MODUL AJAR KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Nama Sekolah : SMA N 4 Magelang
Nama Mata Pelajaran : Biologi
Penulis Modul : Ayumna Alif Lumeksi
Fase : E Jenjang : SMA Kelas : X Alokasi Waktu : 6 x 45 Menit
Perkiraan Jumlah Peserta Didik : 25-30 Pembelajaran : PTM
Profil Pelajar Pancasila : Sarana Dan Prasarana :
Bernalar Kritis,Kreatif Dan Mandiri Hp, Internet,E-Book,Buku Paket, LCD
Proyektor , PPT, Mentimeter
Elemen Capaian Pembelajaran Pemahaman Konsep :
Peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan
berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman klasifikasi makhlukhidup.
Elemen Capaian Pembelajaran Ketrampilan Proses :
Peserta didik mampu melakukan kegiatan penelitian sederhana dengan menggunakan teknik
atau metode yang sesuai untuk mengamati, menanya, merencanakan,
memproses,mengevaluasi, dan mengomunikasikan hasil penelitian untuk menciptakan solusi
atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait klasifikasi
makhluk hidup.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat melakukan klasifikasi makhluk hidup sederhana dan mempresentasikan
hasilnya
2. Peserta didik dapat menjelaskan sistem tata nama makhluk hidup menurut binominal nomenklatur.
3. Peserta didik dapat menjelaskan sistem klasifikasi lima kingdom setelah mengidentifikasi ciri-
cirinya.
4. Peserta didik dapat menjelaskan sistem klasifikasi makhluk hidup tertentu melalui pembuatan
kladogram dengan benar
Alur Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu mengklasifikasi makhluk hidup sederhana dan mempresentasikan hasilnya
2. Peserta didik mampu menjelaskan sistem tata nama makhluk hidup menurut binominal
nomenklatur.
3. Peserta didik mampu menjelaska sistem klasifikasi lima kingdom setelah mengidentifikasi ciri-
cirinya.
4. Peserta didik dapat menjelaskan sistem klasifikasi makhluk hidup tertentu melalui pembuatan
kladogram dengan benar.
Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Learning
Metode : Ceramah, Tanya jawab, (Information Search)Model :
Pembelajaran : Kontekstual
Pertemuan Ke-2
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari topik
“Sistem Tata Nama Makhluk Hidup Menurut Binominal Nomenklatur”
Ditambahkan media Mentimeter.
Kegiatan Inti (30 Menit)
Kegiatan Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca,
Literasi dan memberi pertanyaan berdasarkan tayangan powerpoint dan bahan bacaan
materi “Sistem Tata Nama Makhluk Hidup Menurut Binominal Nomenklatur”
Critical Guru memberikan kesempatan untuk menyampaikan pengaruh Adanya Sistem
Thinking Penamaan Binomial Nomenklatur terhadap dalam kehidupan dan
memunculkan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah yang
kemudian akan dijawab dengan teman sekelompok.
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai Sistem Penamaan Binomial Nomenklatur terhadap dalam
kehidupan melalui artikel yang tersedia di internet atau literatur.
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau perwakilan secara
klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian
Communication ditanggapi kembali. Peserta didik mengamati dan memberikan tanggapan
terhadap presentasi kelompok lain.
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yangtelah dipelajari
terkait “Sistem Tata Nama Makhluk Hidup Menurut Binominal Nomenklatur”.
Creativity Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal
yang belum dipahami atau guru memberikan pertanyaan kepada siswa berkaitan
dengan materi yang telah dipelajari.
Kegiatan Penutup (5 Menit)
Guru melakukan penilaian dan mengingatkan peserta didik untuk
mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya atau
mempersiapkan diri untuk melaksanakan evaluasi di pertemuan selanjutnya.
Menutup kegiatan belajar mengajar
dengan berdoa.
Sumber Belajar :
• Bahan Materi Ajar
• Power Point
• E-Book
• Buku Paket
LAMPIRAN
MEDIA PEMBELAJARAN
1. Mentimeter
2. Power Point
3. E-Book
LAMPIRAN
PENILAIAN
Rubrik
Penilaian
Tugas
Kelompok
No. Kriteria
9 8 7 6 5 4 3 2 1
1 Kesesuaian dengan konsep dan prinsip bidang studi
2 Kreativitas
3 Ketepatan waktu
4 Kerapihan hasil
Jumlah skor
Keterangan: 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup baik,
1 = kurang baik
NilaiPerolehan = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑆𝑘𝑜𝑟 x 100
20
LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILANPENILAIAN SIKAP
Mata Pelajaran : BiologiKelas/Semester
: X/ I
Topik/Subtopik Sistem Tata Nama Makhluk Hidup Menurut Binominal Nomenklatur
Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, responsif dan proaktif serta
bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah danmembuat keputusan.
No Nama Siswa Kerja sama Rasa Ingin Tahu Santun Komunikatif Keterangan
1
2
,,,,
Kolom Aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut.
4 = sangat baik3 = baik
2 = cukup
1 = kurang
Nilai Perolehan = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑆𝑘𝑜𝑟 x 100
20
LAMPIRAN
MATERI
MATERI 2.1
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
(Sistem Tata Nama Makhluk Hidup Menurut Binominal Nomenklatur)
Konsep Awal Binomial Nomenklatur
Pada 1735, Bapak Klasifikasi Makhluk hidup, Carolus Linnaeus, menciptakan Sistem Binomial Nomenklatur
atau sistem penamaan dua istilah. Hal itu dilakukan agar memudahkan para ilmuwan biologi
berkomunikasi mengenai jenis makhluk hidup.
inomial nomenklatur artinya penamaan dengan dua kata. Jadi semua makhluk hidup diberi nama yang
terdiri atas 2 kata dari Bahasa Latin atau yang dilatinkan. Lihat contoh berikut:
Padi : Oryza sativa
Jagung : Zea mays
Kucing : Felix domestica
Macan : Felix tigris
Macan tutul : Phantera pardus
Aturan Binomial Nomenklatur
1. Setiap nama ilmiah harus terdiri dari dua kata menggunakan bahasa Latin atau bahasa lain yang
diperlakukan sebagai bahasa latin. Contohnya, Durio zibethinus (durian) merupakan bahasa Indonesia
yang diperlakukan sebagai bahasa Latin.
2. Kata pertama berupa nama marga (genus), sedangkan kata kedua berupa kata penunjuk spesies.
3. Huruf pertama pada kata pertama (genus) dimulai dengan huruf kapital. Huruf pertama pada kata kedua
(spesies) dimulai dengan huruf kecil.
4. Kedua kata harus dicetak miring jika diketik dengan komputer atau digarisbawahi jika ditulis dengan
tangan.
5. Bila nama tumbuhan atau hewan lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya disatukan atau ditulis
dengan tanda penggandeng (-). Contohnya, Hibiscus rosa sinensis ditulis Hibiscus rosasinensis atau
Hibiscus rosa-sinensis.
6. Pada tumbuhan tidak boleh menamakan spesies dengan dua kata suatu tautonim, yaitu dua kata yang
persis sama atau hampir sama. Misalnya, Linaria linaria atau Boldu boldu. Namun, aturan ini tidak
berlaku bagi pemberian nama hewan.
7. Nama penemu ditulis dalam singkatan atau ditulis lengkap di belakang nama penunjuk spesies. Namanya
tidak digarisbawahi, tidak dicetak miring, dan ditulis dengan awal huruf kapital.
Manfaat Tatanama Binomial Nomenklatur
Dengan menerapkan tatanama binomial nomenklatur tersebut bertujuan agar semua orang di seluruh dunia
tahu mengenai makhluk hidup yang dimaksud.