STRESS
Tension Stress (Tegangan Tarik)
Tegangan tarik adalah besar gaya tarik dibagi dengan luas penampang suatu benda.
Tegangan tarik termasuk gaya persatuan luas. Contohnya pada kegiatan lomba tarik tambang dan
pada flight control cable.
Rumus : σt = F/A
σt = Tegangan tarik (kg/cm²)
F = Gaya yang bekerja/beban (kg)
A = Luas penampang (cm²)
Compression Stress (Tegangan Tekan)
Tegangan tekan terjadi bila suatu batang diberi gaya F yang saling berlawanan dan terletak dalam
satu garis gaya. Misalnya, terjadi pada tiang bangunan yang belum mengalami tekukan, porok
sepeda, landing gear on ground.
Shear stress (Tegangan Geser)
Tegangan geser terjadi jika suatu benda bekerja dengan dua gaya yang berlawanan arah, tegak lurus
sumbu batang, tidak segaris gaya namun pada penampangnya tidak terjadi momen. Tegangan ini
banyak terjadi pada konstruksi. Misalnya: sambungan keling, gunting, dan sambungan baut, rivet.
Bending Stress (Tegangan Lengkung)
Bending stress terjadi Ketika suatu benda dibebani suatu beban sehingga membuat benda tersebut
mengalami lengkungan. Ketika material dibebani maka akan menghasilkan apa yang disebut sebagai
tegangan kompresif normal. Tegangan pada arah horizontal adalah nol.
Contoh pada kehidupan sehari-hari salah satunya ialah sebatang kayu yang biasa digunakan oleh
pekerja bangunan untuk pijakan, akan mengalami lengkungan karena beban dari pekerja bangunan
tersebut dan jika di pesawat terjadi pada wing pesawat.
Torsion Stress (Tegangan Torsi)
Torsion stress merupakan stress atau tekanan yang terjadi saat ujung ujung material pada poros
longitudinal berputar ke arah yang berlawanan.
Contohnya adalah memeras lap, mengebor tembok, fuselage pesawat saat melakukan gerakan
rolling.