pengembangan bahasa anak usia dini diperlukannya profesionalisme

yang ada pada guru, pendidik yang cerdas adalah pendidik yang

mengemban tanggung jawab dengan baik dan bijak.

Ditambahkan oleh Montessori dalam Suyadi ketika anak

“belajar” bahasa melalui interaksi orang dewasa, anak-anak tidak

hanya “mempelajari” redaksi kata dan kalimat, melainkan juga

struktur kata dan kalimat itu sendiri. Pola perkembangan bahasa anak

sebagian besar hanya bisa diperolah anak interaksi, percakapan

maupun dialog dengan orang dewasa. Aktivitas inilah yang dapat

membuat anak mendapatkan model berbahasa, memperluas

pengertian, mencakup kosakata yang ekspresif dan menjadi motivasi

anak-anak dalam berinteraksi dengan orang lain atau kehidupan sosial.

Pengembangan bahasa yang terbaik adalah ketika anakanak bertindak

sebagai rekan percakapan dan masuk ke dalam pembicaraan atau

dialog yang sebenarnya. Bahasa merupakan sarana yang sangat

penting dalam kehidupan anak maka perlu dikembangkan pada anak

didik sejak usia Taman Kanak-Kanak.49

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan

bahasa ekspresif muncul dalam bentuk kemampuan berbicara dan

menulis. Kemampuan yang utama untuk dikembangkan diusia dini

48
Syafril, Syafrimen, Noriah M Ishak, Nova Erlina, and Titik Rahayu “Delapan Cara
Pembinaan Motivasi Di Kalangan Pendidik.” Open Science Framework, 2017.
49
Suyadi,Psikologi Dasar PAUD, (Yogyakarta: Pedagogia, 2010), hlm.97.
35

adalah kemampuan berbicara. Berbahasa ekspresif atau

mengungkapkan bahasa bagi anak artinya bukan hanya mengeluarkan

suara atau bunyi tetapi bagaimana anak menyatakan keinginan,

kebutuhan, pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan.

3. Karakteristih Bahasa Anak Usia Dini

Santrock dalam Dhieni berpendapat bahwa meskipun setiap

kebudayaan manusia memiliki berbagai variasi dalam bahasa, namun

terdapat beberapa karakteristik umum berkenaan dengan fungsi bahasa

sebagai alat untuk berkomunikasi dan adanya dayacipta individu yang

kreatif. Bahasa memiliki karakteristik yang menjadikannya sebagai

bentuk khas komunikasi. Ada beberapa karakteristik bahasa sebagai

berikut:

a. Sistematis artinya bahasa merupakan suatu cara menggabungkan

bunyi-bunyian maupun tulisan yang bersifat teratur dan konsisten.

b. Arbitari, yaitu bahwa bahasa terdiridari hubungan-hubungan antara

berbagai macam suara dan visual, objek, maupun gagasan.

c. Fleksibel artinya bahasa dapat berubah sesuai dengan

perkembangan zaman. Kosakata terus bertambah mengikuti

kemmajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

d. Beragam, dalam hal pengucapan, bahasa memiliki berbagai variasi

dialek atau cara berbahasa.

e. Kompleks yaitu bahwa kemampuan berfikir dan bernalar di

pengaruhi oleh kemampuan menggunakan bahasa yang


36

menjelaskan berbagai konsep, ide, maupun hubungan-hubungan

yang dapat dimanupulasikan saat berfikir dan bernalar.50

Didalam Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan

Republik Indonesia No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional

Pendidikan Anak Usia Dini, Tingkat Pencapaian Perkembangan

Bahasa anak usia 4-5 Tahun adalah:

1) Memahami Bahasa

a) Menyimak perkataan orang lain (bahasa ibun atau bahasa

lainnya).

b) Mengerti dua printah yang berkaitan bersamaan.

c) Memahami cerita yang dibacakan.

d) Mengenal berbendaharahan kata sifat (nakal, pelit, baik

hati, berani, baik, jelek, dsb).

e) Mendengar dan membedakan bunyi-bunyian dalam Bahasa

Indonesia (contoh: bunyi dan ucapan harus sama)

2) Mengungkapkan Bahasa

a) Mengulang kalimat sederahna.

b) Bertanya dengan kalimat yang benar.

c) Menjawab pertanyaan sesuai dengan pertanyaan tersebut.

d) Mengungkapkan perasaan dengan kata sifat (baik, senang,

nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek, dsb).

e) Menyebutkan kata-kata yang dikenal.

50
Dhieni, Nurbiana dkk.. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta Universitas Terbuka
2008, h 1.18
37

f) Mengutarakan pendapat kepada oran lain.

g) Menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diinginkan atau

tidak disetujui.

h) Menceritakan kembali cerita/dongeng yang pernah

didengar.

i) Memperkaya perendaharaan kata.

j) Berpatisipasi dalam percakapan.

3) Keaksaraan
a) Mengenal simbol-simbol.

b) Mengenal suara-suara hewan/benda yang ada disekitarnya.

c) Membua coretan yang bermakna.

d) Meniru (menuliskan dan mengucapkan) huruf A-Z.51

Menurut John W Santrock bahasa melewati beberapa tahap

dimulai dari usia 3 sampai 6 bulan. Bayi biasanya mengucapkan kata

pertamanya pada usia 10 sampai 13 bulan. Pada usia 24 bulan bayi

biasanya mulai memadukan dua kata. Dalam tahap ini bayi dengan cepat

memahami arti penting dari bahasa untuk berkomunikasi. Mereka

menciptakan fase seperti “itu buku”, Permenku”, “mama jalan” dan

“cium papa”. Pada saat bayi menginjak usia anak-anak 4-6 tahun,

pemahaman mereka terhadap sistem aturan bahasa muali meningkat,

sistem aturan ini menyangkut fonologi (sistem suara), morfologi (aturan

untuk mengkombinasikan unit makna minimal), sintaksis (aturan

membuat kalimat),

51
‘Peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No 137 Tahun
2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini’
38

Semantik (sistem makna) dan Pragmatis(aturan penggunaan dalam


seting sosial).

Perkembangan Bahasa pada anak usia dini meliputi

perkembangan sebagai berikut:

Pertama, berkenaan dengan fonologi, bebrapa aanak usia

prasekolah memiliki kesulitan dalam mengucapkan kelompok konsumen

(misalnya, str.... seperti setrika), mengucapkan beberapa fonem yang

lebih sulit... r, misanya, masih merupakan masalah bagi anak.

Kedua, berkenaan dengan morfologi bahwa pada kenyataanya

anak-anak itu juga dapat mengembaangkan ungkapannya lebih dari dua

kata-kata setiap kalimatnya. Hal ini menunjukan bahwa mereka

sudah mengetahui morfologis, misalnya membuat kata kerja aktif

atau pasif, “ kakak memukul saya dan saya dipukul kakak.”

Ketiga, Berkenaan dengan sintaksis, bahwa anak-anak belajar

dan menerapkan secara aktif aturan-aturan yang dapat ditentukan

pada tingkat sintaksis. Anak-anak dapat mengembangkan kalimatnya

dengan dua kata lebih, mereka mulai berbicara dengan urutan kata yang

menunjukan suatu pendalaman yanag meningkat terhadap aturan

yang kompleks tentang bagimana kata-kata seharusnya diurutkan,

misalnya untuk membuat kalimat positif (pernyataan), seharusnya kata

benda (sebagai objek) mendahului kata kerja (predikat), seperti Adi

membawa buku bukan membawa adi buku.

Keempat, berkenaan dengan semantik, bahwa begitu anak sudah

mampu menggunakan kalimat lebih dari kata, anak-anak sudah mulai

mampu mengembangkan pengetahuan tentang makna dengan


39

secepatnya.52

Pengenalan bahasa yang lebih dini dibutuhkan untuk memperoleh

keterampilan bahasa yang baik. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh 5

faktor yaitu:

a. Kesehatan

Kesehatan merupakan faktor yang sanagat mempengaruhi

perkembangan bahasa anak, oleh karnanya orang tua perlu

diperhatikan kondisi kesehatan anak, upaya yang dilakukan seperti

memberikan ASI, makanan yng bergizi, memelihara kebersihan tubuh

dan rutin memeriksakan anak kedokter.

b. Intelegensi

Perkembangan bahasa anak dapat dilihat dari tingkat

intelegensinya. Anak yang perkembangan bahasanya cepat, pada

umumnya mempunyai intelegensi normal atau diatas normal

c. Status sosial ekonomi

Perkembangan bahasa dengan status sosial ekonomi yang rendah

mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasanya

dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik.

Kondisi ini disebabkan karena kesempatan belajar yang diberikan

serta perbedaan kecerdasan.

52
Soenjono Dardjowidjojo, Psikolinguistick (Jakarta, 2010).h.24.
40

d. Jenis Kelamin

Pada tahun pertama usia anak, tidak ada perbedaan dalam

vokalisasi antara pria dan wanita. Namun mulai usia dua tahun anak

wanita menunjukkan perkembangan lebih cepat dari anak laki - laki.

e. Hubungan Keluarga

Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak, memfasilitasi

perkembangan bahasa anak akan membuat anak berinteraksi dan

berkomunikasi dengan baik, sebaliknya hubungan yang tidak

sehatdapat mengakibatkan anak mengalami kesulitan atau kelambatan

dalam perkembangan bahasanya.53

C. Teori-teori Pengembangan Dasar Bahasa Anak

Teori Nativis, teori nativis ini berpandangan bahwa ada unsur

keterkaitan yang erat antara faktor biologis dengan perkembangan

bahasa. Para ahli nativis berpendapat bahwa kemampuan berbahasa

sifatnya ini sangat natural (bawaan), seiring dengan pertumbuhan fisik

dan mental anak maka perkembangan bahasa menjadi lenih baik dan

meningkat. Para ahli nativis juga meyakini bahwa anak-anak

menginternalisasi aturan tata bahasa sehingga mereka dapat menyusun

berbagai macam kalimat tanpa latihan, penguatan, maupun meniru bahasa

orang dewasa. Jadi, teori nativis ini lebih cenderung pada kemampuan

internal tiap-tiap anak dan perkembangan bahasa berjalan seiring dengan

kematangan otak.

53
Yudrik jahja, Psikologi Perkembangan, Jakarta:kencana 2013 h, 57
41

Teori Behaviorostik, teori behaviorostik beranggapan bahwa

bahasa merupakan masalah respons dan sebuah imitasi, yaitu bahasa

dipelajari melalui pembiasaan dari lingkungan dan merupakan hasil

imitasi terhadap orang dewasa. Dengan kata lain perkembangan bahasa

menurut teori behavioristik berasal dari luar atau disebut dengan faktor

eksternal, perkembangan bahasa pada anak usia dini diperoleh melalui

pergaulan dan interkasi yang diperoleh anak dengan teman sebayanya

atau orang dewasa.

Teori Perkembangan Kognitif beranggapan bahwa berpikir

sebagai prasyarat berbahasa, bahasa terus berkembang sebagai hasil dari

pengalamandan penalaran. Teori perkembangan kognitif lebih

menekankan pada proses berpikir dan penalaran. Salah satu tokoh teori

perkembangan kognitif adalah Jean Peaget, Ia mengungkapkan bahwa

perkembangn bahasa bersifat progresif dan terjadi pada setiap tahap

perkembangan, artinya perkembangan bahasa anak berkaitan erat dengan

berbagai kegiatan anak, objek dan kejadian yang mereka alami. Selain

Peaget, Vygotsky menyatakan bahwa perkembangan kognitif dan bahasa

anak berkaitan erat dengan kebudayaan dan masyarakat tempat anak

dibesarkan. Jadi, para ahli perkembangan kognitif meyakini bahwa

perkembangan bahasa ada kaitannya dengan hubungan antara anak, orang

dewasa, dan lingkungan soaialnya. Dengan adanya interkasi yang

harmonis antara anak, orang dewasa dan orang-orang yang ada

disekitarlingkungan, maka anak tersebut dapat meningkatkan kemampuan


42

bahasanya.54

D. Penelitian Yang Relevan

Berdasarkan penelitian yang relevan, penelitian tentang teknik dan

instrumen penilaian perkembangan bahasa, Oleh Irma Febriana yang ber

judul Kemampuan Guru Taman Kanak-Kanak Dalam Menyusun

Instrumen Penilaian Hasil Belajar Di Kecamatan Braja Selebah Kabupaten

Lampung Timur Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru TK di

Kecamatan Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur yang berjumlah 43

orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui dokumentasi dan

wawancara. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum terlihat adanya kemampuan

guru dalam menyusun instrumen penilaian karena belum ada satupun guru

yang menyusun instrumen penilaian. Guru cenderung hanya membuat

RPPH dan laporan penilaian berdasarkan kriteria yang dibuat secara

subyektif oleh guru dengan mengacu pada produk yang dibuat oleh anak.

Penelitian yang serupa dilakuan oleh Utsman dalam disertasinya

yang berjudul Pengembangan Instrumen Asesmen Pencapaian

Perkembangan Anak Usia Dini pada Taman Kanak-Kanak.S3 thesis,

UNY.1) Mendeskripsikan model instrumen asesmen yang digunakan oleh

guru selama kurun waktu tiga tahun terakhir untuk mendeteksi pencapaian

perkembangan anak usia dini pada taman kanak-kanak, 2).

Mengembangkan instrumen asesmen pencapaian perkembangan kognitif

54
Ahmad Susanto, Pendidikan Anak Usia Dini (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2017), h. 165.
43

perkembangan bahasa, perkembangan sosial emosional, dan

perkembangan fisik motorik anak usia dini pada taman kanak-kanak yang

memenuhi kriteria valid, reliabel, dan goodness of fit statistic, dan 3).

Mengembangkan instrumen asesmen pencapaian perkembangan kognitif,

perkembangan bahasa, perkembangan sosial emosional dan perkembangan

fisik motorik dalam satu kesatuan yang memenuhi kreteria valid, reliabel,

dan goodness of fit statistic.

Menurut Veni Iswantiningtyas dan Widi Wulansari dalam jurnal

Pendidikan Usia Dini yang berjudul Pengembangan Model Penilaian

Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Hasil penelitian tersebut

menunjukan bahwa penggunaan model penilaian pendidikan karakter

sangat efektif untuk digunakan disekolah Taman Kanak-kanak.

Dalam skripsi Rini Agustiningsih mahasiswa Universitas Negeri

Yogyakarta yang berjudul Implementasi Prinsip-Prinsip Penilaian dalam

Evaluasi Pembelajaran Di TK Negeri 2 Yogyakarta. Hasil penelitian

tersebut menyatakan implementasi prinsip-prinsip penilaian dalam

evaluasi pembelajaran di TK Negeri 2 Yogyakarta sudah

mengimplementasikan prinsip-prinsip penilaian dalam evaluasi

pembelajaran dengan baik.

Berdasakan hasil penelitian terdahulu terdapat perbedaan dan

persamaan dalam penelitian ini, titik persamaan pada penelitian ini adalah

penelitian ini melihat bagaimana teknik dn instrument yang dilakukan oleh

sekolah apakah sudah sesusai dengan peraturan menteri no 137. Sementara


44

titik relevansi pada penelitian ini adalah peneliti ingin melihat teknik dan

instrument penilaian yang digunakan dalam penilaian perkembangan

bahasa anak usia dini disekolah apakah telah sesuai dengan standar yang

telah ditetapkan oleh peraturan menteri no 137 dan 146.


45

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi

kasus yaitu pendekatan penelitian tanpa menggunakan angka statistik tetapi

dengan pemaparan secara deskriptif yaitu berusaha mendeskripsikan suatu

gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi di saat sekarang, dimana penelitian ini

memotret peristiwa dan kejadian yang terjadi menjadi fokus perhatiannya

untuk kemudian di jabarkan sebagaimana adanya.

Menurut Cresswel penelitian kualitatif merupakan metode-metode

mengeksplorasi dan memahami makna oleh sejumlah individu atau

sekelompok orang yang dianggap berasal dari masalah sosial atau

kemanusiaan.1 Creswell mengatakan bahwa metodologi kualitatif dapat

dilakukan dengan berbagai strategi antara lain, penelitian partisipatoris,

grounded theory, fenomenologi, etnografi, naratif, dan studi kasus. Dalam

penelitian ini digunakan strategi studi kasus karna sebagian dari penelitian

kualitatif. Creswell mengatakan bahwa studi kasus merupakan strategi

penelitian dimana didalamnya peneliti menyelidiki secara cermat, suatu

program, peristiwa, aktivitas proses kelompok atau individu.2

Selanjutnya menurut Robert K Yin, studi kasus adalah suatu inquiri

empiris yang menyeidiki fenomena dalam konteks kehidupan nyata,

1
Cresweel, John W. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2013), h. 4
2
Ibid, h. 20
46

bilamana; batas batas antar fenomena dan konteks yang tak tampak dengan

tegas dan dimana; multi sumber bukti dimanfaatkan. Sebagai suatu inquiri

studi kasus tidak harus dilakukan dalam waktu lama dan tidak pula tergantung

pada data etnografi atau observasi partisipan.

Bahkan menurut Robert [Link] seorang peneliti bisa saja melakukan

studi kasus yang valid dan berkualitas tinggi tanpa meninggalkan kepustakaan

tergantung pada topik yang akan diselidiki.3

Penggunaan pendekatan studi kasus tersebut membolehkan peneliti

untuk mendapatkan berbagai informasi secara mendalam berkaitan dengan

permasalahan yang diteliti Berdasarkan pemaparan diatas dapat penulis

simpulkan bahwa penelitian kualitatif metode studi kasus yang digunakan

dalam penelitian ini bertujuan untuk memahami tentang teknik penilaian

pembelajaran.4

Menurut Denzin dan Lincon mengatakan bahwa penelitian kualitatif

dapat membantu peneliti memahami permasalahan yang kompleks dalam

konteks yang luas yang terjadi dalam suatu kumpulan.5

Berdasarkan pemaparan di atas dapat penulis simpulkan bahwa

penelitian kualitatif metode studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini

bertujuan untuk memahami fenomena tentang rencana pelaksanaan dan

3
Robert K. Yin, Applications Of Case Study Research. Sage, 2011. h.18
4
Syafrimen, Noriah Moh. Ishak, Nova Erlina, Titik Rahayu, Delapan Cara
Pembinaan Motivasi Di Kalangan Pendidik, Procedia - Social and Behavioral Sciences
00 (2016) 000–000, h.3
5
Denzia & Lincoln, Hand Book Of Qualitative Research,( Sage Publication, Thousan
Oaks ,London, 2011)
47

evaluasi dari pihak sekolah dalam teknik dan instrument perkembangan

bahasa anak usia dini.

Dengan demikian penelitan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran

dilapangan tentang teknik dan instrument penilaian terhadap perekembangan

bahsaa anak usia diani di TK Hang Tuah kotabumi lampung utara maka

penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis

penelitian study kasus (case study research dasign) untuk mendapatkan hasil

penelitian yang sama.

B. Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti memilih melakukan penelitian di TK

Hang Tuah kotabumi lampung utara. Peneliti melakukan penelitian di TK

Hang Tuah karena peneliti tertarik untuk melihat bagaimana penilaian

perekembangan bahasa anak usia dini TK Hang Tuah kotabumi lampung

utara merupakan sebuah lembaga pendidikan yang turut membantu

mempersiapkan kemampuan sumber daya manusia sejak dini untuk menjadi

manusia yang memiliki kemampuan dan berakhlak mulia.

C. Subjek dan Objek Penelitian

Penelitian kualitatif tidak bermaksud untuk menggambarkan

karakteristik populasi atau menarik generalisasi kesimpulan yang berlaku

bagi suatu populasi melainkan lebih fokus kepada representasi terhadap


48

fenomena.6 Sehingga hasil dari penelitian ini bukan dimaksukan untuk

mengambil kesimpulan yang berlaku umum akan tetapi hanya untuk sekolah

yang terkait dengan fenomena yang diamati yaitu teknik dan instrument

penilaian perkembangan bahasa anak usia dini Dalam penelitian ini subjek

yang akan menjadi fokus penelitian adalah pendidik. Ada 2 orang pendidik

yang akan menjadi fokus penelitian. Karena pada penelitian ini yang

menggunakan teknik dan instrument penilaian perkembangan bahasa anak

usia dini di TK Hang Tuah Kotabumu Lampung Utara. Penentuan subjek

memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung sebagai objek

penelitian yaitu bagaimanakah penilaian perkembangan bahasa anak di TK

Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara.

D. Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi (Pengamatan)

Metode observasi merupakan observasi yang di dalamnya peneliti

langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas

individu-individu di lokasi penelitian. Dalam pengamatan ini, peneliti

merekam/mencatat-baik dengan cara terstruktur maupun semi struktur

(misalnya, dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang memang

diketahui oleh peneliti) aktivitas-aktivitas dalam lokasi penelitian. Para

6
Burhan, Bungin. Penelitian Kualitatif. Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, Dan Ilmu Sosial
Lainnya. [Link], 2003. h.53
49

peneliti kulitatif juga dapat terlibat dalam peran-peran yang beragam,

mulai dari sebagai nonpartisipan hingga partisipan utuh.7

Menurut [Link] observasi atau pengamatan seringkali

bermanfaat untuk memberikan informasi tambahan tentang topik yang

akan diteliti. Observasi suatu lingkungan sosial akan menambah dimensi-

dimensi baru, untuk pemahaman konteks maupun fenomena yang akan di

teliti.8

Berikut beberapa pendekatan pengumpulan data kualitatif pada

observasi:

a. Mengumpulkan data data lapangan dengan berperan sebagai

partisipan

b. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai Observer.

c. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai

partisipan ketimbang observer.

d. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai

observer ketimbang partisipan.

e. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai outsider

(orang luar) terlebih dahulu, kemudian mulai masuk kedalam setting

penelitian sebagai insider (orang dalam).9

Dengan demikian observasi merupakan pengumpulan data melalui

pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti. Jenis

7
J.W. Creswell, Qualitative Inquiry And Research Design: Choosing Among
Five Approaches, 3rd Ed, (CA:Sage, 2007), h.231.
8
Robert K. Yin, op cit, h.113
9
Ibid., h.235
50

observasi yang diterapkan adalah observasi partisipan yaitu: “suatu

proses pengamatan yang dilakukan observer dengan terlibat langsung

didalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau digunakan

sebagai sumber penelitian.

Adapun hal-hal yang akan diobservasi adalah tentang

bagaimanakah teknik dan instrument penialain perkembangan bahasa

yang digunakan oleh .guru di TK Hang Tuah Kotabumi Peneliti mencatat

semua hal yang diperlukan dan yang terjadi selama pelaksanaan penilaian

perkembangan berlangsung. Pengamatan ini dilakukan dengan lembar

observasi yang diisi dengan tanda chek list (√) pada kolom yang sesuai

dengan hasil pengamatan.

Lembar observasi ini dijadikan pedoman oleh peneliti agar saat

melakukan observasi lebih terarah, terukur sehingga hasil data yang telah

didapatkan mudah untuk diolah.


51

Table 2

Kisi-kisi observasi teknik dan intrumen penilaian


pekembangan bahasa anak usia dini
No Tahap penilaian Deskriptif Skor
S K TP
Merumuskan/Meneta Guru merumuskan penilaian
pkan Penilaian. sesuai dengan rpph setiap
harinya
Guru membuat bentuk instrument
penilaian
Guru mementukan teknik
penilaian yang sesuai dengan
perkembangan bahasa
Menyiapkan Alat Guru menyiapkan alat yang telah
Penilaian ditentukan
Guru menyesuaikan instrument
pada setiap perkembangan bahasa
Menetapkan Kriteria Guru membuat skala penilaian
Penialain yang sesuai dengan
perkembangan
Guru memberikan batasan pada
setiap kegiatan untuk dinilai
Mengumpulkan data Guru menentukan alat
pengambilan data
Guru melakakan dokumentasi
dalam penilaian
Menentukan nilai Guru menarik kesimpulan dari
setiap penilain yang dilakuan

2. Wawancara

Menurut Jhon Creswell dalam wawancara kualitatif, peneliti

dapat melakukan face-to-face interview (wawancara berhadap-

hadapan) dengan partisipan, wawancarai mereka dengan telepon, atau

terlibat dalam focus group interview (interview dalam kelompok

tertentu) yang terdiri dari enam sampai delapan partisipan per

kelompok. Wawancara-wawancara seperti ini tentu saja memerlukan

pertanyaan-pertanyaan yang secara umum tidak tersetruktur


52

(unstructured) dan bersifat terbuka (openended) yang dirancang untuk

memunculkan pandangan dan opini dari para partisipan.10

Menurut Bungin wawancara secara mendalam secara umum


adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan
cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dan
informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa
menggunakan pedomam wawancara, dimana pewawancara dengan
informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif.11

Menurut Bogdan, wawancara adalah percakapan yang bertujuan,

biasanya antara dua yang diarahkan oleh seseorang dengan bermaksud

memperoleh keterangan. Menurut Bogdan wawancara bisa

berbarengan dilakukan dengan observasi perlibat (partisipan), analisis

dokumen, atau teknik-teknik lain.12 Dalam penelitian partisipan

peneliti biasanya mengenal subjeknya terlebih dahulu sehingga

wawancara berlangsung seperti percakapan persahabatan. Oleh karena

itu jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah “wawancara semi

berstruktur”.13 Artinya peneliti mengajukan beberapa pertanyaan

secara lebih bebas dan terbuka, tanpa terikat oleh suatu susunan

pertanyaan yang dipersiapkan sebelumnya.

Adapun yang akan diwawancarai dalam penelitian ini adalah

Guru, dan Kepala Sekolah.

10
Ibid., h.232.
11
Burhan, Bungin, Penelitian Kualitatif. Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan
Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. (Jakarta: Kencana,2011), h.111
12
Taylor, Steven J Bogdan, Robet;Devault, Marjorie,Introduction To Qualitative
Research Methods: A Guidedbook And Resource, Jhon Wiley & Sons, 2015, h. 178
13
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D, (Bandung:Alfabeta, 2012), h. 319-320
53

3. Dokumen Analisis

Dokumen analisis merupakan salah satu teknik pengumpulan

data dalam melakukan penelitian, maksudnya adalah pengambilan data

melalui dokumen tertulis maupun elektronik dari tempat penelitian.

Dokumen diperlukan untuk mendukung kelengkapan dari data

penelitian. Adapun dokumen analisis yang digunakan penulis dalam

melakukan penelitian ini adalah RPPH (Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran harian) dan draf penilaian yang selama ini digunakan

yaitu penilaian harian, mingguan dan penilaian bulanan . Peneliti

menganalisis draf penilaian yang memfokuskan pada teknik penilaian

pada perkembangan bahasa, peneliti menganalisis penilaian yang

berkaitan dengan perkembangan bahasa anak sesuai dengan peraturan

menteri no 137 dan yang ada di sekolah tersebut.

E. Instrumen Penelitian

Pada penelitian ini peneliti sebagai instrumen penelitian, penelitian

adalah “key instrumen” atau alat sebagai penelitian umum. Penelitian itu

sendiri yang mengumpulkan data, peneliti menggunakan panduan observasi,

panduan wawancara. Panduan abservasi dikembangkan untuk mengetahui

perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian mengembangkan kemampuan

kognitif yang dilakukan oleh pendidik. Sedangkan pedoman wawancara

merupakan pedoman yang digunakan selama proses wawancara yang berupa


54

garis besar pertanyaan yang akan diajukan kepada subjek penelitian yang

bertujuan menggali informasi sebanyak-banyaknya.

F. Teknik Analisis Data

Setelah semua data terkumpul maka dilakukan analisis dengan

menggunakan analisis data menurut :

Miles dan Hubermen, yang mana analisis ini dilakukan secara


interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Aktivitas
dalam analisis data ini yaitu dengan merangkum, memilih hal-hal pokok,
memfokuskan pada hal-hal yang penting untuk dicari tema dan polanya (data
reduction), kemudian data disajikan dalam sebuah pola yang sesuai dengan
kajian (data display), dan setelah itu ditarik sebuah kesimpulan yang
menghasilkan sebuah hipotesis dan deskripsi atau gambaran suatu objek yang
sebelumnya masih remang-remang atau gelap menjadi jelas (conclusion
drawing) atau (verification).14

Menurut pupuh dalam Pelaksanaan analisis pada penelitian kualitatif

dapat dilakukan pada saatmasih di lapangan atau setelah data terkumpul.

Adapun analisis setelah dataterkumpul dilakukan dalam upaya menyusun

temuan penelitian secara umum.

Analisis data menempuh 3 (tiga) langkah, yaitu:

a. Reduksi data adalah proses memilih, menyederhanakan, memfokuskan,

mengabstraksi dan mengubah data kasar

b. Sajian data merupakan suatu cara merangkai data dalam suatu organisasi

yang memudahkan untuk pembutan kesimpulan dan/atau tindakan yang

diusulkan

14
Miles, Matthew B.; Huberman, A. Michael. Qualitative Data Analysis: An
Expanded Sourcebook. Sage, 1994. h.9
55

c. Verifikasi data adalah penjelasan tentang makna data dalam suatu

konfigurasi yang secara jelas menunjukkan alur kausalnya, sehingga

dapat diajukan proposisi-proposisi yang terkait dengannya.15

Untuk dapat memberikan gambaran data hasil penelitian maka dapat di

lakukan prosedur sebagai berikut :

a) Reduksi Data

Menurut Miles dan Huberman reduksi data adalah proses memilih

fokus, menyederhankan, dan mentrasformsikan data yang muncul dalam

tulisan catatan lapangan atau transkripsi. Reduksi data terjadi terus

menerus sepanjang penelitian.16

Sebagai hasil pengumpulan data. Reduksi data terjadi (menulis,

ringkasan, koding, membuat clustrer, membuat partisi, menulis memo).

Pengurangn data/proses yang tidak terpakai berlanjut selama dilapangan

sampai akhir selesai. Reduksi data bukanlah sesuatu yang terpisah dari

analisis. Tetapi tahap ini adalah bagian dari analisis. Reduksi data

15
Pupuh Fathurahman, Metode Penelitian Pendidikan. (Bandung: Pustaka Setia, 2011). h.151
16
Ibid., Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Sage h. 10
56

merupakan bentuk analisis yang mempertajam, memfokus, membuang,

dan mengatur data sedemikian rupa sehingga akhir kesimpulan yang di

tarik dan diverifikasi. Dalam tahap ini, kualitatif dpat dikurangi dan diubah

dalam berbagai cara : melalui seleksi, melalui ringkasan atau prafarsa,

melalui yang dimasukkan dalam pola yang lebih besar dan sebagainya.

b) Display Data

Menurut Miles Huberman display data adalah praktikan

pengorganisasian atau kompresi informasi yang memungkingkan

penarikan kesimpulan dan tindakan. Data yang telah diperoleh dianalisis

dan disajikan dalam bentuk CW (catatan wawancara), CL (catatan

lapangan), dan CD (catatan dokumentasi).

c) Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah

temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada atau berupa gambaran

suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga

setelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan ini masih sebagai hipotesis, dan

dapat menjadi teori jika didukung oleh data-data yang lain. Analisis data

yang terakhir ialah penarikan kesimpulan dari hasil penelitian. Pada

prosedur ini peneliti menarik kesimpulan berdasarkan data yang telah

dikumpulkan. Kesimpulan adalah jawaban dari rumusan masalah dan

pertanyaan yang telah diungkapkan peneliti sejak awal.

Dalam penelitian ini, berarti kesimpulan yang didapatkan

merupakan temuan mengenai teknik dan instrument penilaian


57

perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK hang tuah kotabumi yang

telah diperoleh dari data penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

G. Uji Keabsahan Data

Agar hasil penelitian mempertanggung jawabkan makan

dikembangkan tatacara untuk mempertanggung jawabkan keabsahan hasil

penelitian, karena tidak mungkin melakukan pengecekan terrhadap

instrument penelitian yang diperankan oleh peneliti itu sendiri, maka yang

diperiksa adalah keabsahan datanya.

Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan uji

kreabilitas, uji kreabilitas data atau kepercayaan terhadap hasil penelitian

dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi. Pemeriksaan

keabsahan data diterapkan dalam membuktikan hasil penelitian dengan

kenyataan yang ada dalam lapangan. Teknik keabsahan data dalam

penelitian ini adalah trianggulasi. Tri anggulasi adalah teknik pemeriksaan

keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk

keperluan pengecekkan atau teknik pemeriksaan data ini memanfaatkan

sesuatu yang lain untuk keperluan pengecekan atau membandingkan

trianggulasi dengan sumber data.17 Dalam penelitian ini, digunakan teknik

trianggulasi sumber yang dicapai dengan jalan membandingkan data hasil

pengamatan dengan data hasil wawancara.

17
Meloeng , Lexy Metodelogi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Rosdakarya,
2008), h. 330-331
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada bab ini peneliti membahas tentang pengolahan dan analisis data

yang diperoleh melalui penelitian yang dilakukan, yakni dengan

menggunakan metode dan instrument yang peneliti tentukan pada bab

sebelumnya. Adapun data-data tersebut peneliti dapatkan melalui observasi

dan wawancara sebagai metode pokok dalam pengumpulan data.

Peneliti menggunakan dokumentasi sebagai metode yang mendukung

untuk melengkapi data yang tidak peneliti dapatkan melalui observasi dan

wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang di

hasilkan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi yang telah peneliti

lakukan,yaitu penulis ingin melihat proses guru di TK Hang Tuah dalam

melakukan teknik dan instrrumen penilaian perkembangan bahasa anak usia

4-5 tahun yaitu dari hasi dokumen analisis, wawancara, dan observasi yang

telah peneliti lakukan.

Adapaun hasil dokumen analisis,wawancara dan observasi yang

dilakukan oleh peneliti dalam teknik dan instrument penilaian perkembangan

bahasa. Peneliti tunjukan dalam bentuk diagram venn.


59

OB
MS,MPH,BIP,TPB,MAT,IPB
,SPB,
BPB,MDDP,KSP,RPPH

MS,BIP,TPB,MAT,IPB, RPPH,
SPB,BPB,MDDP,KSP, TPB,IPB,
BPB,KSP
DO
WA
SP,MS,BIP,TPB,MAT,I TPB,IBP, RPPH,,TPB,IPB,
PB,SPB, BPB, KSPBPB,MDP,BRMP,KSP
BPB,MDDP,KSP,
BRMP

BRMP,TPB,IPB,BPB,MDDP,KSP
Keterangan
MPH : Merumuskan Penilaian Sesuai Dengan Rpph
BIP : Bentuk Instrument Penilaian Perkembangan Bahasa
MS : Menganalisis Silabus
TPB : Teknik Penilaian Perkembangan Bahasa
MAT : Menyiapakan Alat Penilaian Setiap Harinya
SPB : Skala Penilaian Perkembangan Bahasa
SP : Standar Penilaian
BPB : Batasan Penilaian Perkembangan Bahasa
MDPP : Melakuakan Dokumentasi Pada Setiap Penilaian
BRMP : Bentuk Rekapan Mingguan Penilaian
KSP : Menarik Kesimpulan Penilaian Perkembangan Bahasa
RPPH : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian
IPB : Instrumen Penilaian Bahasa
:Hubungan Wawancara – Observasi

: hubungan obsevasri – dokumen analisis

: hubungan wawancara – dokumen analis

: keseimpulan dari wawancara, observasi, dokumen analisis.


60

Dari tiga cara mengumpulkan data, hasil kajian menunjukkan

bahwa terdapat empat temuan yang digunakan dalam teknik dan

instrument perkembangan bahasa yaitu (i) instrument perkembangan

bahasa, (ii) teknik yang digunakan dalam penilaian perkembangan bahasa,

dan (iii) batasan penilaian perkembangan bahasa, (iv) menarik kesimpulan

penilaian perkembangan bahasa. Hasil penelian menunjukan bahwa teknik

dan instrument penilaiaan perkembangan bahasa anak usia dini.

1. Intrumen Perkembangan Bahasa

Instrument perkembangan bahasa yang dilakuakan oleh guru di

TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara adalah instrument yang

sesuai dengan silabus dan kurikulum 2013, yang berisikan benrtuk

perencanaan program semester, perencanaan mingguan, perencanaan

harian yang berisikan jaringan tema dan indikator perkembangan.1

Indikator perkembangan bahasa yang tercantum dalam program

semester antara lain:

a. Memahami bahasa

b. Mengungkapkan bahasa

c. Keaksaraan

Berdasarkan indikator diatas selanjutnya guru merumuskan

rencana pelaksanaa pembelajaran harian (RPPH) yang sesuai dengan

perkembangan bahasa, selanjutnya guru merumuskan penilaian yang

sesuai dengan perkembangan bahasa, setelah merumuskan guru

1
Hasil observasi, guru dikelompok A TK Hang Tuah Kotabumi lampung utara
61

membuat instrument perkembangan yang sesuai dengan perkembangan

bahasa anak yaitu: instrument observasi, instrument percakapan,

instrument ujuk kerja anak. dalam pemilihan instrument ini bertujuan

agar lebih terfokus pada perkembangan yang ingin dikembangan oleh

guru yaitu perkembangan bahasa , sehingga guru tidak memerlukan

waktu lama dalam menentukan mana penilaian perkembangan bahasa

pada anak. karena instrument ini telah mengambarkan penilaian

perkembangan bahasa anak yang dipilih oleh guru seseuai dengan

indikator atau batasan penilaian perkembangan bahasa.

Senada dengan hasil observasi di TK Hang Tuah Kotabumi

Lampung Utara dalam tahap pertama guru terlebih dahulu mengalisis

sialbus menyesuaikan indikator perkembangan bahasa anak. setah itu

guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH)

dengan indikator perkembangan bahasa yang telah dikembangkan oleh

guru, selanjutnya guru metapkan instrument penilaian perkembangan

bahasa anak.2 untuk memahami bahasa guru menggunakan instrument

penilaian obeservasi, mengungkapkan bahasa mengunakan instrument

percakapan dan keasaraan mengunakan instrument unjuk kerja.

Senada dengan hasil wawancara peneliti terhadap salah satu guru di

TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara, dapat diketahui guru telah

merumuskan penilaian perkembangan sesuai dengan perkembangan

bahasa anak. selanjutnya guru menentukan instrument yang akan

2
Hasil observasi, guru dikelompok A TK Hang Tuah Kotabumi lampung utara
62

digunakan dalam mengembangakan kemampuan bahasa agar penilaian

perkembangan bahasa dapat dilakukan secara optimal.3 Dapat

disimpulkan dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh

peneliti, Dalam menilaian perkembangan bahasa terdapat tiga

instrument yaitu obsrvasi, percakapan, ujuk kerja.

2. Teknik penilaian perkembangan bahasa anak usia dini

Peneliti mengamati dalam menentukan teknik yang tepat untuk

perkembangan bahasa anak guru memerlukan indikator dan isntrumen

yang akan digunakan dalam menilai perkembangan bahasa anak usia

dini di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara. Senada dengan

observasi yang dilakukan di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung utara.

Dapat diketahui guru mengembangan indikator yang akan dinilai

kemudian guru metapakan instrument yang sesuai dengan

perekambangan bahasa, lalu guru menetukan teknik yang sesuai dengan

perkembangan bahasa yaitu istrumen observasi dengan teknik ceklis

dalam mengambil penilaian, kemudian instrument percakapan dengan

teknik tanya jawab yang terpimpin oleh guru, dan instrument unjuk

kerja dengan teknik penilaian pelaksaan tugas yang diberikan oleh

guru.4

Sejalan dengan hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru di

TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara, dapat diketahui bahwa guru

3
Nurul, wawancara dengan guru di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara
4
Hasil observasi, guru dikelompok A TK Hang Tuah Kotabumi lampung utara
63

telah menetapkan teknik penilaian yang sesuai dengan indikator yang

telah ditetapkan oleh guru untuk mengembangkan kemampuan bahasa.5

Dari hasil observasi dan wawancara penulis dengan guru di TK

Hang Tuah kotabumi lampung utara dapat penulis simpulkan bahwa

guru telah menetapkan teknik penilaian yang akan digunakan dalam

menilai perkembangan bahasa anak sesuai dengan istrumen yang telah

ditetapkan guru sebelumnya yaitu istrumen observasi dengan teknik

ceklis dalam mengambil penilaian, kemudia instrument percakapan

dengan teknik tanya jawab yang terpimpin oleh guru, dan instrument

unjuk kerja dengan teknik penilaian pelaksaan tugas yang diberikan

oleh guru. Untuk teknik penilaian protofolio guru jarang mengunakan

penilaian tersebut hal ini dikarenakan guru masih terdapat kesalah

paham tentang tteknik penilaian protofolio

3. Batasan penilaian perkembangan bahasa

Batasan penilaian perkembangan bahasa yang digunakan oleh

guru di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara adalah skala BB

(belum berkembang), MB (masih berkembang), BSH (berkembang

sesuai harapan). dan BSB (berkembang sangat baik).6

5
Nurul, wawancara dengan guru di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara
6
O Hasil observasi, guru dikelompok A TK Hang Tuah Kotabumi lampung utara
64

Kisi kisi observasi perkembangan bhasan anak usia dini 4-5 tahun di TK Hang
Tuah Kotabumi Lampung Utara
Variable Indikator Sub Indikator Item
Anak dapat
Menyimak menyebutkan bunyi
perkataan orang huruf vocal
lain (bahasa Anak dapat
ibun atau bahasa meyebutkan bunyi
Memahami lainnya) huruf konsonan
Bahasa Mengerti dua
printah yang Anak dapat
berkaitan mengucapkan dua kata
bersamaan. dari kata yang telah
didengar
Perkembangan Anak dapat merapihkan
Bahasa kembali mainanya dan
meletakan sesuai
dengan tempatya
Mengungkapkan Menulang Anak dapat
Bahasa kalimat menceritakan kembali
sederhana cerita yang telah
Bertanya dengan didengar
kalimat yang Anak dapat
benar. memberikan
pertanyaandengan
kalimat”Apa”,”dimana”
Keaksaraan Mengungkapkan Anak dapat
perasaan dengan memberikan informasi
kata sifat (baik, tentang suatu hal
senang, nakal,
pelit, baik hati,
berani, baik,
jelek, dsb).
Mengutarakan Anak dapat menjelas
pendapat kepada kan tentang dirinya
oran lain. secara lengkap

Anak dapat
memberiakan informasi
waktu
65

4. Menarik kesimpulan penilaian perkembangan bahasa

guru menarik kesimpulan penilaian perkembangan bahasa.

senada dengan hasil observasi peneliti dalam menarik kesimpulan

perekembangan bahasa guru melihat bagaimana teknik dan instrument

yang digukan dalam perkembangan bahasa kemudian guru melihat

indikator perkembangan bahasa yang telah dikembangkan oleh guru

dari silabus pembelajaran.

Hal tersebut dilakuakan agar diketahui hasil dari pembelajaran

perkembangan bahasa yang dinilai sesuai dengan instrument teknik

dan indikator yang telah ditetapkan sebelumnya pada rpph. Setelah

itu baru lah guru menetapkan atau menarik kesimpulan dengan

memberikan penilaian.

Hal tersebut didukung dengan hasil wawancara dengan salah

satu guru yang mengatakan bahwa dalam pelaksanaan meraik

kesimpulan dalam melakukan penilaian perkembangan bahasa anak

menetukan batasan atau indikator yang sesuia dengan perkembangan

bahasa anak, yang menyesuaikan dengan teknik yang digunakan

adalah penilaian juga menyesuaikan dengan instrument yang telah

ditetapkan terlebih dahulu.7 Seperti yang dikatakan oleh leni dalam

melakukan proses penilaian dibutuhkan langkah langah perencanaan,

7
Nurul, wawancara dengan guru di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara
66

penyusunan alat penilaian dan pengumpulan informasi guna

menunjukkan bukti hasil pencapaian perkembangan anak8.

B. PEMBAHASAN

Berdasarkan analisis data yang bersifat deskriftif maka bagian ini

akan peneliti uraikan hasil observasi dan wawancara dalam upaya guru

dalam melakukan penilaian perkembangan bahasa pada anak kelompok A

di TK Hang tuah kotabumi lampung utara bahwa., (i) guru menyesuaikan

instrument penilaian perkembangangan bahasa observasi dengan teknik

ceklis, percakapan dengan teknik tanya jawab, anekdot dengan teknik

profofolio(pencatatan peristiwa selama pembelajaran) pengambil data: (ii)

guru membuat bentuk teknik dan instrument penilaian perkembangan

bahasa (iii) menyiapkan alat penilaian (vi) batasan penilaian

perkembangan bahasa (v) guru merarik kesimpulan peilaian perkembagan

bahasa setiap penilaian.

Menyesuaikan instrument penilaian perkembangan bahasa dalam

meneyesuikan instrument yang sesuai dengan perkembangan bahasa anak

perpedoman pada kurikulum yang telah ditetapkan dan diturunkan dalam

perbagai satuan tema dan indikador yang sesuai pada perkembangan anak

khususnya dalam perkembangan bahasa anak yang tertuang dalam rpph

dalam pelaksanaan kegiatan pada setiap harinya.

8
Leni Natalia zulita, sisitem keputusan mengunakan metode SAW untuk penilaian dosen
berprestasi( studi kasus di universitas dehasen Bengkulu) e jurnal media infotama, vol.9, no.2,
universitas dehasen Bengkulu.
67

Membuat teknik dan isntrumen penilaian perkembangan bahasa

teknik penilaian sangat perlu diperhatikan agar nilai atau hasil yang

diperoleh benar-benar memenuhi kriteria penilaian. Hal ini dikarenakan

nilai atau hasil yang diberikan menggambarkan bagaimana ketercapaian

pertumbuhan dan perkembangan anak, teknik penilaian yang dapat

digunkan adalah observasi, unjuk kerja, percakapan dan anekdot dalam

penilaian perkembangan bahasa anak.

Menyiapakan alat penilaian sangat diperlukan karena dalam

menilai perkembangan anak dilakukan selama pembelajaran berlangsung,

hal ini dikarena penilaian pada anak usia dini bersifat pengamatan

langsung yang dilakukan oleh guru akan tetapi tahap ini sering terlupakan

oleh guru dalam menilai guru hanya melakuakn penilai dalam ingatan

mereka saja, tanpa adanya alat penilaian yang disiakapn oleh mereka.

Batasan penilaian perkembangan bahasa, batasan capaian

perkembangan harian merupakan penilaian yang harus dimiliki guru di

PAUD dan digunakan sebagai instrumen penilaian harian dalam menilai

perkembangan anak berdasarkan kelompok. Skala capaian tersebut diisi

dengan tanda "cheklist" berdasarkan kategori capaian masing-masing anak

pada kelompok tertentu. Kategori capaian itu di antaranya: BB (Belum

Berkembang), MB (Masih Berkembang), BSH (Berkembang Sesuai

Harapan), dan BSB (Berkembang Sangat Baik).

Penarikan kesimpulan dalam penilaian yang dilakukan oleh guru

biasanya dengan menggabungkan penilaian harian dari teknik dan


68

instruemen yang digunakan oleh guru yang kemudian diturunkan dalam

penilaian mingguan lalu bulan dan akhirnya dalam penilaian semester

yang dilaporkan dalam bentuk raport pada wali murid dalam bentuk

deskripsi pada setiap perkembangan anak.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti

menyimpulkan bahwa dari beberapa teknik dan instrument penilaian

perkembangan bahasa yang dikaji berdasarkan gabungan dari beberapa

teori, Permendikbud No. 137 Tahun 2014, dalam melakukan teknik dan

instrument penilaian perkembangan bahasa anak, dengan tahap tahap yang

peneliti jadikan sebagai pedoman, yaitu adanya kesenjagan antara tahap

tahap dalam melakukan teknik dan instrument penilaian dengan praktik

yang dilakukan oleh guru disekolah pada setiap harinya.

Berdasarkan observasi terdapat satu point yang belum dilakukan

oleh guru dalam melakukan teknik dan instrument penilaian. yaitu guru

tidak menyiapkan alat penilaian pada setiap harinya. Sejalan dengan

permendibud no 146 tahun 2014 tentang mekanisme penilaian dilakukan

mulai dari anak datang di satuan PAUD, selama proses pembelajaran, saat

istirahat, sampai anak pulang9. Dalam pengumpulan data instrument

perkembangan anak khususnya bahasa mengunakan teknik observasi,

karena anak berkembang sangat pesat sehingga lebih menekankan pada

proses yang bersifat indiviual10.

9
Permendikbud no 146 tahun 2014 pedoman penilaian, h.4
10
Nurbiana Dhieni,..Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka. 2018
69

Berdasarkan hasil observasi wawancara dan dokumen analisis yang

jika dikonklusikan guru melakukan 4 tahapan dalam melakukan teknik dan

instrument penilaian perkembangan bahasa, seperti yang sudah dijelaskan

diatas. Sedangkan teknik dan instrument penilaian yang tertuang dalam

Standar Nasional PAUD dan Kurikulum merupakan acuan dasar atau

kriteria minimal menyiapakan alat penilaian yang baik dan bermutu.


70

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan

bahwa teknik dan instrument penilaian perkembangan bahasa anak kelompok

A di TK Hang Tuah kotabumi lampung utara, dalam melaksanakan teknik

dan instrument perkembangan bahasa anak guru melakakan tahapan:

1. guru menetukan bentuk intrumen perkembangan bahasa,

2. guru menetukan teknik penilaian perkembangan bahasa,

3. batasan penilaian perkembangan bahasa dan guru menarik

4. kesimpulan peniilaian perkembangan bahasa.

Teknik penilaian yang digunakan oleh guru dalam menilai

perkembangan bahasa adalah observasi, percakapan, unuk kerja, dan hasil

karya. Dilihat dari empat tahapan guru dalam melakukan teknik dan

instrument perkembangan bahasa di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara

telah terencana dengan baik namun masih ada tahapan yang belum dilakukan

oleh guru. Keempat tahapan yang peneliti dapatkan merupakan hasil

peneliatan penulis terhadap guru di TK Hang Tuah Kotabumi Lampung Utara

dan tahapan tersebut digubakan guru dengan baik.


71

B. Saran

1. Bagi Guru

Sebaiknya guru menyiapakan alat penilaian dan melakukan

penilaian pada setiap hari agar mereka dapat dengan mudah mengetahui

perkembangan bahasa anak, sehingga guru dapat mengetahui pembelajaran

selanjutnya agar lebih meningkatkan perkembanagn bahasa.

2. Bagi sekolah

Sekolah diharapkan dapat menyediakan berbagai sarana prasarana

dalam pembelajaran atau pun media untuk proses penilaian pada anak

sehingga dapat tercapai dengan maksimal.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Susanto, 2017Pendidikan Anak Usia Dini Jakarta: PT Bumi Aksara,

Al- Tabani, Trianto. 2011 Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik. Prenada


Group. Jakarta

Alamsyah, Teuku, 2016et al. "Pemilihan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa


Pertama Anak dalamKeluarga Masyarakat Aceh Penutur Bahasa Aceh di
Nanggroe Aceh Darussalam." Jurnal PendidikanBahasa Melayu 1.2

Anita Yus 2011 Penilai Perkembangan Belajara Anak Taman Kanak Kanak
Kencan Jakarta Tahun

Anita, 2015 ‘Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini’, Jurnal Al-Shifa, 6.2

Annisa Eka Fitri Perencanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Anak


Usia Dini (Penelitian Deskriptif Kuantitatif Di Paud It Auladuna Kota
Bengkulu) Universitas Bengkulu jurnalpotensia,pg-
paudfkipunib,[Link].1.2017

Ardhani Dwi Kinasih Pengembangan Sistem Evaluasi Pembelajaran PAUD (Studi


Kasus Di PAUD Seruni 05 Kota Malang)E- Jurnal Pengembangan
Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer E-ISSN: 2548-964x Vol. 2, No. 3,
Maret 2018

Beverly Eisele, Managing The Whole Language Classroom (CA: Creative


Teaching Press,

Burhan, Bungin, 2011 Penelitian Kualitatif. Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan


Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. (Jakarta: Kencana,)

Choirun Nisak Aulina Pengaruh Permainan Dan Penguasaan Kosakata Terhadap


Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun E-Jurnal Dosen
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah
Sidoarjo PEDAGOGIA Volume. 1, No. 2 tahun 2012

Cresweel, John W. 2013 Penelitian Kualitatif dan Desain Riset, Yogyakarta:


Pustaka Pelajar,

Denzia & Lincoln, 2011 Hand Book Of Qualitative Research,Sage Publication,


Thousan Oaks ,London,
Departemen Agama RI2009, Al-Qur’an dan Terjemah, Jakarta: Pustaka Al-
Hanan,
Dhieni, Nurbiana dkk. 2008. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta Universitas
Terbuka

Directorat Pendidikan Anak Usai Dini, Pedoman Penilaian Pembelajaran Anak


Usia Dini 2015

Esther Ntuli1, Evaluation of Instructional Technology: A Case Study of Early


Childhood Teacher Candidates Center for Open Access in Science ▪
[Link] Open Journal for Educational
Research,2017,1(1),[Link](Online)[Link]://[Link]/10.32591/co
[Link].0101.01001n

Farida Yusuf Tayibnafis, 2008 Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi Untuk
Pogram Pendidikan dan Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta,

[Link] 2008 ,Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung:


Angkasa,

Hari Setiadi Pelaksanaan Penilaian Pada Kurikulum 2013 Jurnal Penelitian Dan
Evaluasi Pendidikan Uhamka Jakarta Volume 20, No 2, Tahun 2016

Herman Ari Martono Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar Fisika


Kelas X Pada Materi Hukum Newton Dan Penerapannya Berdasarkan
Kurikulum 2013 Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Sebelas Maret Jurnal Inkuiri Issn: 2252-7893, Vol 5, No. 3, 2016 (Hal 155-
159) Http://[Link]/[Link]/Sains

Ifat Fatimah Zahro Jurnal Pgpaud Stkip Siliwangi Vol 1 No 1penilaian Dalam
Pembelajaran Anak Usia Dini

Ikhsan Waseso evaluasi pembelajaran tk universitas terbuka tahun 2014.

Irfan Tosuncuoglu, Importance of Assessment in ELT, Journal of Education and


Training Studies, Vol. 6, No. 9; September 2018,

Irma Febriana Universitas Negeri Lampung Kemampuan Guru Taman Kanak-


Kanak Dalam Menyusun Instrumen Penilaian Hasil Belajar Di Kecamatan
Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur

J.W. Creswell, 2007 Qualitative Inquiry And Research Design: Choosing Among
Five Approaches, 3rd Ed, CA:Sage,
Jo Ann Brewer, Introduction to Early Childhood Education: preschool through
primary grades (USA: Pearson Education, Inc., 2007), h. 202.

Kathy T State 2017 Early Childhood Inclusion Self-Assessment May 17,


Kementerian pendidikan dan kebudayaan, peraturan menteri pendidikan dan
kebudayaan no. 137 tahun 2014

Kementerian pendidikan dan kebudayaan, peraturan menteri pendidikan dan


kebudayaan no. 146 tahun 2014

Kristen E. Darling-Churchill 2016 Early Childhood Social And Emotional


Development: Advancing The Field Of Measurement Sciencedirec

La Ode Anhusadar Jurnal Al-Ta’dib Vol. 6 No. 1 Assessment Dalam Pendidikan


Anak Usia Dini

Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3489 tahun 2016
tentang Kurikulum Raudhatul Athfal,

Leni Natalia Zulita Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode Saw


Untuk Penilaian Dosen Berprestasi (Studi Kasus Di Universitas Dehasen
Bengkulu) E Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.2, Universitas Dehasen
Bengkulu

Mehdi Dastpak, et al. “A Comparative Study of Vygotsky Perspectives on Child


LanguageDevelopment with Nativism and Behaviorism”.
International Journal of Languages’ Education andTeaching 5,2
(2017).

Miles, Matthew B.; Huberman, A. Michael. Qualitative Data Analysis: An


Expanded Sourcebook. Sage,

Mulyasa. E. Prof. 2012,. Manajemen PAUD. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung

Nanik Setiyani, Skripsi analisis pelaksanaan penilaian portofolio motorik halus


anak usia 4-6 tahun oleh guru TK se-Kecamatan Kretek, Bantul,
Yogyakarta

Ni Komang Utariani, I Komang Sudarma, Mutiara Magta, “Penerapan Metode


Bercerita Berbantuan Media Boneka Jari untuk Meningkatkan
Kemampuan Berbahasa Anak TK Kelompok A”, e-Journal PG PAUD
Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 2 No. 1 Tahun 2014
Nurbiana Dhieni, 2006 Metode Pengembangan Bahasa, Jakarta: Universitas
Terbuka,

Nurmiati, ‘Meningkaatkan Kemampuan Berbahasa Melalui Metode Bercerita


Pada Anak

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23


Tahun 2016, Tentang Standar Penilaian Pendidikan,
Peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No 137
Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini

Permendikbud 2014 Pedoman Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada


Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah No 146

Pupuh Fathurahman, 2011 Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka


Setia,

Randima Rajapaksha. 2016 “Promoting Oral Language Skills in


Preschool Children ThroughSociodramatic Play in the Classroom.
International Journal of Education 4,1

Rini Agustiningsih Universitas Negeri Yogyakarta Implementasi Prinsip-Prinsip


Penilaian Dalam Evaluasi Pembelajaran Di Tk Negeri 2 Yogyakarta

Robert K. Yin, 2011 Applications Of Case Study Research. Sage,

Rohmani Nur Indah Proses Pemerolehan Bahasa: Dari Kemampuan Hingga


Kekurangmampuan Berbahasa e- jurnal Universitas Islam Negeri (UIN)
Malang,Fakultas Humaniora dan Budaya volume 3 no.1 tahun 2014

Romlah Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Kegiatan Bercerita


Pada Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al Kahfi Tanah Tinggi Tangerang
Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini ISSN 2301-9905
Volume 5

Soenjono Dardjowidjojo, 2010 Psikolinguistick Jakarta,

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan


R&D, (Bandung:Alfabeta, 2012)

Suharsimi Arikunto, Instrumen Penelitian 2002, Jakarta : Rhineka Cipta,

Suhartono, 2005 Pengembangan Keterampilan Bicara Anak usia Dini, (Jakarta:


Depdiknas,

Suyadi Perencanaan dan Asesmen Perkembangan Pada Anak Usia Dini


Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga e-ISSN: 2502-3519
Suyadi, 2010 Psikologi Dasar PAUD, Yogyakarta: Pedagogia,
Syafril, Syafrimen, Noriah M Ishak, Nova Erlina, and Titik Rahayu 2017.
“Delapan Cara Pembinaan Motivasi Di Kalangan Pendidik.” Open
Science Framework,
Taylor, Steven J Bogdan, Robet;Devault, Marjorie, 2015 Introduction To
Qualitative Research Methods: A Guidedbook And Resource, Jhon Wiley
& Sons,

Ustman 2013 Pengembangan Instrument Pencapian Perkembangan Pada Anak


Usia Dini Di Tamana Kanak Kanak Disertasi Universitas Negeri
Yogyakarta Tahun

Uyu Wahyudin & Mubiar Agustin, Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini,

Waseso, Iksan. 2012. Evaluasi Pembelajaran TK. Universitas Terbuka. Jakarta

Widjono, 2012 Bahasa Indonesia. Jakarta: Grasindo,

Wildan Sholihah Universitas Negeri Lampung Deskripsi Pengetahuan Guru Paud


Tentang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Perkembangan Anak Usia
Dini Di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran
2015/2016
Yudrik jahja, 2013 Psikologi Perkembangan, Jakarta:kencana

Anda mungkin juga menyukai