CENTRIFUGE EXTRACTOR TEST
(PENGUJIAN KADAR ASPAL)
(SNI-03-6894-2002)
1. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
HARI / TANGGAL : Selasa / 07 Juni 2021
TEMPAT : Laboratorium Jalan Raya Teknik Sipil UMSU
WAKTU : 08.00 WIB s/d Selesai
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar aspal buton atau dalam
campuran dengan cara penguraian centrifuge.
3. PERALATAN DAN BAHAN :
A. ALAT
1. Centrifugo Extractor
2. Filter Paper
3. Triple Beam & Balance
4. Mixing Bowl
5. Sarung tangan
6. Pahat
7. Plastik
8. Palu
9. Kain lap
10. Timbangan Digital
11. Wadah Penampung bensin kotor
12. Kuas
13. Masker
B. BAHAN
1. Benda uji yang telah dihancurkan
2. Bensin
4. TEORI DASAR DAN TEORI TAMBAHAN
[Link] Dasar
Salah satu metode yang telah dikembangkan untuk menguji kandungan
kadar aspal dalam campuran (Mix Design) adalah dengan menggunakan
metode Ekstraksi menurut prosedur pemeriksaan AASTHO (T – 164 – 80).
Pengujian Ekstraksi menunjukan bahwa gradasi agregat berubah menjadi
lebih halus dari gradasi semula perubahan gradasi agregat diakibatkan oleh
kehancuran, beberapa partikel agregat ini menaikan volume rongga udara
dalam campuran yang menghasilkan penurunan kepadatan serta peningkatan
VIM dan VMA.
Agregat yang hancur, tidak terlapisi aspal, Hal ini mengakibatkan
penurunan stabilitas dan indeks perendaman dan memasukan kelelehan
sehingga menurunkan marshall Qoutient dari benda uji Marshall. Immersion,
Proses Ekstraksi merupakan proses pemisahan campuran dua atau lebih bahan
dengan cara menambahkan pelarut yang bisa melarutkan salah satu bahan
yang ada dalam campuran tersebut dapat dipisahkan. Pelarut yang biasa
digunakan dalam proses ekstraksi antara lain spiritus, bensin minyak tanah,
Trichlor Ethylen Teknis, dll salah satu contoh tujuan dilakukan proses
ekstraksi yaitu untuk mengetahui kadar aspal yang terdapat dalam campuran
aspal yang dibuat (mix design) yang menggunakan alat centrifuge Extractor
dengan bensin sebagai pelarutnya selain itu dapat pula digunakan alat soklet
dengan menggunakan Trichlor Ethylen Teknis Sebagai bahan pelarutnya.
H = ( A – (E + D) / A x 100 %
Keterangan :
H = kadar aspal sampel (%)
A = Berat Sampel sebelum ekstraksi (gram)
D = Berat masa dari kertas filter (gram)
E = Berat sampel setelah ekstraksi (gram)
B. Teori Tambahan
Ekstrasi adalah pemeriksaan sample (benda uji) aspal yang bertujuan
untuk mengetahui kandungan aspal yang ada apakah sesuai dengan spesifikasi
yang telah ditentukan menurut SKBI-24.26.1987. Yaitu kadar aspal yang
diijinkan berkisar antar 4% sampai 5%. Kadar aspal yang merupakan
persentase dari berat endapan dan berat sample campuran yang dibuat didalam
percobaan. Berat sample campuran dibuat dengan cara menumbuk benda uji
yang telah diuji dengan Test Marshall.
Pelarut yang bisa digunakan dalam proses ekstrasi adalah spritus, bensin,
dan minyak tanah. Perbedaan nilai kadar aspal diperoleh dan dengan yang
direncanakan kemungkinan diakibatkan ketidaktelitiaan praktikum saat
membuat campuran aspal. Perbedaan ini juga disebabkan oleh pengadukan
campuran aspal yang tidak merata.
Pengujian Ekstraksi menunjukan bahwa gradasi agregat berubah menjadi
lebih halus dari gradasi semula perubahan gradasi agregat diakibatkan oleh
kehancuran, beberapa partikel agregat ini menaikan volume rongga udara
dalam campuran yang menghasilkan penurunan kepadatan serta peningkatan
VIM dan VMA.
Sumber: [Link]/2016/05/pengujian-kadar-
aspal/dalam_campuran.html?m=1.
5. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Menimbang dan mencatat berat sample/benda uji.
3. Menimbang dan mencatat berat kertas kuning (filter paper)
4. Menghancurkan benda uji sampai hancur.
5. Memasang Mixing Bowl pada alat Centrifuge Extractor.
6. Memasukkan benda uji / hancuran aspal kedalam Mixing.
7. Menuangkan bensin kedalam Triple Beam berisi campuran sample yang
telah hancur sampai terendam selama ±1 jam.
8. Setelah 1 jam membuka Triple Beam Balance dan memasangkan filter
paper.
9. Menutup kembali dengan Triple Beam Balance.
10. Mengencangkan mur pengguna lalu memasang tutup container dan
menyiapkan penampung dibawah lubang agar tidak bercecer dengan kain
lap.
11. Memutar engkol dengan perlahan sampai makin lama makin cepat sampai
kecepatan konstan dan habis dalam mixing bowl.
12. Menghentikan pengeluaran tanpa menahan engkol. Membuka tutup
kontainer triple and balance, filter paper dan menuangkan kembali bensin
kemudian menutup kembali kontainer dan mengulangi langkah 10&11.
13. Mengulangi Langkah 10 sampai 12 beberapa kali sampai bensin yang
keluar melalui lubang pengeluaran bush.
14. Setelah semua selesai, mengambil benda uji yang telah dibersihkan lalu
memasukkannya kedalam plastik.
15. Menimbang benda uji setelah pengujian dan menimbang berat paper lalu
mencatat hasilnya.
16. Membersihkan dan menyimpan alat ketempat semula.
17. Percobaan selesai..
6. ANALISA DATA
Dari hasil percobaan didapat :
A. Berat campuran = 1170 gr
B. Berat kertas saring sebelum pengujian = 30 gr
C. Berat kertas saringan pengujian = 56 gr
D. Berat filter (C-B) = 56-30 = 26 gr
E. Berat agregat setelah pengujian = 1119 gr
F. Berat total agregat (D+E) = 26+1119=1145 gr
G. Berat material yang hilang = A-F
=1170-1145
= 25 gr
G
H. % Aspal terhadap agregat = x 100 %
F
25
= x 100 %
1145
= 2,18 %
G
I. % Aspal terhadap campuran = x 100 %
A
25
= x 100 %
1170
= 2,13 %
7. GAMBAR ALAT DAN FUNGSINYA
a. Peralatan
1.
Ekstraktor
Berfungsi : sebagai alat untuk
mengekstrak kadar aspal
2. Filter Paper
Berfungsi : sebagai alat untuk
memfillter benda uji dalam mixing
bowl.
3. Triple beam balance
Berfungsi : sebagai alat untuk
menutup mixing bowl.
4. Mixing bowl
Berfungsi : sebagai alat untuk
menempatkan benda uji yang akan
diekstraksi.
5. Sarung Tangan
Fungsi : Sebagai alat pelindung diri
saat pratikum
6. Pahat
Berfungsi : sebagai alat untuk
menghancurkan benda uji
7.
Plastik
Fungsi: Sebagai wadah untuk
meletakkan benda uji
8. Palu
Berfungsi : sebagai alat untuk
menghancurkan benda uji yang sudah
dicetak agar berbentuk butiran
agregat terpisah.
Kain Lap
9.
Fungsi : Sebagai alat untuk
membersihkan Alat yang telah
digunakan
10. Timbangan Digital
Fungsi : Menimbang benda Uji
11. Wadah penampung
Berfungsi : sebagai media untuk
menempatkan benda uji dalam
percobaan.
Kuas
12.
Fungsi: untuk mengolesi vaselin pada
wadah benda uji
13.
Masker
Fungsi : Sebagai alat pelindung diri
saat pratikum
b. Bahan
1.
Benda uji
Berfungsi : sebagai bahan untuk
praktikum yang akan diuji dan
ekstraksi
2.
Bensin
Berfungsi : sebagai pelarut aspal yang
lengket pada peralatan sehingga mudah
untuk dibersihkan.
8. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil perhitungan data yang diperoleh, maka didapat :
1. % aspal terhadap agregat : 2,18 %
2. % aspal terhadap campuran : 2,13 %
3. Pengujian exstractor ini dilakukan untuk mengetahui kadar aspal yang
terdapat dalam campuran aspal yang dibuat dengan menggunakan alat
contrifuge ekstraktor dengan menggunakan bensin sebagai pelarutnya.
B. Saran
a. Diharapkan menambahkan alat praktikum.
b. Menambahkan pendingin ruangan demi kenyamanan bersama.
c. Sebaliknya toilet didalam laboratorium di perbaiki.