0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Muatan dan Sifat Kimia Natrium

Natrium adalah logam alkali yang sangat reaktif. Ia memiliki sifat kimia yang menyebabkannya membentuk senyawa ionik dengan mudah, terutama garam seperti natrium klorida dan natrium hidroksida yang sangat penting secara industri. Natrium juga merupakan unsur esensial bagi semua hewan dan beberapa tumbuhan.

Diunggah oleh

Budi Purwanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Muatan dan Sifat Kimia Natrium

Natrium adalah logam alkali yang sangat reaktif. Ia memiliki sifat kimia yang menyebabkannya membentuk senyawa ionik dengan mudah, terutama garam seperti natrium klorida dan natrium hidroksida yang sangat penting secara industri. Natrium juga merupakan unsur esensial bagi semua hewan dan beberapa tumbuhan.

Diunggah oleh

Budi Purwanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Natrium 

adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Na dan nomor


atom 11. Ini adalah logam lunak, putih keperakan, dan sangat reaktif. Natrium adalah logam
alkali, berada pada golongan 1 tabel periodik, karena memiliki satu elektron di kulit terluarnya
yang mudah disumbangkannya, menciptakan atom bermuatan positif—kation Na+. Satu-
satunya isotop stabil adalah 23Na. Logam bebasnya tidak terdapat di alam, tapi harus dibuat dari
senyawanya. Natrium adalah unsur keenam paling melimpah dalam kerak bumi, dan terdapat di
banyak mineral seperti feldspar, sodalit dan halit (garam batu, NaCl). Banyak garam natrium
sangat larut dalam air: ion natrium telah dilindi oleh aksi air dari mineral Bumi selama ribuan
tahun, dan dengan demikian natrium Dan klorin adalah unsur terlarut yang paling umum terjadi di
lautan (berdasarkan berat).
Natrium pertama kali diisolasi oleh Humphry Davy pada tahun 1807 melalui elektrolisis natrium
hidroksida. Di antara banyak senyawa natrium lain yang berguna, natrium
hidroksida (lindi, bahasa Inggris: lye) digunakan dalam pembuatan sabun, dan natrium
klorida (garam dapur) adalah zat pencair es dan nutrisi untuk hewan termasuk manusia.
Natrium adalah unsur esensial untuk semua hewan dan beberapa tumbuhan. Ion natrium adalah
kation utama pada cairan ekstraselular (extracellular fluid, ECF) dan karena itu merupakan
penyumbang utama tekanan osmotik ECF dan volume kompartemen ECF. Hilangnya air dari
kompartemen ECF meningkatkan konsentrasi natrium, suatu kondisi yang disebut hipernatremia.
Kehilangan isotonik air dan natrium dari kompartemen ECF mengurangi ukuran kompartemen
tersebut dalam kondisi yang disebut hipovolemia ECF.
Dengan cara pompa natrium-kalium, sel manusia hidup memompa tiga ion natrium keluar dari
sel sebagai ganti dua ion kalium yang dipompa masuk; membandingkan konsentrasi ion yang
melintasi membran sel, dari dalam ke luar, kalium sekitar 40:1, dan natrium, sekitar 1:10.
Pada sel saraf, muatan listrik melintasi membran sel sehingga memungkinkan transmisi impuls
saraf—sebuah aksi potensial—ketika muatan itu dihamburkan; natrium memainkan peran
penting dalam aktivitas itu.

Karakteristik[sunting | sunting sumber]
Fisika[sunting | sunting sumber]

Spektrum emisi natrium, menunjukkan garis D.

Natrium pada suhu dan tekanan standar adalah logam lunak keperakan yang jika bereaksi
dengan oksigen di udara dan membentuk natrium oksida berwarna putih keabu-abun kecuali
direndam dalam minyak atau gas inert, yang merupakan kondisi penyimpanan umumnya. Logam
natrium dapat dengan mudah dipotong menggunakan pisau dan merupakan konduktor listrik dan
panas yang baik, karena hanya memiliki satu elektron pada kelopak valensinya, sehingga
menghasilkan ikatan logam dan elektron bebas yang lemah, yang membawa energi. Akibat
massa atomnya yang rendah dan jari-jari atomnya yang panjang, natrium adalah unsur logam
dengan densitas paling rendah ke-3 di antara seluruh logam dan salah satu dari tiga logam yang
dapat terapung di air, dua lainnya adalah litium dan kalium.[4] Titik lebur (98 °C) dan didih
(883 °C) natrium lebih rendah daripada litium tetapi lebih tinggi daripada logam alkali yang lebih
berat (kalium, rubidium, dan sesium), mengikuti tren periodik sepanjang golongan dari atas ke
bawah.[5] Sifat ini berubah secara dramatis pada kenaikan tekanan: pada 1,5 Mbar, warna
berubah dari keperakan menjadi hitam; pada 1,9 Mbar menjadi transparan dengan warna merah;
dan pada 3 Mbar, natrium berupa padatan jernih dan transparan. Semua alotropi tekanan tinggi
ini bersifat isolator dan elektrida.[6]
Uji nyala api yang positif natrium menghasilkan warna kuning cerah.

Dalam uji nyala api, natrium dan senyawanya menghasilkan warna kuning[7] karena


elektron 3s natrium yang tereksitasi memancarkan foton ketika mereka kembali dari 3p ke 3s;
panjang gelombang foton ini berada pada garis D sekitar 589,3 nm. interaksi spin–orbit yang
melibatkan elektron pada orbital 3p memecah garis D menjadi dua, pada 589,0 dan
589,6 nm; struktur hiperhalus yang melibatkan kedua orbital menyebabkan garis lebih banyak.[8]

Isotop[sunting | sunting sumber]
Artikel utama: Isotop natrium
Ada dua puluh isotop natrium yang diketahui, namun hanya 23Na yang stabil. 23Na dibuat
dalam proses pembakaran karbon dalam bintang-bintang melalui peleburan dua
atom karbon bersama-sama; ini memerlukan suhu di atas 600 megakelvin dan sebuah bintang
bermassa sekurang-kurangnya tiga kali massa matahari.[9] Dua
isotop kosmogenik, radioaktif adalah produk sampingan dari spalasi sinar kosmis: 22Na
dengan waktu paruh 2,6 tahun dan 24Na, waktu paruh 15 jam; semua isotop lainnya memiliki
waktu paruh kurang dari satu menit.[10] Dua isomer nuklir telah ditemukan, yang memiliki umur
terpanjang adalah 24mNa dengan waktu paruh sekitar 20,2 milidetik. Radiasi neutron akut, seperti
dari kecelakaan kegentingan, mengubah beberapa 23Na yang stabil dalam darah manusia
menjadi 24Na; dosis radiasi neutron pada korban dapat dihitung dengan mengukur
konsentrasi 24Na relatif terhadap 23Na.[11]

Kimia[sunting | sunting sumber]
Atom natrium memiliki 11 elektron, lebih banyak satu daripada konfigurasi gas mulia neon yang
sangat stabil. Oleh karena itu, dan katena energi ionisasi pertamanya yang rendah pada 495,8
kJ/mol, atom natrium jauh lebih mudah kehilangan elektron terakhir dan menjadi bermuatan
positif daripada mendapatkan satu elektron untuk menjadi bermuatan negatif.[12] Proses ini
membutuhkan sangat sedikit energi sehingga natrium mudah teroksidasi dengan melepaskan
elektron ke-11nya. Sebaliknya, energi ionisasi kedua sangat tinggi (4562 kJ/mol), karena
elektron ke-10 lebih dekat ke inti atom daripada elektron ke-11. Akibatnya, natrium biasanya
membentuk senyawa ionik sebagai kation Na+.[13]
Tingkat oksidasi natrium yang paling umum adalah +1. Ia umumnya tidak sereaktif kalium tetapi
lebih reaktif daripada litium.[14] Logam natrium adalah reduktor kuat, dengan potensial reduksi
standar untuk pasangan Na+/Na adalah −2.71 volt,[15] meskipun kalium dan litium memiliki
potensial yang lebih negatif.[16]

Garam dan oksida[sunting | sunting sumber]


Lihat pula Kategori: Senyawa natrium
Struktur natrium klorida, menunjukkan koordinasi oktahedral di sekitar pusat Na+ dan Cl−. Kerangka ini
hancur ketika dilarutkan dalam air dan terbentuk kembali ketika air menguap.

Senyawa natrium memiliki kepentingan komersial yang sangat besar, terutama bagi industri
yang memproduksi kaca, kertas, sabun, dan tekstil.[17] Senyawa natrium yang paling penting
adalah garam dapur (NaCl), soda abu (Na2CO3), baking soda (NaHCO3), soda
api (NaOH), natrium nitrat (NaNO3), di- dan tri-natrium fosfate, natrium tiosulfat (Na2S2O3·5H2O),
serta boraks (Na2B4O7·10H2O).[18] Dalam senyawa, natrium biasanya berikatan ionik dengan air
dan anion, serta dianggap sebagai sebuah asam Lewis kuat.[19]

Dua gambar struktur kimia yang setara dari natrium stearat, sabun biasa.

Sebagian besar sabun adalah garam natrium dari asam lemak. Sabun natrium memiliki titik leleh
lebih tinggi (dan tampaknya "lebih kuat") daripada sabun kalium.[18]
Seperti semua logam alkali, natrium bereaksi eksotermik dengan air, dan potongan yang cukup
besar meleleh dan bisa meledak. Reaksinya menghasilkan soda api (natrium hidroksida) dan
gas hidrogen yang mudah terbakar. Ketika terbakar di udara, ia membentuk, terutama, natrium
peroksida dan natrium oksida.[20]

Larutan air[sunting | sunting sumber]


Natrium cenderung membentuk senyawa yang larut dalam air,
seperti halida, sulfat, nitrat, karboksilat dan karbonat. Spesies akuatik utama adalah kompleks
akuo [Na(H2O)n]+, di mana n = 4–8; dengan n = 6 menunjukkan data dari difraksi sinar X dan
simulasi komputer.[21]
Presipitasi langsung garam natrium dari larutan akuatik jarang terjadi karena garam natrium
biasanya memiliki afinitas tinggi terhadap air; kecuali natrium bismutat (NaBiO3).[22] Oleh karena
itu, garam natrium biasanya diisolasi sebagai padatan dengan penguapan atau melalui
presipitasi dengan pelarut organik, seperti etanol; sebagai contoh, hanya 0,35 g/L natrium klorida
yang akan larut dalam etanol.[23] Eter mahkota, seperti 15-mahkota-5, dapat digunakan
sebagai katalis transfer fase.[24]
Kandungan natrium dalam jumlah besar dapat ditentukan dengan perlakuan
menggunakan uranil seng asetat sangat berlebih; heksa hidratnya, (UO''";·6H2O mengendap
dan dapat ditimbang. Sesium dan rubidium tidak mengganggu reaksi ini, tapi kalium dan litium
mengganggu.[25] Konsentrasi natrium yang lebih rendah dapat ditentukan
dengan spektrofotometri serapan atom[26] atau dengan potensiometri menggunakan elektrode ion
selektif.[27]

Elektrida dan sodida[sunting | sunting sumber]


Seperti logam alkali lainnya, natrium larut dalam amonia dan beberapa amina menghasilkan
larutan berwarna; penguapan larutan ini meninggalkan film natrium berkilau metalik. Larutannya
mengandung kompleks koordinasi (Na(NH3)6)+, dengan muatan positif yang diimbangi
oleh elektrida (elektron sebagai anion); kriptan memungkinkan isolasi kompleks ini sebagai
padatan kristal. Natrium membentuk kompleks dengan eter mahkota, kriptan dan ligan lainnya.
[28]
 Contohnya, 15-mahkota-5 memiliki afinitas tinggi terhadap natrium karena ukuran rongga
(cavity) 15-mahkota-5 adalah 1,7–2,2 Å, yang cukup pas untuk ion natrium (1,9 Å).[29][30] Kriptan,
seperti eter mahkota dan ion ionofor lainnya, juga memiliki afinitas tinggi terhadap ion natrium;
derivat alkalida Na− dapat diperoleh[31] dengan adisi kriptan pada larutan natrium dalam amonia
melalui disproporsionasi.[32]

Senyawa organonatrium[sunting | sunting sumber]

Struktur senyawa kompleks natrium (Na+, warna kuning) dan antibioti monensin-A.

Banyak senyawa organonatrium yang telah dibuat. Mereka berperilaku seperti


sumber karbanion (garam dengan anion organik), karena polaritas ikatan C-Na yang tinggi.
Beberapa derivat yang terkenal termasuk natrium siklopentadienida (NaC5H5) dan tritil natrium
((C6H5)3CNa).[33] Oleh karena kation Na+ berukuran besar dan memiliki kekuatan polarisasi yang
sangat rendah, ia dapat menstabilkan radikal anion besar, aromatik, terpolarisasi, seperti
pada natrium naftalenida, Na+[C10H8•]−, sebuah reduktor kuat.[34]

Senyawa intermetalik[sunting | sunting sumber]


Natrium membentuk paduan dengan banyak logam, seperti kalium, kalsium, timbal, dan
unsur golongan 11 serta 12. Natrium dan kalium membentuk KNa2 dan NaK. NaK adalah kalium
40-90% dan berwujud cair pada suhu ambien. Ia adalah penghantar panas dan listrik yang
sangat baik. Paduan natrium-kalsium adalah produk sampingan dari produksi elektrolitik natrium
dari campuran garam biner NaCl-CaCl2 dan campuran terner NaCl-CaCl2-
BaCl2. Ketercampuran kalsium dengan natrium hanya sebagian. Dalam keadaan cair, natrium
bercampur sempurna dengan timbal. Terdapat beberapa metode untuk membuat paduan
natrium-timbal. Salah satunya adalah mencairkan keduanya bersama-sama dan yang lainnya
adalah mendepositkan natrium secara elektrolitik pada katoda timbal cair. NaPb3,
NaPb, Na9Pb4, Na5Pb2, dan Na15Pb4 adalah beberapa paduan natrium-timbal yang diketahui.
Natrium juga membentuk paduan dengan emas (NaAu2) dan perak (NaAg2). Logam golongan 12
(seng, kadmium dan raksa diketahui membuat paduan dengan natrium. NaZn13 dan
NaCd2 adalah paduan dengan seng dan kadmium. Natrium dan raksa membentuk NaHg, NaHg4,
NaHg2, Na3Hg2, dan Na3Hg.[35]

Sejarah[sunting | sunting sumber]
Oleh karena pentingnya dalam metabolisme manusia, garam telah lama menjadi komoditas
penting, seperti yang ditunjukkan oleh kata bahasa Inggris salary (bahasa Indonesia: gaji), yang
berasal dari salarium, wafer garam (garam bata) kadang diberikan kepada tentara Romawi
bersamaan dengan upah mereka lainnya. Di Eropa abad pertengahan, senyawa natrium dengan
nama Latin sodanum digunakan sebagai obat sakit kepala. Nama soda diperkirakan berasal dari
bahasa Arab suda, yang berarti sakit kepala, karena sifat natrium karbonat atau soda yang dapat
mengurangi sakit kepala sudah dikenal sejak awal.[36] Meskipun natrium, kadang-kadang
disebut soda, telah lama dikenal dalam senyawanya, logam itu sendiri baru diisolasi pada tahu
1807 oleh Sir Humphry Davy melalui elektrolisis natrium hidroksida.[37][38] Pada tahun 1809,
fisikawan sekaligus kimiawan Jerman Ludwig Wilhelm Gilbert mengusulkan
nama Natronium untuk "natrium" temuan Humphry Davy dan Kalium untuk "kalium" temuan
Davy.[39] Singkatan kimia untuk natrium pertama kali diterbitkan pada tahun 1814 oleh Jöns Jakob
Berzelius dalam sistem simbol atomnya,[40][41] dan merupakan singkatan dari nama unsur Neo
Latin natrium, yang mengacu pada bahasa Mesir natron,[36] garam mineral alami yang kandungan
utamanya adalah natrium karbonat terhidrasi. Natron secara historis memiliki beberapa
keperluan industri dan rumah tangga yang penting, kemudian digantikan oleh senyawa natrium
lainnya.[42]
Natrium memberi warna kuning yang kuat pada nyala api. Pada awal
1860, Kirchhoff dan Bunsen mencatat sensitivitas natrium yang tinggi terhadap uji nyala api, dan
dinyatakan dalam Annalen der Physik und Chemie:[43]
Di sudut terjauh dari aparatus di dalam kamar 60 m3 kami, kami meledakkan 3 mg natrium klorat
dengan gula susu sambil mengamati nyala api yang tidak bercahaya dari balik celah. Setelah
beberapa saat, ia bersinar kuning cerah dan menunjukkan garis natrium kuat yang hilang hanya
setelah 10 menit. Dari berat garam natrium dan volume udara di dalam ruangan, kita dengan
mudah menghitung bahwa satu bagian berat udara tidak boleh mengandung lebih dari 1/20 juta
bagian berat natrium.

Keterjadian[sunting | sunting sumber]
Kerak bumi mengandung 2,27% natrium, membuatnya unsur paling melimpah ke-7 di Bumi dan
logam paling melimpah ke-5, setelah aluminium, besi, kalsium, dan magnesium, dan
sebelum kalium.[44] Estimasi kelimpahan natrium di lautan adalah 1,08×104 miligram per liter.
[45]
 Oleh karena reaktivitasnya yang tinggi, ia tidak pernah dijumpai sebagai unsur murni. Ia
dijumpai dalam banyak mineral yang berbeda, beberapa sangat mudah larut,
seperti halit dan natron, lainnya kurang mudah larut, seperti amfibol dan zeolit. Ketaklarutan
mineral natrium tertentu seperti kriolit dan felspar muncul dari anion polimernya, yang dalam
kasus feldspar adalah polisilikat.
Pengamatan astronomi[sunting | sunting sumber]
Dalam medium antarbintang, natrium diidentifikasi melalui garis spektrum D; meskipun ia
memiliki suhu penguapan tinggi, kelimpahannya dalam atmosfer
planet Merkurius memungkinkannya terdeteksi oleh Potter dan Morgan menggunakan
spektroskopi stasiun bumi berresolusi tinggi.[butuh rujukan] Natrium telah terdeteksi dalam sekurang-
kurangnya satu komet; para astronom yang menyaksikan Komet Hale-Bopp pada tahun 1997
mengamati ekor natrium yang mengandung atom-atom netral (bukan ion) dan mencapai jarak
hingga 50 juta kilometer di belakang kepala.[46]

Produksi komersial[sunting | sunting sumber]


Hanya dapat digunakan untuk aplikasi yang agak khusus, hanya sekitar 100.000 ton logam
natrium yang diproduksi setiap tahunnya.[17] Logam natrium pertama kali diproduksi secara
komersial pada akhir abad ke-19[47] melalui reduksi karbotermal natrium karbonat pada 1100 °C,
sebagai tahap pertama proses Deville untuk produksi aluminium:[48][49][50]
Tingginya kebutuhan aluminium membuat produksi natrium menjadi penting. Setelah
diperkenalkannya proses Hall–Héroult untuk produksi aluminium melalui elektrolisis,
penangas lelehan garam mengakhiri kebutuhan besar natrium. Proses terkait yang
berdasarkan reduksi natrium hidroksida dikembangkan pada tahun 1886.[48]
Produksi komersial natrium saat ini menggunakan metode elektrolisis lelehan natrium
klorida, berdasarkan proses yang dipatenkan pada tahun 1924.[51][52] Proses ini dilakukan
dalam sel Downs dengan mencampur NaCl dengan kalsium klorida untuk menurunkan titik
lebur di bawah 700 °C. Oleh karena kalsium kurang elektropositif daripada natrium, tidak ada
kalsium yang akan menumpuk di katode.[53] Metode ini lebih efisien (dari sisi biaya) daripada
proses sebelumnya (proses Castner, elektrolisis natrium hidroksida).[54]
Pasar natrium berfluktuasi karena kesulitan dalam penyimpanan dan pengiriman; ia harus
disimpan di bawah atmosfer gas lembam kering atau minyak mineral anhidrat untuk
mencegah pembentukan lapisan permukaan natrium oksida atau natrium superoksida.[55]

Aplikasi[sunting | sunting sumber]
Meskipun logam natrium memiliki beberapa kegunaan penting, aplikasi utama natrium
menggunakan senyawanya; jutaan ton natrium klorida, hidroksida, dan karbonat diproduksi
setiap tahunnya. Natrium klorida digunakan secara luas untuk anties dan pencair es dan
sebagai pengawet; natrium bikarbonat terutama digunakan untuk memasak. Bersama
kalium, banyak obat-obatan penting yang ditambahkan natrium untuk
meningkatkan bioavailabilitas; meskipun kalium merupakan ion yang lebih baik dalam
banyak kasus, natrium dipilih karena harganya yang murah dan bobot atomnya yang rendah.
[56]
 Natrium hidrida digunakan sebagai basa untuk beragam reaksi (misalnya reaksi aldol)
dalam kimia organik, dan sebagai reduktor dalam kimia anorganik.[57]
Logam natrium terutama digunakan untuk produksi natrium borohidrida, natrium
azida, indigo, dan trifenilfosfina. Kegunaan yang pernah meluas adalah dalam
pembuatan tetraetiltimbal dan logam titanium; tetapi produksi natrium menurun sejak 1970-
an karena ditinggalkannya TEL dan adanya metode produksi titanium yang baru.[17] Natrium
juga digunakan sebagai logam pemadu, zat pelunak air[58] dan sebagai reduktor untuk logam
ketika bahan lain tidak efektif. Perlu diperhatikan bahwa unsur bebas tidak digunakan
sebagai zat pengendap, ion di air ditukar dengan ion natrium. Lampu ("uap") plasma
natrium sering digunakan untuk penerangan jalan di kota, memancarkan cahaya yang
berkisar dari kuning-jingga hingga peach saat tekanan meningkat.[59] Sebagai Na tunggal
atau dengan kalium, natrium adalah desikan; ia memberi warna biru kuat
dengan benzofenon saat yang dikeringkan kering.[60] Dalam sintesis organik, natrium
digunakan dalam berbagai reaksi seperti reduksi Birch, dan uji fusi natrium dilakukan untuk
menganalisis senyawa secara kualitatif.[61] Natrium bereaksi dengan alkohol menghasilkan
alkoksida, dan bila natrium dilarutkan dalam larutan amonia, ia dapat digunakan untuk
mereduksi alkuna menjadi trans-alkena.[62][63]

Pemindahan kalor[sunting | sunting sumber]

Diagram fase NaK, menunjukkan titik leleh natrium sebagai fungsi konsentrasi kalium. NaK
dengan 77% kalium bersifat eutektik dan memiliki titik leleh paduan NaK paling rendah pada
−12,6 °C.[64]
Natrium cair digunakan sebagai fluida perpindahan panas pada beberapa reaktor cepat
berpendingin natrium[65] karena memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan
penyerapan tampang-lintang neutron rendah yang diperlukan untuk mencapai fluks neutron
tinggi di dalam reaktor.[66] Titik didih natrium yang tinggi memungkinkan reaktor beroperasi
pada tekanan ambien (normal),[66] tetapi kekurangannya meliputi opasitasnya, yang
menghambat perawatan visual, dan sifatnya yang mudah meledak.[67] Natrium-24 radioaktif
dapat dibuat melalui bombardir neutron selama operasi, menimbulkan bahaya radiasi ringan;
radioaktivitas berhenti dalam beberapa hari setelah dikeluarkan dari reaktor.[68] Jika sebuah
reaktor perlu sering dimatikan, digunakan NaK; karena NaK adalah cairan pada suhu kamar,
pendingin ini tidak memadat di dalam pipa.[69] Dalam kasus ini, piroforisitas kalium
memerlukan tindakan pencegahan ekstra untuk mencegah dan mendeteksi kebocoran.
[70]
 Aplikasi perpindahan kalor lainnya adalah katup poppet pada mesin pembakaran internal
berkinerja tinggi; batang katup sebagian diisi dengan natrium dan bekerja sebagai pipa
kalor untuk mendinginkan katup.[71]

Peran biologis[sunting | sunting sumber]


Artikel utama: Natrium dalam biologi
Pada manusia, natrium adalah mineral penting yang mengatur volume darah, tekanan
darah, kesetimbangan osmotik dan pH; persyaratan fisiologis minimum natrium adalah 500
miligram per hari.[72] Natrium klorida adalah sumber utama natrium dalam makanan, dan
digunakan sebagai bumbu dan pengawet dalam komoditas seperti pengawet
acar dan dendeng; bagi orang Amerika, kebanyakan natrium klorida berasal dari makanan
olahan.[73] Sumber natrium lainnya adalah keberadaan alami pada makanan dan bahan
tambahan makanan seperti monosodium glutamat (MSG), natrium nitrit, natrium
sakarin, soda kue (natrium bikarbonat), dan natrium benzoat.[74]
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan Angka Kecukupan Gizi natrium
adalah adalah 1500 mg per orang per hari,[75] tetapi rata-rata orang Indonesia mengkonsumsi
natrium (dari garam saja) sekitar 5300 mg/hari (setara dengan 15 gram garam dengan kadar
NaCl 90%); belum termasuk sumber natrium lainnya seperti MSG.[76] Penelitian
mengungkapkan bahwa menurunkan asupan natrium hingga 2 g per hari cenderung
menurunkan tekanan darah sistolik sekitar dua hingga empat mm Hg.[77] Telah diperkirakan
bahwa penurunan asupan natrium sebesar itu akan menurunkan kasus tekanan darah
tinggi sebesar 9 hingga 17%.[77]
Tekanan darah tinggi menyebabkan 7,6 juta kematian dini di seluruh dunia setiap tahunnya.
[78]
 (Sebagai catatan, garam mengandung sekitar 39,3% natrium[79]—sisanya adalah klorin dan
zat renik lainnya; sehingga 2,3 g natrium setara dengan sekitar 5,9 g, atau 2,7 mL garam—
sekitar setengah sendok teh[80][81]). American Heart Association merekomendasikan asupan
natrium tidak lebih dari 1,5 g per hari,[82] sesuai dengan Permenkes RI no 75 tahun 2013[75]
Satu studi menemukan bahwa orang dengan atau tanpa hipertensi yang mengekskresikan
kurang dari 3 gram natrium per hari dalam urin mereka (dan karena itu mengasup kurang
dari 3 g/hari) memiliki risiko kematian, stroke, atau serangan jantung yang lebih tinggi
daripada yang mengekskresikan 4 sampai 5 gram per hari. Tingkat 7 g per hari atau lebih
pada orang dengan hipertensi dikaitkan dengan kematian dan kejadian kardiovaskular yang
lebih tinggi, namun hal ini tidak diketahui kebenarannya untuk orang-orang tanpa hipertensi.
[83]
 US FDA menyatakan bahwa orang dewasa dengan hipertensi dan prahipertensi harus
mengurangi asupan harian menjadi 1,5 g.[81]
Sistem renin–angiotensin mengatur jumlah cairan dan konsentrasi natrium dalam tubuh.
Pengurangan tekanan darah dan konsentrasi natrium dalam ginjal mengakibatkan
produksi renin, yang pada gilirannya menghasilkan aldosteron dan angiotensin,
mempertahankan natrium dalam urin. Ketika konsentrasi natrium meningkat, produksi renin
menurun, dan konsentrasi natrium kembali normal.[84] Ion natrium (Na+) adalah elektrolit
penting dalam fungsi neuron, dan pada osmoregulasi antara sel dan cairan ekstrasel. Hal ini
berlaku pada semua hewan oleh Na+/K+-ATPase, transporter aktif yang memompa ion
melawan gradien, dan kanal natrium/kalium.[85] Natrium adalah ion logam yang paling lazim
dalam cairan ekstrasel.[86]
Tingkat natrium yang sangat rendah atau sangat tinggi pada manusia dikenali dalam dunia
kedokteran sebagai hiponatremia dan hipernatremia. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh
faktor genetik, penuaan, atau muntah atau diare berkepanjangan.[87]
Pada tanaman C4, natrium adalah mikronutrien yang membantu metabolisme, khususnya
dalam regenerasi fosfoenolpiruvat dan sintesis klorofil.[88] Pada tanaman lain, ia
menggantikan beberapa peran kalium, seperti mempertahankan tekanan turgor dan
membantu pembukaan dan penutupan stomata.[89] Kelebihan natrium di dalam tanah dapat
membatasi penyerapan air dengan menurunkan potensi air, yang dapat menyebabkan
tanaman layu; konsentrasi berlebih pada sitoplasma dapat menyebabkan inhibisi enzim,
yang pada gilirannya menyebabkan nekrosis dan klorosis.[90] Sebagai reaksinya, beberapa
tanaman telah mengembangkan mekanisme untuk membatasi pengambilan natrium di akar,
untuk menyimpannya di dalam sel vakuola, dan membatasi pengangkutan garam dari akar
ke daun;[91] kelebihan natrium juga dapat disimpan di jaringan tanaman tua, sehingga
membatasi kerusakan pada sel yang baru tumbuh. Halofit telah menyesuaikan diri untuk
dapat berkembang di lingkungan yang kaya akan natrium.[91]

Anda mungkin juga menyukai