Nomor :
STANDARD OPERATION PROCEDURE
Revisi :0
(SOP)
Tanggal :
PENGADAAN DAN PENGAWASAN Halaman : 1 dari 4
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
STANDARD OPERATING PROCEDURE
(SOP)
PENGADAAN DAN PENGAWASAN
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
PT. BIOTA LAUT GANGGANG
SOP – HSE
I. PELAKSANA TERKAIT
1. Departemen/Bagian HSE
Nomor :
STANDARD OPERATION PROCEDURE
Revisi :0
(SOP)
Tanggal :
PENGADAAN DAN PENGAWASAN Halaman : 2 dari 4
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
2. User
II. TUJUAN
SOP Pengadaan dan Pengawasan Alat Pelindung Diri (APD) ini disusun dengan tujuan sebagai
petunjuk/acuan/petunjuk dalam penggunaan alat-alat pelindung diri pada seluruh pekerja di seluruh kegiatan
operasional PT. BIOTA LAUT GANGGANG berkenaan dengan menjalankan aktivitas/pekerjaan di tempat
kerja yang memiliki potensi resiko/bahaya.
III. RUANG LINGKUP
Syarat-syarat umum alat-alat pelindung diri ini berlaku untuk seluruh pekerja di kegiatan operasional PT.
BIOTA LAUT GANGGANG.
IV. REFERENSI
4. Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
5. Peraturan Perusahaan
V. DOKUMEN TERKAIT
VI. PENGERTIAN DAN BATASAN
6.1. Pengertian
1. Alat Pelindung Diri adalah alat keselamatan kerja yang melindungi dari bahaya/resiko yang
mungkin terjadi pada saat melaksanakan tugas/pekerjaannya.
2. Pelindung Kepala (Topi/Helmet) adalah alat yang digunakan untuk melindungi kepala atau bagian
dari kepala dari benturan, benda melayang atau kejutan listrik, atau kombinasi ketiganya,
dilengkapi dengan harness yang sesuai.
3. Pelindung Tangan (Sarung Tangan) adalah alat yang digunakan untuk menghindari sentuhan
langsung terhadap permukaan benda yang kasar, tajam, dingin atau panas, atau bahkan bila
pekerjaan sedang berlangsung kemungkinan dapat mengakibatkan terkena benda yang berbahaya.
4. Sabuk Pengaman adalah alat yang digunakan untuk melindungi tubuh dari pekerjaan yang
dilakukan pada ketinggian tertentu.
5. Pelindung Mata adalah alat yang digunakan untuk melindungi mata dari benda jatuh atau
melayang, atau disebabkan oleh terkena bahan kimia atau bahan-bahan lainnya.
6. Pelindung Wajah adalah alat yang dipergunakan untuk melindungi wajah dan leher dari partikel
yang melayang, percikan cairan berbahaya, percikan metal dan cairan panas.
7. Pelindung Telinga adalah alat yang digunakan untuk melindungi pendengaran dari pemaparan
kebisingan yang cukup tinggi di lingkungan tempat kerja.
8. Pelindung Kaki adalah alat yang digunakan untuk melindungi kaki dari kejatuhan benda pada kaki,
melangkah/berjalan pada benda tajam atau benda berguling menimpa kaki yang menyebabkab
luka memar, luka gores/robek, atau patah kaki.
Nomor :
STANDARD OPERATION PROCEDURE
Revisi :0
(SOP)
Tanggal :
PENGADAAN DAN PENGAWASAN Halaman : 3 dari 4
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
9. Pelindung Pernapasan adalah alat yang digunakan untuk mencegah kontaminasi atmosferik yang
disebabkan oleh debu, fog, mist, fume, gas, asap, spray atau vapor yang menyebabkan penyakit
pada saluran pernapasan.
6.2. Batasan
SOP ini berlaku pada saat operasi normal.
VII. PROSEDUR
1. Departemen HSE Meminta seluruh user untuk menginventarisir kebutuhan APD berdasarkan laporan
bulanan/hasil kajian/analisa risiko yang telah dilakukan.
2. User mengirim daftar kebutuhan APD ke Departemen HSE.
3. Departemen HSE/User sesuai anggaran yang tersedia mengajukan permintaan APD ke Pengadaan
Material.
4. Pengadaan Material memproses pengadaan sesuai tata cara pengadaan APD mengacu pada ketentuan
yang berlaku di dalam perusahaan.
5. Departemen HSE melakukan pengecekan terhadap jumlah, spesifikasi dan kualitas APD.
6. Departemen HSE menerima APD dan mengawasi penggunaan APD di lingkungan kerja serta
melakukan pemeliharaan APD.
VIII. INDIKATOR DAN UKURAN KEBERHASILAN
Terlaksananya pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja dengan jumlah, spesifikasi dan kualitas
yang sesuai..
IX. LAMPIRAN
Dibuat oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh :
Pengawasan HSE HRD Direktur
Nomor :
STANDARD OPERATION PROCEDURE
Revisi :0
(SOP)
Tanggal :
PENGADAAN DAN PENGAWASAN Halaman : 4 dari 4
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
BAHARUDDIN MUH. IQBAL ZHANG CANHONG