KEMOTERAPI
N0. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
00 1/1
R.S. BHAYANGKARA
H.S SAMSOERI MERTOJOSO
Ditetapkan,
Tgl. Terbit Plt. KARUMKIT BHAY.H.S SAMSOERI MERTOJOSO
SPO 31 Januari 2023 drg. AGUNG HADI WIJANARKO, Sp. BM
KOMISARIS BESAR POLISI NRP 72040529
Pengobatan kanker dengan zat atau obat yang berkhasiat membunuh
PENGERTIAN
sel – sel kanker. Obat kemoterapi disebut sitostatika, penghambat
kerja sel yang sedang tumbuh (proliferasi secara sistemik ke seluruh
system tubuh atau regional.
Sebagai acuan dan penerapan langkah – langkah kemoterapi
TUJUAN
KEBIJAKAN
A. Kemoterapi dilakukan untuk :
PROSEDUR
1. Kemoterapi sangat bermanfaat (dapat sembuh atau hidup
lama)
a. Penyakit Hodgkins
b. Non Hodgkins, Lymphoma jenis large sel
c. Kanker testis jenis germ sel
d. Leukimia dan Lymphoma pada anak
2. Kemoterapi bermanfaat (Kanker dapat dikendalikan cukup lama,
kadang sembuh)
a. Kanker payudara
b. Kanker ovarium
c. Kanker paru jenis small cell
d. Lymphoma non Hodgkins
e. Multiple myeloma
f. Cario carsinoma
3. Kemoterapi bermanfaat untuk palliative (hanya mengurangi
gejala)
a. Kanker nasofharing
b. Kanker prostat
c. Kanker endometrium
d. Kanker leher dan kepala
e. Kanker paru jenis non small cell
Umumnya dilakukan perbaikan stamina dan nutrisi yang baik
sebelum menjalani kemoterapi supaya tindakan kemoterapi
berjalan.
B. Macam – macam pengobatan kemoterapi
1. Pengobatan Induksi : untuk terapi cepat untuk mengecilkan
tumor atau
2. Kemoterapi Adjuvant : diberikan setelah tindakan bedah atau
radiasi
47
3. Kemoterapi Primer : pengobatan utama
4. Kemoterapi Neoadjuvant : sebelum dan sesudah pengobatan
bedah atau radiasi
C. Tujuan pengobatan kemoterapi
1. Pengobatan
2. Mengurangi massa tumor selain pembedahan atau radiasi
3. Meningkatkan kelangsungan hidup
4. mengurangi komplikasi akibat metastase
D. Cara Pemberian : Oral, Intra vena, Subcutan, Intra muscular,
Topikal, Intratekal, Intra cavity, Intra Peritoneal, Intra pleural, Intra
Arterial.
E. Sebelum simulasi kemoterapi, keluarga dan pasien inform consent
dan pemeriksaan awal, BB, TB, Pemeriksaan laboratorium, CCT,
EKG dll
F. Yang harus diperhatikan pada saat kemoterapi
1. Petugas
a. Memakai APD (Alat Pelindung Diri)
b. Doble cek : 6 Benar
c. Pencampuran obat dilakukan di BSC
d. Penanganan Ekstravasasi
e. Pencampuran Spill (percikan/tumpahan obat sitostatika)
f. Penanganan efek samping kemoterapi
g. Penanganan sampah kemoterapi
2. Pasien
a. Lakukan pemeriksaan awal setiap pasien mau kemoterapi TB,
BB, Lab darah, fungsi ginjal, fungsi liver, CCT, EKG
b. Pemasangan Infus (pemilihan Vena dan tempat penusukan
hindari vena pada antecubii dan pergelangan tangan).
c. Berikan obat secara perlahan (kecuali obat yang harus
diberikan secara tepat).
d. Perhatikan reaksi pasien
e. Cek kepatenan vena secara teratur
f. Bilas dengan NS setiap pemberian obat dan lakukan blood
return
g. Hindari dan observasi tanda – tanda ekstravasasi dan
perhatikan perhatikan tanda dan gejala reaksi atau efek samping
obat siyostatika dan berikan pengobatan umum
h. Berikan discharge planning setelah pemberian sitostatika
UNIT TERKAIT 1. Unit One Day Care Kemoterapi
2. Instalasi Rawat Inap
3. Unit Admisi
4. Unit Rekam Medik
5. Unit Laboratorium
6. Unit Farmasi
7. Unit Pengadaan
48