0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan7 halaman

Teknik Pengelolaan Lahan Padi Aceh

Dokumen tersebut membahas tentang teknik pengelolaan lahan pada tanaman padi di sawah. Secara garis besar dibahas mengenai karakteristik lahan sawah, syarat tumbuh padi seperti iklim, tanah, dan teknik pengelolaan lahan seperti pengolahan tanah, pemupukan dan konservasi tanah serta air."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan7 halaman

Teknik Pengelolaan Lahan Padi Aceh

Dokumen tersebut membahas tentang teknik pengelolaan lahan pada tanaman padi di sawah. Secara garis besar dibahas mengenai karakteristik lahan sawah, syarat tumbuh padi seperti iklim, tanah, dan teknik pengelolaan lahan seperti pengolahan tanah, pemupukan dan konservasi tanah serta air."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKNIK PENGELOLAHAN LAHAN PADA PADI DI SAWAH

(Oryza sativa L) DI KECAMATAN MUARA BATU


KABUPATEN ACEH UTARA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG

INDRA SAPUTRA PANDIANGAN


180310045

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
ACEH UTARA
2022

i
DAFTAR ISI

LEMBAR
PENGESAHAN…………………………………………………….....i
KATA PENGANTAR……………………………………………………………ii
DAFTAR ISI........................................................................................................iiii
DAFTAR TABEL..................................................................................................v
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………….vi
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................vii
1. PENDAHULUAN...............................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
1.2 Tujuan Praktek kerja Lapangan......................................................................2
1.3 Manfaat peraktek kerja lapangan...................................................................2
2 TINJAUAN PUSTAKA......................................................................................3
2.1. Karakteristik Lahan Sawah...........................................................................3
2.2. Syarat Tumbuh Padi Sawah..........................................................................7
2.3.1. Iklim……………………………………………………………………7
2.3.2. Tanah…………………………………………………………………...9
2.3.3 Ketinggian Tempat……………………………………………………….
2.3.4 Intensitas Matahari………………………………………………………
2.2 Teknik Pengelolahan Lahan Pada Tanaman Padi ……………………….…
3. METODE PRAKTEK KERJA LAPANG.....................................................15
3.1 Tempat dan Waktu Praktek Kerja Lapangan...............................................15
3.2 Metode Praktek Kerja Lapang......................................................................15
3.2.1. Metode Langsung…………..................................................................15
3.2.2. Metode tidak langsung…………....…….…………………………….16
4. GAMBARAN UMUM LOKASI
PKL.............................................................17
5. HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................................23
[Link].............................................................................................................23

42
5.1.1. Pengolahan Tanah………………………………………..23
5.1.2. Pemupukan..............................................................................26
5.1.3. Konservasi Tanah Dan Air...................................................................27
5.2. Pembahasan.................................................................................................36
6. PENUTUP.........................................................................................................39
6.1 Kesimpulan...................................................................................................39
6.2 Saran.............................................................................................................39
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................40
LAMPIRAN..........................................................................................................42

ii
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Tanah sawah merupakan tanah yang berbentuk petak-petak dan digenangi


air baik secara terus-menerus maupun secara berkala serta merupakan media
tumbuh bagi tanaman padi sawah (Deptan, 2000). Sawah merupakan salah satu
bentuk penggunaan lahan utama dalam memproduksi padi menjadi tanaman
pangan penting yang dikonsumsi lebih dari 50% penduduk dunia. Sampai saat ini,
padi tetap menjadi sumber utama gizi dan energi bagi lebih dari 90% penduduk
Indonesia (Nasih, 2007). Biro Pusat Statistik (2015) menyatakan bahwa luas lahan
sawah di Indonesia pada tahun 2013 sekitar 13,84 juta ha, sedangkan pada tahun
2014 dengan data sementara luasnya menjadi 13,79 juta ha. Keadaan ini
menegaskan bahwa terjadinya penurunan luas lahan yang tidak sebanding dengan
jumlah penduduk yang meningkat sangat cepat. Dilain pihak, upaya peningkatan
produksi padi saat ini terhambat oleh banyak kendala seperti konversi lahan dan
perubahan iklim yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas sehingga
mengakibatkan gagal panen. Oleh sebab itu, masyarakat melakukan berbagai cara
dalam mengolah sawah agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan
meningkatkan ketersediaan pangan.

Produksi tanaman padi sangat dipengaruhi oleh lingkungan seperti iklim


dan kondisi lahan, varietas yang ditanam dan populasi tanaman. Hadjowigeno, et
al., (2007) menambahkan bahwa lahan adalah lingkungan fisik yang meliputi
tanah, iklim, relief, hidrologi, dan vegetasi, dimana faktor-faktor tersebut
mempengaruhi potensi penggunaannya. Termasuk didalamnya adalah akibat
kegiatan-kegiatan manusia pada saat pengolahan lahan. Relief merupakan salah
satu faktor yang berhubungan erat dengan iklim khususnya suhu. Semakin tinggi
relief maka suhu akan semakin turun pada lahan tersebut, sehingga mempengaruhi
proses pembentukan tanah. Hal ini berarti relief mempengaruhi sifat fisika tanah
pada suatu daerah, khususnya tanah sawah.

Berdasarkan uraian diatas, untuk mengetahui teknik pengelolahan lahan


pada komoditas padi sawah, maka perlu dilakukan praktek kerja lapang terkait
dengan teknik pengelolahan lahan pada padi [Link] kecamatan muara batu.

iii
2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karakteristik Lahan Sawah

Tanah sawah adalah tanah yang digunakan untuk atau berpotensi


digunakan untuk menanam padi sawah. Dalam definisi ini tanah sawah mencakup
semua tanah yang terdapat dalam zona iklim dengan rezim temperatur yang sesuai
untuk menanmam padi paling tidak satu kali dalam setahun (sesuai dengan
tersedianya air untuk menggenangi tanah selama waktu yang diperlakukan oleh
tanaman padi sawah tersebut). Dengan demikian temperatur dan air merupakan
pembatas utamanya (Hardjowigeno dan Rayes, 2005). Lahan sawah mempunyai
sifat dan ciri tanah yang spesifik. Perlakuan penggenangan menyebabkan
terjadinya perubahan pH, turunnya potensial redoks dan perubahan perilaku unsur
hara (Indriana, 2008).

2.2 Syarat Tumbuh

Padi merupakan tanaman pangan berupa rerumputan. Tanaman purba yang


berasal dari Asia tropis dan subtropis serta Afrika Barat. Bukti sejarah
menunjukkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) dimulai pada 3000 SM.
Selain China, beberapa negara asal beras adalah India, Vietnam, Bangladesh,
Thailand, Laos, dan Buma (Hermanto, 2017 ). Padi dapat ditanam pada musim
kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan irigasi
selalu tersedia, sedangkan pada musim hujan walaupun air melimpah produksi
dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif. Padi dapat tumbuh dengan
iklim yang beragam, yaitu dapat tumbuh didaerah tropis dan subtropis pada 45o
LU dan 45o LS dengan cuaca panas dengan kelembapan tinggi dengan musim
hujan 4 bulan. Curah hujannya normal sekitar 200 mm/bulan atau sekitar 1500-
2000 mm/tahun (Herawati, 2012).

Menurut Karin et al., (2011), tanaman padi memerlukan penyinaran matahari


tanpa naungan untuk mempercepat pertumbuhan. Angin juga berpengaruh
terhadap pertumbuhan tanaman padi yaitu dalam hal penyerbukan dan pembuahan
tetapi jika terlalu kencang akan dapat merobohkan tanaman. Pada daerah dataran
rendah, padi memerlukan ketinggian sekitar 0-650 mdpl dengan temperatur 22-27

iv
o
C, sedangkan pada dataran tinggi sekitar 650-1500 mdpl dengan temperatur 19-
23 oC. Temperatur sangat mempengaruhi dalam proses pengisian biji padi.
Temperatur yang rendah dan kelembapan yang tinggi pada waktu pembuangan
akan mengganggu proses pembuahan yang mengakibatkan gabah banyak menjadi
hampa. Hal ini terjadi akibat tidak membukanya bakal biji. Tanaman padi dapat
hidup dengan baik di daerah yang berhawa panas dan banyak mengandung uap air
(Herawati, 2012).

Sifat tanah sangat berbeda-beda terutama dalam hal keadaan susunan tanah
atau struktur tanahnya. Tidak semua jenis tanah cocon untuk areal penanaman
padi, hal ini diakarenakan tidak semua jenis tanah dapat dijadikan lahan tergenang
air. Dalam sistem tanah sawah, lahan harus selalu tergenang air, agar kebutuhan
air pada tanaman padi selalu tercukupi sepanjang musim tanam (Herawati, 2012).

Menurut Hendrata (2010), padi sawah pada umumnya ditanam di tanah


berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm dpl. Padi
dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki ketebalan lapisan atasnya
sekitar 18-22 cm dengan kemasaman pH sekitar 4 – 7. Pada tanah berkapur
dengan pH 8,1 - 8,2 dapat digunakan sebagai tanah untuk pertanaman padi dan
tidak akan merusak tanaman padi, tetapi akan mendapatkan produksi yang
menurun.

Oleh karena itu, jenis tanah yang sulit menahan air (tanah yang mengandung
pasir tinggi) kurang cocok untuk dijadikan lahan persawahan, sedangkan tanah
yang sulit dilewati air (tanah yang mengandung lempung tinggi) cocok untuk
dijadikan lahan persawahan. Beberapa faktor seperti posisi topografi yang
berkaitan langsung dengan kondisi hidrologi, porositas tanah yang rendah dan
tingkat kemasaman tanah yang netral, dan sumber air yang mencukupi dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi (Salman, 2014).

v
vi

Anda mungkin juga menyukai