0 penilaian0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara) 17 tayangan17 halamanSCADA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda,
ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
SISTEM SCADA
1. Definisi
Dewasa ini dunia industri telah berkembang dengan sangat pesat, salah satu
indikatornya adalah munculnya automasi industri dan SCADA. Proses produksi
yang dulu dikerjakan secara manual dan memerlukan banyak orang sekarang
dapat dikerjakan secara otomatis dan tidak lagi memerlukan banyak orang. Para.
operator cukup menekan beberapa tombol lalu proses produksi dapat. berjalan
secara otomatis dari awal sampai akhir dan dapat termonitor serta tercatat
datanya dengan baik walaupun operator berada di lokasi lain yang jauh dari
tempat produksi,
SCADA bukanlah teknologi khusus, tapi lebih merupakan sebuah aplikasi.
Kepanjangan SCADA adalah Supervisory Control And Data Acquisition, semua
aplikasi yang mendapatkan data-data suatu sistem di lapangan dengan tujuan
untuk pengontrolan sistem merupakan sebuah Aplikasi SCADA. Aplikasi ini
dapat melakukan pengawasan, pengendalian, dan akuisisi data berbasis komputer
yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses, seperti:
a. Pembangkit, transmisi dan distribusi listrik
SCADA digunakan untuk mendeteksi besarnya arus dan tegangan,
pemantauan operasional_ circuit breaker, dan untuk —mematikan/
menghidupkan the power grid.
b. Penampungan dan distribusi air
SCADA digunakan untuk pemantauan dan pengaturan laju aliran air, tinggi
reservoir, tekanan pipa dan berbagai macam faktor lainnya.
cc. Bangunan, fasilitas dan lingkungan
Manajer fasilitas menggunakan SCADA untuk mengontrol HVAC, unit-unit
pendingin, penerangan, dan sistem keamanan.
d. Produksi
Sistem SCADA mengatur inventori komponen-komponen, mengatur otomasi
alat atau robot, memantau proses dan kontrol kualitas.
e. ‘Transportasi KA listrikMenggunakan SCADA bisa dilakukan untuk pemantauan dan pengontrolan
distribusi listrik, otomasi sinyal trafik KA, melacak dan menemukan lokasi
KA, mengontrol palang KA dan lain sebagainya.
f. Lampu lalwlintas
SCADA memantau lampu lahelintas, mengontrol laju trafik, dan mendeteksi
sinyaksinyal yang salah
Dan, tentunya, masih banyak lagi aplikastaplikasi_ potensial untuk sistem
SCADA. St
da
DA saat ini digunakan hampir di seluruh proyek-proyek industri
frastruktur umum,
Intinya SCADA dapat digunakan dalam aplikastaplikasi_ yang membutuhkan
kemudahan dalam pemantauan sekaligus juga pengontrolan, dengan berbagai
macam media antarmuka dan komunikasi yang tersedia saat ini (misalnya,
Komputer, PDA, Touch Screen, TCP/IP, wireless dan lain sebagainya).
Gaara
De EX Yor Go Bunsts loos isp
SD GB O@ @ [1 woitetosioria score afeanezien ¥) © co [GL
2 [Link] () measane ) masdev org
Gambar 1, Contoh Tampilan Sistem SCADAAda dua elemen dalam Aplikasi SCADA, yaitu:
1. Proses, sistem, mesin yang akan dipantau dan dikontrol - bisa berupa power
plant, sistem pengairan, jaringan komputer, sistem lampu trafik lalwlintas
atau apa saja;
2. Sebuah jaringan peralatan ‘cerdas’ dengan antarmuka ke sistem melalui
sensor dan Iuaran kontrol. Dengan jaringan ini, yang merupakan sistem
SCADA, membolehkan Anda melakukan pemantauan dan pengontrolan
komponen-komponen sistem tersebut.
Suatu sistem SCADA biasanya terdiri dari Remote Terminal Unit (RTU), Master
Terminal Unit (MTU), komputer sebagai server, dan Human Machine Interface
(HMD. Pada umumnya antara perangkat satu dengan perangkat yang lain
letaknya terpisah dengan jarak yang cukup jauh sehingga diperlukan teknologi
telekomunikasi data.
Programmable Logic Controller atau yang lebih kita kenal dengan istilah PLC
merupakan suatu komputer yang didesain secara khusus untuk menangani
aplikasi kontrol. Dalam sistem SCADA, PLC dapat difungsikan sebagai RTU
manpun MTU sedangkan komputer difungsikan sebagai Human Machine
Interface (HMI) dan server untuk proses monitoring dan akuisisi data.
Tentunya, SCADA bisa melakukan lebih dari sekedar hal sederhana tersebut.
‘Tetapiprinsipnya sama saja, sebuah sistem SCADA skala-penuh mampu
memantau dan (sekaligus) mengontrol proses yang jauh lebih besar dan kompleks
Sistem SCADA yang paling sederhana yang mungkin bisa dijumpai di dunia
adalah sebuah rangkaian tunggal yang memberitahu Anda sebuah kejadian
(event), Bayangkan sebuah pabrik yang memproduksi aksesoris, setiap kali
produk aksesoris berhasil dibuat, akan mengaktifkan sebuah saklar yang
terhubung ke lampu atau alarm untuk memberitahukan bahwa ada satu aksesoris
yang berhasil dibuat.2. Prinsip Kerja SCADA
Alat otomatis untuk memperbaiki gangguan yang dapat dilakukan seketika atau
menangani gangguan secara langsung (real time) dari jarak jauh, itulah prinsip
kerja SCADA. SCADA mengumpulkan data yang diperoleh dari RTU (remote
terminal unit) pada MTU (master terminal unit) dan mengeksekusi perintah
terhadap sistem yang sedang berjalan tersebut. Sesuai dengan prinsip kerja
tersebut, terdapat dua elemen penting yang berperan dalam SCADA, yaitu: (1)
terdapat proses sistem atau mesin yang dipantau dan (2) adanya jaringan
peralatan HMI (Human Machine Interface) ke sistem melalui sensor ataupun
luaran kontrol.
Dilihat dari karakteristik sistem kontrolnya, sistem SCADA terbagi menjadi dua,
yaitu open loop (komunikasi jarak jauh) dan closed loop (komunikasi jarak
dekat). Perbedaan di antara keduanya hanya pada alat komunikasi yang
digunakan. Pada sistem kontrol open loop, sistem SCADA menggunakan jaringan
WAN (wireless area network) dengan dilengkapi sistem radio (pengirim dan
penerima sinyal) untuk ribuan I/O dan pengontrolan bisa dilakukan dengan jarak
ribuan kilometer.
Untuk closed loop, sistemnya mirip dengan DCS (distributed control system),
yaitu sistem ini merupakan sistem atau unit pengumpul dan kontrol data yang
biasanya ditempatkan pada area terbatas dan sistem komunikasi yang digunakan
oleh DCS berupa LAN (local area network).
Sistem SCADA sangat bergantung dari jumlah RTU dalam hal mengumpulkan
data dan mengirimkan data tersebut kembali ke pusat menggunakan sistem
komunikasi pada pusat utama. Ketepatan dan efisiensi waktu dapat
memungkinkan proses dan pengoperasian di industri menjadi optimal. hal lainnya
yang dapat diperoleh adalah efisiensi pekerjaan data yang realible dan yang paling
penting adalah pengoperasiannya dapat dilakukan dengan aman.RTU menyediakan informasi secara otomatis dengan menggunakan sensor analog
atau digital pada setiap jaringan pengontrolan. Sistem komunikasi menyediakan
jalur data untuk komunikasi antara pengumpul utama dengan jaringan
pengontrolan. Sistem komunikasi ini dapat berupa kabel, fiber optik, radio,
saluran telepon, microwave, dan bahkan sampai satelit. Unit pengumpul data
mengumpulkan data dari berbagai macam RTU dan selanjutnya menghasilkan
hubungan secara otomasi dengan operator. Proses pengolahan data yang terjadi
pada sistem SCADA dilihat dari 3 hal, yaitu komunikasi, penyajian, dan
pengontrolan data
Pada awalnya SCADA melakukan komunikasi data melalui radio modem atau
jalur kebel serial khusus (saat ini datadata SCADA dapat disalurkan melalui
jaringan ethernet atau TCP / IP). Untuk alasan keamanan, jaringan komputer
untuk SCADA adalah jaringan komputer lokal (LAN) tanpa harus mengekspose
data-data penting di internet.
Komunikasi data diatur melalui suatu protokol, dan karena kebanyakan sensor
dan kontroller berupa peralatan listrik yang sederhana (alat-alat tersebut tidak
dapat menghasilkan /menerjemahkan protokol komunikasi) dengan demikian
dibutuhkan RTU yang menjembatani antara sensor dan jaringan SCADA. RTU
mengubah masukanm-masukan sensor ke format protokol yang bersangkutan dan
mengirimkan ke master SCADA. Selain itu RTU juga menerima perintah dalam
format protokol dan memberikan sinyal listrik yang sesuai ke relai kontrol yang
bersangkutan.
Sistem SCADA melakukan pelaporan status berbagai macam sensor (baik analog
maupun digital) melalui sebuah komputer khusus yang sudah di buatkan HME
nya atau HCFnya (human computer interface), Akses ke kontrol ini bisa
dilakukan secara lokal maupun melalui website bahkan saat ini sudah tersedia
panek-panel kontrol yang touch screen.Pada pengontrolan data dilakukan pada satu tempat utama. semua pengontrolan
yang terjadi pada sebuah perusahaan dapat ditambahkan pada satu sistem
SCADA terpusat. Artinya kita dapat melakukan semua pengontrolan pada
perusaahn dengan sistem HMI yang ada pada sebuah sistem komputer secara
penuh. Bahkan dengan sistem SCADA yang canggih (hampir semua produk
perangkat lunak / software SCADA saat ini sudah canggih) bisa dilakukan
otomasi proses tanpa harus melibatkan campur tangan manusia, tapi tentu saja
kita masih bisa secara manual mengontrolnya dari master stasiun, Tentunya
dengan bantuan sistem SCADA, proses yang terjadi pada sebuah perusahaan
industri bisa lebih efektif, efisien, dan meningkatkan profit perusahaan.
3. Fungsi Dasar SCADA
Beberapa fungsi dasar SCADA adalah sebagai berikut.
‘Telemetering (TM)
Mengirimkan informasi berupa pengukuran dari besaran-besaran listrik pada
suatu saat tertentu, seperti : tegangan, arus, frekuensi. Pemantauan yang
dilakukan oleh dispatcher di antaranya menampilkan daya nyata dalam MW,
daya reaktif dalam MVAR, tegangan dalam KV, dan arus dalam A, Dengan
demikian dispatcher dapat memantan keseluruhan informasi yang dibutuhkan
secara terpusat
b. Telesinyal (TS)
Mengirimkan sinyal yang menyatakan status suatu peralatan atau perangkat.
Informasi yang dikirimkan berupa status pemutus tegangan, pemisah, ada
tidaknya alarm, dan sinyabsinyal lainnya. Telesinyal dapat berupa kondisi
suatu peralatan tunggal, dapat pula berupa pengelompokan dari sejumlah
kondisi. Telesinyal dapat dinyatakan secara tunggal (single indication) atau
ganda (double indication), Status peralatan dinyatakan dengan cara indikasi
ganda, Indikasi tunggal untuk menyatakan alarm.c. Telekontrol (TC)
Perintah untuk membuka atau menutup peralatan sistem tenaga listrik dapat
dilakukan oleh dispatcher secara remote, yaitu hanya dengan menekan salah
satu tombol perintah buka/tutup yang ada di dispatcher.
4. Fungsi Utama SCADA
Untuk dapat menjalankan tugasnya, dispatcher dibantu oleh sistem SCADA yang
terintegrasi yang berada di dalam suatu ruangan khusus yang disebut Control
Center. Ruangan tersebut adalah ruangan dimana ditempatkannya perangkat-
perangkat komputer yang disebut Master Station. Sedangkan fungsi utama dari
sistem SCADA adalah sebagai berikut:
a. Akuisisi Data
Informasi pengukuran dari sistem tenaga listrik seperti tegangan, daya aktif,
dan frekuensi disimpan dan diproses secara real time, sehingga setiap ada
perubahan nilai dari pengukuran dapat langsung dikirim ke master station.
Pada kenyataannya, dibutuhkan pemantauan yang jauh lebih banyak dan
kompleks dari sekedar tegangan, daya aktif, dan frekuensi. Anda mungkin
membutuhkan pemantauan terhadap ratusan hingga ribuan sensor yang
tersebar di seluruh area pabrik. Beberapa sensor digunakan untuk pengukuran
terhadap masukan (misalnya, laju air ke reservoir) dan beberapa sensor
digunakan untuk pengukuran terhadap luaran (tekanan, massa jenis, densitas
dan lain sebagainya).
Beberapa sensor bisa melakukan pengukuran kejadian secara sederhana yang
bisa dideteksi menggunakan saklar ON/OFF, masukan seperti ini disebut
sebagai masukan diskrit atau masukan digital. Misalnya untuk mengetahui
apakah sebuah alat sudah bekerja (ON) atau belum (OFF), konveyornya
sudah jalan (ON) atau belum (OFF), mesinnya sudah mengaduk (ON) atau
belum (OFF) dan lain sebagainya, Beberapa sensor yang lain bisa melakukanpengukuran secara kompleks, dimana angka atau nilai tertentu itu sangat
penting, masukan seperti ini disebut masukan analog, bisa digunakan untuk
mendeteksi perubahan secara kontinu pada, misalnya, tegangan, arus,
densitas cairan, suhu, dan lain sebagainya.
Untuk kebanyakan nilai-nilai analog, ada batasan tertentu yang didefinisikan
sebelumnya, baik batas atas maupun batas bawah. Misalnya, Anda ingin
mempertahankan suhu antara 30 dan 35 derajat Celcius, jika suhu ada di
bawah atau diatas batasan tersebut, maka akan memicu alarm (baik lampu
dan/atau bunyénya). Terdapat empat alarm batas untuk sensor analog:
Major Under, Minor Under, Minor Over, dan Major Over Alarm
Konversi Data
Data pengukuran dari sistem tenaga listrik seperti tegangan, daya aktif, dan
frekuensi yang diperoleh tranducer awalnya berupa data analog untuk
kemudian data tersebut dikirim oleh tranduser ke RTU. Oleh RTU data yang
awalnya berupa data analog diubah menjadi data digital. Sehingga data yang
dikirimkan ke master station berupa data digital.
Pemrosesan Data
Setiap data yang dikirim oleh RTU akan diolah di master station, sehingga
data tersebut bisa langsung ditampilkan ke layar monitor dan dispatcher bisa
membaca data-data tersebut.
Supervisory Data
Dispatcher dapat mengawasi dan mengontrol peralatan sistem tenaga listrik.
Supervisory control selau menggunakan operasi dua tahap untuk meyakinkan
keamanan operasi, yaitu pilihan dan tahap eksekusi
Pemrosesan Event dan AlarmEvent adalah setiap kejadian dari kerja suatu peralatan listrik yang dicatat
oleh SCADA. Misalnya, kondisi normally close (N/C) dan kondisi normally
open (N/O). Sedangkan alarm adalah indikasi yang menunjukkan adanya
perubahan status di SCADA. Semua status dan alarm pada telesinyal harus
diproses untuk mendeteksi setiap perubahan status lebih lanjut untuk event
yang terjadi secara spontan atau setelah permintaan remote control yang
dikirim dari control center.
f. Tagging (Penandaan)
Tagging adalah indikator pemberi tanda, seperti tanda masuk atau keluar.
‘Tagging sangat bermanfaat untuk dispatcher di control center. Tagging
digunakan untuk menghindari beroperasinya peralatan yang diberi tanda
khusus, juga untuk memberi peringatan pada kondisi yang diberi tanda
khusus
g. Post Mortem Review
Melakukan rekonstruksi bagian dari sistem yang dipantau setiap saat yang
akan digunakan untuk menganalisa setelah kejadian. Untuk melakukan hal
ini, control center mencatat terus menerus dan otomatis pada bagian yang
telah didefinisikan dari data yang diperoleh. Post mortem review mencakup
dua fungsi, yaitu pencatatan dan pemeriksaan
5. Bagian-Bagian SCADA
Sistem SCADA tidak dapat berdiri sendiri dan memerlukan dukungan dari
berbagai macam infrastruktur, yaitu:
a. Remote Terminal Unit (RTU)
Remote Terminal Unit (RTU) atau Outstation Terminal Unit (OTU) atau
Unit Terminal Jarak Jauh adalah suatu peralatan remote station berupa
processor yang berfungsi menerima, mengolah, dan meneruskan informasi darimaster station ke sistem yang diatur dan sebaliknya, juga kemampuan load
shedding yang dilengkapi database, nama penyulang, identifikasi, beban,
Remote
‘Femina Unt
eeu)
Terminal Unt
(ery)
Gambar 2. Konfigurasi Sistem SCADA
[Link]
Dual Master with Failover
Bs
soe ane
es
2 _.
a
sit
Gambar 3. Contoh Arsitektur SCADA.RTU terdiri dari beberapa modul yang ditempatkan pada suatu backplane
dalam rak/cubicle. Modukmodul yang dimaksud adalah modul power supply,
modul CPU, modul communication, modul digital input (DI), modul digital
output (DO), dan modul analog input (AI). Berdasarkan penggunaannya,
RTU dengan kapasitas 1/O kecil dipasang pada jaringan Saluran Udara
‘Tegangan Menengah (SUTM) 20kV. Sedangkan RTU dengan kapasitas 1/0
sedang sampai besar dipasang di GI
RTU secara umum adalah perangkat komputer yang dipasang di remote
station atau dilokasi jaringan yang dipantau oleh control center. RTU ini
merupakan rangkaian proses yang bertugas sebagai tangan, mata, dan alat
pendengar sistem pengendalian dengan tugas pokok mengumpulkan data-data
tentang status peralatan, data-data pengukuran dan melakukan fungsi remote
control. Adapun fungsi utama dari RTU adalah sebagai berikut:
1. Mendeteksi perubahan posisi saklar (open/close/invalid)
2. Mengetahui besaran tegangan, arus, dan frekuensi di gardu induk.
3. Menerima perintah remote control dari pusat kontrol untuk membuka
dan menutup relai.
4, Mengirim data dan informasi ke pusat kontrol yang terdiri dari status
saklar, hasil eksekusi, dan nilai tegangan, arus, dan frekuensi
‘Telekomunikasi
‘Telekomunikasi adalah komunikasi jarak jauh antara RTU dengan master
station yang merupakan media untuk saling bertukar informasi, Komunikasi
data digunakan untuk sistem SCADA. Komunikasi data menggunakan media
komputer yang diteruskan menjadi transmisi elektronik. Beberapa jenis media
komunikasi yang biasa digunakan di antaranya:
1. Radio Data
Komunikasi menggunakan media ini perlahan mulai ditinggalkan karena
termasuk teknologi lama. Keunggulan dari media ini adalah mampumenjangkau daerah pelosok yang tidak memungkinkan penanaman kabel
bawah tanah seperti fiber optik. Kelemahan yang paling mencolok dari media
komunikasi ini adalah sangat bergantung pada kondisi cuaca karena transmisi
radio menggunakan udara sebagai jalur transmisinya
2. Fiber Optik
Media komunikasi jenis ini digunakan di daerah perkotaan dan efektif
digunakan untuk komunikasi jarak jauh karena kecepatan transfer data yang
unggul bila dibandingkan dengan media radio data dan kabel pilot.
Gambar 4. Contoh Akses SCADA melalui website
Master Station
Mengumpulkan data dari semua RTU di lapangan dan menyediakan kepada
operator tampilan dari informasi dan fungsi kontrol di lapangan. Master
Station merupakan kumpulan perangkat keras dan lunak yang ada di control
center. Desain untuk sebuah master station tidak akan sama, secara garis
besar desain dari sebuah master station terdiri atas:SCADA Server
Workstation
Historical Data
Projection Mimic, dahulu mesih menggunakan Mimic Board
Peripheral pendukung, seperti printer
Voice Recorder
New Rew
Global Positioning System, untuk referensi waktu h. Dispatcher Training
Simulator
8. Aplikasi SCADA dan energy management system
Uninterruptable Power Supply (UPS), untuk menjaga ketersediaan daya
listrik.
10. Automatic transfer switch (ATS) dan static tranfer switch (STS) untuk
mengendalikan aliran daya listrik menuju master station
mat o
Gambar 5. Contoh Jaringan pada Sistem SCADA
Sebagai control center, perangkat yang ada di master station harus memenuhi
beberapa persyaratan berikut:
1. Keamanan, kehandalan, dan ketersediaan sistem komputer.
2. Kemudahan, kelangsungan, keakuratan pengiriman, penyimpanan, dan
pemrosesan data.3. Kebutuhan dan kapabilitas sistem komputer.68
4, Kemudahan untuk dioperasikan dan dipelihara.
5. Kemampuan untuk dikembangkan
d. Peralatan Pendukung (Peripheral)
Peralatan pendukung yang digunakan adalah peralatan yang mampu
menunjang operasional peralatan SCADA baik yang ada di master station
manpun yang ada di gardu induk (GI). Peralatan pendukung yang dimaksud
adalah catu daya yang handal dan aman. Apabila catu daya di GI mati tentu
akan menimbulkan berbagai kerugian, diantaranya beban daya tidak
terpantau dan apabila terjadi gangguan, penanganan terhadap gangguan akan
memakan waktu cukup lama. Peripheral yang terdapat di master station
terdiri dari UPS, battery bank, automatic transfer switch (ATS), power
supply PLN, power supply genset. Sedangkan di gardu induk peralatan
pendukung yang dibutuhkan rectifier/charger dan battery.
6. Perkembangan SCADA
SCADA telah mengalami perubahan generasi, Pada awalnya desain sebuah
SCADA mempunyai satu perangkat MTU yang melakukan Supervisory Control
dan Data Acquisition melalui satu atau banyak RTU yang berfungsi sebagai
(dumb) Remote I/O melalui jalur komunikasi Radio, dedicated line Telephone
dan lainnya.
Generasi berikutnya, membuat R'TU yang intelligent, sehingga fungsi local
Control dilakukan oleh RTU di lokasi- masing-masing, dan MTU hanya
melakukan survey control yang meliputi beberapa atau semua RTU. Dengan
adanya local control, operator harus mengoperasikan masing~ masing local plant
dan membutuhkan MMI local,
Banyak pabrikan yang mengalihkan komunikasi dari MTU ~ RTU ke tingkatan
MMI (Master) ~ MMI (Remote) melalui jaringan microwave satelit.Ada juga yang mengimplementasi komunikasinya pada tingkatan RTU. Dengan
majunya teknologi dan internet saat ini, konsep SCADA diatas berubah menjadi
lebih sederhana dan memanfaatkan infrastruktur internet yang pada saat ini
umumnya sudah dibangun oleh perusahaan-perusahaan besar. Apabila ada
dacrah-daerah atau wilayah yang belum terpasang infrastruktur internet, saat ini
dipasaran banyak bisa kita dapatkan Wireless LAN device yang bisa menjangkau
jarak sampai dengan 40 km (tanpa repeater) dengan harga relatif murah.
Setiap Remote Area dengan sistem kontrolnya masing-masing yang sudah
dilengkapi dengan OPC (OLB for Process Control; OLE = Object Linking &
Embedding) Server, bisa memasangkan suatu Industrial Web Server dengan
‘Teknologi XML yang kemudian bisa dengan mudah diakses dengan Web Browser
biasa seperti yang kita gunakan untuk kegiatan browsing sehari -hari.
Beberapa penelitian mengenai Mobile SCADA telah dilakukan. Lembaga
penelitian High Beam Research di Chicago telah mengembangkan sistem ini
untuk keperluan pengendalian sistem pengairan dan sistem pemompaan
Sistem SCADA yang dikembangkan menggunakan RTU, suatu perangkat
pengendalian dengan media komunikasi radio. Pada sistem ini terdapat suatu
sistem pengendalian berbasis komputer yang terletak pada sebuah Control
Center. Sistem seperti ini sangat efektif digunakan untuk memantau operasi-
operasi secara Remote, namun pada suatu area yang terbatas. Sistem ini
dilaporkan mampu menghemat biaya secara signifikan karena dapat menghemat
tenaga manusia dan menghemat energi.
Penelitian lain adalah yang dilakukan lembaga riset CSIRO, Canberra, Australia.
Sistem Mobile SCADA yang dikembangkan menggunakan GPRS sebagai media
komunikasinya dan menggunakan mikroprosesor yang murah untuk mesinSCADA, sehingga dihasilkan sistem SCADA yang murah dan fleksibel (Mayer
dan Taylor, 2002).
Penelitian di atas lebih dikhususkan untuk sistem SCADA pada jaringan sensor.
Jaringan sensoradalah suatu sistem yang terdiri dari banyak microcontroller kecil
yang mempunyai alat sensor, yang bekerja bersama pada jaringan nirkabel.
Penelitian tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan suatu sistem Mobile
SCADA dengan protokol atau aturan-aturan kendali yang nantinya akan menjadi
landasan bagi pembuatan perangkat lunak sistem, Protokol ini nantinya harus
dibuat sedemikian rupa sehingga perangkat lunak serta perangkat keras yang
dibangun dalam sistem ini bersifat generik, mudah digunakan, mudah dirawat,
mudah beradaptasi, dan Mobile sehingga tepat digunakan oleh industri menengah
ke bawah di Indonesia. Selain itu sistem Mobile SCADA ini menggunakan media
komunikasi Paket Data CDMA.
7. Rangkuman
SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control and Data Acquisition.
SCADA merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan informasi atau datadata
dari lapangan dan kemudian mengirimkan-nya ke sebuah komputer pusat yang
akan mengatur dan mengontrol data-data tersbut. Sistem SCADA tidak hanya
digunakan dalam proses-proses industri, misalnya, pabrik baja, pembangkit dan
pendistribusian tenaga listrik (konvensional maupun nuklir), pabrik kimia, tetapi
juga pada beberapa fasilitas eksperimen seperti fusi nuklir. Dari sudut pandang
SCADA, ukuran pabrik atau sistem proses mulai dar 1.000an hingga 10.000an
1/O (luara/masukan), namun saat ini sistem SCADA sudah bisa menangani
hingga ratusan ribu I/O.
Ada banyak bagian dalam sebuah sistem SCADA. Sebuah sistem SCADA
biasanya memiliki perangkat keras sinyal untuk memperoleh dan mengirimkan
1/O, kontroler, jaringan, antarmuka pengguna dalam bentuk HMI (HumanMachine Interface), piranti komunikasi dan beberapa perangkat lunak
pendukung. Semua itu menjadi satu sistem, istilah SCADA merujuk pada sistem
pusat keseluruhan, Sistem pusat ini biasanya melakukan pemantauan datadata
dari berbagai macam sensor di lapangan atau bahkan dari tempat2 yang lebih
jauh lagi (remote locations).
8. Latihan
Kerjakan soal latihan berikut pada lembar soal.
a, Apa manfaat sistem SCADA?
b. Dimana sistem SCADA digunakan?
cc. Mengapa perlu menggunakan sistem SCADA?
d. Bagaimana prinsip kerja sistem SCADA?
Anda mungkin juga menyukai