0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan46 halaman

Panduan Pengisian SPT 1770 S

Formulir SPT 1770 S digunakan untuk melaporkan penghasilan bruto di atas Rp60 juta. Formulir ini memerlukan lampiran bukti potong, daftar harta dan kewajiban, serta informasi kontak seperti nomor EFIN.

Diunggah oleh

rahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan46 halaman

Panduan Pengisian SPT 1770 S

Formulir SPT 1770 S digunakan untuk melaporkan penghasilan bruto di atas Rp60 juta. Formulir ini memerlukan lampiran bukti potong, daftar harta dan kewajiban, serta informasi kontak seperti nomor EFIN.

Diunggah oleh

rahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FORMULIR SPT 1770 S

(Penghasilan Bruto diatas 60 juta)


BIDANG PENGELOLAAN PAJAK
DIVISI AKUNTANSI
PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT
1. Bukti Potong 1721-A1 dari PLN (diunduh melalui portal HC) dan/atau dari pemberi kerja lain
(Anak Perusahaan)
2. Bukti Potong Final (1721-VII) atas Penghasilan Uang Jasa Pesangon yang diterima pada Tahun
2022 (diunduh melalui portal HC)
3. Bukti Potong Tidak Final Lainnya (1721-VI) atas penghasilan dari pemberi kerja lain (Pusdiklat,
Anak Perusahaan dan/atau Pemberi Kerja lainnya)
4. Daftar Informasi Harta yang dimiliki sampai dengan akhir tahun 2022 (jenis harta, tahun
perolehan, nilai perolehan, alamat, dan informasi lain terkait harta)
5. Daftar Susunan Anggota Keluarga (sesuai Kartu Keluarga, NIK Wajib diisi)
6. Daftar Kewajiban/hutang yang dimiliki sampai dengan akhir tahun 2022 (jenis
kewajiban/hutang, tahun perolehan, sisa hutang 2022 yang masih harus dilunasi termasuk
hutang bunga, alamat pemberi pinjaman, dan informasi lain terkait kewajiban/hutang)
7. Nomor EFIN, yaitu Electronic Filing Identification Number adalah nomor identitas yang
diterbitkan oleh DIrektorat Jenderal Pajak (DJP) untuk wajib pajak yang melakukan transaksi
elektronik perpajakan, seperti lapor SPT melalui e-Filing dan pembuatan kode billing
pembayaran pajak

[Link] |
1. Menghubungi contact center melalui Kring Pajak, telepon, messenger (WA), surel atau saluran komunikasi
resmi Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

Wajib pajak dapat menyampaikan permohonan layanan lupa EFIN melalui Kring Pajak, telepon, messenger (WA),
surel atau saluran komunikasi resmi KPP. Saluran Komunikasi KPP tempat Anda terdaftar dapat dilihat pada link
[Link]/unit-kerja. Yang perlu diperhatikan, satu panggilan telepon/whatsapp call/email dari wajib pajak
hanya untuk satu permohonan layanan lupa EFIN. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan kode EFIN
wajib pajak.
Petugas akan melakukan pengecekan kesesuaian data dengan data yang terekam di sistem DJP. Jika sudah sesuai,
petugas akan mengirimkan pemberitahuan EFIN dalam bentuk PDF yang terproteksi melalui email yang sudah
didaftarkan sebelumnya.

2. Melalui live chatting di [Link] yang tersedia di sebelah kanan bawah


WP akan diminta memasukkan nomor NPWP, Nama yg tercetak di kartu NPWP, email dan No. Hp yang terdaftar.
Petugas akan mengecek kesesuaian dengan data yang terekam di DJP. Jika sudah sesuai, petugas akan
mengirimkan pemberitahuan EFIN dalam bentuk PDF yang terproteksi melalui email yang sudah didaftarkan
sebelumnya

[Link] |
(Bagi Wajib Pajak yang belum memiliki EFIN dan belum pernah melaporkan SPT Tahunan OP melalui DJP
Online)

A.

1. Unduh formulir permohonan EFIN melalui link [Link]


permohonan-efin
2. Mengisi formulir permohonan EFIN pribadi secara lengkap (pastikan nomor telepon dan email yang
dicantumkan aktif)
3. Melengkapi dokumen pengajuan EFIN, yaitu :
a) Asli dan fotokopi KTP bagi Warga Negara Indonesia (WNI)
b) Asli dan fotokopi Paspor, KITAS atau KITAP bagi Warga Negara Asing (WNA)
4. Datang ke Kantor Pajak terdekat
5. Mendapatkan EFIN
6. Melakukan aktivasi EFIN

[Link] |
(Bagi Wajib Pajak yang belum memiliki EFIN dan belum pernah melaporkan SPT Tahunan OP melalui DJP
Online)

B.

1. Unduh formulir permohonan EFIN melalui link [Link]


permohonan-efin
2. Mengisi formulir EFIN pribadi secara lengkap (pastikan nomor telepon dan email yang dicantumkan aktif)
3. Lakukan swafoto atau selfie sambil memegang KTP asli dan NPWP asli (pastikan NIK dan nomor NPWP
terlihat jelas)
4. Kirim form permohonan EFIN Online dan swafoto ke email KPP terdaftar dengan subjek email “permohonan
efin” . Email KPP terdaftar dapat dicari melalui link [Link]
5. Menunggu proses permohonan EFIN online
6. Mendapatkan EFIN
7. Melakukan aktivasi EFIN

[Link] |
1. Buka aplikasi browser untuk mengakses DJP
Online menggunakan Google Chrome, Mozilla
Firefox atau Internet Explorer. Kemudian ketik
alamat:
[Link]

2. Pilih Pengguna Baru? Daftar disini

[Link] |
3. Masukkan NPWP Saudara
4. Masukkan nomor EFIN yang didapat dari KPP
(permohonan manual) atau email balasan dari
DJP (permohonan online)
5. Masukkan kode keamanan
6. Klik “submit”

Dilanjutkan dengan :

a. Membuat password untuk login ke aplikasi DJP


Online
b. Silakan cek email dan temukan link aktivasi
yang diberikan oleh DJP
c. Klik link tersebut yang akan membawa Saudara
masuk ke halaman login aplikasi DJP Online
d. Login menggunakan NPWP dan buat
pula password baru
e. EFIN telah teraktivasi dan transaksi
pajak online siap dilakukan

[Link] |
LOGIN DJP ONLINE
1. Buka aplikasi browser untuk mengakses DJP Online
menggunakan Google Chrome, Mozilla Firefox atau
Internet Explorer.
Kemudian ketik alamat
[Link]
2. Masukkan NPWP Saudara
3. Masukkan Password E-Filing Saudara
(Jika lupa password, pilih menu Lupa Kata Sandi)
4. Isi kode keamanan sesuai tampilan yang muncul.
5. Klik Login

Catatan
Apabila Saudara mengalami kendala login :
• Lupa Kata Sandi
• Belum Registrasi
• Belum Menerima Email Aktivasi
• Belum memiliki NPWP
klik pada kendala yang dialami dan ikuti langkah-
langkah yang harus dilakukan pengisiannya
selanjutnya.

[Link] |
ADMIN

Catatan
Apabila layar menampilkan notifikasi
untuk ubah profil, mohon dicek kembali
profil Saudara (pastikan nomor
handphone dan alamat email sesuai
dan masih aktif)
Klik “Ubah Profil”

6. Pilih menu “LAPOR”

[Link] |
ADMIN

7. Pilih menu PELAPORAN

8. Kemudian klik

[Link] |
9. Pilih menu “Buat SPT”

Catatan
Pada menu Arsip SPT, akan tampil
SPT Tahunan PPh Orang Pribadi
tahun sebelumnya yang telah
Saudara laporkan melalui DJP
Online, kecuali SPT Tahunan PPh
Orang Pribadi yang dilaporkan
secara manual ke Kantor
Pelayanan Pajak (KPP).

[Link] |
10. Lengkapi isian Formulir SPT
Saudara diminta menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang muncul dalam tampilan
ini sesuai dengan data penghasilan
Saudara dan jenis tampilan yang
digunakan, sebagai contoh:
Bila saudara hanya mempunyai
penghasilan dari PLN, maka pilih
“Tidak”
Bila saudara tidak melakukan Pisah
Harta dengan suami/istri saudara, maka
pilih jawaban “Tidak”
Bila Penghasilan Bruto Anda selama
setahun lebih dari Rp 60.000.000, Pilih
“Tidak”
Pilih “ Dengan bentuk Formulir”

11. Klik SPT 1770 S dengan formulir

[Link] |
1 SPT 1770S – DATA FORM

1. Tahun Pajak -> pilih “2022”

2. Status SPT -> pilih “Normal”

3. klik “Selanjutnya”

[Link] |
2022

 Setelah pilih “Langkah Berikutnya”,


akan muncul Informasi Data
Pembayaran Pajak dalam sistem DJP.
Data Pembayaran Pajak tersebut
berasal dari 1721 A1 yang telah
dilaporkan oleh PT PLN (Persero) pada
SPT PPh Pasal 21 Masa Desember 2022.

 Pilih “Ya”

 Klik "OK"

[Link] |
2 SPT 1770S – LAMPIRAN II
BAGIAN A. PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL
Bagian ini diisi apabila Saudara memperoleh Bukti Potong PPh Final atau memperoleh Penghasilan yang dikenakan PPh bersifat Final
(contoh: Pensiunan PLN yang memperoleh Bukti Potong PPh pasal 21 Final atas Uang Jasa Pesangon di tahun 2022)

4. Bila Saudara memperoleh


penghasilan bersifat final di tahun
2022 ,Klik

Bila Saudara tidak memperoleh atau


tidak mempunyai penghasilan
dimaksud, klik
“Lanjut Ke Daftar Harta”
(kemudian lanjutkan ke halaman 21)

[Link] | 08
BAGIAN A. PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL
(PENGHASILAN ATAS PESANGON)
Untuk mengisi bagian ini, Saudara harus menyiapkan Bukti Potong PPh Pasal 21 Final atas Pesangon

Setelah klik menu “tambah+”, Saudara perlu mengisi :


5. Sumber/Jenis Penghasilan  pilih no. 5 “Pesangon, Tunjangan Hari Tua,
dan Tebusan Pensiun yang dibayarkan sekaligus”
6. DPP/Penghasilan Bruto  diisi sesuai Bukti Potong Final No (2)
7. PPh Terutang  diisi sesuai Bukti Potong Final No (4)

8. Jika sudah sesuai, klik “Simpan” dan Lanjut ke Daftar Harta [Link] |
BAGIAN A. PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL
(PENGHASILAN ISTRI DARI SATU PEMBERI KERJA DENGAN NPWP YANG SAMA DENGAN SUAMI)
Untuk mengisi bagian ini, Saudara harus menyiapkan Bukti Potong 1721-A1 milik istri

Setelah klik menu “tambah+”, Saudara perlu mengisi :


5. Sumber/Jenis Penghasilan  pilih no. 13 “Penghasilan Istri Dari Satu
Pemberi Kerja”
6. DPP/Penghasilan Bruto  diisi sesuai Penghasilan Bruto nomor (8)
7. PPh Terutang  diisi sesuai PPh Pasal 21 Terutang nomor (19)
8. Jika sudah sesuai, klik “Simpan” dan Lanjut ke Daftar Harta

[Link] |
2 SPT 1770S – LAMPIRAN II
BAGIAN B. HARTA PADA AKHIR TAHUN
9. Bila pada tahun sebelumnya Saudara telah
mengisi Daftar Harta melalui eFiling, klik “Harta
Pada SPT Tahun Lalu”.
Saudara dapat melakukan perubahan data
harta dan/atau melakukan penambahan harta.

 Harta Pada Akhir Tahun harus diisi (misal:


saldo tabungan pada akhir tahun 2022)

 Bila Harta Pada SPT Tahun Lalu kosong atau


Saudara baru mengisi Harta, klik
 (Isi sesuai harta yang masih Saudara miliki pada
akhir Tahun 2022)
akan muncul isian: Kode harta (pilihan sesuai
harta yang dimiliki), Nama Harta (Keterangan
utama tentang harta), Tahun Perolehan (Tahun
memperoleh / mendirikan), Harga Perolehan
(Harga sewaktu memperoleh harta tersebut
atau biaya yang nyata dikeluarkan) dan
Keterangan (Keterangan lainnya terkait harta
yang wajib diisi).
10. Kemudian

[Link] |
2 SPT 1770S – LAMPIRAN II
BAGIAN C. KEWAJIBAN/UTANG PADA AKHIR TAHUN
Pengisian untuk Bagian C sama dengan Bagian B (Daftar Harta Pada Akhir Tahun) yaitu kewajban/utang yang masih dimiliki sampai dengan akhir
Desember 2022

[Link] |
2 SPT 1770S – LAMPIRAN II
BAGIAN D. DAFTAR SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA 13. Bila pada tahun sebelumnya Saudara
telah mengisi Daftar Susunan Anggota
Keluarga, klik Tanggungan Pada SPT
Tahun Lalu

 Klik kotak (bila terdapat


tambahan yang menjadi tanggungan
Saudara pada awal Tahun 2022)
Saudara dapat menghapus atau
mengubah data tanggungan dalam
keluarga Saudara dikarenakan
tanggungan telah menikah atau
memperoleh penghasilan atau tidak
memenuhi persyaratan perpajakan
sebagai tanggungan yang dapat
dihitung sebagai Penghasilan Tidak
Kena Pajak (PTKP).

14. Periksa kembali apa yang telah diisi di


Bagian A, Bagian B, Bagian C dan
Bagian D (bila ada) kemudian klik
“Selanjutnya”

[Link] |
3 SPT 1770S – LAMPIRAN I
BAGIAN A. PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI LAINNYA (TIDAK TERMASUK PENGHASILAN DIKENAKAN PPh FINAL ATAU
BERSIFAT FINAL
Diisi bila Saudara memperoleh penghasilan lain selain penghasilan sehubungan dengan pekerjaan.
Pada tampilan Bagian A dengan mengisi jumlah penghasilan neto (yaitu jumlah penghasilan bruto yang Saudara terima dikurangi dengan biaya-biaya
yang dikeluarkan sehubungan dengan penghasilan tersebut).
(Jika tidak ada penghasilan lainnya, skip bagian ini dan lanjut ke B)

Selanjutnya klik
[Link] |
3 SPT 1770S – LAMPIRAN I
BAGIAN B. PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK
Diisi bila Saudara memperoleh penghasilan sebagaimana yang tampak pada tampilan Bagian B dengan mengisi jumlah penghasilan Bruto.
(Jika tidak ada penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, skip bagian ini dan lanjut ke Bukti Potong)

Selesai pengisian Bagian A dan Bagian B, klik Lanjut Ke Bukti Potong

[Link] |
3 SPT 1770S – LAMPIRAN I
BAGIAN C. DAFTAR PEMOTONGAN / PEMUNGUTAN PPh OLEH PIHAK LAIN DAN PPh YANG DITANGGUNG PEMERINTAH
 Daftar Pemotongan/Pemungutan PPh Oleh Pihak Lain pada Bagian C akan otomatis terisi jika Saudara memilih pilihan “Ya” saat muncul tampilan
Data Pembayaran Pajak. Mohon periksa kembali apakah data yang tampil pada Bagian C sudah sesuai dengan form 1721-A1 Saudara (NPWP
Pemotong Pajak, Nomor Bukti Pemotongan, Jumlah PPh yang dipotong < nomor 17 atau nomor 19 form 1721-A1 >).
 Bila Saudara adalah pegawai yang mutasi di Tahun 2022, maka lampiran ini diisi sesuai dengan formulir 1721-A1 dari Unit Awal dan Unit Terakhir.
Jumlah PPh yang Dipotong diisi dengan nomor 19 dari masing masing formulir 1721 A1 yang Saudara terima.
 Jika terdapat perbedaan data pada Bagian C dengan Form 1721-A1, Saudara dapat melakukan perubahan data pada kolom Action (Ubah/Hapus)
dan disesuaikan dengan data form 1721-A1 Saudara.
 Apabila Data Bagian C (Daftar Pemotongan/Pemungutan PPh Oleh Pihak Lain) Saudara kosong/tidak terisi otomatis atau Saudara memiliki Bukti
Potong selain 1721-A1 yang telah dipotong oleh Pihak Lain , klik dan mengisi Bukti Potong Baru.

1.1-12.22-000XXX 30-12-2022

[Link] |
LANGKAH PENGISIAN DAFTAR PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN OLEH PIHAK LAIN
(BUKTI POTONG 1721-A1 DARI PLN)
Setelah klik menu “tambah” maka Saudara harus mengisi terlebih dahulu menu Bukti Potong Baru sebagai berikut:

22

18. Jenis Pajak : pilih Pasal 21


19. NPWP Pemotong/Pemungut Pajak : diisi sesuai NPWP Pemotong pada
form 1721-A1 di pojok kiri atas
20. Nama Pemotong/Pemungut Pajak : otomatis terisi setelah menginput NPWP
Pemotong
21. Nomor Bukti Pemotongan/Pemungutan: diisi sesuai Nomor pada form 1721-A1 di
bagian tengah atas
22. Tanggal Bukti Pemotongan/Pemungutan: diisi tanggal pemotongan pada form
1721-A1 di pojok kanan bawah
23. Jumlah PPh yang dipotong/dipungut : diisi nomor 17 atau nomor 19 form 1721- [Link]
28 2022 |
A1
LANGKAH PENGISIAN DAFTAR PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN OLEH PIHAK LAIN
(BUKTI POTONG PPh PASAL 21 TIDAK FINAL)
Apabila Saudara menerima Penghasilan Lain yang telah dipotong PPh Pasal 21
(contoh menerima Bukti Potong PPh Pasal 21 Tidak Final), maka pengisian Bukti
Potong:

 Jenis Pajak : pilih Pasal 21


 NPWP Pemotong/Pemungut Pajak : diisi sesuai NPWP Pemotong pada form
Bukti Potong PPh Pasal 21 Tidak Final di pojok kiri bawah.
 Nama Pemotong/Pemungut Pajak : otomatis terisi setelah menginput NPWP
Pemotong
 Nomor Bukti Pemotongan/Pemungutan: diisi sesuai Nomor pada form Bukti Potong
PPh Pasal 21 Tidak Final di bagian tengah atas
 Tanggal Bukti Pemotongan/Pemungutan: diisi tanggal pemotongan pada form 1721-A1
di pojok kanan bawah
 Jumlah PPh yang dipotong/dipungut : diisi sesuai nilai PPh Dipotong pada bukti 2022
[Link] |
potong
4 SPT 1770S – INDUK
IDENTITAS:
 Pilih Status Perkawinan “Tidak Kawin” untuk
karyawati dan karyawan yang belum menikah.

 Pilih Status Perkawinan “Kawin” untuk Karyawan


PLN yang telah menikah. Akan muncul Pilihan Status
Kewajiban Perpajakan Suami-Isteri sebagai berikut:
• KK/Kepala Keluarga apabila Isteri tidak memiliki
penghasilan dari pekerjaan/usaha
• HB/Hidup Berpisah apabila, suami-isteri telah hidup
berpisah berdasarkan putusan hakim;
• PH/Pisah Harta apabila, dikehendaki secara tertulis
oleh suami-isteri berdasarkan perjanjian pemisahan
harta dan penghasilan; atau
• MT/Memilih Terpisah apabila dikehendaki oleh isteri
yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban
Catatan perpajakannya sendiri.
a. Status Perkawinan yang dipilih sesuai dengan  Pilih KK/Kepala Keluarga
Bagian A Nomor 6 formulir 1721 A1 Saudara.
 Selanjutnya klik
b. Status PTKP ditentukan oleh keadaan pada awal
Tahun Pajak (per 1 Januari 2022)
[Link] |
4 SPT 1770S – INDUK
A. PENGHASILAN NETTO

[Link] neto Dalam Negeri


Sehubungan dengan Pekerjaan
 diisi sesuai formulir 1721 A1
Saudara di nomor 12 atau nomor 14
(menunjukkan angka yang sama)

Catatan
Bila Saudara adalah pegawai mutasi yang masuk ke
suatu Unit PLN di Tahun 2022, maka Jumlah Penghasilan
Neto diisi dengan nomor 14 dari formulir 1721 A1 yang
Saudara terima dari Unit PLN terakhir dimana Saudara
dimutasi pada akhir tahun 2022.
Hal ini dikarenakan nomor 14 tersebut adalah gabungan
Penghasilan Neto dari Unit Penerima (Nomor 12)
dengan Penghasilan Neto Unit Saudara Sebelumnya
(Nomor 13).
2022
2018 [Link] |
4 SPT 1770S – INDUK
A. PENGHASILAN NETTO

2. Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya (akan terisi


otomatis bila Saudara mengisi penghasilan yang
tercantum dalam formulir 1770 S Lampiran I Bagian A)

3. Penghasilan Neto Luar Negeri ......


(bila tidak ada diisi “0”)

4. Jumlah Penghasilan Neto .......


(terisi otomatis)

5. Zakat/Sumbangan yang sifatnya Wajib ......


(diisi “0”)

6. Jumlah Penghasilan Neto setelah pengurangan


Zakat/Sumbangan Keagamaan yang sifatnya Wajib ......
(terisi otomatis)

Lanjut ke B
[Link] |
4 SPT 1770S – INDUK
B. PENGHASILAN KENA PAJAK

7. Penghasilan Tidak Kena Pajak/Jumlah Tanggungan:

 Status perkawinan akan otomatis terisi sesuai Identitas


yang dipilih

 Isi dengan memilih jumlah tanggungan Bagian A Nomor 6


formulir 1721 A1 Saudara, maka nilai PTKP akan terisi
otomatis (harus sama dengan Nomor 15 Bagian B
formulir 1721 A1 Saudara)

8. Penghasilan Kena Pajak ...... (terisi otomatis) (harus


sama dengan Nomor 16 Bagian B formulir 1721 A1
Saudara)

Lanjut ke C

[Link] |
4 SPT 1770S – INDUK
C. PPh TERUTANG

9. PPh Terutang...... (terisi otomatis) (harus sama


dengan Nomor 17 Bagian B formulir 1721 A1
Saudara)

10. Pengembalian/Pengurangan PPh Pasal 24


yang telah dikreditkan..... (diisi “0”)

11. Jumlah PPh terutang (terisi otomatis)

[Link] |
4 SPT 1770S – INDUK
D. KREDIT PAJAK

12. PPh yang dipotong/dipungut pihak


lain/ditanggung Pemerintah dan atau Kredit
Pajak Luar Negeri dan atau terutang di Luar
Negeri .......(terisi otomatis dari formulir 1770 S
Lampiran I Bagian C atau JAC).

13. PPh yang harus dibayar sendiri


(terisi otomatis)

14. PPh yang dibayar sendiri  STP PPh Pasal 25


(Hanya Pokok Pajak)…….. (diisi “0”)

15. Jumlah Kredit Pajak (terisi otomatis)

[Link] |
4 SPT 1770S – INDUK
E. PPh KURANG/LEBIH BAYAR

 Bila Saudara hanya memperoleh 1 (satu) penghasilan dari PLN


saja, maka tidak ada PPh Kurang/Lebih Bayar atau Nihil (0)

Catatan
Jika Bagian E (PPh Kurang/Lebih Bayar) Saudara NIHIL (0), silakan lanjut ke halaman 37

 Bila Saudara memperoleh lebih dari satu penghasilan, maka akan terdapat PPh Kurang/Lebih Bayar. Bila terdapat PPh yang Kurang
Dibayar Sendiri, maka akan muncul tampilan:

[Link] |
E. PPh KURANG/LEBIH BAYAR

Bila terdapat PPh Kurang Bayar, Saudara harus melunasi terlebih dahulu PPh Kurang Bayar sesuai tampilan dengan meng-create kode billing
terlebih dahulu.

Untuk pertanyaan,
sudahkah Anda melakukan
pembayaran?
Pilih “Belum”

Kemudian klik “Buat Kode


Billing”
Setelah klik Buat Kode Billing, maka otomatis akan ter-create Kode Billing.
 Simpan kode billing yang telah tercreate (copy/capture), kemudian Saudara lanjut ke F ( Angsuran dan Catatan
Pernyataan) dan centang kotak “Setuju” pada Pernyataan agar SPT yang telah diisi dapat tersimpan di  Pembayaran pajak menggunakan
menu draft DJPOnline kode biling dapat dilakukan
Gunakan kode billing yang telah ter-create untuk melakukan pembayaran pajak atas PPh Kurang Bayar Saudara melalui ATM, Internet Banking,
sebelum jangka waktu yang ditentukan. Mobile Banking atau melalui Loket
Bank/Pos
 Masa berlaku Kode Biling yang
telah ter-create adalah 1 bulan.
Apabila terdapat kesalahan dalam
isian Kode Billing Pajak atau masa
berlakunya berakhir, Kode Billing
Pajak dapat dibuat kembali.
[Link] |
E. PPh KURANG/LEBIH BAYAR

1. Setelah melakukan pembayaran, Saudara akan


mendapatkan Bukti Penerimaan Negara (contoh 2. Selanjutnya, masuk kembali ke DJP Online Saudara, dan langsung menuju ke Bagian
bukti pembayaran melalui ATM) Induk E Nomor 16 (PPh Kurang/Lebih Bayar) dan Pilih “Sudah, Saya sudah
melakukan Pembayaran”
Catatan : Akan muncul “INFO”, kemudian klik Tutup
3. Isi Tanggal Pelunasan sesuai tanggal pembayaran pada Bukti Penerimaan Negara
4. Klik

15/01/23

108.200

[Link] |
E. PPh KURANG/LEBIH BAYAR

5. Lengkapi Bukti Pembayaran Baru sesuai tampilan yang muncul


6. Jenis Pembayaran : Pilih NTPN
7. NTPN/Nomor Pbk : Diisi sesuai Nomor NTPN pada Bukti Penerimaan Negara
8. Tanggal Pembayaran : terisi otomatis sesuai tanggal Bukti Penerimaan Negara 15/01/23
9. Jumlah : terisi otomatis sesuai Jumlah Pembayaran pada Bukti Penerimaan Negara
10. Klik
11. Lanjut ke F

15/01/23

108.200
108.200

[Link] |
4 SPT 1770S – INDUK
F. ANGSURAN PPh PASAL 25 DAN PERNYATAAN

Angsuran PPh Pasal 25 Tahun Pajak Berikutnya


Diisi “0”

Pernyataan

Periksa kembali seluruh data SPT


yang telah Saudara isi, apabila sudah
sesuai, benar dan lengkap:

 Klik kotak “Setuju”

 Kemudian klik “Selanjutnya”.

[Link] |
5 SPT 1770S – KIRIM SPT
 Pada tahap ini, SPT yang telah
Saudara isi sudah tersimpan dalam
menu DRAFT SPT

 Tampak tampilan review SPT


Saudara, cek kembali apakah data
2022 SPT Saudara sudah sesuai dan benar.

 Jika telah sesuai, klik


untuk mengambil Kode Verifikasi dan
akan dikirim ke Email Saudara yang
terdaftar di DJP Online (dapat di cek
di menu Profil Saya).

 Masukkan kode verifikasi yang telah


Saudara terima Melalui email pada
kotak yang disediakan.

 Kemudian klik

 Selanjutnya Klik
Catatan
Pelaporan SPT WP OP Saudara telah selesai dan telah tersimpan pada
DJP Online. Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) akan otomatis dikirim ke
alamat email Saudara. [Link] |
 Pelaporan SPT WP OP Saudara telah selesai dan telah tersimpan pada DJP Online
dan dapat di cek di Menu Arsip SPT - Daftar SPT.
 Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) sebagai bukti bahwa Saudara telah
melaporkan SPT, akan otomatis dikirim ke alamat email Saudara (sesuai alamat
email yang Saudara daftarkan di DJP Online)

2022

20/01/2022

Catatan
Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) juga dapat Saudara print
pada menu Daftar SPT dengan mengklik icon [Link] |
ADMIN
Menu ini berisi daftar SPT
yang telah Saudara
Laporkan melalui DJP
Online

Lihat SPT : melihat


detail SPT yang telah
Saudara laporkan

Kirim Ulang BPE :


mengirim kembali Bukti
Pelaporan ke email yang
terdaftar di DJP Online

Lihat BPE : melihat


tampilan Bukti Pelaporan

[Link] |
ADMIN Menu ini berisi daftar konsep SPT
yang telah Saudara isi dan
tersimpan tetapi belum Saudara
laporkan

Lihat SPT : melihat kembali


detail SPT yang telah Saudara isi
tanpa bisa mengubah

Ubah SPT : mengubah SPT


yang telah Saudara isi. Jika Saudara
memilih menu ini dan melakukan
perubahan SPT, pastikan status SPT
yang Saudara pilih adalah Normal

Kirim SPT : mengirim SPT yang


telah Saudara isi

Hapus SPT : menghapus draft


SPT yang telah tersimpan

[Link] |
Terima Kasih

Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Anda mungkin juga menyukai