PROGRAM SUPERVISI
KEPALA SMA NEGERI 07 BOMBANA
KABUPATEN BOMBANA
KEPALA SEKOLAH : BAHMID, [Link].,[Link]
NIP : 19731231 199903 1 028
Program Kepala Sekolah : 1. Supervisi Bulan Juni 2019
(Semester Genap T.P 2018/2019)
2. Supervisi Bulan Juli 2019
(Semester Ganjil T.P 2019/2020)
3. Supervisi Bulan Agustus 2019
(Semester Ganjil T.P 2019/2020)
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Program pengawasan ini merupakan bagian dari pemenuhan target kinerja sesuai amanat Peraturan
Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil yang
dijabarkan dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 1 Tahun 2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil,
sebagai kepala sekolah.
Keputusan tentang Sasaran Kerja Pegawai merupakan keniscayaan untuk memenuhi syarat penilaian
prestasi kerja Pegawai Negeri yang akan digunakan sebagai dasar pertimbangan penetapan keputusan
penilaian prestasi kerja tahunan. Bukti Sasaran penilaian prestasi kerja pengawas dibuktikan dalam
dokumen program dan tingkat capaian hasil kerja yang tersusun dan disepakati bersama antara kepala
sekolah dengan atasan langsung/pejabat penilai..
Program Supervisi, selain sebagai bahan penilaian kinerja juga sebagai acuan pelaksanan tugas
kepala sekolah dalam melaksanakan bantuan kepada guru dan tenaga kependidikan lainya dalam
meningkatkan kemampuannya untuk melaksanakan proses pelaksanaan tugas dalam pemenuhan
delapan standar yang meliputi komponen isi, proses, penilaian, SKL, pendidik dan tenaga
kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, serta pembiayaan sebagai acuan penilaian mutu
sekolah.
Fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan manajerial dalam pengelolan sekolah
dapat meningkat efektivitasnya dengan dukungan terselenggaranya pelaksanaan tugas kepala sekolah
untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan sekolah. Supervisi diharapkan dapat mendorong proses
perbaikan mutu berkelanjutan melalui bantuan peningkatan kompetensi berbasis [Link]
perkenan semua pihak dalam mendukung terselenggaranya program ini, saya ucapkan terima kasih.
Semoga Allah swt membimbing dan memberikan kemudahan sehingga target mutu yang diharapkan
dapat diwujudkan.
Waemputtang, 31 Agustus 2019
Penyusun,
B A H M I D, [Link].,[Link].
Pembina Tk.I, IV/b
NIP 19731231 199903 1 028
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISIi
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Landasan Hukum
C. Visi dan Misi Sekolah
D. Tujuan Supervisi
E. Strategi Supervisi
F. Metode/Teknik Supervisi
G. Ruang Lingkup Kegiatan Supervisi
BAB II. PROGRAM SUPERVISI KEPALA SMA NEGERI 07 BOMBANA……………………….5
A. Program Supervisi Kepala SMA Negeri 07 Bombana Bulan Juni
(Semester Genap Tahun Pelajaran 2018 / 2019)
1. Jadwal Supervisi..............................................................................................................5
2. Program Supervisi……………………………………………………………………...6
B. Program Supervisi Kepala SMA Negeri 07 Bombana Bulan Juli
(Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019 / 2020)
1. Jadwal Supervisi…. ….………………………………………………………………..10
2. Program Supervisi…. …………………………………………………………………11
C. Program Supervisi Kepala SMA Negeri 07 Bombana Bulan Agustus
(Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019 / 2020)
1. Jadwal Supervisi…. ….………………………………………………………………..15
2. Program Supervisi…. …………………………………………………………………16
BAB III. KESIMPULAN……………………………………………………………………… .......22
LAMPIRAN
1. Instrumen Supervisi Bulan Juni
(Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019)…………..……………………………..…23
2. Instrumen Supervisi Bulan Juli
(Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020)………………………………..………..…28
3. Instrumen Supervisi Bulan Agustus
(Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020)………………………………..……..……35
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Supervisi dalam penyelenggaraan pendidikan bersinonim dengan istilah pengawasan. Oleh karena itu
dalam pengaturan tentang program bantuan kepada pendidik dan tenaga kependidikan keduanya
digunakan. Namun demikian, karena dalam pemakaian istilah supervisi lebih populer di sekolah, dan
demi keajegan penggunaan istilah maka pada program ini selanjutnya digunakan supervisi. Jika
dalam beberapa bagian kutipan secara faktual menggunakan pengawasan, maka hendaknya dapat
dimaknai sebagai supervisi.
Perumusan program supervisi merupakan komponen wajib pendukung tindak kepemimpinan
pembelajaran oleh kepala sekolah sesuai dengan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil yang
dijabarkan dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 1 Tahun 2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil.
Perumusan dokumen ini sesuai Permendiknas Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Standar Kepala
Sekolah/Madrasah dan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Sandar Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan.
Kemampuan yang dipersyaratkan untuk Kepala Sekolah, seperti yang diamanatkan Permendiknas No.
13 tahun 2017 adalah (1) Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan
profesionalisme guru. (2) Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan
pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. (3) Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap
guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Selain melakukan pengawasan terhadap guru
Perencanaan program supervisi mengacu pada Permendiknas Nomor 19 yang menegaskan bahwa
kepala sekolah berkewajban :
1) Menyusun program pengawasan secara obyektif, bertanggung jawab dan berkelanjutan.
2) Menyusun program pengawasan di sekolah/madrasah berdasarkan Standar Nasional
Pendidikan.
3) Mensosialisasikan program kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.
4) Program pengawasan meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut
hasil pengawasan.
5) Melaksanakan supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan
6) Menerima laporan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester
7) Menerima laporan pelaksanaan teknis dari guru dan TU sekurang-kurangnya setiap akhir
semester
8) Terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan.
9) Menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu
sekolah/madrasah, termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan.
10) Mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan, supervisi, evaluasi, dan pelaporan
serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/madrasah, dalam pengelolaan
pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan.
Rincian tugas tersebut selanjutnya dijabarkan dalam rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari.
B. Landasan Hukum
1. Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
4. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Ketentuan
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja
Pegawai Negeri Sipil.
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 Tentang
Standar Kepala Sekolah/Madrasah
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 Tentang
Pembinaan Kesiswaan
8. Permendiknas Nomor 63 tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.
9. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelanggaraan
Pendidikan.
10. Permendikbud 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya
11. Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti
12. Permendikbud Nomor 20 tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar
dan Menengah
13. Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
14. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah
15. Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan
Menengah
16. Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pada
K13 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
17. Panduan Kerja Kepala Sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Direktorat
Jenderal Guru dan Tenaga Kependidkan Dan Menengah 2017
C. Visi dan Misi Sekolah
1. Visi
“Terwujudnya Prestasi Unggul Berdasarkan Imtaq”
2. Misi
o Memperkuat Keimanan dan Ketakwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa
o Mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Handal
o Menghasilkan Lulusan yang Bermutu
o Menghasilkan Siswa yang Berprestasi
o Menghasilkan Siswa yang Berbudi Pekerti Luhur
o Meningkatkan Pengelolaan dan Pelayanan Pendidikan Bersertifikasi
D. Tujuan Supervisi
Supervisi dan pembinaan merupakan serangkaian kegiatan memetakan kinerja untu
membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola pembelajaran atau
pengelolaan pendidikan untuk mencapai tujuan yang direncanakan. Berdasarkan definisi
tersebut, supervisi bertujuan membantu guru, kepala sekolah, atau tenaga kependidikan
lainnya meningkatkan kompetensinya sehingga berdampak terhadap perbaikan proses
pelaksanaan tugasnya.
E. Strategi Supervisi
Strategi inti meliputi :
Tatap muka merupakan kegiatan langsung,kepala sekolah melaksanakan tugas dalam
mementau secara langsung dengan melakukan pertemuan dengan guru untuk mengobservasi
pelaksanaan tugas dalam kelas.
Pengawasan Berbasis Sekolah adalah serangkaian proses penentuan rencana yang
terintegrasi pada rencana kerja pemenuhan standar nasional pendidikan yang sekolah
tetapkan. Pelaksanaan pengawasan oleh kepala sekolah atau oleh guru senior menjadi
bagian integral dari sistem pengawasan. Di antaranya, supervisi kunjungan antar kelas.
Pengawasan Berbasis TIK merupakan strategi pemberdayaan teknologi informasi dan
komunikasi sebagai media komunikasi para pihak yang menjadi bagian dari sistem,
penggunaan jejaring secara online maupun merupakan bagian penting dari sistem
pengawasan.
Kolaboratif-partisipatif merupakan cara memberdayakan seluruh pemangku kewenangan:
guru, pengawas sekolah, komite sekolah, para pakar; sebagai penyedia layanan peningkatan
mutu pendidikan melalui kegiatan supervisi dan pembinaan guru dan tenaga kependidikan
lainnya.
F. Metode/Teknik Supervisi
Metode atau teknik supervisi merupakan cara-cara kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan
untuk mencapai tujuan yang sekolah harapkan untuk menyelesaikan masalah guru-guru dalam
merencanakan kegiatan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan penilaian dalam proses
kerjanya. Orientasi penyelesaian masalah adalah membantu guru atau tenaga kependidikan
meningkatkan kompetensinya sehingga dapat berprestasi dalam mewujudkan tujuan pelaksanaan
tugas.
Metode atau teknik supervisi akademik meliputi supervisi individual dan kelompok. Metode atau
teknik supervisi individual meliputi kegiatan (1) kunjungan dan observasi kelas (2) individual
conference (3) kunjungan antar guru (4) evaluasi diri (5) supervisory buletin (6) profesional
reading (7) profesional writing.
Metode atau teknik supervisi kelompok antara lain (1) rapat staf sekolah (2) orientasi guru baru (3)
curriculum laboratory (4) panitia (5) perpustakaan profesional (6) demonstrasi mengajar (7)
lokakarya (8) field trips for staff personnels (9) pannel or forum discussion (10) in service training
dan (11) organisasi profesional.
G. Ruang Lingkup Kegiatan Supervisi
Tugas kepala sekolah bartanggung jawab dalam:
1) Menyusun program supervisi secara obyektif, bertanggung jawab dan berkelanjutan.
2) Penyusunan program supervisi yang merujuk pada Standar Nasional Pendidikan.
3) Melasanakan sosialisasi ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.
4) Melaksanakan kegiatan supervisi yang mencakup pemantauan, supervisi, evaluasi,
pelaporan, dan tindak lanjut hasil pengawasan.
5) Melaksanakan tindak lanjut supervisi dalam bentuk pengembangan komprofesian
berkelanjutan pada tingkat satuan pendidikan.
6) Bekerja sama dengan supervisi sekolah, komite sekolah/madrasah, dan nara sumber
secara berkelanjutan untuk menilai efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pengelolaan
pendidikan..
7) Melaksanakan supervisi akademik secara berkala dan berkelanjutan.
8) Mengevaluasi hasil supervisi
9) Menyusun laporan dan tindaklanjut perbaikan.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil Supervisi yang telah dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 07
Bombana pada Bulan Juni s.d Agustus Tahun 2019 diperoleh kesimpulan sebagai
berikut:
1. Perencanaan Supervisi akademik oleh Kepala SMA negeri 07 Bombana sudah berada
dalam kategori Baik. Hal ini terbukti adanya Jadwal dan Instrumen Supervisi yang
telah disusun oleh Kepala SMA Negeri 07 Bombana sebelum dilaksanakannnya
Supervisi.
2. Pelaksanaan Supervisi Kepala SMA Negeri 07 Bombana sudah berada dalam kategori
Baik. Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan Supervisi Akademik pada Guru melalui
kunjungan kelas, Kepala sekolah dapat memberikan bimbingan atau pembinaan
kepada para guru dan bersama- sama membicarakan permasalahan yang dihadapi
guru dalam kegiatan pembelajaran guna meningkatkan tujuan pembelajaran yang
lebih baik.
3. Program Supervisi yang telah dilaksanakan oleh Kepala SMA Negeri 07 Bombana
memberikan dampak yang positif bagi para guru. Hal ini terbukti dengan adanya
peningkatan kualitas para guru dalam proses belajar mengajar dengan semakin
lengkapnya perangkat pembelajaran yang disiapkan dari bulan ke bulan.