KEPERAWATAN MATERNITAS (KB)
LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG
PONEK DI RUMAH SAKIT WIYUNG SEJAHTERA
Rody Masruchim
1120022136
PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS KEPERAWATAN
DAN KEBIDANAN UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA
SURABAYA TAHUN 2022
NO Tanggal Keterangan TTD
Mahasiswa Dosen/CI
Lembar Konsultasi
LEMBAR PENGESAHAN
Resume Asuhan Keperawatan ini dibuat dan disusun sebagai bukti bahwa
mahasiswa/i dibawah ini telah mengikuti praktik klinik asuhan keperawatan
medikal bedah.
Nama : RODY MASRUCHIM
NIM : 1120022136
Kompetensi : Keperawatan Maternitas
Ruang : Ponek RS Wiyung Sejahtera
Waktu Pelaksanaan: 05 Desember-17 desember 2022
Surabaya, 21 Desember 2022
Mahasiswa/i,
(Rody masruchim)
Mengetahui,
Kepala Ruang Pembimbing Klinik
…................................ ……..............................., S. Kep., Ns
Pembimbing Akademik,
...........................................................
A. DEFINISI
Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu untuk
mendapatkan objek-objek tertentu, menghindari kehamilan yang tidak
diinginkan, mendapatkan kehamilan yang diinginkan, mengatur interval
kehamilan, menentukan jumlah anak dalam keluarga, mengontrol saat
kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri.
Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubah
visinya dari mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera
(NKKBS) menjadi visi untuk mewujudkan “Keluarga Berkualitas Tahun
2015” dimana misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati
hak-hak reproduksi sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas
keluarga. Oleh karena itu diperlukan suatu metode kontrasepsi untuk
mengatur kelahiran anak (Saifuddin, 2010).Kontrasepsi adalah upaya untuk
mencegah terjadinya kehamilan, alat yang digunakan untuk menunda
kehamilan dan menjarangkan jarak kelahiran.
Menurut WHO (dalam Imbarwati, 2009), keluarga berencana adalah
tindakan yang membantu individu atau pasangan suami isteri untuk: a.
Mendapatkan obyektif-obyektif tertentu
b. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan
c. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan
d. Mengatur interval diantara kelahiran
e. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri
f. Menentukan jumlah anak dalam keluarga
Dalam Imbarwati (2009) juga dijelaskan bahwa kontrasepsi berasal
dari kata kontra berarti mencegah atau [Link] konsepsi adalah
pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria)
yang mengakibatkan [Link] kontrasepsi adalah
menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan sel
telur yang matang dengan sel sperma tersebut.
B. TUJUAN
Tujuan menggunakan kontrasepsi adalah untuk menjarangkan
kelahiran, mengendalikan jumlah anak, dan untuk kesehatan reproduksi
[Link] mencapai keluarga yang sejahtera.
Menurut Imbarwati (2009) kebijakan Keluarga Berencana (KB)
bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui usaha
penurunan tingkat kelahiran. Kebijakan KB ini bersama-sama dengan usaha
pembangunan yang lain selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraan
keluarga.
C. JENIS-JENIS
Menurut Kusumaningrum (2009), terdapat beberapa jenis kontrasepsi,
diantaranya: a. Alami
1. Metode Suhu Basal Tubuh
Suhu basal adalah suhu tubuh sebelum ada aktifitas apapun, biasanya diambil
pada saat bangun tidur dan belum meninggalkan tempat tidur. Suhu basal
tubuh akan meningkat setelah ovulasi. Pencatatan suhu dilakukan setiap hari
pada sebuah tabel/kertas grafik
Contoh grafiknya seperti ini :
2. Metode Lendir Serviks
Metode berdasarkan lendir serviks yang muncul dalam siklus [Link]
ini dicek di [Link] haid vagina biasanya [Link] itu muncul
lendir yang lengket ( sticky).Sesaat sebelum ovulasi, lendir berubah menjadi
basah dan licin (wet and slippery).Hari terakhir basah karena lendir ini
biasanya bersamaan dengan ovulasi.
3. Metode Sympthotermal
Metode ini menggabungkan kedua metode diatas. Selanjutnya wanita disuruh
mencari tanda tanda ovulasi lainnya yaitu: nyeri perut (cramps), spotting dan
perubahan posisi serta konsistensi serviks. Metode ini sedikit lebih unggul
karena mengkombinasi berbagai [Link] tetap juga memiliki
keterbatasan.
4. Metode Kalender
Bila haid teratur (28 hari), Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai
hari ke-1 dan masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus
[Link], bila siklus haid tidak teratur, harus dicatat siklus haid
selama 6 [Link] paling normal haid adalah 28 hari, tetapi masih
dianggap normal jika antara 21-35 [Link] subur awal didapatkan dengan
siklus terpendek dikurangi 18 dan akhir masa subur adalah siklus terpanjang
dikurangi [Link] siklus terpendek 25 hari dan terpanjang 35 hari, maka
waktu subur adalah antara hari ke 7 s/d 24.
5. Metode Amenorea Laktasi
Pada periode menyususi sering wanita menjadi tidak haid akibat hormon
[Link] disamping haid, ovulasi juga ikut [Link] methode
ini bekerja dengan baik, ibu2 harus memberikan ASI saja (eksklusif). Interval
menyusui pada malam hari tidak melebihi 6 jam dan interval siang tidak
lebih 4 jam. Semakin sering dan lama bayi menyusui maka semakin kecil
ovulasi akan timbul. Dalam 6 bulan pertama jika diterapkan dengan benar
angka kehamilannya hanya 2 %.Jika perdarahan ( haid) muncul maka
kemungkinan hamil semakin muncul.
6. Coitus Interruptus (senggama terputus)
Ejakulasi dilakukan di luar [Link] 75-80%.Faktor kegagalan
biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi,
orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar.
b. Kontrasepsi Mekanik
1. Kondom
Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita serta berfungsi
sebagai pemblokir atau barrier [Link] pada umumnya karena
kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik
penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah
di dalam vagina. o Cara Kerja
Sarung karet ini mencegah sperma bertemu
dengan ovum o Efektivitas
Dalam teori: 98%. Dalam praktek: 85%. Efektif jika digunakan
benar tiap kali [Link] efektivitasnya kurang jika
dibandingkan metode pil, AKDR, suntikan KB.
o Keuntungan
a) Dapat dipaki sendiri
b) Dapat mencegah penularan penyakit kelamin
c) Tidak mempengaruhi kegiatan menyusui
d) Dapat digunakan sebagai pendukung metode lain
e) Tidak mengganggu kesehatan
f) Tidak ada efek samping sistemik
g) Tersedia secara luas
h) Tidak perlu resep atau penilaian medis
i) Tidak mahal (jangka pendek)
o Kekurangan metode ini:
a) Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain
b) Membutuhkan waktu untuk pemasangan
c) Mengurangi sensasi seksual
o Baik untuk pasangan yang:
a) Ingin menunda kehamilan atau ingin menjarangkan anak
b) Jarang bersenggama
c) Pasangan yang takut menularkan & tertular penyakit kelamin
d) Wanita yang kemungkinan sudah hamil
o Kontraindikasi
Alergi.
2. Spermatisida
Bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan, krim
atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit
sebelum senggama. Efektivitasnya 70%. Sayangnya bisa
menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering terjadi karena waktu
larut yang belum cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu
sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu < 6 jam setelah
senggama.
3. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
AKDR atau spiral, atau Intra-Uterine Devices (IUD) adalah alat yang
dibuat dari polietilen dengan atau tanpa metal/steroid yg ditempatkan
di dalam [Link] ini dapat untuk 3-5 tahun dan dapat
dilepaskan bila berkeinginan untuk mempunyai anak.
a. Jenis
Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada
bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga [Link] kawat
tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan)
yang cukup [Link] bentuk T yang baru.
IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang
rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan
efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak
direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kerugian metode ini
adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal dan amenorhea.
Copper-7
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan
pemasangan. fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada
jenis Copper-T.
Multi Load
IUD ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri
dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel.
Lippes Loop
IUD ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau
huruf S [Link] meudahkan kontrol, dipasang benang pada
ekornya.
b. Cara Kerja
AKDR ini bekerja dengan mencegah pertemuan sperma dengan sel telur.
Imbarwati (2009), menjelaskan cara kerja IUD sebagai berikut:
a) Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi
b) Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai cavum uteri
c) Mencegah sperma dan ovum bertemu dengan membuat sperma
masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi
sperma untuk fertilisasi
d) Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus
c. Efektivitas
Sangat efektif (0,5-1 kehamilan per 100 wanita setelah pemakaian
selama 1 tahun)
d. Keuntungan
1) Tidak terganggu faktor lupa
2) Metode jangka panjang (perlindungan sampai 10 tahun dengan
menggunakan tembaga T 380 A)
3) Mengurangi kunjungan ke klinik
4) Lebih murah dari pil dalam jangka panjang
e. Baik untuk Wanita yang:
a) Menginginkan kontrasepsi dengan tingkat efektivitas yg tinggi, &
jangka panjang
b) Tidak ingin punya anak lagi atau ingin menjarangkan anak
c) Memberikan ASI
d) Berada dalam masa postpartum dan tidak memberikan ASI
e) Berada dalam masa pasca aborsi
f) Mempunyai resiko rendah terhadap PMS
g) Tidak dapat mengingat untuk minum sebutir pil setiap hari
h) Lebih menyukai untuk tidak menggunakan metode hormonal atau
yang memang tidak boleh menggunakannya
i) Yang benar-benar membutuhkan alat kontrasepsi darurat
f. Kontraindikasi
a) Hamil atau diduga hamil
b) Infeksi leher rahim atau rongga panggul, termasuk penderita penyakit
kelamin
c) Pernah menderita radang rongga panggul
d) Penderita perdarahan pervaginam yg abnormal
e) Riwayat kehamilan ektopik
f) Penderita kanker alat kelamin
g. Efek samping
a) Perdarahan dank ram selama minggu2 pertama setelah pemasangan.
Kadang2 ditemukan keputihan yg bertambah banyak. Disamping itu
pada saat berhubungan (senggama0 terjadi expulsi (IUD bergeser dari
posisi) sebagian atau seluruhnya
b) Pemasangan IUD mungkin meninmbulkan rasa tidak nyaman dan
dihubungkan dengan resiko infeksi rahim.
h. Waktu Penggunaan IUD
Dalam Imbarwati (2009) dijelaskan penggunaan IUD sebaiknya
dilakukan pada saat:
1) Setiap waktu dalam siklus haid, yang dapat dipastikan klien tidak
hamil
2) Hari pertama sampai ke-7 siklus haid
3) Segera setelah melahirkan, selama 48 jam pertama atau setelah 4
minggu pascapersalinan, setelah 6 bulan apabila menggunakan
metode amenorea laktasi (MAL)
4) Setelah terjadinya keguguran (segera atau dalam waktu 7 hari)
apabila tidak ada gejala infeksi
5) Selama 1-5 hari setelah senggama yg tidak dilindungi
i. Waktu Kontrol IUD
Menurut Imbarwati (2009), waktu kontrol IUd yang harus diperhatikan
adalah:
a) 1 bulan pasca pemasangan
b) 3 bulan kemudian
c) Setiap 6 bulan berikutnya
d) Bila terlambat haid 1 minggu
e) Perdarahan banyak atau keluhan istimewa lainnya
j. Kontrasepsi Hormonal
Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena
menghambat ovulasi), kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk
mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam
tubuh.
Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis
obat yang bersifat hormonal, yaitu:
1. Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh
diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh
darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim.
2. Kontraindikasi relatif ( boleh diberikan dengan pengawasan
intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi,
pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.
k. Kontrasepsi PIL
Tablet yang mengandung hormone estrogen dan progesterone sintetik
disebut pil kombinasi dan hanya mengandung progesterone sintetik saja
disebut Mini Pil atau Pil Progestrin.
1. Cara Kerja
a) Menekan ovulasi
b) Jika seorang wanita minum pil KB setiap hari maka tidak akan
terjadi ovulasi ( tidak ada sel telur). Tanpa ovulasi tidak akan terjadi
kehamilan.
c) Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu
d) Mengganggu pertumbuhan endometrium, sehingga menyulitkan
proses implantasi
e) Memperkental lender serviks (mencegah penetrasi sperma)
2. Efektivitas
Efektivitas teoritis untuk pil sebesar 99,7% sedangkan efektivitas
praktisnya sebesar 90-96%. Artinya pil cukup efektif jika tidak lupa
meminum pil secara teratur.
3. Keuntungan
a) Mudah penggunaannya dan mudah didapat
b) Mengurangi kehilangan darah (akibat haid) dan nyeri haid
c) Mengurangi resiko terjadinya KET (Kehamilan Ektopik Terganggu) dan
Kista Ovarium
d) Mengurangi resiko terjadinya kanker ovarium dan Rahim
e) Pemulihan kesuburan hampir 100%
4. Baik untuk wanita yang:
a) Masih ingin punya anak
b) Punya jadwal harian yang rutin o Kontraindikasi
c) Menyusui (khsusu pil kombinasi)
d) Pernah sakit jantung
e) Tumor atau keganasan
f) Kelainan jantung, varices, dan darah tinggi
g) Perdarahan pervaginam yang belum diketahui sebabnya
h) Penyakit gondok
i) Gangguan fungsi hati & ginjal
j) Diabetes, epilepsy, dan depresi mental
k) Tidak dianjurkan bagi wanita mur >40 tahun
5. Efek Samping
Penggunaan pil KB pada sebagian wanita dapat menimbulkan efek
samping, antara lain mual, berat badan bertambah, sakit kepala
(berkunangkunang) perubahan warna kulit dan efek samping ini dapat
timbul berbulanbulan.
1. KB Suntik
Kontrasepsi suntikan adalah hormone yang diberikan secara suntikan
atau injeksi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Adapun jenis suntikan
hormone ini ada yg terdiri atas 1 hormon, & ada pula yg terdiri atas dua
hormone sebagai contoh jenis suntikan yg terdiri 1 hormon adalah Depo
Provera, Depo Progestin, Depo Geston & Noristerat.
Sedangkan yg terdiri dari atas dua hormone adalah Cyclofem dan Mesygna.
KB suntik sesuai untuk wanita pada semua usia reproduksi yang
menginginkan kontrasepsi yang efektif, reversible, dan belum bersedia untuk
sterilisasi.
Cara Kerja
a) Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi
pelepasan ovum untuk terjadinya ovulasi dengan jalan menekan
pembentukan releasing faktor dari hipotalamus.
b) Mengentalkan lender serviks sehingga sulit untuk ditembus oleh
spermatozoa.
c) Merubah suasana endometrium sehingga menjadi tidak sempurna
untuk implantasi dari hasil konsepsi.
Efektivitas
Dalam teori: 99,75%. Dalam praktek: 95-97%.
Keuntungan
a) Noristerat pemberiannya sederhana diberikan 200 mg sekali setiap 8
minggu untuk 6 bulan pertama 3 x suntikan pertama kemudian
selanjutnya sekali tiap 12 minggu.
b) DMPA pemberiannya diberikan sekali dalam 12 minggu dengan
dosis 150 mg.
c) Tingkat efektifitasnya tinggi
d) Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi.
e) Suntikan tidak ada hubungannya dengan saat bersenggama.
f) Tidak perlu menyimpan atau membeli persediaan.
g) Kontrasepsi suntikan dapat dihentikan setelah 3 bulan dengan cara
tidak disuntik ulang, sedangkan IUD dan implant yang non-
bioderdable harus dikeluarkan oleh orang lain.
h) Bila perlu, wanita dapat menggunakan kontrasepsi suntikan tanpa
perlu memberitahukan kepada siapapun termasuk suami atau
keluarga lain.
i) Tidak ditemukan efek samping minor seperti pada POK yang
disebabkan estrogen, antara lain mual atau efek samping yang lebih
serius seperti timbulnya bekuan darah disamping estrogen juga dapat
menekan produksi ASI.
Kerugian
a) Perdarahan yang tidak menentu
b) terjadinya amenorhoe yang berkepanjangan
c) Berat badan yang bertambah
d) Sakit kepala
e) Kembalinya kesuburan agak terlambat beberapa bulan
f) Jika terdapat atau mengalami side efek dari suntikan tidak dapat
ditarik lagi.
g) Masih mungkin terjadi kehamilan, karena mempunyai angka
kegagalan 0.7%.
h) Pemberiannya harus dilakukan oleh orang yang profesional.
i) Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan
j) Memerlukan biaya yang cukup tinggi.
Saat Pemberian yang tepat:
a) Pasca persalinan
1. Segera diberika ketika masih di Rumah Sakit atau setelah 6
minggu post partum dan sebelum berkumpul dengan suami.
2. Tepat pada jadwal suntikan berikutnya.
b) Pasca Abortus
1. Segera setelah perawatan atau sebelum 14 hari.
2. Jadwal waktu suntikan yang diperhitungkan.
c) Interval.
1. Hari kelima menstruasi
2. Jadwal waktu suntikan diperhitungkan.
Baik untuk Wanita yang:
a) Calon akseptor yg tinggal di daerah terpencil
b) Lebih suka disuntik daripada makan pil
c) Menginginkan metode yang efektif dan bisa dikembalikan lagi
d) Mungkin tidak ingin punya anak lagi
e) Tidak khawatir kalau tidak mendapat haid
Kontraindikasi
d) Hamil atau disangka hamil
e) Perdarahan pervaginam yg tidak diketahui sebabnya
f) Tumor/keganasan
g) Penyakit jantung, hati, darah tinggi, kencing manis, penyakit paru
berat, varices
Efek Samping
1) Gangguan Haid :
a). Amenorhoe yaitu tidak datang haid setiap bulan selama
menggunakan kontrasepsi suntikan kecuali pada pemakaian
cyclofem.
b). Spoting yaitu bercak-bercak perdarahan diluar haid yang terjadi
selama menggunakan kontrasepsi suntikan.
c). metrorhagia yaitu perdarahan yang berlebihan jumlahnya
2) Keputihan
Adanya cairan putih yang berlebihan yang keluar dari jalan lahir dan
terasa mengganggu ( jarang terjadi)
3) Perubahan berat badan
Berat badan bertambah beberapa kilogram dalam beberapa bulan
setelah menggunakan kontrasepsi suntikan
4) Pusing dan sakit kepala
Rasa berputar /sakit kepala, yang dapat terjadi pada satu sisi, kedua
sisi atau keseluruhan dari bagian kepala .Ini biasanya bersifat
sementara.
5) Hematoma
Warna biru dan rasa nyeri pada daerah suntikan akibat perdarahan di
bawah kulit.
3. AKBK (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit)/ Implant
Adalah 2 kapsul kecil yang terbuat dari silicon berisi 75 gram hormone
levonorgestrel yang ditanam di bawah kulit. o Cara Kerja
AKBK atau sering disebut dengan implant secara tetap melepaskan hormone
tersebut dalam dosis kecil ke dalam darah.
Bekerja dengan cara:
a) Lendir serviks menjadi kental
b) Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi
implantasi
c) Menekan ovulasi
Efektivitas
Dalam teori: 99,7%. Dalam praktek: 97-99%
Keuntungan
a) Sekali pasang untuk 3 tahun
b) Tidak mempengaruhi produksi ASI
c) Tidak mempengaruhi tekanan darah
d) Pemeriksaan panggul tidak diperlukan sebelum pemakaian
e) Baik untuk wanita yang tidak ingin punya anak lagi tetapi belum mantap
untuk di tubektomi o Baik untuk wanita yang:
a)Ingin metode yang praktis
b)Mungkin tidak ingin punya anak lagi
c)Tinggal di daerah terpencil
d)Tak khawatir jika tak dapat haid
Kontraindikasi
a) Hamil atau disangka hamil
b) Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui sebabnya
c) Tumor/keganasan
d) Penyakit jantung, darah tinggi, kencing manis
Efek samping
Kadang2 pada saat pemasangan akan terasa nyeri. Selain itu ditemukan haid
yang tidak teratur, sakit kepala, kadang2 terjadi spotting atau anemia karena
perdarahan yg kronis.
Waktu Mulai Menggunakan Implant
a) Implant dapat dipasang selama siklus haid ke-2 sampai hari ke-7
b) Bila tidak hamil dapat dilakukan setiap saat
c) Saat menyusui 6 minggu sampai 6 bulan pasca persalinan
d) Pasca keguguran implant dapat segera diinsersikan
e) Bila setelah beberapa minggu melahirkan dan telah terjadi haid kembali,
insersi dilakukan setiap saat jangan melakukan hubungan seksual selama 7
hari
4. Koyo KB (Patch)
Ditempelkan di kulit setiap minggu, sayangnya bagi yang
berkulit sensitif sering menimbulkan reaksi alergi.
Efektivitas suatu metode kontrasepsi biasanya dinyatakan
dengan angka z (PI).Angka ini menunjukkan jumlah kehamilan yang
terjadi pada 100 wanita bila menggunakan metode kontrasepsi tersebut
selama 1 [Link] PI yang semakin kecil menandakan semakin
efektifnya metode kontrasepsi tersebut.
d. Kontrasepsi strerilisasi
Adalah pemotongan atau pegikatan kedua saluran telur wanita (tubektomi)
atau kedua saluran sperma laki-laki (vasektomi). Operasi tubektomi ada
beberapa macam cara antara lain adalah Kuldoskopik, Kolpotomi, Posterior,
Laparoskopi, dan Minilaparotomi. Cara yang sering dipakai di Indonesia
adalah Laparoskopi dan Mini laparotomi.
1. Kontap Pada Wanita ( TUBEKTOMI )
TUBEKTOMI adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur yang
menyebabkan wanita bersangkutan tidak hamil lagi. Merupakan alat
kontrasepsi paling efektif dengan angka kegagalankurang dari 1%
Keuntungan Tubektomi
a) Sangat efektif
b) Permanen
c) Tidak mempengaruhi proses menyusui
d) Tidak bergantung pada faktor senggama
e) Baik bagi klien apabila kehanilan akan menjadi resiko kesehatan
yang serius
f) Pembedahan sederhana dan dapat dilakukan dengan anastesi local
g) Tidak ada efek samping dalam jangka waktu panjang
h) Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual
i) Berkurangnya resiko kanker ovarium
Yang Dapat Menjalani Tubektomi
j) Usia > 26 tahun
k) Peritas > 2
l) Yakin telah mempunyai besar keluarga ayng sesui dngan kehendak
m) Pada kehamilannya akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius
n) Pasca persalinan
o) Pasca keguguran
p) Secara sukareka setuju dengan prosedur ini
Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi
q) Hamil
r) Perdarahan vaginal yang belum terjelasajn
s) Infeksi sistemik atau pelvic yang akut
t) Tidak boleh menjalani proses pembedahan
u) Kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas dimasa depan
v) Belum memberikan persetujuan tertulis
Kapan dilakukan
a) Setiap waktu selama siklus menstrusi apabila diyakini secara
rasional klien tsb tidak hamil
b) Hari ke 6 – 13 siklus menstruasi ( fase proliferasi )
c) Pasca persalinan
2. Kontap Pada Pria ( VASEKTOMI )
VASEKTOMI adalah prosedur klinik untuk menghenrtikan kapasitas
reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur
transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi.
Indikasi
Upaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi reproduksi
mengancam atau gangguan terhadap kesehatan pria dan pasangannya
serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga.
Kondisi Yang Memerlukan Perhatian Khusus Bagi Tindakan Vasektomi
a) Infeksi kulit pada daerah operasi
b) Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kondisi kesehatan klien
c) Hidrokel atau varikokel yang besar
d) Hernia inguinalis
e) Filariasis / elephantiasis
f) Undesensus testikularis
g) Massa intraskrotalis
h) Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang
menggunakan antikoagulansia
D. SIKLUS MENSTRUASI
a. Pengertian
Menstruasi merupakan proses pelepasan dinding rahim (endometrium)
yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan
kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang berulang setiap bulan
tersebut pada akhirnya akan membentuk siklus menstruasi. Bila siklus
haid teratur (28 hari) : Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai
hari ke-1. Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus
haid.
b. Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi :
1. FSH-RH (follicle stimulating hormone - releasing hormone) yang
dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan
FSH.
2. LH-RH (luteinizing hormone- releasing hormone) yang dikeluarkan
hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH.
3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis
untuk mengeluarkan prolaktin.
c. Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
1. Masa menstruasi
Berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput
rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon
ovarium berada dalam kadar paling rendah.
a) Masa proliferasi
1) Dimulai dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14.
2) Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana
terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk
mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin.
3) Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke- 12
sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur
(disebut ovulasi )
b) Masa sekresi.
Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya [Link]
progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan
endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk
implantasi (perlekatan janin ke rahim).
d. Mekanisme Siklus Menstruasi
1) Pada setiap siklus haid FSH dikeluarkan oleh Lobus anterior
hipofisis yang menyebabkab beberapa folikel primer berkembang
dalam ovarium.
2) Folikel primer berkembang menjadi folikel de Graaf yang membuat
esterogen,
3) Esterogen menekan FSH, sehingga lobus anterior hipofisis
mengeluarkan hormon gonadotropin yang kedua yaitu LH
(luteinizing hormone)
4) Produksi FSH dan LH dipengaruhi RH (relasing hormones) yang
disalurkan dari hipotalamus ke hipofisis
5) Dibawah pengruh RH folikel de graff semakin lama semakin matang
dan makin banyak mengeluarkan likuor folikuli yang mengandung
esterogen. Esterogen mempunyai pengaruh terhadap endometrium
menyebabkan endometrium tumbuh (menebal) yang disebut masa
proliferasi
6) Dibawah pengaruh LH folikel de graff menjadi lebih matang,
mendekati permukaan ovarium, dan kemudian terjadi ovulasi.
7) Setelah ovulasi terjadi, terbentuklah korpus rubrum(berwarna merah)
yang akan menjadi korpus luteum (berwarna kuning).
8) Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron. Hormon
progesteron mempunyai pengaruh terhadap endometrium yang telah
berproliferasi menyebabkan kelenjar-kelenjarnya berlekuk-lekuk dan
bersekresi ( masa sekresi)
9) Bila tidak ada pembuahan, korpus luteum berdegenerasi yang
menyebabkan kadar esterogen dan progesteron menurun, sehingga
terjadi degenerasi serta perdarahan dan pelepasan endometrium yang
nekrotik, yang disebut masa mestruasi.
10) Bilamana ada pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum
dipertahankan dan berkembang menjadi korpus luteum graviditatis
ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Identitas klien dan suami
b. Keluhan utama
c. Riwayat penyakit sekarang
d. Riwayat mestruasi
e. Riwayat KB
f. Riwayat psikologi
g. Pemeriksaan fisik
h. Riwayat obstetric
2. Diagnosa Keperawatan Yang Muncul
a. Kontrasepsi suntik
• Nyeri akut
• Deficit volume cairan
• Perubahan body image
• Ansietas
b. Kontrasepsi pil
• Nyeri akut
• Perubahan body image
c. Implant
• Nyeri akut
• Ansietas
• Kurang pengetahuan
d. IUD
• Nyeri akut
• Perubahan suhu tubuh
• Ansietas
• Kurang pengetahuan
3. Intervensi Keperawatan
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 2008. Buku Pedoman Fasilitas Pelayanan Keluarga Berencana.
Jakarta
Hidayati. 2009. Buku Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta:Salemba Medika
Imbarwati.2009. Beberapa Faktor yang Berkaitan dengan Penggunaan KB IUD
pada
Peserta KB non IUD di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.
([Link] (Online).(Diakses tanggal
01 Maret 2020. Pada pukul 19.00 WIB)
Kusumaningrum, Radita. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan
Jenis
Kontrasepsi yang Digunakan Pada Pasanga\Usia
Subur.
([Link] ( Diakses
tanggal 01 Maret 2020. Pada pukul 19.00 WIB).
Manuaba. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta :EGC.
PPNI. 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). Jakarta
PPNI. 2017. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Jakarta
PPNI. 2017. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Jakarta
Saifuddin, Bari, A. 2010. Buku Pedoman Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta :
Yayasan Bina Pustaka.