0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan5 halaman

Pertemuan Alen dan Aura di Pantai

Alen dan Aura bertemu dengan seorang peramal gadungan untuk mencari tahu cara menggunakan liontin sihir milik Aura. Meskipun awalnya skeptis, Alen dibuat terkejut ketika peramal itu mampu mendeteksi kekuatan sihir liontin tersebut. Mereka pun disarankan untuk berkonsultasi dengan teman sang peramal bernama Minerva di perpustakaan barat.

Diunggah oleh

Alfi Risya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan5 halaman

Pertemuan Alen dan Aura di Pantai

Alen dan Aura bertemu dengan seorang peramal gadungan untuk mencari tahu cara menggunakan liontin sihir milik Aura. Meskipun awalnya skeptis, Alen dibuat terkejut ketika peramal itu mampu mendeteksi kekuatan sihir liontin tersebut. Mereka pun disarankan untuk berkonsultasi dengan teman sang peramal bernama Minerva di perpustakaan barat.

Diunggah oleh

Alfi Risya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Episode 5

Cahaya kecil yang bersinar begitu banyak , Alen terus menatapi seorang perempuan yang sedang
bermain air berlari lari dengan kaki telanjang , menginjak tanah yang basah karena terkena air ,
pantai yang dipenuhi ombak kecil yang tenang ,andai terlihat bulan keindahan dipantai akan
semakin sempurna , sejujurnya alen tidak menduga pencuri seperti aura akan secantik ini saat
didekat butir butir cahaya yang melayang disekitar wajahnya .

“oy ,kau harusnya tidak melamun seperti itu .” ucap aura sambil melihat ke arah alen

“hah , aku tidak melamun , aku hanya terpesona saja .“ ucap alen sambil memalingkan wajahnya

Aura berpikir alen terpesona oleh indahnya cahaya cahaya itu ,aura tersenyum dan mulai berlarian
kembali .

“jadi ,emmm jika kau ingin mengembalikan cahaya bukannya kau harus tahu cara kerja benda itu “
ucap alen sambil menunjuk liontin.

“hmm benar juga ,tapi dari pada memikirkan itu kita sama sekali belum berkenalan bukan, aku aura
resita .”

Aura Mencoba mengenalkan dirinya ,dia sadar semenjak bertemu mereka belum mengetahui nama
masing masing .

“aku alen brisena ,salam kenal”

Alen menghela nafasnya ,Alen berpikir bahwa memang penting mengenal satu sama lain apalagi bisa
dibilang alen seperti telah menculik aura dari para berandalan .

“ok alen, sebenarnya aku tidak tahu sama sekali mengenai benda ini.”

“terus kenapa kau mengajak ku untuk mengembalikan cahaya ?.”

Alen masih kebingungan ,alen sebenarnya masih tidak percaya apa yang telah terjadi ,dia
menganggap bahwa cahaya yang menyinari seluruh dunia itu tidak ada .

“terus kenapa kau bersedia ?”

Aura memandang alen sambil tersenyum , alen memalingkan wajahnya . suara ombak dan sentuhan
angin yang lembut mengingatkan alen kapada sebuah janji .

“aku hanya pernah berjanji saja “

“ehh ,kau orang yang aneh , jack pernah bilang pada ku saat aku bertemu seseorang yang dapat aku
percaya aku bisa menunjukan liontin ini kepadanya dan mengajaknya untuk melihat cahaya
sesungguhnya “

“nyentuh banget , aku rasa kau percaya kepada orang yang salah ,kita bahkan baru bertemu .“

“tidak kok , aku percaya ,karena kau adalah orang bodoh yang mudah mengkhawatirkan orang
lain ,kau tahu pada dasarnya aku lebih mengenal mu hanya saja kau tidak sadar begitupun aku .”
Mendengar kata-kata itu alen terdiam , alen tidak mengerti apa yang dimaksud aura , Alen bertanya
dalam hati apakah dirinya pernah bertemu dengan aura ,setelah beberapa menit saling diam ,alen
mencoba mencari pembahasan lain.

“tapi bagaimanapun kau harus tahu cara memakainya “

“aku tahu aku akan bertanya kepada seseorang “

“ hah siapa ?”

Yap tanpa pikir panjang Aura membawa alen ke tempat peramal.

“hah peramal, Kau bercandakan ?”

Bangunan gelap yang kecil berada tepat didepan mereka ,Alen merasa aneh dengan tempat
itu ,papan Pintu tertulis “Jual jasa ramal “ .

“hihihi kau tahu saat orang kebingungan mengenai sesuatu atas pertanyaan mereka sendiri bukan
kah lebih efisien kita bertanya kepada peramal .”

“aku tidak percaya kepada peramal ,mungkin orang yang ada di dalam tempat ini hanyalah orang gila
yang mengaku punya indra ke enam dan menjawab pertanyaan orang orang dengan asal”

Alen tidak pernah mau percaya kepada ramalan sedikit pun , namun Aura tiba tiba menarik tangan
alen

“jangan begitu dari pada penasaran ayo kita masuk “

“eh bentar”

Aura langsung membuka pintu , didalam bangunan itu gelap ,kemudian satu lentera menyala ,
seorang wanita berdiri didepan sebuah meja dimana lentera itu menyala .

“hahahaha ,selamat datang pemuda pemudi “

Wanita itu tertawa dengan keras kepada alen dan aura , entah kenapa aura malah merasa
kegirangan seperti sedang melihat pertunjukan sulap alen merasa bingung apa yang dilakukan
wanita itu .

“orang aneh “

Alen menganggap wanita itu benar benar gila ,aura memandangi alen .

“bisa kau berhenti menghina orang lain “

Wanita itu melihat tajam ke arah alen dan aura , aura benar benar merasa takjub melihat kelakuan
peramal dihadapnya .

“aku tahu apa yang kalian ingin kan ?“

Wanita aneh atau peramal itu mulai mulai menunjukan keahliannya seperti orang yang mengetahui
segala sesuatu .
“hah kau tahu ?“ Ucap alen dengan matanya yang begitu tidak peduli .

“aku tahu kalian sedang mencari suatu cara untuk menggunakan sesuatu kan ?”

“dari mana kau tahu “

Alen mulai merasa aneh .

“kau adalah seorang pegawai toko roti “

“wah aku tidak menyangka kau bisa menebak hal itu,apa kau benar benar meramal kehidupan ku ,
bagaimana bisa ?“

Alen sedikit terkejut , alen mulai berpikir ramalan bukan lah hal yang mustahil.

“tidak sebenarnya aku hanya asal tebak “

Alen pun berekspresi datar , Alen sadar dia berhadapan dengan wanita gila yang berhayal bisa
meramal.

“kembalikan lagi pujian ku yang tadi “

“ aku tahu kalian datang kemari untuk mengetahui cara


menggunakan ......................................pemanggang roti agar roti menjadi lembut dan enak bukan “

“orang ini sudah gila ,ayo pergi “

Alen langsung berdiri dan mengajak aura pergi , Peramal gadungan itu langsung menangkap kaki
Alen sambil menangis

“tolong jangan pergi aku belum makan 5 hari ,aku baru saja di pecat dari pekerjaan ku ,aku diursir
dari desa dan aku menjadi orang miskin yang jomblo, tidak satupun pria mau menikahi ku “

“ahhhhh berhentilah nyonya apa yang kau lakukan. “

Alen mencoba melepaskan tangan peramal itu dari kakiya tapi tangan peramal gadungan itu
semankin kuat .

“Alen tolong kita bicara dulu denganya sebentar “

Aura menatap alen , bicaranya yang halus membuat alen semakin bingung .

“ya sudah ,Nyonya apa kau tahu sesuatu tentang alat yang bisa bersinar “

Peramal gadungan itu pun tiba tiba berhenti menangis

“ apa maksud mu alat sihir “

“alat sihir ??”

Peramal Gadungan itu kemudian pergi mencari sesuatu di tumpukan barang barang bekas .

“tunggu sebentar “
“Ini dia , ini adalah alat pendeteksi mana ,saat ada alat sihir yang berdekatan dengan alat ini maka
alat ini akan bersinar “

Peramal itu menunjukan sebuah bola besar yang keras seperti mutiara yang besar .alen sedikit
terkejut tentang hal itu .

“bagaimana kau bisa punya ini “

“aku mencurinya dari museum “

“aku paham tidak ada yang mau menikahi mu ,kau penjahat kelas kakap”

Aura menunjukan liontin yang selalu di bawanya

“tolong periksa liontin ini “

“liontin yang indah”

Peramal gadungan itu mengambil liontin itu dari tangan aura dan mendekat kan liontin itu dengan
alat pendeteksi alat sihir , bola besar itu pun bersinar indah ,itu menunjukan bahwa liontin aura
memiliki mana yang kuat, mana adalah energi utama dari sihir .

“cahaya yang indah ,kau tahu aku tidak terlalu mengerti tentang alat sihir seperti ini ,lebih baik kau
bertanya kepda teman ku dia ahli mengenai ini ,dia bekerja di perpustakaan barat namanya
minerva.“

“ kalau begitu kami akan pergi “

Alen langsung mengajak aura pergi

“Tunggu , kalian Harus bayar “

“hah “

Mereka pun pergi dari tempat peramal itu ,dan alen menghabiskan uangnya dalam waktu satu hari
Karena uang yang dicopet tidak kembali ditambah dia harus membayar peramal gadungan
itu ,Sambil berjalan wajah alen terus terihat suram .

“uang ku benar benar habis hari ini “

“Ya maaf kalau begitu “

“tunggu kau tidak punya rumah untuk pulang kan ? ,kurasa untuk sementara kau tinggal dirumah ku
saja” .

Tanpa pikir panjang Aura menjawab

“baik lah kalau begitu “

“eh kau tidak keberatan ? “


“tentu saja tidak , kau pikir aku akan mengatakan waaah dasar alen kau mesum seenaknya
menyuruhku untuk tinggal dengan mu ,yap aku bukan lah perempuan ribet “

“itu cukup membantu “

Mereka langsung pulang ke rumah alen , saat tiba dirumah ,terlihat pintu terbuka dihadapan alen
dan aura , Rina yang tampak marah menatap mereka berdua berdiri didepan pintu yang terbuka .

“Kakak, kau sudah telat pulang ,kau membuat adik lucu mu ini bosan dirumah sendirian , dan
sekarang kau malh membawa gadis cantik ,aku tahu kau sudah dewasa tapi ku mohon kau tidak
boleh buat macam macam“

“tunggu rina aku bisa menjelaskannya “

“dasar kaka bodoooooh “

Anda mungkin juga menyukai