BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Review Hasil Penelitian Terdahulu
Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengambil referensi dari beberapa
penelitian terdahulu untuk dijadikan acuan atau gambaraan agar dapat dipelajari dan
dipahami.
Penelitian pertama dilakukan oleh Rohmah et al., (2020), yang meneliti tentang
penelitian sistem informasi akuntasi keuangan Daerah terhadap kualitas laporan
Keuangan Pemerintah Daerah Kota Malang. Penelitian ini menguji sistem informasi
akuntasi keuangan Daerah terhadap kualitas laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Kota Malang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda
dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 20 (Produk Statistik dan Solusi Layanan
versi 14). Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Bidang Akuntasi dan
Penatausahaan Aset Daerah di BPKAD Kota Malang. Data ini diambil menggunakan
teknik purposive sampling dengan menggunakan metode kuesioner. Hasil menunjukan
bahwa pemanfaatan sistem informasi akuntansi keuangan daerah secara parsial
berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintahan
Daerah Kota Malang.
Hasil dari analisis diatas masih terdapat keterbatasan yaitu penelitian hanya
berfokus pada satu instansi saja sehingga masih kurang variabel atau faktor lain yang
dapat mempengaruhi kualitas laporan keuangan seperti sumber daya manuia, peran
lembaga audit, implementasi standar akuntansi pemerintah, dan kompetensi staf
akuntansi sehingga akan diperoleh hasil penelitian yang lebih baik lagi.
7
8
Penelitian kedua dilakukan oleh Gusherinsya & Samukri (2020), yang meneliti
tentang penelitian mengetahui pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi
terhadap kualitas laporan keuangan pada PT. CSM Cargo. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi terhadap kualitas
laporan keuangan pada PT. CSM Cargo yang menggunakan pendekatan penelitian
analisis deskriptif dengan menggunakan data primer. Teknik sampling yang digunakan
non probability sampling dengan menggunakan sample jenuh. Analisis statistic yang
yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji analisis regreris linier sederhana,
pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t. Populasi dalam penelitian ini yang
diambil hanyalah bagian administrasi pada PT. CSM Cargo yang melalui hasil
pengisian kuesioner. Hasil yang dilakukan dapat diketahui bahwa penerepan sistem
informasi akuntansi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada PT. CSM
Cargo bahwa dengan diterapkannya sistem informasi akuntansi yang baik dan benar
dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan.
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah tidak adanya buku pedoman sistem
informasi akuntansi dalam penelitian ini yang bisa dijadikan acuan oleh perusahaan
baik kantor pusat maupun kantor cabang
Penelitian ketiga yang dilakukan Megasiwi & Adi (2020) tentang mengetahui
faktor yang mempengaruhi keterandalan dan ketepatwaktuan pelaporan keuangan
Pemerintahan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang
mempengaruhi keterandalan dan ketepatwaktuan pelaporan keuangan Pemerintahan
Daerah. Pengolahan data dengan menggunakan regresi linier berganda. Metode
pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan sistem pengendalian internal berpengaruh
positif baik terhadap keterandalan maupun ketepatwaktuan. Sementara itu, kualitas
SDM hanya mempunyai pengaruh positif terhadap ketepatwaktuan.
keterbatasan pada penelitian ini terletak pada peneliti hanya menggunakan
metode pembagian kuesioner dan tidak didampingi langsng oleh peneliti sehingga
mengurangi objektivitas dan menyebabkan peneliti tidak dapat menangkap secara
lebih nyata yang terdapat di lingkungan OPD.
9
Penelitian keempat yang dilakukan oleh Trisnawati & Wiratmaja (2018) yang
meneliti tentang pengaruh kualitas sumber daya manusia pada kualitas laporan
keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kualitas sumber daya manusia pada kualitas laporan keuangan Pemerintah
Daerah Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh
langsung dari responden dengan penyebaran kuesioner. Metode penentuan sampel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan non-probability dengan
menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian
ini sebanyak 33 OPD yang ada di Kabupaten Gianyar. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas SDM berpengaruh positif pada kualitas
laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Gianyar. Artinya semakin baik
kualitas SDM yang dimiliki oleh suatu OPD maka akan semakin baik pula kualitas
laporan keuangan pemerintah daerah yang dihasilkan,
Katerbatasan dalam penelitian ini adalah pemilihan variabel independen yang
hanya memiliki 2 variabel, Oleh karena itu masih banyak variabel lain yang
mempengaruhi kualitas laporan keuangan.
Penelitian kelima yang dilakukan oleh Firdaus et al., (2015) yang meneliti
tentang engaruh kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan
penerapan kebijakan akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Kota
Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini yaitu 38 SKPD di lingkungan Pemerintah
Kota Banda Aceh dan tiap SKPD diwakili oleh 2 orang responden yaitu Pejabat
Penatausahaan Keuangan (PPK) dan Pembantu PPK. Penelitian ini merupakan
penelitian survey, dan pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan
menggunakan kuesioner yang berisikan 35 pernyataan. Sedangkan alat analisis yang
digunakan adalah regresi linier berganda dengan fasilitas program SPSS versi 20. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan
teknologi informasi dan penerapan kebijakan akuntansi secara bersama-sama
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh. Hasil
penelitian secara parsial menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia memiliki
pengaruh negatif terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh,
10
sedangkan pemanfaatan teknologi informasi dan penerapan kebijakan akuntansi
berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh.
keterbatasan dalam penelitian ini yakni pengumpulan data hanya berfokus pada
hasil kuesioner, dimana masih terdapat kelemahan pada instrumen dan daftar
pernyataan dalam penelitian ini, selain itu kurangnya pemahaman dari responden
terhadap pernyataan pernyataan dalam kuesioner karena responden memberikan
jawaban berdasarkan pandangan yg ideal bukan berdasarkan kenyataan yang
sebenarnya
Penelitian keenam yang dilakukan oleh Odunayo & Festus (2020) penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui sumber daya manusia pada kualitas pelaporan
keuangan perusahaan minyak dan gas di Nigeria. Penelitian ini mengadopsi desain
penelitian ex-post facto dan pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil
penelitian ini menyatakan bahwa akuntansi sumber daya manusia berpengaruh
signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan perusahaan minyak dan gas di
Nigeria.
Keterbatasan pada penelitian ini adalah peneliti hanya meneliti perusahaan
minyak dan gas saja.
Penelitian ketujuh yang dilakukan Novitasari et al., (2019) penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas
laporan keuangan Pemerintah Daerah. Sampel dalam penelitian ini menggunakan
metode purposive sampling dan untuk metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adlah analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS v.22. Hasil
penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan teknonologi informasi berpengaruh
signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
keterbatasan dalam penelitian ini yaitu pemilihan variabel independen yang
masih sedikit sehingga masih banyak faktor faktor lain yg mempengaruhi laporan
keuangan dalam suatu perusahaan.
Penelitian kedelapan yang dilakukan Pangestu et al., (2019) penelitian ini
bertujuan mengetahui pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan
keuangan di SKPD Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dan dalam menentukan sampel penelitian menggunakan teknik purporsive
11
sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi informasi
tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan di Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Hal ini mengandung arti bahwa
teknologi informasi tidak digunakan secara dominan di dalam penyusunan laporan
keuangan.
keterbatasan pada penelitian ini yaitu metode yang digunakan dalam penelitian
ini hanya menggunakan metode kuantitatif saja sehingga diharapkan peneliti
berikutnya dapat menggunakan metode deskriptif komparatif.
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi adalah suatu instrumen organisasional yang
tergabung ke dalam bagian sistem informasi dan teknologi dirancang untuk membantu
pengelolaan dan pengendalian bidang ekonomi keuangan suatu perusahaan Grande et
al., (2011). Kontribusi pemanfaatan penggunaan SIA terhadap suatu perusahaan, lebih
harus sapat dipahami arti (definisi), tujuan, fungsi serta cakupan atas akuntansi, sistem,
SIA serta hubungan diantaranya dapat menjadikan pijakan untuk mengetahui posisi
dan keitannya dengan teknologi informasi bagian dari instrument untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
Sistem informasi akuntansi merupakan sistem informasi yang fungsional yang
mendasari sistem fungsional lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem
informasi pemasaran, sistem informasi produksi, dan sistem informasi sumber daya
manusia. Sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari ssstem informasi
akuntansi. Pengertian sistem informasi akuntansi (SIA) menurut Bodnar & Hopwood
(2006) adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang
untuk mengubah data keuangan dan data lainnya kedalam informasi. Informasi
tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan. Sistem informasi akuntansi
melakukan hal tersebut entah dengan sistem manual atau melalui sistem
terkomputerisasi. Laporan keuangan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh
kompetensi sumberdaya manusia tetapi juga sangat tergantung pada sistem informasi
akuntansi yang digunakan di dalam suatu perusahaan Andini & Yusrawati (2015).
12
Sistem informasi akuntansi menurut Steven A. Moscove dalam Zamzami et al.,
(2018) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan,
mengolah, menganalisis, dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan
untuk mengambil keputusan kepada pihak-pihak luar dan pihak-pihak dalam terutama
manajemen. Fungsi utama SIA adalah proses transaksi keuangan dan non keuangan
yang berpengaruh langsung terhadap proses transaksi keuangan.
Menurut Susanto (2004) sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan
sebagai kumpulan subsistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama
secara harmonis untuk mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan yang
diperlukan oleh pengambil keputusan dalam proses pengambilan keputusan.
Menurut Marina et al. (2017) pengertian sistem informasi akuntansi adalah
seluruh jaringan prosedur, formulir-formulir, catatan-catatan, alat-alat, yang
digunakan sebagai mengelola data keuangan menjadi suatu bentuk laporan yang akan
digunakan oleh pihak manajemen dalam mengendalikan kegiatan usahanya dan
selanjutnya akan digunakan sebagai pengambilan keputusan.
Menurut Susanto (2013) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan
(integrasi) dari sub-sub sistem/komponen baik fisik maupun non fisik yang saling
berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data
transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan.
Menurut Krismiaji (2010) sistem informasi akuntansi merupakan sebuah suatu
kesatuan komponen sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan
informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan
bisnis. Untuk dapat menghasilkan informasi yang diperlukan oleh para pembuat
keputusan, sistem informasi akuntansi harus melaksanakan tugas-tugas sebagai
berikut:
1. Mengumpulkan data transaksi dan data lain dan memasukkannya
kedalam sistem.
2. Memproses data transaksi
3. Menyimpan data untuk keperluan dimasa mendatang
13
4. Menghasilkan informasi yang diperlukan dengan memproduksi laporan
atau memungkinkan para pemakai untuk melihat sendiri data yang
tersimpan di komputer.
5. Mengendalikan seluruh proses sedemikian rupa sehingga informasi
yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya.
Menurut Mulyadi (2008) mengatakan suatu sistem informasi adalah salah satu
bentuk sistem informasi yang memiliki tujuan untuk menyediakan informasi bagi
pengelola kegiatan usaha, memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang
sudah ada sebelumnya, dan memperbaiki pengendalian akuntasi dan juga pengecekan
internal, serta membantu memperbaiki biaya klerikal dalam pemeliharaan catatan
akuntansi.
Berdasarkan teori tersebut maka peneliti menentukan indikator-indikator
dalam sitem informasi akuntansi yaitu :
1. Pelaksanaan kegiatan pengolahan keuangan telah dibuatkan berdasarkan
Standard Operating Procedure (SOP).
2. Adanya pemisahan wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan
atau transaksi.
3. Pemahaman dalam pembuatan dan penggunaan dokumen dan catatan yang
memadai.
4. Terdapat tindakan disiplin yang tepat atas penyimpangan terhadap kebijakan
dan prosedur, atau pelanggaran terhadap aturan perilaku.
5. Pembatasan akses perangkat lunak sistem berdasarkan tanggung jawab
pekerjaan dan dokumentasi atas otorisasi akses.
6. Terdapat langkah-langkah pencegahan dan minimalisasi potensi kerusakan
dan terhentinya operasi komputer.
14
2.2.2 Kualitas Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang memiliki potensi, akal,
perasaan, keinginan, keterampilan, pengetahuan dan mempunyai kualitas yang cocok
dengan yang diinginkan suatu perusahaan. Sumber daya manusia adalah sumber daya
yang digunakan untuk menggerakkan dan menyinergikan sumber daya lainnya untuk
mencapai tujuan organisasi. Tanpa sumber daya manusia, sumber daya lainnya
mengganggur (idle) dan kurang bermanfaat dalam mencapai tujuan organisasi
Wirawan (2009).
Menurut Mardiasmo (2009) sumber daya manusia yang berkualitas juga dapat
menghemat waktu pembuatan laporan keuangan, disebabkan karena sumber daya
manusia tersebut telah mengetahui dan memahami apa yang akan dikerjakan dengan
baik sehingga penyajian laporan keuangan bisa tepat waktu dan lebih berkualitas.
SDM juga merupakan faktor yang penting demi terciptanya laporan keuangan yang
berkualitas, dalam hal ini SDM mendasari seseorang mencapai kinerja yang tinggi
dalam pekerjaan yang memiliki peran yang sangat penting untuk merencakan,
melaksanakan, dan mengenalikan entias yang bersangkutan Wati dkk, (2014).
Menurut Taliziduhu (2005) sumber daya manusia yang berkualitas adalah
sumber daya manusia yang menciptakan bukan saja nilai komparatif, tetapi juga nilai
kompetetif, generatif dan inovatif dengan menggunakan energi tertinggi seperti
intelligence, creativity dan imagination, tidak lagi semata-mata menggunakan energi
kasar seperti bahan mentah, lahan, air, energi, otot dan sebagainya. Kualitas sumber
daya manusia memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab
yang diberikan kepadanya dengan bekal pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang
cukup memadai, sehingga untuk menerapkan sistem akuntansi sumber daya manusia
yang berkualitas tersebut akan mampu memahami logika akuntansi dengan baik
(Widodo, 2001 dalam Arfianti, 2011).
Kompetensi Sumber Daya Manusia dapat didefinisikan sebagai karakteristik
yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam
pekerjaannya atau karakteristik dasar individu yang memiliki hubungan kausal atau
15
sebagai sebab-akibat dengan kriteria yang dijadikan acuan, efektif atau berkinerja
prima atau superior ditempat kerja atau pada situasi tertentu Moeheriono (2012).
Laporan keuangan merupakan produk yang dihasilkan oleh bagian akuntansi,
oleh karena itu dibutuhkan sumber daya manusia yang cukup untuk menyusun dan
menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas. Untuk menghasilkan laporan
keuangan yang berkualitas dibutuhkan sumber daya manusia yang memahami dan
memiliki kemampuan untuk melaksanakan akuntansi keuangan pemerintahan dan
organisasi pemerintahan. Kemampuan sumber daya manusia itu sendiri memegang
peranan yang sangat penting dalam menghasilkan informasi yang berkualitas.
Kemampuan sumber daya manusia dapat dilihat dari latar belakang pendidikan,
pelatihan yang diikuti dan keterampilan yang dituangkan dalam pelaksanaan tugas
Roviyantie (2011).
Menurut roviyantie (2011) maka Peneliti menggunakan indikator dalam
sumber daya manusia yangg telah dikembangkan oleh Setyowati 2020, sebagai
berikut:
1. Pemahaman mengenai latar belakang pendidikan sesuai dengan kebutuhan
perusahaan dan lulusan D3 akuntasi atau lebih tinggi.
2. Pengetahuan mengenai uraian peran dan fungsi yang jelas.
3. Memahami peran dan tanggung jawab seluruh pegawai sub bagian
keuangan/akuntansi ditetapkan secara jelas
4. Pemahaman untuk melakukan berbagai pelatihan guna menunjang
keahlian.
5. Kemampuan sumber daya manusia dalam membuat laporan keuangan.
6. Kemampuan sumber daya manuasia dalam menguasai pedoman prosedur
dan proses akuntansi.
7. Memiliki sumber daya manusia yang cukup mendukung untuk operasional.
16
2.2.3 Pemanfaatan Teknologi Informasi
Teknologi informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai istilah
information technology (TI) adalah istilah umum untuk teknologi apapun yang
membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan
dan/atau menyebarkan informasi.
Teknologi informasi juga meliputi komputer (mainframe, mini, micro),
Perangkat lunak (software), database dan jaringan yang berhubungan dengan
teknologi lainnya Wilkinson et all., (2000).
Definisi teknologi informasi menurut Tata S (2014) adalah sebagai suatu
teknologi yang dapat dipergunakan untuk mengelola data, memproses, mendapatkan,
menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara guna menghasilkan
informasi. Menurut Sisca et al., (2020) teknologi informasi adalah tahapan penanganan
informasi, meliputi penciptaan sumber informasi, pemeliharaan informasi, penyipanan
dan penelusuran informasi, sert penggunaan informasi.
Teknologi informasi juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang
mengubah data, informasi, atau penerimaan pengetahuan dalam berbagai bentuk visual
melalui mekanisme distribusi multimedia Lim (2013). Oleh karena itu, dapat kita
pahami bahwa cakupan IT adalah semua jenis peralatan yang memudahkan untuk
mengelola informasi bagi penggunanya. Tidak diragukan lagi bahwa sistem Akutansi
tradisional (dimulai dari input, memprosesan data, dan output) telah berubah seiring
dengan perubahan TI. Termasuk perkembangan tei yang cukup berpengaruh adalah
adanya komputer, internet, software, atau bahkan peralatan digunakan pribadi. Tidak
pelak, perkembangan SIA pun kini semakin maju sejalannya dengan ragam informasi
bisnis yang semakin banyak.
Menurut Lim (2013) dalam [Link], [Link], [Link] (2018)
mengidentifikasi terdapat beragam manfaat (positive impact) dari perkembangan TI
bagi suatu perusahaan, utamanya bagi departemen Akutansi, diantaranya:
1. Keunggulan kompetitif
Pemanfaatan sumber daya memungkinkan perusahaan untuk menjaga
keunggulan kompetitif mereka terhadap persaingan nya. TI dapat digunakan
untuk membuat atau mengembangkan produk lebih dari pasar yang ada saat
17
ini. Biaya produksi dan proses produksi dapat dikurangi dengan pemakaian
sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi kebutuhan
pegawai yang tidak perlu. TI juga dapat membantu merancang bisnis yang
menjadikan produk menjadi unik sehingga para pelanggan akan tetap loyal
karena mereka tidak menemukan produk, semisal dari perusahaan lain.
2. Efisiensi ekonomi
Sumber daya TI dapat mengurangi biaya akutansi secara signifikan. Tugas
yang sama atau mirip dapat desentralisasi pada satu lokasi pengguna
menggunakan inflastruktur TI. Efesiensi ekonomi dapat dicapai dengan
memindahkan fungsi-fungsi yang mahal ke dalam lingkungan online.
Misalnya, perusahaan dapat memakai email atau software aplikasi Misalnya
perusahaan dapat memakai email atau software aplikasi pada gadget atau fan
page untuk berkomunikasi dengan pelanggan atau beragam informasi produk
atau bahkan keluhan sehingga dapat mengurangi biaya dibanding apabila
memakai telepon konvensional. Pengurangan biaya (cost saving) juga dapat
ditempuh dengan cara mengganti mitral untuk pekerjaan lepas (outsourcing
opportunities), memindahkan pekerjaan tambahan (remote work options), dan
komunikasi secara online.
3. Peningkatan peralatan
Salah satu cara untuk mengetahui kemajuan teknologi dalam entitas bisnis
adalah melalui pemakaian peralatan yang digunakan untuk memproses
informasi. Beragam peralatan teknologi informasi terbaru akan memudahkan
bermacam-macam proses operasional yang dijalankan oleh perusahaan baik
untuk keperluan kantor ataupun produksi dibandingkan perusahaan yang masih
bertumpu pada peralatan manual. Dalam satu studi yang dilakukan oleh
Amidu, et al. di tahun 2011 menunjukkan sejumlah 97% responden entitas
bisnis yang disurvei memakai komputer sebagai salah satu bentuk teknologi
informasi dalam kegiatan operasional mereka titik tersebut menunjukkan arti
penting komputer dalam bisnis.
18
4. Beragam software dalam proses akuntansi
Dalam pandangan entitas bisnis, software merupakan aset tidak berwujud.
Kepemilikan suatu software akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi
suatu perusahaan. Software tersebut merupakan seperangkat program atau
prosedur yang terkait dengan sistem. Berbagai jenis software yang digunakan
dalam bisnis diantaranya adalah software akuntansi, software audit, software
pemrosesan kata (word), software gratis, dan electronic data interchange (EDI).
software akuntansi adalah aplikasi yang mencatat dan memproses transaksi
aplikasi sesuai modul fungsional ada seperti akun utang, akun piutang, payroll,
dan neraca saldo. Kesemua itu merupakan bagian dari sistem informasi
akuntansi. Bahkan saat ini telah tersedia software akuntansi sederhana yang
dapat dijalankan secara online. Namun program software untuk organisasi atau
perusahaan besar tetap harus dikembangkan oleh entitas programming
terpercaya. Terdapat tiga tipe dasar software sistem informasi akuntansi
komersial yang terdapat di pasaran, yaitu turnkey systems, backbone systems,
dan vendor supported systems.
5. Keamanan
Teknologi informasi digunakan secara luas dalam keamanan akuntansi.
Pemakaian TI untuk keamanan, misalnya adanya identitas (username) dan kata
kunci (passwords) apabila ingin mengakses informasi rahasia terkait suatu hal
atau perusahaan atau bagian perusahaan. Dibandingkan hanya sekedar
menaruh dan mengikat dokumen tersebut dalam binder keamanan dokumen
dapat ditingkatkan dengan program komputer yang sesuai. Selain lebih aman,
juga akan memudahkan dalam melacak dokumen dan data yang dibutuhkan.
19
6. Internet
Internet menyediakan sumber daya yang memungkinkan mempercepat
pemrosesan informasi oleh bisnis, terutama untuk bidang akuntansi. dokumen
dapat dibagikan, penelitian dapat dijalankan dan pajak dapat dibayar secara
online. Salah satu pemanfaatan internet secara luas dalam bidang perdagangan
adalah penggunaan sistem Point-of-Sale (POS) di mall dan pusat perbelanjaan
(department stores). Dengan internet, para pelaku transaksi akan dimudahkan
untuk melakukan pembayaran misalnya, pembeli dapat membayar dengan
kartu kredit atau kartu debit yang mereka miliki karena sistem perusahaan yang
telah terhubung secara real-time dengan pihak bank terkait. Selain itu,
pemakaian barcode juga membantu mengefektifkan waktu transaksi penjualan
dan secara otomatis memperbarui data catatan sediaan yang mereka miliki.
7. Cloud
Salah satu aplikasi akuntansi mutakhir yang kini menjadi tren adalah web
hosting off-site atau dikenal sebagai cloud. Dibanding harus menginstal suatu
program ke dalam komputer perusahaan yang menyimpan data di sana,
program tersebut dapat ditempatkan di satu server pada lokasi yang berbeda.
Dengan teknologi cloud yang menggunakan internet tersebut memungkinkan
perusahaan untuk mengakses dan menyimpan informasi untuk dokumen
mereka secara online. Selain itu, perusahaan dapat menghemat dana untuk
membeli software atau hardware karena cukup bekerjasama dengan penyedia
(provider) cloud untuk menyimpan data dan penggunaan suatu program.
Dengan teknologi ini tidak perlu lagi hard-drive yang besar atau khawatir atas
versi program yang dimiliki. Perusahaan dapat mengakses data dimanapun dan
kapanpun. Untuk aspek keamanan dapat dijaga dengan membatasi akses
informasi hanya kepada orang yang berhak atau dikelola oleh administrator
informasi.
20
8. Efisiensi
Efisiensi berarti mendapatkan hasil terbaik dengan memanfaatkan sumber daya
yang terbatas titik suatu entitas dengan TI lebih maju akan memperoleh
manfaat efisiensi aktivitas operasional yang tinggi. Efisiensi kerja dengan
memakai TI juga dapat dilihat dari berbagai aspek, misalnya pekerja
dimungkinkan untuk memproses suatu pekerjaan lebih rumit dengan waktu
yang lebih singkat. Dalam sistem akuntansi pemakaian TI akan meningkatkan
efisiensi dengan cara mempersingkat alur kerja sistem, membagi
penyimpanan, dan melakukan kerja kolaboratif. Pekerjaan rutin harian dapat
diotomasi memakai TI sehingga analisis data lebih mudah dan memungkinkan
data disimpan dalam berbagai bentuk untuk keperluan lain di masa dating.
Selain itu berbagi komunikasi dengan pelanggan juga lebih mudah.
9. Cepat
Salah satu ciri utama teknologi adalah kecepatan dalam pengolahan pekerjaan
titik dengan pemakaian beragam teknologi, dapat dimungkinkan
menyelesaikan beragam jenis transaksi lebih cepat dalam waktu bersamaan.
Namun demikian, akan lebih baik lagi apabila beragam jenis teknologi tersebut
diintegrasikan dalam satu kesatuan sehingga kebutuhan data dapat dibagi,
ragam informasi dapat diakses, dan lebih hemat.
10. Akurasi
Pekerjaan akuntansi yang cukup banyak dan menuntut ketelitian dapat
dipermudah, dan dijaga akurasinya menggunakan teknologi. Terutama dalam
aspek perhitungan matematis, proses yang panjang dan berulang, serta jenis
akun dan transaksi yang banyak. Kesemuanya dapat dikerjakan oleh teknologi
lebih akurat dibandingkan apabila dikerjakan secara manual yang sering kali
mengalami kesalahan.
21
11. Peningkatan pelaporan internal dan eksternal
Pemakaian teknologi yang mempercepat, menjaga akurasi, dan lebih efisien
dalam penyelesaian proses akuntansi akan lebih memudahkan untuk membuat
laporan keuangan ataupun laporan operasional lain, baik untuk kebutuhan
internal maupun eksternal. Peningkatan pelaporan dapat dilihat dari aspek
mempercepat proses, pemutakhiran, serta reliabilitas informasi yang
dibutuhkan. Pihak internal, terutama manajemen, seringkali membutuhkan
laporan lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan (reliable) untuk dapat
membuat keputusan ekonomi dan strategis bagi perusahaan. Bagi pihak
eksternal, pemutakhiran, dan akurasi informasi dalam pelaporan seringkali
menjadi aspek penting untuk bisa mengakses informasi terkait kondisi
perusahaan.
12. Fleksibilitas
Bagian akuntansi sangat memerlukan fleksibilitas teknologi untuk
menyelesaikan pekerjaan rutin mereka. Sistem akuntansi yang digunakan harus
mampu disesuaikan dengan perkembangan terbaru terutama perubahan ritme
dan volume transaksi secara mendadak dalam satu waktu. Dukungan teknologi
yang fleksibel tersebut akan memudahkan dalam menyelesaikan (execute)
transaksi yang berjalan sehingga dapat memutarkan data yang dibutuhkan.
Berdasarkan teori yang diungkapkan oleh Lim (2013) dalam Zamzani (2018),
maka peneliti menentukan indikator untuk teknologi informasi sebagai berikut:
1. Perusahaan memiliki software aplikasi untuk melaksanakan tugas dan
memiliki komputer yang cukup.
2. Proses akuntansi sejak awal transaksi hingga pembuatan laporan keuangan
dilakukan secara komputerisasi.
3. Pengolahan data transaksi keuangan menggunakan software yang sesuai
dengan peraturan perusahaan.
22
4. Laporan akuntansi dan manajerial dihasilkan dari sistem informasi yang
terintegrasi.
5. Memiliki jadwal pemeliharaan peralatan secara teratur.
6. Peralatan yang usang/rusak didata dan segera diperbaiki tepat pada waktunya.
7. Terdapat sistem keamanan komputer (antivirus) yang diperbarui secara teratur
2.2.4 Kualitas Laporan Keuangan
[Link] Laporan Keuangan
Kualitas laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu
diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya, (Standar
Akuntansi Pemerintahan, 2010). Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010
menjelaskan karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif
yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi
tujuannya. Keempat karakteristik tersebut antara lain: (1) relevan, (2) andal, (3) dapat
dibandingkan, dan (4) dapat dipahami.
Kualitas laporan keuangan merupakan laporan keuangan terstruktur mengenai
laporan posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan dan
dipertanggungjawabkan oleh suatu entitas pelaporan Fanani (2008).
Suatu laporan keuangan itu berkualitas dan bermanfaat bagi sejumlah besar
pengguna apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat
dipahami, relevan, andal dan dapat dperbandingkan Fajri (2013).
Sedangkan kualitas laporan keuangan menurut Indriani & Khoiriyah (2010)
dapat diukur salah satunya menggunakan komservatisme dikenal sebagai sebuah
prinsip kehati-hatian, dimana perusahaan lebih berhati-hati dalam membuat pelaporan
keuangan konservatisme adalah kemampuan untuk memverifikasikan perbedaan yang
diperlukan agar bisa membuktikan apakah yang didapatkan adalah laba atau rugi.
Menurut Kasmir (2014) mengatakan laporan yang menunjukan kondisi
keuangan suatu perusahaan saat ini atau periode kedepannya. Maksud dan tujuannya
laporan keuangan tersebut yaitu menunjukan kondisi keuangan perusahaan.
23
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dalam Nurdiansyah & Nadirsyah
(2018) Keterandalan dan Ketepatwaktuan yang merupakan variabel dependen dalam
penelitian ini. Keterandalan merupakan kemampuan informasi untuk memberikan
keyakinan bahwa informasi tersebut benar atau valid. Ketepatwaktuan merupakan
tersedianya informasi bagi pembuat keputusan pada saat dibutuhkan sebelum
informasi tersebut kehilangan kekuatan untuk mempengaruhi keputusan.
Peraturan pemerintah nomor 71 thn 2010 dalam Nurdiansyah (2018).
Berdasarkan PP no 71 thn 2010, maka peneliti menggunakan indikator untuk kuaitas
laporn keuangan yang telah dikembangkan oleh Nurdiansyah (2018), yaitu :
1. Pemahaman mengenai laporan laba rugi secara transparan.
2. Memahami tentang penyajian laporan laba rugi dan arus kas.
3. Kemampuan dalam membuat catatan atas laporan keuangan.
4. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diuji.
5. Mampu melakukan rekonsiliasi dilakukan secara periodik antara catatan
akuntansi dengan catatan bank atau catatan pihak eksternal yang membutuhkan
konfirmasi atau rekonsilasi.
6. Informasi keuangan diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada
kebutuhan pihak tertentu.
7. Informasi segera tersedia ketika dibutuhkan.
8. Laporan-laporan seperti: laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan,
laporan semester,dan laporan tahunan sering disediakan secara sistematis dan
teratur.
9. Pemahaman dalam membuat laporan dan mampu menyajikan laporan secara
sistematis dan teratur.
[Link] Tujuan Laporan Keuangan
Dalam pelaporan keuangan, tentu terdapat hal yang ingin disampaikan atau
yang ingin diraih oleh para pelapor dan juga perusahaan. Adapun tujuan umum laporan
keuangan dari berbagai sumber diantaranya sebagai berikut:
1. Informasi posisi laporan keuangan yang harus dihasilkan dari kinerja dan
aset suatu perusahaan sangan dibutuhkan oleh sejumlah pemakai laporan
24
keuangan, baik sebagai bahan evaluasi dan maupun juga sebagai bahan
perbandingan dalam melihat dampak dari suatu keuangan yang dapt timbul
dari suatu keputusan ekonomis yang diambilnya.
2. Informasi keuangan perusahaan yang diperlukan juga bertujuan dalam
menilai dan juga meramalkan apakah suatu perusahaan dimasa sekarang
dan pada masa yang akan datang mampu menghasilkan keuntungan yang
lebih baik sama ataupun dapat lebih menguntungkan.
3. Informasi berupa posisi keuangan perusahaan untuk memberikan suatu
manfaat dalam menilai kegiatan investasi atau pendanaan dan juga operasi
suatu perusahaan selama dalam periode tertentu, selain sebagai penilaian
kemampuan suatu perusahaan atau suatu laporan keuangan yang harus
memiliki tujuan dalam bahan pertimbangan suatu pengambilan keputusan.
2.3 Pengaruh Antar Variabel Penelitian dan Pengembangan Hipotesis
2.3.1. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan
Menurut Andini & Yusrawati (2015) sistem informasi akuntansi adalah
kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk
mengubah data keuangan dan data lainnya kedalam informasi. Informasi tersebut
dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan. Sistem informasi akuntansi
melakukan hal tersebut entah dengan sistem manual atau melalui sistem
terkomputerisasi. Laporan keuangan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh
kompetensi sumberdaya manusia tetapi juga sangat tergantung pada sistem informasi
akuntansi yang digunakan di dalam suatu perusahaan.
Penelitian terdahulu terkait dengan sistem informasi akuntansi yang dilakukan
oleh Suprihatin & Ananthy (2019) menyatakan bahwa sistem informasi akuntasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Menurut
penelitian Kurniawati et all,. (2020) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintahan daerah. Hal yang
serupa diungkapkan juga oleh penelitian Animah et all,. (2020) hasil menunjukan
bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh dan signifikan terhadap kualitas
25
laporan keuangan. Dengan kata lain jika penggunaan sistem informasi akuntansi pada
suatu perusahaan telah berjalan baik maka kualitas laporan keuangan yang dihasilkan
akan baik pula begitu juga sebaliknya.
H1: Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan.
2.3.2. Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan
Menurut Mardiasmo (2009) sumber daya manusia yang berkualitas juga dapat
menghemat waktu pembuatan laporan keuangan, disebabkan karena sumber daya
manusia tersebut telah mengetahui dan memahami apa yang akan dikerjakan dengan
baik sehingga penyajian laporan keuangan bisa tepat waktu dan lebih berkualitas.
Penelitian terdahulu terkait dengan sumber daya manusia yang dilakukan oleh
Andelina & Hariyanto (2017) menyatakan bahwa sumber daya manusia berpengaruh
negatif terhadap kualitas laporan keuangan. Artinya sumber daya manusia belum
sepenuhnya berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan dikarenakan minimnya
pengetahuan atau jenjang pendidikan yang membuat sumber daya manusia kurang
mendukung. Namun hasil yang berbeda ditunjukan oleh penelitian Pujanira & Taman
(2017) yang menyatakan bahwa sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap
kualitas laporan keuangan. Dapat diartikan bahwa sumber daya manusia yang
berkualitas akan mendukung proses suatu laporan keuangan.
H2: Kualitas Sumber Daya Manusia berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan
2.3.3. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Perusahaan
Teknologi yaitu sistem umtuk melakukan sesuatu dalam memenuhi kebutuhan
manusia dengan bantuan alat dan akal (Hardware dan Software) seolah-olah
memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca
26
indera dan otak manusia, sedangkan informasi adalah hasil pemrosesan,manipulasi,
dan pengorganisasian atau penataan dari sekedar kelompok data yang mempunyai nilai
pengetahuan bagi penggunanya Sutabri (2014).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pangestu et al., (2019)
pengujian pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap kualitas
laporan keuangan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten
Ponorogo. Hal ini mengandung arti bahwa teknologi informasi tidak digunakan secara
dominan di dalam penyusunan laporan keuangan. Sedangkan penelitian Purnama
(2020) hasil menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh
terhadap kualitas laporan keuangan Wajib Pajak Badan. Bahwa jika pemanfaatan
teknologi informasi meningkat atau semakin tinggi perusahan atau badan dalam
menerapkan teknologi informasi untuk mengerjakan laporan keuangan, maka akan
mampu mempercepat pekerjaan penyusunan laporan keuangan sehingga laporan
keuangan akan saat disajikan secara tepat waktu dan memiliki kualitas yang baik.
H3: Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan.
2.4 Hipotesis
Berdasarkan pada teori dan kerangka pemikiran, maka hipotesis dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1: Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan.
H2: Kualitas Sumber Daya Manusia berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan.
H3: Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan.
27
2.5 Kerangka Pemikiran
Berdasarkan landasan teori dan rumusan masalah penelitian, di identifikasi
variabel independen (x) yang diperkirakan baik secara langsung maupun tidak
langsung berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan perusahaan.
Model dalam penelitian ini dapat digambarkan pada kerangka pemikiran berikut:
Kerangka Pemikiran
Sistem Informasi
Akuntansi (X1)
Kualitas Laporan
Kualitas Sumber Keuangan Perusahaan
Daya Manusia (X2) (Y1)
Pemanfaatan
Teknologi Informasi
(X3)
Gambar 2.5