0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan17 halaman

SCADA

Diunggah oleh

BENI PURNOMO
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan17 halaman

SCADA

Diunggah oleh

BENI PURNOMO
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
SISTEM SCADA 1. Definisi Dewasa ini dunia industri telah berkembang dengan sangat pesat, salah satu indikatornya adalah munculnya automasi industri dan SCADA. Proses produksi yang dulu dikerjakan secara manual dan memerlukan banyak orang sekarang dapat dikerjakan secara otomatis dan tidak lagi memerlukan banyak orang. Para. operator cukup menekan beberapa tombol lalu proses produksi dapat. berjalan secara otomatis dari awal sampai akhir dan dapat termonitor serta tercatat datanya dengan baik walaupun operator berada di lokasi lain yang jauh dari tempat produksi, SCADA bukanlah teknologi khusus, tapi lebih merupakan sebuah aplikasi. Kepanjangan SCADA adalah Supervisory Control And Data Acquisition, semua aplikasi yang mendapatkan data-data suatu sistem di lapangan dengan tujuan untuk pengontrolan sistem merupakan sebuah Aplikasi SCADA. Aplikasi ini dapat melakukan pengawasan, pengendalian, dan akuisisi data berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses, seperti: a. Pembangkit, transmisi dan distribusi listrik SCADA digunakan untuk mendeteksi besarnya arus dan tegangan, pemantauan operasional_ circuit breaker, dan untuk —mematikan/ menghidupkan the power grid. b. Penampungan dan distribusi air SCADA digunakan untuk pemantauan dan pengaturan laju aliran air, tinggi reservoir, tekanan pipa dan berbagai macam faktor lainnya. cc. Bangunan, fasilitas dan lingkungan Manajer fasilitas menggunakan SCADA untuk mengontrol HVAC, unit-unit pendingin, penerangan, dan sistem keamanan. d. Produksi Sistem SCADA mengatur inventori komponen-komponen, mengatur otomasi alat atau robot, memantau proses dan kontrol kualitas. e. ‘Transportasi KA listrik Menggunakan SCADA bisa dilakukan untuk pemantauan dan pengontrolan distribusi listrik, otomasi sinyal trafik KA, melacak dan menemukan lokasi KA, mengontrol palang KA dan lain sebagainya. f. Lampu lalwlintas SCADA memantau lampu lahelintas, mengontrol laju trafik, dan mendeteksi sinyaksinyal yang salah Dan, tentunya, masih banyak lagi aplikastaplikasi_ potensial untuk sistem SCADA. St da DA saat ini digunakan hampir di seluruh proyek-proyek industri frastruktur umum, Intinya SCADA dapat digunakan dalam aplikastaplikasi_ yang membutuhkan kemudahan dalam pemantauan sekaligus juga pengontrolan, dengan berbagai macam media antarmuka dan komunikasi yang tersedia saat ini (misalnya, Komputer, PDA, Touch Screen, TCP/IP, wireless dan lain sebagainya). Gaara De EX Yor Go Bunsts loos isp SD GB O@ @ [1 woitetosioria score afeanezien ¥) © co [GL 2 [Link] () measane ) masdev org Gambar 1, Contoh Tampilan Sistem SCADA Ada dua elemen dalam Aplikasi SCADA, yaitu: 1. Proses, sistem, mesin yang akan dipantau dan dikontrol - bisa berupa power plant, sistem pengairan, jaringan komputer, sistem lampu trafik lalwlintas atau apa saja; 2. Sebuah jaringan peralatan ‘cerdas’ dengan antarmuka ke sistem melalui sensor dan Iuaran kontrol. Dengan jaringan ini, yang merupakan sistem SCADA, membolehkan Anda melakukan pemantauan dan pengontrolan komponen-komponen sistem tersebut. Suatu sistem SCADA biasanya terdiri dari Remote Terminal Unit (RTU), Master Terminal Unit (MTU), komputer sebagai server, dan Human Machine Interface (HMD. Pada umumnya antara perangkat satu dengan perangkat yang lain letaknya terpisah dengan jarak yang cukup jauh sehingga diperlukan teknologi telekomunikasi data. Programmable Logic Controller atau yang lebih kita kenal dengan istilah PLC merupakan suatu komputer yang didesain secara khusus untuk menangani aplikasi kontrol. Dalam sistem SCADA, PLC dapat difungsikan sebagai RTU manpun MTU sedangkan komputer difungsikan sebagai Human Machine Interface (HMI) dan server untuk proses monitoring dan akuisisi data. Tentunya, SCADA bisa melakukan lebih dari sekedar hal sederhana tersebut. ‘Tetapiprinsipnya sama saja, sebuah sistem SCADA skala-penuh mampu memantau dan (sekaligus) mengontrol proses yang jauh lebih besar dan kompleks Sistem SCADA yang paling sederhana yang mungkin bisa dijumpai di dunia adalah sebuah rangkaian tunggal yang memberitahu Anda sebuah kejadian (event), Bayangkan sebuah pabrik yang memproduksi aksesoris, setiap kali produk aksesoris berhasil dibuat, akan mengaktifkan sebuah saklar yang terhubung ke lampu atau alarm untuk memberitahukan bahwa ada satu aksesoris yang berhasil dibuat. 2. Prinsip Kerja SCADA Alat otomatis untuk memperbaiki gangguan yang dapat dilakukan seketika atau menangani gangguan secara langsung (real time) dari jarak jauh, itulah prinsip kerja SCADA. SCADA mengumpulkan data yang diperoleh dari RTU (remote terminal unit) pada MTU (master terminal unit) dan mengeksekusi perintah terhadap sistem yang sedang berjalan tersebut. Sesuai dengan prinsip kerja tersebut, terdapat dua elemen penting yang berperan dalam SCADA, yaitu: (1) terdapat proses sistem atau mesin yang dipantau dan (2) adanya jaringan peralatan HMI (Human Machine Interface) ke sistem melalui sensor ataupun luaran kontrol. Dilihat dari karakteristik sistem kontrolnya, sistem SCADA terbagi menjadi dua, yaitu open loop (komunikasi jarak jauh) dan closed loop (komunikasi jarak dekat). Perbedaan di antara keduanya hanya pada alat komunikasi yang digunakan. Pada sistem kontrol open loop, sistem SCADA menggunakan jaringan WAN (wireless area network) dengan dilengkapi sistem radio (pengirim dan penerima sinyal) untuk ribuan I/O dan pengontrolan bisa dilakukan dengan jarak ribuan kilometer. Untuk closed loop, sistemnya mirip dengan DCS (distributed control system), yaitu sistem ini merupakan sistem atau unit pengumpul dan kontrol data yang biasanya ditempatkan pada area terbatas dan sistem komunikasi yang digunakan oleh DCS berupa LAN (local area network). Sistem SCADA sangat bergantung dari jumlah RTU dalam hal mengumpulkan data dan mengirimkan data tersebut kembali ke pusat menggunakan sistem komunikasi pada pusat utama. Ketepatan dan efisiensi waktu dapat memungkinkan proses dan pengoperasian di industri menjadi optimal. hal lainnya yang dapat diperoleh adalah efisiensi pekerjaan data yang realible dan yang paling penting adalah pengoperasiannya dapat dilakukan dengan aman. RTU menyediakan informasi secara otomatis dengan menggunakan sensor analog atau digital pada setiap jaringan pengontrolan. Sistem komunikasi menyediakan jalur data untuk komunikasi antara pengumpul utama dengan jaringan pengontrolan. Sistem komunikasi ini dapat berupa kabel, fiber optik, radio, saluran telepon, microwave, dan bahkan sampai satelit. Unit pengumpul data mengumpulkan data dari berbagai macam RTU dan selanjutnya menghasilkan hubungan secara otomasi dengan operator. Proses pengolahan data yang terjadi pada sistem SCADA dilihat dari 3 hal, yaitu komunikasi, penyajian, dan pengontrolan data Pada awalnya SCADA melakukan komunikasi data melalui radio modem atau jalur kebel serial khusus (saat ini datadata SCADA dapat disalurkan melalui jaringan ethernet atau TCP / IP). Untuk alasan keamanan, jaringan komputer untuk SCADA adalah jaringan komputer lokal (LAN) tanpa harus mengekspose data-data penting di internet. Komunikasi data diatur melalui suatu protokol, dan karena kebanyakan sensor dan kontroller berupa peralatan listrik yang sederhana (alat-alat tersebut tidak dapat menghasilkan /menerjemahkan protokol komunikasi) dengan demikian dibutuhkan RTU yang menjembatani antara sensor dan jaringan SCADA. RTU mengubah masukanm-masukan sensor ke format protokol yang bersangkutan dan mengirimkan ke master SCADA. Selain itu RTU juga menerima perintah dalam format protokol dan memberikan sinyal listrik yang sesuai ke relai kontrol yang bersangkutan. Sistem SCADA melakukan pelaporan status berbagai macam sensor (baik analog maupun digital) melalui sebuah komputer khusus yang sudah di buatkan HME nya atau HCFnya (human computer interface), Akses ke kontrol ini bisa dilakukan secara lokal maupun melalui website bahkan saat ini sudah tersedia panek-panel kontrol yang touch screen. Pada pengontrolan data dilakukan pada satu tempat utama. semua pengontrolan yang terjadi pada sebuah perusahaan dapat ditambahkan pada satu sistem SCADA terpusat. Artinya kita dapat melakukan semua pengontrolan pada perusaahn dengan sistem HMI yang ada pada sebuah sistem komputer secara penuh. Bahkan dengan sistem SCADA yang canggih (hampir semua produk perangkat lunak / software SCADA saat ini sudah canggih) bisa dilakukan otomasi proses tanpa harus melibatkan campur tangan manusia, tapi tentu saja kita masih bisa secara manual mengontrolnya dari master stasiun, Tentunya dengan bantuan sistem SCADA, proses yang terjadi pada sebuah perusahaan industri bisa lebih efektif, efisien, dan meningkatkan profit perusahaan. 3. Fungsi Dasar SCADA Beberapa fungsi dasar SCADA adalah sebagai berikut. ‘Telemetering (TM) Mengirimkan informasi berupa pengukuran dari besaran-besaran listrik pada suatu saat tertentu, seperti : tegangan, arus, frekuensi. Pemantauan yang dilakukan oleh dispatcher di antaranya menampilkan daya nyata dalam MW, daya reaktif dalam MVAR, tegangan dalam KV, dan arus dalam A, Dengan demikian dispatcher dapat memantan keseluruhan informasi yang dibutuhkan secara terpusat b. Telesinyal (TS) Mengirimkan sinyal yang menyatakan status suatu peralatan atau perangkat. Informasi yang dikirimkan berupa status pemutus tegangan, pemisah, ada tidaknya alarm, dan sinyabsinyal lainnya. Telesinyal dapat berupa kondisi suatu peralatan tunggal, dapat pula berupa pengelompokan dari sejumlah kondisi. Telesinyal dapat dinyatakan secara tunggal (single indication) atau ganda (double indication), Status peralatan dinyatakan dengan cara indikasi ganda, Indikasi tunggal untuk menyatakan alarm. c. Telekontrol (TC) Perintah untuk membuka atau menutup peralatan sistem tenaga listrik dapat dilakukan oleh dispatcher secara remote, yaitu hanya dengan menekan salah satu tombol perintah buka/tutup yang ada di dispatcher. 4. Fungsi Utama SCADA Untuk dapat menjalankan tugasnya, dispatcher dibantu oleh sistem SCADA yang terintegrasi yang berada di dalam suatu ruangan khusus yang disebut Control Center. Ruangan tersebut adalah ruangan dimana ditempatkannya perangkat- perangkat komputer yang disebut Master Station. Sedangkan fungsi utama dari sistem SCADA adalah sebagai berikut: a. Akuisisi Data Informasi pengukuran dari sistem tenaga listrik seperti tegangan, daya aktif, dan frekuensi disimpan dan diproses secara real time, sehingga setiap ada perubahan nilai dari pengukuran dapat langsung dikirim ke master station. Pada kenyataannya, dibutuhkan pemantauan yang jauh lebih banyak dan kompleks dari sekedar tegangan, daya aktif, dan frekuensi. Anda mungkin membutuhkan pemantauan terhadap ratusan hingga ribuan sensor yang tersebar di seluruh area pabrik. Beberapa sensor digunakan untuk pengukuran terhadap masukan (misalnya, laju air ke reservoir) dan beberapa sensor digunakan untuk pengukuran terhadap luaran (tekanan, massa jenis, densitas dan lain sebagainya). Beberapa sensor bisa melakukan pengukuran kejadian secara sederhana yang bisa dideteksi menggunakan saklar ON/OFF, masukan seperti ini disebut sebagai masukan diskrit atau masukan digital. Misalnya untuk mengetahui apakah sebuah alat sudah bekerja (ON) atau belum (OFF), konveyornya sudah jalan (ON) atau belum (OFF), mesinnya sudah mengaduk (ON) atau belum (OFF) dan lain sebagainya, Beberapa sensor yang lain bisa melakukan pengukuran secara kompleks, dimana angka atau nilai tertentu itu sangat penting, masukan seperti ini disebut masukan analog, bisa digunakan untuk mendeteksi perubahan secara kontinu pada, misalnya, tegangan, arus, densitas cairan, suhu, dan lain sebagainya. Untuk kebanyakan nilai-nilai analog, ada batasan tertentu yang didefinisikan sebelumnya, baik batas atas maupun batas bawah. Misalnya, Anda ingin mempertahankan suhu antara 30 dan 35 derajat Celcius, jika suhu ada di bawah atau diatas batasan tersebut, maka akan memicu alarm (baik lampu dan/atau bunyénya). Terdapat empat alarm batas untuk sensor analog: Major Under, Minor Under, Minor Over, dan Major Over Alarm Konversi Data Data pengukuran dari sistem tenaga listrik seperti tegangan, daya aktif, dan frekuensi yang diperoleh tranducer awalnya berupa data analog untuk kemudian data tersebut dikirim oleh tranduser ke RTU. Oleh RTU data yang awalnya berupa data analog diubah menjadi data digital. Sehingga data yang dikirimkan ke master station berupa data digital. Pemrosesan Data Setiap data yang dikirim oleh RTU akan diolah di master station, sehingga data tersebut bisa langsung ditampilkan ke layar monitor dan dispatcher bisa membaca data-data tersebut. Supervisory Data Dispatcher dapat mengawasi dan mengontrol peralatan sistem tenaga listrik. Supervisory control selau menggunakan operasi dua tahap untuk meyakinkan keamanan operasi, yaitu pilihan dan tahap eksekusi Pemrosesan Event dan Alarm Event adalah setiap kejadian dari kerja suatu peralatan listrik yang dicatat oleh SCADA. Misalnya, kondisi normally close (N/C) dan kondisi normally open (N/O). Sedangkan alarm adalah indikasi yang menunjukkan adanya perubahan status di SCADA. Semua status dan alarm pada telesinyal harus diproses untuk mendeteksi setiap perubahan status lebih lanjut untuk event yang terjadi secara spontan atau setelah permintaan remote control yang dikirim dari control center. f. Tagging (Penandaan) Tagging adalah indikator pemberi tanda, seperti tanda masuk atau keluar. ‘Tagging sangat bermanfaat untuk dispatcher di control center. Tagging digunakan untuk menghindari beroperasinya peralatan yang diberi tanda khusus, juga untuk memberi peringatan pada kondisi yang diberi tanda khusus g. Post Mortem Review Melakukan rekonstruksi bagian dari sistem yang dipantau setiap saat yang akan digunakan untuk menganalisa setelah kejadian. Untuk melakukan hal ini, control center mencatat terus menerus dan otomatis pada bagian yang telah didefinisikan dari data yang diperoleh. Post mortem review mencakup dua fungsi, yaitu pencatatan dan pemeriksaan 5. Bagian-Bagian SCADA Sistem SCADA tidak dapat berdiri sendiri dan memerlukan dukungan dari berbagai macam infrastruktur, yaitu: a. Remote Terminal Unit (RTU) Remote Terminal Unit (RTU) atau Outstation Terminal Unit (OTU) atau Unit Terminal Jarak Jauh adalah suatu peralatan remote station berupa processor yang berfungsi menerima, mengolah, dan meneruskan informasi dari master station ke sistem yang diatur dan sebaliknya, juga kemampuan load shedding yang dilengkapi database, nama penyulang, identifikasi, beban, Remote ‘Femina Unt eeu) Terminal Unt (ery) Gambar 2. Konfigurasi Sistem SCADA [Link] Dual Master with Failover Bs soe ane es 2 _. a sit Gambar 3. Contoh Arsitektur SCADA. RTU terdiri dari beberapa modul yang ditempatkan pada suatu backplane dalam rak/cubicle. Modukmodul yang dimaksud adalah modul power supply, modul CPU, modul communication, modul digital input (DI), modul digital output (DO), dan modul analog input (AI). Berdasarkan penggunaannya, RTU dengan kapasitas 1/O kecil dipasang pada jaringan Saluran Udara ‘Tegangan Menengah (SUTM) 20kV. Sedangkan RTU dengan kapasitas 1/0 sedang sampai besar dipasang di GI RTU secara umum adalah perangkat komputer yang dipasang di remote station atau dilokasi jaringan yang dipantau oleh control center. RTU ini merupakan rangkaian proses yang bertugas sebagai tangan, mata, dan alat pendengar sistem pengendalian dengan tugas pokok mengumpulkan data-data tentang status peralatan, data-data pengukuran dan melakukan fungsi remote control. Adapun fungsi utama dari RTU adalah sebagai berikut: 1. Mendeteksi perubahan posisi saklar (open/close/invalid) 2. Mengetahui besaran tegangan, arus, dan frekuensi di gardu induk. 3. Menerima perintah remote control dari pusat kontrol untuk membuka dan menutup relai. 4, Mengirim data dan informasi ke pusat kontrol yang terdiri dari status saklar, hasil eksekusi, dan nilai tegangan, arus, dan frekuensi ‘Telekomunikasi ‘Telekomunikasi adalah komunikasi jarak jauh antara RTU dengan master station yang merupakan media untuk saling bertukar informasi, Komunikasi data digunakan untuk sistem SCADA. Komunikasi data menggunakan media komputer yang diteruskan menjadi transmisi elektronik. Beberapa jenis media komunikasi yang biasa digunakan di antaranya: 1. Radio Data Komunikasi menggunakan media ini perlahan mulai ditinggalkan karena termasuk teknologi lama. Keunggulan dari media ini adalah mampu menjangkau daerah pelosok yang tidak memungkinkan penanaman kabel bawah tanah seperti fiber optik. Kelemahan yang paling mencolok dari media komunikasi ini adalah sangat bergantung pada kondisi cuaca karena transmisi radio menggunakan udara sebagai jalur transmisinya 2. Fiber Optik Media komunikasi jenis ini digunakan di daerah perkotaan dan efektif digunakan untuk komunikasi jarak jauh karena kecepatan transfer data yang unggul bila dibandingkan dengan media radio data dan kabel pilot. Gambar 4. Contoh Akses SCADA melalui website Master Station Mengumpulkan data dari semua RTU di lapangan dan menyediakan kepada operator tampilan dari informasi dan fungsi kontrol di lapangan. Master Station merupakan kumpulan perangkat keras dan lunak yang ada di control center. Desain untuk sebuah master station tidak akan sama, secara garis besar desain dari sebuah master station terdiri atas: SCADA Server Workstation Historical Data Projection Mimic, dahulu mesih menggunakan Mimic Board Peripheral pendukung, seperti printer Voice Recorder New Rew Global Positioning System, untuk referensi waktu h. Dispatcher Training Simulator 8. Aplikasi SCADA dan energy management system Uninterruptable Power Supply (UPS), untuk menjaga ketersediaan daya listrik. 10. Automatic transfer switch (ATS) dan static tranfer switch (STS) untuk mengendalikan aliran daya listrik menuju master station mat o Gambar 5. Contoh Jaringan pada Sistem SCADA Sebagai control center, perangkat yang ada di master station harus memenuhi beberapa persyaratan berikut: 1. Keamanan, kehandalan, dan ketersediaan sistem komputer. 2. Kemudahan, kelangsungan, keakuratan pengiriman, penyimpanan, dan pemrosesan data. 3. Kebutuhan dan kapabilitas sistem komputer.68 4, Kemudahan untuk dioperasikan dan dipelihara. 5. Kemampuan untuk dikembangkan d. Peralatan Pendukung (Peripheral) Peralatan pendukung yang digunakan adalah peralatan yang mampu menunjang operasional peralatan SCADA baik yang ada di master station manpun yang ada di gardu induk (GI). Peralatan pendukung yang dimaksud adalah catu daya yang handal dan aman. Apabila catu daya di GI mati tentu akan menimbulkan berbagai kerugian, diantaranya beban daya tidak terpantau dan apabila terjadi gangguan, penanganan terhadap gangguan akan memakan waktu cukup lama. Peripheral yang terdapat di master station terdiri dari UPS, battery bank, automatic transfer switch (ATS), power supply PLN, power supply genset. Sedangkan di gardu induk peralatan pendukung yang dibutuhkan rectifier/charger dan battery. 6. Perkembangan SCADA SCADA telah mengalami perubahan generasi, Pada awalnya desain sebuah SCADA mempunyai satu perangkat MTU yang melakukan Supervisory Control dan Data Acquisition melalui satu atau banyak RTU yang berfungsi sebagai (dumb) Remote I/O melalui jalur komunikasi Radio, dedicated line Telephone dan lainnya. Generasi berikutnya, membuat R'TU yang intelligent, sehingga fungsi local Control dilakukan oleh RTU di lokasi- masing-masing, dan MTU hanya melakukan survey control yang meliputi beberapa atau semua RTU. Dengan adanya local control, operator harus mengoperasikan masing~ masing local plant dan membutuhkan MMI local, Banyak pabrikan yang mengalihkan komunikasi dari MTU ~ RTU ke tingkatan MMI (Master) ~ MMI (Remote) melalui jaringan microwave satelit. Ada juga yang mengimplementasi komunikasinya pada tingkatan RTU. Dengan majunya teknologi dan internet saat ini, konsep SCADA diatas berubah menjadi lebih sederhana dan memanfaatkan infrastruktur internet yang pada saat ini umumnya sudah dibangun oleh perusahaan-perusahaan besar. Apabila ada dacrah-daerah atau wilayah yang belum terpasang infrastruktur internet, saat ini dipasaran banyak bisa kita dapatkan Wireless LAN device yang bisa menjangkau jarak sampai dengan 40 km (tanpa repeater) dengan harga relatif murah. Setiap Remote Area dengan sistem kontrolnya masing-masing yang sudah dilengkapi dengan OPC (OLB for Process Control; OLE = Object Linking & Embedding) Server, bisa memasangkan suatu Industrial Web Server dengan ‘Teknologi XML yang kemudian bisa dengan mudah diakses dengan Web Browser biasa seperti yang kita gunakan untuk kegiatan browsing sehari -hari. Beberapa penelitian mengenai Mobile SCADA telah dilakukan. Lembaga penelitian High Beam Research di Chicago telah mengembangkan sistem ini untuk keperluan pengendalian sistem pengairan dan sistem pemompaan Sistem SCADA yang dikembangkan menggunakan RTU, suatu perangkat pengendalian dengan media komunikasi radio. Pada sistem ini terdapat suatu sistem pengendalian berbasis komputer yang terletak pada sebuah Control Center. Sistem seperti ini sangat efektif digunakan untuk memantau operasi- operasi secara Remote, namun pada suatu area yang terbatas. Sistem ini dilaporkan mampu menghemat biaya secara signifikan karena dapat menghemat tenaga manusia dan menghemat energi. Penelitian lain adalah yang dilakukan lembaga riset CSIRO, Canberra, Australia. Sistem Mobile SCADA yang dikembangkan menggunakan GPRS sebagai media komunikasinya dan menggunakan mikroprosesor yang murah untuk mesin SCADA, sehingga dihasilkan sistem SCADA yang murah dan fleksibel (Mayer dan Taylor, 2002). Penelitian di atas lebih dikhususkan untuk sistem SCADA pada jaringan sensor. Jaringan sensoradalah suatu sistem yang terdiri dari banyak microcontroller kecil yang mempunyai alat sensor, yang bekerja bersama pada jaringan nirkabel. Penelitian tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan suatu sistem Mobile SCADA dengan protokol atau aturan-aturan kendali yang nantinya akan menjadi landasan bagi pembuatan perangkat lunak sistem, Protokol ini nantinya harus dibuat sedemikian rupa sehingga perangkat lunak serta perangkat keras yang dibangun dalam sistem ini bersifat generik, mudah digunakan, mudah dirawat, mudah beradaptasi, dan Mobile sehingga tepat digunakan oleh industri menengah ke bawah di Indonesia. Selain itu sistem Mobile SCADA ini menggunakan media komunikasi Paket Data CDMA. 7. Rangkuman SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control and Data Acquisition. SCADA merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan informasi atau datadata dari lapangan dan kemudian mengirimkan-nya ke sebuah komputer pusat yang akan mengatur dan mengontrol data-data tersbut. Sistem SCADA tidak hanya digunakan dalam proses-proses industri, misalnya, pabrik baja, pembangkit dan pendistribusian tenaga listrik (konvensional maupun nuklir), pabrik kimia, tetapi juga pada beberapa fasilitas eksperimen seperti fusi nuklir. Dari sudut pandang SCADA, ukuran pabrik atau sistem proses mulai dar 1.000an hingga 10.000an 1/O (luara/masukan), namun saat ini sistem SCADA sudah bisa menangani hingga ratusan ribu I/O. Ada banyak bagian dalam sebuah sistem SCADA. Sebuah sistem SCADA biasanya memiliki perangkat keras sinyal untuk memperoleh dan mengirimkan 1/O, kontroler, jaringan, antarmuka pengguna dalam bentuk HMI (Human Machine Interface), piranti komunikasi dan beberapa perangkat lunak pendukung. Semua itu menjadi satu sistem, istilah SCADA merujuk pada sistem pusat keseluruhan, Sistem pusat ini biasanya melakukan pemantauan datadata dari berbagai macam sensor di lapangan atau bahkan dari tempat2 yang lebih jauh lagi (remote locations). 8. Latihan Kerjakan soal latihan berikut pada lembar soal. a, Apa manfaat sistem SCADA? b. Dimana sistem SCADA digunakan? cc. Mengapa perlu menggunakan sistem SCADA? d. Bagaimana prinsip kerja sistem SCADA?

Anda mungkin juga menyukai