PRIMARY PERCUTANEUS CORONARY INTERVENTION (PPCI)
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Halaman :
1491/SPO/RSI-SA/II/2020 2 1/3
Tanggal Terbit DIREKTUR UTAMA
RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG
PROSEDUR TETAP 18 Februari 2020
Dr. H. MASYHUDI AM, [Link]
Pengertian Prosedur terapi diagnostik dengan teknik pemberian zat kontras ke arteri
koroner yang dilakukakn untuk mendapatkan hasil atau kelainan pada
pembuluh darah arteri koroner baik itu presentase, letak lumen,jumlah
kondisi penyempitan lumen, besar kecilnya pembuluh darah, ada tidaknya
kolateral. Bila ditemukan penyempitan maka dilanjutkan dengan prosedur
pengobatan untuk mengembalikan aliran darah dengan menempatkan balon
pada daerah penyempitan koroner dan mengembangkannya, bila perlu
penanaman stent melalui sistem kardiovaskuler ke lokasi penyempitan yang
akan diintervensi pada pasien dengan serangan kurang dari 12 jam atau
kurang dari 48 jam bila terdapat nyeri dada yang terus menerus.
Tujuan Sebagai acuan petugas dalam melakukan tindakan melebarkan pembuluh
darah koroner yang menyempit atau tersumbat agar kebutuhan oksigen otot
miokard dapat terpenuhi secara adekuat pada pasien serangan jantung
kurang dari 12 jam atau kurang dari 48 jam bila terdapat nyeri dada yang
terus menerus.
Kebijakan 1. Pedoman Pelayanan Dan Asuhan Pasien Nomor 09/PER/RSI-SA/I/2020
2. Pedoman Pelayanan Cardiac Center Nomor 1130/PER/RSI-SA/II/2020
Prosedur A. Persiapan alat;
1. Mesin cathlab
2. Monitor hemodinamik
3. Trolley emergensi, defibilator
4. Generator pacu jantung sementara dan lead bipolar (bila diperlukan)
5. Baju apron anti radiasi dan kacamata anti radiasi
6. Kantong tekanan
7. Obat obatan: lidocain, nitroglycerin, zat kontras
8. Blood set dan infuse set
9. Cairan spoeling ( NaCL 0.9% + 2500 IU Heparin )
10. Alat tenun steril, 1 set
11. Instrumen kecil, 1 set
12. Skin preparasi, 1 set
13. Dome beserta tranduser tekanan
14. Sarung tangan steril, 2 pasang
PRIMARY PERCUTANEUS CORONARY INTERVENTION (PPCI)
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Halaman :
1491/SPO/RSI-SA/II/2020 2 2/3
Prosedur [Link] puncture 18 G, 1 buah
[Link] 6F atau 7F, 1 buah
[Link] line, 1 pasang
[Link] dan alkkohol
[Link] steril
[Link] no 11, 1 buah
[Link]
[Link] 2,5 cc, 1 buah
[Link] 10 cc, 4 buah
[Link] 20 cc, 2 buah
[Link] wire 0.038 inchi 150 cm
[Link] set/ close system; long tubing, manifold 3 post, three way
connecting line, Y conector, indeflator
27. Kateter diagnostic JR, JL, TIG
28. Guiding chateter sesuai kebutuhan
29. Wire coronary sesuai kebutuhan
30. Balon koroner sesuai kebutuhan
31. Stent sesuai ukuran pembuluh darah
B. Langkah – Langkah
32. Ucapkan salam dan perkenalakan diri pada pasien
33. Lakukan identifikasi dengan benar sesuai dengan prosedur
34. Pastikan area penandaan operasi
35. Jelaskan prosedur pada pasien
36. Lakukan cuci tangan sesuai prosedur
37. Jaga privasi pasien setiap melakukan tindakan.
38. Perawat memakai sarung tangan, baju steril
39. Anjurkan perawat dan pasien bersama mengucapkan
Bismillahirrohmanirahim
40. Sambungkan manifold dengan cairan kontras dan connecting line ke
dome tranduser dibantu perawat sirkuler lakukan zero balance
41. Bilas atau flashing jarum puncture, introduser sheat, guide wire dan
kateter
42. Dokter memberikan anastesi lokal dan melakukan pungsi di arteri
femoral/ radial
43. Bantu dokter memasang sheat arteri
44. Masukkan kateter diagnostic JR, JL,TIG, untuk melihat pembuluh
darah koroner lalu dilakukan pengambilan gambar koroner
45. Bila ditemukan penyempitan atau sumbatan maka dilakukan tindakan
PCI
PRIMARY PERCUTANEUS CORONARY INTERVENTION (PPCI)
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Halaman :
1491/SPO/RSI-SA/II/2020 2 3/3
Prosedur 46. Masukkan guiding kateter ke pembuluh darah koroner yang akan
dilakukan intervensi
47. Masukkan wire PCI ke guiding kateter lewat y adaptor kemudian
scrub memasang torque pada wire sesuai permintaan dokter
48. Bila wire sudah sampai koroner yang akan di intervensi siapkan ballon
PCI atau thrombus suction (sesuai kondisi sumbatan) keluarkan secara
hati hati dari bungkusnya lalu diisi kontras saline
49. Masukkan ballon melalui pangkal wire kedalam koroner yang ada
penyumbatan atau penyempitan scrub memegang bagian pangkal
wire secara lurus ( wire koroner jangan sampai ketarik )
50. Kembangkan ballon sesuai dengan ketentuan label dan elastisitas
pembuluh darah atau atas instruksi dokter
51. Bila menggunakan trombo suction, keluarkan wire dari kateter
masukkan trombo suction kemudian dorong sampai ke bagian
thrombus kemudian thrombus diaspirasi sampai thrombus hilang
52. Siapkan stent untuk di tanam pada pembuluh darah yang menyempit
atau tersumbat keluarkan dari bungkusnya secar hati hati disi dengan
kontras saline
53. Masukkan stent melalui wire PCI lewat pangkal wire scrub memegang
pangkal wire setelah sampai di bagian penyempitan atau
penyumbatan stent akan dikembangkan oleh scrub sesuai dengan
ketentuan label atau atas intruksi dokter
54. Spoel sheath sampai bersih dari darah, bersihkan daerah sekitar
sheath dan ditutup dengan kassa steril kemudian fiksasi. Anjurkan
pasien untuk tidak menekuk kaki yang di pungsi selama kurang lebih
12 jam
55. Lakukan rekam ekg 12 lead
56. Anjurkan dokter dan perawat mengucapkan Alhamdullilaahi rabbil
‘aalamin setelah tindakan selesai
57. Lakukan cuci tangan setelah tindakan
58. Dokumentasikan tindakan
Hal hal yang perlu diperhatikan
1. Pencabutan sheath di arteri femoral menunggu hasil ACT < 120 jika
hasil baik sheath boleh dicabut. Kaki yang terpasang sheath tidak
boleh ditekuk selama 12 jam.
PRIMARY PERCUTANEUS CORONARY INTERVENTION (PPCI)
Nomor Dokumen Nomor Revisi : Halaman :
1491/SPO/RSI-SA/II/2020 2 3/3
Prosedur 2. Bila penusukan dilakukan di arteri radial sheath dapat langsung
dicabut setelah prosedur selesai ditutup dengan ( nichiban) fiksasi
dengan kuat dan tepat. Anjurkan pasien untuk tidak menekuk
pergelangan tangan selama 4-6 jam setelah tindakan
Unit terkait Instalasi Cardiac Center, IGD, Instalasi ICU/ICCU