0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan26 halaman

Membangun Jaringan dengan PC Router

Dokumen tersebut membahas cara membuat router menggunakan PC dengan mengatur alamat IP, forwarding, dan iptables untuk merutekan lalu lintas antara jaringan lokal dan internet."

Diunggah oleh

Syahrul Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan26 halaman

Membangun Jaringan dengan PC Router

Dokumen tersebut membahas cara membuat router menggunakan PC dengan mengatur alamat IP, forwarding, dan iptables untuk merutekan lalu lintas antara jaringan lokal dan internet."

Diunggah oleh

Syahrul Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MEMBANGUN JARINGAN

MENGGUNAKAN PC ROUTER
POKOK BAHASAN
1. Membuat router menggunakan PC

TUJUAN PRAKTIKUM :
1. Siswa mampu mensetting ip address
2. Siswa mampu melakukan IP FORWARDING
3. Siswa mampu merutekan ip lokal dengan ip public menggunakan IPTABLES

PERANGKAT PRAKTIKUM :
Alat :
Operating system Linux debian terinstall (file interfaces, [Link], iptables) dan internet
Dengan ketentuan NIC 1 (terhubung ke internet) [Link]/24
NIC 2 (terhubung ke LAN) [Link]/24
Bahan :
1 unit PC server rakitan dengan minimal 2 NIC, dan 1 unit pc client terinstall OS dan aplikasi internet explorer

LANDASAN TEORI
Pengertian Router
Pengertian router. Router merupakan perangkat keras jaringan komputer yang dapat digunakan untuk
menghubungkan beberapa jaringan yang sama atau berbeda. Router adalah sebuah alat untuk mengirimkan
paket data melalui jaringan atau internet untuk dapat menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.
Proses routing terjadi pada lapisan 3 dari stack protokol tujuh-lapis OSI. Router terkadang digunakan untuk
mengoneksikan 2 buah jaringan yang menggunakan media berbeda, seperti halnya dari Ethernet menuju ke
Token Ring. Itulah pengertian router.

Fungsi Router
Router memiliki fungsi utama untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik itu secara statis ataupun
DHCP kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address yang unik yang
dibagikan router tersebut kepada setiap komputer dapat memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung
serta melakukan komunikasi, baik itu pada LAN atau internet.
Pada saat ini, perangkat router sudah lebih canggih dan modern. fungsi router tidak saja hanya dapat
menghubungkan dengan sambungan kabel LAN, melainkan dapat dengan teknologi wireless. Dengan demikian,
router pada saat ini dapat disambungkan pada setiap komputer, laptop, gadget, smartphone yang berada pada
jangkauan router tersebut. Cukup dengan memanfaatkan sebuah gelombang radio yang dipancarkan oleh router.
Itulah fungsi router.

Cara Kerja Router


Cara kerja router. Router bekerja dengan cara merutekan paket atau data informasi yang disebut dengan routing.
Dengan teknik routing tersebut, router dapat mengetahui arah rute perjalanan informasi tersebut akan dituju,
apakah berada pada satu jaringan yang sama atau berbeda. Jika informasi yang dituju mengarah kepada jaringan
yang berbeda, maka router akan meneruskannya kepada jaringan tersebut, sebaliknya apabila paket yang dituju
adalah jaringan yang sama, maka router akan menghalangi paket keluar serta meneruskan paket tersebut dengan
routing di jaringan yang sama sampa terkirim ke tujuan. Berikut ilustrasi cara kerja router.
Cara kerja router dapat dilihat pada gambar. Pada
gambar diatas terdapat dua buah network yang
terhubung pada sebuah router. Network yang
berada pada sebelah kiri yang terhubung ke port 1
router mempunyai alamat [Link] serta pada
network yang sebelah kanan yang terhubung ke
port 2 router mempunyai alamat [Link].
 Komputer A mengirim data kepada komputer C,
router tidak akan meneruskan data tersebut
kepada jaringan yang lainnya.
 Begitu juga apabila ketika komputer F
mengirim data kepada komputer E, router tidak
akan meneruskan paket data tersebut kepada
network yang lainnya.
 Barulah ketika komputer F mengirimkan sebuah
data kepada komputer B, router akan
meneruskan paket data tersebut ke komputer B.
1
LANGKAH KERJA

Pada sisi SERVER


1. Setting IP ADDRESS
Lihat nama Lan Card yang terpasang pada PC menggunakan perintah
Ip a catat hasil perintah tersebut, contoh NIC 1 enp7s4 dan NIC 2 enp0s25

Setting file interfaces pada directory /etc/network menggunakan tekt editor nano
nano /etc/network/interfaces ( akan muncul tekt editor, kemudian ketikan script )
# ip yang terhubung ke internet
auto enp7s4
Iface enp7s4 inet static
address [Link]
network [Link]
netmask [Link]
broadcast [Link]
gateway [Link]
dns-nameservers [Link] [Link] [Link] [Link]
#ip yang terhubung ke LAN
auto enp0s25
iface enp0s25 inet static
address [Link]
netmask [Link]

Simpan menggunakan perintah CTRL O dan keluar dari tekt editor menggunakan perintah CTRL X
kemudian restart pengaturan ip addres menggunakan perintah
/etc/init.d/networking restart

2. Setting FORWARD
Setting file [Link] pada directory /etc menggunakan text editor nano
nano /etc/[Link] (akan muncul text editor)
cari script #net.ipv4.ip_forward=1 (kemudian hilangkan tanda pagar)

Simpan menggunakan perintah CTRL O dan keluar dari tekt editor menggunakan perintah CTRL X
Periksa hasil script tadi menggunakan perintah
sysctl –p (akan mencetak)
net.ipv4.ip_forward=1
kemudian ketikan perintah
cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward (akan mencetak)
1

3. Buat aturan FIREWALL


Ketikan perintah
iptables –t nat –A POSTROUTING –o enp7s4 –j MASQUERADE
-o adalah ether yang terhubung ke internet
Simpan aturan diatas dengan nama iptables menggunakan perintah
iptables-save > /etc/network/iptables

Pada sisi Client


Bila client menggunakan windows
Click kanan icon network >> pilih network and sharing center >> cari icon local area connection dan double
click icon tersebut >> double click internet protocol version 4
Pada ip address isi ip local sesuai network pada NIC 2 di server, dengan ketentuan gateway menggunakan
ipaddress pada NIC 2
Setelah setting selesai coba browsing ke internet atau lakukan perintah ping ke [Link]

2
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk menetapkan
berbagai parameter jaringan ke perangkat. Ini sangat menyederhanakan administrasi jaringan, karena tidak perlu
menetapkan parameter jaringan statis untuk setiap perangkat.

Persiapan Awal 
 Pastikan anda telah menkonfigurasi Static IP Address  di Interfaces yang akan menjadi DHCP Server
 Gunakan SuperUser ( user yang memilkik akses penuh, Sudo  / Root User )

Installasi DHCP Server


Oke Sekarang kita akan melakukan installasi serta konfigurasi 
apt install isc-dhcp-server -y

File konfigurasi DHCP terletak di /etc/dhcp/[Link]


Sebelum benar-benar mulai mengedit file konfigurasi  pertama-tama buat cadangan file asli dengan
mengeluarkan perintah di bawah ini.
cp /etc/dhcp/[Link] /etc/dhcp/[Link]-backup

Konfigurasikan DHCP
Selanjutnya, anda akan mengedit file dhcp, ikuti peritah di bawah dan rubah konfigurasi nya seperti di bawah.
nano /etc/dhcp/[Link]

Cari text  # specify network address and subnet-mask  lalu edit konfigurasi seperti di bawah
# add to the end
# specify network address and subnet-mask 
subnet [Link] netmask [Link] {
range [Link] [Link];
option subnet-mask [Link];
option domain-name-servers [Link], [Link];
option domain-name “[Link]”;
option routers [Link];
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
Penjelasan Options
 default-lease-time = angka yang menetapkan waktu sewa default dalam hitungan detik.
 max-lease-time = angka yang menentukan waktu sewa maksimum, dalam hitungan detik
 option domain-name-servers = Alamat IP atau alamat server DNS yang mungkin digunakan klien.
 option domain-name = Nama domain yang akan diberikan kepada klien untuk digunakan.
 range [Link] [Link] = menentukan rentang alamat IP yang akan digunakan server untuk
menyewa IP.
 option routers = mendefinisikan alamat IP dari gateway Anda atau titik keluar jaringan.

Terakhir 
Tentukan interfaces yang keluar ke arah client 
nano /etc/default/isc-dhcp-server 

ganti ini
INTERFACESv4=""
Dengan ini
INTERFACESv4="eth0" # eth0 adalah nama interface yang terhubung ke jaringan lokal

Setelah selesai semua Restart Service dengan printah


service isc-dhcp-server restart

untuk melihat log dhcp


tail –f /var/log/syslog

Pada sisi Client


Bila client menggunakan windows
Click kanan icon network >> pilih network and sharing center >> cari icon local area connection dan double
click icon tersebut >> double click internet protocol version 4 >> click obtain ip address automatically

Setelah setting selesai coba browsing ke internet atau lakukan perintah ping ke [Link]

3
LEMBAR PENILAIAN PRAKTEK

KOMPONEN SUB KOMPONEN Max HASIL

METODE LANGKAH KERJA 5

SIKAP KERJA 5

PENGGUNAAN ALAT KERJA 10

KESELAM ATAN KERJA 10

HASIL KETERAMPILAN 50

Pada Server
Setting Interfaces - Memastikan PC sudah terpasang 15
Ip address dengan benar

Setting Forward - Mengkonfigurasi sysctl agar dapat 5


Meneruskan paket data yang diteri
ma pada suatu interface ke interface
yang lain sesuai tujuan paket

Setting iptables - Melakukan pengaturan lalu lintas 10


data, meroutingkan antara ip lokal
dengan ip publik

Membuat DHCP Server - menentukan rentang alamat yang di 15


gunakan server untuk menyewakan
Ipaddress kepada client
- Menentukan interfaces yang keluar 5
Kearah client

WAKTU CEPAT 10

LEBIH CEPAT 20

LAMBAT 5

JUMLAH

4
Network Troubleshooting

I. Tujuan
Praktikan mampu menganalisis dan menyelesaikan troubleshooting pada jaringan Komputer atau internet

II. Keperluan
a. Komputer dengan OS Linux Fedora Core 5 dan WindowsXP
b. Repository fedora core 5
c. Praktikan sudah pernah menggunakan command line (CLI) di Linux dan Command Prompt di
Windows

III. Dasar Teori


Dalam menyelesaikan berbagai network troubleshooting, kita harus sudah menguasai beberapa hal, mulai
dari memahami layanan layanan yang berhubungan dengan jaringan (DNS, DHCP, Routing, Internet
Akses, Email,Proxy dll ), protokol protokol Jaringan TCP/IP, Subnetting, Nating, dan berbagai
penggunaan jaringan lainnya. Untuk level advanced atau pada jaringan yang kompleks seperti adanya
teknologi baru Switching (multilayer), kita diwajibkan memahami OSI layer khususnya layer Fisik (layer
1) hingga layer Transport (layer 4). Pada praktikum network troubleshooting ini, praktikan akan
mencoba menyelesaikan permasalahan jaringan yang sederhana dengan memanfaatkan tools tools yang
berhubungan dengan services jaringan pada sistem opesasi Windows dan Linux.

IV. Langkah langkah Praktikum


A. Windows OS
Praktikan mencoba memahami dan memanfaatkan tools tools jaringan sepert nslookup, ping, tracert,
pathping, netdiag, ipconfig.

1. ipconfig
ipconfig merupakan tools untuk menampilkan setting jaringan yang digunakan oleh sebuah
komputer. Administrator atau pengguna sebelum menggunakan tools lainnya, sebaiknya
memeriksa hasil tools ini terlebih dahulu, memastikan bahwa konfigurasi yang di entri (secara
manual) atau yang didapatkan dari server DHCP sudah valid. Opsi yang dipraktekkan : ipconfig,
ipconfig/all, ipconfig/release, ipconfig/renew

5
2. ping
Digunakan untuk test atau checking koneksi dengan menggunakan protokol ICMP. Pada jaringan
umumnya administrator memanfaatkan tools ini untuk mempermudah penyelesaikan
troubleshooting jaringan.
Opsi yang dipraktekkan : ping ipgateway, ping ipdnsserver, ping –t ipserver
Beberapa pesan yang mungkin muncul jika pinging tidak berhasil antara lain :
TTL Expired in Transit : artinya jumlah hop (router) yang dilalui untuk berkomunikasi dengan
server tersebut telah melebihi TTL (Time To Live), gunakan ping –i untuk mendefinisikan TTL
pada saat melakukan ping
Destination Host Unreachable : artinya packet yang dikirimkan tidak mampu sampai ke tujuan,
biasanya disebabkan oleh table routing yang tidak tepat di mesin default gateway, atau router/hop
diatasnya.
Request Timed Out : artinya pesan echo replay tidak dapat diterima kembali dalam waktu yang
sudah ditentukan. Biasanya pesan ini muncul karena blockade yang mungkin dilakukan oleh
firewall (baik disisi router maupun di sisi target).
Ping request could not find host : artinya resolving domain server tersebut pada pc kita tidak
dapat menerjemah ke IP address. Hal ini biasanya karena setting DNS client masih keliru atau
komunikasi kita dengan DNS server terganggu/terputus.

3. nslookup
nslookup digunakan untuk mendiagnosa layanan DNS server, melakukan query untuk memetakan
suatu domain menjadi IP address atau sebaliknya. Tools nslookup juga dapat digunakan untuk
mengetahui mx (mail server) atau ns (nameserver) yang bertanggung jawab terhadap suatu
domain.
Opsi yang dipraktekkan : nslookup [Link], nslookup (enter) lalu set
query=mx atau set query=ns

6
4. tracert
tracert singkatan dari traceroute, yakni tool untuk menampilkan jalur atau routing perjalanan
packet komunikasi antara komputer kita dengan komputer (server) lain. Tool ini akan
menampilkan jumlah hop (router) yang dilalui ketika menuju server target.
Opsi yang digunakan : tracert ipserver/domain, tracert –d ipserver/domain

7
5. pathping
merupakan tools pada windows yang digunakan untuk mengukur network latency dan
network loss (dalam persentase) pada hop tertentu diantara alamat asal dan alamat tujuan.
Opsi yang digunakan : pathping -n ipserver/domain

6. Netstat
Netstat singkatan dari network status, digunakan untuk berbagai
keperluan, antara lain menampilkan tabel routing, menampilkan services
yang berjalan pada Windows, menampilkan port protokol komunikasi
yang sedang terjadi.
Opsi yang dipraktekkan: netstat -rn, netstat –an

8
Troubleshooting Network yang paling sering terjadi pada Windows
Koneksi Internet Terputus, apa yang harus dilakukan ?
Beberapa langkah yang sebaiknya diikutin adalah sebagai berikut :
Step 1: Cek nyala lampu pada Ethernet dan kabel Ethernet
- Jika tidak ada tanda koneksi, check kabelnya
- Cek juga lampu pada hub/switch termasuk powernya.
Step 2: Pastikan, setting ip,dns dan default gw sudah dikonfigurasi dengan tepat.
- gunakan ipconfig, ipconfig/all untuk memeriksa.
- gunakan ipconfig/release, ipconfig/renew untuk jaringan
yang menggunakan dhcp.
Step 3: Ping Default Gateway
- ip default gateway dapat dilihat melalui perintah ipconfig
Step 4: Ping DNS dan proxy server (jika policy jaringan harus menggunakanproxy)
Step 5: Jika semuanya berhasil, ping dan tracert ke ipserverdns dan ipserverproxy
Step 6: Jika semuanya berhasil, coba ping dan tracert ke situs luar spt [Link]

B. Linux OS
Mirip dengan pada Sistem Operasi Windows, pada Linux juga terdapat beberapa tools atau
utility yang fungsinya hampir sama untuk mengatasi berbagai
masalah pada jaringan.
Misalnya :
1. ifconfig
Digunakan untuk menampilkan atau melakukan setting TCP/IP pada interfacejaringan
yang kita miliki.
9
Beberapa option yang coba dipraktekkan, ifconfig, ifconfig -a, ifconfig eth0

2. mii-tools dan ethtool


untuk memeriksa status koneksi dan teknologi yangdisupport oleh sebuah kartu jaringan.

Jika terasa jaringan agak melambat, kita dapat manfaatkan checking error oleh ethtool
Dengan menggunakan option -S pada command ethtool spt :

10
3. Command netstat -i juga dapat digunakan untuk memeriksa jumlah packet error pada
suatu interface

4. Kadang kala untuk keamanan sebagai admin, kita perlu mendaftarkan MAC address
masing masing komputer yang dapat dilihat menggunakan command ifconfig -a atau arp
-a (untuk mac address komputer yang terhubung ke computer kita)

5. Sama seperti pada Sistem Operasi Windows, tools Ping di Linux digunakan untuk testing
koneksi terhadap suatu titik (server/komputer)

11
Pesan pesan yang ditampilkan jika tidak ada replay, sama dengan hasil ping di Windows

6. Selain menggunakan ping, untuk melakukan test koneksi dapat juga dilakukan dengan
menggunakan telnet ke host dan port TCP suatu server. Misalnyamelakukan telnet ke
port 22(SSH) suatu server

Untuk keluar dari perintah tersebut, tekan CTRL + ] , kemudian ketikkan quit.
Jika muncul connection refuced, ada dua kemungkinan :
−Services TCP yang kita coba terhubung, belum aktif atau tidak running
−Ada firewall yang memblok koneksi ke protokol TCP tersebut..

7. Untuk memeriksa layanan aplikasi berbasis web pada sebuah server, dapat menggunakan
utilitas curl, dengan option -I pada command curl, dapat diperoleh aplikasi yang berjalan
pada sebuah webserver.

8. Selain menggunakan curl, tools lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya
permalahan pada jaringan atau server adalah “netstat -an “. Perintah ini akan
menampilkan komunikasi atau layanan yang berjalan pada sebuah komputer/server.

12
Misalnya untuk menampilkan jumlah koneksi yang sedang terjadi antara komputer
kitadengan komputer/server lain dapat menggunakan command berikut :

9. Secara default sistem operasi fedora akan menjalankan firewall secara otomatis ketika
dinyalakan. Untuk upaya troubleshooting jaringan, sebaiknya services firewall (iptables)
dinonaktifkan terlebih dahulu.

10. Tools “traceroute” fungsinya sama dengan tools “tracert” di Sistem Windows, digunakan
untuk testing link koneksi terhadap server tertentu. Tracert maupun traceroute
menggunakan protokol icmp.

13
Pesan pesan yang mungkin muncul pada hasil traceroute
Hasil
Traceroute Penjelasan
*** Tanda bintang “* * *” artinya bahwa respons time untuk menuju router
atau hop selanjutnya sudah habis, respons time untuk perintah aceoute
adalah 5 detik. Hal ini dapat disebabkan oleh.
> Router yang ingin dilalui tidak mengirimkan echo replay (didisable)
> Router atau firewall pada titik tersebut melakukan blocking icmp.
> IP Alamat Tujuan tidak aktif atau tidak melakukan respons
!H, !N, or !P Tanda tersebut menyatakan bahwa Host (komputer), network or otocol
unreachable. Biasanya karena koneksi router pada hop tersebut terputus.
!X or !A Menyatakan bahwa komunikasi dengan router dilakukan filtering
menggunakan ACL (Access Control List)/
!S Menyatakan bahwa source atau komputer yang melakukan traceroute
gagal mengirimkan frame. Biasanya masalah setting security pada level
kernel di Linux
Contoh :

11. Selain traceroute, tools yang lebih powerfull adalah “mtr”. Dengan mtr dapat dilihat jalur
dan packet loss yang terjadi selama diperjalanan.
Perintah: mtr [Link] , menghasilkan :

14
12. Tools sederhana untuk menganalisa jaringan pada sistem operasi Linux seperti tcpdump,
juga dapat dilakukan untuk melihat traffic. Biasanya administrator menganalisa traffic
untuk mencari tahu apa saja yang sedang terjadi pada jaringannya.

15
13. Testing DNS menggunakan tools nslookup, dig dan host

16
14. Untuk melakukan scanning network dan system, tools yang paling banyak peminatnya
adalah nmap. Dengan nmap, kita dapat memeriksa suatu services pada server, scanning
client, dan scanning jaringan.

17
MEMBANGUN WEB SERVER

POKOK BAHASAN
Membuat Web server menggunakan pc

TUJUAN PRAKTIKUM :
Siswa mampu membangun local host untuk web server pada jaringan local

PERANGKAT PRAKTIKUM :
Alat :
Operating system Linux debian terinstall (file interfaces, [Link], iptables), internet dan aplikasi apache2
Dengan ketentuan NIC 1 (terhubung ke internet) [Link]/24
NIC 2 (terhubung ke LAN) [Link]/24
Bahan :
1 unit PC server rakitan dengan minimal 2 NIC, dan 1 unit pc client terinstall OS dan aplikasi internet explorer

LANDASAN TEORI
Pengertian Web Server
Web Server adalah suatu perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima
permintaan (request) dari client atau browser berupa halaman website melalui protokol HTTP/ HTTPS, lalu
merespon permintaan tersebut dalam bentuk halaman website berupa dokumen HTML atau PHP.

Dari penjelasan tersebut maka kita dapat menyimpulkan bahwa web server adalah software yang berfungsi
sebagai pemberi layaan kepada web client (browser) seperti Chrome, Mozilla, Opera, Safari, dan lainya, agar
browser tersebut dapat menampilkan halaman website yang diminta.

Dalam hal ini pengguna internet yang memakai browser untuk menjelajahi internet adalah berperan sebagai
web client yang mengirim permintaan kepada web server.

Fungsi Web Server


Berdasarkan penjelasan pengertian web server
di atas, maka kita dapat mengetahui fungsi web
server, yaitu memproses berkas yang diminta
client.

Fungsi utama web server adalah sebagai alat


untuk memproses berbagai berkas yang diminta
oleh klien, lalu memberikan respon dalam
bentuk halaman web. Halaman website tersebut
terdiri dari teks, gambar, dokumen, video, dan
lain-lain.

Jadi, setiap kali pengguna internet membuka


halaman website, maka terjadi permintaan (request). Selanjutnya, jika alamat IP atau domain website yang
diminta benar, maka web server akan memberikan respon dengan menampilkan data atau file yang ada di data
base website tersebut kepada pengguna.

Cara Kerja Web Server


Cara kerja web server mengacu pada pengertian
web server dan fungsinya, yaitu untuk
menerima permintaan dari client dan
mengirimkan kembali berkas yang diminta oleh
client.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, web


client adalah pengguna internet yang memakai
browser (Chrome, Mozilla, Opera, Safari, dan
lainnya) untuk terhubung dengan web server
melalui internet. Sedangkan web server adalah
software yang melayani permintaan web client.

Ketika web client (browser) melakukan


permintaan data halaman website kepada server, maka permintaan tersebut dikemas oleh browser di
dalam TCP (Transmission Control Protocol) yang merupakan protokol transport. Lalu permintaan tersebut
18
dikirim ke alamat data, dalam hal ini merupakan protokol HTTP atau HTTPS (baca: pengertian HTTP dan
HTTPS)

Selanjutnya, data tersebut akan dicari oleh web server di dalam komputer server. Jika data ditemukan maka data
tersebut akan dikemas oleh web server dalam TCP lalu dikirim dan ditampilkan ke browser.
Jika data yang dikirim diminta web client tidak ditemukan, maka web server akan menolak permintan dan
menampilkan halaman Error 404 atau Page Not Found di browser.

Contoh Web Server


Setelah memahami pengertian web server, maka berikut ini adalah macam-macam web server, jenis, dan contoh
web server yang bisa digunakan sebagai hosting dari sebuah website:

1. Apache
Dari beberapa web server yang tersedia, Apache merupakan web server yang paling
populer dan paling banyak digunakan. Web server ini memiliki beberapa dukungan
seperti PHP, kontrol akses, dan SSL.

Apache meletakkan kontrol akses sebagai modul dimana yang paling banyak digunakan
adalah modul Perl. Sementara fitur PHP merupakan program yang mirip CGI (Common
Gateway Interface) untuk memproses teks.

2. IIS (Internet Information Services)

Web server IIS ini digunakan dalam OS Windows (Windows 2000 dan Windows 2003)
yang didukung dengan komponen seperti protokol jaringan DNS, TCIP/IP dan software
yang digunakan untuk membuat situs web.
IIS juga kompatibel untuk mendukung beberapa protokol seperti FTP, HTTP, NNTP,
SMTP dan SSL. Kelebihan dari server ini bisa diakses pada penuh pada Windows dan
mendukung platform .NET. Kekurangannya adalah web server ini termasuk jenis yang
berbayar.

3. Nginx
Web server Nginx atau dibaca engine x ini merupakan web server yang open source dan
bisa digunakan oleh siapapun secara gratis selain Apache. Keunggulan Nginx dibanding
Apache yaitu pada Apache tidak  dapat menangani web server yang memiliki traffic
tinggi.
Dengan begitu untuk mendukung web bisnis profesional dengan traffic tinggi, Nginx
lebih baik digunakan daripada Apache. Kelebihan lainnya adalah memiliki peforma
tinggi, arsitektur event-based dan fiturnya sangat bermanfaat.

4. Lighttpd
Lighttpd atau yang dibaca lightly ini merupakan web server yang juga open source dan
dikembangkan oleh programmer berkebangsaan Jerman. Web server ini lebih diutamakan
digunakan pada OS Linux atau dari kelompok Unix lainnya.
Kelebihan dari web server ini yaitu memiliki kemampuan untuk mengatur CPU load
secara efektif dengan beberapa fitur lainnya seperti FastCGi, SCGI, URL-Writing dan
Output-Compression.

Dalam peraktik kali ini kita akan menggunakan aplikasi apache2 . Apache HTTP Server adalah aplikasi
server untuk menyediakan layanan web atau berfungsi sebagai web server (HTTP Server). Apache
HTTP Server (httpd) terlahir pada tahun 1995 dan telah menjadi web server paling populer sejak April
1996.

19
LANGKAH KERJA
Pada sisi server
1. Install Apache
Apt-get install apache2 –y

Setelah selesai akses IP address server di web browser untuk menguji apakah Apache sudah
berjalan atau tidak.

2. Membuat VirtualHost

Dalam satu server kita dapat menjalankan banyak domain/subdomain, di Apache konfigurasi ini
disebut sebagai VirtualHost.

Di tutorial ini kita akan membuat 2 konfigurasi VirtualHost:

1. Domain [Link], document root di /var/www/[Link].


2. Domain [Link], document root di /var/www/[Link].

3. Konfigurasi VirtualHost
Masuk ke folder konfigurasi VirtualHost dan buat file konfigurasi pertama untuk domain [Link].
nano /etc/apache2/sites-available/[Link]

<VirtualHost *:80>
    ServerName [Link]
    DocumentRoot /var/www/[Link]
    <Directory /var/www/[Link]>
        Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
        AllowOverride All
        Require all granted
    </Directory>
    ErrorLog /var/log/apache2/[Link]
    CustomLog /var/log/apache2/[Link] combined
</VirtualHost>

Lalu konfigurasi VirtualHost yang kedua untuk domain [Link].

nano /etc/apache2/sites-available/[Link]

<VirtualHost *:80>
    ServerName [Link]
    DocumentRoot /var/www/[Link]
    <Directory /var/www/[Link]>
        Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
        AllowOverride All
        Require all granted
    </Directory>
    ErrorLog /var/log/apache2/[Link]
    CustomLog /var/log/apache2/[Link] combined
</VirtualHost>
Selanjutnya membuat direktori document root tempat menyimpan file website masing-masing
domain.

20
Membuat direktori document root untuk [Link] dan membuat file testing [Link].
mkdir /var/www/[Link]
nano /var/www/[Link]/[Link]

buat contoh script seperti dibawah ini…


<html>
<h1> selamat datang di web site [Link] </h1>
<marquee> running text</marquee>
</html>

Membuat direktori document root untuk [Link] dan membuat file testing [Link].
mkdir /var/www/[Link]
nano /var/www/[Link]/[Link]

buat contoh script seperti dibawah ini…


<html>
<h1> selamat datang di web site [Link] </h1>
<marquee> running text</marquee>
</html>
Aktifkan VirtualHost, mod_rewrite, restart apache2, dan cek statusnya.
a2ensite [Link] [Link]
a2enmod rewrite
systemctl restart apache2
systemctl status apache2

4. Pengujian VirtualHost
Pada sisi client
Karena Debian server ini belum memiliki DNS server maka pengujiannya dengan melakukan
konfigurasi file /etc/hosts di PC client Linux,
untuk PC client Windows di c:\windows\system32\drivers\etc\hosts.

Dengan file hosts ini, kita dapat melakukan mapping IP address menjadi hostname/domain
begitu juga sebaliknya tanpa perlu melakukan konfigurasi DNS server. Metode seperti ini
biasanya dipakai untuk kebutuhan personal atau internal perusahaan atau kantor.

Selanjutnya uji dengan mengakses nama domain tersebut melalui web browser. Setiap domain
yang diakses harus menampilkan halaman yang berbeda dan tidak lagi menampilkan halaman
default dari Apache.

Anda dapat memeriksa status layanan Apache dengan:

systemctl status apache2


Output:
● [Link] 
21
- The Apache HTTP Server Loaded: loaded (/lib/systemd/system/[Link]; enabled;
vendor preset: enabled) Active: active (running) since Thu 2018-08-23 20:04:47 UTC; 13s
ago Main PID: 11604 (apache2) CGroup: /[Link]/[Link] ├─11604
/usr/sbin/apache2 -k start ├─11608 /usr/sbin/apache2 -k start └─11609 /usr/sbin/apache2 -
k start

Kelola layanan Apache dengen systemctl


Setelah Apache terinstall si sistem Debian Anda, Anda dapat meluangkan waktu sebentar untuk
melihat dan menjadi terbiasa dengan perintah manajemen layanan apache dasar:

Untuk menghentikan layanan Apache : systemctl stop apache2

Memulai lagi, layanan Apache : systemctl start apache2

Muat kembali Apache dengan konfigurasi baru dengan : systemctl reload apache2

Menonaktifkan layanan Apache untuk memulai saat boot : systemctl disable apache2

Untuk mengaktifkannya kembali : systemctl enable apache2

Struktur Berkas Konfigurasi Apache dan Praktik Terbaik


 Di sistem Debian nbased file konfigurasi Apache terletak di /etc/apache2 direktori.
 File Konfigurasi Apache utama adalah /etc/apache2/[Link].
 Port yang akan didengarkan oleh Apache2 ditentukan dalam /etc/apache2/[Link].
 Berkas Apache Virtual Host terletak di /etc/apache2/sites-availabe. File-file konfigurasi uang
ditemukan oleh Apache kecuali mereka terhubung ke /etc/apache2/sites-enabled. direktori.
 Anda dapat mengaktifkan perintah virtual host dengan membuat symlink
menggunakan a2ensite perintah dari file konfigurasi yang ditemukan di sites-
availabe direktori ke sites-enabled [Link] menonaktifkan virtual host,
gunakan a2dissite perintah.
 Sangat disarankan untuk mengikuti konvensi penamaan standar, misalnya jika nama domain
Anda [Link] maka file konfigurasi domain harus dinamai /etc/apache2/sites-
available/[Link].
 File konfigurasi yang digunakan untuk memuat berbagai modul Apache berada
di /etc/apache2/mods-availabledirektori. Konfigurasi dalam mods-availabledirektori dapat
diaktifkan dengan membuat symlink ke /etc/apache2/mods-enable direktori
menggunakan a2enconfperintah dan dinonaktifkan dengan a2disconf perintah.
 File yang berisi fragmen konfigurasi global disimpan dalam /etc/apache2/conf-
available direktori. File dalam conf-available direktori dapat diaktifkan dengan membuat
symlink ke /etc/apache2/conf-enabled menggunakan a2enconf perintah dan dinonaktifkan
dengan a2disconf perintah.
 File log Apache ([Link] dan [Link]) berada di /var/log/apache direktori. Disarankan
untuk menggunakan yang berbeda access dan error log file untuk setiap virtual host.
 Anda dapat mengatur direktori root dokumen domain Anda ke lokasi manapun yang Anda
inginkan. Lokasi paling umum untuk webroot meliputi:

 /home/(user_name)/(site_name)
 /var/www/(site_name)
 /var/www/html/(site_name)
 /opt/(site_name)

22
PROXY SERVER
POKOK BAHASAN
1. Membangun Internet Conection Sharing
2. Memblokir situs tertentu

TUJUAN PARKTIKUM
1. Siswa mampu mengelola internet conection sharing menggunakan aplikasi Squid
2. Siswa mampu memblokir situs-situs yang tidak dibolehkan untuk di akses oleh client

PERANGKAT PRAKTIKUM
Alat :
Operating System Linux terinstall (file interfaces, [Link], iptables, Squid) dan internet
Dengan ketentuan NIC 1 (terhubung ke internet) [Link]/24
NIC 2 (terhubung ke LAN) [Link]/24

Bahan :
1 unit PC Server rakitan dengan minimal 2 NIC dan minimal 1 unit PC client terinstall OS dan aplikasi internet
explorer

LANDASAN TEORI

Pengertian Proxy Server


Proxy server (peladen proxy) adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak
sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet.
 
Proxy Server bertindak sebagai gateway terhadap dunia ini Internet untuk setiap komputer klien. Proxy server
tidak terlihat oleh komputer klien: seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy
server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web
server yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut seolah-olah
request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari proxy server.
 
Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan
publik (seperti halnya Internet). Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur
packet filtering karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang
lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Proxy server yang berfungsi sebagai sebuah "agen keamanan" untuk
sebuah jaringan pribadi, umumnya dikenal sebagai firewall.

Cara Kerja Proxy Server


Bagaimanakan cara kerja proxy server? Cara kerja proxy server adalah saat user menggunakan layanan suatu
proxy lalu meminta file atau data yang terdapat di public server (internet) maka proxy akan meneruskannya ke
internet jadi seolah-olah proxy tersebut yang memintanya. Dan saat proxy server telah mendapatkan apa yang
diminta oleh user, proxy akan memberikan respon kepada user jadi seolah-olah dialah public servernya.

Fungsi Utama Proxy Server


Tentu saja Proxy server memiliki fungsi utama, berikut merupakan beberapa fungsi utama dari Proxy server :
1. Connection Sharing
Fungsi conection sharing merupakan teknis dari sebuah proxy server, yang menempatkan sebuah proxy server
menjadi sebuah gateway, dimana dapat membatasi antara penggunaan jaringan local dan juga jaringan luar.
Dengan adanya fungsi ini, maka dapat dimungkinkan untuk melakukan koneksi dari jaringan local ke dalam
jaringan internet dengan menggunakan sambungan gateaway tersebut secara bersamaan. Inilah yang disebut
sebagai connection sharing dalam fungsi teknis sebuah proxy server.
 
2. Filtering
Bekerja pada layar aplikasi sehingga berfungsi sebagai Firewalll paket filtering yang digunakan untuk
melindungi jaringan lokal terhadap gangguan atau serangan dari jaringan luar. Dapat dikonfigurasi untuk
menolak situs web tertenu pada waktu-waktu tertentu.
 
3. Caching
Caching merupakan proses penyimpanan objek dan data yang sudah pernah direquest oleh user ketika
melakukan browsing dan melakukan koneksi internet pada aplikasi-aplikasi internet. Contohnya adalah, ketika
kita membuka sebuah website, maka gambar dan juga objek di dalam website tersebut akan disimpan dalam
bentuk cache. Dengan adanya proxy server, maka proses caching akan lebih mudah untuk dilakukan, dimana
setiap data dan juga objek yang sudah pernah diakses dan direquest sebelumnya akan disimpan ke dalam sebuah
proxy server.

23
Manfaat Proxy Server
Tentu saja Proxy server memiliki manfaat kepada penggunanya. Berikut merupakan beberapa manfaat dari
proxy server yang didapatkan oleh penggunanya :
1. Meningkatkan kinerja jaringan
2. Digunakan sebagai filter terhadap permintaan data dari suatu situs
3. Dapat mengurangi penggunaan bandwidth dari koneksi internet user
4. Meningkatkan kinerja dari jaringan internet
5. Melakukan pemblokiran terhadap situs tertentu
6. Keamanan jaringan yang lebih baik dan juga terjaga
 
Kelebihan Dan Kekurangan Proxy Server
Kelebihan :
 Keamanan jaringan lebih terjaga, karena adanya proxy sebagai pembatas antara jaringan lokal dan
jaringan luar (internet)
 Pengaksesan kembali terhadap situs-situs yang telah diakses sebelumnya menjadi lebih cepat, karena
pengaksesan tidak perlu ke jaringan luar (internet) melainkan ada pada direktori cache proxy.
 Terdapat fasilitas filtering, baik filtering pengguna, content dan waktu akses.
Kekurangan :
 Pengaksesan terhadap situs yang belum pernah dibuka sebelumnya akan menjadi lebih lambat, karena
client harus meminta terlebih dahulu ke pada proxy, setelah itu baru proxy yang akan meminta request
dari client tersebut ke pada penyedia layanan internet.
 Bila proxy server terlambat melakukan update cache, maka client akan mendapatkan content yang
belum update ketika melakukan request content tersebut.

Pertama tama kita akan masuk ke mode super user,kemudian install squid :

24
25
iptables adalah suatu tools dalam sistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter
(penyaringan) terhadap (trafic) lalulintas data. Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalulintas data.
Dengan iptables inilah kita akan mengatur semua lalulintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer,
keluar dari komputer, ataupun traffic yang sekedar melewati komputer kita
Tujuannya adalah untuk meroutingkan antara IP local (eth1) dengan IP publik (eth0). Perintahnya “iptables–t
nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE

IP Forwarding merupakan kondisi di mana router meneruskan paket data yang diterimanya pada suatu
interface (kartu jaringan / eth) ke interface yang lain sesuai tujuan paket, jadi IP Forward adalah syarat pokok
untuk membuat gateway

26

Anda mungkin juga menyukai