0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Teori Kemampuan dan Metode Drill dalam Pembelajaran

Bab 2 membahas konsep kemampuan siswa, teori kemampuan, dan metode drill. Kemampuan adalah kemampuan melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Metode drill adalah metode yang memberikan latihan untuk meningkatkan keterampilan siswa. Metode ini memiliki kelebihan seperti dapat memperoleh penguasaan dalam waktu singkat, tetapi juga memiliki kekurangan seperti mudah menimbul

Diunggah oleh

Nabila Utari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Teori Kemampuan dan Metode Drill dalam Pembelajaran

Bab 2 membahas konsep kemampuan siswa, teori kemampuan, dan metode drill. Kemampuan adalah kemampuan melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Metode drill adalah metode yang memberikan latihan untuk meningkatkan keterampilan siswa. Metode ini memiliki kelebihan seperti dapat memperoleh penguasaan dalam waktu singkat, tetapi juga memiliki kekurangan seperti mudah menimbul

Diunggah oleh

Nabila Utari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Konsep Kemampuan


Kemampuan berasal dari kata “mampu” yang berarti sanggup, sedangkan

kemampuan adalah kesanggupan atau kekuatan. Menurut Wikipedia Bahasa

Indonesia, kemampuan mempunyai dua arti, yaitu: kemampuan adalah kapasitas

seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan, dan yang

kedua yaitu: kemampuan adalah sebuah penilaian terkini atas apa yang dapat

dilakukan seseorang. ([Link]

Menurut Semiawan (1987:1), kemampuan adalah daya untuk melakukan

suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan

bahwa tindakan dapat dilaksanakan sekarang. Kapasitas sering digunakan sebagai

sinonim untuk “kemampuan” dan biasanya diartikan sebagai kemampuan yang dapat

dikembangkan sepenuhnya dimasa mendatang apabila kondisi latihan dilakukan

secara optimal.

Didalam proses belajar mengajar dikelas setiap anak memiliki perbedaan

individu didalam belajar. Yang dimaksud dengan perbedaan individu adalah

perbedaan dalam kemampuan dan perbedaan dalam menangkap pelajaran yang

tercermin dari sifatsiswa (baik dalam kemampuan, keterampilan, dan sikap) serta

hasil belajar.

11
2.2 Teori Kemampuan Siswa

Kemampuan atau kompetensi adalah kemampuan bersikap, berfikir dan

bertindak secara konsistensi sebagai perwujudan dari pengetahuan dan sikap

keterampilan yang dimiliki. Stephen P. Robbins (2000: 51-56) mendefinisikan

kemampuan (Ability) sebagai kapasitas individu untuk melaksanakan berbagai tugas

dalam pekerjaan tertentu. Oleh Robbins, kemampuan dibedakan atas kemampuan

intelektual dan kemampuan fisik.

Robbins (2000: 46-48) menyatakan bahwa kemampuan terdiri dari dua faktor:

1) Kemampuan Intelektual (Intellectual Ability)

Merupakan kemampuan melakukan aktifitas secara mental.

2) Kemampuan Fisik(Phisical Ability)

Merupakan kemampuan melakukan aktifitas berdasarkan stamina kekuatan dan

karakterfisik.

2.3 Metode Drill


Menurut Sudjana (1995: 86) Metode drill adalah metode dalam pengajaran

dengan melatih peserta didik terhadap bahan yang sudah diajarkan/berikan agar

memiliki ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari.

Menurut Didi Supriadi dan Deni Darmawan (2012: 149), Drill secara

denotatif merupakan tindakan untuk meningkatkan keterampilan dan kemahiran.

Sebagai metode pembelajaran, drill adalah cara membelajarkan siswa untuk

12
mengembangkan kemahiran dan keterampilan, serta dapat pula untuk

mengembangkan sikap dan membiasakan diri agar mampu melakukan sesuatu.

Menurut Ghofur (2001: 106), metode drill adalah suatu metode dalam

pendidikan dan pengajaran dengan jalan melatih anak-anak terhadap bahan pelajaran

yang sudah diberikan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Menurut Roestiyah

(1985: 125), metode drill (latihan) adalah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai

suatu cara mengajar siswa melakukan kegiatan latihan, siswa memiliki ketangkasan

dan keterampilan lebih tinggi dari apa yang dipelajari.

Dari beberapa pendapat diatas, penulis berpendapat bahwa metode drill

adalah teknik mengajar dengan memberikan latihan-latihan sehingga siswa memiliki

ketangkasan dan keterampilan yang lebih baik dari apa yang telah dipelajari, dari segi

pelaksanaannya siswa terlebih dahulu diberi pengetahuan secara teori, kemudian

dibimbing oleh guru, siswa melakukan latihan sesuai dengan apa yang telah

diperintahkan oleh guru.

2.3.1 Kelebihan Dan Kekurangan Metode Drill

Metode drill memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

1) Kelebihan dalam Metode Pembelajaran Drill

a) Dalam waktu yang relatif singkat, dapat diperoleh penguasaan dan

keterampilan yang diharapkan.

b) Akan tertanam pada setiap pribadi anak kebiasaan belajar secara rutin dan

disiplin.

13
c) Pembentukan yang biasanya dilakukan dengan mempergunakan teknik ini

akan menambahkan ketepatan dan kecepatan pelaksanaannya.

d) Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak konsekuensi

dalam pelaksanaannya.

e) Pembentukan kebiasaan membuat gerak-gerak yang kompleks, rumit menjadi

otomatis.

2) Kekurangan Dalam Metode Drill

Menurut Sagala (2009: 217) kelemahan metode drill sebagai berikut:

a) Latihan dilakukan dibawah pengawasan yang ketat dan suasana yang serius

dan mudah sekali menimbulkan kebosanan.

b) Latihan yang terlampau berat menimbulkan perasaan benci dalam diri murid

baik terhadap pelajaran maupun terhadap guru.

c) Latihan yang selalu diberikan sesuai bimbingan guru, perintah guru dapat

melemahkan inisiatif maupun kreatifitas siswa.

2.3.2 Langkah-langkah Metode Drill

Roestiyah (1989: 127-128), mengungkapkan agar pelaksanaan metode drill

dapat berjalan dengan baik seperti yang diharapkan maka perlu memperhatikan

langkah-langkah metode drill sebagai berikut:

1) Tahap persiapan

Pada tahap ini ada beberapa hal yang harus dicapai siswa

a) Merumuskan tujuan yang harus dicapai siswa

b) Tentukan dengan jelas keterampilan secara spesifik dan berurutan

14
c) Tentukan rangkaian gerak dasar atau langkah yang harus dikerjakan untuk

menghindari kesalahan

d) Langkah-langkah pra-drill sebelum menerapkan metode ini secara utuh

2) Tahap pelaksanaan

a) Langkah pembukaan

Dalam langkah pembukaan ini, beberapa hal yang perlu dilaksanakan oleh

guru diantaranya mengemukakan tujuan yang harus dicapai dan bentuk-

bentuk latihan yang akan dilakukan.

b) Langkah pelaksanaan

 Memulai latihan dengan hal-hal yang sederhana dahulu

 Ciptakan suasana yang menyenangkan

 Yakin semua siswa tertarik untuk ikut

 Berikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih

c) Langkah mengakhiri

Apabila latihan sudah selesai, maka guru harus terus memberikan motivasi

untuk siswa agar terus melakukan latihan secara berkesinambungan sehingga

latihan yang diberikan dapat semakin melekat, terampil dan terbiasa.

3) Penutup

a) Melaksanakan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa

b) Memberikan latihan penerangan

15
2.4 Konsep Elemen GerakTari
Gerak adalah anggota-anggota badan manusia yang telah terbentuk, kemudian

digerakkan, gerak ini dapat sendiri-sendiri atau bersambungan dan bersama-sama

(Kusudirdja 2000:11). Gerak didalam tari adalah bahasa yang dibentuk menjadi pola-

pola gerak (Ellfeldt 1967, terjemahan Murgiyanto 1977: 200). Timbulnya gerak tari

berasal dari hasil proses pengolahan yang telah mengalami stilasi (digayakan) dan

distorsi (pengubahan), yang kemudian melahirkan dua jenis gerak, yaitu gerak murni

dan gerak maknawi. Gerak murni (pure movement) adalah gerak yang disusun dengan

tujuan untuk mendapatkan bentuk artistik (keindahan) dan tidak mempunyai maksud-

maksud tertentu. Gerak maknawi (gesture) adalah gerak yang mengandung arti atau

maksud tertentu.

Gerak adalah bahasa komunikasi yang luas dan variasi dari berbagai

kombinasi unsur-unsurnya yang terdiri dari beribu-ribu kata gerak, juga dalam

konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sehingga bermakna dalam kedudukan dengan

yang lainnya (Murgiyanto 1983: 20). Terungkapnya gerak tari dapat terdiri dari tiga

unsur yaitu tenaga, ruang, dan waktu.

1) Tenaga

Tenaga adalah besar kecilnya energi yang dikeluarkan oleh penari untuk

melakukan usaha gerak. Penggunaan tenaga pada setiap gerakanakan berbeda,

kecepatan gerak yang dilakukan penari akan membutuhkan tenaga yang besar

daripada gerakan yang lambat. Jika gerak terus-menerus menggunakan tenaga yang

besar, tentu saja penari akan cepat lelah. Dan apabila gerak terus-menerus lemah

16
dengan tempo yang lamban, hal itu akan menjenuhkan dan sebuah tari akan menjadi

dingin dan datar.

Pada tari mungkin setiap pola gerak 1 ke pola gerak 2 akan menunjukkan

penggunaan yang berbeda. Namun, desain perubahan tenaga tidak dibuat berselang-

seling besar ke kecil pada setiap pola gerak, penggunaan tenaga didesain dengan

memerhatikan susunan gerak, suasana adegan, karakter tarian, dikaitkan dengan

penguasaan ruang pentas dan seluruh unsur pembentuk gerak tari lainnya.

Penggunaan tenaga dalam gerak tari meliputi hal-hal berikut:

a) Intensitas, yang berkaitan dengan kuantitas tenaga dalam tarian yang

menghasilkan tingkat ketegangan gerak

b) Aksen atau tekanan muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan

kontras

c) Kualitas, berkaitan dengan cara penggunaan atau penyaluran tenaga.

2) Ruang

Ruang adalah tempat penari itu berada (panggung) dan diakibatkan oleh pola

gerak. Sebuah pola gerak yang terbentuk dari beberapa elemen gerak membuat

sebuah ruang gerak bervolume besar atau bervolume kecil. Besar kecilnya volume

gerak akan menjadi sebuah komposisi yang membentuk ruang gerak. Tidak semua

gerakan terdiri atas gerak bervolume besar, atau sebaliknya. Oleh karena itu, pola

gerak dibuat dengan cara mengolah gerakan dan memadukannya dengan unsur

penggunaan tenaga. Keseimbangan ruang gerak ini mendapat penyeimbang jika

didukung dengan mengolah posisi berdiri penari ketika menari. Gerak tersebut dapat

17
dilakukan dengan cara diam ditempat maupun gerak yang berpindah membentuk

lintasan.

3) Waktu

Dalam seni tari, waktu merupakan tempo atau cepat lambatnya gerakan tari

dilakukan. Tidak selamanya gerakan dilakukan dengan tempo yang sama. Ada gerak

dengan hitungan 1 hingga 8 ketukan terdiri atas setiap satu ketukan satu gerak

berubah. Ada juga dengan hitungan yang sama gerakan, hanya berubah pada hitungan

cepat lambatnya pola gerak ke pola gerak lain akan menimbulkan dinamika gerak.

2.5 Kajian Relevan

Berdasarkan telaah yang telah peneliti lakukan, beberapa hasil penelitian yang

relevan yang berhubungan dengan objek penelitian, yaitu:

Skripsi Nur Safitri yang berjudul “Penerapan Metode Drill Pada Pembelajaran

Tari untuk Menumbuhkan Pemahaman Aspek Ruang Gerak Pada Siswa Kelas VII

SMP Negeri 15 Pekanbaru” pada tahun 2013. Dengan permasalahan Bagaimanakah

proses dan hasil pembelajaran tari pada pemahaman aspek ruang gerak setelah

menggunakan metode driil?. Metode penelitiannya Metode Eksperimen Pendekatan

Kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka

dokumentasi. Yang menjadi acuannya adalah metode drill.

Skripsi Raisa Dinitia Riski dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Dengan Menggunakan Metode Drill Pada Mata Pelajaran Seni Budaya (Tari) Siswa

Kelas VIII4 SMPN 7 Pekanbaru TA.2016/2017. Dengan permasalahan

“Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode drill

18
pada mata pelajaran Seni Budaya (tari) siswa kelas VIII4 SMPN 7 Pekanbaru

TA.2016/2017?. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dengan menggunakan

metode drill dapat meningkakan hasil belajar siswa. Dari penelitian tersebut dapat

diketahui peningkatan hasil belajar siklus I 14,38% dan meningkat pada siklus II

menjadi 14,44%.

Skripsi Meliana Sapitri yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Bermain

Musik Pianika Melalui Metode Drill Kelas IX SMAN 3 Pekanbaru Provinsi Riau.

Dengan permasalahan “ Bagaimanakah peningkatan kemampuan bermain musik

pianika melalui metode drill “lagu wajib Nasional” Kelas IX SMAN 3 Pekanbaru

TA.2015/2016. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dengan menggunakan metode

drill dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pelajaran pianika.

Skripsi Rika Ningsih yang berjudul “Penerapan Metode Drill Dalam

Pembelajaran Seni Musik di Kelas XI IPA SMAN 1 Pekanbaru” pada tahun 2013.

Dengan permasalahan “Bagaimanakah pelaksanaan seni musik menggunakan metode

drill?. Metode penelitiannya metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan

datanya yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Yang menjadi

acuannya adalah metode drill.

Skripsi Indah Lestari yang berjudul “Perbedaan Kemampuan Menari

Mamikek Bughuong Kuaghan (memikat burung kuaran) Antara Siswa Yang

Diajarkan Dengan Metode Drill dan Practice Dengan Siswa Yang Diajarkan Dengan

Metode Demnstrasi Pada Siswa Kelas X SMAN 1 Kampar” pada tahun 2014.

Permasalahan “Bagaimanakah perbedaan kemampuan menari Mamikek Bughuong

19
Kuaghan (memikat burung kuaran) antara siswa yang diajarkan dengan metode drill

dan practice dengan siswa yang diajarkan dengan metode demonstrasi pada siswa

kelas X SMAN 1 Kampar?. Metode penelitiannya metode eksperimen pendekatan

kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka

dokumentasi. Yang menjadi acuannya adalah metode drill.

20

Anda mungkin juga menyukai