B2M3
1. ANAT DAN FAAL ORGAN SISTEM RESPI BAWAH
● Trakea
- Terdiri dari 16-20 cincin kartilago berbentuk U karena di sisi dorsalnya berupa
otot polos dan esofagus
- Panjangnya 10-20 cm
- Terdapat textus epithelium pseudostratificatum + sel goblet - mucus
- Berfungsi sebagai saluran udara u/ membawa udara ke alveolus
● Bronkus
- Bercabang 2 sesuai paru dextra dan sinistra
- Sisi dextra lebih lurus dibanding sinistra
- Pada dextra bercabang menjadi 3 sedangkan sinistra hanya 2 sesuai lobus
- Sebagai saluran udara u/ membawa udara ke alveolus
- Terdapat 3 jenis:
o Bronkus primer (yang di luar paru)
o Bronkus sekunder (di lobus kanan 3: sup, med, in kiri 2: sup dan in)
o Bronkus tersier (cabang sekunder)
● Bronkiolus – tidak memiliki cartialgo dan kelenjar
- Terdapat 2 jenis, yaitu:
o Terminalis (zona konduksi terakhir)
– otot polos u/ regulasi aliran udara
- epitel silindris bersilia tanpa sel goblet
- lamina propria tipis dan memiliki adventisia
- terdiri dari sel kuboid (sel clara) – produksi surfaktan
o Respiratori (zona respirasi)
– berhubungan langsung dgn ductus alveolus dan alveoli
- dilapisi epitel simplex columnare dgn silia pd bagian proksimal
- terdapat otot polos, pemb darah, dan elastin lamina propria
● Ductus alveolus
- Dindingnya dibntuk oleh deretan alveoli yg saling berdekatan
- Dibungkus oleh sel alveolus yg berbentuk gepeng
● Alveolus
- Kantong berdinding tipis yang berdiamter 200 miumeter
- Terdapat anyaman kapiler darah di permukaannya
- Masing2 alveolus dipisahkan oleh pores of kohn
- Daerah sekeliling alveolus diisi byk kapiler yg membentuk pleksus – fungsi
utama saluran respirasi
- Dibentuk 2 macam sel, yaitu:
o Sel alveolar tipe1= sel pneumosit squamosa- pertukaran gas
o Sel alveolar tipe2= granular pneumosit- menghasilkan surfaktan- u/
meningktkn daya regang paru dan mmprkcl kencenderungn rekoil
sehingga paru g mdh kolaps
2. FUNGSI VENTILASI
3 tekanan yg berperan penting =
● Tekanan atmosfer/ barometric (berat udara di atmosfer pd benda di bumi)-760
● Tekanan intra-alveolus (P dalam alveolus) – 760mmHg
● Tekanan intrapleural/intratoraks (dlm kantong pleura) – P dlm pleura/ di luar
paru dalam thorax – 756
PARU DAPAT meregang memenuhi rongga toraks yg lbh besar karena DAYA KOHESIF
CAIRAN INTRAPLEURA dan GRADIEN TEKANAN TRANSMURAL
2 hal yang menimbulkan pengembangan dan pengempisan paru:
1. Naik turunnya diafragma
2. Mengangkat dan menekan tulang iga
Inspirasi kuat
● Interkostalis eksterna – mengangkat rangka iga
● Sternokleidomastoideus – mengangkat sternum ke atas
● Serratus anterior – mengangkat Sebagian besar iga
● Scalenus – mengangkat dua iga pertama
Ekspirasi kuat
● Rektus abdominis – menarik iga bawah ke arah bawah
● Interkostalis internus – menurunkan rangka iga
Perubahan tekanan pleura (Ppl) saat respirasi normal
● Awal inspirasi -5 cmH20 u/ mempertahankan pulmo ttp terbuka
● Inspirasi normal -7.5 cmH20 karena pengembangan rongga dada
● Perubahan -2.5 cmH20 menyebabkan volume masuk 500 ml
Perubahan tekanan alveolus (Pal) saat respirasi normal
● Selama inspirasi Pa menurun -1 cmH20 memasukkan 500 ml udara dalam 2s
● Selama ekspirasi Pa meningkat +1 cmH20 mengeluarkn 500 ml udara dalam 2-3s
Komplians pulmo adalah luas pengembangan paru untuk setiqp 1 tekanan
transpulmonary (Ptp) rata2 nilai komplians 2 pulmo org dewasa 200 ml udara/ cmH20
artinya, setiap Ptp meningkat 1 cmH20 stlh 10-20 s volume paru mengembung 200 ml
V alveolus = Frekuensi x (Vtidal – Vruang rugi)
INSPIRASI
● Terjadi menurut Hk. Boyle V berbanding terbalik dgn P
● Merupakan proses aktif karena kontraksi otot & perlu ATP
● Otot inspirasi utama diafragma disarafi saraf frenikus kontraksi
● Diafragma turun 1 cm napas tnng – memperbesar 75% v rongga toraks scr
vertical – dinding abdomen melemas, nonojol ke depan bawah
● interkostalis eksternal disarafin interkostalis – memperbear rongga torax
dimensi lateral dan frontal – mengangkt costa dan sternum ke depan atas
● saat inspirasi, V rongga thorakx meningkat - P intraalveolus menurun 1mmHg –
udara mengalir ke pulmo mll gradien tknn ini hingga Pia = Pa
● saat inspirasi dalam mmbthkn otot inspirasi tmbhn sternokleidomastoideus
scalenus di servik u/ lbh memperbesar rongga toraks
EKSPIRASI
● selama pernapasa tnng ekspirasi = proses pasif
● mekansime ekspirasi pasif
- rekoil elastic paru saat otot inspirasi melemas
- setelah inspirasi v peru mengecil sehingga Pia meningkt 1mmHg
- udara keluar menuruni gradien tknnya
● bisa jadi proses aktif u/ mengosongka paru lbh tuntas + cpt ex/ olahraga
● mekanisme ekspirasi paksa/aktif:
- kontraksi otot ekspirasi otot dinding abdomen – P intra-abdomen meningkt
mendorong diafragma lebih keatas ke dinding toraks
- otot interkostalis internal menarik iga turun ke dalam – mendatarkan
dinding toraks
- mengurangi V rongga toraks dan paru – P ia > Pa udara lbh byk keluar
menuruni gradien tknn sblm terjadi keseimbngn
3. VOLUME & KAPASITAS PARU
● kapasitas max paru 5,7 l pria dan 4,2 l wanita
● kapasitas ttl dipengaruhi oleh ukuran anatomic, usia, dan daya regang paru
● v akhir paru setelah inspirasi 2,7 l dan 2,2 stl ekspirasi. Saat napas normal 500 ml
udara keluar masuk
● saat ekspirasi maksimal v paru mencapai 1,2 l pria dan 1l wanita.
● Paru tdk perna kosong/ kempis total akan berakibat:
- saluran napas kecl akan kolaps sehingga menghambat pengeluaran udara lbh
lanjut
- memungkinkan pertukaran udar antar pemb darah dan udara alveolus yg
tersisa, sehingga gas dlm darah yg meninggalkn paru ke jaringn ttp konstan
- berkurangnya kerja bernapas
● alat ukur upaya bernapas spirometer rekaman naik turunnya drum yg mrngandung
udara disebut spirogram yg berhubungn dhn perubhn v paru
● volume tidal = v udara yg masuk ato keluar paru setiap bernapas. 500 ml
● vci = v udara extra yg dpt dihirup dgn inspirasi kuat setelah bernapas normal. Terjadi
Ketika kontraksi max otot inspirasi dan tmbhn. 3000 ml
● ki = jmlh udara max yg dpt dihirup pd akhir ekspirasi tenang normal (vt+vci). 3500 ml
● vce = v udara extra yg dpt dkluarkn dgn kontraksi max otot ekspirasi setelah
hembusan udara normal scr pasif. 1000 ml
● vr = v udara yang tertinggl di paru bhkn stlh ekspirasi max. 1200 ml
● krf = jmlh udara di paru stlh ekspirasi normal. 2200 ml
● kv = jmlh udara max yg dpt dikeluarkn stlh inspirasi max. 4500 ml
● kpt = v udara max yg dpt ditmpung paru. Lk 5,7 l
4. KONTROL PERNAPASAN
● Durasi inspirasi : ekspirasi = 2:3
● Yg dinilai adalah tipe pernapasan dan frekuensi pernapasan
Level 1 yg berpusat di medulla otak, terdiri dari 2, yaitu:
1. Kel respiratori dorsal
- Menyebabkan inspirasi dan ekspirasi normal sebagai akibat relaksasi inspirasi
2. Kel respiratori ventral
- Terdiri dari neuron2 inspiratorik dan ekspiarotorik yg inaktif saat napas
normal
- Penguat saat kebutuhan ventilasi meningkat
- Menyebabkan inspirasi dan ekspirasi kuat
+1 kompleks pra-botzinger
- Pembentuk irama pernapasan
- Diatas krv
Level 2 yg berpusat di pons, terdiri dari 2, yaitu:
1. Pusat pneumostik
- Menurunkan frekuensi pernapasan menjadi lambat
- Membantu memadamkan neuron inspiratori (mmbatasi durasi inspirasi)
2. Pusat apneustic (inferior)
- Mencegah pemadaman neuron inspiratori
- Mengingkatkan dorongan inspirasi – pernapasan cepat
Level 3 center yg lebih tinggi
- Pengendalian secara sadar
- Korteks serebri-sistem limbik
*) baroreseptor (presoreseptor) lbh peka thd perubahan tekanan yg cepat
SINYAL YG MEMENGARUHI VENTILASI
1. Penurunan PO2 di arteri
- Dipantau o/ kemoreseptor perifer
- Ada di sinus karotis – badan karotis – nervus 9 glossofaringeus
- Ada di arkus aorta - badan aorta – nervus 10 vagus
- Merangsang hanya Ketika PO2 arteri mengancam nyawa < 60
- Mekanisme refleks bersifat menyelamatkan nyawa
*) kemo sentral menekan kemo peri jika PO2 < 60
2. Peningkatan PCO2 di arteri
- Dipantau o/ kemoresesptor sentral
- Terletak di medulla d dkt pusat pernapasan
- Peka terhadap rangsanga H+ yg diinduksi CO2 di cairan CES
*) kemo perifer merangsang scr lemah
3. Perubahan konsentrasi H+ arteri
- Dipengauhi kemoreseptor perifer karena badan karotis dan aorta sgt peka
thd perubahan[H]
- Berperan kecil saat perubahan H karena CO2 – refleks ventilasi peninkatan H
dan penurunan H
- Berperan besar dri perubahan H yg bukan pengaruh PCO2. Ex/ saat org dm
konsen asam keto meningkat-penghasil H+ dlm darah
*) kemo sentral tdk memengaruhi karena tdk mudah melewati sawar otak
5. DIFUSI
● gas mengalir menuruni gradien tekanan parsial
● tekanan parsial = tekanan yg ditimbulkan o/ tiap2 gas dlm campuran gas
● gradien tekanan parsial = perbedaan tekanan parsial antar kapiler darah dgn
lingkungan sekitar
● difusi = gas mengalir dari tekanan parsial yg lbh tinggi – rendah (menuruni gradien
konsentrasi)
PERTUKARAN GAS
● atmosfer PO2 = 760 x 21 = 160 PCO2 = 0,23
● PO2 alveolus = 100mmHg karena pelembaban dan pertukaran gas udara yg rendah
● PCO2 alveolus = 40mmHg karena hasil metabolism yg diangkut dr slrh tubuh
● Vena sistemik dipompa arteri paru dgn PO2 = 40 dan PCO2 = 46
● Saat bertemu kapiler paru gas berdifusi menuruni gradien konsentrasi sehingga PO2
= 100 dan PCO2 = 40 dibawah oleh vena meninggalkah paru – arteri sistemik
● Manfaat adanya sisa co2 yg dibawah:
- Keseimbangan asam basa tubuh karena co2 menghslkn as. Karbonat
- PCO2 arteri penting u/ merangsang pernapasan
FAKTOR YG MEMENGARUHI
Yg memengaruhi kecepatan pemindahan gas Hk. Difusi Fick
1. Gradien tekanan parsial o dan c – berbanding lurus
2. Luas permukaan alveolus - berbanding lurus
3. Ketebalan membrane antar udara - berbanding terbalik
dan darah di membrane alveolu
4. Konstanta difusi - berbanding lurus
Yg memengaruhi pelepasan Hb
Berbanding lurus = semakin tinggi semakin lepas
1. Suhu membuat pelepasan o2 - berbanding lurus
2. Efek CO2 - berbanding lurus
3. Efek asam - berbanding lurus
EFEK HALDANE penurunan pengikatan co2 karena peningkatan [o2]
EFEKK BOHR penurunan pengikatan o2 karena peningkatan [co2]
SISTEM LIMFATIK
● fungsi:
- menjaga keseimbangn cairan dlm tubuh
- mengabsorbsi lemak dan substansi lainnya dlm sistem pencernaan
- sistem pertahanan tubuh dari mikroorganisme dan substansi lainx
● terdiri:
- pembuluh getah bening/ limfe
- organ-organ limfatik
A. PEMBULUH GETAH BENING
1. kapiler getah bening
- merupakan pemb. Limfe terkecil
- membntuk anyamn luas dan berakhir buntu
- u/ menampung cairan limfe
- saluran berdinding tipis
- dilapisi endotel
- lumen tdk teratur
2. pemb getah bening yg lbh besar
- saluran yang dindingnya lbh tebal dan mmiliki katub
- dinding terdiri dari 3 lapisan
o tunika intima: endotel dan selabut elastis
o t. media: sabut otot polos
o t. adventitia: sabut kollagen, elastis, dan otot polos
- dalam perjalanan menjadi pemb getah bening mencurahkan isix ke kelenjar
getah bening (lymps node)
- katub pemb getah bening
o merupakan lipatan t. intima
o t.d jaringan ikat kendor dan lapis endotel
o terletak berpsgn dan berhadapan
o kedua ujung bebas searah dgn aliran limfe
3. pembuluh limfe besar
- merupakan gabungan pembuluh limfe, membentuk 2 pemb limfe utama:
a. ductus lymphaticus dexter
menerima cairan limfe dr bag kanan atas tubuh
b. ductus thoracicus
menerima cairan limfe dr bag kanan dan kiri tubuh sa pencernaan maknn
- dindingnya terdiri daei:
o t. intima- endotel, sabut kollagen dan elastis
o t. media- bbrpa lapis otot polos
o t. adventitia- sabut collagen, elastis, dan otot polos + vasa vasorum
4. jaringan limfatik
- merupakan jaringan haematopoetik (jaringan limfoid dn myeloid)
- ada 4 jaringan limfatik:
o kelenjar getah bening
o thymus
o lien = limpa
o aggregasi limfosit tak berkapsul dlm jaringan ikat kendor
- jaringan limfatik haematopetik karena mmbntuk limfosit
- jaringan limfatik merupakan parenkim organ limfatik
- 2 komponen secr mikroskopik:
o stroma – kerangka seperti busa
sabut retiikuler – pewarnaan imp Ag
o free cell – mengisi mata anyaman
1. limfosit kecil, sedang, besar
2. sel plasma
3. makrofag : - fix m – anyaman ret
- free m – bebas
- jaringan limfatik dibedakan menjadi 3, yaitu jaringan limfotik kendor, padat,
dan noduler.
● sel2 sistem limfatik (di luar sirkulasi)
a. limfosit
- mayoritas dlm sistem limfe
- mengenali + memberi respon thd sel asing
- tidak dpt berfagositosis
- ada 2 jenis:
o limfosit T
dihasil kan thymus.
▪ Sitotoksik T- Melisiskan sel (adaptive immune)
▪ T helper – aktivasi limfosit B, aktivasi makrofag-fagositosis
o limfosit B
dihasilkan oleh bone marrow – antibody
b. sel plasma
- hasil diferensiasi effector/ limfosit B
- mensekresi immunoglobin
- mikroskopik clock face nucleus
- ada di semua jaringan limfatik
c. APC (antigen presenting cell)
- Bagian dri sel2 limfatik
- Sel yg menampilkn peptide yg berhub dgn clas II MHC
- Menempel di permukaan sel
- Ada 2 tipe:
o Professional apc = menimbulkan aktivasi perkembangan limfosit. Ex/
dendrit sel, makrofag, limfosit B
o Nonprofessional apc = sel yg dpt distimulasi u/ presentasi antigen dlm
fungsi efektor. Ex/ endothelial cells, astrocyte, epithel sel, fibroblast
d. Makrofag
- Komponen mononuclear phagocyte system
- U/ memfagosit kompleks antigen dan kompleks Ag
- Tersebar di organ limfatik dan jaringan ikat longgar
- Merupakan lapisan dinding sinus vaskuler
e. NK cell (natural killer cell)
- Merupakan Limfosit granular
- Tdk memiliki reseptor
- Dpt aktif tnp stimulasi (no memory)
f. Sel retikuler
- Berbentuk stellate (spons), prosessus beranyaman
- 2 tipe:
o Sel retikuler mesenkim – sbgai apc
o Sel retikuler epitel – pendukung
Ada di thymus
● NODULUS LIMPHATIC
- Merupakan akumulasi padat sel2 bebas dalam jaringan limfoid kendor
- Terdiri dari 2 struktur:
o Primary nodule
Kumpulan limfosit kecil berbentuk bulat
o Secondary nodule = germinal center
Kumpulan sel limfosit besar, plasma, makrofag- tercat pucat- ada
kutub gelap dan pucat-u/ pembentuk&pengancuran limfosit +
difagosit makrofag
ORGAN-ORGAN LIMFATIK
● Karakteristik
- Kerangka anyaman serabut dan sel retikuler
● Organ limfatik sentral (primer)
- Pembentukan limfosit tdk tergntung antigen
- Supply T-cell netral/ Perkursor limfosit B ke organ+jaringan perifer
- Ex/ timus dan sumsum tlg
● Organ limftik perifer (secondary)
- Pembentukan limfosit tergntung antigen
- Sel2 imunokompeten bereaksi ths antigen spesifik
- Ex/ limfonodus, lien, tonsil, aggregate limfatik tdk berkapsul
1. Lymphnodes/ kelenjar getah bening
- Berbentuk kacang, ovoid, hillus (bag. Cekung tmpt keluar masuk darah)
- Ada di regio axilaris, inguinalis, mesenterium, dan sepnajng pemb besar dr
leher-perut.
- Mikroskopik terdiri dari:
PARENKIM = jaringan limfoid + pemb. Getah bening khusus+ sinus gth benng
STROMA = a. kerangka retikuler
- sabut retikuler (anyamana)
- Sel retikuler (mata anyaman)
- sel bebas (dalam anyaman)
b. kerangka kollagen
- membentuk kapsul dan trabekule
CORTEX = - bagian luar gelap
- Terdiri dari jaringan limfoid padat
- Ada primer nodule dan germinal center
MEDULLA = - bagian dalam terang- terdiri dri jaringan limfoid diffuse/ kendor
SINUS GETAH BENING = ruang/ cela berdinding endotel
- Fungsi lymphnodes:
o Pertahanan tubuh ex/ limfosit + plasma sel
o Penyaringan cairan limfe
o Produksi limfosit
o Pembentukan antibodi
2. Thymus
- Berada di proximal mediastinum dan ventral aorta
- Merupakan massa pipih- warna abu2
- Ada 2 lobus yg dihubungkan jaringan ikat
- Tiap lobus dilapisi kapsul tipis yg terdiri dri jaringan ikat kendor
- Tiap lobus terdiri dari lobulus2 dan sekat2 jaringan ikat
- Komponen seluler = limfosit T, sel retikuler, dan makrofag
CORTEX = gelap dan banyak limfosit kecil padat
MEDULLA=- terang+ sedikit limfosit kecil
- Pd bagian medulla ada Hassal’s corpuscle (sel retikuler yg terssn
kosentris, pd bagian pusat gejala degenerasi HE-masa kemerahan)
- FUNGSI u/ membentuk limfosit T
- Semakin tua akan mengalami involusi dan menjadi lemak
3. LIEN = LIMPA
- Organ limfatik terbesar
- Lokasi di hypochondrium kiri bawah diafragma
- Fungsi
o Membntuk sel darah
o Merusak eritrosit tua
o Menyaring darah dan mempersiapkan cadangan darah
o Tempat produksi Ab dan limfosit aktif
- Kapsul jaringan ikat padat terdiri dri sabut kollagen+elastis,& otot polos
(trabekula- membagi parenkim/ pulpa)
- Ada 2 pulpa, yaitu:
a. Pulpa putih
o Badan malphigi terdiri dr jaringan limfoid noduler + diffus
o Tdd limpatik nodule, germinal centr, arteri sentralis, komponen
selluler ex/ limfosit kecil, sel plasma, dan makrofag
b. Pulpa merah (area gelap diantara pulpa putih)
o Tersusun dr korda limpa (splenic cord) + sinus (saluran pemb darah)
vena
o Tdd anyaman sinusoid yg bercabang dipisahkan o/ jaringan limfoid
dlm bentuk splenic cord/ pulp cord/ billroth cord
4. TONSIL
- Jaringan limfatik yg berhubugan dgn lingkungan luar + diliputi epitel
- Ada 3 jenis:
1. Tonsilia lingualis- di radix linguae
- epitel = pipih melapisi kripta (cekungan)
- lumen kripta bersih jarang radang
2. Tonsilia palatina- diantara arcus glossopalatinus +arcus pharingoplatinus
- epitel = berlapis pipih non corni
- lumen kriptanya ada kotoran/ sering radang
3. Tonsilia pharingica- dinding belakang nasopharing
- epite; = pseudostratificatum + sel goblet
- ga ada kripta
5. AGGREGAT LIMFATIK TDK BERKAPSUL
- Noduli limfatik dlm kel kecil/soliter
- Berkelompok = peyer’s patches di IT
- Soliter = tersebar di mukosa GIT, UT, dan UG
- Diselubungi selapis sel retikuler pipih
- Kapsul jaringan ikat kurang
- Ex/ MALT (mucosa associates lymphatic tissue), BALT, GALT (gut), SALT
Struktur Kepanitiaan
KETUA : M. Syafiq Assegaf
SEKRETARIS : Shofiyyah F. U.
BENDAHARA : Assyfia Mellisa
DIVISI ACARA : Dinda Silvia Melisa
- [Link] Hasanah
DIVISI DANUS : Putri Rahmatia H.
-
DIVISI PERLENGKAPAN: Shaki Pernanda C.
- Fernando Irwan Alamsyah
DIVISI KESTARI : Mutmainna Nur Fadjrianti
-
DIVISI (HDP) : Levi Natya Alus
- M. Aditya Dwi S.
DIVISI KONSUMSI : Sabrina Sucining Tyas
- Atika Amalia
Konsep acara : Sosialisasi
Latar belakang : urgensi covid
Nama kegiatan : Sosialisasi Kesehatan
Tema kegiatan : Kesehatan – New normal 2.0
Tujuan kegiatan : - edukasi bahaya covid setelah era new normal
- pencegahan penyebaran (3rd wave)
Deskripsi kegiatan : - prokes
-
Sasaran kegiatan : pelajar (smp-mahasiswa)
Waktu dan tempat :
Rundown :
Tips menulis lb
- Dimulai dgn pernyataan umum-khusus
- Menggunakan konjungsi ex/ oleh karena itu, berdasarkan masalah di
atas….