0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan6 halaman

Penerapan Zero-Net Carbon di SDN 08 Ragunan

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Dokumen tersebut membahas tentang penerapan konsep Zero-Net Carbon pada bangunan sekolah di Indonesia. 2. SDN 08 Ragunan dijadikan sebagai studi kasus penerapan Zero-Net Carbon dengan melibatkan arsitek lokal. 3. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Madrasah Al-Muhajiriah di Depok dengan menggunakan konsep Zero-Net Carbon."

Diunggah oleh

ziyad fauzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan6 halaman

Penerapan Zero-Net Carbon di SDN 08 Ragunan

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Dokumen tersebut membahas tentang penerapan konsep Zero-Net Carbon pada bangunan sekolah di Indonesia. 2. SDN 08 Ragunan dijadikan sebagai studi kasus penerapan Zero-Net Carbon dengan melibatkan arsitek lokal. 3. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Madrasah Al-Muhajiriah di Depok dengan menggunakan konsep Zero-Net Carbon."

Diunggah oleh

ziyad fauzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Narasi pembangunan berkelanjutan sudah lama menjadi agenda global untuk memperbaiki
lingkungan dampak dari system kehidupan manusia yang dibuat, pada tahun 2015 digelar Paris Climate
Agreement yang dimana membahas akan keseriusan setiap negara untuk mencegah perubahan iklim
yang semakin tidak terkendali, Indonesia sendiri ikut dalam agenda ini salah satu Gerakan yang dimuali
dengan adanya Perpres 18/2020 RPJMN pemerhatian segala aspek pembangunan mempertimbangkan
Zero-Net, salah satu aspek yang mendukung untuk pembangunan berkelanjutan.(Aelenei et al., 2013)

Gambar 1.1: Dampak perubahan iklim yang akan di alami Indonesia


Sumber: Kajian Potensi Bahaya Iklim oleh Tim Ketahanan Iklim Kementerian PPN/Bappenas

Segala aspek pada pembangunan akan terkena dampak sehingga perlunya percepatan akan agenda
Indonesia untuk komitmennya untuk capaian Zero-Net, di kutip dari Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian Republik Indonesia mendeklarasikan peningkatan target untuk penuruan emisi dari
31.89% di tahun 2030 mendatang menjadi 43.20% yang akan di bahas pada G20. penerapan penurunan
emisi ini juga mengharuskan arsitek untuk bisa mengambil peran untuk mewujudkan cita-cita
ini.(Penelitian Badan Keahlian DPR Gd Nusantara I Lt et al., n.d.)
Di Indonesia sendiri pandangan akan kepentingan untuk keberlanjutan pembangunan masih
sangat minim yang mana pendekatannya masih belum kontekstual mengambil referensi tanpa ada
pendekatan pada lingkungnya, perlu adanya keahlian khusus ataupun edukasi yang lebih mengenai
pemahaman Zero-Net. Keterlibatan arsitek untuk bisa memahami lebih untuk bisa diterapkan pada
setiap solusi dari perancangnya salah satu contoh keseriusan untuk menerapan Zero-Net dilakukan di
Jakarta dengan keterlibatan arsitek di dalamnya yaitu revitalisasi sekolah yang mengusung konsep Zer-
Net carbon.

Gambar 1.2: Sekolah bertema Zero-Net carbon SDN 08 ragunan, Jakarta


Sumber: [Link]
Gambar di atas adalah salah satu bangunan sekolah percontohan dari Zero-Net Carbon, pemerintah
Jakarta bekerja sama dengan beberapa arsitek Andramartin, Asosiate Arsitek dan Djuhara + Djuhara.
Di tahun ini target 4 sekolah di kota Jakarta sementara target tahun 2023 target 20 sekolah untuk
diterapkan konsep Zero-Net Carbon.
Penerapan Zero-Net Carbon pada bangunan sekolah menjadi fenomena baru untuk bisa
diterapkan selain sekolah negeri yang dinaungi langsung pemerintah dari percontahan tersebut
penerapannya pada sekolah menjadi lebih kontekstual perancangan menyelesaikan solusi dengan
pendekatan dengan iklimnya dan permsalah disektirnya, apakah sudah cukup dengan Zero-Net Carbon,
sementara masih banyak aspek lain menuju pembangunan berkelanjutan jika di tinjau lebih luas,
bagaimana arsitek bisa memberikan solusi rancangan dengan tema pembangunan berkelanjutan,
kepetingan dan kesadaran harus dilanjutkan tertuma disekolah lain sehingga tidak hanya dari kurikulum
dengan desain peneran Zero-Net Carbon ini bisa membantu penyelesaian aspek lainnya dalam sekolah
tertutama dalam kenyamanan belajar ruang lingkup yang lebih sehat dan juga menanamkan semenjak
dini akan pentingnya isu pembangunan keberlanjutan dan sekolah sebagai wadah untuk bisa
menyalurkan itu terutama di usia dini diharapkan bisa melanjutkan di lingkungan tempat tinggal
mereka, tidak tabu akan pemanasan global dan bagaimana sekolahnya mengambil peran untuk
pengurangan permasalahan global ini, maka dari itu perlu adanya pengkajian lebih luas Zero-Net
Carbon ini dengan penerapannya disekolah apakah bisa di maksimalkan dengan aspek lainnya yang
ada disekolah maupun aspek pendukung lainnya sehingga arsitek terus hidup dengan memberikan solusi
dengan pendekatanya yang bisa memperbaiki lingkungan, dengan mencoba menerapkanya pada
bangunan sekolah yang sudah ada terbangun dan bagaimana transformasinya sehingga sekolah bisa
menjadi contoh untuk lingkungan dan peserta muridnya sebagai rumah kedua setelah rumah.

1.2. Perumusan Masalah dan Pertanyan Penelitian


Pengadaan konsep Zero-Net Carbon ini masih terbilang baru di Indonesia lalu bagaimana
penerapannya pada bangunan sekolah selain dari negeri terutama sekolah yang terbilang pendanaannya
masih sulit, terutama sekolah di sekitaran Jakarta, apakah penerapan Zero-Net Carbon ini sudah
maksimal lalu apakah penerapan solusi yang sama bisa diterapkan pada sekolah lain, sementara
bangunan sekolah sudah banyak berdiri di kota tempat dimana emisi karbon paling besar dibuang ke
udara penyesuaian seperti apa yang harus di terapkan.
Pertanyaan penelitian:

1. Apa yang dimaksud Zero-Net Carbon dengan penerapannya pada bangunan?


2. Bagaimana pendekatan perancangan untuk bangunan yang menerapkan Zero-Net Carbon?
3. Bagaimana implementasi Zero-Net Carbon pada sekolah Madrasah yang dapat
mempengaruhi produktivitas kegiatan belajar?
[Link] Dan Tujuan
Maksud dari penelitian ini untuk mengetauhi kelebihan dan kekurangan dari Zero-Net Carbon
untuk sekolah, agar dapat menghasilkan sebuah acuan dan pegangan yang dapat digunakan oleh
perancang arsitek ataupun dari pengelola sekolah dan lingkungannya, memberikan referensi dari
penerapan Zero-Net Carbon sehingga memberikan keragaman dalam mencari solusi dalam desain
dengan permasalahyang ada pada lingkunganya serta memberikan pemahaman akan kelebihan untuk
aspek selain dari merancang seperti secara ekonomi, lingkungan dan juga aktivitas mengajar di dalam
sekolah.
Tujuan Penelitian:
1. Merancang Madrasah dengan penerapan Zero-Net Carbon untuk menjawab permasalahan
pembangunan berkelanjutan di lingkungannya.
2. Membuat pedoman dalam merancang Madrasah dengan Zero-Net Carbon.
3. Membuat gagasan dengan meningkatan kan potensi bangunan eksisting Madrasah dan
juga lingkungan serta pengembangan kedepannya.

[Link] Perancangan
Untuk memberikan batasan yang jelas hasil dari penulisan ini berupa desain yang mencakup:

1. Perancangan menggunakan konsep Zero-Net Carbon


2. Fungsi yang dirancang Madrasah Al-Muhajiriah, Depok, Jawa Barat
3. Pendekatan desain dengan lingkungan kawasan
4. Menerapkan teknologi energi terbaharui
5. Memperhatikan iklim kawasan untuk mempengaruhi desain
6. Memperhitungkan penghematan energi dan pengeluaran dari bangunan Madrasah.

[Link] Studi Kasus

Gambar 1.3: SDN 08 Ragunan sebagai objek studi kasus penerapan Zero-Net Carbon
Sumber: [Link]

Lokasi sekolah ini berada di dalam perumahan Pembangkit Listrik Negara (PLN) dengan luasan
sekitar 5000m2, salah satu karya dari arsitek Ahmad Djuhara yang memeakan biaya kurang lebih 33
M. Lokasi sekolah memang sudah ada sejak dulunya dengan luasan yang lebih kecil dan bangunan
hanya satu lantai sebagai target pemerintah untuk percontohan.
[Link] Penelitian

Tabel 1.1: Kerangka Berfikri


Sumber: Dokumen Pribadi
[Link] Penelitian
Objek Perancangan

Gambar 1.4: Lokasi Madrasah Al-Muhajiriah, Kota Depok, Jawa Barat


Sumber: (Google Earth)

Gambar 1.5: Lokasi Madrasah Al-Muhajiriah, Kota Depok, Jawa Barat


Sumber: (Dokumen Pribadi)

Madrasah Al-Muhajiriah sudah berdiri sejak 1980an menyediakan 20 kelas lokasinya berada di
jalan kecil dengan lebar 4 meter dengan kondisi perumahan padat penduduk. Masih dalam tahap
pengembangan dengan penambahan kapasitas sekolah mulai mengalami permasalahan dengan ruang
hijau yang semakin sedikit kurangnya area luar untuk menampung kegiatan diluar ruangan masih
perlu analisis dengan pendekatan Zero-Net Carbon.

Metode pada perancangan ini adalah:


1. Pengumpulan Data:
Metode pengumpulam data dilakukan dengan studi literatur, studi data eksisting, observasi
lapangan, wawancara dan kuisioner. Studi literatur dilakukan dengan mencari preseden, teori
preferensi dan kajian Zero-Net Carbon . Studi data eksisting dan wawancara/kuisioner akan
membantu analisis terkait preferensi pengguna. Observasi lapangan dapat dilakukan untuk
menemukan data terkait lokasi dan juga objek studi Zero-Net Carbon.
2. Analisis data dan Kriteria Perancangan
Metode analisis utama yang digunakan yakni analisis prefrensi (revealed preference), yang
berpengaruh pada analisis Zero-Net Carbon pada Madrasah. Sementara untuk analisis terkait
konteks lokasi perancangan dilakukan analisis tapak, analisis peraturan lokasi dan bangunan,
dan analisis standar keselamatan dan keamanan bangunan sekolah
DAFTAR PUSTAKA
Aelenei, L., Aelenei, D., Gonçalves, H., Lollini, R., Musall, E., Scognamiglio, A., Cubi, E., & Noguchi, M.
(2013). Design issues for net zero-energy buildings. Open House International, 38(3), 7–14.
[Link]

Penelitian Badan Keahlian DPR Gd Nusantara I Lt, P. R., Jend Gatot Subroto, J., & Sri Suryani, A. (n.d.).
MENUJU NETT ZERO EMISSIONS INDONESIA 2070.

Peraturan Presiden Republik indonesia No. 61 (2011) Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas
Rumah Kaca.

Khasna Nur Ghaasyiyah 2021, Implementation of Net-Zero Energy Building Concept in the design
facade architecture buildings in centar java. Jurnal Universitas Trisakti.

Dr. Medrilzam 2019, Pembangan Rendah Karbon Indonesia & Net Zero Emission Menuju ekonomi
Hijau. Direktur Lingkungan Hidup Bappenas.

Anih Sri Suryani, 2021. Menuju nett Zero emissions Indonesia 2070. Pusat penelitian badan keahlian
DPR RI.

Siska Tiara Putri dan Muhamma Siam Priyono Nugroho, 2019. Konsep Zero Energy Building Bagi
Silamic Boarding School di Sragen. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Dhuhara + Djuhara & Dinas Pendidikan DKI Jakarta. SDN Ragunan 08 & 09 Jakarta.

Kementrian ESDM Republik Indonesia, 2022. Berkenalan dengan Net Zero Emission
[Link]

Kementrian ESDM Republik Indonesia, 2021 . COP-26 Menteri ESDM sampaikan komitmen
Indonesia capai Net Zero Emission. [Link]
esdm-sampaikan-komitmen-indonesia-capai-net-zero-emission

Mawardi Janitra, 2021. Arsitektur berkelanjutan NetZero Energy Building sebagai solusi perubahan
iklim. [Link]
berkelanjutan-net-zero-energy-building/

Y. Mila Ardiani. 2015. Sustainable Architecture Arsitektur Berkelanjutan. Erlangga

Anda mungkin juga menyukai