Jurnal Kesehatan
STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta
Homepage: [Link]
PENGARUH PEMBERIAN ROLLING MASSAGE TERHADAP TINGKAT
INSOMNIA PADA SANTRIWATI MADRASAH TSANAWIYAH DI
PONDOK PESANTREN AL-AMIEN KOTA KEDIRI
TAHUN 2019
Eva Dwi Ramaanti1, Wiwin Sulistowati2
1,2
Universitas Kadiri
email: rama.yanti71@[Link]
ABSTRAK
Latar Belakang: Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur baik kualitas maupun
kuantitas. Dari data survey wawancara didapatkan hasil bahwa 8 dari 10 orang mengeluh susah tidur, 9 dari 10
orang mengeluhkan saat siang sering mengantuk, kurang konsentrasi saat pembelajaran, dan sering merasa kurang
puas saat tidur. Dari data diatas memberikan informasi bahwa santriwati di Pondok Pesantren Al-Amien sebagian
mengalami insomnia. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rolling massage
terhadap tingkat insomnia pada santriwati Madrasah Tsanawiyah di pondok pesantren Al-Amien Kota Kediri.
Metode penelitian: Desain penelitian, yaitu pre eksperimen one goup pre test - post test design. Sampel dalam
penelitian ini adalah 15 responden yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Rolling Massage
dilaksanakan 8 kali perlakuan dengan pemeriksaan tingkat insomnia pretest dan posttest. Hasil: Berdasarkan uji
wilcoxon didapatkan p-value 0,01, karena p value < dari α (0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada
pengaruh pemberian rolling massage terhadap tingkat insomnia pada santriwati Madrasah Tsanawiyah di pondok
pesantren Al-Amien Kota Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rolling massage dapat menurunkan tingkat
insomnia. Diharapkan dengan penelitian ini santriwati yang mengalami insomnia dapat mengetahui manfaat rolling
massage yang dapat menurunkan tingkat insomnia dan dapat meningkatkan kualitas tidurnya. Kesimpulan: yang
dapat diambil yaitu rolling massage efektif dalam menurunkan tingkat insomnia. Saran: untuk peneliti selanjutnya
dapat menerapkan penelitian lain tentang rolling massage untuk mengurangi tingkat nyeri.
Kata Kunci: Insomnia, Rolling Massage, Tingkat Insomnia
ABSTRACT
Background: Insomnia is the inability to provide adequate quality and quantity of sleep. From the interview survey
data, it was found that 8 out of 10 people complained about insomnia, 9 out of 10 people complained that during the
day they were often sleepy, lacked concentration during learning, and often felt less satisfied when sleeping. From
the data above, it provides information that some of the students at the Al-Amien Islamic Boarding School
experience insomnia. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of rolling massage on the level
of insomnia among students at Madrasah Tsanawiyah at Al-Amien Islamic boarding school, Kediri. Methods: The
research design, namely the pre-experimental one group pre test - post test design. The sample in this study were 15
respondents who were taken using total sampling technique. Rolling massage was carried out 8 times of treatment
by checking the level of insomnia pretest and posttest. Results: Based on the Wilcoxon test, the p-value was 0.01,
because the p value was <α (0.05), then H0 was rejected and H1 was accepted, which means that there was an
effect of rolling massage on the level of insomnia in students of Madrasah Tsanawiyah students at Al-Amien Islamic
boarding school. Kediri City. The results showed that rolling massage can reduce insomnia levels. It is hoped that
with this study, students who experience insomnia can find out the benefits of rolling massage which can reduce
insomnia levels and can improve the quality of their sleep. Conclusion: what can be taken is that rolling massage is
effective in reducing insomnia levels. Suggestion: for future researchers to apply other research on rolling massage
to reduce pain levels.
Keywords: Insomnia, Rolling Massage, Insomnia Levels
120
e-ISSN: 2502-
0439
Jurnal Kesehatan
STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta
Homepage: [Link]
Jurnal Kesehatan Volume 8 Nomor 2
e-ISSN: 2502-
0439
Jurnal Kesehatan 12
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
PENDAHULUAN Insomnia merupakan salah satu keluhan
Santri merupakan anak usia remaja yang tidur yang sangat umum. Para penderita
memilih atau dipilihkan orang tuanya untuk insomnia mengeluh kantuk yang berlebih
menempuh pendidikan di pondok pesantren pada siang hari serta kualitas dan kuantitas
baik secara terpaksa ataupun suka rela tidur yang tidak memadai (Potter & Perry,
(Susanto & Muzakki, 2016). Sedangkan 2010). Berdasarkan Diagnostic and
santriwati adalah mereka yang menempuh Statistical Manual of Mental Disorders
pendidikan dipondok dengan jenis kelamin fourth edition (DSM-IV) insomnia adalah
perempuan (Susanto & Muzaki, 2016). suatu kesulitan dalam memulai tidur,
Dalam menjalankan kegiatan pembelajaran mempertahankan tidur, atau tidur yang
anatara santri laki-laki dan perempuan tidak tidak menyegarkan selama 1 bulan atau
banyak beda. Terkadang santriwati juga lebih di mana keadaan sulit tidur ini harus
harus tidur larut malam demi menjalani menyebabkan gangguan klinis yang
segenap kegiatan pembelajaran selama di signifikan (Gede, 2012).
pondok. Tingginya beban pembelajaran
terlalu sampai larut malam menjadi beban Menurut data dari WHO (World Health
tersendiri yang sedikit banyak mengubah Organization) pada tahun 2011 kurang
pola dan kebutuhan tidur para santriwati lebih 18% penduduk dunia pernah
(Ulil, Nugraha & Indraswari, 2016). mengalami gangguan sulit tidur dan
meningkat setiap tahunnya dengan keluhan
yang sedemikian hebat sehingga
Perubahan pola tidur pada remaja terutama
menyebabkan tekanan jiwa bagi
dalam hal ini santriwati kebanyakan
penderitanya. Pada saat ini diperkirakan 1
disebabkan oleh tuntutan sekolah, kegiatan
dari 3 orang mengalami insomnia. Nilai ini
sosial untuk sekolah, dan pekerjaan paruh
cukup tinggi jika dibandingkan dengan
waktu yang menekan waktu untuk tidur,
penyakit lainnya (Siregar, 2011).
sehingga menyebabkan remaja akan tidur
lebih larut dan bagun lebih cepat. (Saifudin,
Prevalensi insomnia di Indonesia sekitar
2012).
10%. Artinya kurang lebih 28 juta dari total
238 juta penduduk Indonesia menderita
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439
Jurnal Kesehatan 12
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
insomnia. Jumlah ini hanya mereka yang konsentrasi dalam beraktivitas sehari-hari
terdata dalam data statistik. Selain itu, (Munir, 2015). Beberapa dampak lainnya
masih banyak jumlah penderita insomnia berupa kelelahan, nyeri otot, hipertensi dan
yang belum terdeteksi (Siregar, 2011). sebagainya (Turana, 2007). Menurut Green
(2012), tidur kurang dari lima jam dalam
Dari hasil survey pada bulan November satu malam, dapat beresiko terjangkit
2018 di Pondok Pesantren Al-Amien depresi, stres, penyakit lebih serius seperti
didapatkan jumlah santriwati Madrasah jantung, stroke dan diabetes. Pada wanita,
Tsanawiyah sebanyak 55 orang. Terbagi yang tidur sebanyak 6 jam atau kurang dari
dalam 2 tingkatan kelas yaitu kelas 2 dan 3. jumlah tersebut setiap malam memiliki
Jumlah santriwati kelas 2 sebanyak 15, peluang 62% lebih besar terkena kanker
sedangkan kelas 3 sebanyak 7 orang. Dari payudara, dibanding mereka yang tidur
55 orang diambil secara acak dan dilakukan sebanyak 7 jam (Green, 2012).
wawancara didapatkan hasil bahwa 6 dari
10 orang diketahui diantara mereka sering METODE
terbangun pada malam hari. 8 dari 10 orang Berdasarkan ruang lingkup penelitian
mengeluh susah tidur dan baru bisa tertidur termasuk jenis rancangan inferensial,
pulas pada pukul 01.00 malam. 9 dari 10 tempat penelitian termasuk jenis rancangan
orang mengeluhkan saat siang sering penelitian lapangan. Penelitian ini termasuk
mengantuk dan kurang konsentrasi saat penelitian pre – eksperimen dengan pre tes-
pembelajaran. Dan 9 dari 10 orang post tes design. Populasi dan sampel dalam
mengatakan sering merasa kurang puas saat penelitian ini adalan santriwati Madrasah
tidur. Dari data diatas memberikan Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al-Amien
informasi bahwa santriwati di Pondok kota kediri yang mengalami insomnia
Pesantren Al-Amien sebagian mengalami sebanyak 15 orang. Teknik pengambilan
insomnia. sampel yang digunakan adalah dengan
menggunakan total sampling, yaitu
Seseorang yang mengalami insomnia akan pengambilan sampel seluruh santriwati
mengantuk pada siang hari, sehingga dapat yang mengalami insomnia.
mengganggu aktivitas dan menurunkan
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439
Jurnal Kesehatan 12
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
HASIL
Tabel 1. Karaktristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Usia Frekuensi Prosentase (%)
Usia 12-14 tahun 9 60
Usia 15-17 tahun 6 40
Total 15 100,0
(Sumber: data primer penelitian 2019)
Tabel 2. Karaktristik Responden Berdasarkan Kegiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler Frekuensi Prosentase (%)
Pramuka 9 60
Banjari 5 33,3
Tidak Mengikuti 1 6,7
Total 15 100,0
(Sumber: data primer penelitian 2019)
Tabel 3. Distribusi frekuensi responden yang mengalami insomnia sebelum diberikan terapi
rolling massage di Pondok Pesantren Al-Amien kota kediri tahun 2019.
Tingkat Insomnia Frekuensi Persentase (%)
Sebelum
Tidak Insomnia 0 0
Insomnia Ringan 12 80
Insomnia Sedang 3 20
Insomnia Berat 0 0
Total 15 100,0
(Sumber: data primer penelitian 2019)
Tabel 4. Distribusi frekuensi responden yang mengalami Insomnia sesudah diberikan terapi
rolling massage di Pondok Pesantren Al-Amien kota kediri tahun 2019.
Tingkat Insomnia Frekuensi Persentase (%)
Sesudah
Tidak Insomnia 9 60
Insomnia Ringan 6 40
Insomnia Sedang 0 0
Insomnia Berat 0 0
Total 15 100,0
(Sumber: data primer penelitian 2019)
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439
Jurnal Kesehatan 12
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
PEMBAHASAN Perry, 2005). Seseorang yang
1. Tingkat insomnia sebelum diberikan mengalami insomnia akan mengantuk
rolling massage terhadap tingkat pada siang hari, sehingga dapat
insomnia pada santriwati Madrasah mengganggu aktivitas dan menurunkan
Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al- konsentrasi dalam beraktivitas sehari-
Amien Kota Kediri tahun 2019. hari (Munir, 2015).
Berdasarkan hasil pengolahan data Dalam penelitian ini peneliti
didapatkan bahwa tingkat insomnia berpendapat bahwa santriwati yang
sebelum diberikan rolling massage mengalami insomnia ringan salah satu
terhadap pada santriwati Madrasah faktor yang dapat memengaruhi adalah
Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al- kegiatan ekstrakurikuler. Dari hasil
Amien Kota Kediri tahun 2019 dapat wawancara sebagian besar responden
diinterpretasikan bahwa hampir seluruh mengikuti ekstrakurikuler pramuka
(80%) responden memiliki insomnia setiap seminggu sekali dan hampir
ringan, dan sebagian kecil (20%) setengah responden mengikuti
responden memiliki insomnia sedang ekstrakurikuler banjari setiap minggu
pada saat pre-test. Berdasarkan hasil tiga kali. Kegiatan ekstrakurikuler ini
prevalensi pada tabel 5.2 sebagian dapat menjadi faktor yang
besar (60%) responden yang mempengaruhi tingkat insomnia karena
mengalami insomnia mengikuti waktu tidur santriwati yang berkurang.
ekstrakurikuler pramuka, hampir
setengah (33,3%) responden mengikuti Hal ini diperkuat oleh Ulil dkk (2016)
ekstrakurikuler banjari dan sebagian dalam penelitiannya menyatakan
kecil (6,7%) responden tidak mengikuti bahwa pondok pesantren juga memiliki
ekstrakurikuler. banyak sekali kegiatan-kegiatan non
formal diluar kegiatan belajar mengajar
Insomnia adalah ketidakmampuan yang wajib diikuti oleh para santri
untuk mencukupi kebutuhan tidur baik pondok pesantren seperti pramuka,
kualitas maupun kuantitas (Potter & muhadloroh (latihan berpidato), jadwal
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439
Jurnal Kesehatan 12
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
piket organisasi (menjaga humas, dan didapatkan penurunan tingkat insomnia
menjaga santriwan dan santriwati yang menjadi tidak insomnia.
sedang dijenguk oleh sanak keluarga),
dan sebagainya yang menyita lama Menurut Despitasari (2016) terapi pijat
waktu tidur santri yang seharusnya (massage) merupakan upaya
minimal tidur 8 jam dalam sehari. penyembuhan yang aman, efektif, dan
tanpa efek samping serta bisa
dilakukan sendiri maupun dengan
2. Tingkat insomnia setelah diberikan bantuan yang sudah ahli. Salah satu
rolling massage terhadap tingkat manfaat langsung dari pijat SS adalah
insomnia pada santriwati Madrasah relaksasi menyeluruh dan ketenangan,
Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al- yang dapat memberikan kenyamanan
Amien Kota Kediri tahun 2019. saat tidur (Despitasari, 2016).
Berdasarkan hasil pengolahan data Perubahan tingkat insomnia pada
didapatkan bahwa tingkat insomnia responden setelah diberikan teknik
sesudah diberikan rolling massage rolling massage sesuai dengan teori.
pada santriwati Madrasah Tsanawiyah Menurut Kasim (2015), bahwa Rolling
di Pondok Pesantren Al-Amien Kota massage atau pijat berputar pada
Kediri (60%) dapat diinterpretasikan punggung dapat membantu untuk
bahwa sebagian besar (60%) responden memudahkan tidur karena memberikan
tidak mengalami insomnia dan hampir manfaat seperti menstimulasi pelepasan
setengah (40%) responden mengalami endorfin, yaitu substansi yang
insomnia ringan. Hasil penelitian ini membantu untuk menghilangkan rasa
menunjukkan ada perubahan yang nyeri dan sakit dan juga dapat
berarti setelah pemberian rolling mengurangi stres dan melawan depresi.
massage dan terdapat selisih yang
sangat signifikan dimana responden Hasil penelitian ini menunjukkan
mengalami tingkat insomnia ringan bahwa hampir seluruh responden
terjadi penurunan tingkat insomnia.
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439
Jurnal Kesehatan 12
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
Namun ada sebagian kecil responden Pondok Pesantren Al-Amien kota
tidak mengalami penurunan tingkat Kediri tahun 2019
insomnia, menurut peneliti hal ini
dapat dikarenakan ada faktor lain. Pada penelitian ini tingkat insomnia
Menurut Kasim (2015) kualitas tidur antara sebelum dan sesudah diberikan
seseorang dapat dipengaruhi oleh rolling massage terhadap tingkat
beberapa faktor, seperti lingkungan, insomnia pada santriwati Madrasah
penyakit fisik, kelelahan, gaya hidup, Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al-
stres emosional, diet, merokok, dan Amien Kota Kediri dapat
medikasi. diinterpretasikan bahwa hampir seluruh
responden pada saat pre test
Menurut Sulistiyani, (2012) obesitas mempunyai insomnia ringan sebanyak
merupakan faktor independen yang 12 responden (80%) akan tetapi setelah
berkontribusi terhadap kualitas tidur terapi responden mempunyai tingkat
yang buruk. Seseorang yang memiliki insomnia yang ringan yaitu sebanyak 6
berat badan berlebih atau obesitas responden (40%) di Pondok Pesantren
maka akan menimbulkan gangguan Al-Amien kota Kediri tahun 2019.
pernapasan atau sleep apnea, sehingga
dapat mengakibatkan gangguan saat Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan
tidur (Sulistiyani, 2012). Berdasarkan hasil p-value sebesar 0,01, karena p-
hasil diatas maka peneliti value < α (0,05) maka H0 ditolak dan
menyimpulkan bahwa rolling massage H1 diterima yang artinya ada pengaruh
dapat digunakan sebagai pemberian rolling massage terhadap
penatalkasanaan non farmakologis tingkat insomnia didapatkan bahwa
untuk mengurangi tingkat insomnia. hasil ujinya yaitu Negative rank yang
artinya antara sebelum dan sesudah
3. Pengaruh Pemberian Rolling Massage diberikan rolling massage terdapat
terhadap Tingkat Insomnia Pada penurunan tingkat insomnia pada
Santriwati Madrasah Tsanawiyah santriwati.
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439
Jurnal Kesehatan 12
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
Rolling massage atau relaksasi pijat asetilkolin dan endorphine yang dapat
berputar merupakan tehnik memberikan rasa nyaman dan
penyembuhan yang diterapkan dalam merelaksasi. Kemudian rasa rileks dan
bentuk sentuhan langsung dengan perasaan nyaman yang dirasakan dapat
tubuh pasien. Pijatan punggung yang menurunkan produksi kortisol dalam
ringan dapat menstimulasi syaraf- darah sehingga memberikan
syaraf yang ada dibawah kulit untuk keseimbangan emosi, ketegangan
mendapatkan rasa rileks (Kasim, pikiran serta meningkatkan kualitas
2015). Rolling massage dapat tidur (Afianti & Mardhiyah, 2017).
mengaktifkan system saraf
parasimpatis yang menstimulasi Hasil penelitian sebelumnya yang
turunnya semua fungsi yang di naikkan dilakukan oleh Kasim pada tahun 2015
oleh system saraf simpatis. menunjukkan bahwa pengaruh back
Mengaktifkan aktifitas parasimpatik massage terhadap penurunan kejadian
kemudian memberikan sinyal insomnia pada lansia. Kasim (2015),
neurotransmiter ke otak, organ dalam mengatakan bahwa back massage
tubuh, dan bioelektrik ke seluruh merupakan tindakan non farmakologi
tubuh. Sinyal yang di kirim ke otak yang memiliki manfaat bagi berbagai
akan mengalirkan gelombang alfa yang sistem tubuh. Bagi sistem saraf dapat
ada di dalam otak (Afianti & mengatasi penyakit akibat tekanan
Mardhiyah, 2017). saraf seperti insomnia yang merupakan
gangguan tidur yang paling banyak
Gelombang alfa akan membantu stres diderita oleh lansia (Kasim, 2015).
seseorang, sehingga stress akan hilang Dalam penelitian Ekawati tahun 2017
dan menjadikan orang tersebut merasa rolling massage memberikan sensasi
rileks dan membantu kontraksi otot rileks dan dapat merangsang
untuk mengeluarkan zat kimia otak pengeluaran hormon endorphin serta
(neurotransmitter) menstimulasi RAS merangsang refleks let down (Ekawati,
(Reticular Activating System) untuk 2017).
melepaskan seperti hormone serotin,
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439
Jurnal Kesehatan 12
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
Berdasarkan hasil penelitian setelah diinterpretasikan bahwa sebagian besar
diberikan rolling massage dengan 15 (60%) responden tidak insomnia.
responden selama 8 hari menunjukkan
bahwa tingkat insomnia ringan 12 Ada pengaruh pemberian Rolling Massage
responden menjadi tidak insomnia terhadap tingkat Insomnia pada santriwati
adalah 9 responden maka peneliti Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren
menyimpulkan bahwa pemberian Al-Amien kota Kediri pada tahun 2019.
rolling massage dapat menurunkan
tingkat insomnia secara efektif, mudah Saran
untuk dilakukan, tidak memerlukan Diharapkan responden untuk menerepakan
biaya yang mahal dan aman serta tidak terapi rolling massage secara rutin untuk
menimbulkan efek samping yang pencegahan atau dalam menurunkan tingkat
berbahaya pada santriwati madrasah insomnia dan dapat meningkatkan kualitas
Tsanawiyah Pondok Pesantren Al- serta kuantitas tidurnya. Peneliti selanjutnya
Amien Kota Kediri tahun 2019. dapat menerapkan penelitian lain tentang
rolling massage untuk mengurangi tingkat
KESIMPULAN nyeri.
Tingkat Insomnia sebelum pemberian
Rolling Massage pada santriwati Madrasah DAFTAR PUSTAKA
Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al-Amien . Afianti, N. & Mardhiyah A. (2017).
kota Kediri pada tahun 2019 dapat Pengaruh Foot Massage terhadap
diinterpretasikan bahwa hampir seluruh Kualitas Tidur Pasien di Ruang
(80%) responden mengalami insomnia ICU, Fakultas Keperawatan
ringan. Universitas Padjadjaran, Bandung.
Tingkat Insomnia sesudah pemberian Arikunto, S. (2010) Prosedur Penelitian
Rolling Massage pada santriwati Madrasah Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta :
Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al-Amien PT Rineka Cipta.
kota Kediri pada tahun 2019 dapat Despitasari, L. (2016). Pengaruh Terapi
Backrub (Pijat Punggung)
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439
Jurnal Kesehatan 12
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
Terhadap Insomnia Pada Lansia Di Notoatmodjo, S. (2010). Pendidikan dan
PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta,
Padang Pariaman. Jakarta.
Ekawati, H. (2017). Pengaruh Rolling Potter & Perry, (2005). Fundamental
Massage Punggung Terhadap Keperawatan, Edisi 4, Volume 1,
Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Jakarta: EGC.
Nifas, 001, 69–78. Potter & Perry, (2010). Fundamentals of
Gede, M. C. P. (2012). Insomnia Dan Nursing Fundamental Keperawatan
Hubungannya Terhadap Faktor (Adrina Ferderika Nggie,
Insomnia and Correlation With Penerjemah) Buku 1, Edisi 4,
Psychosocial Factors in Primary Jakarta: Salemba Medika.
Health Care, 1–17. Saifudin, Umar. (2012). Hubungan Antara
Green, Wendy. (2012). 50 Hal Yang Bisa Stres Dengan Pola Tidur Pada
Anda Lakukan Hari Ini Untuk Siswa SMP Pondok Pesantren
Mengatasi Insomnia. Jakarta: PT Modern MBS Di Bokoharjo,
Elex Media Koputindo. Prambanan, Sleman, Sekolah
Joewana, S. (2006). Psikopatologi Tinggi Ilmu Kesehatan 'Aisyiyah
Insomnia. Cermin dunia kedokteran Yogyakarta, Yogyakarta.
Vol.9 No.53 Hal.22. Santoso. (2006). Menggunakan SPSS untuk
Kasim, I. P. (2015). Pengaruh Back Statistik Non Parametrik. Jakarta:
Massage (Pijatan Punggung) PT Elex Media Komputindo.
terhadap Penurunan Insomnia Pada Siregar, M. (2011). Mengenal Sebab-Sebab,
Lansia Di Desa Toto Selatan Akibat-Akibat, dan Cara Terapi
Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Insomnia. Jakarta: FlashBooks
Belango, Universitas Negeri Sugiyono, (2011). Metode Penelitian
Gorontalo, Gorontalo. Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Munir, B. (2015). Neurologi Dasar. Bandung: Afabeta.
Jakarta: Sagung Seto. Sulistiyani, Cicik. (2012). Beberapa Faktor
Yang Berhubungan Dengan
Kualitas Tidur Pada Mahasiswa
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439
Jurnal Kesehatan 13
STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Diponegoro Semarang,
1, 280-292
Susanto, H., & Muzakki, M. (2016).
Perubahan Perilaku Santri (Studi
Kasus Alumni Pondok Salafiyah Di
Desa Langkap Kecamatan Besuki
Kabupaten Situbondo), 2, 1–42
Turana, Yuda. (2007). Gangguan Tidur
(Insomnia) Pada Lansia.
Ulill F, dkk. (2016). Faktor-faktor Yang
Berhubungan Dengan Perilaku
Pola Tidur Santriwan Dan
Santriwati Kelas XI MA Pondok
Pesantren Modern Islam Assalam
Surakarta, 4.
Jurnal Kesehatan Volume 8
Nomor 2
e-ISSN: 2502-0439