PROGRAM KERJA
RUKUN TETANGGA / RUKUN WARGA -14
Kp. PULO JAHE, Kel. JATINEGARA
KECAMATAN CAKUNG
TAHUN 2015 – 2018
BAB I
PENDAHULUAN
1) UMUM
a) Rukun Warga merupakan organisasi masyarakat di Desa atau Kelurahan yang diakui dan dibina
oleh Pemerintah
b) Dibentuknya Rukun Warga (RW) oleh Pemerintah sangat diperlukan dalam kehidupan
masyarakat karena dapat membantu memantapkan dalam melestarikan nilai-nilai kehidupan
yang telah ada dalam masyarakat; meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas Pemerintahan,
Pembangunan dan kemasyarakatan serta menghimpun seluruh potensi swadaya masyarakat
dalam usaha meningkatkan kesejahteraan warga
c) Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat diperlukan tingkat efisien dan
efektifitas dalam penyelenggaraannya memerlukan pengaturan, partisipasi warga, pembinaan
dan program kerja yang tepat dalam Rukun Warga (RW) agar dapat berdaya guna dan berhasil
guna pencapaian tingkat kesejahteraan yang diharapkan
d) Rukun Warga -14 (RW-14) termasuk wilayah perkotaan, lingkungan Kp. Pulo Jahe Kelurahan
Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur terdiri dari 13 (tigabelas) Rukun Tetangga (RT) di
dalamnya dihuni oleh …. Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah …. jiwa dan dengan berbagai
keberagaman menjadi pertimbangan dan perhatian tersendiri dalam setiap pembinaannya
e) Sejalan dengan apa yang telah diuraikan diatas maka Rukun Warga Kp. Pulo Jahe Kelurahan
Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur perlu membuat Program Kerja sebagai acuan dan
pedoman bagi para Pengurus dalam upaya pelayanan kepada warga sesuai peran masing-
masing dan mampu bekerja sama serta menyatukan potensi diantara para pengurus.
2) PENGERTIAN
a) Kepala Keluarga (KK) adalah penanggung jawab keluarga yang secara kemasyarakatan terdaftar
dalam Kartu Keluarga
b) Rukun Tetangga (RT) adalah lembaga kemasyarakatan yang terdiri dari keluarga-keluarga
dibentuk melalui musyawarah/ mufakat masyarakat dalam lokasi tertentu guna membantu
pelayanan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan
c) Rukun Warga (RW) adalah lembaga kemasyarakatan yang dibentuk melalui
musyawarah/mufakat Pengurus Rukun Tetangga dalam membantu menggerakkan gotong-
royong dan partisipasi masyarakat
d) Swadaya Masyarakat adalah kemampuan dari suatu kelompok masyarakat dengan kesadaran
dan inisiatif sendiri kearah pemenuhan kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang yang
dirasakan dalam kelompok masyarakat itu
e) Gotong-royong adalah bentuk kerjasama yang spontan dan merupakan budaya kerukunan
warga bersifat sukarela antara warga yang insidental maupun berkelangsungan dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan bersama baik material maupun spiritual.
3) MAKSUD DAN TUJUAN
a) Maksud Sebagai pedoman kerja bagi Pengurus Rukun Warga – 14 (RW-14) Kp. Pulo Jahe
Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur
b) Tujuan. Agar pelayanan yang berkualitas terhadap warga mampu diwujudkan sehingga tujuan
yang diharapkan dapat tercapai.
4) DASAR
a) Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1979
b) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pengaturan Daerah
Pembentukan Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW)
c) Peraturan Daerah Tingkat I yang bersangkutan mengenai pembentukan Rukun Tetangga / Rukun
Warga (RT/RW).
d) Hasil musyawarah/ mufakat dalam pertemuan yang diadakan pada tanggal … Juli 2015 yang
dihadiri oleh Tokoh masyarakat dan para Ketua Rukun Tetangga/Rukun Warga – 14 Kp. Pulo
Jahe Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
5) RUANG LINGKUP. Program Kerja Rukun Warga -14 (RW-14) Kp. Pulo Jahe Kelurahan Jatinegara,
Kecamatan Cakung, Jakarta Timur disusun sebagai berikut:
a) PENDAHULUAN
b) PENGERTIAN
c) VISI dan MISI
d) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
e) SUSUNAN ORGANISASI dan TUGAS
f) PELAKSANAAN KEGIATAN
g) SUMBER DANA
h) PENGENDALIAN dan PENGAWASAN
i) KESIMPULAN
j) PENUTUP
BAB II
VISI DAN MISI
Dengan mencermati tugas dan tanggung jawab Rukun Warga untuk ikut membantu memantapkan
pelestarian nilai kehidupan, melancarkan pelaksanaan tugas pemerintahan dalam pembangunan dan
menghimpun potensi swadaya masyarakat maka ditetapkan Visi dan Misi Rukun Warga-15 Kelurahan
Sumberdandang Kecamatan Sumbersari.
6) VISI dan MISI
a. VISI.
Sebagai Organisasi Kemasyarakatan yang memiliki motto “ Guyub Agawe Rukun, Utuh, Damai dan
Aman” maka Visi yang dimiliki RW-14 adalah mampu menciptakan dan mewujudkan warga
masyarakat memiliki rasa kebersamaan yang tinggi sebagai prasyarat terciptanya kerukunan,
keutuhan ,kedamaian dan rasa aman untuk dapat membangun masyarakat sejahtera
b. MISI.
i. Menghimpun warga dalam menciptakan suasana yang penuh rasa gotong royong,
kebersamaan, dan kekeluargaan
ii. Memperkokoh rasa Kesatuan dan Persatuan warga RW-14 dan warga di luar lingkungannya
iii. Memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan warganya
iv. Meningkatkan peran dan partisipasi warga dalam menciptakan ketertiban dan keamanan
wilayahnya
v. Meningkatkan tingkat kesejahteraan hidup para warganya
BAB III
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Pelaksanaan Program Kerja Rukun Warga-14 Kp. Pulo Jahe Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung,
Jakarta Timur sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan yang berkembang dan tentunya berpengaruh
pada tingkat keberhasilan dalam pencapaian tujuan;
a) FAKTOR DARI DALAM
i) Faktor manusia dan jumlah penduduk.
ii) Keterbatasan finansial dan prasarana/ sarana yang dimiliki organisasi.
iii) Kemampuan dan kesungguhan Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
iv) Kurangnya partisipasi kehadiran warga pada setiap pertemuan bulanan.
b) FAKTOR DARI LUAR
i) Faktor letak dan luasnya wilayah
ii) Faktor perkembangan sosial politik dan perkembangan lingkungan
BAB IV
SUSUNAN ORGANISASI DAN TUGAS
7) Susunan Organisasi RW – 14 terdiri dari
1. Ketua dan Wakil Ketua
2. Sekretaris
3. Bendahara
4. Seksi-seksi
1) Hubungan dan Pemberdayaan Masyarakat
2) Keamanan dan Ketertiban
3) Pemuda, Olahrga dan Seni
4) Pembangunan, Kebersihan dan Prasarana Lingkungan
5) Pemberdayaan Perempuan/ PKK
6) Kesejahteraan dan Sosial
7) Keagamaan
(Kepengurusan untuk Rukun Tetangga disesuaikan dengan kebutuhan dan bila dipandang perlu)
8) Rukun Tetangga
9) Anggota Rukun Tetangga/Warga
8) Tugas, Fungsi dan Kewajiban
5. KETUA RW
1) Tugas dan tanggung jawab
a. Mampu memobilisasi potensi swadaya dan partisipasi anggota warga di wilayahnya
b. Mampu memperlancar tugas pokok Kelurahan dalam bidang Pemerintahan,
Pembangunan dan Kemasyarakatan di wilayahnya
2) Fungsi
a. Koordinator dari pelaksanaan tugas-tugas Ketua Rukun Tetangga
b. Menjembatani hubungan antar Rukun Tetangga dan antar Rukun Warga terdekat
lainnya serta antar masyarakat dengan Pemerintah
3) Kewajiban
a. Memegang teguh dan mengamalkan serta mempertahankan 4 (empat) pilar Negara
yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan
Republik Indonesia
b. Menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai pihak yang terkait
c. Mentaati segala peraturan Perundang-undangan
d. Membina dan mengawasi kegiatan-kegiatan anggota dalam Rukun Tetangga
e. Menyelesaikan persilihan yang terjadi di wilayahnya
f. Menjaga norma dan etika serta menjadi suri teladan dalam kehidupan bermasyarakat
g. Membantu Lurah dalam pelaksanaan kegiatan Pemerintahan,Pembangunan,
kesejahteraan, dan Kemasyarakatan
6. SEKRETARIS
1. Pemutakhiran data warga termasuk status rumah milik / rumah sewa
2. Pembuatan denah wilayah termasuk status rumah yang berpenghuni atau kosong
3. Merumuskan program kerja dan rencana keuangan
4. Pembenahan sistem administrasi dan laporan berkala
5. Mengadakan kegiatan inventarisasi penduduk miskin, yatim piatu, balita, lansia,
penyandang cacat dan bekas narapidana
6. Memberikan saran dan pendapat kepada Ketua serta dapat mewakili Ketua dalam
memimpin dan menghadiri rapat tertentu.
ii.
7. BENDAHARA
1. Melakukan kegiatan administrasi keuangan
2. Menyusun laporan keuangan secara rutin dan berkala
3. Merencanakan alokasi keuangan sesuai pos yang sudah dianggarkan
4. Disiplin, professional, transparan, akuntabel,efektif dan efisien serta mampu memilih skala
prioritas
8. SEKSI-SEKSI
1) HUBUNGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
a) Penarikan dan penyetoran iuran warga secara tepat waktu
b) Memotivasi warga untuk aktif dalam kegiatan RT/RW
c) Menyerap masukan, keluh kesah dan aspirasi warga dengan tepat dan cepat
d) Memberikan informasi kepada warga secara tertulis atau lisan
e) Memberikan laporan baik secara lisan maupun tertulis kepada Ketua secara rutin dan
berkala
f) Mengadakan sosialisasi tentang program RT/RW dan kebijakan-kebijakan dari Kelurahan
atau Kecamatan
2) KEAMANAN DAN KETERTIBAN
a) Penggunaan satpam untuk melakukan siskamling
b) Memberlakukan wajib lapor kepada tamu yang menginap atau menetap sementara
c) Rumah kost diwajibkan melaporkan identitas penghuninya
d) Menyebarkan brosur/pamflet tentang masalah yang berkaitan dengan keamanan dan
ketertiban
e) Bersama Ketua menyelesaikan perselisihan antar anggota masyarakat
3) PEMUDA, OLAHRAGA DAN SENI
a) Memfasilitasi berdirinya dan membimbing kegiatan Karang Taruna
b) Memfasilitasi bakat seni dan olahraga warganya
c) Menyelenggarakan dan mengikutsertakan lomba dan pertunjukkan di bidang seni dan
olahraga
d) Menyelenggarakan kegiatan Hari Besar Nasional
e) Memfasilitasi dan menyelenggarakan Taman Bacaan/ perpustakaan
4) PEMBANGUNAN, KEBERSIHAN DAN PRASARANA LINGKUNGAN
a) Merencanakan dan menyelenggarakan kerja bakti secara berkala
b) Pembuatan dan pemeliharaan Gapura
c) Mengamati dan merencanakan kebersihan lingkungan
d) Perbaikan dan pemeliharaan prasarana dan sarana
e) Perbaikan/ pemeliharaan penerangan/lampu jalan
f) Membuat pola pembangunan meliputi fisik dan pembiayaannya
5) PEMBERDAYAAN PEREMPUAN / PKK
a) Mendorong dan memberikan dukungan kegiatan : posyandu bagi balita dan lansia,
senam lansia
b) Sosialisasi kesehatan berkala kepada warga
c) Menyelenggarakan koperasi
d) Mengadakan kegiatan keterampilan guna meningkatkan kesejahteraan warga.
e) Meningkatkan peranan wanita dalam mewujudkan Keluarga Sejahtera
f) Melakukan pembinaan dasawisma
g) Menyosialisasikan program PKK Kelurahan dan pertemuan rutin bulanan
h) Kegiatan pengajian mingguan ibu-ibu
6) KESEJAHTERAAN DAN SOSIAL
a) Pengelolaan dana sosial seperti santunan kematian, kecelakaan, sakit dan rawat inap
warga.
b) Menyelenggarakan donor darah dan khitanan massal
c) Menyelenggarakan fooging untuk pencegahan demam berdarah
d) Memfasilitasi dan membantu warga dalam pengurusan Jamkesmas, E-KTP, Kartu
Keluarga, dan PBB
7) KEAGAMAAN
a) Menyelenggarakan kegiatan hari-hari besar keagamaan
b) Menciptakan suasana kekeluargaan, kerukunan dan toleransi antar umat beragama
serta umat beragama dengan pemerintah
c) Membina dan memfasiltasi kegiatan keagamaan
d) Membumikan nilai-nilai agama dalam kehidupan
e) Meningkatkan peran dan fungsi tokoh agama serta tempat ibadah
BAB V
PELAKSANAAN
9) Pelaksanaan kegiatan.
Guna menjamin terwujudnya tujuan yang hendak dicapai maka kegiatan harus selalu berorientasi
kepada kepentingan warga dan dapat dipertanggung jawabkan.
Kebijaksanaan yang ditetapkan terhadap hal-hal yang bersifat mengatur, menetapkan segala
sesuatu yang menyangkut kepentingan warga dan menetapkan kebijaksanaan yang menjadi beban
dan memberatkan warga harus melalui musyawarah dan mufakat warga yang merupakan
kekuasaan tertinggi.
Dihadapkan dengan maksud dan tujuan dibentuknya RT/ RW adalah
1. Pelestarian nilai-nilai luhur masyarakat, maka kegiatan :
a. Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan
b. Menyelenggarakan kegiatan keagamaan
c. Menyelenggarakan kegiatan kerja bakti
d. Menyelenggarakan kegiatan Hari Besar Nasional
2. Melancarkan pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan maka
kegiatan :
a. Menyelenggarakan administrasi kependudukan
b. Menyelenggarakan kegiatan Kamtib
c. Menyelenggarakan pembinaan remaja, olahraga dan seni
d. Menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan perempuan dan PKK
e. Memberikan bantuan kepada Pemerintah dalam pelunasan PBB
f. Menyelenggarakan transparansi administrasi keuangan
3. Menghimpun potensi swadaya masyarakat maka kegiatan :
a. Mendorong partisipasi warga dalam penghimpunan dana
b. Menggali sumber dana / donatur
10) Kalender kegiatan tahunan terlampir.
11) Denah lokasi RW 15 Sumberdandang Kebonsari Sumbersari
BAB VI
SUMBER DANA
12) Sumber Dana. Sumber-sumber pembiayaan untuk biaya operasional, pengadaan sarana prasarana
diperoleh dari :
1. Swadaya dan gotong royong warga
2. Bantuan dan anggaran Kelurahan serta Pemerintah Daerah
3. Bantuan sah lainnya yang bersifat tidak mengikat/ donatur
BAB VII
PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
13) Pengendalian dan Pengawasan
1. Pengendalian. Mampu mencapai sasaran apabila daya tangkap, tanggap dan reaksi warga
terwujud dan adanya komunikasi timbal balik antara Pengurus dan warganya
2. Pengawasan. Seharusnya melekat pada setiap individu pengurus maupun warga dan dapat
berfungsi serta berperan aktif
BAB VIII
KESIMPULAN
14) Kesimpulan.
1. Keberagaman profesi, pendidikan dan tingkat kehidupan sosial ekonomi serta kepadatan
penduduk memerlukan perhatian khusus dalam melakukan pembinaan
2. Hal tersebut diatas mempengaruhi moril dan pada gilirannya akan mempengaruhi dukungan,
partisipasi anggota warga pada setiap keputusan yang akan diambil dalam musyawarah
3. Guna mencari jalan yang efektif dalam melakukan pembinaan warga dan memperkecil faktor
yang berpengaruh maka fungsi pengendalian dan pengawasan menjadi penting
4. Kalender sebagai penjabaran dari Program kerja dibuat sebagaimana lampiran
BAB IX
PENUTUP
15) Penutup. Demikian Program Kerja Rukun Warga 15 dibuat agar dapat memberikan hasil sesuai
dengan yang diharapkan dan hal-hal yang belum tercantum dalam program kerja ini akan diatur
kemudian.