UJIAN TENGAH SEMESTER
Mata Kuliah Manajemen Operasi
Dr. [Link] Wibowo,[Link]
Disusun Oleh :
SARA RASTINA TARIGAN
NIM : 22011048
No Absen : 25
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA
Sekertariat:Kampus Universitas Krisnadwipayana Jatiwaringin-Jakarta Timur
[Link] contoh dan jelaskan implementasi dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian
merubah input menjadi output dari aktivitas operasi perusahaan untuk menghasilkan produk !
Contoh operasional perusahaan penghasil barang, antara lain pertanian, manufaktur, perkebunan,
perikanan, pertambangan, konstruksi, otomotif, perumahan, pabrik pembuatan produk barang,
serta industri berat atau ringan.
Perencanaan produksi
perencanaan produksi dimulai dari proses perencanaan produksi yang bertujuan untuk
menghasilkan barang Barang yang diproduksi pasti berdasarkan permintaan atau kebutuhan para
konsumen. Umumnya, sistem ini mencakup kuantitas, harga, kualitas dan waktu.
Ruang lingkup manajemen Operasi
Sebelum proses operasi pada saat/setelah proses operasi
perencanaan "produk" (ide) perencanaan produk dan produksi
perencanaan kapasitas perencanaan/pengendalian material
perencanaan lokasi perencanaan/pengendalian T. kerja
Perencanaan Layout perencanaan/Pengendalian mesin
Perencanaan bentuk bangunan perencanaan/pengendalian biaya
Perencanaan Lingkungan Kerja perencanaan/pengendalian mutu.
Pelaksanaan produksi
Memiliki kegiatan proses [Link] pengubahan atau transformasi merupakan seluruh
kegiatan atau sebagian kegiatan yang mengambil satu atau beberapa input, mengubahnya, lalu
memberikan nilai guna, hingga pada akhirnya menjadi output untuk konsumen.
Contoh transformasi untuk input akan lebih mudah diidentifikasi apabila jelas wujudnya. Seperti
misalnya input benang yang diubah menjadi kain, atau tepung yang diubah menjadi kue kering dan
cake. Namun identifikasi akan sulit apabila yang diubah adalah input orang atau informasi. Misalnya
klinik yang mengubah input orang sakit menjadi sehat. Kemudian stasiun televisi yang mengubah
hasil wawancara menjadi berita.
Pengendalian Produksi
Mekanisme ini harus diterapkan pada semua departemen bisnis, seperti untuk peningkatan kualitas
produk, cara mengurangi limbah, juga peningkatan penjualan.
Pengendalian produksi dilakukan berdasarkan perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya. Di
dalam perencanaan produksi biasanya terdapat berbagai kebijakan dan standar yang harus dipenuhi.
Perencanaan tersebut juga sering kali melibatkan prosedur pengawasan terhadap proses produksi
yang sedang berjalan. Tujuannya agar proses produksi terkendali serta sesuai perencanaan yang
telah ditentukan. Dengan adanya pengendalian produksi, potensi keuntungan suatu perusahaan
dapat dimaksimalkan. Caranya dengan meminimalisasi berbagai kesalahan yang dapat merugikan.
Umumnya, pengendalian produksi dibagi menjadi ke dalam lima bagian sebagai berikut:
[Link] bahan baku: mengatur tentang pemindahan, pengemasan, dan penyimpanan
berbagai bentuk dan jenis bahan baku.
[Link] biaya produksi: analisis biaya produksi yang digunakan untuk mendapatkan
keuntungan secara optimal. Sebagai informasi, terdapat dua jenis biaya produksi yaitu biaya variabel
dan biaya tetap. Biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku serta biaya tenaga kerja langsung.
Sementara itu, ada juga biaya overhead yang meliputi biaya variabel, biaya tetap, dan biaya semi
variabel. Jenis-jenis biaya tersebut harus diketahui dengan jelas karena mempunyai pengaruh yang
besar terhadap keuntungan atau laba perusahaan.
3. Pengendalian tenaga kerja: pengendalian yang dimaksud merujuk pada kuantitas dan kualitas
tenaga kerja sehingga proses produksi dapat berjalan optimal.
[Link] kualitas: alat bagi operation management yang digunakan untuk meningkatkan
kualitas produksi barang atau jasa, mengurangi kuantitas barang gagal diproduksi, serta memeriksa
kesesuaian proses produksi dengan standar mutu yang sudah ditetapkan. Pengawasan terhadap
kualitas juga diperlukan dalam menentukan ukuran, cara, atau persyaratan fungsional dari suatu
produk dan spesifikasinya.
[Link] alat produksi: mencegah terjadinya kerusakan produk yang atau produk yang
dihasilkan tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan akibat kerusakan pada alat produksi.
Pergantian alat produksi juga diperlukan apabila suatu produk yang dihasilkan masih ada cacat.
2. Jelaskan konsep kegiatan operasi berdasarkan konsep Weiss & Gershon dan Slack & Lewis!
Penjelasan Gambar
input dalam proses transformasi dapat di bedakan sebagai berikut:
1. bahan baku atau bagian-bagian komponen yang diolah dalam pemprosesan (manufaktur)
2. konsumen untuk pemprosesan ulang (jasa)
3. konsumen yang memiliki hubungan langsung dengan material, barang atau informasi untuk
pemrosesan ulang.
Output hasil proses transformasi dapat dikategorikan sebagai berikut:
1. barang-barang yang telah selesai diproses dan siap jual
2. konsumen/pelanggan selesai diproses
3. sesuatu yang diproses untuk Pelanggan
Supporting Facilities (Resoruces)
1. karyawan/Tenaga Kerja
2. Mesin dan peralatan Kerja
3. Energi
4. Gedung Kantor/Pabrik
5. SOP
6. Materials Handling
7. Desain Produk, modul, dll
Supporting Facilities ( Resources)
dari komponen-komponen fisilitas pendukung modal tidak dicantumkan karena modal bukan
fasilitas pendukung langsung. secara fisik modal tidak memberikan kontribusi langsung bagi porses
transformasi, walau demikian secar implisit modal berada dalam dafar tersebut.
By-Product
Hampir semua proses transformasi menghasilkan By-Product (produk sampingan). Di perusahan jasa
produk sampingan umumnya kepuasan konsumen dan beberapa limbah/polusi. sedangakan pada
perusahaan Manufaktur produk sampingan terdiri dari limbah air, polusi udara dan serpihan
material.
Penjelasan gambar
Input Usaha Manufaktur- materials
input usaha jasa- manusia
Supporting Facilities : Physical Edivence, Lay Out,SDM,SOP, Lokasi, Strategi, dll.
Proces- Porses Manufaktur/Proses Jasa
Output: Manufaktur adalah materials berubah bentuk.
Jasa adalah manusia yang telah di layani
by. Product- Limbah dan kepuasan(Khusus jasa)
Limbah (manufaktur)
3. Berikan contoh dan jelaskan implementasi konsep Weiss &Gershon untuk kegiatan Tentara
Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang bersifat manufaktur dan jasa!
input manufaktur : material
input jasa : manusia
Supporting Facilities : Physical Edivence, Lay Out,personil (staff satgas, tim Asitensi/Luh, Yonif Rk
644/WS, Orang Zeni, AL, AU, POLRI dan masyarakat),SOP, Lokasi, Strategi, PEMBDA,masyarakat
Proces- Porses Manufaktur/Proses Jasa
sosialisasi tentang wawasan kebangsaan, penyuluhan tetang kamtibmas, penyuluhan bahaya
narkoba, penyuluhan posyandu dan poswindu penyakit tidak menular, penyuluhan desa tangkal
covid dan penyuluhan werfing anggota TNI,petandaingan olahraga, kegiataan
peribadahan,pelayanan ktp,KB Gratis, pengobatan,penyuluhan pra-sejahtra,punyuluhan pertanian,
penyuluhan teknologi tepat guna, penyuluhan siskamling, penyuluhanan kerukunan hidup beragama
output manufakuktur : pembangunan dan perbaikan jalan, pembukaan badan jalan sepanjang
Jembatan dan gorong-gorong
output Jasa : masyarakt yang dilayani
4. Jelaskan mengapa menetapkan standar mutu pada usaha di bidang jasa lebih sulit dibanding
usaha di bidang manufaktur?
Industri Jasa sulit untuk di ukur karena jasa hanya dapat dirasakan saat konsumen tersebut telah
menggunakannya, artinya hanya dapat dilakukan berdasarkan pengalaman konsumen, dan masing-
masing konsumen tentu mempunyai pengalaman yang berbeda.
perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang fokus kepada pelayanan maka jasa yang diberikan
tidak terlihat dan hanya bisa dirasakan oleh konsumennya dan untuk mengukur kepuasan konsumen
hanya dengan bertanya kepada konsumen tersebut, berbeda konsumen akan berbeda pula sifatnya,
maka akan berbeda pula cara menyikapinya dan melayaninya.
kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses
serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan seseorang. kualitas dapat merupakan alat
yang ampuh dalam usaha mempertahankan bisnis perusahaan. kualitas juga berguna untuk
memenangkan persaingan dalam dunia bisnis
Karena jika di perhatikan dimensi mutu industri jasa lebih banyak dibanding industri manufaktur
dimana
Dimensi Mutu untuk industri manufaktur ( Garvin;1988)
1. Performance
2. Feature
3. Reliability
4. Conformance
5. Durability
6. Serviceability
7. Aesthetic
8. Perception
Dimensi Mutu untuk industri Jasa
1. Communication
2. Credibility
3. Knowing The Customer
4. Security
5. Tangibles
6. Realibity
7. Responsiveness
8. Computence
9. Access
10. Courtesy
Dimensi Mutu untuk Industri Jasa Parasuraman & Berry(1985)
1. Tangibles
2. Reliability
3. Responsiveness
4. Assurance
5. Empathy
5. Jelaskan dan berikan contoh pentingnya mutu bagi perusahan
MUTU mengandung arti kesesuaian dengan pemakaian ( konsumen/pembeli), konsumen membeli
bahan baku menginginkan memproses bahan baku dengan biaya rendah, atau pengecer membeli
barang jadi dengan harapan barang tersebut mudah disimpan, awet dan mudah dalam
pengangannya.
MUTU adalah fitness for use (Juran;1974) yang diartikan "kesesuain" suatu produk untuk memenuhi
kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Pada perekonomian sederhana mutu diartikan sebagai well-
being, survival dan good simple food.
MUTU adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen
2 pengertian umum untuk mutu:
• mutu adala apa yang di pikirkan , yang diinginkan dan apa yang pernah dialami seseorang
• mutu adalah suatu ukuran tinggi rendah suatu nilai utility dan usefulness
PENTINGNYA MUTU BAGI PERUSAHAAN
• Reputasi perusahaan
• Penurunan Biaya
• Pentingnya Pangsa Pasar
• Sebagai Pertanggungjawaban
• Penampilan Produk
• Memenuhi Kebutuhan dan Harapan Pelanggan
• Dampak Internasional
6. Dapatkah Perusahaan menghasilkan produk bermutu dengan harga relatif murah? jika dapat
Jelaskan dan berikan contoh!
Dapat. karena tidak semua yang bermutu harus mahal. bisa di tilik dari manfaat atau kegunaan suatu
barang/produk terhadap manfaat yang di dapatkan konsumen. Mutu adalah kesesuaian serangkaian
karakteristik produk atau jasa dengan standar yang ditetapkan perusahaan berdasarkan syarat,
kebutuhan, dan keinginan [Link] mengidentifikasi dengan tepat permintaan
konsumen (syarat, keinginan, dan kebutuhan) terhadap produk yang akan dihasilkan perusahaan.
Permintaan konsumen tersebut diterjemahkan menjadi spesifikasi (standar) produk perusahaan.
Perusahaan kemudian menghasilkan produk atau jasa yang sesuai dengan spesifikasi yang telah
ditetapkan.
Misalnya, jika sebuah perusahaan elektronik menggabungkan fungsi sebuah televisi layar datar
dengan sebuah komputer. Andaikan membeli secara terpisah, harga televisi tersebut Rp4 juta dan
harga komputer Rp5 [Link] perusahaan menetapkan harga televisi baru (yang sudah
digabung dengan komputer) sebesar Rp14 juta. Tentu saja hal ini sulit diterima oleh konsumen.
Karena biasanya konsumen sudah mempunyai taksiran harga yang layak untuk suatu produk.
[Link] (2003), hasil studinya menunjukan bahwa TQM merupakan syarat penting bagi peningkatan
kinerja operasional perusahaan, dan merupakan faktor untuk mempertahankan hidup serta
meningkatkan daya saing perusahaan. jelaskan dan berikan contoh hasil dari Hessel tersebut !
Hessel (2003) telah meneliti hubungan antara penerapan TQM dengan kinerja dan keunggulan
kompetitif beberapa perusahaan manufaktur di Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
kualitas merupakan syarat penting keberhasilan perusahaan, TQM merupakan pendekatan untuk
mempertahankan hidup serta meningkatkan daya saing perusahaan, dan penerapan TQM
memerlukan dukungan infrastruktur perusahaan.