0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan18 halaman

Casting Karakter dalam Rimpu Perawan

Cerita ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari seorang gadis bernama Atun di desa Dompu. Atun menjalani kegiatannya sebagai siswi dan penenun dengan menggunakan rimpu sebagai pakaian adat. Terjadi konflik antara Atun dan sahabatnya, Dina, yang kini berpakaian berbeda.

Diunggah oleh

muhamad ihsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan18 halaman

Casting Karakter dalam Rimpu Perawan

Cerita ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari seorang gadis bernama Atun di desa Dompu. Atun menjalani kegiatannya sebagai siswi dan penenun dengan menggunakan rimpu sebagai pakaian adat. Terjadi konflik antara Atun dan sahabatnya, Dina, yang kini berpakaian berbeda.

Diunggah oleh

muhamad ihsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SCREENPLAY

RIMPU PERAWAN
BY BANG EDO

BENGKEL SASTRA PRODUCTION


2018
1. INT. Di RUMAH (PALADA RUMAH) MALAM
CAST : ATUN, BAPAK, IBU

Tampak Atun sedang melakukan pekerjaan menenun. Atun tidak berkata apa-apa
karena serius dengan pekerjaannya. Bapak dan ibunya sedang duduk d ruang tamu
rumahnya dan Bapak melihat jam, ternyata sudah malam. Bapak berbicara dengan Ibu
karena mereka masih mendengar suara Atun menenun.

Bapak
Bu, ini sudah malam, waktunya Atun untuk istrahat karena besok dia masih harus
sekolah.
Ibu
Iya , Pak… mada akan menyuruh Atun untuk istrahat. Ibu berdiri, berjalan menuju
tangga dan berbicara dengan Atun.

Atun, sudah malam, Nak. Kamu istrahat sekarang.

Mendegar perkataan Ibunya, Atun menjawab, lalu menyelesaikan dan merapikan


perlengkapan menenunnya.
“iya, Bu.”

Sesaat kemudian. Bapak dan ibunya pergi tidur dan Atun pun istrahat.

INSERT : “RIMPU (HIJAB) MERUPAKAN KE-KHAS-AN SAMPELA (GADIS) DALAM BALUTAN


BUDAYA DOMPU

2. EXT. RUMAH – PAGI


Atun berangkat sekolah dengan menggunakan sepeda

3. EXT. Halaman Rumah


Bapak dan Ibu pergi ke kebun Jagung

4. EXT. SEKOLAH – SIANG


Atun Pulang sekolah dengan menggendarai sepeda.

5. EXT. LADANG – SIANG


Bapak sedang berteduh di salaja.

6. EXT. JALANAN - SIANG


Atun mengayuh sepeda menuju rumah dan berpapasan dengan Ibu-ibu yang sedang
berbelanja kebutuhan makan siang.

7. EXT. HALAMAN RUMAH – SIANG


Atun memarkir sepeda kesayangannya d samping rumah.
8. EXT. HALAMAN RUMAH – SIANG
Atun berjalan menuju rumah dan naik ke rumah
9. INT. DALAM RUMAH – SIANG
ATUN MENUNAIKAN IBADAH SOLAT. BERDOA, MERAPIKAN PERLENGAPAN SOLAT.

10. INT. DAPUR – SIANG


SIAP-SIAP UNTUK MENGANTAR MAKAN SIANG BAPAK DAN IBU

11. EKS. HALAMAN – SIANG


PERGI KE LADANG MEMBAWA MAKANAN BAPAK DAN IBU

12. EXT. JALANAN DEPAN RUMAH – SIANG


Atun menyusuri jalan dan berpapasan dengan Leha.

Leha
Atun mau kemana

Atun
(tersenyum) ini, mau antar makan siang untuk bapak dan ibu d ladang

Leha
Kamu sudah bertemu dengan Dina

Atun
Belum. Memangnya ada apa?

Leha
Tadi dia ke rumah dan katanya mau bertemu denganmu karena ada masalah yang harus
dia bicarakan denganmu

Atun
(bingung) masalah apa ya… ya sudah, sampaikan salamku pada Dina, katakana padanya,
dia boleh datang kapanpun.

13. EXT. JALANAN – SIANG


ATUN PAMITAN DAN PERGI. LEHA BERDIRI MEMANDANG KEPERGIAN ATUN DENGAN
SENYUM

14. EXT. PEMATANG SAWAH – SIANG


ATUN BERJALAN MENUJU SALAJA

15. EXT. ATUN SAMPAI DI SALAJA – SIANG


Assalamualaikum

Bapak
Waalaikussalam… kenapa kamu telat datang hari ini?
Atun
Maaf pak, tadi ada pengumuman di sekolah makanya telat pulang.

Ibu
Menyiapkan makanan

Atun
Tadi juga, di tengah jalan bertemu dengan Leha.

Ibu
Leha anaknya pak hamid, yang ketua RT itu ya

Atun
Iya Bu. Katanya Dina mau ke rumah untuk bicara dengan mada.

16. EXT. SALAJA – SIANG


MEREKA MENIKAMTI MAKAN SIANG

17. EXT. HALAMAN RUMAH LEHA – SORE


DINA
Kamu sudah sampaikan pesan saya kepada Atun

Leha
Sudah

Dina
Terus dia bilang apa?

Leha
Dia bilang klau kamu mau ketemu ma dia, ya datang saja. Dia akan menunggu dan
menerima kedatanganmu dengan senang hati
Dina
Ya sudah.

18. EXT. DINA PERGI DAN LEHA MENGIRINGI KEPERGIANNYA DENGAN SENYUM DAN
GELENG KEPALA.

19. EXT. JALANAN BARU LINGKAR KARIJAWA – SORE

ANGGA MENGGENDARAI SEPEDA MOTOR, DATANG DARI KOTA DAN HENDAK BERLIBUR
KE RUMAH TEMANNYA. SEPANJANG JALAN ANGGA MENIKMATI SUASANA SEJUK
DENGAN UDARA YANG SEGAR.
20. EXT. JALAN BARU KARIJAWA - SORE
DI SISI JALAN, ATUN SEDANG BERJALAN PULANG.
ANGGA TERKEJUT MEIIHAT GADIS YANG MEMAKAI SARUNG DENGAN MENUTUPI
SELURUH BADANYA KECUALI MATA, TELAPAK TANGAN DAN TELAPAK KAKI.

21. EXT. JALAN BARU KARIJAWA - SORE


ANGGA BERHENTI DAN MEMPERHATIKAN ATUN DENGAN SEKSAMA DAN PENUH TANDA
TANYA.

22. EXT. JALAN BARU KARIJAWA – SORE


ATUN TAK PEDULI DAN TERUS BERJALAN

23. EXT. HALAMAN RUMAH DOEL – SORE


ANGGA MASUK HALAMAN DAN MEMARKIRKAN SEPEDA MOTORNYA

24. EXT. HALAMAN RUMAH – SORE


TURUN DARI MOTOR DAN MENYAPA DOEL

ANGGA
HAI… (DENGAN AKRAB ALA KOTA)

DOEL
(KAGET DAN HERAN KARENA ANGGA MASIH PAKAI HELM)

ANGGA
KAMU GAK KENAL AKU?

DOEL
(MAKIN BINGUNG, BERDIRI DAN MENDEKATI ANGGA. SAAT ITU JUGA ANGGA
MEMBUKA HELM DAN DOEL KAGET LALU MEREKA BERPELUKAN DAN TERTAWA.)

25. EXT. HALAMAN RUMAH DOEL – SARANGGE – SORE

ANGGA
Eh, tadi d jalan, aku kaget karena aku baru melihat seorang perempuan yang pakai
sarung menutupi badanya kecuali mata, telapak tangan dan telapak kakinya.

Doel
(tertawa) angga, semua gadis d desa kami memang berpakaian begitu kalau keluar
rumah. Itu namanya rimpu.

Angga
Rimpu?
Doel
Iya, rimpu. Sudah menjadi budaya bagi kami d dompu ini.

Angga
(heran) terus gimana kita bisa tahu, kalau dia itu cantik, jelek atau ada kekuangan pada
fisiknya.

Doel
Itu mudah. Biasanya mereka suka menenun di malam hari dan saat itu mereka tidak
memakai rimpu. Nah, saat itu kamu akan liat kecantikan mereka.

Angga
Kapan kita bisa liat mereka menenun?

Doel
Nanti malam juga bisa

Angga
Oke!

26. EXT. HALAMAN RUMAH DOEL – SARANGGE – SORE


DOEL SEDANG ASYIK CERITA DENGAN ANGGA, DATANG DINA DENGAN WAJAH
CEMBERUT

Dina
Kak Dul. Itu siapa?

Doel
O iya, kenalkan. Ini Angga, teman kakak d kota dan sekarang datang untuk libur di desa
kita.

Dina
0, (senyum dan ulurkan tangan kepada Angga)
Dina (Angga menjabat tangan Dina sembari senyum menggoda) Angga.

Dina
(Tetap memandang Angga dengan senyum juga) bolah dina minta batuan pada Kak
Angga?

Angga
Bantuan apa?

Doel
Biasa. Paling minta diantar pulang. Ya sudah, angga antar dina sekarang sambil nikmati
indah suasana sore.
27. EXT. JALANAN. SORE

ANGGA MENGANTAR DINA PULANG. DINA MANFAATKAN SUASANA. ANGGA JUGA IKUT
MENIKMATI.

28. EXT. JALANAN – SORE


ANGGA, DINA, PAK RT, AMIN DAN HANSIP

Angga
Permisi pak

Pak RT
Permisi. Hansip, siapa yang berboncengan dengan Dina tadi.

Hansip
(gagap) kurang tahu, pak. Tapi kayaknya orang baru pak.

Pak RT
Iya, saya tahu dia orang baru, tapi siapa?

Hansip
Ya, mana saya tahu, pak.

AMIN
Kenapa dia gak tahu sopan santun ya

29. EXT. HALAMAN RUMAH DOEL – SORE


LEHA DATANG UNTUK MENCARI DINA

LEHA
Kak Dul, tadi ada Dina Datang.

DOEL
Iya

LEHA
Trus dia sudah kemana?

DOEL
Barusan pulang diantar oleh Angga

LEHA
Angga? Angga yang teman kak Dul yang dari Kota Itu ya.

Belum sempat doel menjawab, Leha langsung pergi.


30. EXT. HALAMAN RUMAH ATUN – SORE
ATUN SEDANG MENYAPU HALAMAN, BAPAK DAN IBU PULANG.

31. EXT. HALAMAN RUMAH ATUN – MALAM


BAPAK DAN IBU PAMIT UNTUK KE RUMAH KELUARGA

32. INT. PALADA RUMAH ATUN – MALAM


ATUN KEMBALI MELANJUTKAN MENENUN UNTUK MENYELESAIKAN KAIN SARUNG.

33. EXT. HALAMAN DEPAN RUMAH ATUN – MALAM

ANGGA DAN DOEL MENGINTIP ATUN YANG MENENUN

34. EXT. AMIN DATANG UNTUK MELIHAT ATUN MENENUN DAN DISAAT YANG BERSAMAAN
Angga DAN DOEL MENYELINAP PERGI TANPA SEPENGETAHUAN AMIN.
AMIN MEMPERHATIKAN TINGKAH LAKU ATUN MENENUN DAN HAL ITU SUDAH CUKUP
PERASAAN AMIN NYAMAN DAN BAHAGIA.
AMIN MENEMANI ATUN MENENUN SAMPAI SELESAI.

35. EXT. HALAMAN RUMAH ATUN – PAGI


AYAH DAN IBU KELUAR UNTUK PERGI KE LADANG

36. ATUN SEDANG MENYAPU HALAMAN DAN DINA DATANG DENGAN WAJAH SERIUS

Casting : Atun , Dina

DINA
Hei! Atun!

ATUN
(Atun tidak mendengar panggilan Dina walau dia sempat berhenti sejenak)

DINA
Atun! Kamu dengar saya, tidak!

Atun
(senyum ramah) Maaf, Na. Aku dengar kok. Memangnya ada apa, Na? Kenapa wajahmu
merah begittu?

DINA
Eh… kamu jangan berlagak pikun ya. Aku sekarang benar-benar marah dan benci pada
kamu.
ATUN
Marah? Maksud kamu, apa? Aku bingung. Tidak biasanya Dina datang dengan emosi
kayak gini.

DINA
Dengar ya. Aku tidak terima kalau kamu ceritakan yang gak benar tentang saya pada
orang lain. Gak!

ATUN
(makin heran) Astaga…cerita yang mana, Na. (Atun mendekat dan berusaha untuk
mengajak Dina duduk tapi Dina menepisnya. Atun tetp mengajak dan akhirnya Dina mau
duduk d balai (sarangge)

Dina, kamu merubah penampulanmu seperti ini merupakan satu kehilangan bagiku.
Kamu merupakan saudaraku. Jadi tidak mungkin aku melakukan semua yang kau tuduh.
Dan Dina sudah tahu, itu bukan sifatku.

DINA
Ya! Aku tahu. Tapi mereka juga gak mungkin katakan hal yang gak benar, kalau kamu
gak pernah cerita apa-apa. Kam gak tahu apa yang aku lakukan diluar sana Karena kamu
hanya gadis rumahan.

ATUN
(marah) memang aku gadis apaan? Aku benar-benar tersinggung dengan kata-katamu,
Na. sekarang, ksmu pergi dan jangan injak halaman rumahku lagi.

DINA
(kaget karena tumben Atun marah)

ATUN
Ayo, pergi. Pergi kataku.

Langsung berbalik dan masuk rumah.

DINA
Bingung dan pergi.

37. HALAMAN RUMAH – SIANG


CAST. ATUN, LEHA, DOEL, AMIN

ATUN BARU SAJA SELESAI MNCERITAKAN KEPADA LEHA TENTANG KEJADIAN DENGAN
DINA. TAMPAK KERESAHAN DAN KESDIHAN DI WAJAH MEREKA.

DOEL
Kalian lagi santai ya
AMIN
Tumben kalian duduk tanpa Dina, memangnya dia kemana? Kenapa kalian diam.

DOEL
(tersenyum) pasti ada masalah diantara kalian. Apa ada hubungannya dengan cinta
kalian.

lEHA
Tidak ada kak Doel. Kita hanya heran dengan sikapnya Dina.

AMIN
Ada apa lagi dengan Dina. Kalian itu sudah bersahabat sejak kecil.

DOEL
Barangkali ada hubungannya dengan perubahan dalam cara Dina berbusana

ATUN
Iya, termasuk itu, kak.

38. HALAMAN RUMAH DOEL – SORE


ANGGA SEDANG MENIKMATI SUASANA ROMANTIS DENGAN DINA

39. HALAMAN RUMAH ATUN – SORE

ATUN SEDANG MENJEMUR SARUNG HASIL TENUN. ATUN DIKAGETKAN DENGAN


KEHADIRAN ANGGA

ANGGA
Maaf, saya Angga. Saya ….

ATUN
O, temannya Dina ya. Dina selalu cerita dan memuji Mas Angga.

Angga
Wah, dia terlalu berlebihan. Saya biasa-biasa saja. Sama dengan pemuda lain yang ada
di kampung ini.

Atun
Dina bilang, dia sanggat bangga bisa kenal dan dekat dengan mas Angga. Apalagi Dina
adalah bunga tercantik di sini.

Angga
(membatin) ternyata apa yang diceritakan Dina, memang benar adanya. Benar-benar
unik dan menarik.
Atun
Maaf, kenapa mas Angga jadi kayak orang bingung

Angga
Oh, idak. Tidak ada apa-apa. (salah tingkah) saya pergi dulu ya

40. EXT. DIJALANAN – SORE


ANGGA BERPAPASAN DENGAN DOEL DAN DINA YANG DATANG MENCARINYA DAN
MEREKA BERTIGA LANGSUNG PERGI.

41. EXT. HALAMAN RUMAH ATUN


ATUN, BAPAK DAN IBU DAN LEHA

Leha
mAAF, Bapak dan Ibu sudah pulang dari lading.

Ibu
Iya, Nak. Dari tadi duduk dengan Atun.

Leha
Iya, Bu. Kalau begitu saya pamit dulu, soalnya sudah sore dan takut bapak marah.

Bapak
Titip salam buat Pak RT. Hati-hati d jalan ya.

Leha Out.

Bapak
Ayo Bu, kita masuk, sebentar lagi magrib. Atun bawa perlengkapan Bapak ke belakang
ya.

Ibu
Besok kami mau pergi hadiri acara keluarga di kempo. Jadi, besok kamu jangan kemana-
mana, soalnya Ibu dengan Bapak akan pulang sore.

Atun
Iya, Ibu.

42. Halaman Rumah Atun – Sore


CAST. ATUN DAN ANGGA
Atun lagi duduk di paruga

Angga
Permisi. Bisa saya duduk.

Atun
Kaget dan segera memakai rimpu
Apa Maksud kedatangan Mas Angga? Saya tidak mau Dina akan datang marah-marah
lagi dengan saya.

Angga
Ah. Gak Tun. Aku lagi gak ada selera dengan Dina. Aku malah ingin berlama-lama disini,
duduk dan bercerita dengan Atun.

Atun
Maksud mas Angga ?

Angga
Ya saya mau tahu lebih banyak tentang Atun.

Atun
Jangan mas. Jangan. Tidak enak dengan paea tetangga.

Angga
Jangan salah sangka dulu, Tun. Aku tidak bermaksud seperti itu.

Atun
Apapun maksud mas Angga, Mas Angga harus pergi dari sini. Mas harus pergi sekarang
juga.

43. DIBALIK RERIMBUNAN POHON – SORE


CAST. LEHA
TAMPAK LEHA MEMPERHATIKAN PERILAKU ANGGA. DIA TAKUT AKAN TERJADI APA-APA
DENGAN ATUN. LEHA AKAN MEMBERI TAHU AMIN.

44. HALAMAN RUMAH ATUN – SORE


CAST. ATUN DAN ANGGA
HASRAT ANGGA MAKIN BESAR UNTUK MENGETAHUI MISTERI DIBALIK RIMPU. KETIKA
ATUN MENGAMBIL SESUATU DAN BERBALIK UNTUK NAIK KE RUMAH, ANGGA MENARIK
PUNDAK ATUN DARI BELAKANG. ATUN KAGET DAN BERONTAK. TAPI PEGANGAN
ANGGA MAKIN KUAT. DENGAN SEKUAT TENAGA ATUN MENDORONG ANGGA SAMPAI
TERJATUH.

45. LEHA BERTEMU DENGAN AMIN DAN MEMBERITAHU KEJADIAN YANG MENIMPA ATUN.
LEHA LANGSUNG PERGI KE RUMAH ATUN

46. LEHA DATANG


CAST. LEHA, ATUN DAN ANGGA
ANGGA BERUSAHA UNTUK BERDIRI DAN LARI

47. HALAMAN RUMAH ATUN – SORE


CAST. ATUN DAN LEHA

LEHA MEMAPAH ATUN KE SERAMBI


LEHA
Kurang ajar. Benar-benar bejat. Dia pikir, kita barang mainan. Aku benar-benar marah
dan benci pada dia. Dina berubah dan hancur, itu gara-gara dia.

ATUN
Jangan bicarakan kejelekan dan kesalahan orang lain. Itu fitnah.

LEHA
Sudahlah Leha. dia tidak salah tapi aku yang salah. Aku yang terlalu ceroboh.

LEHA
Ceroboh gimana! Dia saja yang selalu manfaatkan kesempatan untuk lampiaskan hasrat
bejatnya.

MEMPERHATIKAN KONDISI ATUN.


Kamu tidak apa-apa ka?

ATUN
Aku baik-baik saja.

48. HALAMAN RUMAH ATUN – SORE


CAST. ATUN, LEHA DAN AMIN
AMIN DATANG DENGAN AMARAH. ATUN KAGET.

LEHA
Kenapa terlambat, kak Amin.

AMIN
Maaf Leha.

49. Cast. Leha, Amin dan Atun.


Amin
(Duduk samping Atun) Apa yang sudah dia lakukan padamu, Tun.

Leha
Tidak terjadi apa-apa kak.

Atun
Kak Amin jangan marah-marah dulu. Dia tidak sampai melakukan apa-apa. Dia hanya…

Amin
(memotong) hanya apa, Tun. Katakana apa yang sudah dia lakukan padamu.

Atun
Tolong jangan gunakan emosi, kak. Aku tudak mau hal ini akan menjadi pembicaraan di
masyarakat. Itu Aib kak.
Amin
Tidak! Apapun resikonya, aku harus bertemu dengan Angga. Kurang ajar. Dia pikir, dia
itu siapa.

Atun
(berdiri) kalau kakak benar-benar mau membela kehormatan dan hrga diri kita, jangan
gunakan emosi dan amarah, kak.

Amin
Tidak Tun. Aku harus menyelesaikannya secara laki-laki.

Amin OUT

50. HALAMAN RUMAH ATUN – SORE


CAST. ATUN DAN LEHA
ATUN MENANGIS DALAM PELUKAN LEHA DAN LEHA MENGELUS RAMBUT DAN PUNDAK
ATUN

51. HALAMAN RUMAH ATUN – SORE


CAST. PAK RT, HANSIP DAN DOEL

Pak RT
Assalamualaikum

Leha
Waalaikumusalam
Silahkan duduk pak.

Hansip
Tidak perlu. Kami datang kemari untuk menangani keributan di sini.

Pak RT
Maaf, apa benar tadi terjadi keributan di sini.

Atun
Tidak ada pak, mungkin bapak salah informasi.
(kepada hansip) gimana ini?

Doel
Kamu ada-ada saja. Makanya kalau tugas itu yang serius, jangan banyak tidur. Ayo Pak
RT, kita pulang saja.

Hansip
(salah tingkah)

Pak RT
Kalau begitu kami pamit dulu. Kalau ada apa-apa, segera lapor saja pada saya.
Leha
Iya pak. Nanti saya telat pulang karena mau temani Atun ya Pak.

Pak RT, hansip dan Doel OUT.

52. HALAMAN RUMAH ATUN – SORE


CAST. ATUN, LEHA, DINA DAN ANGGA

ANGGA DAN DINA DATANG, MEREKA TAMPAK MESRA SEKALI. AMIN JUGA DATANG.

AMIN
Hei, anak kota yang begitu sombong dan angkuh. Aku benci dengan sikap dan
kelakuanmu selama berada di kampong ini.

ANGGA
Maaf, saya tidak mengerti maksud anda. Anda siapa?

AMIN
Sya adalah laki-laki yang tersinggung dan marah karena kekasihnya telah kamu hina dan
kamu lecehkan.

ANGGA
Sungguh, saya benar-benar tidak mengerti apa yang anda katakan.

AMIN
Tidak usah bersilat lidah. Akal busukmu telah aku hafal. Orang yang tidak tau malu. Kmu
tidak usah banyak omong. Jawab saja dengan singkat. Ayo, jawab!

53. Continued
CAST. ANGGA, AMIN, ATUN, DINA DAN LEHA

BELUM SEMPAT ANGGA MENJAWAB, AMIN SUDAH MEMUKUL WAJAH ANGGA TAPI
ANGGA MENGGELAK. AMIN SEMAKIN EMOSI. DINA HISTERIS MELIHAT PERKELAHIAN
TERSEBUT.
ATUN DENGAN DINA DILIPUTI AASA TAKUT.
AMIN KEMBALI MELAYANGKAN TINJU TAPI ANGGA MAMPU MENANGKIS DAN
MEMEGANG TANGAN AMIN DAN MENDORONG HINGGA AMIN TERJATUH.

54. CONTINUED

AMIN BANGKIT DAN INGIN MEMUKUL ANGGA LAGI, ATUN BERDIRI DI ANTARA MEREKA.
AMIN MASIH INGIN MEMUKUL ANGGA TAPI ATUN MENAMPAR WAJAHNYA DAN AMIN
TERPAKU DAN MERABA PIPINYA.

55. CONTINUED
ATUN
Apasih yang kalian cari. Kalian inin menunjukan kehebatan kalian sebagai lelaki. Ingat!
Perkelahian tidak akan menyelesaikan masalah tapi hanya akan menambah masalah.

AMIN
Aku tidak mau dia berlaku kurang ajar padamu.
(ingin memukul Angga) dasar tidak tahu diri.

ATUN
Sudah! Sudah kataku! Aku tidak mau, apa yang menimpa kesucian yang aku nalut
selama ini, akan menimbulkan malapetaka dalam kehidupan kita. Sebaiknya kalian
sama-sama merenungi diri, apakah kalian sudah melakukan yang terbaik untuk diri
kalian selama ini.

ANGGA DAN FAUZAN HANYA BISA MENUNDUK SAMBIL SESEKALI MELIHAT KE ATUN

ATUN
Kak Angga. Pulanglah ke kota karena di sini bukan tempat yang tepat untukmu. Ajaklah
Dina, dia udah mengorbankan segalanya untukmu. Kak Angga, satu yang kuminta,
jangan pernah sia-siakan hidup dan masa depannya.
(Atun menghela nafas sebentar)

56. CONTINUED
DOEL DATANG DAN TERKEJUT MELIHAT YANG TERJADI. DOEL BERBICARA DENGAN
ANGGA DENGAN DINA DAN LANGSUNG PERGI.

AMIN TERSENYUM DAN MERASA MENANG

ATUN
Kau juga, kak Amin. Pergilah. Kesucian yang kita jaga selama ini telah ternoda oleh
kejahilan dan kebejatan. Yakinlah kak, aku akan tetap menjaga ketulusanmu. Segalanya
tetap utuh untuk kak Amin. Aku mohon pergilah.

AMIN
Tapi…

ATUN
(Terisak dalam pelukan Leha)

LEHA
Pergilah, Kak. Turuti kata-katanya. Semua itu demi kebaikan Kak Amin Juga.

AMIN OUT.

ATUN
Aku [Link] semua yang kupertahankan selama ini, yang selaluaku balut dalam
kesucian rimpu.
ATUN MEMINTA LEHA UNTUK PERGI MENINGGALKANNYA SENDIRI.

57. INT. DALAM KAMAR ATUN – MALAM


CAST. ATUN
ATUN MERENUNGI SEMUA YANG TELAH TERJADI DAN MENIMPA DIRINYA. SETELAH
LAMA TERDIAM DAN BINGUNG, ATUN MEMANTAPKA HATI, DEMI KEHORMATAN,
HARGA DIRI DAN KESUCIAN CINTA PADA KAK AMIN, AUN MEMANTAPKAN HATI UNTUK
MENGHILANG DARI DUNIA FANA.

58. EXT. HALAMAN BELAKANG RUMAH ATUN – MALAM.


CAST. ATUN

ATUN
Aku tidak mampu lagi bertahan dalam kekezaman ini. Sia-sia yang aku jaga selama ini.
Untuk Kak Amin, tetaplah pegang teguh prinsip hidup yang Kak Amin lalui selama ini.
Jangan biarkan semuanya berantakan karena ambisi dan obsesi. Selamat tinggal Kak
Amin. Ketulusan dan kesucianku tetap untukmu
ATUN GANTUNG DIRI

59. HALAMAN RUMAH – MALAM


ORANG TUA ATUN DATANG DAN TERKEJUT DENGAN KEJADIAN YANG ADA. IBUNYA
HISTERIS DAN PINGSAN DAN BAPAKNYA TERHARU DAN SEDIH SAMBIL MENYADARKAN
ISTERINYA. SECARA BERSAMAAN PAK RT, HANSIP DAN LEHA DATANG. MEREKA
BERUSAHA UNTUK MENURUNKAN JASAD ATUN. JASAD ATUN DI BARINGKAN DI
PARUGA. SEMUANYA HANYUT DALAM KESEDIHAN DAN PENYESALAN. LEHA DATANG
DENGAN AMIN DAN MEREKA MENANGIS DI SAMPING JASAD ATUN.

TAMAT

Anda mungkin juga menyukai