0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan15 halaman

Integrasi dan Identitas Nasional Indonesia

Makalah ini membahas tentang integrasi nasional dan identitas nasional di Indonesia. Integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial menjadi satu kesatuan wilayah dan identitas nasional. Faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi nasional antara lain rasa kebersamaan sejarah, ideologi Pancasila, dan bahasa Indonesia. Identitas nasional merupakan pengertian jati diri suatu bangsa yang terbentuk dari faktor sejarah, budaya

Diunggah oleh

Silvia Laoli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan15 halaman

Integrasi dan Identitas Nasional Indonesia

Makalah ini membahas tentang integrasi nasional dan identitas nasional di Indonesia. Integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial menjadi satu kesatuan wilayah dan identitas nasional. Faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi nasional antara lain rasa kebersamaan sejarah, ideologi Pancasila, dan bahasa Indonesia. Identitas nasional merupakan pengertian jati diri suatu bangsa yang terbentuk dari faktor sejarah, budaya

Diunggah oleh

Silvia Laoli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

INTEGRASI NASIONAL DAN


IDENTITAS NASIONAL

OLEH :
SILVIA LAOLI (22060082)

DOSEN PENGAMPU :
Dr. Dewi Sartika. SH. [Link]. MH
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya.
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai mata kuliah
Pendidikan Kewarganegaraan, dengan judul “ INTEGRASI NASIONAL DAN IDENTITAS NASIONAL ”.

Dengan tulisan ini saya harapkan pembaca mampu untuk memahami makna dari Intergarsi Nasional
dan Identitas Nasional di indonesia. Saya sadar materi kuliah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh
karena itu, saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai
pihak, agar bisa menjadi lebih baik lagi.

Saya berharap semoga tulisan ini dapat memberi informasi yang berguna bagipembacanya,
terutama mahasiswa, supaya kelak menjadi pribadi yang beridentitasnasional, karena kita adalah
penerus Bangsa Indonesia.

Dosen Pengampu

Dr. Dewi Sartika. SH. [Link]. MH


DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………….....................................……...…………………....…. i
Daftar Isi……………………………………….................................……………………… ii
BAB I
Pendahuluan…………………….......................................………………..………….. 1
1.1 Latar Belakang.........……….................................………………..………….... 1
1.2 Rumusan Masalah…………....................………….………………………………… 2
1.3 Tujuan Penulisan……………..……….......................………………………………. 2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Integrasi Nasional................................................................3
2.2 Faktor-Faktor yang Memepengaruhi Integrasi
Nasional.................................................................................................5
2.3 Pentingnya Integrasi Nasional Bagi Bangsa
Indonesia...............................................................................................5
2.4 Bagaimana proses Integrasi Nasional dindonesia…...…………………….. 6
2.5 Pengertian Identitas Nasional………..............……………………………….....6
2.6 Faktor Pembentuk Identitas Nasional..............................................
2.7 Sifat Identitas Nasional………………………………………………...…………........7
2.8 Hubungan antara Identitas Nasional dengan Karakter Bangsa...........
BAB III
Kesimpulan dan Saran
3.1 Kesimpulan…………………………..............…………………………………………..
3.2 Saran………………………………….................…………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Makalah ini dilatarbelakangi dari tugas yang diberikan oleh Dosen Mata Kuliah
Pendidikan Kewarganegaraan, yaitu Bapak I Putu Ari Astawa selain itu menjadi langkah awal
untuk mengasah kemampuan kami dalam membuat makalah sekaligus menambah
wawasan mengenai Integrasi Nasional. Makalah ini juga berisikan tentang betapa
pentingnya Integrasi Nasional dalam keterkaitannya dengan pluralitas.
Pengetahuan kita mengenai kebudayaan Indonesia sangatlah kurang, anak muda
zaman sekarang lebih megetahui tentang moderanisasi ketimbang tradisional. Pengaruh
kebudayaan luar menyebabkan kurangnya pengetahuan kita mengenai proses kebudayaan
yang ada di Indonesia. Kurangnya pengetahuan akan hak dan kewajiban kita sebagai warga
negara menimbulkan hilangnya rasa persatuan kita baik terhadap sesama maupun negara.
Masing-masing individu lebih mementingkan kepentingannya sendiri, tanpa ada rasa peduli
terhadap sesamanya. Sifat masyarakat Indonesia yang indiviualisme menjadi salah satu
faktor penyebab runtuhnya jiwa persatuan dan kesatuan bangsa. Maka dari itu diperlukan
pendidikan kewarganegaraan sejak dini untuk menumbuhkan semangat jiwa berbangsa dan
patriotisme.
Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, marilah kita memiliki rasa Integrasi
Nasional. Yaitu suatu sikap kepedulian terhadap sesame, serta memiliki rasa persatuan yang
tinggi, baik terhadap bangsa, negara, agama, social, budaya, maupun keluarga. Tidak ada
kata terlambat untuk memulai terciptanya kehidupan yang berlandaskan Pancasia,
berpegang teguh pada semboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” dan bersandar hukum
pada UUD.
Integrasi suatu bangsa terjadi karena adanya perpaduan dari berbagai unsur,
seperti suku bangsa, tradisi, kepercayaan atau agama, sosial budaya, dan budaya ekonomi
sehingga terwujud satu kesatuan wilayah, politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang
membentuk jati diri suatu bangsa.
Dalam konteks Indonesia, maka proses integrasi nasional haruslah berjalan
alamiah, sesuai dengan keanekaragaman budayanya dan harus lepas dari hegemoni dan
dominasi peran politik etnik tertentu. Suatu integrasi nasional yang tangguh hanya akan
berkembang di atas konsensus nasional mengenai batas-batas suatu masyarakat politik dan
sistem politik yang berlaku bagi seluruh masyarakat tersebut
Hakikatnya, sebagai warga Negara yang baik seharusnya kita mengerti dan
memahami arti serta tujuan dan apa saja yang terkandung dalam Identitas Nasional.
Identitas Nasional merupakan pengertian dari jati diri suatu Bangsa dan Negara, Selain itu
pembentukan Identitas Nasional sendiri telah menjadi ketentuan yang telah di sepakati
bersama. Menjunjung tinggi dan mempertahankan apa yang telah ada dan berusaha
memperbaiki segala kesalahan dan kekeliruan di dalam diri suatu Bangsa dan Negara sudah
tidak perlu di tanyakan lagi, Terutama di dalam bidang Hukum.
Maka dari itu Identitas Nasional sangatlah penting untuk dipelajari hingga
diterapkan pada kehidupan sehari – hari. Agar Masyarakat di Negara tercinta ini dapat
mengubah dan memperbaiki segala kekeliruan yang terjadi, menjadikan Negara tercinta ini
lebih baik lagi dari sebelumnya. Bukanlah orang lain tetapi kita sendiri sebagai masyarakat
yang ada di Negara dan Bangsa ini yang dapat mengubah segala kekeliruan yang terjadi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah definisi dari Integrasi Nasional ?
2. Apa sajakah faktor-faktor yang memengaruhi integrasi nasional ?
3. Seberapa pentingkah Integrasi Nasional bagi Bangsa Indonesia ?
4. Apa yang dimaksud dengan Identitas Nasional?
5. Apa saja faktor-faktor pembentuk Identitas Nasional?
6. Bagaimana sifat Identitas Nasional?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui definisi Integrasi Nasional.
2. Mengetahui faktor-faktor pendorong dan pendukung Integrasi Nasional.
3. Mengetahui pentingnya Integrasi Nasional bagi Bangsa Indonesia.
4. Untuk mengetahui pengertian Identitas Nasional
5. Untuk mengetahui faktor pembentuk Identitas Nasional
6. Untuk mengetahui sifat Indentitas Nasiona
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Integrasi Nasional


Integrasi Nasional berasal dari dua kata, yakni Integrasi dan Nasional. Integrasi ini
berasal dari Bahasa Inggris (integrate) yang memiliki arti menyatupadukan, mempersatukan
atau menggabungkan.
a. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Integrasi memiliki arti pembauran sehingga
menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.
b. Secara Politis. Integrasi Nasional secara politis ini memiliki arti bahwa penyatuan berbagai
kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu
identitas nasional.
c. Secara Antropologi Integrasi Nasional secara antropologis ini berarti bahwa proses
penyesuaian diantara unsurunsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu
kesatuan fungsi di dalam kehidupan masyarakat.
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan yang ada
pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara perbedaan
nasional. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari
kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa
karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola
budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan
sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Kita ketahui
dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia
manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.

2.2 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Integrasi Nasional


Di dalam Integrasi Nasional terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya,
faktor-faktor
tersebut yaitu sebagai berikut :
1. Faktor Pendorong Integrasi Nasional
faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kemajuan suatu proses atau
tindakan tertentu yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok. Dalam
mewujudkan integrasi nasional, terdapat beberapa faktor yang mendorong terwujudnya
integrasi nasional di Indonesia. Adapun faktor pendorong tersebut diantaranya:
a. Adanya rasa yang senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor-faktor
sejarah Indonesia telah mengalami sejarah yang kelam di masa lalu, terutama zaman
dimana Indonesia dijajah oleh bangsa lain selama bertahun-tahun. Dalam sejarah
kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, perjuangan yang dilakukan oleh setiap elemen
masyarakat untuk memperoleh kemerdekaan bukanlah sesuatu yang sifatnya main-main.
Rasa senasib seperjuangan di masa lalu yang terbawa sampai dengan masa sekarang
menjadi salah satu faktor pendorong untuk mewujudkan integrasi nasional. Jika di masa lalu
rasa senasib seperjuangan digunakan untuk memujudkan kemerdekaan Indonesia, di era
sekarang ini rasa senasib seperjuangan digunakan untuk memperkuat stabilitas nasional
demi terwujudnya persatuan Indonesia dalam integrasi nasional.
b. Adanya ideologi nasional ,ideologi nasional negara kita Indonesia adalah Pancasila.
Sebagai ideologi nasional, Pancasila tidak dapat digantikan oleh ideologi manapun.
Walalupun Indonesia terdiri dari banyak kepercayaan, arti penting dan fungsi Pancasila
sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari
masyarakat. Pemaknaan ideologi nasional yaitu Pancasila dilakukan melalui implementasi
nilai-nilai Pancasiladalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan integrasi nasional di
Indonesia. Melalui pemaknaan ideologi nasional yaitu Pancasila dalam kehidupan sehari-
hari, integrasi nasional akan lebih mudah untuk diwujudkan.

2. Faktor Pendukung Integrasi Nasional


a. Penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Jika
melihat sejarah, hal ini telah dikumandangkan sejak di gelorakan Sumpah Pemuda pada 28
Oktober 1928 yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa
persatuaan Bahasa Indonesia”. Dengan semangat para pemuda tersebut maka, disepakati
Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu tanpa memandang perbedaan di dalamnya.
b. Semangat persatuan serta kesatuan di dalam Bangsa Kesadaran akan persatuan perlu
dimunculkan dalam semangat persatuan dan kesatuan, hal ini diperlukan untuk menjalin
rasa kekeluargaan, persahabatan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama dan
bersikap nasionalisme, serta menjalin rasa kemanusiaan yang memiliki sikap dan toleransi
serta keharmonisan untuk hidup secara berdampingan.

3. Faktor Penghambat Integrasi Nasional


Faktor penghambat sendiri merupakan suatu penghalang untuk melakukan tindakan secara
individu maupun kelompok. Beberapa faktor penghambat terwujudnya integrasi nasional
diantaranya:
a. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan Indonesia adalah negara yang
memiliki jumlah suku dan kebudayaan terbanyak di dunia. Namun sayangnya, ada
beberapa pandangan masyarakat terhadap pemerintah tentang keberagaman ini.
Ada beberapa kemajemukan yang terdapat di dalam masyarakat yang kurang
diperhatikan oleh pemerintah terutama yang berkaitan dengan kebudayaan
setempat. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang dilakukan oleh
pemerintah maupun masyarakat Indonesia sendiri membuat kemajemukan itu
terkikis secara perlahan-lahan.

b. Kurangnya toleransi antar sesama golongan. Kurangnya toleransi terhadap


keberagaman dan kemajemukan yang ada di masyakat menjadi salah satu penyebab
konflik sosial. Dampak akibat konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat
terutama dalam hal yang berkaitan dengan toleransi akan mengurangi rasa
persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, kurangnya toleransi terhadap perbedaan
yang terjadi secara terus-menerus akan membuat sebuah bangsa hancur akan
sendirinya sehingga integrasi nasional tidak akan pernah terwujud.

2. 3 Pentingnya Integrasi Nasional Bagi Bangsa Indonesia


Integrasi nasional merupakan salah satu cara untuk menyatukan berbagai macam
perbedaan yang ada di [Link] itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu langkah
yang baik untuk menyatukan sesuatu yang semula terpisah menjadi suatu keutuhan yang
baik bagi bangsa Indonesia,misalnya menyatukan berbagai macam suku dan berbudaya
yang ada serta menyatukan berbagai macam agama yang ada di Indonesia
Integrasi nasional penting untuk diwujudkan dalam kehidupan masyrakat Indonesia
dikarenakan Indonesia merupakan negara yang masih berkembang atau dapat dikatakan
negara yang masih mencari jati diri. Selain itu, integrasi nasional sangat penting untuk
diwujudkan karena integrasi nasional merupakan suatu cara yang dapat menyatukan
berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia.
Indonesia sangat dikenal dengan keanekaraganm suku, budaya, dan agama. Oleh sebab
itu, adanya pengaruh globalisasi yang masuk ke Indonesia membuat masyarakat Indonesia
lebih
memilih untuk suatu yang trend walaupun hal tersebut membuat upaya integrasi tidak
terwujud. Masyarakat Indonesia belum sadar akan pengaruh globalilasi yang ternyata tidak
baik bagi masyarakat Indonesia. Selain pengaruh globalisasi, masyarakat Indonesia
bertindak atas wewenang sendiri maupun kelompok sehingga konflik terjadi dimana-mana
seperti pertengkaran antar suku, pembakaran tempat-tempat ibadah dan lain sebagainya.
Konflik tersebutlah yang membuat integrasi nasional susah diwujudkan. Upaya integrasi
terus dilakukan agar Indonesia menjadi satu kesatuan yang mana disebutkan dalam
semboya bhinneka tunggal ika. Adanya upaya mengintegrasikan Indonesia, perbedaan-
perbedaan yang ada tetap harus diakui dan dihargai sehingga Indonesia menjadi negara
yang dapat mencapai tujuannya. Selain

2.4 Bagaimana proses Integrasi Nasional di Indonesia


Untuk mencapai Integrasi Nasional dibutuhkan suatu proses yang matang agar
kelak keintegrasian tersebut tidak terpecah belah oleh berbagai ancaman, gangguan, dan
hambatan yang datangnya berasal dari dalam ataupun luar negeri. Lalu bagaimanakah
proses integrasi tersebut?
a. Modal awal Integrasi Nasional adalah adanya rasa senasib dan sepenanggungan yang
dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Meski perjuangan bangsa Indonesia
dalam mengusir penjajah pada selang waktu sebelum abad 20 dengan ditandai adanya
sifat kedaerahan, akan tetapi, rasa senasib sepenanggungan yang ditunjukkan oleh para
pejuang dan pandahulu kita telah mencerminkan adanya benih-benih yakni semangat
kebangsaan, yang pada gilirannya kelak akan membentuk keutuhan bangsa Indonesia.
b. Memasuki pada abad 20, gejala semangat kebangsaan semakin membara dan terlihat,
dengan munculnya berbagai organisasi atau pergerakan yang menjadi salah satu titik
awal kebangkitan nasional. Perjuangan melalui berbagai organisasi seperti contohnya
Budi Utomo, Serikat Dagang Islam yang kemudian akhirnya menjadi Serikat Islam.
Perhimpunan Indonesia dan lain sebagainya mencitrakan bahwa adanya Integrasi Sosial
dan Kultural.
2.5 Pengertian Identitas Nasional
Identitas sendiri memiliki arti sebagai ciri yang dimiliki setiap pihak yang
dimaksud sebagai suatu pembeda atau pembanding dengan pihak yang lain.
Sedangkan nasional atau Nasionalisme memiliki arti suatu paham, yang
berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada Negara
kebangsaan. Identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional
yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan bangsa yang
lainnya.
Identitas nasional dalam kosteks bangsa cenderung mengecu pada
kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara. Sedangkan identitas
nasional dalam konteks negara tercermin dalam simbol-simbol kenegaraan
seperti: Pancasila, Bendera Merah Putih, Bahasa Nasional yaitu Bahasa
Indonesia, Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika, Dasar Falsafah negara
yaitu Pancasila, Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945 serta Bentuk
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Pahlawan –
pahlawan rakyat pada masa perjuangan nasional seperti Pattimura, Hasanudin,
Pangeran Antasari dan lain – lain.
Dengan terwujudnya identitas bersama sebagai bangsa dan negara Indonesia
dapat mengikat eksistensinya serta memberikan daya hidup. Sebagai bangsa dan
negara yang merdeka, berdaulat dalam hubungan internasional akan dihargai dan
sejajar dengan bangsa dan negara lain. Identitas bersama itu juga dapat
menunjukkan jatidiri serta kepribadiannya. Rasa solidaritas sosial, kebersamaan
sebagai kelompok dapat mendukung upaya mengisi kemerdekaan. Dengan
identitas bersama itu juga dapat memberikan motivasi untuk mencapai kejayaan
bangsa dan negara di masa depan.
2.6 Faktor Pembentuk Identitas Nasional
Terdapat dua faktor penting dalam pembentukan identitas nasional yaitu
faktor primodial dan faktor konsesional. Faktor primodial atau faktor objektif
adalah faktor bawaan yang bersifat alamiah yang melekat pada bangsa tersebut
seperti geografi, ekologi dan demografi. Kondisi geografis-ekologis yang
membentuk Indonesia sebagai wilayah kepulauan yang beriklim tropis dan
terletak di persimpangan jalan komunikasi antar wilayah dunia di Asia Tenggara,
ikut mempengaruhi perkembangan kehidupan dimografis, ekonomis, sosial dan
kultural bangsa Indonesia. Sedangkan faktor kondisional atau faktor subyektif
adalah keadaan yang mempengaruhi terbentuknya identitas nasional. Faktor
subyektif meliputi faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki
bangsa Indonesia. Faktor historis ini mempengaruhi proses pembentukan
masyarakat dan bangsa Indonesia, beserta identitasnya, melalui interaksi
berbagai faktor yang terlibat di dalamnya. Hasil dari interaksi dari berbagai
faktor tersebut.
Selain itu terdapat factor lain yaitu faktor sakral dapat berupa kesamaan
agama yang dipeluk masyarakat atau ideologi doktriner yang diakui oleh
masyarakat yang bersangkutan. Agama dan ideologi merupakan faktor sakral
yang dapat membentuk bangsa negara. Faktor sakral ikut menyumbang
terbentuknya satu nasionalitas baru. Negara Indonesia diikat oleh kesamaan
ideologi Pancasila. Tokoh kepemimpinan dari para tokoh yang disegani dan
dihormati oleh masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan bangsa
negara. Pemimpin di beberapa negara dianggap sebagai penyambung lidah
rakyat, pemersatu rakyat dan simbol pemersatu bangsa yang bersangkutan.
Contohnya Soekarno di Indonesia, Nelson Mandela di Afrika Selatan, Mahatma
Gandhi di India, dan Tito di Yugoslavia.
Prinsip kesediaan warga bangsa bersatu dalam perbedaan (unity in deversity)
juga menjadi faktor pembentuk identitas nasional. Yang disebut bersatu dalam
perbedaan adalah kesediaan warga bangsa untuk setia pada lembaga yang disebut
negara dan pemerintahnya tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku
bangsa, adat, ras, agamanya. Sesungguhnya warga bangsa memiliki kesetiaan
ganda (multiloyalities). Warga setia pada identitas primordialnya dan warga juga
memiliki kesetiaan pada pemerintah dan negara, namun mereka menunjukkan
kesetiaan yang lebih besar pada kebersamaan yang terwujud dalam bangsa
negara di bawah satu pemerintah yang sah. Mereka sepakat untuk hidup bersama
di bawah satu bangsa meskipun berbeda latar belakang. Oleh karena itu, setiap
warga negara perlu memiliki kesadaran akan arti pentingnya penghargaan
terhadap suatu identitas bersama yang tujuannya adalah menegakkan Bhinneka
Tunggal Ika atau kesatuan dalam perbedaan (unity in deversity) suatu solidaritas
yang didasarkan pada kesantunan (civility).

Faktor yang tak kalah penting yaitu sejarah. Persepsi yang sama diantara
warga masyarakat tentang sejarah mereka dapat menyatukan diri dalam satu
bangsa. Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu, seperti sama-sama
menderita karena penjajahan, tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi juga
melahirkan tekad dan tujuan yang sama antar anggota masyarakat itu.
Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi
pekerjaan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi
mutu dan variasi kebutuhan masyarakat, semakin saling tergantung diantara jenis
pekerjaan. Setiap orang akan saling bergantung dalam memenuhi kebutuhan
hidup. Semakin kuat saling ketergantungan anggota masyarakat karena
perkembangan ekonomi, akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam
masyarakat. Solidaritas yang terjadi karena perkembangan ekonomi oleh Emile
Durkheim disebut Solidaritas Organis. Faktor ini berlaku di masyarkat industri
maju seperti Amerika Utara dan Eropa Barat.
Lembaga-lembaga pemerintahan dan politik. Lembaga-lembaga itu seperti
birokrasi, angkatan bersenjata, pengadilan, dan partai politik. Lembaga-lembaga
itu melayani dan mempertemukan warga tanpa membeda-bedakan asal usul dan
golongannya dalam masyarakat. Kerja dan perilaku lembaga politik dapat
mempersatukan orang sebagai satu bangsa.
Faktor persamaan turunan, bahasa, daerah, kesatuan politik, adat-istiadat dan
tradisi, atau persamaan agama. Akan tetapi teranglah bahwa tiada satupun di
antara faktor – faktor ini bersifat hakiki untuk menentukan ada - tidaknya atau
untuk merumuskan bahwa mereka harus seketurunan untuk merupakan suatu
bangsa.
Faktor – faktor obyektif itu penting, namun unsur yang terpenting ialah
kemauan bersama yang hidup nyata. Kemauan inilah yang kita namakan
Nasionalisme. Yakni suatu paham yang memberi ilham kepada

2.7 Sifat Identitas Nasional


Identitas nasional merupakan jati diri bangsa yang bersifat dinamis dan khas
yang menjadi pandangan hidup dalam mencapai cita-cita dan tujuan hidup
bersama. Pada era globalisasi ini eksistensi bangsa-bangsa di dunia sedang
dihadapkan oleh tantangan yang sangat kuat dari kekuatan internasional baik di
bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik. Apabila bangsa tersebut tidak
mempunyai atau tidak mampu mempertahankan identitas nasional yang menjadi
kepribadiannya, maka bangsa tersebut akan mudah goyah dan terombang-ambing
oleh tantangan zaman. Bangsa yang tidak mampu mempertahankan identitas
nasional akan menjadi kacau, bimbang dan kesulitan dalam mencapai cita-cita
dan tujuan hidup bersama. Kondisi suatu bangsa yang sedemikianrupa sudah
tentu merupakan hal yang mudah bagi bangsa lain yang lebih kuat untuk
menguasai bahkan untuk menghancurkan bangsa yang lemah tersebut. Oleh
karena itu, identitas nasional sangat mutlak diperlukan supaya suatu bangsa dapat
mempertahankan eksistensi diri dan mencapai hal-hal yang menjadi cita-cita dan
tujuan hidup bersama.

2.8 Hubungan Antara Identitas Nasional Dengan Karakter Bangsa


Identitas kebangsaan (political unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian
politik, yaitu bangsa negara. Bisa saja dalam negara hanya ada satu bangsa
(homogen), tetapi umumnya terdiri dari banyak bangsa (heterogen). Karena itu
negara perlu menciptakan identitas kebangsaan atau identitas nasional, yang
merupakan kesepakatan dari banyak bangsa di dalamnya.

Identitas nasional dapat berasal dari identitas satu bangsa yang kemudian
disepakati oleh bangsa-bangsa lainnya yang ada dalam negara itu atau juga dari
identitas beberapa bangsa-negara. Kesediaan dan kesetiaan warga bangsa-negara
untuk mendukung identitas nasional perlu ditanamkan, dipupuk, dan
dikembangkan terus-menerus. Warga lebih dulu memiliki identitas kelompoknya,
sehingga jangan sampai melunturkan identitas nasional. Di sini perlu ditekankan
bahwa kesetiaan pada identitas nasional akan mempersatukan warga bangsa itu
sebagai “satu bangsa” dalam negara.
Sebagai warga negara Indonesia, kita perlu mengetahui proses terjadinya
pembentukan negara ini, sehingga dapat menambah kecintaan kita pada tanah air
ini. Para pendiri negara Indonesia (the founding fathers) menyadari bahwa negara
Indonesia yang hendak didirikan haruslah mampu berada di atas semua
kelompok dan golongan yang beragam. Hal yang diharapkan adalah keinginan
hidup bersatu sebagai satu keluarga bangsa karena adanya persamaan nasib, citacita, dan
karena berasal dalam ikatan wilayah atau wilayah yang sama.
Kesadaran demikian melahirkan paham nasionalisme, paham kebangsaan, yang
pada gilirannya melahirkan semangat untuk melepaskan diri dari belenggu
penjajahan. Selanjutnya nasionalisme memunculkan semangat untuk mendirikan
negara bangsa dalam merealisasikan cita-cita, yaitu merdeka dan tercapainya
masyarakat yang adil dan makmur.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang penting bagi
pembentukan bangsa Indonesia antara lain:
1. Adanya persamaan nasib, yaitu penderitaan bersama di bawah penjajahan
bangsa asing lebih kurang selama 350 tahun.
2. Adanya keinginan bersama untuk merdeka, melepaskan diri dari belenggu
penjajahan.
3. Adanya kesatuan tempat tinggal, yaitu wilayah nusantara yang membentang
dari Sabang sampai Merauke.
4. Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan suatu
bangsa.

Anda mungkin juga menyukai