PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED
LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL
BELAJAR FISIKA PADA TOPIK GELOMBANG BUNYI DAN CAHAYA
PESERTA DIDIK KELAS XII IPA 2 SMAN 1 WANASABA
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
MUKDIN
Guru SMAN 1 Wanasaba, Lombok Timur
Email : dmukdin@[Link]
ABSTRAK
Jenis penelitian dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2
siklus, dimana siklus 1 terdiri dari 2 pertemuan, dan siklus II terdiri dari 2 pertemuan.
Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi
dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPA 2 SMAN 1 Wanasaba
tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 40 orang. Data aktivitas belajar peserta didik
diperoleh melalui lembar observasi, sedangkan data hasil belajar peserta didik
dikumpulkan melalui tes tulis setiap akhir siklus. Indikator motivasi belajar peserta didik
dikatakan meningkat apabila skor aktivitas dalam kategori baik dan ada peningkatan skor
aktivitas dalam setiap siklusnya. Sedangkan hasil belajar peserta didik dikatakan telah
meningkat apabila rata-rata skor hasil evaluasi ≥ 75 dan ada peningkatan dalam setiap
siklusnya. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh skor aktivitas belajar rata-rata 13,84
(baik), dan hasil evaluasi rata-rata kelas 72,7, sedangkan pada siklus II, skor motivasi
belajar rata-rata 16 ( baik.), dan hasil evaluasi rata-rata kelas 75,6. Hasil ini menunjukkan
bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
fisika pada topik gelombang bunyi dan cahaya peserta didik kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1
Wanasaba tahun pelajaran 2016/2017.
Kata Kunci : Model Pembelajaran PBL, Aktivitas dan Hasil Belajar.
ABSTRACT
This type of research is research conducted a class act that was implemented in 2 cycle,
where the cycle 1 consists of 2 meetings, and cycle II consists of 2 meetings. Each cycle
consists of the planning phase, the implementation of the action, observation, evaluation
and reflection. The subject of this research is the students of class XII IPA 2 SMAN 1
Wanasaba years lessons 2016/2017 totalling 40 people. Learners learn activity data
obtained through observation sheets, while learning outcomes learner data collected
through each end of the test cycle. Indicators of learning motivation of the learners are said
to be rising in a score in the category of good activity and there is increased activity score
in each cycle. The results of the research on cycle I gained score learning activities an
average of 13.84 (good), and the results of the evaluation of the average class 72.7,
whereas in cycle II, learning motivation score an average of 16 (good), and the results of
the evaluation of the average class 75.6. This result shows that the application of PBL
learning model can improve the activity and outcomes studied physics on waves of sound
and light topics learners class XII IPA 2 SMA Negeri 1 Wanasaba lesson 2016/2017 year.
Keywords: LBC Learning Model, the activity and results of the study.
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
PENDAHULUAN mengembangkan kemampuan untuk
Fisika merupakan cabang Ilmu menyelesaikan masalah yang berorientasi
Pengetahuan Alam (IPA) atau sains yang pada masalah autentik dari kehidupan
mempelajari tentang fenomena alam dan aktual peserta didik, untuk merangsang
penyebabnya. Menurut Carin dan Sund kemampuan berpikir tingkat tinggi
sebagaimana yang dikutip oleh Yulianti & (Shoimin, 2014: 129).
Wiyanto (2009: 1), IPA atau sains bukan Adapun judul penelitian tindakan
merupakan keterampilan praktis, bukan kelas yang akan peneliti lakukan adalah “
pula suatu kerajinan tetapi kegiatan sains Penerapan Model Pembelajaran Problem
hampir selalu berhubungan dengan Best Learning (PBL) Untuk Meningkatkan
percobaan yang membutuhkan Hasil Pembelajaran Fisika Pada Topik
keterampilan dan kerajinan. IPA tidak Gelombang Bunyi Dan Cahaya Peserta
hanya merupakan kumpulan pengetahuan Didik Kelas XII IPA 2 SMAN 1 Wanasaba
tentang benda atau makhluk hidup, tetapi Tahun Pelajaran 2016 / 2017” .
merupakan cara kerja, cara berpikir, dan
cara memecahkan masalah. Jadi IPA TINJAUAN PUSTAKA
terdiri dari tiga unsur yaitu sikap manusia, A. Model Pembelajaran Problem
proses atau metode dan hasil atau produk Based Learning (PBL)
yang satu sama lain tidak dapat Menurut Supriyono (2003: 60)
dipisahkan. Fisika merupakan bagian yang model pembelajaran merupakan
tak terpisahkan dari sains, dengan sebuah rencana atau pola yang
demikian mempunyai karakteristik yang mengorganisasi pembelajaran dalam
tidak berbeda dengan sains pada kelas yang menunjukkan cara
umumnya yaitu berupa sikap, produk dan penggunaan materi pembelajaran.
proses. Sebagai produk, sains merupakan Model pembelajaran adalah cara-cara
kumpulan pengetahuan, fakta, prinsip, atau teknik penyajian bahan ajaran
teori, dan hukum. Sebagai proses meliputi yang akan digunakan oleh guru pada
proses-proses sains (keterampilan proses saat menyajikan bahan pelajaran, bak
sains) yaitu merumuskan masalah, secara individual maupun secara
merumuskan hipotesis, merancang dan kelompok. Dengan kata lain, model
melaksanakan percobaan, mengolah data, pembelajaran adalah bantuan alat-
dan mengkomunikasikan hasil, artinya alat yang mempermudah peserta
sains sebagai proses yang berupa cara- didik dalam belajar. Jadi, keberadaan
cara bagaimana memperoleh, model pembelajaran berfungsi
mengembangkan, merumuskan, membantu peserta didik memperoleh
memecahkan, dan mempublikasikan informasi, gagasan, keterampilan,
konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan nilai-nilai, cara berpikir dan pengertian
hukum hukum IPA. yang diekspresikan mereka.
Berdasarkan pengamatan yang (Syafaruddin, Irwan Nasution, 2005:
dilakukan di kelas terhadap peserta didik 182-183)
kelas XI IPA 2 SMAN 1 Wanasaba tahun Model pembelajaran yang tepat
pelajaran 2015/2016 selama ini, adalah model pembelajaran yang
didapatkan bahwa tingkat belajar anak- diterapkan pada pembelajaran bahan
anak didik cenderung masih rendah, hal kajian atau pokok bahasan atau sub
ini dapat dikarenakan oleh metode belajar pokok bahasan tertentu dengan
yang diterapkan oleh pengajar masih menggunakan waktu, dana tak begitu
bersifat konvensional sehingga hasil banyak dan mendapatkan hasil yang
belajarpun tidak memuaskan. Dari kasus dapat diserap peserta didik secara
diatas tersebut maka penulis akan maksimal. Sedangkan menurut Joyce
melakukan penelitian tindakan kelas dan Weil (1996: 7), model
dengan penerapan model pembelajaran pembelajaran adalah deskripsi dari
Problem Best Learning (PBL) dalam lingkungan pembelajaran yang
mengatasi permasalahan pembelajaran bergerak dari perencanaan
fisika. PBL merupakan model kurikulum, mata pelajaran, bagian-
pembelajaran yang melatih dan bagian dari pelajaran untuk
M u k d i n | 68
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
merangcang materi pelajaran, buku 4) Melibatkan peserta didik
latihan kerja, program, dan bantuan secara aktif dalam setiap
kompetensi untuk program kegiatan pembelajaran.
pembelajaran. 5) Memfasilitasi peserta didik
melakukan percobaan di
Langkah – Langkah Pembelajaran
laboratorium, studio, atau
Pembelajaran dapat dilakukan
lapangan.
dengan baik apabila dilakukan
b. Elaborasi
langkah-langkah persiapan dalam
Dalam kegiatan elaborasi,
proses pembelajaran, hal tersebut
guru:
dapat dicapai dengan melakukan
1) Membiasakan peserta
beberapa langkah sebagai berikut :
didik membaca dan
1. Kegiatan Pendahuluan
menulis yang beragam
a. Menyiapkan peserta didik
melalui tugas-tugas
secara psikis dan fisik untuk
tertentu yang bermakna.
mengikuti proses pembelajaran.
2) Memfasilitasi peserta didik
b. Mengajukan pertanyaan-
melalui pemberian tugas,
pertanyaan yang mengaitkan
diskusi, dan lain-lain untuk
pengetahuan sebelumnya
memunculkan gagasan
dengan materi yang akan
baru baik secara lisan
dipelajari.
maupun tertulis.
c. Menjelaskan tujuan
3) Memberi kesempatan
pembelajaran atau kompetensi
untuk berpikir,
dasar yang akan dicapai.
menganalisis,
d. Menyampaikan cakupan materi
menyelesaikan masalah,
dan penjelasan uraian kegiatan
dan bertindak tanpa rasa
sesuai silabus.
takut.
2. Kegiatan Inti
4) Memfasilitasi peserta didik
Kegiatan inti menggunakan
dalam pembelajaran
metode yang disesuaikan dengan
kooperatif dan kolaboratif.
karakteristik peserta didik dan
5) Memfasilitasi peserta didik
mata pelajaran, yang dapat
berkompetensi secara
meliputi proses eksplorasi,
sehat untuk meningkatkan
elaborasi, dan konfirmasi.
prestasi belajar.
a. Eksplorasi Dalam kegiatan
6) Memfasilitasi peserta didik
eksplorasi, guru:
membuat laporan
1) Melibatkan peserta didik
eksplorasi yang dilakukan
mencari informasi yang
baik lisan maupun tertulis
luas dan dalam tentang
secara individual maupun
topik/ tema materi yang
kelompok.
akandipelajari dengan
c. Konfirmasi
menerapkan prinsip alam
Dalam kegiatan konfirmasi,
takambang jadi guru dan
guru:
anak didik belajar aneka
1) Memberikan umpan balik
sumber.
positif dan penguatan
2) Menggunakan beragam
dalam bentuk lisan, tulisan,
pendekatan pembelajaran,
isyarat, maupun hadiah
media pembelajaran, dan
terhadap keberhasilan
sumber belajar lain.
peserta didik.
3) Memfasilitasi terjadinya
2) Memberikan konfirmasi
interaksi antarpeserta didik
terhadap hasil eksplo rasi
serta antara peserta didik
dan elaborasi peserta didik
dengan guru, lingkungan,
melalui ber bagai sumber.
dan sumber belajar
3) Memfasilitasi peserta didik
lainnya.
melakukan refleksi untuk
M u k d i n | 69
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
memperoleh pengalaman menyesuaikan diri dengan
belajar yang telah pengetahuan baru.
dilakukan. 4) Mengembangkan minat peserta
4) Memfasilitasi peserta didik didik untuk secara terus
untuk memperoleh menerus belajar sekalipun
pengalaman yang belajar pada pendidikan formal
bermakna dalam mencapai telah berakhir.
kompetensi dasar. 5) Memudahkan peserta didik
3. Kegiatan Penutup dalam menguasai konsep-
Dalam kegiatan penutup, guru: konsep yang dipelajari guna
a. Bersama-sama dengan memecahkan masalah dunia
peserta didik dan/atau sendiri nyata.
membuat rangkuman/simpulan 6) Membantu peserta didik dalam
pelajaran. mentransfer pengetahuan
1) Melakukan penilaian peserta didik untuk memahami
dan/atau refleksi terhadap masalah dunia nyata.
kegiatan yang sudah b. Kekurangan :
dilaksanakan secara Kekurangan dari menggunakan
konsisten dan terprogram. Problem Based Learning (PBL)
2) Memberikan umpan balik adalah :
terhapat proses dan hasil 1) Manakala peserta didik tidak
pembelajaran. memiliki niat atau tidak
3) Merencanakan kegiatan mempunyai kepercayaan bahwa
tindak lanjut dalam bentuk masalah yang dipelajari sulit
pembelajaran remidi, untuk dipecahkan, maka mereka
program pengayaan, akan merasa enggan untuk
layanan konseling dan/ mencobanya.
atau memberikan tugas 2) Untuk sebagian peserta didik
baik tugas individu maupun beranggapan bahwa tanpa
kelompok sesuai dengan pemahaman mengenai materi
hasil belajar peserta didik. yang diperlukan untuk
4) Menyampaikan rencana menyelesaikan masalah
pembelajaran pada mengapa mereka harus
pertemuan berikutnya. berusaha untuk memecahkan
masalah yang sedang dipelajari,
Kelebihan dan kekurangan maka mereka akan belajar apa
pembelajaran dengan model yang mereka ingin pelajari.
Problem Based Learning
a. Kelebihan : B. Hasil Belajar
Kelebihan dari menggunakan 1. Pengertian Hasil Belajar
Problem Based Learning (PBL) Menurut Winarno Surakhmad
adalah : (dalam buku, Interaksi Belajar
1) Meningkatkan motivasi dan Mengajar, (Bandung: Jemmars,
aktivitas pembelajaran peserta 1980:25) hasil belajar siswa bagi
didik. kebanyakan orang berarti ulangan,
2) Membantu peserta didik untuk ujian atau tes. Maksud ulangan
mengembangkan pengetahuan tersebut ialah untuk memperoleh
barunya dan bertanggung jawab suatu indek dalam menentukan
dalam pembelajran yang keberhasilan siswa.
mereka lakukan. Dari definisi di atas, maka
3) Mengembangkan kemampuan dapat diambil kesimpulan
peserta didik untuk berfikir kritis bahwa hasil belajar adalah prestasi
dan mengembangkan belajar yang dicapai siswa dalam
kemampuan mereka untuk proses kegiatan belajar mengajar
dengan membawa suatu
M u k d i n | 70
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
perubahan dan pembentukan Sekolah juga mempengaruhi
tingkah laku seseorang. Hasil belajar, dari pengalaman
2. Indikator Hasil Belajar Siswa saya, ketika anak pintar masuk
Yang menjadi indikator sekolah biasa-biasa saja,
utama hasil belajar siswa adalah prestasi mereka bisa
sebagai berikut: mengungguli teman-teman yang
a. Ketercapaian Daya Serap lainnya. Tapi, bila disandingkan
Pengukuran ketercapaian daya dengan prestasi temannya yang
serap ini biasanya dilakukan memiliki kualitas yang sama
dengan penetapan Kriteria saat lulus, dan dia masuk
Ketuntasan Belajar Minimal sekolah favorit dan berkualitas,
(KKM). prestasinya biasa saja. Artinya
b. Perilaku yang digariskan dalam lingkungan sekolah
tujuan pembelajaran telah berpengaruh. cuala alam,
dicapai oleh siswa, baik secara berpengaruh terhadap hasil
individual maupun kelompok. belajar.
Namun demikian, menurut 4. Penilaian Hasil Belajar
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Berdasarkan tujuan dan ruang
Zain (dalam buku Strategi Belajar lingkunya, tes prestasi belajar
Mengajar 2002:120) indikator yang dapat digolongkan ke dalam jenis
banyak dipakai sebagai tolak ukur penilaian, sebagai berikut:
keberhasilan adalah daya serap. a). Tes Formatif, penilaian ini
3. Faktor yang Mempengaruhi Hasil dapat mengukur satu atau
Belajar Siswa beberapa pokok bahasan
Secara umum Hasil belajar tertentu dan tujuan untuk
dipengaruhi 3 hal atau factor, memperoleh gambaran
faktor-faktor tersebut yaitu : tentang daya serap siswa
a. Faktor internal (faktor dalam terhadap pokok bahasan
diri) tersebut. Hasil tes ini
Faktor internal yang dimanfaatkan untuk
mempengaruhi Hasil belajar memperbaiki proses belajar
yang pertama adalah Aspek mengajar dalam waktu
fisiologis. Faktor internal yang tertentu.
lain adalah aspek psikologis. b). Tes Subsumatif, tes ini meliputi
Aspek psikologis ini meliputi : sejumlah bahan pengajaran
inteligensi, sikap, bakat, minat, tertentu yang telah diajarkan
motivasi dan kepribadian. dalam waktu tertentu.
b. Faktor eksternal (faktor diluar Tujuannya adalah untuk
diri) memperoleh gambaran daya
Selain faktor internal, Hasil serap siswa untuk
belajar juga dipengaruhi oleh meningkatkan tingkat prestasi
faktor eksternal. Faktor belajar atau hasil belajar
eksternal meliputi beberapa hal, siswa. Hasil tes subsumatif ini
yaitu: Lingkungan sosial, dimanfaatkan untuk
meliputi : teman, guru, keluarga memperbaiki proses belajar
dan masyarakat. mengajar dan diperhitungkan
c. Faktor pendekatan belajar dalam menentukan nilai rapor.
Lingkungan non-sosial, meliputi c). Tes Sumatif, tes ini diadakan
: kondisi rumah, sekolah, untuk mengukur daya serap
peralatan, alam (cuaca). Non- siswa terhadap bahan pokok-
sosial seperti hal-nya kondisi pokok bahasan yang telah
rumah (secara fisik), apakah diajarkan selama satu
rapi, bersih, aman, terkendali semester, satu atau dua bahan
dari gangguan yang pelajaran. Tujuannya adalah
menurunkan Hasil belajar. untuk menetapkan tarap atau
M u k d i n | 71
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
tingkat keberhasilan belajar B. Prosedur Penelitian
siswa dalam satu periode Model rancangan penelitian yang
belajar tertentu. Hasil dari tes digunakan adalah model rancangan
sumatif ini dimanfaatkan untuk yang dikembangkan oleh Kemmis dan
kenaikan kelas, menyusun Mc. Taggart (dalam Depdikbud, 1999 :
peringkat (rangking) atau 21). Model ini mengikuti alur yang
sebagai ukuran mutu sekolah. terdiri dari empat komponen pokok,
yakni perencanaan, pelaksanaan
METODE PENELITIAN tindakan, pengamatan dan refleksi.
A. Jenis Penelitian Penelitian ini fokus pada kompetensi
Dalam tindakan ini, peneliti dasar Bahaya HIV-AIDS. Rencana
melakukan suatu tindakan, eksperimen, penelitian ini dilakukan dalam 2 (dua)
yang secara khusus diamati terus siklus, setiap siklus terdiri dari 2
menerus, dilihat plus minusnya, pertemuan tatap muka dan satu kali
kemudian diadakan pengolahan pertemuan untuk evaluasi dengan
terkontrol sampai pada upaya maksimal alokasi waktu belajar 1 x 45 menit tiap
dalam bentuk tindakan yang paling pertemuan.
tepat (Arikunto, 2002 : 22-23). Adapun Melalui pengembangan model
jenis penelitian yang digunakan dalam rancangan Kemmis dan Mc. Taggart
kegiatan ini yaitu penelitian tindakan alur pelaksanaan penelitian dapat
kelas (classroom action research). dilihat pada bagan dibawah ini :
Studi pendahuluan
Mengamati kegiatan belajar mengajar Rencana Tindakan
mata pelajaran Fisika untuk Siklus I
mengidentifikasi masalah
Rencana Tindakan Refleksi Pelaksanaan
Siklus II Tindakan
Dan Pengamatan
Pelaksanaan Kesimpulan
Refleksi
Tindakan
Dan Pengamatan
Bagan 3.1. Alur Pelaksanaan Tindakan
Langkah-langkah penelitian untuk skenario pembelajaran yang telah
setiap siklus dapat dijabarkan sebagai direncanakan :
berikut : Pendahuluan :
Siklus I Pengembangan :
1. Perencanaan Penerapan :
Tahap perencanaan dilakukan Penutup :
secara kolaboratif antara guru mata 3. Observasi dan Evaluasi
pelajaran Fisika dengan teman Pada tahap ini observasi
sejawat. Acuan penyusunan rencana dilaksanakan dengan cara
tindakan siklus I adalah hasil yang mengamati proses pembelajaran
diperoleh pada studi pendahuluan, presentasi dengan media poster
sedangkan acuan rencana tindakan untuk meningkatkan aktivitas dan
untuk siklus berikutnya adalah pemahaman dalam
mengacu pada hasil refleksi siklus mengimplementasikan bahaya HIV-
sebelumnya. AIDS. Langkah-langkah belajar
2. Pelaksanaan Tindakan dengan cara ini diamati dan dicatat
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam lembar observasi yang telah
pada tahap ini adalah melaksanakan disiapkan. Pada akhir siklus
M u k d i n | 72
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
dilakukan evaluasi hasil belajar a. Kesiapan peserta didik dalam
untuk mengetahui pemahaman dan menerima materi pembelajaran
keterampilan peserta didik pada b. Interaksi peserta didik dalam
kompetensi yang dipelajari. Bentuk kelompok
evaluasinya dalam bentuk essay, c. Interaksi peserta didik dengan
yaitu sejenis tes untuk mengetahui guru saat bimbingan dalam
kemajuan belajar yang memerlukan kelompok
jawaban yang bersifat pembahasan . d. Interaksi peserta didik dengan
4. Refleksi guru secara klasikal
Pada tahap ini hasil yang e. Kerja kelompok dalam
diperoleh pada tahap observasi dan memanfaatkan alat peraga
evaluasi dikumpulkan kemudian f. Partisipasi peserta didik dalam
dianalisis. Dari hasil ini akan dilihat menyimpulkan hasil belajar
apakah telah memenuhi target yang 2. Tes Hasil Belajar
ditetapkan pada indikator kerja. Jika Tes hasil belajar peserta didik
belum memenuhi target maka dilakukan melalui tes tulis untuk
penelitian dilanjutkan ke siklus mengukur tingkat pemahaman
berikutnya. Kelemahan yang terjadi peserta didik dalam
pada siklus ini akan diperbaiki pada mengimplementasikan topik
siklus berikutnya. gelombang bunyi dan cahaya.
Siklus II
Siklus II dilakukan apabila D. Teknik Analisis Data
pembelajaran pada siklus I dinilai 1. Analisis Kualitatif
belum berhasil atau masih terdapatnya Data aktivitas peserta didik
nilai peserta didik di bawah KKM dan dianalisis dengan cara sebagai
proses pembelajaran belum sesuai berikut :
dengan harapan. Langkah-langkah a. Menentukan skor motivasi
pada siklus II pada dasarnya sama peserta didik secara klasikal
dengan siklus I hanya saja pada siklus untuk masing-masing deskriptor,
II dilakukan perbaikan terhadap yaitu :
kekurangan pada siklus I. 1) Skor 1 diberikan jika X ≤ 25%
2) Skor 2 diberikan jika 25%
C. Instrumen Penelitian <X≤50%
Instrumen penelitian adalah alat 3) Skor 3 diberikan jika
yang digunakan untuk memperoleh 50%<X≤75%
data dalam suatu penelitian. Dalam 4) Skor 4 diberikan X > 75%
penelitian ini data-data penelitian X = banyaknya peserta didik yang
diambil dengan menggunakan dua aktif melaksanakan aktivitas
instrumen penelitian yaitu : sesuai deskriptor.
1. Lembar Observasi b. Menentukan skor maksimal ideal
Lembar observasi berupa (SMI)
penilaian terhadap aktivitas peserta Banyak indikator = 6
didik selama proses pembelajaran Skor maksimal setiap indikator =
berlangsung dengan menggunakan 4
lembar observasi berupa activity Skor setiap indikator = banyak
check list. Yaitu semua daftar yang deskriptor yang tampak
berisi butir-butir pertanyaan tentang Jadi skor maksimal ideal (SMI) =
motivasi belajar peserta didik selama 6 x 4 = 24
proses pembelajaran. Setiap lembar Skor minimal seluruh indikator = 6
observasi terdiri dari beberapa x1=6
aspek dan setiap aspek terdiri dari c. Analisis data motivasi belajar
tiga deskriptor. peserta didik menggunakan MI
Adapun aspek-aspek untuk (Mean Ideal) dan SDI (Standar
aktivitas peserta didik adalah Deviasi Ideal)
sebagai berikut :
M u k d i n | 73
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
MI = ½ x (skor maksimal + skor Berdasarkan skor standar
minimal) maka kriteria untuk menentukan
= ½ x (24 + 6) = ½ x 30 = 15 aktivitas belajar peserta
SDI= 1/6 x (skor maksimal – skor dijabarkan pada tabel berikut ini
minimal) (Nurkencana, 1983 : 101).
= 1/6 (24 – 6) = 1/6 x 18 = 3
Tabel 3.2. Kriteria untuk menentukan aktivitas belajar peserta didik berdasarkan skor standar
Interval Interval Skor Kategori
MI + 1,5 SDI ≤ AS ≤ M1 + 3 SDI 19,5 ≤ AS ≤ 24 Sangat Baik
MI + 0,5 SDI ≤ AS<MI + 1,5 SDI 16,5 ≤ AS < 19,5 Baik
MI - 0,5 SDI ≤ AS<MI + 0,5 SDI 13,5 ≤ AS < 16,5 Cukup Baik
MI - 1,5 SDI ≤ AS<MI – 0,5 SDI 10,5 ≤ AS < 13,5 Kurang Baik
MI - 3 SDI ≤ AS≤MI – 1,5 SDI 6 ≤ AS < 10,5 Sangat Kurang
Keterangan : AS = Jumlah Skor Maksimal
2. Analisis Kuantitatif 1. Siklus I
Data kuantitatif yang berupa Pada siklus I proses
data hasil evaluasi belajar peserta pembelajaran dilaksanakan dalam 2
didik dianalisis berdasarkan kali pertemuan dengan alokasi
ketuntasan klasikal kelas dengan waktu 2 x 45 menit / pertemuan.
prosentase 85 % dan ketuntasan Pertemuan pertama pada tanggal 4
individu dengan KKM = 75, dengan Agustus 2016, pertemuan kedua 11
rumus sebagai berikut : September 2016 dan untuk evaluasi
a. Ketuntasan Klasikal = jumlah skor dilaksanakan pada tanggal 18
yang diperoleh seluruh peserta Agustus 2016. Topik yang dipelajari
didik : jumlah skor maksimal x Gelombang Bunyi dan Cahaya.
100 a. Tahap Perencanaan Tindakan
b. Ketuntasan Individual = jumlah Dalam tahap perencanaan
skor yang diperoleh : jumlah skor tindakan dilakukan kegiatan
maksimal x 100 sebagai berikut:
E. Indikator Ketercapaian 1) Mensosialisasikan model
Semua siklus dikatakan berhasil pembelajaran PBL kepada
jika : teman sejawat selaku mitra
1. Aktivitas belajar peserta didik dalam proses penelitian;
minimal berkategori baik 2) Menyusun skenario
2. Prestasi belajar / pemahaman dalam pembelajaran ;
topik pelajaran gelombang bunyi dan 3) Menyusun lembar observasi ;
cahaya dengan nilai rata-rata 4) Menyiapkan Lembar Kerja
minimal 75. Peserta didik (LKS) ;
5) Menyiapkan media / alat
HASIL DAN PEMBAHASAN peraga yang dibutuhkan ;
A. Hasil Penelitian 6) Menyusun tes hasil belajar
Pelaksanaan penelitian (THB) dalam bentuk essay;
dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek 7) Membentuk kelompok belajar.
penelitian adalah peserta didik kelas XII b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
IPA 2 SMA Negeri 1 Wanasaba tahun Pada tahap ini RPP siklus I akan
pelajaran 2016/2017. Jumlah peserta diterapkan serta dilakukan
didik di kelas ini sejumlah 40 orang. pengamatan sesuai dengan
Pada penelitian ini data tentang lembar observasi. Tahap
aktivitas belajar diperoleh dari lembar pelaksanaan tindakan pada siklus
observasi sedangkan data tentang I dapat diuraikan sebagai berikut :
prestasi belajar peserta didik diperoleh Pendahuluan :
melalui tes yang dilakukan pada setiap 1) Mengucapkan Salam, berdoa,
akhir siklus. dan mengabsen;
M u k d i n | 74
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
2) Menyampaikan tujuan kompetensi dasar yang telah
pembelajaran; dipelajari;
3) Menugaskan peserta didik 2) Menginformasikan materi pada
untuk menyiapkan pertemuan selanjutnya;
perlengkapan belajar; 3) Mengucapkan salam
4) Memotivasi peserta didik serta
membuat apersepsi; c. Tahap Observasi dan Evaluasi
Pengembangan : 1) Observasi Kegiatan Peserta
1) Mensosialisasikan model Didik
pembelajaran PBL pada Berdasarkan hasil observasi
peserta didik; terhadap aktivitas belajar
2) Menjelaskan dan mempelajari peserta didik pada siklus I
cakupan materi pembelajaran; diperoleh data sebagai berikut
3) Membagi peserta didik dalam :
kelompok kerja yang terdiri Tabel 4.1. Hasil Observasi Kegiatan
atas 5 orang tiap kelompok; Aktivitas Belajar Peserta
4) Membagikan LKS kepada Didik Siklus I
setiap kelompok belajar; Pertemuan Ke- Skor Kategori
5) Menyiapkan media / alat I 17 Baik
peraga di kelas sesuai metode II 17,67 Baik
pembelajaran; Rata-Rata 17,33 Baik
6) Peserta didik mengerjakan
tugas sesuai LKS yang sudah Dari tabel di atas dapat dilihat
dibagikan; bahwa pada siklus I aktivitas
7) Masing-masing kelompok kerja belajar peserta didik tergolong
mempersiapkan hasil kerjanya baik. Dari hasil observasi
untuk dikomunikasikan di terdapat beberapa kekurangan
depan kelas; dalam proses pembelajaran
8) Dengan bimbingan guru diantaranya :
masing-masing kelompok a) Beberapa peserta didik
mengkomunikasikan hasil nampak masih bingung
kerjanya di depan kelas; atau belum paham dalam
9) Guru memberikan penilaian mengikuti pembelajaran
terhadap hasil kerja peserta model PBL;
didik. b) Beberapa peserta didik
Penerapan : kurang mampu menjaga
1) Memberikan soal latihan / ketertiban dalam proses
tugas pembelajaran;
2) Menugaskan peserta didik c) Sebagian besar peserta
secara individu untuk didik masih kurang berani
mengerjakan soal latihan / bertanya, menyampaikan
tugas terkait dengan pendapat maupun
kompetensi dasar yang menjawab;
dipelajari; d) Kerjasama antar anggota
3) Menugaskan peserta didik kelompok, antar kelompok
untuk mengerjakan tugas ; kerja masih belum
4) Menilai hasil kerja peserta nampak.
didik dan menyampaikan 2) Evaluasi Hasil Belajar Peserta
langkah penyelesaian yang Didik
benar apabila terdapat Setelah proses pembelajaran,
kesalahan pada pekerjaan guru melakukan evaluasi untuk
peserta didik. melihat sejauh mana peserta
Penutup : didik memahami materi yang
1) Bersama peserta didik telah dipelajari. Soal evaluasi
menyusun kesimpulan atas dalam bentuk essay dengan
M u k d i n | 75
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
alokasi 2 x 45 menit. Jumlah terhadap materi dengan baik
peserta didik yang mengikuti ;
evaluasi sebanyak 40 orang 4) Guru kurang bisa
yang terdiri atas 10 kelompok. membangkitkan minat
Hasil yang dicapai pada peserta didik untuk bertanya ;
evaluasi siklus I dapat dilihat 5) Guru dalam membimbing
pada tabel berikut : kerja kelompok kurang
Tabel 4.2 Hasil Evaluasi Siklus I merata ;
Kategori Nilai 6) Beberapa peserta didik
Nilai Terendah 64 nampak masih bingung atau
Nilai Tertinggi 90 belum paham dalam
Skor Rata-Rata mengikuti model
75,7 pembelajaran PBL;
Kelas
Ketuntasan Klasikal 82,5% 7) Kerjasama antar kelompok
masih kurang dimana peserta
d. Tahap Refleksi didik anggota kelompok tidak
Pada siklus I jumlah skor membantu anggota kelompok
aktivitas belajar peserta didik lain yang belum mengerti ;
mencapai 17,33 tergolong baik, 8) Sebagian besar peserta didik
dan rata-rata nilai hasil belajar dalam kelompok kurang
peserta didik 75,7 dengan berani untuk bertanya dan
ketuntasan klasikal 82,5. Dengan mengemukakan pendapat ;
melihat indikator ketercapaian 9) Beberapa peserta didik
yang telah ditentukan, dimana kurang mampu menjaga
dalam siklus I ini aktivitas belajar ketertiban dalam proses
peserta didik tergolong baik serta pembelajaran ;
rata-rata hasil evaluasi belajar 10) Hasil kerja kelompok masih
baik (mencapai kriteria perlu pengarahan.
ketuntasan minimal) maka dapat Untuk itu pada pembelajaran
dikatakan penelitian ini telah siklus II guru melakukan
berhasil. Mengingat masih ada perbaikan-perbaikan dari
kekurangan yang terjadi dan kekurangan-kekurangan yang
masih adanya kesempatan untuk ada pada siklus I dengan
memperbaiki dalam upaya tindakan sebagai berikut :
meningkatkan motivasi aktivitas 1) Memberi penjelasan cara
dan hasil belajar maka penelitian belajar dengan penerapan
dilanjutkan pada siklus II. model pembelajaran PBL ;
Berdasarkan hasil observasi 2) Lebih memperhatikan kondisi
dalam pelaksanaan pembelajaran kelas dan mengelolanya
siklus I masih terdapat dengan baik agar
kekurangan-kekurangan. Adapun pembelajaran lebih efektif ;
kekurangan-kekurangan yang 3) Guru lebih mengefisienkan
ada pada siklus I adalah sebagai waktu untuk setiap tahap
berikut : pembelajaran sesuai dengan
1) Guru kurang mampu rencana pelaksanaan
mengelola kelas dengan baik pembelajaran yang telah
sehingga pembelajaran direncanakan ;
menjadi kurang efektif; 4) Memberikan motivasi kepada
2) Guru tidak membuat kaitan peserta didik dalam
dan aktivitas kepada peserta memecahkan permasalahan
didik sebagai penanaman yang berkaitan dengan materi
konsep materi yang dibahas ; pembelajaran ;
3) Guru kurang bisa 5) Merangsang peserta didik
memberikan penjelasan untuk aktif bertanya,
mengemukakan pendapat, dan
M u k d i n | 76
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
berani mempresentasikan hasil Bunyi dan Cahaya. Proses
kerjanya ; pembelajaran pada siklus II
6) Memberikan bimbingan merata dilakukan dengan baik dan
terhadap semua kelompok. terarah.
2. Siklus II c. Tahap Observasi dan evaluasi
Pada siklus II ini proses 1) Observasi Kegiatan Peserta
pembelajaran dilaksanakan dalam Didik
tiga kali pertemuan dengan alokasi Hasil observasi terhadap
waktu 2 x 45 menit. Pertemuan kegiatan belajar peserta didik
pertama dilaksanakan pada tanggal diperoleh data sebagai berikut
2 2016, September pertemuan :
kedua dilaksanakan pada tanggal 9 Tabel 4.3. Hasil Observasi Aktivitas
September 2016, sedangkan Belajar Peserta Didik Siklus 2
pertemuan ketiga untuk evaluasi Pertemuan Ke- Skor Kategori
yang dilaksanakan pada tanggal 16 I 18,3 Baik
September 2016. Kompetensi dasar II 19 Baik
yang dipelajari pada pertemuan Rata-rata 18,67 Baik
pertama dan kedua dengan topik Dari tabel di atas dapat
Gelombang Bunyi dan Cahaya. dilihat bahwa aktivitas belajar
Kegiatan pada siklus II sama dengan peserta didik tergolong baik.
kegiatan pada siklus I, secara garis 2) Evaluasi Hasil Belajar Peserta
besar terdiri atas 4 tahap antara lain Didik
: Evaluasi pada siklus II
a. Tahap Perencanaan Tindakan dilakukan dengan memberikan
Dalam tahap perencanaan tes dalam bentuk essay
tindakan dilakukan kegiatan dengan alokasi waktu 2 x 45
sebagai berikut: menit. Jumlah peserta didik
1) Membuat skenario model yang mengikuti evaluasi 40
pembelajaran; orang terdiri dari 8 kelompok
2) Menyusun lembar observasi ; kerja.
3) Menyiapkan Lembar Kerja Hasil yang dicapai pada
Peserta didik (LKS) ; evaluasi siklus II dapat dilihat
4) Menyusun tes hasil belajar dalam tabel berikut.
(THB) dalam bentuk essay Tabel 4.4. Hasil Evaluasi Belajar Siklus II
untuk mengetahui hasil belajar Kategori Nilai
peserta didik ; Nilai Terendah 68
5) Membentuk kelompok belajar. Nilai Tertinggi 90
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Skor Rata-Rata Kelas 78,7
Pada tahap ini rancangan Ketuntasan Klasikal 90%
RPP pembelajaran akan
diterapkan serta dilakukan d. Tahap Refleksi
pengamatan sesuai dengan Berdasarkan hasil observasi
lembar observasi yang telah
dan hasil evaluasi belajar peserta
disiapkan. Pelaksanaan tindakan didik pada siklus II, dapat dilihat
pada siklus II hampir sama beberapa hal yang sudah
dengan siklus I yaitu tahap dilaksanakan dengan baik dalam
pendahuluan, pengembangan, pelaksanaan kegiatan
penerapan, evaluasi dan penutup
pembelajaran yang terjadi pada
dengan memperhatikan siklus II, antara lain :
perbaikan-perbaikan yang telah 1) Peserta didik lebih serius
direncanakan pada siklus I. Pada
dalam mengikuti model
siklus II ini diharapkan peserta pembelajaran PBL ;
didik dapat memahami dan 2) Antusiasme dan kesiapan
mengerti terhadap kompetensi peserta didik dalam mengikuti
dasar dengan topik Gelombang
M u k d i n | 77
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
pembelajaran sudah lebih baik untuk meningkatkan aktivitas dan hasil
; belajar Fisika pada topik gelombang
3) Sebagian peserta didik telah bunyi dan cahaya. Pembelajaran
berani mengemukakan diawali dengan penyajian tujuan
pendapat dan berani bertanya pembelajaran, memberikan apersepsi,
dan menjawab ; penemuan konsep melalui kegiatan
4) Penguasaan materi pada berfikir bersama dan demonstrasi
gelombang bunyi dan cahaya dengan bimbingan melalui LKS,
nampak lebih meningkat. pemantapan dan penerapan konsep
Indikasi peningkatan ini dapat melalui latihan soal-soal, dan pada
dilihat dari motivasi dan hasil akhirnya membuat kesimpulan.
belajar; Kegiatan penelitian ini
5) Interaksi antar peserta didik dilaksanakan dalam 2 siklus, yakni
dalam kelompok sudah sesuai siklus I terdiri dari 3 pertemuan. Dari 3
dengan harapan; pertemuan terdiri atas 2 pertemuan
6) Interaksi peserta didik dengan merupakan proses pembelajaran dan 1
guru saat bimbingan dalam pertemuan untuk kegiatan evaluasi.
kelompok kerja sudah berjalan Sedangkan untuk siklus II terdiri dari 2
efektif pertemuan untuk proses pembelajaran
Berdasarkan hasil observasi dan 1 pertemuan untuk kegiatan
pada siklus II, skor rata-rata evaluasi guna mengetahui sejauh mana
motivasi belajar peserta didik peserta didik memahami materi yang
yang diperoleh yaitu 18,67 yang sudah dipelajari bersama.
tergolong baik dan mengalami Berdasarkan hasil observasi
peningkatan 1,33 dari siklus aktivitas belajar peserta didik pada
sebelumnya. Sedangkan rata-rata tabel 4.5. rata-rata skor aktivitas belajar
nilai hasil belajar peserta didik peserta didik pada siklus I adalah 17,33
yang dihasilkan adalah 78,7 dan yang tergolong baik. Selain itu juga
meningkat 3,00 dari nilai rata-rata diperoleh rata-rata nilai hasil belajar
pada siklus I. Ditinjau dari peserta didik adalah 75,7 maka dengan
indikator ketercapaian dimana demikian indikator ketercapaian yang
aktivitas belajar peserta didik diharapkan telah tercapai pada siklus
tergolong baik, dan rata-rata skor ini. Namun melihat masih adanya
hasil evaluasi belajar 78,7 kekurangan-kekurangan pada siklus I
(melebihi KKM) dan ada dan untuk memperbaiki proses
peningkatan nilai rata-rata untuk pembelajaran dalam upaya
aktivitas belajar maupun hasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
evaluasi, dengan demikian peserta didik maka kegiatan dilanjutkan
penelitian ini dikatakan berhasil. pada siklus II. Kekurangan pada siklus I
Hasil dari setiap siklus dari yakni kurangnya pemberian motivasi
siklus I sampai siklus II baik kepada peserta didik sebagai
aktivitas belajar dan pemahaman penanaman konsep awal materi yang
pada topik gelombang bunyi dan dibahas; pengaturan waktu yang
cahaya dapat dilihat pada tabel tersedia selama pembelajaran
dibawah ini: berlangsung masih belum optimal;
Tabel 4.5. Hasil Aktivitas dan Prestasi pemberian penjelasan materi dan tata
Belajar Siklus I dan Siklus II cara pembelajaran dengan penerapan
Siklus Rata-Rata Rata-Rata metode pembelajaran presentasi
Aktivitas Hasil Belajar dengan media poster kurang jelas;
Belajar pengelolaan kelas kurang baik
I 17,33 75,7 sehingga pembelajaran menjadi kurang
II 18,67 78,7 efektif, sebagian peserta didi kurang
B. Pembahasan paham dengan tata cara pembelajaran
Dalam penelitian ini guru model dan metode ini.
menerapkan model pembelajaran PBL
M u k d i n | 78
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
Pelaksanaan pembelajaran siklus Dari teori-teori di atas dan
II dilaksanakan dengan melakukan disesuaikan dengan hasil penelitian
perbaikan-perbaikan pada kekurangan Nizaul dkk, dengan judul Penerapan
dalam siklus I. Perbaikan dilakukan Model Pembelajaran Problem Based
diantaranya dengan lebih memperjelas Learning (PBL) Dapat Meningkatkan
kembali tata cara penerapan model Hasil Belajar Siswa Kelas X 3 Pada
pembelajaran PBL untuk lebih Mata Pelajaran Sosiologi SMA Negeri
mengefisienskan waktu pada setiap Kebak Kramat Tahun ajaran
tahap pembelajaran, memotivasi 2015/2016. Dengan demikian penelitian
peserta didik dalam pembelajaran, yang telah dilakukan membuktikan
memaksimalkan kerjasama kelompok bahwa penelitian dengan judul
dengan memberi informasi kepada penerapan model pembelajaran PBL
peserta didik untuk selalu serius dalam dapat meningkatkan aktivitas dan hasil
mengikuti proses pembelajaran. belajar Fisika pada topik gelombang
Hasil pembelajaran pada siklus II bunyi dan cahaya peserta didik kelas
lebih baik jika dibandingkan dengan XII IPA 2 SMA Negeri 1 Wanasaba
hasil pembelajaran siklus I. Pada siklus tahun pelajaran 2016/2017.
II jumlah skor aktivitas belajar peserta
didik yang diperoleh sebesar 18,67 PENUTUP
yang tergolong baik, dan rata-rata nilai A. Simpulan
hasil belajar yang diperoleh adalah Berdasarkan hasil penelitian yang
78,7. telah dilaksanakan dapat disimpulkan
Hasil tersebut di atas bahwa :
menunjukkan penerapan model 1. Dengan penerapan model
pembelajaran PBL dapat meningkatkan pembelajaran PBL dapat
aktivitas dan hasil belajar fisika pada meningkatkan aktivitas belajar Fisika
topik gelombang bunyi dan cahaya. pada topik gelombang bunyi dan
Model pembelajaran yang dirancang cahaya peserta didik kelas XII IPA 2
dengan baik dapat merangsang pikiran, SMA Negeri 1 Wanasaba tahun
perasaan, perhatian dan kemauan pelajaran 2016/2017. Hal ini terlihat
peserta didik sehingga dapat dari peningkatan rata-rata skor
mendorong terjadinya proses aktivitas belajar peserta didik yaitu
pembelajaran pada diri peserta didik. siklus I rata-rata skornya 17,33
Selain itu pengalaman yang dengan kategori baik, dan siklus II
diperoleh peneliti di lapangan selama rata-rata skornya 18,67 dengan
melakukan penelitian dengan kategori baik.
penerapan metode pembelajaran 2. Dengan penerapan model
presentasi dengan media poster pembelajaran PBL dapat
potensi peserta didik dapat tergali dan meningkatkan hasil belajar Fisika
berpartisipasi aktif dalam kegiatan pada topik gelombang bunyi dan
pembelajaran yang dilakukan, suasana cahaya peserta didik kelas XII IPA 2
kelas menjadi lebih hidup. Keadaaan ini SMA Negeri 1 Wanasaba tahun
membantu peserta didik lebih pelajaran 2016/2017.. Hal ini terlihat
bersemangat mengikuti proses dari peningkatan hasil belajar
pembelajaran. Di samping itu dengan peserta didik yaitu siklus I rata-rata
melibatkan peserta didik secara aktif nilainya adalah 75,7 dan pada siklus
dalam proses pembelajaran misalnya II rata-rata nilainya 78,7.
membuka ruang untuk bekerjasama, B. Saran
bertukar pikiran dan melakukan Adapun saran-saran yang dapat
kegiatan mandiri akan banyak dikemukakan oleh penelitian dari hasil
membantu peserta didik untuk penelitian ini adalah sebagai berikut :
memahami dan menemukan prinsip- 1. Kepada guru yang melaksanakan
prinsip dasar dari pengetahuan yang proses pembelajaran supaya lebih
dipelajarinya. meningkatkan kreativitasnya dalam
pembelajaran dan lebih banyak
M u k d i n | 79
Journal Ilmiah Rinjani_Universitas Gunung Rinjani
Vol. 6 No.2 Tahun 2018
menggunakan model maupun media ......................, Permendikbud Nomor 23
pembelajaran yang bervariasi Tahun 2016 Tentang
karena dengan model dan metode Standar Penilaian
pembelajaran yang sesuai secara ......................, Permendikbud Nomor 24
tidak langsung pengalaman belajar Tahun 2016 Tentang
peserta didik lebih baik. Kompetensi Inti dan
2. Peserta didik lebih fokus terhadap Kompetensi Dasar.
materi yang akan dipelajari dan lebih
melibatkan diri dalam setiap
kegiatan pembelajaran yang
dilakukan karena dapat memberikan
pengalaman belajar yang baik
kepada diri peserta didik itu sendiri.
3.1. Untuk pihak sekolah memotivasi
dan melengkapi media/alat, serta
sarana dan prasarana pembelajaran
agar guru dan peserta didik dapat
meningkatkan kualitas belajarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, 1994. Prestasi Belajar dan
Kompetensi Guru. Bandung :
Usaha Nasional
Hakiim, Lukmanul, 2008, Perencanaan
Pembelajaran. Bandung, CV
Wacana Prima
Nurkencana. W. 1986. Evaluasi
Pendidikan. Jakarta : Usaha
Nasional.
Nisaul, dkk, 2015. Penerpan Model
Pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Kelas X-3 Pada Mata Pelajaran
Sosisologi SMAN Kebak Kramat
Tahun Ajaran 2015/2016. Solo
:Universitas Sebelas Maret.
Poerwadarminta, W.J.S. 2007. Kamus
Besar Bahasa Indonesia. Jakarta.
Balai Pustaka
Suharsimi Arikunto. Prof. 2007. Penelitian
Tindakan Kelas. Jakarta Bumi
Aksara
Triannto, 2009. Mendesain Model
Pembelajaran Inovatif Progresif.
Jakarta : Kencana Perdana Media
Group.
Usman, Uzer. 1995. Menjadi Guru
Profesional. Bandung : Remaja
Rosdakarya.
......................, Permendikbud Nomor 22
Tahun 2016 Tentang
Standar Proses Pendidikan
M u k d i n | 80