Membangun Jaringan dengan PC Router
Membangun Jaringan dengan PC Router
MENGGUNAKAN PC ROUTER
POKOK BAHASAN
1. Membuat router menggunakan PC
TUJUAN PRAKTIKUM :
1. Siswa mampu mensetting ip address
2. Siswa mampu melakukan IP FORWARDING
3. Siswa mampu merutekan ip lokal dengan ip public menggunakan IPTABLES
PERANGKAT PRAKTIKUM :
Alat :
Operating system Linux debian terinstall (file interfaces, [Link], iptables) dan internet
Dengan ketentuan NIC 1 (terhubung ke internet) [Link]/24
NIC 2 (terhubung ke LAN) [Link]/24
Bahan :
1 unit PC server rakitan dengan minimal 2 NIC, dan 1 unit pc client terinstall OS dan aplikasi internet explorer
LANDASAN TEORI
Pengertian Router
Pengertian router. Router merupakan perangkat keras jaringan komputer yang dapat digunakan untuk
menghubungkan beberapa jaringan yang sama atau berbeda. Router adalah sebuah alat untuk mengirimkan
paket data melalui jaringan atau internet untuk dapat menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.
Proses routing terjadi pada lapisan 3 dari stack protokol tujuh-lapis OSI. Router terkadang digunakan untuk
mengoneksikan 2 buah jaringan yang menggunakan media berbeda, seperti halnya dari Ethernet menuju ke
Token Ring. Itulah pengertian router.
Fungsi Router
Router memiliki fungsi utama untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik itu secara statis ataupun
DHCP kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address yang unik yang
dibagikan router tersebut kepada setiap komputer dapat memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung
serta melakukan komunikasi, baik itu pada LAN atau internet.
Pada saat ini, perangkat router sudah lebih canggih dan modern. fungsi router tidak saja hanya dapat
menghubungkan dengan sambungan kabel LAN, melainkan dapat dengan teknologi wireless. Dengan demikian,
router pada saat ini dapat disambungkan pada setiap komputer, laptop, gadget, smartphone yang berada pada
jangkauan router tersebut. Cukup dengan memanfaatkan sebuah gelombang radio yang dipancarkan oleh router.
Itulah fungsi router.
Setting file interfaces pada directory /etc/network menggunakan tekt editor nano
nano /etc/network/interfaces ( akan muncul tekt editor, kemudian ketikan script )
# ip yang terhubung ke internet
auto enp7s4
Iface enp7s4 inet static
address [Link]
network [Link]
netmask [Link]
broadcast [Link]
gateway [Link]
dns-nameservers [Link] [Link] [Link] [Link]
#ip yang terhubung ke LAN
auto enp0s25
iface enp0s25 inet static
address [Link]
netmask [Link]
Simpan menggunakan perintah CTRL O dan keluar dari tekt editor menggunakan perintah CTRL X
kemudian restart pengaturan ip addres menggunakan perintah
/etc/init.d/networking restart
2. Setting FORWARD
Setting file [Link] pada directory /etc menggunakan text editor nano
nano /etc/[Link] (akan muncul text editor)
cari script #net.ipv4.ip_forward=1 (kemudian hilangkan tanda pagar)
Simpan menggunakan perintah CTRL O dan keluar dari tekt editor menggunakan perintah CTRL X
Periksa hasil script tadi menggunakan perintah
sysctl –p (akan mencetak)
net.ipv4.ip_forward=1
kemudian ketikan perintah
cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward (akan mencetak)
1
2
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk menetapkan
berbagai parameter jaringan ke perangkat. Ini sangat menyederhanakan administrasi jaringan, karena tidak perlu
menetapkan parameter jaringan statis untuk setiap perangkat.
Persiapan Awal
Pastikan anda telah menkonfigurasi Static IP Address di Interfaces yang akan menjadi DHCP Server
Gunakan SuperUser ( user yang memilkik akses penuh, Sudo / Root User )
Konfigurasikan DHCP
Selanjutnya, anda akan mengedit file dhcp, ikuti peritah di bawah dan rubah konfigurasi nya seperti di bawah.
nano /etc/dhcp/[Link]
Cari text # specify network address and subnet-mask lalu edit konfigurasi seperti di bawah
# add to the end
# specify network address and subnet-mask
subnet [Link] netmask [Link] {
range [Link] [Link];
option subnet-mask [Link];
option domain-name-servers [Link], [Link];
option domain-name “[Link]”;
option routers [Link];
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
Penjelasan Options
default-lease-time = angka yang menetapkan waktu sewa default dalam hitungan detik.
max-lease-time = angka yang menentukan waktu sewa maksimum, dalam hitungan detik
option domain-name-servers = Alamat IP atau alamat server DNS yang mungkin digunakan klien.
option domain-name = Nama domain yang akan diberikan kepada klien untuk digunakan.
range [Link] [Link] = menentukan rentang alamat IP yang akan digunakan server untuk
menyewa IP.
option routers = mendefinisikan alamat IP dari gateway Anda atau titik keluar jaringan.
Terakhir
Tentukan interfaces yang keluar ke arah client
nano /etc/default/isc-dhcp-server
ganti ini
INTERFACESv4=""
Dengan ini
INTERFACESv4="eth0" # eth0 adalah nama interface yang terhubung ke jaringan lokal
Setelah setting selesai coba browsing ke internet atau lakukan perintah ping ke [Link]
3
LEMBAR PENILAIAN PRAKTEK
SIKAP KERJA 5
HASIL KETERAMPILAN 50
Pada Server
Setting Interfaces - Memastikan PC sudah terpasang 15
Ip address dengan benar
WAKTU CEPAT 10
LEBIH CEPAT 20
LAMBAT 5
JUMLAH
4
Network Troubleshooting
I. Tujuan
Praktikan mampu menganalisis dan menyelesaikan troubleshooting pada jaringan Komputer atau internet
II. Keperluan
a. Komputer dengan OS Linux Fedora Core 5 dan WindowsXP
b. Repository fedora core 5
c. Praktikan sudah pernah menggunakan command line (CLI) di Linux dan Command Prompt di
Windows
1. ipconfig
ipconfig merupakan tools untuk menampilkan setting jaringan yang digunakan oleh sebuah
komputer. Administrator atau pengguna sebelum menggunakan tools lainnya, sebaiknya
memeriksa hasil tools ini terlebih dahulu, memastikan bahwa konfigurasi yang di entri (secara
manual) atau yang didapatkan dari server DHCP sudah valid. Opsi yang dipraktekkan : ipconfig,
ipconfig/all, ipconfig/release, ipconfig/renew
5
2. ping
Digunakan untuk test atau checking koneksi dengan menggunakan protokol ICMP. Pada jaringan
umumnya administrator memanfaatkan tools ini untuk mempermudah penyelesaikan
troubleshooting jaringan.
Opsi yang dipraktekkan : ping ipgateway, ping ipdnsserver, ping –t ipserver
Beberapa pesan yang mungkin muncul jika pinging tidak berhasil antara lain :
TTL Expired in Transit : artinya jumlah hop (router) yang dilalui untuk berkomunikasi dengan
server tersebut telah melebihi TTL (Time To Live), gunakan ping –i untuk mendefinisikan TTL
pada saat melakukan ping
Destination Host Unreachable : artinya packet yang dikirimkan tidak mampu sampai ke tujuan,
biasanya disebabkan oleh table routing yang tidak tepat di mesin default gateway, atau router/hop
diatasnya.
Request Timed Out : artinya pesan echo replay tidak dapat diterima kembali dalam waktu yang
sudah ditentukan. Biasanya pesan ini muncul karena blockade yang mungkin dilakukan oleh
firewall (baik disisi router maupun di sisi target).
Ping request could not find host : artinya resolving domain server tersebut pada pc kita tidak
dapat menerjemah ke IP address. Hal ini biasanya karena setting DNS client masih keliru atau
komunikasi kita dengan DNS server terganggu/terputus.
3. nslookup
nslookup digunakan untuk mendiagnosa layanan DNS server, melakukan query untuk memetakan
suatu domain menjadi IP address atau sebaliknya. Tools nslookup juga dapat digunakan untuk
mengetahui mx (mail server) atau ns (nameserver) yang bertanggung jawab terhadap suatu
domain.
Opsi yang dipraktekkan : nslookup [Link], nslookup (enter) lalu set
query=mx atau set query=ns
6
4. tracert
tracert singkatan dari traceroute, yakni tool untuk menampilkan jalur atau routing perjalanan
packet komunikasi antara komputer kita dengan komputer (server) lain. Tool ini akan
menampilkan jumlah hop (router) yang dilalui ketika menuju server target.
Opsi yang digunakan : tracert ipserver/domain, tracert –d ipserver/domain
7
5. pathping
merupakan tools pada windows yang digunakan untuk mengukur network latency dan
network loss (dalam persentase) pada hop tertentu diantara alamat asal dan alamat tujuan.
Opsi yang digunakan : pathping -n ipserver/domain
6. Netstat
Netstat singkatan dari network status, digunakan untuk berbagai
keperluan, antara lain menampilkan tabel routing, menampilkan services
yang berjalan pada Windows, menampilkan port protokol komunikasi
yang sedang terjadi.
Opsi yang dipraktekkan: netstat -rn, netstat –an
8
Troubleshooting Network yang paling sering terjadi pada Windows
Koneksi Internet Terputus, apa yang harus dilakukan ?
Beberapa langkah yang sebaiknya diikutin adalah sebagai berikut :
Step 1: Cek nyala lampu pada Ethernet dan kabel Ethernet
- Jika tidak ada tanda koneksi, check kabelnya
- Cek juga lampu pada hub/switch termasuk powernya.
Step 2: Pastikan, setting ip,dns dan default gw sudah dikonfigurasi dengan tepat.
- gunakan ipconfig, ipconfig/all untuk memeriksa.
- gunakan ipconfig/release, ipconfig/renew untuk jaringan
yang menggunakan dhcp.
Step 3: Ping Default Gateway
- ip default gateway dapat dilihat melalui perintah ipconfig
Step 4: Ping DNS dan proxy server (jika policy jaringan harus menggunakanproxy)
Step 5: Jika semuanya berhasil, ping dan tracert ke ipserverdns dan ipserverproxy
Step 6: Jika semuanya berhasil, coba ping dan tracert ke situs luar spt [Link]
B. Linux OS
Mirip dengan pada Sistem Operasi Windows, pada Linux juga terdapat beberapa tools atau
utility yang fungsinya hampir sama untuk mengatasi berbagai
masalah pada jaringan.
Misalnya :
1. ifconfig
Digunakan untuk menampilkan atau melakukan setting TCP/IP pada interfacejaringan
yang kita miliki.
9
Beberapa option yang coba dipraktekkan, ifconfig, ifconfig -a, ifconfig eth0
Jika terasa jaringan agak melambat, kita dapat manfaatkan checking error oleh ethtool
Dengan menggunakan option -S pada command ethtool spt :
10
3. Command netstat -i juga dapat digunakan untuk memeriksa jumlah packet error pada
suatu interface
4. Kadang kala untuk keamanan sebagai admin, kita perlu mendaftarkan MAC address
masing masing komputer yang dapat dilihat menggunakan command ifconfig -a atau arp
-a (untuk mac address komputer yang terhubung ke computer kita)
5. Sama seperti pada Sistem Operasi Windows, tools Ping di Linux digunakan untuk testing
koneksi terhadap suatu titik (server/komputer)
11
Pesan pesan yang ditampilkan jika tidak ada replay, sama dengan hasil ping di Windows
6. Selain menggunakan ping, untuk melakukan test koneksi dapat juga dilakukan dengan
menggunakan telnet ke host dan port TCP suatu server. Misalnyamelakukan telnet ke
port 22(SSH) suatu server
Untuk keluar dari perintah tersebut, tekan CTRL + ] , kemudian ketikkan quit.
Jika muncul connection refuced, ada dua kemungkinan :
−Services TCP yang kita coba terhubung, belum aktif atau tidak running
−Ada firewall yang memblok koneksi ke protokol TCP tersebut..
7. Untuk memeriksa layanan aplikasi berbasis web pada sebuah server, dapat menggunakan
utilitas curl, dengan option -I pada command curl, dapat diperoleh aplikasi yang berjalan
pada sebuah webserver.
8. Selain menggunakan curl, tools lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya
permalahan pada jaringan atau server adalah “netstat -an “. Perintah ini akan
menampilkan komunikasi atau layanan yang berjalan pada sebuah komputer/server.
12
Misalnya untuk menampilkan jumlah koneksi yang sedang terjadi antara komputer
kitadengan komputer/server lain dapat menggunakan command berikut :
9. Secara default sistem operasi fedora akan menjalankan firewall secara otomatis ketika
dinyalakan. Untuk upaya troubleshooting jaringan, sebaiknya services firewall (iptables)
dinonaktifkan terlebih dahulu.
10. Tools “traceroute” fungsinya sama dengan tools “tracert” di Sistem Windows, digunakan
untuk testing link koneksi terhadap server tertentu. Tracert maupun traceroute
menggunakan protokol icmp.
13
Pesan pesan yang mungkin muncul pada hasil traceroute
Hasil
Traceroute Penjelasan
*** Tanda bintang “* * *” artinya bahwa respons time untuk menuju router
atau hop selanjutnya sudah habis, respons time untuk perintah aceoute
adalah 5 detik. Hal ini dapat disebabkan oleh.
> Router yang ingin dilalui tidak mengirimkan echo replay (didisable)
> Router atau firewall pada titik tersebut melakukan blocking icmp.
> IP Alamat Tujuan tidak aktif atau tidak melakukan respons
!H, !N, or !P Tanda tersebut menyatakan bahwa Host (komputer), network or otocol
unreachable. Biasanya karena koneksi router pada hop tersebut terputus.
!X or !A Menyatakan bahwa komunikasi dengan router dilakukan filtering
menggunakan ACL (Access Control List)/
!S Menyatakan bahwa source atau komputer yang melakukan traceroute
gagal mengirimkan frame. Biasanya masalah setting security pada level
kernel di Linux
Contoh :
11. Selain traceroute, tools yang lebih powerfull adalah “mtr”. Dengan mtr dapat dilihat jalur
dan packet loss yang terjadi selama diperjalanan.
Perintah: mtr [Link] , menghasilkan :
14
12. Tools sederhana untuk menganalisa jaringan pada sistem operasi Linux seperti tcpdump,
juga dapat dilakukan untuk melihat traffic. Biasanya administrator menganalisa traffic
untuk mencari tahu apa saja yang sedang terjadi pada jaringannya.
15
13. Testing DNS menggunakan tools nslookup, dig dan host
16
14. Untuk melakukan scanning network dan system, tools yang paling banyak peminatnya
adalah nmap. Dengan nmap, kita dapat memeriksa suatu services pada server, scanning
client, dan scanning jaringan.
17
MEMBANGUN WEB SERVER
POKOK BAHASAN
Membuat Web server menggunakan pc
TUJUAN PRAKTIKUM :
Siswa mampu membangun local host untuk web server pada jaringan local
PERANGKAT PRAKTIKUM :
Alat :
Operating system Linux debian terinstall (file interfaces, [Link], iptables), internet dan aplikasi apache2
Dengan ketentuan NIC 1 (terhubung ke internet) [Link]/24
NIC 2 (terhubung ke LAN) [Link]/24
Bahan :
1 unit PC server rakitan dengan minimal 2 NIC, dan 1 unit pc client terinstall OS dan aplikasi internet explorer
LANDASAN TEORI
Pengertian Web Server
Web Server adalah suatu perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima
permintaan (request) dari client atau browser berupa halaman website melalui protokol HTTP/ HTTPS, lalu
merespon permintaan tersebut dalam bentuk halaman website berupa dokumen HTML atau PHP.
Dari penjelasan tersebut maka kita dapat menyimpulkan bahwa web server adalah software yang berfungsi
sebagai pemberi layaan kepada web client (browser) seperti Chrome, Mozilla, Opera, Safari, dan lainya, agar
browser tersebut dapat menampilkan halaman website yang diminta.
Dalam hal ini pengguna internet yang memakai browser untuk menjelajahi internet adalah berperan sebagai
web client yang mengirim permintaan kepada web server.
Selanjutnya, data tersebut akan dicari oleh web server di dalam komputer server. Jika data ditemukan maka data
tersebut akan dikemas oleh web server dalam TCP lalu dikirim dan ditampilkan ke browser.
Jika data yang dikirim diminta web client tidak ditemukan, maka web server akan menolak permintan dan
menampilkan halaman Error 404 atau Page Not Found di browser.
1. Apache
Dari beberapa web server yang tersedia, Apache merupakan web server yang paling
populer dan paling banyak digunakan. Web server ini memiliki beberapa dukungan
seperti PHP, kontrol akses, dan SSL.
Apache meletakkan kontrol akses sebagai modul dimana yang paling banyak digunakan
adalah modul Perl. Sementara fitur PHP merupakan program yang mirip CGI (Common
Gateway Interface) untuk memproses teks.
Web server IIS ini digunakan dalam OS Windows (Windows 2000 dan Windows 2003)
yang didukung dengan komponen seperti protokol jaringan DNS, TCIP/IP dan software
yang digunakan untuk membuat situs web.
IIS juga kompatibel untuk mendukung beberapa protokol seperti FTP, HTTP, NNTP,
SMTP dan SSL. Kelebihan dari server ini bisa diakses pada penuh pada Windows dan
mendukung platform .NET. Kekurangannya adalah web server ini termasuk jenis yang
berbayar.
3. Nginx
Web server Nginx atau dibaca engine x ini merupakan web server yang open source dan
bisa digunakan oleh siapapun secara gratis selain Apache. Keunggulan Nginx dibanding
Apache yaitu pada Apache tidak dapat menangani web server yang memiliki traffic
tinggi.
Dengan begitu untuk mendukung web bisnis profesional dengan traffic tinggi, Nginx
lebih baik digunakan daripada Apache. Kelebihan lainnya adalah memiliki peforma
tinggi, arsitektur event-based dan fiturnya sangat bermanfaat.
4. Lighttpd
Lighttpd atau yang dibaca lightly ini merupakan web server yang juga open source dan
dikembangkan oleh programmer berkebangsaan Jerman. Web server ini lebih diutamakan
digunakan pada OS Linux atau dari kelompok Unix lainnya.
Kelebihan dari web server ini yaitu memiliki kemampuan untuk mengatur CPU load
secara efektif dengan beberapa fitur lainnya seperti FastCGi, SCGI, URL-Writing dan
Output-Compression.
Dalam peraktik kali ini kita akan menggunakan aplikasi apache2 . Apache HTTP Server adalah aplikasi
server untuk menyediakan layanan web atau berfungsi sebagai web server (HTTP Server). Apache
HTTP Server (httpd) terlahir pada tahun 1995 dan telah menjadi web server paling populer sejak April
1996.
19
LANGKAH KERJA
Pada sisi server
1. Install Apache
Apt-get install apache2 –y
Setelah selesai akses IP address server di web browser untuk menguji apakah Apache sudah
berjalan atau tidak.
2. Membuat VirtualHost
Dalam satu server kita dapat menjalankan banyak domain/subdomain, di Apache konfigurasi ini
disebut sebagai VirtualHost.
3. Konfigurasi VirtualHost
Masuk ke folder konfigurasi VirtualHost dan buat file konfigurasi pertama untuk domain [Link].
nano /etc/apache2/sites-available/[Link]
<VirtualHost *:80>
ServerName [Link]
DocumentRoot /var/www/[Link]
<Directory /var/www/[Link]>
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride All
Require all granted
</Directory>
ErrorLog /var/log/apache2/[Link]
CustomLog /var/log/apache2/[Link] combined
</VirtualHost>
nano /etc/apache2/sites-available/[Link]
<VirtualHost *:80>
ServerName [Link]
DocumentRoot /var/www/[Link]
<Directory /var/www/[Link]>
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride All
Require all granted
</Directory>
ErrorLog /var/log/apache2/[Link]
CustomLog /var/log/apache2/[Link] combined
</VirtualHost>
Selanjutnya membuat direktori document root tempat menyimpan file website masing-masing
domain.
20
Membuat direktori document root untuk [Link] dan membuat file testing [Link].
mkdir /var/www/[Link]
nano /var/www/[Link]/[Link]
Membuat direktori document root untuk [Link] dan membuat file testing [Link].
mkdir /var/www/[Link]
nano /var/www/[Link]/[Link]
4. Pengujian VirtualHost
Pada sisi client
Karena Debian server ini belum memiliki DNS server maka pengujiannya dengan melakukan
konfigurasi file /etc/hosts di PC client Linux,
untuk PC client Windows di c:\windows\system32\drivers\etc\hosts.
Dengan file hosts ini, kita dapat melakukan mapping IP address menjadi hostname/domain
begitu juga sebaliknya tanpa perlu melakukan konfigurasi DNS server. Metode seperti ini
biasanya dipakai untuk kebutuhan personal atau internal perusahaan atau kantor.
Selanjutnya uji dengan mengakses nama domain tersebut melalui web browser. Setiap domain
yang diakses harus menampilkan halaman yang berbeda dan tidak lagi menampilkan halaman
default dari Apache.
Muat kembali Apache dengan konfigurasi baru dengan : systemctl reload apache2
Menonaktifkan layanan Apache untuk memulai saat boot : systemctl disable apache2
/home/(user_name)/(site_name)
/var/www/(site_name)
/var/www/html/(site_name)
/opt/(site_name)
22
PROXY SERVER
POKOK BAHASAN
1. Membangun Internet Conection Sharing
2. Memblokir situs tertentu
TUJUAN PARKTIKUM
1. Siswa mampu mengelola internet conection sharing menggunakan aplikasi Squid
2. Siswa mampu memblokir situs-situs yang tidak dibolehkan untuk di akses oleh client
PERANGKAT PRAKTIKUM
Alat :
Operating System Linux terinstall (file interfaces, [Link], iptables, Squid) dan internet
Dengan ketentuan NIC 1 (terhubung ke internet) [Link]/24
NIC 2 (terhubung ke LAN) [Link]/24
Bahan :
1 unit PC Server rakitan dengan minimal 2 NIC dan minimal 1 unit PC client terinstall OS dan aplikasi internet
explorer
LANDASAN TEORI
23
Manfaat Proxy Server
Tentu saja Proxy server memiliki manfaat kepada penggunanya. Berikut merupakan beberapa manfaat dari
proxy server yang didapatkan oleh penggunanya :
1. Meningkatkan kinerja jaringan
2. Digunakan sebagai filter terhadap permintaan data dari suatu situs
3. Dapat mengurangi penggunaan bandwidth dari koneksi internet user
4. Meningkatkan kinerja dari jaringan internet
5. Melakukan pemblokiran terhadap situs tertentu
6. Keamanan jaringan yang lebih baik dan juga terjaga
Kelebihan Dan Kekurangan Proxy Server
Kelebihan :
Keamanan jaringan lebih terjaga, karena adanya proxy sebagai pembatas antara jaringan lokal dan
jaringan luar (internet)
Pengaksesan kembali terhadap situs-situs yang telah diakses sebelumnya menjadi lebih cepat, karena
pengaksesan tidak perlu ke jaringan luar (internet) melainkan ada pada direktori cache proxy.
Terdapat fasilitas filtering, baik filtering pengguna, content dan waktu akses.
Kekurangan :
Pengaksesan terhadap situs yang belum pernah dibuka sebelumnya akan menjadi lebih lambat, karena
client harus meminta terlebih dahulu ke pada proxy, setelah itu baru proxy yang akan meminta request
dari client tersebut ke pada penyedia layanan internet.
Bila proxy server terlambat melakukan update cache, maka client akan mendapatkan content yang
belum update ketika melakukan request content tersebut.
Pertama tama kita akan masuk ke mode super user,kemudian install squid :
24
25
iptables adalah suatu tools dalam sistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter
(penyaringan) terhadap (trafic) lalulintas data. Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalulintas data.
Dengan iptables inilah kita akan mengatur semua lalulintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer,
keluar dari komputer, ataupun traffic yang sekedar melewati komputer kita
Tujuannya adalah untuk meroutingkan antara IP local (eth1) dengan IP publik (eth0). Perintahnya “iptables–t
nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE
IP Forwarding merupakan kondisi di mana router meneruskan paket data yang diterimanya pada suatu
interface (kartu jaringan / eth) ke interface yang lain sesuai tujuan paket, jadi IP Forward adalah syarat pokok
untuk membuat gateway
26