0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan16 halaman

Perencanaan Balok Beton: Tugas Besar

Laporan tugas besar ini membahas perencanaan balok beton bertulang dengan momen lentur 7310 kgm. Dihitung lebar balok minimal 41,25 cm, tegangan maksimal 5049 kg/cm2 dan tulangan tekan 1680 mm2 serta tulangan tarik 2525 mm2.

Diunggah oleh

Crespo Sinaga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan16 halaman

Perencanaan Balok Beton: Tugas Besar

Laporan tugas besar ini membahas perencanaan balok beton bertulang dengan momen lentur 7310 kgm. Dihitung lebar balok minimal 41,25 cm, tegangan maksimal 5049 kg/cm2 dan tulangan tekan 1680 mm2 serta tulangan tarik 2525 mm2.

Diunggah oleh

Crespo Sinaga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN TUGAS BESAR

BETON I

DISUSUN OLEH

CRESPO SINAGA
(2053050024)

DOSEN PEMBIMBING

Sudarno P Tampubolon, S.T, [Link]

PRODI SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2021
TUGAS BESAR

STRUKTUR BETON I (SATU)

Semester Antara : 2020/ 2021 Dosen Pengajar : Sudarno P Tampubolon, S.T, [Link]

Nama Mahasiswa : CRESPO SINAGA

NIM : 2053050024

Tanggal Pengambilan Tugas: 11 Oktober 2022

I. TUGAS 1

1. Diketahui penampang Balok Segi empat dengan data sebagai berikut:

Momen Lentur = 7310 kgm’

- Mutu Beton (f’c) = 30 MPa


AS’

fy = 350 MPa

AS = 1,5 AS’
AS

Dari data diatas maka tentukanlah (20%):

a. Perencanaan Lebar Balok

b. Tegangan yang terjadi pada balok tersebut.

c. Pembesian balok dan gambar pembesiannya.


JAWABAN

Keterangan Notasi/Simbol Gambar:

1. a = Tinggi blok tegangan tekan ekivalen


2. As = Luas tulangan tarik longitudinal non prategang, mm2
3. As’ = Luas tulangan tekan, mm
4. b = Lebar muka tekan komponen struktur, mm
5. c = Jarak dari serat tekan terjauh ke sumbu netral, mmgbd
6. d = Jarak serat tekan terjauh ke pusat tulangan tarik longitudinal, mm
7. Mn = Kekuatan lentur nominal pada penampang, N-mm
8. d’ = Jarak dari serat tekan terjauh ke pusat tulangan tekan longitudinal, m
9. fy = Kekuatan leleh tulangan yang disyaratkan, MPa
10. h = Tebal atau tinggi keseluruhan komponen struktur, mm
11. fc’ = Kekuatan tekan beton (MPa)

∈cu

βc C2= As’xfy
Garis Netral

h d

As

∈s>∈y T= Asxfy
Blok Tegangan Tekan
Penampang Balok Diagram Regangan Diagram Tegangan
Bertegangan Tunggal
∈cu

C2= As’xfy
βc
Garis Netral

h d

As

∈s>∈y T= Asxfy

Blok Tegangan Tekan


Persegi Ekuivalen
Penampang Balok Diagram Regangan Diagram Tegangan
Bertegangan Tunggal

∈s

C2= As’xfy
As’
d
Garis Netral

1.
As
a) Perencanaan lebar
∈s<∈y A B T= Asxfy
Segitiga Parabola

Regangan Tegangan

As’ d’ C1 As’ C2= As’xfy


a

d d=[1/2]

As As As T2
T1 T1= As2xfy
Mn Mn1 T1= As1xfy
Kedua gambar diatas merupakan gambar Penampang balok dengan diagram Regangan dan
Tegangan (gaya-gaya dalam). Jika Diagram Regangan berbentuk garis lurus maka tegangan
berbentuk parabola. Pada gambar diatas juga disajikan gambar diagram Blok Tegangan
tekan persegi ekuivalen.

Perbedaan:
Gambar atas dan bawah memiliki beberapa perbedaan seperti:
1. Gambar atas memiliki tulangan tunggal sedangkan gambar bawah memiliki tulangan
rangkap
2. Regangan dalam gambar atas dalam keadaan Under-Reinforced (∈s>∈y) sedangkan
pada gambar bawah adalah regangan Over-Reinforced (∈s<∈y)
1.

Momen lentur : 7310 kgm’ = 731000 kgcm


AS’
f’c = 30 MPa

80 cm fy = 350 MPa
As = 1,5 As’
h = 82,5 (nilai H pemisalan)
AS

AS’- AS2 ; dan Nilai dari AS1 – (AS AS’) – AS’


Untuk nilai dari lengan Momen dapat kita asumsikan dengan:

ɣd = 𝑎
(𝑑 − ) = 0,85
2

h = 82,5 cm -> h ≥ 1,1 . d, maka untuk nilai d adalah


d ≤ h/1,1 = 82,5/1,1 = 75 cm
Jika
b=½.h
= ½ . 82,5 cm
= 41,25 cm

Sesuai SNI 03- 3847-2019 7.7 ACI 318M-11 dialihkan pasal [Link] hingga [Link]
Asumsikan nilai d’ antara 2cm - 4cm

Diambil d’ = 4cm

jadi, ( d – d’) = 75 – 4 = 71 cm

𝑎
 Mn1 = T1 x (𝑑 − )
2

= AS1 x fy x 0,85 x d = AS1 x fy x 0,85 x 75 = 63,75AS1 . fy..........(1)


 Mn2 = T2 (d-d’)
= AS2 x fy x 71 = 71AS . fy...............(2)
 Mn= Mn1 + Mn2 = 62AS1 . fy + 69AS . fy = As’ + (63,75+71) . fy = 134,75 AS’ .
fy…(3)

Syarat untuk kekuatan penampang adalah:


Mn ≥ MDu
Mu = Ѳ Mn; untuk nilai dari kapasitas diambil 0,85
Mn = Mu/ Ѳ
Mn = 731000/0,85 = 860.000

Dari persamaan 3 diperoleh untuk nilai:


Mn = 134,75AS’ . fy
860000 = 134,75 AS’ . 3824
AS’ = 1,68 cm2
Karena AS = 1,5 AS’, maka
AS = 1,5 x 1,68 cm2
= 2,52 cm2

a. Tegangan yang terjadi pada balok tersebut.

Karena kolom maka kekuatan yang dibutuhkan ( 0,65)


𝑓𝘍𝑐−28,6𝑘𝑔/𝑐𝑚
𝛽1 = 0,85 − 0,05 [ ] ≥ 0,65
71,5
30−28,6
= 0,85 − 0,05 [
71,5
] ≥ 0,65

= 0,84 ≥ 0,65
Maka, 𝛽1 = 0,84

𝛽1 𝑥 0,85 𝑥 30
𝜌𝑏 = 600
𝑓𝑦 𝑥( )
600+𝑓𝑦

0,84 𝑥 0,85 𝑥 30
= 600
375 𝑥( )
600+35
= 0,0360

𝜌 = 0 , 5 x 𝜌𝑏
= 0,5 𝑥 0,0360
= 0,018

 ′ 𝐴𝑠𝘍 1,38
𝜌 = = = 0,0004
𝑏.𝑑 41,25𝑥75
𝜌 − 𝜌′ = 0,018 − 0,0004
= 0,0176

0,85 𝑥 𝛽1 𝑥 𝑓𝘍𝑐 𝑥 𝑑𝘍
𝑓′𝑠 = 𝜀𝑠 𝑥 0,003 [ 1 − ] 𝑘𝑔/cm2
( 𝜌− 𝜌𝘍)𝑥 𝑓𝑦 𝑥 𝑑

0,85 𝑥 0,84 𝑥 280 𝑥 4


= 2x106 𝑥 0,003 [ 1 − ] 𝑘𝑔 /cm
2

( 0,0176)𝑥 3824 𝑥 75

= 5049 kg/cm2 ≥ fy = 3824 kg/cm2

d’= 4 cm

Xu

h= 82,5cm d= 75 cm

fs ≥ fy (Under-Reinforced)
b= 41.25cm

b. Estimasi Lebar Penampang


0,85 𝑥 𝑓′𝑐 𝑥 𝛽1 𝑥 𝑑𝘍 6300
𝜌 − 𝜌′ ≥ ( )
𝑓𝑦 𝑥 𝑑 6300−𝑓𝑦

0,85 𝑥 30 𝑥 0,84 𝑥 4 6300


𝜌 − 𝜌′ ≥ ( )
350 𝑥 75 6300−350

0,0176 ≥ 0,003456

c. Pembesian balok dan gambar pembesiannya.

As’ = 1,68 cm2 -> As’ = 1680 mm2


𝜋 𝐷2 = 𝑥 25 𝑥 25 = 491 mm2
D25 = 𝜋
4 4

𝘍
1680
Jumlah Tulangan = 𝐴𝑆 = =4
𝐴 491
As = 2,52 cm2 -> As = 2520 mm2
𝜋 𝐷2 = 𝑥 25 𝑥 25 = 491 mm2
D25 = 𝜋
4 4

𝘍 2520
Jumlah Tulangan = 𝐴𝑆 = =6
𝐴 491

d’= 4 cm

Tulangan Tekan 3 Φ25 (AS’)

h= 82,5cm
d= 75 cm
Sengkang 10 mm

Tulangan Utama 5 Φ25 (AS)

b= 41.25cm
Gambar 1. Detail Tulang
2. Suatu Struktur Balok Menerus dengan data dan gambar sebagai berikut (30%):

- Beban (q) = 2,2 T/m’ (70%DL) ; P = 12 T ; (LL = 60%)

- fy = 325 MPa

- f’c = 35 MPa
- r = 0,5 P

D A
C B
EI; 4.5m 2EI;4,5m EI; 2m
6

Tentukanlah:

a. Gaya dalam pada struktur balok (momen dan gaya geser).

q = 1,2(0,7)(2,2) + 1,6(0,3)(2,2) = 2,90 T/m’

p = 1,2(0,6)(12) + 1,6(0,4)(12) = 16,3 𝑇

Momen Ujung Jepit (FEM)

 FEM AB =- 1
𝑞.𝑙2 =− 1
(2,90)𝑥 4,52 = −4,893 𝑻𝒎
12 12

1 1
 FEM BA = 𝑞.𝑙2 =
(2,90)𝑥 4,52 = 4,893 𝑻𝒎
12 12

 FEM BC =- 1
𝑞.𝑙2 =− 1
(2,90)𝑥 4,52 = −4,893𝑻𝒎
12 12

1 1
FEM CB = 𝑞.𝑙2 =−
(2,90)𝑥 4,52 = 4,893 𝑻𝒎
12 12

 FEM CD = 1
2 . 𝑙 − 𝑃. 𝑙
2

= 1 𝑥 2,90 x 1,52 – 16,3 𝑥 1,5


2
= −26,8 𝑻𝒎
KEKAKUAN RELATIF

 BATANG AB

𝐸𝐼 1 = 0,22
=
𝐿 4,5

 BATANG BC

𝐸𝐼 2
𝐿
= 4,5 = 0,4

FAKTOR DISTRIBUSI
𝐾 AB
 DF CD =
𝐾 AB +𝐾 𝐵C
0,22 = 0,35
=
𝐾 BC 0,22+0,4
DF BC =
𝐾 AB +𝐾 BC
= 0,64
0,4
=
0,22+0,4
TABEL DISTRIBUSI MOMEN (CROSS)

TITIK HUBUNG D C B
BATAN DC CD CB BC BA
G
FAKTOR DISTRIBUSI - 0,42 0,58 - -
1 FEM -7,796 7,796 -16,266 16,266 -25,4025
BAL 0 3,5574 4,9126 9,1365 0
2 CO -3,5574 0 4,56825 2,4563 0
BAL 0 -1,91867 -2,64959 -2,4563 0
3 CO 1,918665 0 -1,22815 -1,32479 0
BAL 0 0,515823 0,712327 1,324793 0
4 CO -0,51582 0 0,662396 0,356164 0
BAL 0 -0,27821 -0,38419 -0,35616 0
5 CO 0,278206 0 -0,17808 -0,19209 0
BAL 0 0,074794 0,103287 0,192095 0
6 CO -0,07479 0 0,096047 0,051644 0
BAL 0 -0,04034 -0,05571 -0,05164 0
MOMEN -9,74715 9,706806 -9,70681 25,4025 -25,4025
AKHIR

MOMEN MAKSIMUM 25,4025

b. Perencanaan dimensi balok

𝑓𝘍𝑐−28,6𝑘𝑔/𝑐𝑚
𝛽1 = 0,85 − 0,05 [ ] ≥ 0,65
71,5
35−28,6
= 0,85 − 0,05 [
71,5
] ≥ 0,65

= 0,84 ≥ 0,65
Maka, 𝛽1 = 0,89

𝛽1 𝑥 0,85 𝑥 25 600
𝜌𝑏 = 𝑥( )
𝑓𝑦 600+𝑓𝑦

0,84 𝑥 0,85 𝑥 = 0,035


=
25
325
600+325
600
𝑥( )

𝜌 = 0 , 5 x 𝜌𝑏
= 0,5 𝑥 0,035

= 0,0175

′ 𝐴𝑠′ 1,91
𝜌 = = = 0,0006
𝑏.𝑑 41,25𝑥75

𝜌 − 𝜌′ = 0,0175 − 0,0006
= 0,0169
𝐹𝑦
𝜔1 = (ρ − ρ ′) x = 0,0172 x 325 = 0,159
𝑓′𝑐 35

𝑅𝐵 = 𝜔1 𝑥 𝑓′𝑐 𝑥 (1 − 0,59 𝜔1 )
= 0,159 𝑥 35 {1 − 0,59 (0,159)}
= 5,042 𝑘𝑔⁄ 𝑐𝑚2

𝑅𝐵2 = 𝜌 𝑥 𝑓𝑦 𝑥 (1 − 0,1)

= 0,0175 𝑥 325 𝑥 0,9


= 5,118 𝑘𝑔⁄
𝑅𝐵𝑅 = 𝑅𝐵1 + 𝑅𝐵2
= (5,042 + 5,118)
= 10.16 𝑘𝑔⁄ 𝑐𝑚2

DIMENSI
BALOK

= 38,32 cm = 39 cm

b= cm

Jadi, (h/b) = (39/19,5) cm

c. Perencanaan pembesian (tulangan) balok.

AS = = 0,0193 x 19,5 x 30,9 = 11,63 cm2

AS’ = ′ x = 0,006 x 19,5 x 30,9 = 3,62 cm2

Mengguunakan D-20

A= x π x d2

3,14 x 202
= 3,14 cm2

[Link] = = 4 buah
Mengguunakan D-18
A= 1 x π x d2
4

3,14 x 182
= 2,54 cm2

[Link] = = 2 buah

Anda mungkin juga menyukai