0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan13 halaman

Anatomi dan Fisiologi Sistem Respirasi

Organ sistem pernapasan terdiri dari trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus, dan kantong pleura. Fungsi utamanya adalah mengalirkan udara ke alveolus untuk pertukaran gas. Proses pernapasan terjadi akibat perubahan tekanan di dalam dan luar paru yang menyebabkan pengembangan dan pengempisan paru. Kontrol pernapasan dipengaruhi oleh beberapa pusat di otak dan oleh sinyal dari kemoreseptor.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan13 halaman

Anatomi dan Fisiologi Sistem Respirasi

Organ sistem pernapasan terdiri dari trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus, dan kantong pleura. Fungsi utamanya adalah mengalirkan udara ke alveolus untuk pertukaran gas. Proses pernapasan terjadi akibat perubahan tekanan di dalam dan luar paru yang menyebabkan pengembangan dan pengempisan paru. Kontrol pernapasan dipengaruhi oleh beberapa pusat di otak dan oleh sinyal dari kemoreseptor.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

B2M3

1. ANAT DAN FAAL ORGAN SISTEM RESPI BAWAH


● Trakea
- Terdiri dari 16-20 cincin kartilago berbentuk U karena di sisi dorsalnya berupa
otot polos dan esofagus
- Panjangnya 10-20 cm
- Terdapat textus epithelium pseudostratificatum + sel goblet - mucus
- Berfungsi sebagai saluran udara u/ membawa udara ke alveolus
● Bronkus
- Bercabang 2 sesuai paru dextra dan sinistra
- Sisi dextra lebih lurus dibanding sinistra
- Pada dextra bercabang menjadi 3 sedangkan sinistra hanya 2 sesuai lobus
- Sebagai saluran udara u/ membawa udara ke alveolus
- Terdapat 3 jenis:
o Bronkus primer (yang di luar paru)
o Bronkus sekunder (di lobus kanan 3: sup, med, in kiri 2: sup dan in)
o Bronkus tersier (cabang sekunder)
● Bronkiolus – tidak memiliki cartialgo dan kelenjar
- Terdapat 2 jenis, yaitu:
o Terminalis (zona konduksi terakhir)
– otot polos u/ regulasi aliran udara
- epitel silindris bersilia tanpa sel goblet
- lamina propria tipis dan memiliki adventisia
- terdiri dari sel kuboid (sel clara) – produksi surfaktan
o Respiratori (zona respirasi)
– berhubungan langsung dgn ductus alveolus dan alveoli
- dilapisi epitel simplex columnare dgn silia pd bagian proksimal
- terdapat otot polos, pemb darah, dan elastin lamina propria
● Ductus alveolus
- Dindingnya dibntuk oleh deretan alveoli yg saling berdekatan
- Dibungkus oleh sel alveolus yg berbentuk gepeng
● Alveolus
- Kantong berdinding tipis yang berdiamter 200 miumeter
- Terdapat anyaman kapiler darah di permukaannya
- Masing2 alveolus dipisahkan oleh pores of kohn
- Daerah sekeliling alveolus diisi byk kapiler yg membentuk pleksus – fungsi
utama saluran respirasi
- Dibentuk 2 macam sel, yaitu:
o Sel alveolar tipe1= sel pneumosit squamosa- pertukaran gas
o Sel alveolar tipe2= granular pneumosit- menghasilkan surfaktan- u/
meningktkn daya regang paru dan mmprkcl kencenderungn rekoil
sehingga paru g mdh kolaps
2. FUNGSI VENTILASI
3 tekanan yg berperan penting =
● Tekanan atmosfer/ barometric (berat udara di atmosfer pd benda di bumi)-760
● Tekanan intra-alveolus (P dalam alveolus) – 760mmHg
● Tekanan intrapleural/intratoraks (dlm kantong pleura) – P dlm pleura/ di luar
paru dalam thorax – 756
PARU DAPAT meregang memenuhi rongga toraks yg lbh besar karena DAYA KOHESIF
CAIRAN INTRAPLEURA dan GRADIEN TEKANAN TRANSMURAL

2 hal yang menimbulkan pengembangan dan pengempisan paru:


1. Naik turunnya diafragma
2. Mengangkat dan menekan tulang iga
Inspirasi kuat
● Interkostalis eksterna – mengangkat rangka iga
● Sternokleidomastoideus – mengangkat sternum ke atas
● Serratus anterior – mengangkat Sebagian besar iga
● Scalenus – mengangkat dua iga pertama
Ekspirasi kuat
● Rektus abdominis – menarik iga bawah ke arah bawah
● Interkostalis internus – menurunkan rangka iga

Perubahan tekanan pleura (Ppl) saat respirasi normal


● Awal inspirasi -5 cmH20 u/ mempertahankan pulmo ttp terbuka
● Inspirasi normal -7.5 cmH20 karena pengembangan rongga dada
● Perubahan -2.5 cmH20 menyebabkan volume masuk 500 ml

Perubahan tekanan alveolus (Pal) saat respirasi normal


● Selama inspirasi Pa menurun -1 cmH20 memasukkan 500 ml udara dalam 2s
● Selama ekspirasi Pa meningkat +1 cmH20 mengeluarkn 500 ml udara dalam 2-3s

Komplians pulmo adalah luas pengembangan paru untuk setiqp 1 tekanan


transpulmonary (Ptp) rata2 nilai komplians 2 pulmo org dewasa 200 ml udara/ cmH20
artinya, setiap Ptp meningkat 1 cmH20 stlh 10-20 s volume paru mengembung 200 ml
V alveolus = Frekuensi x (Vtidal – Vruang rugi)

INSPIRASI
● Terjadi menurut Hk. Boyle V berbanding terbalik dgn P
● Merupakan proses aktif karena kontraksi otot & perlu ATP
● Otot inspirasi utama diafragma disarafi saraf frenikus kontraksi
● Diafragma turun 1 cm napas tnng – memperbesar 75% v rongga toraks scr
vertical – dinding abdomen melemas, nonojol ke depan bawah
● interkostalis eksternal disarafin interkostalis – memperbear rongga torax
dimensi lateral dan frontal – mengangkt costa dan sternum ke depan atas
● saat inspirasi, V rongga thorakx meningkat - P intraalveolus menurun 1mmHg –
udara mengalir ke pulmo mll gradien tknn ini hingga Pia = Pa
● saat inspirasi dalam mmbthkn otot inspirasi tmbhn sternokleidomastoideus
scalenus di servik u/ lbh memperbesar rongga toraks

EKSPIRASI
● selama pernapasa tnng ekspirasi = proses pasif
● mekansime ekspirasi pasif
- rekoil elastic paru saat otot inspirasi melemas
- setelah inspirasi v peru mengecil sehingga Pia meningkt 1mmHg
- udara keluar menuruni gradien tknnya
● bisa jadi proses aktif u/ mengosongka paru lbh tuntas + cpt ex/ olahraga
● mekanisme ekspirasi paksa/aktif:
- kontraksi otot ekspirasi otot dinding abdomen – P intra-abdomen meningkt
mendorong diafragma lebih keatas ke dinding toraks
- otot interkostalis internal menarik iga turun ke dalam – mendatarkan
dinding toraks
- mengurangi V rongga toraks dan paru – P ia > Pa udara lbh byk keluar
menuruni gradien tknn sblm terjadi keseimbngn

3. VOLUME & KAPASITAS PARU


● kapasitas max paru 5,7 l pria dan 4,2 l wanita
● kapasitas ttl dipengaruhi oleh ukuran anatomic, usia, dan daya regang paru
● v akhir paru setelah inspirasi 2,7 l dan 2,2 stl ekspirasi. Saat napas normal 500 ml
udara keluar masuk
● saat ekspirasi maksimal v paru mencapai 1,2 l pria dan 1l wanita.
● Paru tdk perna kosong/ kempis total akan berakibat:
- saluran napas kecl akan kolaps sehingga menghambat pengeluaran udara lbh
lanjut
- memungkinkan pertukaran udar antar pemb darah dan udara alveolus yg
tersisa, sehingga gas dlm darah yg meninggalkn paru ke jaringn ttp konstan
- berkurangnya kerja bernapas
● alat ukur upaya bernapas spirometer rekaman naik turunnya drum yg mrngandung
udara disebut spirogram yg berhubungn dhn perubhn v paru
● volume tidal = v udara yg masuk ato keluar paru setiap bernapas. 500 ml
● vci = v udara extra yg dpt dihirup dgn inspirasi kuat setelah bernapas normal. Terjadi
Ketika kontraksi max otot inspirasi dan tmbhn. 3000 ml
● ki = jmlh udara max yg dpt dihirup pd akhir ekspirasi tenang normal (vt+vci). 3500 ml
● vce = v udara extra yg dpt dkluarkn dgn kontraksi max otot ekspirasi setelah
hembusan udara normal scr pasif. 1000 ml
● vr = v udara yang tertinggl di paru bhkn stlh ekspirasi max. 1200 ml
● krf = jmlh udara di paru stlh ekspirasi normal. 2200 ml
● kv = jmlh udara max yg dpt dikeluarkn stlh inspirasi max. 4500 ml
● kpt = v udara max yg dpt ditmpung paru. Lk 5,7 l

4. KONTROL PERNAPASAN
● Durasi inspirasi : ekspirasi = 2:3
● Yg dinilai adalah tipe pernapasan dan frekuensi pernapasan
Level 1 yg berpusat di medulla otak, terdiri dari 2, yaitu:
1. Kel respiratori dorsal
- Menyebabkan inspirasi dan ekspirasi normal sebagai akibat relaksasi inspirasi
2. Kel respiratori ventral
- Terdiri dari neuron2 inspiratorik dan ekspiarotorik yg inaktif saat napas
normal
- Penguat saat kebutuhan ventilasi meningkat
- Menyebabkan inspirasi dan ekspirasi kuat
+1 kompleks pra-botzinger
- Pembentuk irama pernapasan
- Diatas krv
Level 2 yg berpusat di pons, terdiri dari 2, yaitu:
1. Pusat pneumostik
- Menurunkan frekuensi pernapasan menjadi lambat
- Membantu memadamkan neuron inspiratori (mmbatasi durasi inspirasi)
2. Pusat apneustic (inferior)
- Mencegah pemadaman neuron inspiratori
- Mengingkatkan dorongan inspirasi – pernapasan cepat

Level 3 center yg lebih tinggi


- Pengendalian secara sadar
- Korteks serebri-sistem limbik

*) baroreseptor (presoreseptor) lbh peka thd perubahan tekanan yg cepat


SINYAL YG MEMENGARUHI VENTILASI
1. Penurunan PO2 di arteri
- Dipantau o/ kemoreseptor perifer
- Ada di sinus karotis – badan karotis – nervus 9 glossofaringeus
- Ada di arkus aorta - badan aorta – nervus 10 vagus
- Merangsang hanya Ketika PO2 arteri mengancam nyawa < 60
- Mekanisme refleks bersifat menyelamatkan nyawa
*) kemo sentral menekan kemo peri jika PO2 < 60

2. Peningkatan PCO2 di arteri


- Dipantau o/ kemoresesptor sentral
- Terletak di medulla d dkt pusat pernapasan
- Peka terhadap rangsanga H+ yg diinduksi CO2 di cairan CES
*) kemo perifer merangsang scr lemah
3. Perubahan konsentrasi H+ arteri
- Dipengauhi kemoreseptor perifer karena badan karotis dan aorta sgt peka
thd perubahan[H]
- Berperan kecil saat perubahan H karena CO2 – refleks ventilasi peninkatan H
dan penurunan H
- Berperan besar dri perubahan H yg bukan pengaruh PCO2. Ex/ saat org dm
konsen asam keto meningkat-penghasil H+ dlm darah
*) kemo sentral tdk memengaruhi karena tdk mudah melewati sawar otak

5. DIFUSI
● gas mengalir menuruni gradien tekanan parsial
● tekanan parsial = tekanan yg ditimbulkan o/ tiap2 gas dlm campuran gas
● gradien tekanan parsial = perbedaan tekanan parsial antar kapiler darah dgn
lingkungan sekitar
● difusi = gas mengalir dari tekanan parsial yg lbh tinggi – rendah (menuruni gradien
konsentrasi)
PERTUKARAN GAS
● atmosfer PO2 = 760 x 21 = 160 PCO2 = 0,23
● PO2 alveolus = 100mmHg karena pelembaban dan pertukaran gas udara yg rendah
● PCO2 alveolus = 40mmHg karena hasil metabolism yg diangkut dr slrh tubuh
● Vena sistemik dipompa arteri paru dgn PO2 = 40 dan PCO2 = 46
● Saat bertemu kapiler paru gas berdifusi menuruni gradien konsentrasi sehingga PO2
= 100 dan PCO2 = 40 dibawah oleh vena meninggalkah paru – arteri sistemik
● Manfaat adanya sisa co2 yg dibawah:
- Keseimbangan asam basa tubuh karena co2 menghslkn as. Karbonat
- PCO2 arteri penting u/ merangsang pernapasan

FAKTOR YG MEMENGARUHI
Yg memengaruhi kecepatan pemindahan gas Hk. Difusi Fick
1. Gradien tekanan parsial o dan c – berbanding lurus
2. Luas permukaan alveolus - berbanding lurus
3. Ketebalan membrane antar udara - berbanding terbalik
dan darah di membrane alveolu
4. Konstanta difusi - berbanding lurus

Yg memengaruhi pelepasan Hb
Berbanding lurus = semakin tinggi semakin lepas
1. Suhu membuat pelepasan o2 - berbanding lurus
2. Efek CO2 - berbanding lurus
3. Efek asam - berbanding lurus

EFEK HALDANE penurunan pengikatan co2 karena peningkatan [o2]


EFEKK BOHR penurunan pengikatan o2 karena peningkatan [co2]
SISTEM LIMFATIK
● fungsi:
- menjaga keseimbangn cairan dlm tubuh
- mengabsorbsi lemak dan substansi lainnya dlm sistem pencernaan
- sistem pertahanan tubuh dari mikroorganisme dan substansi lainx
● terdiri:
- pembuluh getah bening/ limfe
- organ-organ limfatik

A. PEMBULUH GETAH BENING


1. kapiler getah bening
- merupakan pemb. Limfe terkecil
- membntuk anyamn luas dan berakhir buntu
- u/ menampung cairan limfe
- saluran berdinding tipis
- dilapisi endotel
- lumen tdk teratur

2. pemb getah bening yg lbh besar


- saluran yang dindingnya lbh tebal dan mmiliki katub
- dinding terdiri dari 3 lapisan
o tunika intima: endotel dan selabut elastis
o t. media: sabut otot polos
o t. adventitia: sabut kollagen, elastis, dan otot polos
- dalam perjalanan menjadi pemb getah bening mencurahkan isix ke kelenjar
getah bening (lymps node)
- katub pemb getah bening
o merupakan lipatan t. intima
o t.d jaringan ikat kendor dan lapis endotel
o terletak berpsgn dan berhadapan
o kedua ujung bebas searah dgn aliran limfe

3. pembuluh limfe besar


- merupakan gabungan pembuluh limfe, membentuk 2 pemb limfe utama:
a. ductus lymphaticus dexter
menerima cairan limfe dr bag kanan atas tubuh
b. ductus thoracicus
menerima cairan limfe dr bag kanan dan kiri tubuh sa pencernaan maknn
- dindingnya terdiri daei:
o t. intima- endotel, sabut kollagen dan elastis
o t. media- bbrpa lapis otot polos
o t. adventitia- sabut collagen, elastis, dan otot polos + vasa vasorum
4. jaringan limfatik
- merupakan jaringan haematopoetik (jaringan limfoid dn myeloid)
- ada 4 jaringan limfatik:
o kelenjar getah bening
o thymus
o lien = limpa
o aggregasi limfosit tak berkapsul dlm jaringan ikat kendor
- jaringan limfatik haematopetik karena mmbntuk limfosit
- jaringan limfatik merupakan parenkim organ limfatik
- 2 komponen secr mikroskopik:
o stroma – kerangka seperti busa
sabut retiikuler – pewarnaan imp Ag

o free cell – mengisi mata anyaman


1. limfosit kecil, sedang, besar
2. sel plasma
3. makrofag : - fix m – anyaman ret
- free m – bebas
- jaringan limfatik dibedakan menjadi 3, yaitu jaringan limfotik kendor, padat,
dan noduler.

● sel2 sistem limfatik (di luar sirkulasi)


a. limfosit
- mayoritas dlm sistem limfe
- mengenali + memberi respon thd sel asing
- tidak dpt berfagositosis
- ada 2 jenis:
o limfosit T
dihasil kan thymus.
▪ Sitotoksik T- Melisiskan sel (adaptive immune)
▪ T helper – aktivasi limfosit B, aktivasi makrofag-fagositosis
o limfosit B
dihasilkan oleh bone marrow – antibody
b. sel plasma
- hasil diferensiasi effector/ limfosit B
- mensekresi immunoglobin
- mikroskopik clock face nucleus
- ada di semua jaringan limfatik

c. APC (antigen presenting cell)


- Bagian dri sel2 limfatik
- Sel yg menampilkn peptide yg berhub dgn clas II MHC
- Menempel di permukaan sel
- Ada 2 tipe:
o Professional apc = menimbulkan aktivasi perkembangan limfosit. Ex/
dendrit sel, makrofag, limfosit B
o Nonprofessional apc = sel yg dpt distimulasi u/ presentasi antigen dlm
fungsi efektor. Ex/ endothelial cells, astrocyte, epithel sel, fibroblast
d. Makrofag
- Komponen mononuclear phagocyte system
- U/ memfagosit kompleks antigen dan kompleks Ag
- Tersebar di organ limfatik dan jaringan ikat longgar
- Merupakan lapisan dinding sinus vaskuler

e. NK cell (natural killer cell)


- Merupakan Limfosit granular
- Tdk memiliki reseptor
- Dpt aktif tnp stimulasi (no memory)

f. Sel retikuler
- Berbentuk stellate (spons), prosessus beranyaman
- 2 tipe:
o Sel retikuler mesenkim – sbgai apc
o Sel retikuler epitel – pendukung
Ada di thymus
● NODULUS LIMPHATIC
- Merupakan akumulasi padat sel2 bebas dalam jaringan limfoid kendor
- Terdiri dari 2 struktur:
o Primary nodule
Kumpulan limfosit kecil berbentuk bulat
o Secondary nodule = germinal center
Kumpulan sel limfosit besar, plasma, makrofag- tercat pucat- ada
kutub gelap dan pucat-u/ pembentuk&pengancuran limfosit +
difagosit makrofag

ORGAN-ORGAN LIMFATIK
● Karakteristik
- Kerangka anyaman serabut dan sel retikuler
● Organ limfatik sentral (primer)
- Pembentukan limfosit tdk tergntung antigen
- Supply T-cell netral/ Perkursor limfosit B ke organ+jaringan perifer
- Ex/ timus dan sumsum tlg
● Organ limftik perifer (secondary)
- Pembentukan limfosit tergntung antigen
- Sel2 imunokompeten bereaksi ths antigen spesifik
- Ex/ limfonodus, lien, tonsil, aggregate limfatik tdk berkapsul

1. Lymphnodes/ kelenjar getah bening


- Berbentuk kacang, ovoid, hillus (bag. Cekung tmpt keluar masuk darah)
- Ada di regio axilaris, inguinalis, mesenterium, dan sepnajng pemb besar dr
leher-perut.
- Mikroskopik terdiri dari:
PARENKIM = jaringan limfoid + pemb. Getah bening khusus+ sinus gth benng
STROMA = a. kerangka retikuler
- sabut retikuler (anyamana)
- Sel retikuler (mata anyaman)
- sel bebas (dalam anyaman)
b. kerangka kollagen
- membentuk kapsul dan trabekule
CORTEX = - bagian luar gelap
- Terdiri dari jaringan limfoid padat
- Ada primer nodule dan germinal center
MEDULLA = - bagian dalam terang- terdiri dri jaringan limfoid diffuse/ kendor
SINUS GETAH BENING = ruang/ cela berdinding endotel
- Fungsi lymphnodes:
o Pertahanan tubuh ex/ limfosit + plasma sel
o Penyaringan cairan limfe
o Produksi limfosit
o Pembentukan antibodi
2. Thymus
- Berada di proximal mediastinum dan ventral aorta
- Merupakan massa pipih- warna abu2
- Ada 2 lobus yg dihubungkan jaringan ikat
- Tiap lobus dilapisi kapsul tipis yg terdiri dri jaringan ikat kendor
- Tiap lobus terdiri dari lobulus2 dan sekat2 jaringan ikat
- Komponen seluler = limfosit T, sel retikuler, dan makrofag
CORTEX = gelap dan banyak limfosit kecil padat
MEDULLA=- terang+ sedikit limfosit kecil
- Pd bagian medulla ada Hassal’s corpuscle (sel retikuler yg terssn
kosentris, pd bagian pusat gejala degenerasi HE-masa kemerahan)
- FUNGSI u/ membentuk limfosit T
- Semakin tua akan mengalami involusi dan menjadi lemak

3. LIEN = LIMPA
- Organ limfatik terbesar
- Lokasi di hypochondrium kiri bawah diafragma
- Fungsi
o Membntuk sel darah
o Merusak eritrosit tua
o Menyaring darah dan mempersiapkan cadangan darah
o Tempat produksi Ab dan limfosit aktif
- Kapsul jaringan ikat padat terdiri dri sabut kollagen+elastis,& otot polos
(trabekula- membagi parenkim/ pulpa)
- Ada 2 pulpa, yaitu:
a. Pulpa putih
o Badan malphigi terdiri dr jaringan limfoid noduler + diffus
o Tdd limpatik nodule, germinal centr, arteri sentralis, komponen
selluler ex/ limfosit kecil, sel plasma, dan makrofag
b. Pulpa merah (area gelap diantara pulpa putih)
o Tersusun dr korda limpa (splenic cord) + sinus (saluran pemb darah)
vena
o Tdd anyaman sinusoid yg bercabang dipisahkan o/ jaringan limfoid
dlm bentuk splenic cord/ pulp cord/ billroth cord
4. TONSIL
- Jaringan limfatik yg berhubugan dgn lingkungan luar + diliputi epitel
- Ada 3 jenis:
1. Tonsilia lingualis- di radix linguae
- epitel = pipih melapisi kripta (cekungan)
- lumen kripta bersih jarang radang
2. Tonsilia palatina- diantara arcus glossopalatinus +arcus pharingoplatinus
- epitel = berlapis pipih non corni
- lumen kriptanya ada kotoran/ sering radang
3. Tonsilia pharingica- dinding belakang nasopharing
- epite; = pseudostratificatum + sel goblet
- ga ada kripta

5. AGGREGAT LIMFATIK TDK BERKAPSUL


- Noduli limfatik dlm kel kecil/soliter
- Berkelompok = peyer’s patches di IT
- Soliter = tersebar di mukosa GIT, UT, dan UG
- Diselubungi selapis sel retikuler pipih
- Kapsul jaringan ikat kurang
- Ex/ MALT (mucosa associates lymphatic tissue), BALT, GALT (gut), SALT
Struktur Kepanitiaan
KETUA : M. Syafiq Assegaf
SEKRETARIS : Shofiyyah F. U.
BENDAHARA : Assyfia Mellisa
DIVISI ACARA : Dinda Silvia Melisa
- [Link] Hasanah
DIVISI DANUS : Putri Rahmatia H.
-
DIVISI PERLENGKAPAN: Shaki Pernanda C.
- Fernando Irwan Alamsyah
DIVISI KESTARI : Mutmainna Nur Fadjrianti
-
DIVISI (HDP) : Levi Natya Alus
- M. Aditya Dwi S.
DIVISI KONSUMSI : Sabrina Sucining Tyas
- Atika Amalia

Konsep acara : Sosialisasi


Latar belakang : urgensi covid
Nama kegiatan : Sosialisasi Kesehatan
Tema kegiatan : Kesehatan – New normal 2.0
Tujuan kegiatan : - edukasi bahaya covid setelah era new normal
- pencegahan penyebaran (3rd wave)
Deskripsi kegiatan : - prokes
-
Sasaran kegiatan : pelajar (smp-mahasiswa)
Waktu dan tempat :
Rundown :

Tips menulis lb
- Dimulai dgn pernyataan umum-khusus
- Menggunakan konjungsi ex/ oleh karena itu, berdasarkan masalah di
atas….

Anda mungkin juga menyukai