0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan3 halaman

Sajak Rindu untuk Rasulullah

Puisi ini menggambarkan kerinduan dan cinta penutur pada Rasulullah. Penutur merasa rindu yang mendalam pada Rasulullah walaupun tidak pernah bertemu secara langsung, dan mengagumi sifat sabar dan pengorbanan Rasulullah untuk Islam. Penutur berharap dapat mengikuti jejak Rasulullah dan bertemu dengannya di surga kelak.

Diunggah oleh

moka601
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan3 halaman

Sajak Rindu untuk Rasulullah

Puisi ini menggambarkan kerinduan dan cinta penutur pada Rasulullah. Penutur merasa rindu yang mendalam pada Rasulullah walaupun tidak pernah bertemu secara langsung, dan mengagumi sifat sabar dan pengorbanan Rasulullah untuk Islam. Penutur berharap dapat mengikuti jejak Rasulullah dan bertemu dengannya di surga kelak.

Diunggah oleh

moka601
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rasulullah .

 apa khabarmu, Ya Rasulullah ?


Aku merindukanmu Ya Rasulullah .
adakah kau jua sedang merinduiku ?

Ya Rasulullah.
sakitku menanggung apa yang pernah kau tanggung
malah sakitku hanya sekelumit
sedang Engkau Ya Rasulullah ..
menanggung segunung ujian yang menyakitkan.

Namun Ya Rasulullah
Engkau tidak pernah mengeluh
Engkau tidak pernah berhenti
Engkau tidak pernah mengalah
demi Islam Engkau rela berkorban

Ya Rasulullah
pesankan pada kami umatmu
agar kami tidak berpaling 
berpaling dari menyambung perjuanganmu

Ya Rasulullah
namaMu yang angung
melembutkan hati dan bicara manusia yang menyebut namaMu
aliran kasih sayangMu tidak terhingga
mengalir dalam sanubari kami
betapa cintaNya kau pada kami

 Ya Rasulullah ......


izinkan kami menatap wajahmu ..
mengamati wajahmu yang tenang mendamaikan
akhlak yang menawan ..

Ya Rasulullah . 
kernaMu aku bercinta.
kernaMu aku berkasih sayang.
bercinta dan berkasih sayang di dalam jalan dakwah dan perjuangan ini.
12 Rabulawal tahun Gajah
Bersamaan 20 April 570 Masihi
Lahirlah seorang nabi yang terakhir
Di Kota Madinah yang suci

Muhammad bin Abdullah


Satu-satunya putera Aminah binti Wahab
Baginda dilahirkan dalam keadaan yatim
Kerana kematian bapanya di Syam

Sayyidul mursalin
Walaupun dikau pesuruh Allah
Namun dugaan tetap engkau tabah tempuhi
Walaupun dugaan yang kami tempuhi tidak sehebat dirimu
Sifat putus asa tetap menyelimuti diri ini

Al-amin gelaran yang diberi


Kerana sifatnya yang mulia
Sifatnya juga telah kami jadikan contoh
Sifatnya juga tidak pernah mengundang ke neraka

Muhammad bin Abdullah


namamu menghiasi sanubari kami
Wajahmu tidak pernah kami lihat
Namun 
Jasamu tak luput dimamah zaman hingga kini

Semoga lebih berduyun yang menjadi umatmu


Semoga semua umat Islam menghargai penat lelahmu
Semoga dirimu memenuhi benak fikiran dan hati kami
Engkaulah nabi junjungan kami
Ya Rasulullah
Rindu padamu tak pernah sudah
Cinta padamu tak pernah patah
Sungguh kami ingin bersamamu di Jannah
Dengan menuruti titah dan meniti jalan sunnah

Ya Rasulullah
Engkau datang sebagai uswah hasanah
Menuntun umat kepada akhlakul karimah
Menjadikan hidup manusia lebih terarah
Membuat gemerlap dunia jadi cerah

Kepadamu kami bershalawat


Harap nanti engkau memberi syafa'at
Menaungi kami di hari kiamat
Menyelamatkan kami dari siksa dan laknat
Karena tak semua umatmu akan selamat

Shalawat atasmu tak pernah jemu


Semoga denganmu kami bisa bertemu
Di surga kelak dengan segala keindahan yang menjamu
Meski tak pernah menatap teduh wajahmu
Meski tak pernah mendengar sejuk sabdamu

Anda mungkin juga menyukai