SMKK
SMKK adalah Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi yang bertujuan sebagai
sistem yang melakukan pencegahan kecelakaan kerja pada pekerjaan jasa konstruksi. Audit
SMKK adalah pemeriksaan secara sistematis dan independen terhadap pemenuhan kriteria
yang telah ditetapkan untuk mengukur suatu hasil kegiatan yang telah direncanakan dan
dilaksanakan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi oleh
perusahaan.
Elemen SMKK - Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi sesuai
dengan PP No. 14 Tahun 2021 Tentang Perubahan PP No. 22 Tahun
2020
5 Elemen Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi antara lain :
1. Kepemimpinan dan partisipasi tenaga kerja dalam Keselamatan Konstruksi
Kepedulian pimpinan terhadap isu eksternal dan internal;
Organisasi pengelola SMKK;
Komitmen Keselamatan Konstruksi dan partisipasi tenaga kerja;
Supervisi, training, akuntabilitas, sumber daya, dan dukungan.
2. Perencanaan Keselamatan Konstruksi
IBPRP ( Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian dan Peluang )
Rencana tindakan keteknikan, manajemen dan tenaga kerja yang tertuang dalam
sasaran dan program;
pemenuhan standar dan peraturan perundangan-undangan
Keselamatan Konstruksi.
3. Dukungan Keselamatan Konstruksi
Sumber daya (peralatan, material, dan biaya);
Kompetensi tenaga kerja;
Kepedulian organisasi;
Manajemen Komunikasi;
Informasi terdokumentasi.
4. Operasi Keselamatan Konstruksi
Perencanaan Implementasi RKK
Pengendalian Operasi Keselamatan Konstruksi
Kesiapan dan tanggapan terhadap Kondisi darurat; dan
Investigasi Kecelakaan Konstruksi.
5. Evaluasi Kinerja Penerapan SMKK
Pemantauan atau inspeksi;
Audit;
Evaluasi;
Tinjauan Manajemen; dan
Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi.