0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan24 halaman

Optimalisasi Kebidanan dengan Accupresure

Makalah ini membahas tentang optimalisasi mutu layanan kebidanan dengan terapi komplementer Accupresure. Accupresure adalah teknik penyembuhan tradisional asal Cina dengan cara menekan titik-titik tertentu pada tubuh untuk memperlancar aliran chi guna penyembuhan. Terapi ini dapat diterapkan pada kehamilan, persalinan, dan nifas untuk mengurangi intervensi medis.

Diunggah oleh

Yuwika Cahya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan24 halaman

Optimalisasi Kebidanan dengan Accupresure

Makalah ini membahas tentang optimalisasi mutu layanan kebidanan dengan terapi komplementer Accupresure. Accupresure adalah teknik penyembuhan tradisional asal Cina dengan cara menekan titik-titik tertentu pada tubuh untuk memperlancar aliran chi guna penyembuhan. Terapi ini dapat diterapkan pada kehamilan, persalinan, dan nifas untuk mengurangi intervensi medis.

Diunggah oleh

Yuwika Cahya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

OPTIMALISASI MUTU LAYANAN KEBIDANAN DENGAN TERAPI


KOMPLEMENTER ACCUPRESURE

DOSEN PENGAMPU :

ANISSA [Link],Bdn.,[Link]

DISUSUN OLEH :

YUWIKA CAHYA

FAKULTAS ILMU KESEHATAN JURUSAN DIV KEBIDANAN

UNIVERSITAS MALHAYATI

BANDAR LAMPUNG

2022
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan penulis kemudahan sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya
penulis tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta
salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW
yang kita nanti-nantikan syafaatnya di akhir nanti.

Penulis menguapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu
berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan
pembuatan makalh dengan judul “Optimalisasi mutu layanan kebidanan dengan terapi
komplementer Accupresure “.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan


makalah ini oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun
dan memperbaiki susunan laporan yang akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat bagi
pembaca.

Bandar lampung, November 2022

Penilis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................2
DAFTAR ISI.......................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.........................................................................................................4
B. Rumusan Masalah....................................................................................................4
C. Tujuan.......................................................................................................................5
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Terapi Accupresure..................................................................................................6
1. Sejarah Accupresure.............................................................................................
2. Manfaat Accupresure...........................................................................................
3. Cara Menentukan Lokasi Titik Pemijatan............................................................
4. Teknik Accupresure.............................................................................................
5. Alat-Alat Yang Digunakan...................................................................................
B. Aspek Legal Dalam Praktik Kebidanan Komplementer Accupresure.....................7
1. Dasar Hukum Praktik Komplementer..................................................................
2. Dasar Hukum Jenis Terapi Komplementer dalam Kebidanan.............................
C. Cara Penerapan Terapi Acupressure Dalam Kebidanan..........................................8
1. Kehamilan............................................................................................................
2. Persalinan.............................................................................................................
3. Nifas.....................................................................................................................
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................................
B. Saran..........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Acupressure adalah teknik penyembuhan tradisional asal Cina dengan
menggunakan jari-jari tangan ataupun dengan menggunakan alat bantu seperti stik
kayu (tusuk jari), dengan cara menekan titik-titik tertentu pada tubuh untuk
memperlancar aliran chi dalam tubuh yang mengaktifkan kekebalan di dalam tubuh
untuk penyembuhan penyakit.
Pemanfaatan Pelayanan kesehatan tradisional alternatif dan komplementer di
dunia sudah membudaya dan mulai masuk dalam sistim pelayanan kesehatan
perseorangan. Berdasarkan data dari WHO sebanyak 80% praktisi kesehatan di
negara berkembang lebih memilih pengobatan alternatif dibandingkan pengobatan
kimia. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keaneragaman pengobatan
tradisional. Pengembangan pemanfaatan pengobatan tradisional memiliki potensial
besar bagi peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan bangsa
Data menunjukan penduduk Indonesia yang menggunakan pengobatan
komplementer alternative dari dokter/tenaga kesehatan hanya 2,7 %, sedangkan di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta hanya 2,4%. Hasil survey di Indonesia bahwa
penggunaan pengobatan komplementer paling tinggi di dasari alasan untuk coba-coba
untuk menjaga kesehatan. Pelayanan tradisional masih didapatkan dari bukan dari
tenaga Kesehatan. Pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer di Indonesia tidak
hanya dilakukan oleh sektor swasta/mandiri, namun juga pemerintah (Puskesmas dan
Rumah Sakit). Akan tetapi pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer lebih
banyak dijumpai pada sektor swasta, salah satunya Praktik Bidan Mandiri (PMB).
Bagi banyak bidan dan wanita, pelayanan kebidanan komplementer
Accupresure merupakan salah satu alternative pilihan untuk mengurangi intervensi
medis saat hamil, bersalin hingga nifas. Diketahui bahwa telah terjadi peningkatan
tajam dalam jumlah dan berbagai informasi mengenai terapi komplementer
acupressure dalam. Jenis yang paling umum dari pengobatan komplementer alternatif
digunakan oleh wanita di negara barat termasuk pijat, jamu dan aromaterapi.
Walaupun di Indonesia belum ada Undang-undang yang mengatur secara khusus
tentang pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer, namun penyelenggaraan
pengobatan komplementer secara umum telah diatur dalam Keputusan Menteri
Kesehatan No.1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang pengobatan komplementer
alternatif.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan accupresure?
2. Apasaja Aspek legal dalam praktik kebidanan komplementer accupresure?
3. Bagaimanakah cara penerapan terapi acupressure dalam kebidanan?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Memahami tentang terapi Accupresure
b. Memahami tentang aspek legal dalam praktik kebidanan komplementer
Acupressure.
c. Memahami tentang cara penerapan terapi Acupressure dalam kebidanan.
2. Tujuan Khusus
a. Memahami tentang sejarah Accupressure.
b. Memahami tentang manfaat Acupressure dalam kebidanan.
c. Memahami tentang cara menentukan lokasi titik pemijatan.
d. Memahami tentang teknik Accupresure.
e. Memahami tentang alat-alat yang digunakan untuk Accupresure.
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Terapi Accupresure
1. Definisi Accupresure
Acupressure adalah teknik penyembuhan tradisional asal Cina dengan
menggunakan jari-jari tangan ataupun dengan menggunakan alat bantu seperti stik
kayu (tusuk jari), dengan cara menekan titik-titik tertentu pada tubuh untuk
memperlancar aliran chi dalam tubuh yang mengaktifkan kekebalan di dalam
tubuh untuk penyembuhan penyakit.
Akupresure berasal dari kata accus dan pressure, yang berarti jarum dan
menekan. Akupresur merupakan istilah yang digunakan untuk memberikan
rangsangan (stimulasi) titik akupunktur dengan teknik penekanan atau teknik
mekanik. Penekanan dilakukan sebagai pengganti penusukan jarum yang
dilakukan pada akupunktur dengan tujuan untuk melancarkan aliran energi vital
(qi) pada seluruh tubuh(Kementerian Kesehatan, 2014).

2. Sejarah Accupresure
Ilmu Akupunktur berasal dari daratan Cina. Menurut buku Huang Ti Nei Cing
(The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine) ilmu ini mulai berkembang
sejak Jaman Batu, yaitu kira-kira empat sampai lima ribu tahun yang lalu, di mana
digunakan jarum batu untuk menyembuhkan penyakit. Sebuah kasus yang
diungkapkan buku tersebut adalah penyembuhan abses dengan penusukan jarum
batu. Buku Huang Ti Nei Cing adalah sebuah buku ensikolpedi Ilmu Pengobatan
Cina. Diterbitkan pada zaman Kerajaan Cun Ciu Can Kuo yaitu tahun-tahun
antara 770 - 221 sebelum Masehi. Pada zaman itu Ilmu Akupunktur-Moksibusi
berkembang seperti juga ilmu-ilmu lainnya di negara itu. Bahan jarum akupunktur
berubah dari batu ke bambu, dari bambu ke tulang dan dari tulang menjadi
perunggu.
Serang ahli pengobatan pada jaman itu yang bernama Pien Cie telah berhasil
menyembuhkan serang pangeran bernama Ha dengan jarum perunggu dari
ketidaksadaran selama setengah hari. Pien Cie mengungkapkan pengetahuannya
dalam buku Nan Cing di mana ia menguraikan cara pengobatan dengan jarum
perunggu serta menjelaskan persalan-persalan mengenai meridian dan titik
akupunktur. Dalam buku Huang Ti Nei Cing diungkapkan juga mengenai
meridian, titik akupunktur, teknik pengobatan dan perjalanan penyakit serta
pengobatannya.

3. Manfaat Accupresure
a. Pencegahan penyakit Akupresur dipraktikkan secara teratur pada saat tertentu
sesuai dengan aturan yang ada, yaitu sebelum sakit. Tujuannya untuk
mencegah masuknya penyebab penyakit dan mempertahankan kondisi tubuh.
b. Penyembuhan penyakit Akupresur dapat digunakan untuk proses
penyembuhan keluhan sakit dan dilakukan dalam keadaan sakit.
c. Rehabilitasi Akupresur digunakan untuk meningkatkan kondisi kesehatan
sesudah sakit.

4. Cara Menentukan Lokasi Titik Pemijatan


a. Cara pertama antara lain menggunakan tanda anatomis tubuh, seperti
benjolan-benjolan tulang,garis siku atau garis telapak tangan, putting susu,
batas rambut, lipatan tangan dan sebagainya.
b. Cara kedua yaitu pembagian sama rata, dimana suatu bagian tubuh tertentu
dibagi sama rata untuk mendapat titik yang tepat serta menggunakan pedoman
lebar jari. Dalam penekanan atau perangsangan akupresur ada beberapa hal
yang harus diperhatikan, yaitu reaksi yang akan ditimbulkan, kondisi pasien
dan jenis keluhan yang dialami pasien
c. Dalam penekanan atau perangsangan akupresur ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, yaitu reaksi yang akan ditimbulkan, kondisi pasien dan jenis
keluhan yang dialami pasien. Arah pemijatan disesuaikan dengan sifat
penyakit yang diderita oleh pasien. Sifat penyakit Yang, se, panas, luar maka
pemijatan pada titik akupresur yang dilakukan adalah berlawanan dengan
jarum jam sebanyak 60 putaran atau dengan istilah sedate. Sedangkan, sifat
penyakit Yin, si, dingin, dalam maka pemijatan yang dilakukan adalah searah
dengan jarum jam sebanyak 30 putaran.
d. Dalam pemijatan, sebaiknya jangan terlalu keras dan membuat pasien
kesakitan. Pemijatan yang benar harus dapat menciptakan sensasi rasa
nyaman, pegal, panas, perih, kesemutan dan lain sebagainya. Apabila sensasi
rasa dapat tercapai maka sirkulasi chi (energi) dan xue (darah) menjadi lancar,
juga akan merangsang keluarnya hormon endorphin.

5. Teknik Pemijatan Accupresure


a. Teknik pertama yaitu menekan. Penekanan dapat dilakukan dengan ibu jari,
telunjuk, dan jari tengah yang disatukan dalam kepalan tangan. Penekanan
dilakukan di daerah keluhan dengan tujuan untuk mendeteksi jenis keluhan
meridian atau organ, selain untuk melancarkan aliran energi dan darah.
b. Teknik kedua yaitu memutar. Memutar dilakukan didaerah pergelangan tangan
atau kaki. Tujuan dari metode memutar adalah meregangkan dan
merelaksasikan otot- otot yang mengalami ketegangan.
c. Teknik ketiga adalah mengetuk. Mengetuk biasanya melibatkan gerakan
mengetukngetuk titik- titik meridian organ. Biasanya dengan menggunakan
jari tengah, atau ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah yang disatukan dan
dilakukan setiap 2-3 detik sekali selama beberapa menit.
d. Teknik keempat yaitu menepuk. Menepuk digunakan untuk mendorong aliran
energi dan darah. Caranya dengan menepuk telapak tangan yang terbuka
sebanayak 5-10 kali pada berbagai meridian. Teknik yang terakhir adalah
menarik. Menarik dilakukan untuk menarik jari-jari tangan atau kaki dengan
cara diurut terlebih dahulu kemudian ditarik secara perlahan menggunakan jari
jempol dan telunjuk dengan tenaga yang pelan dan tidak secara mendadak.

6. Alat yang harus disiapkan sebelum melakukan asuhan kebidanan komplementer


dengan teknik akupresure adalah sebagai berikut:
a. Baby oil atau minyak terapi yang lain seperti minyak VCO, Minyak biji bunga
matahari dll.
b. Pakaian massage
c. Tempat yang nyaman dan penerangan yang nyaman
d. Musik klasik atau musik yang menenangkan
B. Aspek Legal Dalam Praktik Kebidanan Terapi Komplementer
1. Dasar Hukum Praktik Komplementer
Aspek legal didefinisikan sebagai studi kelayakan yang mempermasalahkan
keabsahan suatu tindakan, ditinjau dari segi hokum yang berlaku di Indonesia.
Aspek legal perlu diperhatikan oleh setiap tenaga kesehatan khususnya bidan yang
memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Seorang bidan dalam
memberikan praktik mandiri kebidanan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan
yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan serta memberikan kejelasan
batasbatas kewenangannya dalam menjalankan praktik kebidanan.
Dalam pelayanan kebidanan komplementer seorang bidan harus
memperhatikan dasar hukum yang mengatur tentang praktik kebidanan
komplementer. Di Indonesia telah diatur mengenai tata cara dan aturan pelayanan
pengobatan komplementer – alternative diantaranya sebagai berikut :
a. UU RI no.36 tahun 2009 tentang kesehatan Dalam UU Kesehatan no 36 tahun
2009 diatur tentang pengobatan tradisional, dimana pengobatan tradisional
merupakan pengobatan dan atau perawatan dengan cara dan obat yang
dilakukan dengan mengacu pada pengalaman dan ketrampilan turun temurun
secara empiris yang dapat dipertanggung jawabkan dan diterapkan sesuai
dengan norma yang berlaku di masyarakat.
b. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1076/Menkes/SK/2003 tetang pengobatan
tradisional
c. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang
pengobatan dan terapi alternative
d. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.381/Menkes/SK/III/2007 tentang
kebijakan obat tradisional
e. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.003/MENKES/PER/I/2010 tentang
saintifikasi jamu dalam penelitian berbasis pelayanan kesehatan
f. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.90 tahun 2013 tentang sentra
pengembangan dan penerapan pengobatan tradisional
g. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1186/MENKES/PER/XI/1996 tentang
pemanfaatan akupuntur di sarana pelayanan Kesehatan
h. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1277/MENKES/SK/VIII/2003 tentang
tenaga akupuntur
i. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1025/MENKES/PER/X/2004 tentang
pedoman persyaratan kesehatan pelayanan kesehatan menggunakan air,
peraturan ini mengatur tentang terapi SPA (solus per aqua) / aqua therapy atau
yang biasa disebut dengan terapi sehat menggunakan terapi air.
j. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 120/Menkes/SK/II/2008 tentang
Standar Pelayanan Hiperbarik
k. Keputusan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik [Link].03.05/I/199/2010
tentang Pedoman Kriteria Penetapan Metode Pengobatan Komplementer dan
Alternatif yang Dapat diintergrasikan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
l. PMK no.8 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan SPA

2. Dasar Hukum Jenis Terapi Komplementer Dalam Kebidanan


Komplementer yang dapat diterapkan dalam pelayanan kebidanan.
Berdasarkan PERMENKES Nomor 1109/Menkes/[Link]/2007 tentang
pengobatan dan terapi alternative, terapi komplementer yang dapat diterapkan
dalam praktik kebidanan disajikan dalam sebagai berikut :
a. Pelayanan pengobatan alternatif : akupunktur, acupressure, naturopaty,
homeopaty, aromateraphy,dan ayurweda
b. Intervensi tubuh dan pikiran (body and mind interventions): Hipnoterapi,
Meditasi, Penyembuhan spiritual dan Yoga
c. Pengobatan manual: Praktik kiropraktik, healing touch, pemijatan, shiatsu, dan
osteopati
d. Pengobatan Farmakologi dan Biologi: Jamu, herbal, gurah dan lainnya
e. Pengaturan pola makan dan nutrisi: Diet makro nutrient, diet mikro nutrient
f. Terapi lain berdasarkan diagnosis dan pengobatan: Terapi ozon,terapi
hierbarik dan lain-lain.
Selain PERMENKES Nomor 1109/Menkes/[Link]/2007, dasar hukum
pengobatan tradisional lain yang dapat diterapkan dalam praktik kebidanan adalah
KEPMENKES Nomor 1025/MENKES/PER/X/2004 tentang pedoman persyaratan
kesehatan pelayanan kesehatan menggunakan air, peraturan ini mengatur tentang
terapi SPA (solus per aqua) / aqua therapy atau yang biasa disebut dengan terapi
sehat menggunakan terapi air dan PMK no.8 tahun 2014 tentang Pelayanan
Kesehatan SPA. Dalam aturan tersebt diuraikan tentang jenis pelayanan SPA yang
dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Health Spa yang bertujuan untuk menghasilkan manfaat relaksasi dan
kebugaran
b. Wellness SPA yang bertujuan untuk menghasilkan manfaat peremajaan
(rejuvenasi) dan penguatan system tubuh (revitalisasi).

C. Penerapapan Accupresure Dalam Kebidanan


Bidan memiliki peran yang sangat krusial terhadap peningkatan kualitas ibu
dan anak (Global Health Workforce Alliance, Kementerian Kesehatan RI, 2011).
Bidan diharapkan dapat mengupgrade kompetensi dalam memberikan pelayanan atau
asuhan secara komprehensif dan komplementer. Salah satu pelayanan komplementer
yang dapat diberikan oleh bidan kepada ibu hamil adalah melakukan terapi akupresur.
Terapi akupresure berguna untuk kesehatan ibu dan anak.
1. Kehamilan
Kehamilan merupakan terjadinya konsepsi dan nidasi selama 280 hari atau 9
bulan 7 hari yang dihitung dari hari pertama haid terakhir (Rafika, 2018). Selama
proses kehamilan akan menyebabkan perubahan fisik dan psikologis pada ibu.
Selama kehamilan wanita memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan berbagai
perubahan yang terjadi dalam dirinya. Karena Perubahan tersebut umumnya
menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi sebagian besar ibu hamil
(April et al., 2013). Ketidaknyamanan yang dapat terjadi pada ibu hamil trimester
III seperti sering buang air kecil, sesak nafas, nyeri punggung, nyeri ulu hati,
konstipasi, insomnia, dispnea, ketidaknyamanan pada perineum, kram otot betis,
varises, edema pergelangan kaki mudah lelah, kontraksi Braxton hicks, mood
yang tidak menentu, dan peningkatan kecemasan. Peningkatan berat badan,
peningkatan tinggi fundus uteri, dan pembesaran perut (Pudji & Ina, 2018).
Ketidaknyamanan yang dirasakan ibu hamil perlu untuk diatasi secara mandiri
dengan melakukan akupresur. Akupresur adalah salah satu bentuk fisioterapi
dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh
yang berguna untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta
mengurangi ketegangan, kelelahan dan berbagai penyakit dengan maksud
mengaktifkan kembali peredaran energi vital (Setyowati, 2018). Akupresur telah
menarik perhatian sebagai terapi non – farmakologis bermanfaat untuk
pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, rehabilitasi (pemulihan) dan
meningkatkan daya tahan tubuh (Qu et al., 2014).
Akupresur aman pada semua populasi mulai dari anak-anak hingga lansia.
Akupresur merupakan pilihan terapi yang tidak berbahaya dan tidak memiliki
efek samping karena bersifat non invasif, dapat dilakukan oleh individu itu
sendiri tetapi memerlukan pelatihan khusus dan hemat biaya, Akupresur memiliki
efek menenangkan, mempromosikan relaksasi alami serta mengatur dan
menstabilkan emosi. Akupresur dinilai efektif dilakukan pada ibu hamil untuk
membantu mengurangi berbagai keluhan seperti mual muntah, membantu proses
induksi persalinan, mengurangi kecemasan selama kehamilan dan persalinan,
mengurangi nyeri punggung selama kehamilan dan proses persalinan, serta
mengatasi insomnia. Akupresur juga terbukti aman dilakukan pada ibu hamil,
maka penulis memberikan pelatihan akupresur mandiri pada ibu hamil agar dapat
menolong dirinya sendiri pada saat merasakan keluhan-keluhan serta mengurangi
ketidaknyamanan fisiologis yang dirasakan pada kehamilan.

2. Persalinan
Proses persalinan menyebabkan peningkatan metabolisme dan peningkatan
kebutuhan oksigen. Kondisi fisik dan psikologis primigravida dapat
meningkatkan rasa nyeri sehingga metabolisme tubuh akan bertambah ditandai
dengan pernapasan yang cepat untuk mengompensasi peningkatan kebutuhan
oksigen dan melepaskan karbondioksida secara berlebihan. Perempuan yang
berusia lebih muda menunjukkan intensitas nyeri yang lebih tinggi dibanding
dengan perempuan yang lebih tua, tinggi dan rendah tingkat pendidikan, status
pekerjaan, latar belakang budaya, serta pengalaman nyeri sebelumnya
memengaruhi rasa nyeri. Nyeri menyebabkan penurunan aliran darah ke uterus,
takikardia, aritmia, takipnea, hiperventilasi, dan keringat berlebih.
Akupresur adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengurangi rasa
nyeri selama kala I persalinan. Akupresur dilakukan dengan penekanan pada titik-
titik akupunktur di tubuh manusia tanpa menggunakan jarum. Akupresur yang
digunakan pada titik BL60, BL67, GB21, LI4, SP9, dan SP6 memengaruhi
kontraksi, serta durasi persalinan dengan merangsang sekresi oksitosin dari
hipofisis. Titik penekanan yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri
persalinan adalah pada titik SP6 dan LI4. Titik SP6 merupakan titik limpa nomor
6 terletak 4 jari di atas mata kaki dalam (malleolus internus) dan LI4 merupakan
titik usus besar terletak antara tulang metakarpal pertama dan kedua (antara ibu
jari dan jari telunjuk) pada bagian distal lipatan kedua tangan.
Titik SP6 dapat mengurangi nyeri perut, pinggang saat persalinan, membantu
dilatasi serviks, dan digunakan saat serviks tidak efektif berdilatasi selama
persalinan. Titik akupresur ini digunakan untuk menguatkan keseimbangan hati,
limpa, dan ginjal. Titik SP6 dapat digunakan dalam perawatan reproduksi wanita
sebagai penghilang rasa nyeri selama persalinan. Hasil penelitian oleh Calik dan
Komurcul diperoleh hasil terdapat pengaruh akupresur pada titik SP6 dengan
dilatasi serviks 3 sampai 10 cm pada kelompok intervensi akupresur. Titik LI4
bermanfaat dalam mengurangi nyeri persalinan dan meningkatkan kontraksi.
Titik LI4 adalah satu dari 14 meridian utama di tubuh karena titik ini dapat
menstimulasi seluruh tubuh.
3. Nifas
Laktasi atau menyusui adalah proses produksi, sekresi dan pengeluaran ASI
(Maritalia, 2014). Selama kehamilan, hormon prolaktin dari plasenta meningkat
tetapi ASI biasanya belum keluar karena masih dihambat oleh kadar estrogen
yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca persalinan, kadar estrogen dan
progesterone turun drastis, sehingga pengaruh prolaktin lebih dominan dan pada
saat inilah mulai terjadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi
perangsangan puting susu, terbentuklah prolaktin hipofisis, sehingga sekresi ASI
semakin lancar. Dua reflek pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi
yaitu reflek prolaktin dan reflek aliran (Let down refleks) timbul akibat
perangsangan puting susu oleh hisapan bayi (Walyani & Purwoastuti, 2015).
Accupresure points for lactation juga dapat meningkatkan kadar endorphin
dalam darah maupun sistemik. Rasa nyaman yang ibu rasakan akan membantu
dalam pengeluaran ASI sehingga ibu tidak merasakan nyeri baik dari hisapan
bayi pada payudara maupun kontraksi uterus sehingga dapat mengeluarkan
hormone endorphin. Endorphin merupakan senyawa yang menenangkan. Dalam
keadaan tenang seperti inilah ibu nifas yang sedang menyusui mampu
mempertahankan produksi ASI yang mencukupi bagi bayinya. Karena pada
dasarnya, proses menyusui merupakan interaksi emosional bersama, sehingga
rasa percaya diri, afektif, dan interaksi sosial lebih terjadi dengan baik.
Titik yang dilakukan pemijatan pada acupressure points for lactation ini adalah
titik lokal pada area payudara yang meliputi titik ST 15, ST 16, ST 18 (Rugen)
yang termasuk meridian lambung (stomach – ST) dan CV 17, SP 18 di mana
pemijatan pada titik lokal pada area payudara ini bertujuan untuk meningkatkan
produksi hormon prolactin dan hormon oksitosin. Selain itu dari meridian
lambung, juga dilakukan pemijatan pada titik ST 36 (Zusanli), dimana pada titik
ini bertujuan untuk meningkatkan penyerapan nutrisi yang merupakan bahan
dasar pembentukan ASI. Untuk meningkatkan kenyamanan secara umum pada
ibu post partum dilakukan pemijatan pada meridian Limpa (Spleen – SP) yaitu
titik SP 6 (Sanyinjiao) serta pada meridian Usus Besar (Large Intentine – LI) : LI
4(Hegu) dan titik SI 1 dimana titik ini bertujuan untuk meningkatkan energi dan
kondisi rileks pada ibu post partum.
Akupresur merupakan terapi komplementer dengan prinsip healing touch yang
lebih menunjukkan perilaku caring pada pasien sehingga dapat memberikan
perasaan tenang, nyaman dan rileks. Ada juga yang menyatakan akupresur adalah
seni penyembuhan kuno dengan menggunakan jari untuk menekan titik-titik
penyembuhan secara bertahap yang merangsang kemampuan tubuh untuk
penyembuhan secara alami (Noviyanti, 2016). Melalui terapi akupresur, tubuh akan
melepaskan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan
kekuatan hidup energi tubuh (qi) untuk membantu penyembuhan. Terapi akupresur
dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan meringankan nyeri otot
punggung (Noviyanti, 2016). Berikut titik dalam terapi acupressure dan manfaatnya.
BAB III

PEMBAHASAN

A. Kehamilan
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, uterus akan membesar dan
gravitasi akan berpusat ke arah depan, hal ini membuat ibu hamil saat berdiri harus
benar-benar bisa memposisikan dirinya, karena selama kehamilan ibu lebih banyak
bertumpu pada kekuatan otot, berat badan yang bertambah sifat relaksasi sendi,
kelelahan serta postur sebelum hamil. Saat ibu hamil tidak bisa menyesuaikan postur
tubuh dengan tepat maka akan terjadi peregangan yang maksimal dan menyebabkan
kelelahan dan pegal di area punggung bagian bawah sehingga timbul rasa sakit atau
nyeri pada punggung bagian bawah.
Pregnancy massage dengan konsep holistic adalah salah satu terapi holistik
yang diawali dengan relaksasi pernafasan kemudian berdoa kepada Tuhan memaohon
kesejahteraan body, mind dan spirit, dilanjutkan dengan memunculkan rasa peduli,
mencintai dan penuh kasih pemijat pada ibu dengan tulus. Teknik pijat dilakukan
dengan cara efflurage, petrisage, dan love kneading pada bagian tubuh tertentu untuk
meningkatkan darah dan sirkulasi (Wahyuni, 2007). Pijat kehamilan dapat membantu
menenangkan dan merelaksasikan ibu hamil yang sering mengalami kecemasan,
sehingga ibu hamil dapat merasakan tidur yang lebih berkualitas. Ibu hamil relaks
akan lebih merasa bahaga, sehat dan melahirkan lancar (Sutarmi, dkk, 2014).

1. Kontra indikasi area pemijatan (akupresure) pada ibu hamil:


a. Abdominal massage Meskipun pemijatan perut secara lembut dapat
dilakukan secara aman pada sebagian besar wanita hamil, beberapa terapis
lebih memilih untuk menghindari pemijatan perut pada ibu hamil selama
trimester pertama untuk memastikan keselamatan pasien.
b. Leg massage Pengulangan terhadap teknik tertentu terutama di kaki bagian
samping berpotensi membawa resiko yang cukup tinggi seperti halnya
praktik pijat di Swedia sebelum tahun 1985 yang menganggap bahwa
kehamilan adalah sebuah kontraindikasi mutlak untuk pemijatan pada semua
bagian tubuh.
Kontraindikasi keadaan pemijatan Ada beberapa kondisi yang harus dipahami
tenaga kesehatan ketika akan melakukan pemijatan pada ibu hamil. Pemijatan
tidak dapat dilakukan pada ibu hamil dengan kondisi sebagai berikut:

a. Perdarahan
b. Demam
c. Mual
d. Diare
e. Inflamasi vaskuler akut seperti flebitis
f. Tekanan darah tingi
g. Pnemonia akut
h. Penyakit infeksi
i. Diabetes dengan komplikasi seperti gangguan pada ginjal
j. Kanker

2. Manfaat Pregnancy Massage


a. Menciptakan hubungan yang harmonis antara ibu dan bayi
b. Meningkatkan sirkulasi darah
c. Mengurangi kecemasan
d. Meningkatkan pola tidur
e. Membantu mengurangi edema
f. Memperbaiki postur tubuh
g. Mengurangi nyeri punggung, bahu, dan leher pada ibu dan kondisi otot
secara umum kehamilan
h. Menstabilkan perubahan hormon dan tekanan darah

3. Hal-hal yang harus diperhatikan Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
melakukan massage punggung :
a. Tanyakan kepada klien apakah klien menyukai usapan punggung karena
beberapa klien tidak menyukai kontak secara fisik.
b. Perlu diperhatikan kemungkinan adanya alergi atau kulit mudah terangsang,
sebelum memberikan lotion atau oil.
c. Hindari untuk melakukan masase pada area kemerah-merahan, kecuali bila
kemerahan tersebut hilang sewaktu dimasase.
d. Massage punggung dapat merupakan kontraindikasi pada pasien imobilitas
tertentu yang dicurigai mempunyai gangguan penggumpalan darah.
e. Indentifikasi juga faktor-faktor atau kondisi seperti fraktur tulang rusuk atau
vertebra, luka bakar,daerah kemerahan pada kulit, atau luka terbuka yang
menjadi kontraindikasi untuk massage punggung

4. Tahap persiapan sebelum melakukan Massage


Persiapan alat:
a. Kursi/ tempat duduk dan tempat bersandar
b. Kasur sprei putih,
c. Slimut
d. Aroma therapi diffuser
e. Minyak aromateraphy sesuai keinginan pasien
f. handuk Persiapan

Bidan

a. Menyiapkan alat
b. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
c. Mencuci tangan

5. Langkah kerja
a. Informed concent
1) Memperkenalkan diri
2) Menjelaskan maksud dan tujuan
3) Menjelaskan langkah kerja
4) Meminta persetujuan pasien
b. Langkah I Persiapan alat Menyiapkan alat alat yang digunakan  Kursi/ tempat
duduk dan tempat bersandar  Kasur sprei putih,  Slimut  Aroma therapi
diffuser  Minyak aromateraphy sesuai keinginan pasien  handuk  mengatur
posisi pasien senyaman mungkin
c. Persiapan Bidan  Mencuci tangan  Melumuri telapak tangan dengan oil
d. Persiapan Lingkungan  Menutup gorden atau pintu  Pastikan privasi pasien
terjaga Pemijatan daerah kepala:  Memijat kulit kepala, membuat lingkaran
kecil dari dahi di sepanjang garis rambut dan turun ke pelipis, dan meremas
leher dari bawah
e. Teknik dasar pregnancy massage treatment
f. Posisikan kaki bawah lurus dan kaki atas di posisikan dengan ganjal bantal 
Posisikan perut dengan menggunakan Danton pillow  Tanyakan kenyamanan
pasien  Nyalakan aroma terapi  Atur suhu ruangan
g. Lakukan pereganagan
h. Pregnancy massage untuk punggung dan gluteal Effluerage  Baluri tubuh ibu
dengan minyak (mulailah dari atas punggung meluncur ke bawah pada kedua
sisi tulang belakang hingga atas otot gluteal)  kembali lagi dari bawah ke atas 
Tekanan pijatan ke atas
i. Kneding pinggang  Lakukan Kneading mulai dari otot gluteal dengan lembut
bergeser bolak balik  Lanjutkan kneading ke bagian atas bahu (hati hati jangan
menekan titik empedu
j. Urut dari daerah bahu ke dserah gluteal (daerah pinggang) secara menyilang
dari sisi kanan ke sisi kiri  Urut dari daerah gluteal ke daerah bahu (daerah
punggung) menyilang dari sisi kanan ke kiri
k. Twidling Thumb Tekan pada daerah illeum kemudian bergerak ke daerah
punggung hingga ke bahu menggunakan tarian jempol Circular thumbs
Gunakan jempol atau ibu jari, bentuk lingkaran ke luar pada sisi kanan dan kiri
otot spina
l. Cross Frictional Therapy Gunakan jempol untuk menekan ke dalam dan ke
luar dari spina
m. Chisel Fist Usap lembut tulang belakang dengan menggunakan buku buku jari
tangan
n. Deeper croos Fraction Therapy Gunakan 2 jari tangan 4 jari dimulai dari sisi
atas illieum diatas gluteal. Meluncur dari alur lamina di atas otot tulang
belakang lanjutkan ke punggung ke atas hingga bahu
o. Dilanjutkan pemijatan daerah lengan, tangan, paha dan kaki
p. Bereskan alat

B. Persalinan
Banyak wanita mengalami nyeri selama persalinan dan melahirkan. Pemilihan
metode tradisional seperti akupresur mampu mengurangi nyeri persalinan yang
dilakukan di beberapa titik akupuntur. Akupresur dapat memudahkan proses
persalinan karena meningkatkan efektivitas kontraksi pada uterus. Akupresur juga
membantu memproduksi hormon endorpine yang berfungsi mengurangi rasa sakit.
Nyeri yang terjadi selama persalinan diakibatkan kontraksi uterus, dilatasi dan
penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan. Hal ini mengakibatkan
naiknya tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, keringat, diameter pupil, dan
ketegangan pada otot. Titik akupresur yang berkaitan dengan persalinan adalah SP6
dan LI4. Titik SP6 adalah titik yang terletak empat jari diatas mata kaki. Sedangkan
titik LI4 adalah titik yang terletak antara tulang metacarpal pertama dan kedua pada
bagian distal lipatan kedua tangan.
Penatalaksanaan untuk mengurangi kecemasan pada saat nyeri persalinan yang
dapat dilakukan adalah dengan teknik relaksasi genggam jari atau disebut titik L14.
Teknik relaksasi genggam jari merupakan sebuah teknik relaksasi yang sangat
sederhana dan mudah dilakukan. Menggenggam jari disertai dengan mengatur nafas
dapat mengurangi ketegangan fisik dan emosi, karena genggaman jari akan
menghangatkan titik-titik masuk dan keluarnya energy pada meridian (saluran energi)
yang berhubungan dengan organ-organ di dalam tubuh yang terletak pada jari tangan.
Relaksasi genggam jari dapat mengendalikan dan mengembalikan emosi yang akan
membuat tubuh menjadi rileks. Ketika tubuh dalam keadaan rileks, maka ketegangan
pada otot berkurang yang kemudian akan mengurangi kecemasan (Safriyani, 2016).
Dalam proses keluarnya hormon endorphin melalui cengkeraman jari, akan
terjadi penekanan pada titik saraf cemas, marah, sedih, dan stres sehingga pada saat
penekanan terjadi penurunan reseptor saraf yang mengirim stimulus ke hipotalamus,
kemudian dilanjutkan kebagian otak tengah (periaqueductal), stimulus yang diterima
oleh periaqueductal yang disampaikan ke hipotalamus kemudian hipotalamus
merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon endorphin sehingga
membuat tubuh rileks dan kemudian mengurangi kecemasan (Putri, 2017). Berikut
adalah teknik pemijatan Accupresure.
1. Teknik pertama yaitu menekan.
Penekanan dapat dilakukan dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah yang
disatukan dalam kepalan tangan. Penekanan dilakukan di daerah keluhan dengan
tujuan untuk mendeteksi jenis keluhan meridian atau organ, selain untuk
melancarkan aliran energi dan darah.
2. Teknik kedua yaitu memutar.
Memutar dilakukan didaerah pergelangan tangan atau kaki. Tujuan dari
metode memutar adalah meregangkan dan merelaksasikan otot- otot yang
mengalami ketegangan.
3. Teknik ketiga adalah mengetuk.
Mengetuk biasanya melibatkan gerakan mengetukngetuk titik- titik meridian
organ. Biasanya dengan menggunakan jari tengah, atau ibu jari, jari telunjuk dan
jari tengah yang disatukan dan dilakukan setiap 2-3 detik sekali selama beberapa
menit.
4. Teknik keempat yaitu menepuk.
Menepuk digunakan untuk mendorong aliran energi dan darah. Caranya
dengan menepuk telapak tangan yang terbuka sebanayak 5-10 kali pada berbagai
meridian. Teknik yang terakhir adalah menarik. Menarik dilakukan untuk
menarik jari-jari tangan atau kaki dengan cara diurut terlebih dahulu kemudian
ditarik secara perlahan menggunakan jari jempol dan telunjuk dengan tenaga
yang pelan dan tidak secara mendadak

C. Nifas
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif bagi Bayi Usia 0−6 Bulan dengan
tujuan agar para ibu nifas termotivasi untuk memberikan ASI pada bayi yang baru
dilahirkannya. Keadaan ini menjadi bagian tugas seorang bidan dalam memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pada ibu hamil, bersalin, dan
menyusui berupaya memberikan penyuluhan mengenai pemberian ASI eksklusif sejak
dalam masa pemeriksaan kehamilan. Akupresur dapat memudahkan ibu menyusui
yang mengalami hypogalactia (kekurangan sekresi air susu), metode akupresur lebih
efektif daripada metode lainnya untuk menambah kecukupan ASI pada bayi.
Pijat oksitosin adalah tindakan yang dilakukan pada ibu menyusui yang berupa
‘back massage’ pada punggung ibu dengan tujuan untuk meningkatkan pengeluaran
hormone oksitosin. Pijat oksitosin yang dilakukan akan memberikan kenyamanan
pada ibu sehingga akan memberikan kenyamanan pada bayi yang disusui.
Frekuensi dilakukan pijat oksitosin akan mempengaruhi produksi kadar
hormone prolactin ibu dan ASI. Menurut Hockenberry (2002) pijat oksitosin lebih
efektif dilakukan sehari 2 kali pada pagi dan sore. Teori ini didukung oleh hasil
penelitian yang dilakukan oleh Biancuzzo (2003) yang menyatakan bahwa pijat
oksitosin yang dilakukan sehari 2 kali dapat mempengaruhi produksi ASI pada ibu
post partum. Berikut ini adalah langkah-langkah pemijatan oksitosin :
1. Buka pakaian atas ibu, anjurkan ibu untuk duduk bersandar dengan kepala ke
depan lengan bersandar ke meja atau duduk memeluk sandaran kursi (untuk lebih
nyaman gunakan bantal)
2. Suami atau tenaga kesehatan (bidan) membantu memijat punggung ibu mulai dari
tulang belakang leher (tulang yang paling menonjol di bagian bawah leher)
sampai dengan sepanjang tulang belakang)
3. Suami atau bidan memijat dengan menggunakan ibu jari atau kepalan tangan yang
dapat dipilih sesuai dengan kenyamanan pasien
4. Mulai melakukan pemijatan dengan cara memutar lakukan perlahan-lahan ke arah
bawah hingga mencapai garis bra (tulang costae ke-5 dan ke-6), atau jika
menginginkan dapat dilanjutkan sampai dengan pinggang
5. Tekan agak kuat (jangan terlalu kuat) dengan membentuk gerakan lingkaran kecil
menggunakan kedua ibu jari. Lakukan pemijatan mulai dari leher, turun ke tulang
belikat. Umumnya pemijatan dilakukan selama 3 menit.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Akupresur merupakan pilihan terapi yang tidak berbahaya dan tidak memiliki
efek samping karena bersifat non – invasif, dapat dilakukan oleh individu itu
sendiri tetapi memerlukan pelatihan khusus dan hemat biaya. Akupresur memiliki
efek menenangkan, mempromosikan relaksasi alami serta mengatur dan
menstabilkan emosi. Akupresur dinilai efektif dilakukan pada ibu hamil untuk
membantu mengurangi berbagai keluhan seperti mual muntah, membantu proses
induksi persalinan, mengurangi kecemasan selama kehamilan dan persalinan,
mengurangi nyeri punggung selama kehamilan dan proses persalinan, mengatasi
insomnia, melancarkan ASI. Akupresur juga terbukti aman dilakukan pada ibu
hamil, ibu brrsalin serta ibu nifas, sehingga dapat menminimalisir pada saat
merasakan keluhan-keluhan serta mengurangi ketidaknyamanan fisiologis yang
dirasakan pada kehamilan, bersalin dan nifas. Yang telah diatur Berdasarkan
PERMENKES Nomor 1109/Menkes/[Link]/2007 tentang pengobatan dan terapi
alternative, terapi komplementer yang dapat diterapkan dalam praktik kebidanan.

B. Saran
Setelah dilakukan pemijatan accpresure di bidan, ibu mendapatkan
pengetahuan tentang akupresur dan teknik akupresur yang benar untuk mengatasi
ketidanyamanan tersebut. Ketidaknyamanan yang dirasakan ibu perlu untuk
diatasi secara mandiri, mempraktikan dirumah dengan melakukan pemijatan dan
stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh yang berguna sehingga dapat
mengurangi sakit dan nyeri serta mengurangi ketegangan, kelelahan dan
mengaktifkan kembali peredaran energi vital.
DAFTAR PUSTAKA

Efektivitas Akupresur Selama Persalinan (Studi Tinjauan Pustaka) Diyah Tepi


Rahmawati , Indra Iswari, 2017

Modul Praktik Asuhan Kebidanan Dengan Pelayanan Pendekatan Komplementer Di


Komunitas Oleh : Iin Nilawati, [Link] Erli Zainal, [Link] Tri Endah suryani, SST, STIKes
Sapta Bakti, 2021

Pelatihan Akupresur Mandiri Pada Ibu Hamil Trimester III Putriatri Krimasusini
Senudin, Jayanti Petronela Janggu, Eufrasia Prinata Padeng, 2021

Pengaruh Akupresur Genggaman Jari Oleh Suami Terhadap Kecemasan Ibu Bersalin
Di Puskesmas Rangas Tahun 2021 Yulianah Sulaiman, Devi Mariati Saranga STIKes Bina
Bangsa Majene, 2020

Pengaruh Akupresur Terhadap Pengeluaran Air Susu Ibu (Asi) Pada Ibu Nifas Di
Bidan Praktik Mandiri Bidan M Desa Cipinang Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung
Imas Masdinarsah, Ruswana Anwar, Ma’mun Sutisna, 2019

Perbedaan Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Yang Dilakukan Tehnik Acupressure
Points For Lactation Dan Tehnik Breast Care (Di Bpm Sri Wahyuni, [Link] Surabaya)
Hamimatus Zainiyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Ngudia Husada Madura,
2018

Upaya Mengurangi Nyeri Persalinan dengan Metode Akupresur Oleh Hilda Sulistia
Alam, SST., [Link], 2020

Anda mungkin juga menyukai