Edukasi Pijat Oksitosin untuk Ibu Nifas
Edukasi Pijat Oksitosin untuk Ibu Nifas
Disusun Oleh :
i
HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKHIR
PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
1. Judul :
Pengabdian Masyarakat tentang edukasi manfaat oksitosin pada ibu nifas.
2. Nama Mitra Program :
Ibu Nifas yang berada di PMB Nanik Asmawati, [Link]. Rama Nirwana 3, kec.
Seputih Raman, Kab Lampung tengah, prov. lampung
Ketua Tim Pengusul
a. Nama : Elis Widyawati
b. NIM : 152212018
c. Jabatan : Mahasiswi
d. Program Studi : S1 Kebidanan
e. Fakultas : Ilmu Kesehatan
4. Alamat/email : eliswidyawati32@[Link]
5. Anggota Tim Pengusul
a. Jumlah anggota :1
b. Nama Anggota yang terlibat : Denil Sintya
c. Lokasi Kegiatan/Mitra
PMB Nanik Asmawati, [Link]
Rama Nirwana 3, kec. Seputih Raman, Kab Lampung tengah, prov. lampung.
d. Luaran yang dihasilkan :
Meningkatkan pengetahuan para ibu nifas tentang manfaat pijat oksitosin
Jangka waktu pelaksanaan : 1 Hari
Mengetahui
Ketua Tim Pelaksa Pembimbing
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
kami karunia serta keberkahan sehingga kami kelompok 1 dapat menyelesaikan laporan
Pengabdian Masyarakat yang berjudul “Penyuluhan tentang edukasi manfat pijat oksitosin pada
ibu nifas” tepat pada waktunya. Laporan akhir ini kami susun guna memenuhi dan melengkapi
salah satu syarat dalam menyelesaikan Praktik Kebidanan. Dalam kesempatan ini kami
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bu Luvi Dian Afriyani, [Link]., [Link] selaku ketua program studi S1 Kebidanan yang
telah memberikan motivasi dan dukungan kepada kami.
2. Bu Windayati, [Link]., [Link] dan Bu Cahyaningrum [Link].,[Link] selaku Koordinator
Pengabdian Masyarakat yang sudah mendukung kami untuk dapat menyelesaikan laporan
akhir ini.
3. Dosen Pembimbing tercinta kami Kartika Sari, [Link]. [Link]. yang sudah membimbing,
mendukung kami dan memberikan arahan kepada kami dalam penyusunan laporan akhir
ini.
4. PMB Nanik Asmawati, [Link] yang bersedia bekerja sama dalam berlangsungnya
kegiatan ini.
5. Audience atau peserta penyuluhan yang telah bersedia mengikuti kegiatan yang akan
dilaksanakan.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas budi baik semua pihak yang telah memberikan
dukungan kepada kami. Kami menyadari bahwa dalam pembuatan laporan akhir ini jauh dari
kata sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasa, kalimat ataupun penulisan. Oleh karena itu,
kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, guna menjadi acuan dalam
bekal pengalaman bagi kami untuk lebih baik di masa yang akan datang dan berharap
pengabdian masyarakat ini bermanfaat bagi pembaca.
iii
Tim Pengabdian Masyarakat
RINGKASAN
ASI tidak keluar adalah syarat tidak produksinya ASI atau partisipasi produk ASI.
Hal ini berkaitan dnegan pengaruh hormone oksitoxin yang kurang bekerja akibat
rangsangan isapan bayi yang mengaktifkan hormone kerja [Link] oksitoxin
merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pengabdian
masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada ibu nifas untuk melakukan
pijat oksitoxin. Kegiatan acara penyuluhan ini adalah memberikan penyuluhan dan
pengetahuan agar ibu nifas di bantu oleh orang terdekat keluarga dirumah untuk melakukan
pijat oksitoxin. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada pengaruh
pijat oksitoxin dengan pengeluaran ASI pada ibu nifas. Pengabdian masyarakat ini
harapannya ibu nifas dapat mempraktikkan langsung dengan orang terdekat dan suami.
Pengabdian masyarakat ini diharapkan suami dan orang terdekat dapat mempraktikkan
langsung kepada ibu nifas yang bertujuan untuk membantu pengeluaran ASI.
iv
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................................................iii
RINGKASAN...........................................................................................................................................iv
DAFTAR ISI..............................................................................................................................................v
DAFTAR GAMBAR................................................................................................................................vi
DAFTAR TABEL....................................................................................................................................vii
DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................................................................viii
BAB I..........................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN......................................................................................................................................1
A. Analisis Situasi....................................................................................................................1
BAB II........................................................................................................................................................2
SOLUSI DAN TARGET LUARAN.........................................................................................................2
A. Solusi....................................................................................................................................2
B. Target Luaran.....................................................................................................................5
BAB III.......................................................................................................................................................6
METODE PELAKSANAAN....................................................................................................................6
A. Metode.................................................................................................................................6
B. Pencapaian Tujuan Program.............................................................................................6
BAB IV.......................................................................................................................................................8
KELAYAKAN TIM PENGUSUL............................................................................................................8
BAB V.......................................................................................................................................................11
HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI.............................................................................................11
A. Karakteristik Responden.................................................................................................11
B. Pengetahuan Subyek Penelitian/Responden..................................................................12
C. Keyakinan/Perilaku Subyek/Responden untuk Mengatasi asi tidak lancar...............12
BAB VI.....................................................................................................................................................19
RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA...............................................................................................19
A. Kesimpulan........................................................................................................................20
v
B. Saran..................................................................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................................21
DAFTAR GAMBAR
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Jenis kepakaran yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan dan kebutuhan mitra
vii
DAFTAR LAMPIRAN
viii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Analisis Situasi
Pijat oksitoxin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai
tulang costae kelimakeenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan
oksitosin setelah [Link] oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi
ketidak lancaran produksi ASI, mengurangi engorgement dan mengurangi sumbatan
[Link] adalah yang dapat menenangkan ibu, sehingga ASI pun otomatis Hormon ini
diproduksi oleh salah satu bagian otak yang disebut hypothalamus, kemudian dikeluarkan
oleh kelenjar yang berada dibagian belakang [Link] kerja hormone oksitoxin pada otak
mirip seperti efek morfin, yang membuat seseorang merasa bahagia dan menguarangi rasa
[Link], suami atau anggota keluarga adalah orang yang dapat membantu ibu dalam
memberikan terapi pijat oksitosin.
D. Permasalahan Mitra
Kendala yang dihadapi ibu nifas adalah karena mereka tidak mengetahui bagaimana
penanganan asi tidak lancar dan melakukan cara yang tidak tepat. Selain itu, gaya hidup dari
keluarga ada beberapa yg kurang pro ke asi menyebabkan meningkatnya tingkat kejadian asi
1
tidak lancar.
BAB II
A. Solusi
Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi
ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae)
sampai tulang costae kelima-keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon
prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Selain memberi kenyamanan pada ibu dan
merangsang refleks oksitosin, pijat oksitosin juga memiliki manfaat lain, yaitu
mengurangi pembengkakan payudara (engorgement), mengurangi sumbatan ASI
(plugged/milk,duct), dan membantu mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi
sakit (Armini NW, Marhaeni GA, Sriasih GK, 2020).
Pijat Oksitosin merupakan pemijatan tulang belakang pada costa ke 5-6 sampai ke
scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis merangsang hipofise
posterior. Pijat oksitosin dilakukan untuk merangsang reflek oksitosin atau refleks let
down. Pijat oksitosin ini dilakukan dengan cara memijat pada daerah pungung
sepanjang kedua sisi tulang belakang, sehingga diharapkan dengan dilakukannya
pemijatan tulang belakang ini, ibu akan merasa rileks dan kelelahan setelah melahirkan
akan segera hilang. Jika ibu rileks dan tidak kelelahan dapat membantu pengeluaran
hormon oksitosin. Pijatan atau pada tulang belakang, neurotransmitter akan
merangsang medulla oblongata langsung mengirim pesan ke hypothalamus di hypofise
posterior untuk mengeluarkan oksitosin sehingga menyebabkan buah dada
mengeluarkan air susunya .
Pijat 7 oksitosin efektif dilakukan pada hari pertama dan kedua post partum, karena
pada kedua hari tersebut ASI belum terproduksi cukup banyak. Pijat oksitosin bisa
dilakukan kapanpun ibu mau dengan durasi ± 15 menit, lebih disarankan dilakukan
sebelum menyusui atau memerah ASI. Sehingga untuk mendapatkan jumlah ASI yang
2
optimal dan baik, sebaiknya pijat oksitosin dilakukan setiap hari dengan durasi ±15
menit. 2. Hormon-hormon yang bekerja
a. Refleks Prolaktin
c. Manfaat Pijat Oksitosin Pijat oksitosin memberikan banyak manfaat dalam proses
menyusui, karena kinerjanya yang merangsang kinerja hormon oksitosin seperti
meningkatkan kenyaman pada ibu setelah melahirkan, mengurangi stres pada ibu
setelah melahirkan, mengurangi nyeri pada tulang belakang sehabis melahirkan,
mengurangi sumbatan ASI , merangsang pelepasan hormon oksitosin dan
memperlancar produksi ASI, dan mempercepat proses involusi uterus sehingga
mengurangi pendarahan pasca melahirkan.
d. Langkah - langkah Pemberian Pijat Oksitosin Pijat oksitosin dilakukan dengan cara
memijat pada daerah punggung sepanjang kedua sisi tulang belakang sehingga
diharapkan dengan dilakukan pemijatan ini, ibu akan merasa rileks dan kelelahan
3
setelah melahirkan akan hilang, jika ibu rileks dan tidak kelelahan setelah
melahirkan dapat membantu merangsang pengeluaran hormon oksitosin (Depkes
RI, 2018). Pijat oksitosin ini bisa dilakukan segera setelah ibu melahirkan bayinya
dengan durasi ±15 menit, frekuensi pemberian pijatan 1 - 2 kali sehari. Pijatan ini
tidak harus dilakukan langsung oleh petugas kesehatan dengan menggunakan
protokol kesehatan tetapi dapat juga dilakukan oleh suami atau anggota keluarga.
Pemberian pijat oksitosin bisa kapan saja diberikan bahkan saat ASI ibu sudah
lancar karena selain memperlancar ASI, pijatan bisa memberikan kenyamanan
pada ibu. Berikut merupakan langkah-langkah pijat oksitosin (Armini NW,
Marhaeni GA, Sriasih GK, 2020) :
3) Mengatur ibu dalam posisi duduk dengan kepala bersandarkan tangan yang
dilipat ke depan dan meletakan tangan yang dilipat di meja yang ada
didepannya, dengan posisi tersebut diharapkan bagian tulang belakang
menjadi lebih mudah dilakukan pemijatan .
7) Pada saat bersamaan, memijat kedua sisi tulang belakang kearah bawah dari
leher kearah tulang belikat.
9) Membersihkan punggung ibu dengan waslap air hangat dan dingin secara
bergantian.
4
Gambar 1. Langkah-langkah Pijat Oksitosin
B. Target Luaran
Target luaran yang diharapkan dari penyuluhan/sosialisai tentang cara mengatasi asi
tidak lancar ini adalah:
1. 100% dari peserta penyuluhan/sosialisai pada ibu nifas dapat memahami pentingnya
pengetahuan manfaat pijat oksitisoin untuk kesiapan melakukan tindakan apabila terjadi
asi tidak lancar.
2. Suami dan istri sebagai peserta penyuluhan/sosisalisai mempunyai kemampuan
melakukan tindakan pijat pksitosin terhadap istri sebagai bukti bahwa sudah siap ketika
terjadi asi tidak lancar pada saat nifas.
Metode yang digunakan agar tercapai tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah:
a. Pemberian materi menggunakan leaflet sehingga memudahkan peserta untuk mempelajari
dan mengikutinya.
b. Diskusi dan tanya jawab sebagai metode komunikasi dua arah.
c. Demonstrasi dilanjutkan dengan praktik bagaimana penanganan asi tidak lancar dengan
tindakan pijat oksitosin secara tepat dan benar.
5
Evaluasi kegiatan : peserta dapat mengetahui tentang manfaat pijat oksitosin dan dapat
suami dapat mempratekkan secara langsung .
BAB III
METODE PELAKSANAAN
A. Metode
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan program pelayanan
kebidanan komplementer tentang manfaat pijat oksitosin untuk mengatasi asi tidak lancar
pada ibu nifas, yaitu dengan menentukan sasaran yang tepat. kriteria sasaran dalam kegiatan
pengabdian masyarakat ini adalah ibu nifas pada hari ke 7 yang mengalami asi tidak lancar
saat masa nifas
Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan kegiatan, yaitu :
1. Menentukan sasaran kegiatan ibu nifas hari ke 7
2. Mencari ibu nifas yang mengalami asi tidak lancar
3. Meminta persetujuan kepada klien
4. Meminta kontak atau nomor hp klien agar mudah untuk dihubungi
Pelaksanaan kegiatan program pengabdian masyarakat dalam pelayanan kebidanan
komplementer tentang manfaat pijat oksitosin untuk mengatasi asi tidak lancar pada ibu
nifas hari ke 7 dilakukan setelah adanya pengumuman proposal lolos untuk dilaksanakan
sesuai jadwal pada tanggal 27 November 2022, sehingga bisa dilihat dan dievaluasi serta
disiapkan untuk dilaporkan mengenai perkembangan program yang telah dilakukan.
6
Instrument
Adapun instrument yang digunakan dalam melakukan yoga untuk mengatasi dismenore pada
remaja, yaitu sebagai berikut :
1. Media yang digunakan
a. Leaflet
Leaflet yaitu untuk memberikan gambaran pada responden mengenai manfaat pijat
oksitosin yang akan dilakukan untuk mengatasi asi tidak lancar pada ibu nifas.
b. Praktik Secara Langsung
Evaluasi akan dilakukan secara langsung.
1. Alat dan bahan
a. Alas
b. Ruangan yang nyaman dan tenang
7
BAB IV
Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh kelompok kami pada bulan
November 2022 dengan mewawancarai 3 orang ibu nifas secara langsung, diketahui 3 responden
mengalami asi tidak lancar, ditandai asi yg keluar sedikit, bengkak. Selama asi tidak lancar ibu
memberikan susu formula untuk tambahan. Hal ini menunjukan bahwa masih kurangnya
pengetahuan ibu nifas dalam menangani asi tidak lancar dengan tepat dan benar. Edukasi sangat
penting untuk memberi pemahaman dan mengubah perilaku dalam mengatasi asi tidak lancar.
Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pijat
oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae
kelima-keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah
melahirkan. Selain memberi kenyamanan pada ibu dan merangsang refleks oksitosin, pijat
oksitosin juga memiliki manfaat lain, yaitu mengurangi pembengkakan payudara (engorgement),
mengurangi sumbatan ASI (plugged/milk,duct), dan membantu mempertahankan produksi ASI
ketika ibu dan bayi sakit (Armini NW, Marhaeni GA, Sriasih GK, 2020)
Program ini layak untuk kita usulkan karena kurangnya pengetahuan ibu nifas dalam menangani
asi tidak lancar, sehingga dapat disimpulkan yoga dapat membantu dan diparktikan oleh ibu nifas
hari ke 7 untuk mengatasi asi tidak lancar sehingga kami tertarik mengambil judul Penyuluhan
Tentang manfaat pijat oksitosin.
8
Tabel 1.1 Jenis kepakaran yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan dan kebutuhan mitra
Permasalahan Kegiatan Kepakaran Nama Penanggung
Jawab
Kurangnya Penyuluhan kepada Ilmu Kebidanan Elis widyawati
Pengetahuan ibu ibu nifas pada hari ke Denil sintya
nifas tentang 7
manfaat pijat
oksitosin untuk
mengatasi asi tidak
lancar
9
Tabel 2 Anggaran
Tabel 3 Jadwal
10
BAB V
A. Karakteristik Responden
Pada saat penyuluhan ini dilakukan, dilihat dari catatan ibu nifas di PMB nanik asmawati,
[Link] responden termasuk dalam kelompok ibu nifas hari ke [Link] masa nifas
belum pernah diberikan penyuluhan tentang penanganan asi tidak lancar. Lama asi tidak
tidak lancar yang dialami oleh responden yaiu hari ke 2 sampai hari ke 7 diadakan
penyuluhan ini. Semua responden dalam penyuluhan ini mengalami dasi tidak lancar, lama
asi tidak lancar yang dialami subyek penelitian yaitu 4-5 hari. Riwayat keluarga yang
mengalami asi tidak lancar yaitu ibu, kakak dan saudara seperti tante. Hasil wawancara
mendalam menunjukkan bahwa semua responden penyuluhan mengatakan keluhan yang
dialami pada saat asi tidak lancar seperti bayi rewel, payudara bengkak, pumping hanya
dapat sedikit.
Hasil penyuluhan ini didukung oleh penelitian dayang dewi rahayu,2022 di Klinik
Pratama Gemilang Medika Bantul dengan 30 responden ibu nifas, diketahui tingkat
pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin untuk melancarkan ASI sebagian besar dalam
kategori cukup sebesar (70%). Sebagian besar ibu yang berpengetahuan cukup dikarenakan
ibu usia 21-35 tahun yaitu sebesar (60%). Umur dapat berpengaruh pada kemampuan dan
kesiapan Ibu untuk melalui fase nifas dan menyusui. Menurut Notoatmodjo (2012) umur
yang cukup berpengaruh pada kematangan dan kekuatan cara pikir dan kerja. Usia juga
mempengaruhi matangnya akal untuk menerima, menghayati, dan mengambil sikap pada
sesuatu dan juga meningkatkan pengetahuan pada individu.
11
B. Pengetahuan Subyek Penelitian/Responden
Berdasarkan hasil penelitian/penyuluhan didapatkan bahwa sebagian besar subyek
penelitian/responden penyuluhan dapat menyebutkan pengertian mengenai pijat oksitosin,
asi tidak lancar, serta cara pijat oksi yang benar yang diketahui oleh subyek
penelitian/responden. Dengan begitu pengetahuan yang dimiliki oleh subyek
penelitan/responden pada penelitian/penyuluhan ini masuk dalam kategori baik. Penelitian
ini sejalan dengan penelitiannya dayang dewi rahayu mengenai gambaran pengetahuan
tentang pijat oksitosin untuk memperlancar asi pada ibu nifas hari ke 7 di PMB nanik
asmawati, [Link]., dengan melibatkan 3 responden menyatakan bahwa pengetahuan
pada ibu nifas di PMB nanik asmawati, [Link]., dengan kategori baik yaitu 98% ibu
nifas dan suami mampu mengetahui pengertian apa itu pijat oksitosin, bagaimana cara
melakukan nya , berapa waktu yang dubtuhkan dan dan kapan harus diberikan pijat okstisin
pada ibu nifas, yang ditunjukkan dengan kemampuan responden menjawab 85%-100%
jawaban benar.
Gambar
1. Pelatihan
12
pengabdian masyarakat tentang penyuluhan manfaat pijat oksitosin ada saat memulai acara
pembukaan
Berdasarkan Gambar 1 dapat dilihat bahwa peserta penyuluhan sangat antusias mengikuti
kegiatan penyuluhan ini. Dari rata-rata peserta penyuluhan banyak yang belum mengetahui
tentang materi yang akan disampaikan.
Sehingga kami memberikan pre test terlebih dahulu sebelum melanjutkan pemberian materi.
Hal ini juga ditunjukkan dengan hasil nilai pre test dan post test sebagai berikut :
a. Pengetahuan ibu nifas yang memiliki keluhan tentang penilaian Sebelum dan sesudah
setelah diberikanya materi penyuluhan.
Hasil pre tes yang dilakukan oleh ibu nifas di dapatkan jawaban YA dengan nilai (6),
dan jawaban TIDAK (9). Hasil ini menunjukan bahwa semua ibu nifas mengalami masalah
13
asi tidak lancar dan belum tau cara penangan nya karna sebelumnya belum pernah
mendapatkan penyuluhan tentang manfaat pijat oksitosin.
Ibu dengan multipara juga dapat mengalami kecemasan oleh karena perubahan peran
menjadi orang tua yang memiliki banyak tugas dan tanggung jawab dengan bertambahnya
jumlah anak dalam keluarga. Pengalaman memiliki anak lebih dari satu juga belum
didapatkan serta dukungan dari pasangan dan keluraga juga sangat mempengaruhi terhadap
munculnya rasa cemas pada ibu menyusui (Salat dkk, 2019)
Faktor lain yang mempengaruhi produksi ASI adalah usia ibu, ibu yang usianya lebih
muda atau kurang dari 35 tahun lebih banyak memproduksi ASI dibandingkan dengan ibu-
ibu yang usianya lebih tua, tetapi ibu yang sangat muda (kurang dari 20 tahun) produksi ASI
nya juga kurang karena dilihat dari tingkat kedewasaannya, faktor fisik ibu yang
mempengaruhi produksi Air Susu Ibu adalah adanya kelainan endokrin ibu, dan jaringan
payudara hipoplastik (Astutik, 2015). Menurut Saraung (2017) yang melakukan penelitian
pada faktor-faktor yang berhubungan dengan produksi ASI di Puskemas Ranotana Weru
menyimpulkan terdapat hubungan bentuk dan kondisi puting susu, kecemasan serta
dukungan keluarga dengan produksi ASI.
Dari hasil post test didapatkan jawabn YA(15), TIDAK (0) menunjukan bahwa
adanya peningkatan pada pengetahuan ibu setelah diberikanya informasi mengenai manfaat
pijat oksitosin pada ibu nifas.
Menurut Astutik (2015) produksi Air Susu Ibu juga dipengaruhi oleh nutrisi ibu dan
asupan cairan ibu. Ibu yang menyusui membutuhkan 300-500 kalori tambahan selama masa
menyusui. Nutrisi pada ibu nifas dapat diamati dari status gizi ibu mulai dari hamil sampai
dengan melahirkan. Pengamatan status gizi seorang ibu hamil yang normal salah satunya
dapat dinilai dari ukuran lingkar lengan atas (LILA) yaitu lebih dari 23,5 cm (Handayani,
dkk. 2018).
Perawatan payudara dapat dilakukan mulai dari kehamilan dan sampai ibu memasuki
masa nifas sebagai upaya untuk meningkatkan produksi air susu ibu. Perawatan payudara
dapat merangsang payudara mempengaruhi hipofise untuk mengeluarkan hormone prolactin
dan oksitocin (Sari, 2020). Pelaksanaan IMD tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap
kelancaran produksi ASI, sedangkan faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi ASI
14
adalah perawatan payudara, penggunaan alat konrasepsi yang mengandung hormon estrogen
dan keberadaaan perokok pasif (Safitri, 2016).
Tujuan dari Pendidikan kesehatan adalah mengaplikasikan atau menerapkan
pendidikan dalam bidang kesehatan. Secara operasional pendidikan kesehatan adalah semua
kegiatan untuk memberikan dan meningkatkan pengetahuan, sikap, praktek baik individu,
kelompok atau masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri
(Notoatmodjo, 2014). Maka dari itu dengan adanya penddikan kesehatan ini diharapakn
memberi kesan yang kuat sehingga para peserta penyuluhan bisa mempraktikan sendiri
dirumah.
15
Gambar 3 Distribusi penilaian jawaban peserta sebelum diberikan materi penyuluhan
16
Gambar 4. Distribusi penilaian jawaban peserta setelah diberikan materi penyuluhan
Dari hasil post test didapatkan jawabn YA(15), TIDAK (0) menunjukan bahwa
adanya peningkatan pada pengetahuan ibu setelah diberikanya informasi mengenai manfaat
pijat oksitosin pada ibu nifas.
17
Tim Pengabdian menyampaikan hasil kegiatan kepada Dosen Pembimbing. Keberhasilan
kegiatan dapat dilihat dengan terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu nifas yang
memiliki keluhan asi tidak lancar setelah dilakukan penyampaian materi. Keberhasilan ini
tak lepas dari media leaflet yang digunakan yaitu gambar menarik dan metode penyuluhan
dilakukan secara langsung dan sangat memudahkan ibu nifasn yang memiliki keluhan
untuk membagikan informasi kepada ibu nifas lainnya sehingga tim pengabdian
memberikan media leaflet yaitu gambar tentang materi manfaat pijat oksitosin untuk
masaalh asi tidak lancar.
Dalam kegiatan tersebut didiskusikan upaya tindak lanjut yang akan dilaksanakan oleh
ibu nifas untuk membagikan informasi-informasi yang didapat sehingga dapat diterapkan
oleh ibu nifas lain yang memiliki keluhan asi tidak lancar. Kegiatan ini juga dapat
bermanfaat sekali dan efektif bagi tenaga kesehatan lainnya karena bisa digunakan sebagai
promosi kesehatan terhadap masyarakat lainya.
18
BAB VI
19
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI.
Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae
kelima-keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah
melahirkan. Selain memberi kenyamanan pada ibu dan merangsang refleks oksitosin, pijat oksitosin
juga memiliki manfaat lain, yaitu mengurangi pembengkakan payudara (engorgement), mengurangi
sumbatan ASI (plugged/milk,duct), dan membantu mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan
bayi sakit (Armini NW, Marhaeni GA, Sriasih GK, 2020).
Dari hasil kegiatan penyuluhan yang kami berikan kepada para peserta terdapat
peningkatan pengetahuan dari sebelum dan sesudah diberikanya materi penyuluhan.
Dimana hasil pre tes didapatkan jawaban YA dengan nilai (6), dan jawaban TIDAK (9). Hasil
ini menunjukan bahwa semua ibu nifas mengalami masalah asi tidak lancar dan belum tau cara
penangan nya karna sebelumnya belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang manfaat pijat
oksitosin.
Sedangkan dari hasil post tes yang didapatkan bahwa ada perubahan atau
peningkatan didapatkan jawabn YA(15), TIDAK (0) menunjukan bahwa adanya peningkatan
pada pengetahuan ibu setelah diberikanya informasi mengenai manfaat pijat oksitosin pada ibu
nifas.
B. Saran
a. Melalui para ibu nifas untuk mengikuti kegiatan penyuluhan tentang cara mengatasi asi
tidak lancar pada ibu nifas dengan pijat okstosin.
b. Melakukan kegiatan promosi kesehatan bersama RT dengan puskesmas terdekat.
c. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang cara mengatasi
asi tidak lancar pada ibu nifas dengan teknik pijat oksitosin, dengan memberikan
penyuluhan atau pelatihan bagi para kader posyandu dalam wilaya kerja puskesma untuk
mengatasi asi tidak lancar secara dini dengan cara terapi pijat oksitosin, melainkan bukan
penangan awal dengan obat-obatan farmalogi.
20
DAFTAR PUSTAKA
[Link] Ajar Asuhan Kebidanan Ibu Masa Nifas Dan Menyusui, Jakarta 2015.
Maryunani Anik. Asuhan Pada Ibu dDalam masa Nifas (postpartum)
Sunarsih T. Asuhan Kebidanan Ibu Nifas, Editor :Jakarta Salemba Medica 2013.
Rofi’ah, S., Widatiningsih, S., Rahayuni, C. [Link] Pijat Oksitosin Dan Mobilisasi Dini
Terhadap Pengeluaran Kolostrum Ibu Post Sectio Caesarea.
RAKERNASAIPKEMA 2016 “Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”.
Suryani, E., Astuti, EW. 2013.
Pengaruh PijatOksitosin Terhadap Produksi Asi Ibu Postpartum Di BPM Wilayah Kabupaten
Klaten. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Volume 2, Nomor 2, Nopember 2013, hlm.41-155.
Wulandari, FT., Aminin, F., Dewi, U. [Link] Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran
Kolostrum Pada Ibu Post Partum Di Rumah Sakit Umum Daerah
21
Lampiran 1 : Materi Kegiatan Dalam Bentuk leaflet
22
Lampiran 2 : Bukti Pelaksanaan Kegiatan
23
Lampiran 3 : Kuisioner Pretest dan Postest
Pretest
24
Postest
25
NO NAMA TTD
Lampiran 4. Daftar
Hadir
1. Rini
2. Beti
3. Vina
26