Pipa Tersier dalam Sistem Distribusi Air
Pipa Tersier dalam Sistem Distribusi Air
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan akan
menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air
bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi system penyediaan air minum.
Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas fisik,
Kebutuhan air adalah banyaknya jumlah air yang dibutuhkan untuk keperluan
rumah tangga, industri dan lain-lain. Prioritas kebutuhan air meliputi kebutuhan
Kebutuhan air merupakan jumlah air yang diperlukan secara wajar untuk
keperluan pokok manusia (domestik) dan kegiatan lainnya yang memerlukkan air,
Kebutuhan air dikategorikan dalam kebutuhan air domestic dan non domestic,
kebutuhan air domestic adalah kebutuhan air yang digunakan untuk keperluan
rumah tangga yaitu untuk keperluan minum, memasak, mandi, mencuci pakaian
8
9
serta keperluan lainnya. Sedangkan kebutuhan air non domestic digunakan untuk
sekolah, rumah sakit, tempat ibadah dan niaga. Dalam evaluasi disesuaikan
dengan standard Ditjen Cipta Karya (DPU), 1996 pada table 2.1. dan juga sarana
Sistem transmisi adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyalurkan air
bersih dari tempat pengambilan (intake) sampai tempat pengolahan atau dari
menjadi :
- Sistem gravitasi
Sistem ini digunakan apabila kondisi persediaan berada pada elevasi yang lebih
- Sistem pompa
Prinsip sistem ini adalah dengan memberikan energi pada aliran air, sehingga
air dapat mencapai unit distribusi yang memiliki elevasi lebih tinggi dibandingkan
seperti kebocoran, oleh karena itu jumlah persediaan maksimum harian harus
1996 : 25). Fluida yang di alirkan melalui pipa bisa berupa zat cair atau gas dan
tekanan bisa lebih besar atau lebih kecil dari tekanan atmosfer.
Apabila zat cair di dalam pipa tidak penuh maka aliran termasuk dalam aliran
saluran terbuka atau karena tekanan di dalam pipa sama dengan tekanan atmosfer
(zat cair di dalam pipa tidak penuh), aliran temasuk dalam pengaliran terbuka.
Karena mempunyai permukaan bebas, maka fluida yang dialirkan adalah zat cair.
atmosfer.
Perbedaan mendasar antara aliran pada saluran terbuka dan aliran pada pipa
adalah adanya permukaan yang bebas yang (hampir selalu) berupa udara pada
saluran terbuka. Jadi seandainya pada pipa alirannya tidak penuh sehingga masih
ada rongga yang berisi udara maka sifat dan karakteristik alirannya sama dengan
12
aliran pada saluran terbuka (Kodoatie, 2002: 215). Misalnya aliran air pada
gorong-gorong.
Pada kondisi saluran penuh air, desainnya harus mengikuti kaidah aliran pada
pipa, namun bila mana aliran air pada gorong- gorong didesain tidak penuh maka
sifat alirannya adalah sama dengan aliran pada saluran terbuka. Perbedaan yang
lainnya adalah saluran terbuka mempunyai kedalaman air (y), sedangkan pada
pipa kedalam air tersebut ditransformasikan berupa (P/y). Oleh karena itu konsep
analisis aliran pada pipa harus dalam kondisi pipa terisi penuh dengan air.
Zat cair riil didefinisikan sebagi zat yang mempunyai kekentalan, berbeda
dengan zat air ideal yang tidak mempunyai kekentalan. Kekentalan disebabkan
karena adanya sifat kohesi antara partikel zat cair. Karena adanya kekentalan zat
cair maka terjadi perbedaan kecepatan partikel dalam medan aliran. Partikel zat
cair yang berdampingan dengan dinding batas akan diam (kecepatan nol) sedang
yang terletak pada suatu jarak tertentu dari dinding akan bergerak. Perubahan
kecepatan tersebut merupakan fungsi jarak dari dinding batas. Aliran zat cair riil
Persyaratan kualitas menggambarkan mutu dan kualitas dari air baku air
banyaknya air baku yang tersedia, artinya air baku tersebut dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan sesuai dengan kebutuhan daerah dan jumlah penduduk yang
akan dilayani.
Persyaratan kuantitas juga dapat ditinjau dari standard debit air bersir bersih yang
Air baku untuk air bersih harus dapat di ambil terus menerus dengan fluktuasi
debit yang relatif tetap, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.
Kontinuitas juga dapat diartikan bahwa air bersih harus tersedia 24 jam per hari
atau setiap saat diperlukkan, kebutuhan air tersedia. Akan teteapi kondisi ideal
tersebut hampir tidak dapat dipenuhi pada setiap wilayah Indonesia, sehingga
pemakaian air yaitu minimal selama 12 jam per hari, yaitu pada jam – jam
Kontinuitas aliran sangat penting ditinjau dari dua aspek, pertama adalah
dan pekerjaannya dalam jumlah yang tidak ditentukkan. Karena itu diperlukkan
14
waktu yang tidak ditentukkan, karena itu diperlukkan reservoir pelayanan dan
Apabila suatu aliran pipa terdiri dari pipa-pipa dengan ukuran yang
berbeda, pipa tersebut adalah dalam hubungan pipa seri. Gambar 2.1.
pipa adalah L1, L2, L3; D1, D2, D3 dan f1, f2, f3.
Jika beda tinggi muka air kedua kolam diketahui, akan dicari besar debit
Kehilanagan tenaga masing-masing pipa adalah hf1, hf2 dan hf3. Dianggap bahwa
Pipa ini merupakan pipa yang berfungsi membawa air minum dari instalasi
pengolahan atau reservoir distribusi ke suatu daerah pelayanan. Pipa primer ini
Pipa sekunder merupakan pipa yang disambungkan langsung pada pipa primer
dan mempunyai diameter yang sama datau lebih kercil dari pipa primer.
3. Pipa tersier
Pipa ini berfungsi untuk melayani pipa servis karena pemasangan langsung
pada pipa servis pada pipa primer sangat tidak menguntungkan, mengingat dapat
terganggunya pengaliran air dalam pipa dan lalu lintas di daerah pemasangan.
Pipa tersier dapat disambungkan langsung pada pipa sekunder atau primer.
4. Pipa servis
Pipa servis merupakan pipa yang dihubungkan langsung pada pipa sekunder
berikut :
- Tekanan dari luar pipa, yaitu tekanan tanah dan air tanah, serta
bersangkutan
17
Jenis pipa yang umum digunakan untuk pipa induk adalah ACP (Asbestos
cement Pipe), DCIP (Ductile Cast Iron Pipe), GIP (Galvanis Iron Pipe), PVC
Jenis pipa ini dibuat dari campuran semen dan asbes, diameter terkecilnya yaitu
130 cm dan daya tahan tekannya 3,5 kg/cm2 sampai 14 kg/cm2 tidak dipengaruhi
asam, asin dan tahan terhadap material yang bersifat korosif Akan tetapi
mempunyai kelemahan yakni mudah retak dan pecah selam perjalanan angkutan
Jenis pipa yang terbuat dari besi tuang yang dilapisi oleh lapisan anti korosi
Jenis pipa ini sangat kuat, berat, tahan lama tetapi harganya mahal.
Jenis pipa ini dibuat dari baja atau besi tempa, umumnya tahan terhadap beban
memerlukan tiang penyangga di bawah jalan kereta api atau jalan raya serta pada
perlintasan sungai (jembatan pipa) Pipa ini tidak tahan terhadap material korosif
Pipa ini bersifat fleksibel, panjang pipa biasanya 6 meter. PVC anti karat dan
tahan terhadap zat kimia serta tidak mudah terbakar, sehingga dapat diterapkan
pelindung kabel listrik dan telekomunikasi karena pipa ini mempunyai sifat non-
sehingga tidak menghambat aliran air dan dapat mengurangi timbulnya endapan.
Sistem Distribusi air bersih terbagi atas reservoir dan system perpipaan
a. Reservoir
Reservoir adalah tangki yang terletak pada permukaan tanah maupun diatas
permukaan tanah yang berupa tower air baik untuk system gravitasi ataupun
distribusi.
System yang mampu membagikan air pada setiap konsumen dengan berbagai
cara, baik dalam bentuk sambungan langsung rumah (house connection) atau
sambungan melalui kran (public tap). Pada zat cair yang biasanya mempunyai
kekentalan terjadinya gesekan antara zat cair dengan dinding pipa atau antara zat
distribusi.
perpiaan ada akhirnya (bagian ujung), tapping untuk suplai bangunan dapat
diperoleh dari cabang utama kecil (sub mains) yang dihubungkan oleh pipa mains,
pipa mains dihubungkan kepipa utama, aliran dalam perpiaan selalu sama.
Keuntungan:
Kerugian:
a) Endapan dapat berkumpul karena aliran diam bila flushing tidak dilakukan,
b) Bila ada bagian yang diperbaiki, bagian bawahnya tidak akan mendapat air.
2. Sistem loop/grid, tidak ada ujungnya, air mengalir lebih dari satu arah, pada
sistem ini, jaringan pipa induk distribusi saling berhubungan satu dengan yang
lain membentuk lingkaran-lingkaran, sehingga pada pipa induk tidak ada titik
mati (dead end) dan air akan mengalir ke suatu titik yang dapat melalui beberapa
Keuntungan:
b) Perbaikan pipa tidak akan menyebabkan daerah lain tidak kebagian air, karena
Kerugian:
melingkar dan sistem bercabang. Sistem ini diterapkan untuk daerah pelayanan
dengan karakteristik :
b. Bentuk perluasan kota yang tidak teratur, demikian pula jaringan jalannya
c. Terdapat daerah pelayanan yang terpencil dan elevasi tanah yang bervariasi.
a. Kecepatan aliran
b. Diameter pipa
e. Panjang pipa
22
b. Jangkauan pelayanan
c. Kebocoran pipa
Pada zat cair yang mengalir di dalam bidang tanpa batas (pipa, saluran
terbuka atau bidang datar) akan terjadi tegangan geser dan gradien kecepatan pada
seluruh medan aliran karena adanya kekentalan. Tegangan geser tersebut akan
Dipandang suatu aliran turbulen dan mantap melalui pipa seperti yang
ditunjukkan dalan gambar (2.5.). Diameter pipa adalah D dan pipa miring dengan
Gaya gaya yang bekerja adalah gaya tekanan, berat zat cair dan gaya geser.
p1 V 1 p2 V 2
Z1 + + = Z2 + + + hf
γ 2g γ 2g
Apabila pipa mempunyai penampang konstan dapat ditulis, maka V1 = V2, dan
persamaan diatas dalam bentuk yang lebih sederhana untuk kehilangan energi
akibat gesekan.
p1 p2
hf = (Z1 + ) – (Z2 + )
γ γ
atau
∆p
hf = ∆ z +
γ
kehilangan energi sama dengan jumlah dari perubahan tekanan tinggi tempat.
Seperti terlihat pada gambar (2.5.) tampang lintang aliran melalui pipa adalah
31), apabila pipa adalah hidrolis halus parameter tersebut adalah kecepatan aliran
diameter pipa dan kekentalan zat cair dalam bentuk angka reynolds.
Tahanan pada pipa kasar lebih besar dari pada pipa halus, untuk pipa halus
nilai f hanya tergantung pada angka Reynolds. Untuk pipa kasar nilai f tidak
hanya tergantung angka Reynolds, tetapi juga pada sifat-sifat dinding pipa yaitu
laminer dan turbulen sampai pada angka Reynolds Re = 6 10 , dan untuk enam
kali percobaan dengan nilai k/D (kekasaran relatif) yang bervariasi antara 0.0333
sampai 0.000985.
Daerah I merupakan daerah aliran laminer dimana Re < 2000. Hubungan antara
vertikal yang sama), dan tidak dipengaruhi oleh kekasaran pipa. Di daerah ini
b. Daerah II
Daerah ini terletak antara Re = 2000 dan Re = 4000, yang merupakan daerah
tidak stabil dimana aliran berubah dari laminer ke turbulen atau sebaliknya. Aliran
c. Daerah III
Daerah ini merupakan daerah aliran turbulen Re > 4000 dimana kekasaran
Daerah ini di tunjukan oleh garis paling bawah dari gambar 3, yang merupakan
aliran turbulen melalui pipa [Link] gesekan pipa f dapat dihitung dengan
rumus Blasius.
Di daerah sub transisi ini koefisien gesekan tergantung pada angka Reynolds dan
kekasaran pipa. Daerah ini terletak antara garis paling bawah dan garis terputus
Sub daerah ini terletak di atas garis terputus. Apabila angka Reynolds di atas suatu
nilai tertentu, koefisien gesekan tidak lagi tergantung pada angka Reynolds, tetapi
hanya tergantung pada kekasaran [Link] suatu nilai k/D tertentu nilai f
adalah konstan dan sejajar dengan sumbu harisontal. Di daerah ini pengaliran
langsung dengan 2V dan tidak tergantung pada angka Reynolds, nilai f dapat
ada pada pengaliran di dalam pipa berada pada daerah transisi dimana nilai f
dan kecepatan aliran tertentu, maka kehilangan tenaga akibat gesekan dapat
langsung [Link] jika diameter atau kecepatan tidak diketahui maka angka
dengan menentukan secara sembarang nilai angka Reynolds atau f pada awal
26
hitungan dan dengan cara coba banding (trial and error) akhirnya dapat dapat
dihitung nilai f yang terakhir (yang benar). Oleh karena nilai f berkisar antara 0.01
dan 0.07, maka yang paling baik adalah menganggap nilai f , dan biasanya dengan
dua (2) atau tiga (3) kali percobaan akan dapat diperoleh nilai f yang benar.
a. Sosial umum:
b. Sosial khusus:
a. Rumah Tangga A:
b. Rumah Tangga B:
c. Rumah Tangga C:
3. Niaga meliputi :
a. Niaga kecil:
b. Niaga besar:
27
4. Industri meliputi :
a. Industri kecil:
b. Industri besar :
5. Sekolah meliputi :
6. Industri pemerintahan :
Dengan cara analisis data jumlah pelanggan dan realisasi penggunaan dapat
Kebutuhan air bersih yang akan dating untuk PDAM Sungai Lilin dapat
Y = A + ( B * x ) ................................................................................................
(2.2)
∑Y −B ∑ Y
A=
n
n ∑ XY −∑ X .∑Y
B= 2
n ∑ X −¿ ¿
X = Tahun proyeksi
Kebutuhan air bersih untuk tiap tiap kecamatan dapat dirumuskan sebagai berikut.
Kebutuhan air bersih tiap tiap pelanggan dapat dirumusan sebagai berikut.
Debit aliran air pada pengaliran dalam pipa dianggap konstan karena air
dianggap fluida yang tidak dimampatkan. Oleh sebab itu berlaku persamaan
kontiunitas :
29
Q = A.V = Konstan
Q
V=
A
1
A= x π x D2
4
Q1 = Q2 = Q3 = Qn ................................................................................( 2.5.a )
Secara umum didalam suatu instalasi jaringan pipa dikenal dua macam
kehilangan energi :
Ada beberapa teori dan formula untuk menghitung besarnya kehilangan tinggi
Darcy-Weisbach yaitu :
30
hf = k.Q2 ....................................................................................................(2.6)
Dimana :
Q
V= ....................................................................................................(2.7)
A
Q= A.V ....................................................................................................(2.8)
V .D
ℜ= ....................................................................................................(2.9)
µ
0,316
f= 0,25 ..................................................................................................(2.10)
ℜ
8. f . L
k= 2 2 ..................................................................................................(2.11)
g. π . D
Re = Angka reynold
f = Koefesien gesekan
k = Kekasaran pipa
Ada berbagai macam kehilangan tinggi tekan minor adalah sebagai berikut :
perusahaan air minum, oleh karena itu harus dibuat perencanaan yang teliti untuk
mendapatkan system distribusi yang efisien. Jumlah atau debit air yang disediakan
tergantung pada jumlah penduduk dan macam industry yang dilayani. (Iwan
Rustanto, 2002).
Analisis jaringan pipa ini cukup rumit dan memerlukan perhitungan yang
besar, oleh karena itu penggunaan computer dalam analisis ini akan mengurangi
Pada penelitian ini menggunakan metode Hardy Cross dan bantuan program
Aliran keluar dari system biasanya dianggap terjadi pada awal titik-titik simpul,
metode Hardy Cross ini dilakukan secara iterasi. Pada awal hitungan ditetapkan
debit aliran melalui masing masing pipa secara sembarangan, kemudian dihitung
32
debit di semua pipa berdasarkan nilai awal tersebut. Prosedur hitungan diulangi
lagi sampai persamaan kontiunitas di setiap titik simpul dipenuhi, prinsip metode
Hardy Cross adalah bahwa debit air yang masuk harus sama dengan debit air
yang keluar.0
syarat kontinuitas.
3. Jaringan pipa dibagi menjadi sejumlah jaring tertutup sedemikian sehingga tiap
4. Hitung jumlah kerugian tinggi tenaga sekeliling tiap-tiap jarring, yaitu ∑hf.
6. Pada tiap jaring diadakan koreksi debit Q supaya kehilangan tinggi energi
∑Hf
Q = ……………………………………………………………....
∑ {2 kQo }
(2.12)
7. Dengan debit yang telah dikoreksi sebesar Q = Q 0 + Q, prosedur dari no. 1
sampai no. 6 diulangi hingga akhir Q 0,dengan Q adalah debit sebenarnya
Hf = kQ02 + 2k.Q0.Q………………………………………………………..(2.12)
∑hf = 0
∑ kQ 02
Q =
∑ {2 kQo }
Hitungan jaringan pipa sederhana dilakukan dengan membuat table untuk setiap
jarring. Dalam setiap jarring tersebut jumlah aljabar kehilangan energy adalah nol
dengan catatan aliran searah jarum jam (ditinjau dari pusat jaringan) diberi tanda
positif sedangkan yang berlawanan arah jarum jam diberi tanda negatif, untuk
memudahkan hitungan dalam tiap jaringan selalu dimulai dengan aliran yang
Keterangan :
h e = Kehilangan energi akibat pengecilan penampang
V = Kecepatan aliran(m/dtk)
g = Gravitasi (m/dtk)
2.11.4 Mencari Kehilangan Energi Yang Terjadi Pada Belokan Pipa
34
Kehilangan energi yang terjadi pada belokan pipa tergantung pada sudut
V2
hb = kb
2g
suatu jaringan air bersih yang diberikan kepada aspek khusus dari aktifitas
jaringan dan tujuan sistem (konsumen) (Deb dan Cesario, 1997 dalam Larry Bab
IX hal. 4). Efisiensi meliputi bagaimana suatu sistem penyediaan air bersih dapat
a) Dapat memberikan seluruh aspek yang relevan dari seluruh aspek dalam sistem
c) Terdiri hanya dari faktor-faktor indikator kinerja jaringan yang dapat dipenuhi
oleh target pelayanan, peralatan dan harga yang mahal harus dihindari
35
e) Dapat menjadi aplikatif untuk semua sistem dengan karakteristik yang berbeda.
Secara garis besar untuk kebutuhan penelitian ini dapat diambil 3 indikator
1. Hydraulic Performance
Dititik beratkan pada tekanan dalam pipa (pressure head), dan variasi tekanan.
konsumen.
3. Reliability Performance
konsumen.
konsumen akan air bersih, serta akan memberikan masukan yang baik bagi
pembangunan / pengembangan suatu sistem jaringan air bersih dari suatu kota /
kawasan (Larry, 1999, Bab IX hal.7). Sehingga dengan indikator kinerja jaringan
yang baik, maka akan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan,
b) Kualitas (Quality)
Merupakan kualitas pelayanan dari suatu sistem penyediaan air bersih, sehingga
pelanggan.
pelanggan.
Ada tiga kegiatan yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian kinerja
a).Kinerja penyediaan air bersih sangat terkait dengan kualitas dan kuantitas air
b). Kinerja penyediaan air bersih ditentukan oleh tingkat efektifitas dan efisiensi
dalam pengadaannya.
37
c) Berbagai kriteria teknis dan standar desain yang berlaku dalam perencanaan
sistem penyediaan air bersih, seperti kualitas air baku, sistem transmisi, sistem
distribusi, dan proses pengolahan air serta mengacu pada standar kualitas air
biaya yang dikeluarkan dibandingkan dengan kualitas dan kuantitas air yang
Kinerja pelayanan atau penyediaan air bersih di setiap daerah yang dilayani
oleh PDAM belum tentu kualitas dan kuantitasnya sama dengan daerah lainnya.
Karenanya dalam penelitian ini, penilaian kinerja pelayanan air bersih pada suatu
lokasi atau daerah tertentu akan digunakan acuan berupa kriteria teknis pelayanan
2.
2.9.
Hal yang paling diharapkan oleh masyarakat sebagai pengguna pelayanan air
sehingga kuantitas dan kontinuitas aliran air bersih menjadi hal yang utama dalam
memenuhi standar baku mutu kualitas air bersih, serta tidak menimbulkan dampak
yang buruk bagi kesehatan manusia maupun lingkungan juga merupakan harapan
bagi setiap pengguna jasa layanan air bersih. Dengan adanya kualitas air bersih
yang memenuhi sntandar baku mutu, maka akan meningkatkan tingkat kepuasan
dilihat bahwa ada suatu hubungan keterkaitan yang erat antara Kinerja Pelayanan
penyedia layanan air bersih yang dalam hal ini adalah PDAM dan Tingkat
Kepuasan Pelanggan yang dalam hal ini adalah masyarakat pengguna layanan.
Jika PDAM sebagai penyedia layanan dapat meningkatkan kinerja sistem jaringan
distribusi air minum nya, maka secara otomatis akan juga meningkatkan Tingkat
berkualitas bila memenuhi standar standar yang ditetapkan. Untuk itu biasanya
penyedia jasa telah membuat standar jasa yang akan dihasilkannya. Pengertian
lain tentang kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan
produk, manusia, proses dan tugas serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi
harapan pelanggan atau konsumen. Dari pengertian ini terlihat bahwa selera dan
harapan konsumen bersifat dinamis atau selalu berubah, oleh karenanya kualitas
produk juga harus dapat menyesuaikannya. Dan hal ini merupakan tanggung
39
Kualitas jasa pelayanan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu : “layanan
service). Apabila jasa yang dirasakan atau diterima oleh pelanggan sesuai dengan
yang diharapkan, maka kualitas jasa dipersepsikan baik dan memuaskan. Jika jasa
sebagai kualitas yang ideal. Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah
daripada yang diharapkan, maka kualitas jasa dipersepsikan buruk. Ini berarti
bahwa kualitas harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada
persepsi pelanggan.
banyak faktor. Untuk menilai atau menentukan jasa berkualitas atau tidak maka
harus diidentifikasi faktor utama yang menentukan kualitas jasa. Menurut Fandy
Tjiptono (Prinsip-prinsip Total Quality Service,2001, hal 2) untuk produk jasa ada
1. Bukti langsung (tangible), yaitu bukti fisik dari jasa, bisa berupa fasilitas fisik,
peralatan yang dipergunakan dan representasi dari jasa (misalnya untuk jasa
penanganan air bersih : air yang disuplai ke konsumen memenuhi standar air
dengan segera, akurat dan memuaskan. Beranjak dari dimensi kualitas jasa,
tahap berikutnya yang juga harus dipahami oleh penyedia jasa adalah apakah
penyediaan air bersih, bila pelanggan puas maka ia akan ikut berpartisipasi
aktif didalam kegiatan yang dilakukan, didalam hal ini pelanggan akan taat
membayar retribusi.
2001, hal.127-133) :
(atau norma kinerja lainnya) dan kinerja actual produk yang dirasakan setelah
Behavior”).
Terdapat hubungan yang erat antara kualitas jasa dengan kepuasan pelanggan.
Konsep kepuasan pelanggan jasa sebenarnya bersifat abstrak, hal ini karena
sifat dari kualitas jasa itu sendiri juga bersifat abstrak yaitu menyangkut persepsi
pelanggan jasa. Berbeda dengan pelanggan produk barang, yang dapat dengan
mudah menilai kualitas barang dari aspek wujudnya, seperti warna, ukuran,
kualitas bahan, kualitas modal dan lain-lain. Demikian pula kepuasan pelanggan
jasa pelayanan penanganan sampah, jasa pelayanan pengadaan air bersih bersifat
Pada jasa, mengukur kualitas berarti menilai kinerja suatu jasa dengan
pengguna jasa, sehingga hal ini tidak mudah dilakukan. Namun demikian
sebagaimana yang disampaikan oleh Garvin, secara teoritis kualitas jasa dapat
untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang
tentang fenomena sosial”. Dengan skala Likert ini, dimensi kualitas pelayanan
yang pada dasarnya merupakan cerminan dari dimensi kepuasan (yang dalam tesis
gradasi, yaitu : sangat tidak setuju s/d setuju; sangat tidak puas s/d sangat puas
42
atau sangat jelek s/d sangat bagus. Masing-masing jawaban diberi skor penilaian
No Nilai Keterangan
2 4 Puas / baik
dengan kontinuitas aliran yang terjamin akan menjadi hal yang utama dalam
penentuan kepuasan bagi masyarakat pelanggan air bersih. Manfaat yang dapat
diambil dari pengukuran tingkat kepuasan pelanggan terhadap jasa penyediaan air
ini dapat berarti menurunkan harga satuan per unit air bersih yang disediakan,
periode waktu yang lama akan dapat menghasilkan antusias yang lebih besar