0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan21 halaman

Minat Vaksin COVID-19 di Batusuya

1) Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat masyarakat desa Batusuya untuk menerima vaksin Covid-19 meliputi umur, pendidikan, pengetahuan, dan sikap masyarakat. 2) Terdapat beberapa jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia seperti Sinovac, Astra Zeneca, dan Moderna. 3) Vaksin digunakan untuk mencegah penyakit dengan melatih sistem kekebalan tubuh agar siap men

Diunggah oleh

Tri Desfira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan21 halaman

Minat Vaksin COVID-19 di Batusuya

1) Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat masyarakat desa Batusuya untuk menerima vaksin Covid-19 meliputi umur, pendidikan, pengetahuan, dan sikap masyarakat. 2) Terdapat beberapa jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia seperti Sinovac, Astra Zeneca, dan Moderna. 3) Vaksin digunakan untuk mencegah penyakit dengan melatih sistem kekebalan tubuh agar siap men

Diunggah oleh

Tri Desfira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN

MINAT MASYARAKAT PADA PEMBERIAN VAKSIN


COVID-19 DI DESA BATUSUYA KECAMATAN SINDUE
TOMBUSABORA

PROPOSAL
Diajukan sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan program
Pendidikan Sarjana Terapan Keperawatan Politeknik Kesehatan
Kemenkes Palu Jurusan Keperawatan

Oleh :

TRI DEFIRA RAHMADANI


NIM : P07120318037

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALU


JURUSAN KEPERAWATAN PALU
PRODI DIV KEPERAWATAN
TAHUN 2022
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Penyakit menular menjadi salah satu penyebab utama kematian di


dunia. Penyakit menular yang sedang menjadi pandemic di dunia pada tahun
2021 ini yaitu Coronavirus Disease 2019 Menurut World Health
Organization (WHO) virus corona merupakan keluarga besar virus yang
dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Pada manusia virus
ini diketahui dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan mulai dari flu
biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory
Syndrome (MERS) dan Severa acute Respiratory Syndrome (SARS).

Di Indonesia kasus pertama COVID-19 yaitu pada 2 maret 2020


lalu,yang menjangkit dua orang warga Negara Indonesia asal Depok, Jawa
Barat. Berawal dari kasus tersebut,jumlah kasus masyarakat Indonesia yang
terjangkit virus corona terus meningkat setiap harinya. Hingga 7 mei
2021,tercatat sebanyak 46.663 jiwa dan 1.558.423 jiwa dinyatakan sembuh
(Komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi Nasional,2021).

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling


efektif untuk mengatasi pandemic COVID-19 yang masih terus berlangsung.
Vaksinasi bertujuan untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan
seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit,sehingga apabila suatu saat
terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami
sakit ringan dan menjadi sumber penularan (Permenkes RI No.84 Tahun
2020). Program vaksinasi Covid-19 ini di Indonesia pertama kali dilakukan
oleh pemerintah pada 13 januari 2021. Saat proposal penelitian ini ditulis,
program vaksinasi COVID-19 sudah masuk ke tahap 3,dengan sasaran vaksin
yaitu masyarakat. Berdasarkan situs resmi Kemenkes RI, jumlah vaksin yang
sudah terdistribusikan ke seluruh Indonesia pada tanggal 8 mei 2021

1
sebanyak 13.321.508 (33,01%) pada vaksinasi 1 dan 8.612.158 (21,34%)
pada vaksinasi 2 (Kemenkes RI, 2021).

Sementara itu, Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala


Kecamatan Sindue Tombusabora Desa Batusuya merupakan salah satu yang
distribusikan vaksin COVID-19 tahap 3. Di desa Batusuya sebanyak 6891
masyarakat yang melaksanakan vaksinani COVID-19 tahap 1. Sementara
pada vaksinasi COVID-19 tahap 2 sebanyak 4756 masyarakat yang menjalani
vaksinasi COVID-19. Dan pada vaksinasi COVID-19 tahap 3 sebanyak 159
masyarakat yang mengikuti program vaksin tersebut (Puskesmas Batusuya
2021) . Sejak pemerintah mengumumkan vaksinasi COVID-19 di Indonesia,
masyarakat telah dihadapkan dengan berbagai dilemma atas vaksinasi
tersebut. Berbagai pendapat terjadi di masyarakat, ada yang positif dan juga
negative, ada yang berminat ada juga yang tidak berminat untuk mengikuti
vaksin COVID-19 dengan alasanya masing-masing. Padahal, vaksin COVID-
19 ini sebelumnya sangat ditunggu-tunggu setelah hampir satu tahun lamanya
masyarakat berdampingan dengan virus corona ini.

Penulis melakukan survey pendahuluan di desa Batusuya Kecamatan


Sindue Tombusabora dengan jumlah penduduk 2.519 jiwa dengan penduduk
dusun 1 berjenis kelamin laki-laki 400, perempuan 384, lansia berjumah 21
jiwa. Dusun 2 laki-laki 417, perempuan 396. Dusun 3 laki-laki 160,
perempuan 171, lansia berjumlah 28 jiwa Dusun 4 laki-laki 108, perempuan
89, lansia berjumlah 19 jiwa. Dusun 5 laki-laki 205, perempuan 189 jiwa dan
lansia berjumlah 38 [Link] mewawancarai 5 orang masyarakat di dusun
1,2,3 dan 4. Dari wawancara tersebut 4 dari 5 masyarakat tidak berminat
untuk dilakukan vaksinasi COVID-19 dengan alasan takut dengan efek
samping yang ditimbulkan, ragu dengan keefektivitasan vaksin,dan juga ragu
terhadap kehalalan dari vaksin tersebut. Sementara sisanya bersedia untuk
divaksin karena ingin mencegah diri agar tidak tertular virus corona, dan
supaya merasa lebih aman ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

2
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk meneliti
“factor-faktor yang berhubungan demgam pemberian vaksin COVID-19 pada
masyarakat desa Batusuya Kecamatan Sindue Tombusabora” tahun 2022.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja factor-faktor
yang mempengaruhi /yang berhubungan dengan pemberian vaksin
COVID-19 di desa Batusuya Kecmatan Sindue Tombusabora.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui factor umur yang mempengruhi minat masyarakat
pada pemberian vaksin Covid-19
b. Untuk mengetahui factor pendidikan yang mempengruhi minat
masyarakat pada pemberian vaksin Covid-19
c. Untuk mengetahui factor pengetahuan yang mempengruhi minat
masyarakat pada pemberian vaksin Covid-19
d. Untuk mengetahui factor sikap yang mempengruhi minat masyarakat
pada pemberian vaksin Covid-19
e. Untuk mengetahui berapa jumlah masyarakat dari sasaran yang tidak
mengikuti vaksin covid-19

D. MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi Ilmu Keperawatan
Hasil penelitian ini di harapkan dapat menambah wawasan dan
ilmu pengetahuan serta menjadi landasan dalam pengembangan ilmu
keperawatan.
2. Bagi Mahasiswa Keperawatan
Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan
pengetahuan kesehatan dalam bidang ilmu keperawatan untuk ke jenjang
berikutnya,

3
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk peneliti
selanjutnya dan menjadi referensi yang dapat membantu dalam
melaksanakan penelitian berikutnya terkait pemberian vaksinasi COVID-
19.

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN VAKSIN COVID-19

Vaksin adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang


secara aktif terhadap suatu antigen (dari kuman,virus atau bakteri) sehingga
bila kelak terpajan dengan kuman yang sama, orang tersebut sudah
mempunyai antibodi, sehingga tidak terjadi penyakit. Tujuanya untuk
mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang. Vaksin juga berupa
mikroorganisme yang sudah mati, masih hidup tapi dilemahkan, masih utuh
atau sebagainya, yang telah diolah menjadi keamanan dan efektifitasnya
untuk melindungi masyarakat. Data vaksinasi COVID-19 di Indonesia pada 5
juli 2021, sebanyak 32.301.268 jiwa penduduk Indonesia yang telah
melakukan vaksinasi pertama dan 14.035.934 jiwa penduduk Indonesia telah
selesai melakukan vaksinasi kedua. Pemerintah menargetkan sasaran vaksin
nasional sebesar 181.554.465 jiwa penduduk Indonesia . sampai saat ini
pemberian vaksinasi di Indonesia masih terus dilakukan.

Coronavirus adalah virus RNA dengan ukuran partikel 120-160 nm.


Virus ini utamanya menginfeksi hewan, termasuk diantaranya adalah
kelelawar dan unta. Sebelum terjadinya wabah COVID-19 ada 6 jenis
coronavirus yang dapat menginfeksi manusia, yaitu alphacoronavirus 229E,
alphacoronavirus NL63, betacoronavirus OC43, betacoronavirus HKU1,
severe acute respiratory illness corobavirus (SARS-CoV) dan middle East
Respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV). Virus dapat melewati
membrane mukosa,terutama mukosa nasal dan laring, kemudian memasuki
paru-paru melalui traktus respiratorius. Selanjutnya virus akan menyerang
organ target yang mengekspresikan Angiotensin Converting Enzyme 2
(ACE2) seperti paru-paru, jantung, system renal dan traktus gastrointestinal.

5
B. JENIS-JENIS VAKSIN COVID-19

Ada berbagai jenis vaksin Covid-19, yaitu Sinovac, Astra Zeneca,


Sinopharm, Moderna, Pfizer, Novavax, Janssen, Biofarma, Cansino, dan
Zififax. Di Indonesia vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi Covid-
19 adalah Sinovac, Biofarma, Moderna, Pfizer, Astra Zeneca dan Sinopharm.
Vaksin yang didatangkan dari beberapa Negara, seperti Cina, Jerman, dan
Inggris ini beredar di Indonesia hingga periode tahun 2022 , namun ada tiga
jenis vaksin yang paling popular di gunakan di Indonesia adalah Sinovac,
Moderna dan Astra Zeneca. Temuan penelitian ini menunjukan, bahwa
pilihan dan penolakan vaksin dikaitkan dengan tingkat efikasi dan dan efek
sampingnnya serta ketersediaan vaksin. Berikut jenis-kenis vaksin yaitu :

1. Sinovac
Vaksin Sinovac atau coronaVac adalah vaksin Covid-19 pertama di
Indonesia mendapat izin pengguna darurat (EUA) daro BPOM pada hari
senin , 11 januari 2021. Vaksin Sinovac dibuat dengan metode mematikan
virus (inactivated virus). Sehingga vaksin ini tidak mengandung virus
hidup dan tidak bisa bereplikasi. Virus corona yang sudah mati ini
kemudian dicampur dengan senyawa berbasis aluminium yang disebut
adjuvan. Senyawa ini berfungsi merangsang system kekebalan tubuh dan
meningkatkan respon terhadap vaksin. Vaksin Sinovac sebagai salah satu
vaksin yang telah mendapatkan pengakuan dari WHO, dari segi kecepatan,
di antara 10 kandidat vaksin, Sinovac termasuk vaksin tercepat masuk uji
klinis tahap tiga.

2. Moderna
Vaksin moderna merupakan jenis vaksin mRNA (messenger
RNA). Berbeda dari Sinovac yang menggunakan virus yang dilemahkan
atau dimatikan, moderna menggunakan komponen materi genetic yang
membuat system kekebalan tubuh memproduksi spike protein, protein
yang merupakan bagian dari permukaan virus Corona. Setelah melalui uji

6
klinis fase ketiga, vaksin jenis ini mendapatkan izin pengggunaan darurat
dari badan POM pada tanggal 2 juli 2021 dengan tingkat eflikasi sebesar
94,1% pada kelompok usia antara 18 dan 65 tahun. Efikasinya kemudian
menurun menjadi 86,4% untuk usia di atas 65 tahun. Berdasarkan hasil
uji klinis juga menunjukan bahwa vaksin moderna aman untuk kelompok
populasi masyarakat dengan komorbid atau penyakit penyerta, seperti
ppenyakit paru kronis, jantung, obesitas berat, diabetes, penyakit liver
hati, dan HIV.

3. Astra Zeneca
Jika vaksin Sinovac terbuat dari inactivated virus, maka vaksin
Astra Zeneca dibuat dari hasil rekayasa genetika (viral vector) dari virus
flu biasa yang tidak berbahaya. Berdasarkan hasil uji klinis, WHO juga
telah menyatakan bahwa Astra Zeneca dinilai efektif untuk melindungi
masyarakat dari risiko Covid-19 yang sangat serius, seperti rawat inap,
penyakit parah, hingga mencegah kematian dengan tingkat efikasi antara
63% dan 75%. Vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi inggris Astra
Zeneca ini mendapatkan izin penggunaan darurat dari badan POM pada
tanggal 22 februari 2021.
Efek samping yang umum terjadi setelah mendapatkan vaksin
Astra Zeneca antara lain nyeri, memar pada bagian yang disuntik,demam,
menggigil, kelelahan, sakit kepala, mual, nyeri sendi dan otot hingga yang
lebih serius, seperti muntah,diare atau penggumpalan darah.

7
C. MINAT MASYARAKAT MENGIKUTI VAKSIN COVID-19
Saat penelitian di lapangan tanggal 03 juni 2022, penulis menemukan
beberapa alasan responden yang tidak berminat mengikuti vaksinasi COVID-
19 yaitu takut dengan efek samping covid, takut dengan riwayat penyakit,
takut karena sudah berumur tua dan takut dengan cerita pengalaman orang
lain. Masyarakat merasa dengan mematuhi protocol kesehatan saja sudah
cukup untuk menghindari terpaparnya dari virus corona. Sementara pada
responden yang berminat untuk mengikuti vaksinasi COVID-19,alasan
mereka yaitu karena mengikuti anjuran dari pemerintah untuk mengikuti
vaksin COVID-19, tuntunan pekerjaan, selain itu juga agar memperkecil
risiko terpapar terpapar dari virus corona. Berikut factor-faktor yang
mempengaruhi minat masyarakat pada pemberian vaksin Covid-19 yaitu
sebagai berikut:
1. UMUR
Umur dapat mempengaruhi seseorang dalam bersikap dimana
seseorang yang lebih dewasa akan lebih matang dalam berfikir. Selain
itu, seseorang akan mengalami perubahan aspek fisik dan psikologis
(mental) dengan bertambahnya umur. Selain itu, sejalan juga dengan
penelitian yang dilakukan oleh Susilowati (2017) yakni menggunakan
variabel bebas umur dan variabel terikat minat namun berbeda pada
bagian konteks yang dibahas.

2. PENDIDIKAN
Menurut Ahmad dalam Hasbullah (2017: 3) pendidikan adalah
bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap
perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya
kepribadian yang utama.

8
3. PENGETAHUAN
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu seseorang terhadap objek.
Melalui indra yang dimilikinya yakni indra pendengaran, penciuman,indra
penglihatan dan indra peraba. (Natoadmojo 2018).
Menurut Notoatmodjo (2018)Tingkat pengetahuan tibagi 6
tingkatan pengetahuan yaitu:
a. Tahu (know)
Pengetahuan yang didapatkan seseorang sebatas hanya mengingat
kembali apa yang telah dipelajari sebelumnya. Sehingga dapat di
artikan pengethuan pada tahap ini adalah tingkat paling rendah.
b. Memahami (comprehension)
Pengetahuan yang menjelaskan sebagai suatu kemampuan menjelaskan
objek atau sesuatu dengan benar.
c. Aplikasi (application)
Pengetahuan yang dimiliki pada tahap ini adalah dapat mengaplikasikan
atau menerapkan materi yang telah dipelajari.
d. Analisis (analysis)
Kemampuan menjabarkan suatu materi atau suatu objek ke dalam
sebuah komponen-komponen yang ada kaitan satu sama lain.
e. Sintesis (synthesis)
Adalah sebuah penetahuan yang dimiliki kemampuan seseorang dalam
mengaitkan berbagai fungsi elemen atau unsur pengetahuan yang ada
menjadi suatu pola baru yang lebih menyeluruh.
f. Evaluasia (evolution)
Pengetahuan ini dimiliki pada tahap berupa kemampuan untuk
melakukan justifikasi atau penilaian suatu materi atau objek.

9
4. SIKAP
Menurut Notoatmodjo dalam Shinta (2019) sikap adalah respons
tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu yang sudah
melibatkan factor pendapat dan emosi yang bersangkutan.
Menurut Notoatmodjo dalam shinta (2019) menjelaskan bahwa
sikap mempunyai tiga komponen pokok, yaitu:
a. Kepercayaan atau keyakinan, ide, dan konsep terhadap suatu objek.
b. Kehidupan emosional atau evaluasi orang terhadap suatu objek.
c. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave)

Ketiga komponen tersebut secara bersama-sama membentuk sikap


yang utuh (total attitude). Dalam menentukan sikap yang utuh ini,
pengetahuan,pemikiran, keyakinan dan emosi yang bersangkutan.

5. RIWAYAT PENYAKIT
Berdasarkan data dari puskesmas Batusuya Kecamatan Sindue
Tombusabora banyaknya masyarakat yang mempunyai riwayat penyakit
yang diderita takut untuk melakukan vaksin Covid-19 tahap 2 dan 3. Hal
ini sangat menhambat minat masyarakat untuk dilakukan pemberian
vaksin Covid-19 karena banyaknya masyarakat takut dengan efek samping
vaksin ke penyakit yang diderita.

D. KERANGKA KONSEP

Kerangka konsep merupakan uraian tentang hubungan antar


variabel-variabel yang terkait dengan masalah penelitian ini dan dibangun
berdasarkan kerangka teori dan kerangka piker atau hasil studi sebelumnya
sebagai pedoman penelitian (Supradi & Rustika 2013). Varibel yang
diteliti penelitian ini ialah factor-faktor yang berhubungan dengan minat
masyarakat pada pemberian vaksin Covid-19.

10
BAGAN KERANGKA KONSEP

PENGETAHUAN

UMUR

PEMBERIAN VAKSIN
PENDIDIKAN COVID-19

SIKAP

RIWAYAT PENYAKIT

11
BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN


1. JENIS PENELITIAN
Arikunto (Salmaa, 2021) mengatakan penelitian deskriptif ialah
penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki suatu kondisi, keadaan,
atau peristiwa lain, kemudian hasilnya akan dipaparkan dalam bentuk
laporan penelitian. Malik (2019) menyatakan penelitian survei berarti
berusaha memaparkan deskriptif kuantitatif, sikap, atau opini dari suatu
populasi tertentu dengan meneliti satu sampel dari populasi tersebut.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif
dengan metode penelitan survei.
2. RANCANGAN PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan desain survey design tipe
cross-sectional survey (Malik, 2019). Pada jenis penelitian ini terdapat
pengambilan sampel dari populasi untuk menggambarkan kondisi populasi
dalam waktu tertentu.

B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN


1. WAKTU PENELITIAN
Waktu yang digunakan peneliti untuk penelitian ini dilaksanakan
sejak tanggal dikeluarkanya izin penelitian dalam kurun waktu kurang
lebih 2 (dua) bulan, 1 bulan pengumpulan data dan 1 bulan pengolahan
data yang meliputi penyajian dalam bentuk skripsi dan proses bimbingan
berlangsung.
2. TEMPAT PENELITIAN
Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah lingkungan masyarakat
desa Batusuya Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala

12
C. Subjek Penelitian (populasi, sampel, dan teknik

pengambilan sampel)

1. Populasi Penelitian

Menurut Sugioyo (2013:117) populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subjek yang mempunyai kualitas

dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

dan kemudian ditarik kesimpulannya.”. Sedangkan menurut suharsimi

Arikunto (2006: 130) “populasi adalah keseluruhan subyek penelitian”.

Maka Kesimpulan yang dapat diambil dari pendapat di atas

adalah populasi merupakan keseluruhan dari penduduk yang akan

diteliti dan mempunyai ciri-ciri tertentu dan setidaknya mempunyai

sifat yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa

Batusuya Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala

sebanyak 161 yang terdiri dari 76 putra dan 85 putri. Penentuan

besarnya sampel menurut Arikunto (2006) dikarenakan subjeknya besar

atau lebih dari 100 sehingga dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau

lebih.

2. Sampel Penelitian

Menurut Sugiono (2013:118) sampel adalah bagian dari jumlah

dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut. Sedangkan menurut

Suharsimi arikunto (2010:174) sampel adalah sebagian atau wakil

populasi yang di teliti. Penentuan besarnya sampel menurut Arikunto

(Gede, 2018) dikarenakan subjeknya besar atau lebih dari 100 sehingga

dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih. Sampel pemelitian ini

13
adalah masyarakat desa Batusuya dengan umur 40-60 tahun. Rumus

yang digunakan adalah rumus slovin dengan jumlah populasi diketahui

sebanyak 2.519 orang. Yaitu:

N
n=
( 1+ Ne 2)

n = sampel

N = Populasi

e = Presisi/derajat ketepatan (0,2)

Hasil perhitungan sampel untuk rumus tersebut yaitu:

2.519
n=
1+(2.519 ( 0,2 )2)

2.519
n=
1+100,76

2.519
n=
101,76

n=24,7 …

n=25

Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini adalah simple

random sampling. Simple random sampling yaitu pengambilan sample

secara random (acak) sederhana, dengan mengundi anggota populasi

(lottery technique) atau tehnik undian (Notoatmojo,2010). Untuk

mengetahui jumlah sampel tiap dusun menggunakan rumus sebagai

berikut:

jumlah penduduk × sampel


Sampel tiap dusun=
populasi

14
a. Dusun 1

b. Dusun 2

c. Dusun 3

d. Dusun 4

e. Dusun 5

D. VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL


1. Variabel penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja
yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulanya. (Sugiyono,2014)
terdapat dua variabel penelitian, yaitu variabel terikat (dependent variabel)
dan variabel bebas (independent variabel). Varibel yang digunakan adalah
sebagai berikut:
a. Variabel Independen (independent Variabel) pada peneliatian ini adalah
pengetahuan, sikap, umur, pendidikan, riwayat penyakit.
b. Variabel Dependen (Dependen Variabel) pada penelitian ini adalah
pemberian vaksin Covid-19.

2. Definisi Operasional

a. Pengetahuan
Pengertian : segala sesuatu yang diketahui responden mengenai
vaksin Covid-19 mulai dari pengertian, manfaat
pemberian vaksin Covid-19, efek samping vaksin
Covid-19
Cara ukur : pengisian kuesioner
Alat ukur : kuesioner
Skala ukur : Ordinal
Hasil ukur : Baik,jika skor jawaban responden ≥ 10
Kurang baik,jika skor jawaban responden < 10

15
b. Sikap
Pengertian : Respon Masyarakat pada pemberian vaksin Covid-
19
Cara ukur : pengisian kuesioner
Alat ukur : kuesioner
Skala ukur : Ordinal

Hasil ukur : Baik,jika skor jawaban responden ≥ 24


Kurang baik,jika skor jawaban responden < 24

c. Umur
Pengertian : Umur responden masyarakat desa Batusuya
Kec. Sindue Tombusabora [Link]
Alat ukur : Kuesioner
Cara ukur : Pengisian Kuesioner
Skala ukur : Ordinal
Hasil ukur : 40-60 tahun

d. Pendidikan
Pengertian : pendidikan terakhir responden pada saat dilakukan
Penelitian.
Alat ukur : Kuesioner
Cara ukur : pengisian kuesioner
Skala ukur : Ordinal
Hasil ukur : Pendidikan rendah (SD,SMP atau MTs)
Pendidikan menengah (SMA atau SMK)
Pendidikan tinggi (Diploma 3 dan S1)

e. Riwayat penyakit
Pengertian : Riwayat penyakit yang di derita responden
Alat ukur : kuesioner

16
Alat ukur : Kuesioner
Cara ukur : pengisian kuesioner
Skala ukur : Ordinal
Hasil ukur : DM, Asma, Hipertensi dll.

E. TEHNIK PENGUMPULAN DATA


Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan
observasi. Data pengetahuan, sikap, umur, pendidikan dan riwayat penyakit
diperoleh dengan pengisian kuesoiner oleh masyarakat desa Batusya
Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala.

F. PENGOLAHAN DATA
Supardi dan Rustika (2013) menjelaskan pengolahan data merupakan
upaya mengubah data yang telah dikumpulkan menjadi informasi yang
dibutuhkan. Data yang telah dikumpulkan diolah terlebih dahulu sebelum
disajikan. Tahap pengolahan data yang dilakukan yaitu:
1. Editing, yaitu pemeriksaan kembali jawaban responden pada kuesioner
yang mencakup kelengkapan jawaban, keterbacaan tulisan, keseragamaan
ukuran, dan sebagainya sebelum diberi kode.
2. Coding yaitu kegiatan merubah data dalam bentuk huruf pada kuesioner
tertutup atau semi tertutup menurut macamnya menjadi bentuk angka
untuk pengolahan data komputer.
3. Data file, yaitu pembuatan program pengolahan data komputer
4. Entry yaitu pengetikan kode jawaban ke dalam program pengolahan data.
5. Cleaning data, yaitu pembersihan data hasil entry agar terhindar dari
ketidaksesuaian sesuai coding jawaban responden.

17
G. JENIS DAN CARA PENGUMPULAN DATA
1. Data primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dengan wawancara
dan juga melakukan pengamatan langsung dilapangan dengan
menggunakan kuesioner.
2. Data sekunder
Data sekunder merupakan data yang ada di puskesmas dan data
penduduk desa Batusuya Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten
Donggala

H. ANALISIS DATA
1. Analisis Univariat
Analisis Univariat bertujuan untuk menganalisis satu variabel yang
dapat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi , ukuran penyebaran, dan
nilai rata-rata. Data setelah diperoleh dianalis dengan menggunakan rumus
distribusi frekuensi (Hidayat, 2014) berikut yaitu:
f
P= × 100 %
N

Keterangan :

P = Presentase

F = Frekuensi

n = Jumlah responden

2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel
bebas dengan terikat. Dengan nilai kemaknaan 0,05 dengan tingkat
kepercayaan 95%. Adapun uji yang digunakan pada peneliti ini adalah uji
Chi square dengan rumus sebagai berikut ( Hartono, 2010) :

18
( )
2
1
n [ a . b−b . c ]− n
2 2
x=
(a+ b)(a+ c)(b+ d)( c+ d)

Keterangan:

a. = nilai observasi pada kolom a


b. = nilai observasi pada kolom b
c. = nilai observasi pada kolom c
d. = nilai observasi pada kolom d

I. PENYAJIAN DATA
Untuk penyajian data hasil penelitian, peneliti menggunakan cara
penyajian dalam bentuk table dan narasi.

19
DAFTAR PUSTAKA

Malik A, Irfan. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif Deskriptif Lengkap. Diakses


pada 15 Juni 2022, dari [Link]
[Link]

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 2021. Diakses


pada 27 Juni 2022

Kemenkes RI. 2021. Update Vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Diakses pada 27


Juni 2022

Susilowati, Endang. 2017. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Minat Ibu Dalam
Pelaksanaan Program Lima Imunisasi Dasar Lengkap Di Wilayah
Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Skrips. Fakultas Kedokteran.
Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

20

Anda mungkin juga menyukai