14
BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Pemasaran
Menurut Thamrin Abdullah dan Francis Tantri (2018), Pemasaran
(marketing) adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang
dirancanguntuk merencanakan, menemukan harga, mempromosikan
danmendistribusikan barang - barang yang dapat memuaskan keinganan
dan jasa baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial.
Menurut Kotler dalam Malau (2017:15), pemasaran sebagai ilmu dan seni
yang mengeksplorasi, menciptakan dan memberikan nilai untuk memenuhi
kebutuhan. Target pasar pada keuntungan. Manurut AMA (The American
Marketing Association) dalam Malau (2017:15), pemasaran adalah
aktivitas, mengatur lembaga dan proses untuk menciptakan,
berkomunikasi, memberikan, dan bertukar penawaran yang memiliki nilai
bagi pelanggan, mitra, dan masayrakat pada umumnya. Dari beberapa
pengertian di atas, kesimpulannya bahwa pemasaran adalah suatu aktivitas
yang saling berhubungan dalam menganalisis segala kebutuhan dan
keinginan konsumen untuk mengkomunikasikan, memberikan nilai untuk
konsumen dengan apa yang mereka butuhkan dan berujung pada
penjualan barang dan jasa.
15
2.1.2 Konsep Inti Pemasaran
Menurut Abdullah dan Tantri (2018:4) pemasaran adalah “suatu
proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan
kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan,menawarkan dan
bertukar sesuuatu yang bernialai satu sama lain”. Definisi ini berdasarkan
pada konsep inti :
1. Kebutuhan, keinginan, dan permintaan kebutuhan adalah keadaan
merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Keinginan adalah hasrat akan
pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Permintaan adalah keinginan
akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan
membelinya.
2. Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi
kebutuhan atau keinginan.
3. Nilai, biaya, dan kepuasan. Nilai adalah perkiraan konsumen tentang
kemampuan total satu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Biaya
adalah yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi yang
dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku
baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Kepuasan adalah
suatu kondisi di mana keinginan, harapan dipenuhi. Setiap layanan
yang diberikan dinilai memuaskan, apabila layanan tersebutdapat
memenuhi keinginan seseorang.
4. Pertukaran, transaksi, dan hubungan. Pertukaran adalah cara
mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan
menawarkan sesuatu sebagai gantinya.
16
Transaksi adalah suatu aktivitas perusahaan yang menimbulkan
perubahan terhadap posisi harta keuangan perusahaan, misalnya
seperti menjual, membeli, membayar gaji, serta membayar berbagai
macam biaya yang lainnya. Hubungan adalah membangun suatu aset
perusahaan berupa jaringan pemasaran. Pasar adalah semua pelanggan
potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau
dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau
keinginan itu.
5. Pemasaran dan pemasar. Pemasaran adalah kegiatan manusia dalam
hubungannya dengan pasar. Pemasar adalah orang yang mencari
sumber daya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang
bernilai untuk itu
17
2.1.3 Manajemen Pemasaran
Kata “ Manajemen sering diartikan sebagai sebuah proses
rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan
pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Manajemen pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok dalam
perusahaan karena adanya manajemen pemasaran keberlangsungan
perusahaan akan terjaga, perusahaan juga dapat mengembanggkan
perusahaan ke arah yang lebih maju. Berikut pengertian manajemen
pemasaran menurut paraahli: Menurut Kotler & Amstrong dalam
Priamsa, (2017:4) menjelaskan manajemen pemasaran adalah suatu
upaya manusia untuk mencapai hasilpertukaran yang di inginkan dan
membangun hubungan yang erat dengan konsumen dengan cara yang
menguntungkan bagi perusahaan. Sedangkan menurut Kotler dan
Amstrong dalam Yanuar, Nurul dan Budi, (2017:65) menyatakan
bahwa manajemen pemasaran adalah analisis perencanaan
implementasi dan pengendalian dari program -program yang di
rancang untuk menciptakan, membangun dan memelihara pertukaran
yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan
perusahaan.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa yang
dimaksud dengan manajemen pemasaran adalah alat
analisisperencanaan, penerapan dan pengendalian program yang
dirancang untuk melaksanakan fungsi - fungsi manajemen yaitu
menciptakan membangun, mengendalikan dan mempertahankan
pertukaran yang menguntungkan dengan sasaran pasar dalam rangka
18
menyampaikan produk dan mencapai tujuan utama perusahaan dari
pihak produsen ke konsumen yaitu memperoleh laba melalui
kegiatanpemasaran yang terpadu.
2.1.4 Bauran Peamasaran.
Strategi pemasaran yang disebut sebagai bauran pemasaran
(marketing mix) memiliki peranan penting dalam mempengaruhi
konsumen agar membeli suatu produk atau jasa yang ditawarkan oleh
perusahaan. Elemen - elemen bauran pemasaran terdiri dari semua
variabel yang dapat dikontrol perusahaan untuk dapat memuaskan para
konsumen. Menurut Saladin dan Buchory (2013:13) dalam Iriawan
(2019) pengertian bauran pemasaran adalah “Serangkaian dari variabel
pemasaran yangdapat dikuasi oleh perusahaan dan digunakan untuk
mencapai tujuan dalam pasar sasaran”. Sedangkan menurut Assauri
(2018:75) bauran pemasaran (marketing mix) sebagai kombinasi
variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran,
yaitu variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk
mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.
Berdasarkan beberapa teori diatas, peneliti sampai pada
pemahaman bahwa bauran pemasaran merupakan serankaian dari
variabel - variabel yang dapat mempengaruhi keinginan konsumen dan
dapat meningkatkan keunggulan secara kompetitif perusahaan. Suatu
perusahaan yang menerapkan bauran pemasaran (marketing mix) yang
tepat tentu saja mendapatkan hasil yang bermanfaat dari setiap aktivitas
bauranpemasaran (marketing mix) yaitu tercapainya tujuan perusahaan.
19
Bauran pemasaran adalah variabel - variabel pemasaran yang dapat
diatur sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan perjualan
perusahaan. Tjiptono (2017:42) merumuskan bauran pemasaran
menjadi 8 P (Product, Price, Promotion, Place, People, Process,
Physical Evidence dan Customer Service).
1. Product (Produk)
Produk adalah keseluruhan konsep objek atau proses yang
memberikan sejumlah nilai kepada konsumen. Dalam konteks
ini, produk bisa berupa apa saja (baik berwujud fisik maupun
tidak) yang dapat di tawarkan kepada pelanggan. Produk
merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan,
diperoleh dan
digunakan atau di konsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan
dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
2. Price (Harga)
Harga adalah sejumlah pengorbanan yang harus dibayar oleh
pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa. Keputusan bauran
harga berkenaan dengan kebijakan strategik dan taktikal, seperti
tingkat harga struktur diskon dan syarat pembayaran.
Perspektif harga bagi konsumen merupakan keseluruhan biaya
yang harus dikeluarkan oleh konsumen yang bersifat moneter
yang digunakan untuk dapat memiliki, membeli, dan
memanfaatkan kombinasi dari produk serta pelayanan yang
ditawarkan oleh produk tersebut.
20
Dari peranyataan di atas dapat disimpulkan bahwa harga
merupakan keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan dan
digunakaan untuk membeli dan memanfaatkan suatu produk
dan sebagai tolak ukur posisi suatu produk dari pesaingnya.
3. Place (Tempat)
Keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap
jasa bagi para pelanggan potensial. Keputusan ini meliputi
keputusan lokal fisik (misalnya keputusan mengenai dimana
sebuah hotel atau restoran harus didirikan), keputusan
mengenai penggunaan perantara untuk meningkatkan
aksebilitas jasa bagi para pelanggan (misalnya, apakah akan
menggunakan jasa agen perjalanan ataukah harus
memasarkan sendiri paket liburan langsung kepada
konsumen), dan keputusan non-lokasi yang ditetapkan demi
ketersediaan jasa (contohnya, penggunaan telephone
deliverysystem).
4. Promotion (Promosi)
Bauran promosi tradisional meliputi berbagai metode untuk
mengkomunikasikan manfaat jasa kepada pelanggan potensial
dan aktual. Metode - metode tersebut terdiri atas periklanan,
promosi penjualan, direct marketing, personal selling dan
public relations. Meskipun secara garis besar bauran
pemasaran untuk barang sama dengan jasa, promosi jasa
seringkali membutuhkan penekanan tertentu pada upaya
meningkatkan tangibility jasa. Selain itu, dalam kasus
21
pemasaran jasa, personil produksi juga menjadi bagian
penting dalam bauran pemasaran.
5. People (Orang)
People atau orang merupakan unsur vital dalam bauran
pemasaran. Dalam industri jasa, setiap orang merupakan part-
time marketer yang tindakandan perilakunya memiliki dampak
langsung pada output yang diterima pelanggan. Oleh sebab itu,
setiap organisasi jasa (terutama yang tingkat kontaknya dengan
pelanggan tinggi) harus secara jelas menentukan apa yang
diharapkan dari setiap karyawan dalam interaksinya dengan
pelanggan.
6. Process (Proses)
Proses produksi atau operasi merupakan faktor penting bagi
konsumen high contact services, yang kerap kali berperan
sebagai co-producer jasa bersangkutan. Pelanggan restoran
misalnya, sangat terpengaruh olehcara staf melayani mereka dan
lamanya menunggu selama proses produksi.
7. Physical Evidance
(Bukti Fisik) Karakteristik intangible pada jasa menyebabkan
pelanggan potensial tidak bisa menilai suatu jasa sebelum
mengkonsumsinya. Salah satu unsur penting dalam bauran
pemasaran adalah upaya mengurangi tingkat resiko tersebut
dengan jalan menawarkan bukti fisik dan karakteristik jasa.
22
2.1.5 Service Excellence
[Link] Pengertian Service Excellence
Service Excellence merupakan terjemahan dari istilah
Pelayanan Prima yang secara harfiah berarti pelayanan
yangsangat baik atau pelayanan yang terbaik. Disebut
sangat baik atau terbaik, karena sesuai dengan standar
pelayanan yang berlaku atau dimiliki oleh instansi yang
memberikan pelayanan serta memuaskan pelanggan.
Instansi pelayanan harus memiliki standar pelayanan yang
dapat menjadi ukurandalam memuaskan pelanggan.
Pelayanan disebut sangat baikatau terbaik atau akan
menjadi prima, manakala dapat atau mampu memuaskan
pihak yang dilayani (pelanggan).
Pelayanan prima adalah kepedulian kepada
pelanggan dengan memberikan layanan terbaik untuk
memfasilitasi kemudahan pemenuhan kebutuhan dan
mewujudkan kepuasannya, agar mereka selalu loyal
kepada organisasi/perusahaan. Pelayanan prima (Service
Excellence) adalah suatu pelayanan yang terbaik dalam
memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan. Dengan
kata lain, pelayanan prima merupakan suatu pelayanan
yang memenuhi standar kualitas. Pelayanan yang
memenuhi standar kualitas adalah suatu pelayanan yang
sesuai dengan harapan dan kepuasan
pelanggan/masyarakat.
23
Service Excellence atau Pelayanan Prima merupakan
Seuah bentuk keharusan atau tuntunan dalam industri jasa
dan dagang ketika menghadapi konsumen atau pelanggan.
Hal ini mengakibatkan para penjual harus memberikan
service yang memuaskan kepada pelanggan.
Service Excellence Menurut Mukarom Zaenal dan
Wijaya Laksana (2018) service excellence yang secara
harfiahberarti pelayanan terbaik atau yang sangat baik
disebut sangat baik atau terbaik karena sesuai dengan
standar pelayanan yang berlaku atau yang dimiliki
perusahaan pemberi layanan. Menurut Rakuti (2017:290)
service Excellence atau pelayanan prima pada hakikatnya
berarti pelayanan yang maksimal atau pelayanan yang
terbaik, dan merupakan faktor kunci dalam keberhasilan
perusahaan. Untuk itulah pelayanan prima harus
dilakukan secara kontinudalam situasi apapun. Menurut
Batara dalam Asih (2018:52) Service Excellence adalah
keperdulian kepada pelanggan dengan memberikan
layanan terbaik untuk memfasilitasi kemudahan
pemenuhan kebutuhan dan mewujudkankepuasannya agar
mereka selaluroyal kepada perusahaan.
24
[Link] Indikator Service Exellent (Pelayanan Prima)
Menurut Zulkarnain Wildan dan Sumarsono,
(2018)indikator Service Excellence Untuk dapat
mewujudkan service excellence ada 6 indikator yang dapat
diterapkan dalam suatu perusahaan.
[Link].1 Ability (kemampuan)
Ability (kemampuan) merupakan pengetahuan dan
keterampilan yang mutlak diperlukan untuk
menunjang program layanan prima yang meliputi
kemampuan dalambidang kerja yang ditekuni,
melaksanakan 8 komunikasi yang efektif,
mengembangkan motivasi dan menggunakan public
relation sebagai instrumen dalam membina
hubungan ke dalam dan keluar perusahaan.
[Link].2 Attitude (sikap)
Attitude (sikap) merupakan perilaku yang harus
ditonjolkan ketika menghadapi pelanggan. Segala
perilaku yang ditunjukan dalam melakukan
pelayanan kepada nasabah.
[Link].3 Appearance (penampilan)
Appearance (penampilan) merupakan penampilan
seseorang, baik fisik maupun non fisik yang mampu
merefleksikan kepercayaan diri dan kredibilitas dari
pihak lain.
25
[Link].4 Attention (perhatian)
Attention (perhatian) merupakan kepedulian penuh
terhadap pelanggan, baik yang berkaitan dengan
perhatian akan kebutuhan dan keinginan pelanggan
maupun pemahaman atas saran dan kritik yang
diberikan oleh pelanggan.
[Link].5 Action (tindakan)
Action (tindakan) merupakan berbagai kegiatan
nyata yang harus dilakukan dalam memberikan
pelayanan kepada pelanggan.
[Link].6 Accountability (tanggung jawab) Accountability
(tanggung jawab) merupakansuatu sikap dalam
memenuhi kewajiban kepada pelanggan
sebagai wujud kepedulian dalam usaha untuk
meminimalkan ketidakpuasan pelanggan.
26
[Link] Fungsi Service Excellence (Pelayanan Prima)
Menurut Daryanrto dalam Ismanto Setyabudi(2017)
service excellence (pelayanan prima) berfungsi sebagai :
1. Melayani pelanggan dengan ramah, tepat dan cepat.
2. Menempatkan pelanggan sebagai mitra usaha.
3. Menciptakan suasana agar pelanggan merasa
dipentingkan.
4. Memenangkan persaingan pasar.
5. Menciptakan pangsa pasar yang baik terhadap
produk/jasa.
[Link] Tujuan Service Excellence
Menurut Suyeyty, Gita Kurniawati Dalam
Suminar dan Apriliawati (2017) tujuan dari Service
Excellence adalah untuk menimbulkan kepercayaan dan
kepuasan kepada pelanggan merasa dipentingkan dan
diperhatikan segala kebutuhannya.
Sedangkan Menurut Daryanto dalam Suminar dan
Apriliawati (2017) tujuan service excellence
(pelayanan prima) adalah :
27
[Link].1 Untuk memberikan pelyanan yang tinggi
kepada pelanggan.
[Link].2 Untuk menimbulkan kepurusan dari pihak
pelanggan agar segera membeli barang atau
jasa yang ditawarkan pada saat itu juga.
[Link].3 Untuk membutuhkan kepercayaan pelanngan
terhadap barang atau jasa yang ditawarkan.
[Link].4 Untuk menghindari terjadinnya tuntutan-
tuntutan yang tidak perlu dikemudian hari.
[Link].5 Untuk menciptakan kepercayaan dan
kepuasan pelanngan.
[Link].6 Untuk menjaga agar pelanggan merasa
diperhatikan segala kebutuhan.
2.1.6 Service Recovery
Menurut Gitasiswhara, dkk, (2016) Service Recovery Service
Failure merupakan persepsi konsumen tidak sesuai dengan
ekspektasi saat berlangsungnya Service Delivery. Setiap
perusahaanpenjual jasa akan berusaha supaya tidak terjadi
Service Failure dengantujuan untuk menghemat biaya yang harus
di keluarkan untuk memperbaiki Service Failure tersebut.
Layanan yang tidak memiliki kesalahan atau sesuai dengan
ekspetasi konsumen lebih diinginkan dari pada perbaikan
yang sempurna. Menurut Gitasiswhara, dkk (2016)
mendefinisikan Service Recovery merupakan usaha yang
28
dilakukan perusahaan penyedia jasa sebagai respon atas
terjadinya Service Failure yang menghasilkan ketidak puasan
dengan cara memberikan Service atau produk. Service Recovery
dapat terjadi pada sebelum menggunakan jasa, saat ditempat
yang dituju, saat layanan dihantarkan, atau saat complain sudah
diajukan.
[Link] Service Recovery Strategy
Strategi Service Recovery Pemulihan layanan jasa yang
efektifmembutuhkan prosedur yang cermat untuk memecahkan masalah
dan menangani pelanggan yang tidak puas. Sangat penting perusahaan
memilikistrategi - strategi pemulihan yang
efektif karena bahkan satu masalah jasapun
dapat menghancurkan kepercayaan pelanggan kepada perusahaan.
Berikut adalah strategi yang dapat dilakukan dalam pemulihan layanan
meliputi (Tjiptono 2017:481) :
a. Respon
Pengakuan bahwa telah terjadi masalah atau kegagalan jasa
permohonan maaf, empati, respon yang cepat, keterlibatan manajemen.
b. Informasi
Penjelasan atas kegagalan yang terjadi, mendengarkan pandangan
pelanggan terhadap solusi yang diharapkan, menyepakati solusi,
menjamin bahwa masalah yang sama tidak akan terulang lagi,
permohonan maaf tertulis.
29
c. Tindakan
Koreksi atas kegagalan atau kesalahan, mengambil langkah-langkah
perbaikan, seperti mengubah prosedur untuk mencegah terulangnya
masalah di kemudian hari, melakukan tindak lanjut untuk
memeriksa dampak setelah pemulihan jasa.
d. Kompensasi
Token compensation, compensi ekuivalen atau pengembalian uang
atau “big gesture” compensasi.
[Link] Bentuk-bentuk Penerapan Service Recovery
Service recovery (Pemulihan Layanan) pada umumnya dapat
diwujudkan dengan 3 cara pokok (Tondang, 2019) yaitu :
a. Procedural Justice
Merupakan atribut yang memfokuskan pada keadilan yang
seharusnya diterima oleh konsumen ketika mengajukan komplain sesuai
dengan aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.
Procedural justice atau keadilan prosedural mengacu kepada kebijakan,
peraturan, dan waktu yangdigunakan dalam proses penanganan keluhan.
Pelanggan menginginkan akses yang mudah terhadap proses penanganan
keluhan dan mereka ingin ditangani dengan cepat, khususnya orang
pertama yang dihubungi.
30
Dalam Procedural justice atau keadilan prosedur yang seharusnya
diterima oleh pelanggan menghasilkan beberapa statement penting,
yaitu:
1) Pelanggan ingin komplain ditangani dengan cepat.
2) Pelanggan ingin perusahaan dapat bersikap fleksibel dalam prosedur,
sehingga usaha pemulihan dapat disesuaikan dengan keadaan
individupelanggan.
3) Pelanggan ingin adanya kejelasan, kecepatan, dan kebebasan dari
hambatan prosedur.
b. Interactional Justice
Merupakan atribut yang memfokuskan pada kelakuan atau respon
yang ditunjukkan oleh perusahaan ketika berhadapan dengan konsumen
yang mengajukan komplain. Interactional justice atau keadilan
interaksional penjelasan (explanation), kejujuran (honesty), kesopanan
(politeness), usaha(effort), dan empati (emphaty). Pelanggan
mengharapkan diperlakukan dengan sopan, kepedulian, dan kejujuran
oleh penyedia jasa.
Dalam interactional justice atau keadilan [Link] seharusnya
diterima oleh pelanggan menghasilkan beberapa statement penting,
yaitu: Procedural justice atau keadilan prosedural mengacu kepada
kebijakan, peraturan, dan waktu yang digunakan dalamproses
penanganan keluhan. Pelanggan menginginkan akses yang mudah
terhadap proses
31
penanganan keluhan dan mereka ingin ditangani dengan cepat,
khususnya orang pertama yang dihubungi. Dalam Procedural justice
atau keadilan prosedur yang seharusnya diterima oleh pelanggan
menghasilkan beberapastatement penting, yaitu :
1) Pelanggan ingin komplain ditangani dengan cepat.
2) Pelanggan ingin perusahaan dapat bersikap fleksibel dalam prosedur,
sehingga usaha pemulihan dapat disesuaikan dengan keadaan
individupelanggan.
3) Pelanggan ingin adanya kejelasan, kecepatan, dan kebebasan
darihambatan prosedur.
Interactional Justice
Dalam interactional justice atau keadilan interaksi yang
seharusnya diterima oleh pelanggan menghasilkan beberapa statement
penting, yaitu : Procedural justice atau keadilan prosedural mengacu
kepada kebijakan, peraturan, dan waktu yang digunakan dalam proses
penanganankeluhan. Pelanggan menginginkan akses yang mudah
terhadap proses penanganan keluhan dan mereka ingin ditangani
dengan cepat, khususnya orang pertama yang dihubungi.
32
Interactional Justice atau keadilan interaksi yang seharusnya diterima
oleh pelanggan menghasilkan beberapa statementpenting, yaitu :
1) Pelanggan ingin diperlakukan dengan jujur.
2) Pelanggan ingin diperlakukan dengan sopan.
3) Pelanggan ingin melihat usaha yang maksimal dari penyedia layanan.
4) Pelanggan ingin mendapat perhatian dan rasa kepedulian dari
penyedialayanan.
c. Distributive Justice
Merupakan atribut yang memfokuskan pada hasil dari penyelesaian
service recovery, misalnya usaha apa saja yang dilakukan perusahaan
untuk menangani keluhan pelanggan ketika perusahaan melakukan
kesalahan, meskipun perusahaan harus mengeluarkan biaya yang besar
sebagai pengganti kerugian. Keadilan distributif mengacu pada keluhan
penerimaan jasa (perceived outcome) ketika kewajaran prosedural
mencakup kebijakan dan aturan untuk keputusan upaya pemulihan
dibuat. Dalam Distributive justice atau keadilan penyelesaian yang
seharusnya diterima oleh pelanggan menghasilkan beberapa statement
penting, yaitu :
1) Pelanggan mengharapkan hasil akhir atau kompensasi yang
sesuaidengan tingkat ketidak puasan.
2) Pelanggan mengharapkan kompensasi sesuai dengan kesalahan
yang diperbuat oleh penyedia layanan.
3) Pelanggan mengharapkan mendapat kompensasi yang tidak lebih
maupun tidak kurang dari pelanggan lain yang mengalami hal yang
sama.
33
[Link] Manfaat Service Recovery
Strategi service reovery yang baik akan mendeteksi dan
menyelesaikanmasalah, mencegah ketidakpuasan, dan didesain untuk
mendorong pelanggan menyampaikan komplain. Lewis & Spyrakopoulos
(2001) dalam (Tondang, 2019) menyatakan service recovery dengan
kepuasan lebih rendah daripada kepuasan pada saat memperoleh tanpa
cela, recovery tersebut tetap mempunyai dampak yang bagus bagi
penilaian oleh pelanggan. Pelanggan yang sangat tidak terpuaskan akan
mau kembali berhubungan dengan penyedia jasa jika masalahnya
diselesaikan secara memuaskan.
Manfaat terpenting service recovery adalah untuk mempertahankan
pelanggan, karena biaya untuk mempertahankan pelanggan lebih kecil
daripada biaya untuk mencari pelanggan baru, dan semakin lama
seseorangmenjadi pelanggan, orang tersebut akan semakin
menguntungkan bagi perusahaan.
2.1.7 Kepuasan Pelanggan
[Link] Pengertian Kepuasan Pelanggan
Memuaskan kebutuhan konsumen adalah keinginan setiap
perusahaan. Selain faktor pentingbagi kelangsungan
hidup perusahaan, memuaskan kebutuhan konsumen dapat
meningkatkan keunggulan dalam persaingan. Konsumen yang
puas terhadap produk dan jasa pelayanan cenderung untuk
membeli kembali produk dan menggunakan kembali jasa pada
saat kebutuhan yang sama muncul kembali di kemudian hari. Hal
ini berarti kepuasan merupakan faktor
34
kunci bagi konsumen dalam melakukan pembelian ulang yang
merupakan porsi terbesar dari volume penjualan perusahaan.
Menurut Hery (2019:80) dalam rizki (2021),“Kepuasan adalah
perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah
membandingkan kinerja (hasil) produk yang dirasakan
(diperoleh) terhadap kinerja yangdiharapkan”. Jika kinerja berada
di bawah harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerjamemenuhi
harapan, pelanggan amat puas dan senang. Sementara menurut
Lovelock dalam Indrasari (2019:84), “Kepuasan adalah keadaan
emosional, reaksi pasca pembelian mereka dapat berupa
kemarahan, ketidakpuasan, kejengkelan, netralitas, kegembiraan
atau kesenangan”.
Menurut Schisffman dan Kanuk dalam Indrasari (2019:84),
“Kepuasan pelanggan merupakan perasaan seseorang terhadap
kinerja dari suatu produk yang dirasakan dan diharapkannya".
Dari beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan apabila
perasaan seseorang tersebut memenuhi atau bahkan melebihi
harapannya maka seseorang tersebut dapat dikatakan puas.
Menurut Meesala dan Paul (2016), Kepuasan konsumen
merupakan faktor kunci yang mendorong ketika kinerja produk
atau layanan melebihi harapan. Kepuasan konsumen secara
keseluruhan terhadap produk atau layanan setelah beberapa kali
melakukan pembelian dan pengalaman mereka dari waktu ke
waktu akan mengarah pada loyalitas konsumen.
35
[Link] Faktor - Faktor Kepuasan Pelanggan
Kepuasan konsumen sangat tergantung pada persepsi dan
ekspektasi pelanggan, maka sebagai pemasok produk perlu
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menurut
Fandy Tjiptono (2016:295) dalam Lilis Cucu (2019) terdapat lima
faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan seorang konsumen
yaitu :
a. Kualitas produk
Pelanggan akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka
menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan
berkualitas.
b. Harga Produk
dengan kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang
relatifmurah akan memberi nilai yang tinggi kepada
pelanggannya.
c. Kualitas pelayanan
Pelanggan akan merasa puas jika mereka mendapatkan
pelayanan yang baik atau sesuai dengan harapannya.
d. Faktor emosional
Pelanggan akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan
bahwa orang lain kagum kepadanya bila menggunakan
produk merek tertentu.
36
e. Biaya dan kemudahan
untuk mendapatkan produk atau jasa pelanggan yang tidak
perlu mengeluarkan biaya tambahan atau membuang waktu
untuk mendapatkan suatu produk, cenderung puas terhadap
produk.
Dari beberapa dimensi tersebut, peneliti menarik
beberapa faktor yang relevan dengan penelitian ini yaitu
diantaranya yaitu Kualitas Produk, Harga, Faktor
Emosional dan Biaya danKemudahan.
[Link] Komponen Kepuasan Pelanggan
Ada banyak pengertian kepuasan pelanggan. Menurut Giese &
Cote, dalam Rizki (2021) sekalipun banyak definisi kepuasan
pelanggan namun secara umum tetap mengarah kepada tiga
komponen, yaitu :
a. Respon Kepuasan pelanggan
Merupakan respon emosional dan juga kognitif. Intesitas
responnyamulai dari sangat puas dan menyukai produk sampai
sikap yang apatis terhadap produk tertentu.
b. Fokus
Fokus pada performansi objek disesuaikan pada beberapa
standar. Nilai standar ini secara langsung berhubungan dengan
produk, konsumsi, keputusanberbelanja, penjual dan toko.
37
c. Waktu Respon
Respon terjadi pada waktu tertentu, antara lain : Setelah
konsumsi, setelah pemilihan produk atau jasa, berdasarkan
pengalaman akumulatif. Durasi kepuasan mengarah kepada
berapa lama respon kepuasan itu berakhir.
[Link] Pengukuran Tingkat Kepuasan Konsumen
Menurut Tjiptono (2017) dalam Rizki (2021) pengukuran
tingkatkepuasan konsumen melalui :
a. Kepuasan Pelanggan Keseluruhan
Pelanggan langsung ditanya seberapa puas dengan produk atau jasa.
Kepuasan diukur berdasar produk atau jasa perusahaan
bersangkutan dan membandingkan dengan tingkat kepuasan
keseluruhan terhadap produk atau jasa pesaing.
b. Konfirmasi Harapan
Membandingkan kesesuaian/ketidaksesuaian antara harapan
pelanggan dengan kinerja aktual produk pada sejumlah atribut atau
dimensi penting.
c. Minat Pembelian Ulang
Kepuasan pelanggan diukur berdasarkan perilaku dengan jalan
menanyakan pelanggan apakah akan berbelanja atau menggunakan
jasaperusahaan lagi.
38
d. Kesediaan Untuk Merekomendasi
Dalam kasus produk yang pembelian ulangnya relatif lama atau
bukan hanya terjadi satu kali pembelian kesediaan pelanggan untuk
merekomendasikan.
[Link] Metode Pengukuran Kepuasan Pelanggan
Ada beberapa metode yang dapat dipergunakan setiap
perusahaanuntuk mengukur dan memantau kepuasan konsumen (juga
pelanggan perusahaan persaingan). Menurut Kotler dalam Daryanto dan
Setyobudi (2014:41) dalam Rizki (2021) mengemukakan ada empat
metode untuk mengukur kepuasan konsumen, antara lain sebagai
berikut:
a. Sistem keluhan dan saran
Setiap perusahaan yang berorientasi pada pelanggan perlu
memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pelanggannya
untuk menyampaikan saran, pendapat dan keluhan mereka. Media
yang bisa digunakan meliputi kotak saran yang diletakkan di tempat-
tempat strategis (yang mudah dijangkau atau sering dilewati
pelanggan), menyediakan kartu komentar (yang bisa diisi langsung
ataupun bisa dikirimkan via pos perusahaan) dan menyediakan
saluran telepon khusus (customer hot lines).
39
b. Survei kepuasan pelanggan
Melalui survei, perusahaan akan memperoleh tanggapan dan umpan
balik secara langsung dari pelanggan dan sekaligus juga memberikan
tanda positif bahwa perusahaan menaruh perhatian terhadap para
pelanggannya. Pengukuran kepuasan pelanggan melalui metode ini
dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya sebagai berikut :
1) Directly reported satisfaction, pengukuran dilakukan secara
langsung melalui pertanyaan.
2) Derived dissatisfaction, pertanyaan yang diajukan menyangkut
dua hal utama, yakni besarnya harapan pelanggan terhadap
atribut tertentu dan besarnya kinerja yang mereka rasakan.
3) Problem analysis, pelanggan yang dijadikan responden diminta
untuk mengungkapkan masalah - masalah yang dihadapi
berkaitan dengan perusahaan dan yang kedua memberikan saran-
saran untuk melakukan perbaikan.
4) Importance-performance analysis, dalam teknik ini, responden
diminta untuk merangking berbagai elemen (atribut) dari
penawaranberdasarkan derajat pentingnya setiap elemen tersebut.
Selain itu, responden juga diminta merangking seberapa baik
kinerja perusahaan dalam masing - masing elemen atau atribut
tersebut.
40
c. Ghost shopping
Ini dilaksanakan dengan cara mempekerjakan beberapa orang
(ghost shopper) untuk berperan atau bersikap sebagaipelanggan atau
pembeli potensial produk perusahaan dan pesaing. Lalu ghost
shopper tersebut menyampaikan temuan-temuannya mengenai
kekuatan dan kelemahan produk perusahaan dan pesaing
berdasarkan pengalaman mereka dalam pembelian produk - produk
tersebut. Selain itu, para ghost shopper juga dapat mengamati atau
menilai cara perusahaan dan pesaingnya menjawab pertanyaan
pelanggan dan menangani setiap keluhan.
d. Lost customer analysis
Perusahaan berusaha menghubungi para pelanggannya yang
telah berhenti membeli atau yang telah beralih pemasok. Yang
diharapkan adalah akan diperolehnya informasi penyebab terjadinya
hal tersebut. Informasi ini sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk
mengambil kebijakan selanjutnya dalam rangka meningkatkan
kepuasan dan loyalitas pelanggan.
41
[Link] Manfaat Kepuasan Pelanggan
Menurut Tjiptono dalam Sahiraliani (2013) dalam Melisa
(2019) setiap perusahaan yang memperhatikan kepuasaan
pelanggan akan memperoleh beberapa manfaat pokok, yaitu :
1. Reputasi perusahaan semakin positif di mata masyarakat
pada umumnya dan pelanggan pada khususnya.
2. Dapat mendorong terciptanya kualitas pelanggan.
3. Memungkinkan terciptanya rekomendasi dari mulut ke mulut
yang menguntungkan bagi perusahaan sehingga
semakinbanyak orang yang akan membeli dan menggunakan
produk perusahaan.
4. Meningkatkan volume penjualan dan keuntungan.
5. Hubungan antara perusahaan dan pelanggan menjadi
harmonis.
6. Mendorong setiap anggota organisasi untuk bekerja
dengantujuan serta kebanggan yang lebih baik.
7. Menekan biaya melayani pelanggan sebagai dampak faktor
familiaritas dan relasi khusus dengan pelanggan
42
2.2 Penelitian Terdahulu
Dalam penelitian ini penulis mencari sumber – sumber lain dari
berbagaisumber informasi penelitian yang berkaitan dengan judul.
Adapun penelitian terdahulu yang penulis gunakan dijelaskan pada tabel
2.2 sebagai berikut :
Tabel 2. 2 Penelitian Terdahulu
Nama Variabel Metode
No Penelitian/Tahun yang Diteliti dan Alat
Hasil Penelitian
/Judul Penelitian dan Analisis
Dimensinya
1. Mutmainatur Service Analisis Hasil pada
Rohmah (2016) Excellence (X1), Regresi penelitian ini
Pengaruh Service Service Recovery Linear menunjukanbah
Excellence Dan (X2), Customer Berganda. waService
Service recovery Satification (Y) Excellencedan
Terhadap Customer Service Recovery
satification dalam memiliki
menggunakan jasa pengaruh ayng
pengiriman barang Signifikan secara
JNE, pada parsial tehadap
pelanggan [Link] Customer
Jalur Nugraha Satisfaction.
Ekakurir Jombang
43
2. Sheila Galuh Service Analisis Pada pengujian
Syafira Siregar Excellence Regresi secara parsial (uji t)
(2020) Pengaruh (X1) Linier diketahui bahwa
Service Excellence Kepuasan Berganda variabel Service
Terhadap Kepuasan Pelanggan (Y) Excellence memiliki
Pelanggan pengaruhyang cukup
Transpotasi online tinggi
Grab pada
masyarakat
Kelurahan
kampung baru,
Medan
3. Muhammad Service Analisis Hasil penelitian
Hubbul Wathon Excellence Regresi yang didapatkan
(2020) Pengaruh (X1) Linier dari pengujian ini
Service Excellence Service Berganda menunjukan bahwa
dan Service Variable Service
Recovery (X2)
Recovery Terhadap Excellence
Kepuasan
Kepuasan berpengaruh secara
Konsumen (Y)
Konsumen Pada signifikan terhadap
konsumen Grapari kepuasan
Telkomsel kota konsumen dan
Malang variableService
Recovery tidak
berpengaruh
signifika terhadap
kepuasan
konsumen pada
GraPari Telkomsel
di kota
Malang.
44
4. Estiana Service Analisis Hasil daripengujian
Asrifadhila, Recovery Regresi Linier secara parsial
Muhammad (X1) Berganda diperoleh variabel
Wadud, Roswaty Customer Service Recovery
(2021) The Effect Of Satification berpengaruh
Recovery On (Y) signifikan terhadap
Custumer loyalitas Customer
Satification in J&T Satification
Express Goods
Delivery Services in
Palembang
5. Fryta Ganita (2019) Service Path Analisis Hasil penelitian ini
Pengaruh Service Recovery (AnalisisJalur) menunjukan bahwa
Recovery terhadap (X1) hubungan Masing-
Loyalitas Kepuasan masing variable
Pelanggan Dengan Pelanggan berpengaruh positif
Kepuasan Sebagai (Z)Loyalitas dan signifikan
variable mediasi . Pelanggan sehingga mediasi
(Y) terbukti secara
parsial. Service
Recovery
berpengaruh
Positif terhadap
kepuasan
pelanggan,
kepuasan pelanggan
berpengaruh
terhadap loyalitas
pelanggan &service
recovery
berpengaruh positif
terhadap loyalitas
pelanggan.
Sumber : Diolah oleh penulis, 2022
45
2.3 Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran ini dibuat untuk memudahkan penulis dalam
memahami inti dari apa yang ingin penulis sampaikan. Dalam penelitian
ini, penulis melakukan penelitian mengenai Pengaruh Service Excellence
Dan Service Recovery Tehadap Kepuasan Pelanngan onsumen J&T
Express di wilayah Jakarta Pusat, Salemba.
Berdasarkan tinjauan landasan teori maka dapat disusun suatu kerangka
pemikiran untuk memudahkan pembaca dalam memahami inti dari apa
yang ingin penulis sampaikan. Dalam penelitian ini, penulis melakukan
penelitian mengenai Pengaruh Service Excellence Dan Service Recovery
Tehadap Kepuasan Pelanggan (Studi kasus : Konsumen J&T Express di
wilayah Jakarta Pusat, Salemba.
Kepuasan Pelanggan merupakan salah satu faktor penting yang harus
diperhatikan oleh suatu perusahaan dalam menjaga kelangsungan maupun
mengembangkan usahanya, jadi dalam hal ini perusahaan harus dituntut
secaraberkesinambungan melakukan riset untuk mengukur loyalitas
konsumen agartetap terjaga dan dapat cenderung meningkat. Adapun
dimensi dari Service Excellence terdiri dari Ability (kemampuan), Attitude
(Sikap), Appearance (Penampilan), Action (Tindakan), Attention
(perhatian), Accountability (tanggung jawab). Dan Service Recovery
terdiri dari Procedural Justice, Interactional Justice, Distributive Justice
dari Kepuasan Pelanggan terdiri dari Kualias produk, harga, kualitas
layanan, faktor emosional, biaya dan kemudahan.
46
Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran
PENGARUH SERVICE EXCELLENCE DAN SERVICE RECOVERY
TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DALAM MENGGUNAKAN
JASA PENGIRIMAN BARANG PADA J&T EXPRESS”
(Studi Kasus Pelanggan di Jakarta Pusat).
1. Bagaimana pengaruh service excellence terhadap kepuasan pelanggan konsumen
J&T Express di wilayah Jakarta Pusat, Salemba?
2. Bagaimana pengaruh service recovery terhadap kepuasan pelanggan
konsumen J&T Express di wilayah Jakarta Pusat, Salemba?
3. Bagaimana pengaruh service excellence dan service recovery terhadap kepuasan
pelanggan konsumen J&T Express di wilayah Jakarta Pusat, Salemba?
Service Excellence(X1) Service Recovery (X2)
1. Ability ( kemampuan ) 1. Procedural
2. Attitude( Sikap ) Justice
3. Appearance 2. Interactional
( Penampilan ) Justice
4. Attention( perhatian ) 3. Distributive
5. Action( Tindakan ) Justice
6. Accountability
( Tanggung Jawab )
Kepuasan Pelanggan (Y)
1. Kualias Produk
2. Harga Produk
3. Kualitas Layanan
4. Faktor Emosional.
5. Biaya dan kemudahan biaya dan kemudahan untuk mendapatkan
produk dan jasa
Analisis Resgresi Liniear Berganda
Kesimpulan & Saran
Sumber : Data diolah peneliti, 2022
47
2.4 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan keterkaitan hubungan antar variable penelitian,
dapatdirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :
Ho: Tidak a d a pengaruh yang signifikan antara Service Excellence
Terhadap Kepuasan Pelanggan J&T Express di wilayah Jakarta Pusat,
Salemba.
Ha1: Ada pengaruh yang signifikan antara Service Excellence Terhadap
Kepuasan Pelanggan J&T Express di wilayah Jakarta Pusat, Salemba.
Ho: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara ServiceRecovery Terhadap
Kepuasan Pelanggan J&T Express di wilayah Jakarta Pusat, Salemba.
Ha2: Ada pengaruh yang signifikan antara Service Recovery Terhadap
Kepuasan Pelanggan J&T Express di wilayah Jakarta Pusat, Salemba.
Ho: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Service Excellence dan
Service Recovery TehadapKepuasan Pelanggan J&T Express di wilayah
Jakarta Pusat, Salemba.
Ha3: Ada pengaruh yang signifikan antara Service Excellence dan Service
Recovery TehadapKepuasan Pelanggan J&T Express di wilayah Jakarta
Pusat, Salemba.