0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan39 halaman

Anggaran Rumah Tangga FBPI

Dokumen tersebut berisi tentang rancangan anggaran rumah tangga organisasi FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA. Terdiri dari ketentuan-ketentuan mengenai keanggotaan, persyaratan menjadi anggota biasa dan anggota kehormatan, tanda keanggotaan, adab anggota, kehilangan status keanggotaan, dan tindakan disiplin terhadap anggota.

Diunggah oleh

herman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan39 halaman

Anggaran Rumah Tangga FBPI

Dokumen tersebut berisi tentang rancangan anggaran rumah tangga organisasi FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA. Terdiri dari ketentuan-ketentuan mengenai keanggotaan, persyaratan menjadi anggota biasa dan anggota kehormatan, tanda keanggotaan, adab anggota, kehilangan status keanggotaan, dan tindakan disiplin terhadap anggota.

Diunggah oleh

herman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANGGARAN RUMAH TANGGA

FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA

PASAL 1

1
DASAR, PENGERTIAN DAN KEDUDUKAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
(1). ANGGARAN RUMAH TANGGA (untuk selnajutnya disebut ART) ini disusun
berdasarkan ketentuan ANGGARAN DASAR (untuk selanjutnya disebut AD), serta
kebutuhan dan perkembangan FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA.

(2). Istilah yang dipergunakan di dalam ART ini apabila semuanya terdiri dari atau dimulai
dengan huruf besar mempunyai pengertian sebagaimana diartikan dalam AD, kecuali
secara khusus diartikan dibawah ini :
A) "AD" adalah Anggaran Dasar
B) "ART" adalah Anggaran Rumah Tangga
C) "BP" berarti Badan Pengawas
D) “Munas" adalah Musyawarah Nasional
E) "Muschap" adalah Musyawarah Chapter
F) "Munaslub" adalah Musyawarah Nasional Luar Biasa
G) "Muschaplub" adalah Musyawarah Chapter Luar Biasa
H) "PP" berarti Pengurus Pusat
I ) "Pengchap" berarti Pengurus Chapter
J ) "Pasal" berarti Pasal dalam ART ini
K) "RakerNas" adalah Rapat Kerja Nasional.
L) "Rakerchap" adalah Rapat Kerja Chapter.

(3). Kedudukan ART FORUM BIKER PEDULI INDONESIA sebagai berikut :


a. ART merupakan peraturan dasar yang kedudukannya berada dibawah AD FORUM
BIKERS PEDULI INDONESIA dan karenanya ketentuan-ketentuan dalam ART tidak
boleh bertentangan dengan AD FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA.
b. ART merupakan penjabaran lebih lanjut dan merupakan tafsir yang autentik terhadap
ketentuan-ketentuan dalam AD.
c. ART mengikat dan karenanya wajib dipedomani dalam merumuskan dan melaksanakan
seluruh Peraturan Organisasi, Program, kegiatan dan operasional FORUM BIKERS
PEDULI INDONESIA.

2
PASAL 2
KEANGGOTAAN

3
I. PERSYARATAN MENJADI ANGGOTA
1. Anggota adalah FORUM lintas komunitas motor.
2. Anggota FORUM BIKERS PEDULI terdiri atas :
a. Calon Anggota : Calon anggota Lintas komuitas motor yang BELUM
dikukuhkan dan memenuhi ketentuan di grup ( FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA
b. Anggota Biasa : Anggota Lintas Komuitas Motor yang SUDAH dikukuhkan
memenuhi ketentuan-ketentuan dari pengurus FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA
c. Anggota Kehormatan : Anggota Lintas Komuitas Motor yang diangkat dan disahkan
Pengurus harian dalam pengukuhan anggota FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA
2. Program kajian wajib diadakan disetiap chapter wilayah kota/kabupaten yang sudah
dikukuhkan minimal 1 (satu) bulan 2 (dua) kali.
3. Setiap chapter mempunyai KABID SOSIAL yang nantinya akan membimbing anggota.
4. Kegiatan Kopsan bisa dilakukan di indor atau outdor dengan suasana yang memadai.

II. PERSYARATAN MENJADI ANGGOTA BIASA :


1. Warga Negara Indonesia yang telah berusia 17 (tujuh belas tahun) dibuktikan dengan
Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan sim C, sedangkan bagi yang belum berusia 17 (tujuh
belas) tahun harus melampirkan surat persetujuan dari orang tua/wali yang sah.
2. Menyatakan diri bersedia untuk menjadi anggota FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA
dengan mengisi formulir melalui sistim pusat FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA.
3. Anggota adalah BIKERS beragama yang menjadi syarat ketentuan sebagai anggota.
4. Menerima dan bersedia mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan
Organisasi dan ketentuan-ketentuan lain yang dikeluarkan.
5. Sanggup secara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang ditentukan.
- DIHARUSKAN -
6. Pengendara yang memiliki sepeda motor siap belajar dalam kegiatan bersosial
7. Syarat-syarat keanggotaan secara administratif dibuat dan dilaksanakan oleh rapat
pengurus organisasi.
8. Aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan yaitu salah satunya (baksos, touring, jamnas,
sowan antar komunitas bikers lain)

III. PERSYARATAN MENJADI ANGGOTA KEHORMATAN


1. Merupakan pribadi-pribadi yang menurut penilaian telah secara sungguh-sungguh
mengabdi dan berjasa dalam membina dan mengembangkan FORUM BIKERS
PEDULI INDONESIA
2. Memiliki kemampuan dan keahlian yang diperlukan oleh FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA.
3. Adalah publik figur yang direkomendasikan pengurus dan dikenal masyarakat

IV. TANDA KEANGGOTAAN


1. Setiap anggota diberi tanda keanggotaan sesuai dengan status keanggotaannya.

4
1. Bentuk, prosedur, dan tata cara tanda keanggotaan diatur tersendiri dalam Peraturan
Organisasi FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA yang disahkan di Rakernas.

V. ADAB Anggota FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA-


1. Menjalin silahturohmi dengan mengikuti undangan Acara RESMI komunitas lain.
a. Memakai pakaian sopan/atribut FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA yang ada.
[Link] perkara maksiat seperti minum-minuman,ikut hura-hura,
2. Menjaga nama baik disetiap komunitas lain yang ditemui.
3. Sopan dan santun di jalan dengan mentaati cara berlalulintas terutama terhadap sesama
pengguna jalan
4. Setiap anggota wajib menjaga perilaku dalam penggunaan lambang dan panji.
5. Seluruh komponen yang tergabung dalam grup Whatsapp (WA) baik dalam grup maupun
grup Resmi FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA, agar memperhatikan tata tertib
sebagai berikut :
a. Segala pertanyaan yang berkaitan dengan sosial yang ditujukan diharapkan
memperhatikan norma sopan dan santun sebagai penghormatan atas ke-Ilmuan;
b. Para anggota dilarang untuk mendukung ataupun turut serta dalam hal BERDEBAT di
dalam grup/dana tau medsos demi terjalinnya Ukhuwah, apabila terdapat ketidak
puasan mengenai sesuatu hal yang disampaikan maka sangat disarankan untuk
langsung berdiskusi secara pribadi dengan yang bersangkutan atau yang
menyampaikan broadcast bukan di grup FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA.
c. Setiap sharing informasi baik berupa artikel, poster sosial, poster kegiatan lain, voice
(mp3), maupun video (mp4) diwajibkan melalui Humas terlebih dahulu, dan wajib
untuk menyertakan sumber referensi ataupun deskripsi/narasi (untuk voice dan video)
yang jelas serta rinci agar dapat di ambil hikmah ilmunya;
d. Dilarang untuk memposting hal-hal yang berhubungan dengan SARA, tidak
pantas/tidak sesuai dengan norma kesopanan maupun agama, ataupun hal-hal yang
dapat menimbulkan perdebatan, dan juga jual beli barang/jasa yang dapat
menimbulkan polemic yang dapat mengganggu kondusifitas didalam grup, contoh :
jual beli senjata, baik asli maupun mainan, jual beli hewan peliharaan, jual beli obat-
obatan, dll;

VI. KEHILANGAN STATUS KEANGGOTAAN


1. Setiap Anggota Biasa dan Anggota Kehormatan kehilangan status keanggotaannya
karena :
a. Meninggal dunia
b. Permintaan sendiri secara tertulis
c. Diberhentikan
2. Setiap chapter kehilangan status keanggotaannya karena :
a. Chapter tersebut bubar (tidak ada anggota)
b. Permintaan sendiri secara tertulis untuk independen dikuatkan dengan petisi dan
pengurus wajib melakukan pertanggung jawaban kepada pusat.

VII. TINDAKAN DISIPLIN TERHADAP ANGGOTA

5
1. Anggota Biasa dan Anggota Kehormatan dapat dijatuhi Tindakan Disiplin berupa :
A. Peringatan, terdiri dari :
1. Peringatan Lisan, atau Pesan Tulis
2. Peringatan Tertulis resmi
B. Pemberhentian Sementara, terdiri dari :
1. Pemberhentian Sementara tanpa pencabutan hak suara atau hak memilih dan
dipilih
2. Pemberhentian Sementara disertai dengan pencabutan hak setelah diberikan 2
(dua) kali peringatan tertulis.
C. Pemberhentian
2. Tindakan disiplin dijatuhkan kepada anggota yang :
a. Tidak memenuhi lagi ketentuan/keputusan organisasi
b. Mencemarkan nama baik organisasi
c. melawan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
d. Dihukum oleh pengadilan karena melakukan tindak pidana atau perdata atau menuju
keranah hukum.
3. Tindakan disiplin berupa peringatan dan pemberhentian sementara adalah wewenang
Pimpinan Organisasi dimana dia didaftar, sedangkan rehabilitasi dari pada tindakan
tersebut adalah wewenang Pimpinan Organisasi setingkat lebih tinggi atau persetujuan.
4. Tindakan disiplin berupa pemberhentian, adalah wewenang Pengurus Pusat setelah
menerima laporan dan usul dari Pimpinan Organisasi dibawahnya menurut garis hierari.
5. Pelaksanaan wewenang Pimpinan Organisasi dalam menjatuhkan hukum Tindakan
Disiplin sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (4) dilakukan dalam Rapat
Pleno dengan terlebih dahulu mendengarkan pembelaan dari anggota yang disangka
melakukan pelanggaran disiplin.
6. Hukuman tindakan disiplin berupa Pemberhentian Sementara yang disertai atau tidak
disertai dengan pencabutan hak suara atau hak memilih dan dipilih berlaku dalam waktu
selama-alamatnya 2 (dua) bulan sejak diputuskan.
7. Tiap Anggota yang telah dijatuhi hukuman disiplin berhak mengajukan keberataan
(banding) kepada Pimpinan Organisasi setingkat lebih tinggi dalam waktu 14 (empat
belas) hari sejak diterimanya surat keputusan hukuman disiplin tersebut.
8. Apabila pembelaan tersebut pada ayat (7) tidak dapat diterima, maka Anggota yang
dikenakan disiplin tersebut berhak mengajukan pembelaan terakhir melalui Forum
Rakernas atau Munas/Munaslub dan anggota tersebut menanggung biaya.
9. Ketentuan lebih lanjut tentang Tindakan Disiplin ditetapkan dalam Peraturan.

6
PASAL 3
ORGANISASI

7
I. SYARAT ORGANISASI
1. FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA Pusat adalah organisasi untuk seluruh
Wilayah Indonesia yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia
2. FORUM BIKERS PEDULIOINDONESIAChapter adalah organisasi tingkat Chapter
yang dapat dibentuk dengan syarat memiliki 2 (dua) komunitas di Wilayah Chapter,
yang didaftarkan ke FORUMBIKERS PEDULI INDONESIA PUSAT.
3. Komunitas adalah organisasi atau perkumpulan yang menjadi wadah anggota biasa
di Chapter, dapat dibentuk dengan syarat memiliki minimal 11 (sebelas) anggota,
AD/ART, Susunan Pengurus dan mempunyai kedudukan/alamat yang tetap.

II. LAMBANG
1. FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA mempunyai lambang, yaitu lambang yang
bertuliskan " FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA ” *(Lampiran 1).
2. Bentuk, gambar dan ukuran lambang organisasi FORUM BIKERS PEDULI INDONESI
adalah sebagaimana terinci pada Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA ini *(Lampiran 1).

III. PANJI BENDERA


1. Mempunyai panji, yaitu “Panji FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA
(Lampiran 2).
2. Panji memiliki tulisan FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA yang diletakan di tengah-
tengah gambar panji bendera.
3. Bentuk gambar dan ukuran panji FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA adalah
sebagaimana terinci pada lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari ART
ini *(Lampiran 2).

IV. SUMBER KEKAYAAN ORGANISASI


Kekayaan organisasi FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA didapatkan dari kegiatan-
kegiatan maupun
usaha-usaha antara lain :
1. FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA Pusat didapat dari :
a. UANG pendaftaran anggota biasa melalui FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA
CHAPTER diseluruh Indonesia.
b. Infaq dari anggota senilai Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) setiap bulan
c. Biaya pendaftaran melalui FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA Chapter diseluruh
Indonesia
d. Dari Unit usaha / Muamalah

8
PASAL 4
HIRARKHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

9
Hirarkhi keputusan dalam FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA adalah sebagai berikut :
a. Keputusan atau Ketetapan Musyawarah Nasional/Musyawarah Nasional Luar Biasa
b. Keputusan atau Ketetapan Rapat Kerja Nasional
c. Peraturan Organisasi
d. Keputusan Rapat Pleno Pengurus Pusat
e. Keputusan Ketua Umum
f. Keputusan atau Ketetapan Musyawarah chapter
g. Keputusan Rapat Pleno Pengurus chapter
h. Keputusan Ketua Pengurus chapter

10
PASAL 5
MUSYAWARAH DAN RAPAT

11
I. MUSYAWARAH NASIONAL
(1). Peserta Musyawarah Nasional (MUNAS) adalah :
a. Badan Pembina FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA Pusat
b. Pengurus Pusat
c. Badan Pengawas chapter
d. Pengurus chapter yang diberi mandat.
(2). Peninjau Munas terdiri dari para undangan, Anggota Kehormatan, perwakilan komunitas
lain, Pengurus chapter dan para Koordinator Region, yang semuanya ditetapkan oleh
Pengurus Pusat FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA.
(3). Pimpinan Munas dipilih oleh dan dari Peserta Munas dari unsur Pengurus Pusat/chapter
daerah.
(4). Hak bicara ada pada peserta, sedangkan Hak Suara dalam Munas hanya ada pada ketua,
sekjen dan bidang dakwah bagi masing-masing FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA
di setiap chapter
(5). Kecuali ditetapkan lain dalam AD dan ART ini, MUNAS adalah sah dan dapat
memutuskan segala hal yang dibicarakan apabila MUNAS dihadiri oleh lebih dari ½+1
(setengah) + 1 dari jumlah seluruh Pengchap FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA
yang memiliki hak suara.
(6). MUNAS untuk membicarakan dan memutuskan Perubahan ART hanya dapat dilaksanakan
apabila MUNAS dihadiri oleh paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari seluruh jumlah chapter
FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA yang ada dan memiliki hak suara, dan usul
perubahan tersebut disetujui oleh sejumlah chapter FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA yang secara bersama memiliki paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari seluruh
jumlah hak suara yang dimiliki oleh chapter FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA
yang hadir.
(7). Sebelum Musyawarah Nasional dimulai, Pengurus Pusat membuat undangan, acara
sementara dan rancangan tata tertib, yang disampaikan oleh Pengurus Pusat kepada peserta
paling lambat 10 (sepuluh) hari sebelum Musyawarah Nasional dimulai.(diawali dengan
sidang).
(8). Acara sementara dan rancangan tata tertib Musyawarah Nasional disusun oleh Pengurus
Pusat dan disahkan oleh Musyawarah Nasional.

II. MUSYAWARAH NASIONAL LUAR BIASA


(1). Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) diadakan untuk membicarakan masalah-
masalah yang menurut sifatnya berada diluar wewenang dan tanggung jawab Pengurus
Pusat dan pemecahan masalah itu tidak dapat ditangguhkan sampai Musyawarah Nasional
berikutnya.
(2). Undangan disampaikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Munaslub dimulai
dengan disertai acara sementara.
(3). MUNASLUB hanya untuk mengambil keputusan mengenai permasalahan yang dimaksud
pada ayat (1)
(4). Ketentuan-ketentuan dan wewenang yang berlaku terhadap Musyawarah Nasional
sebagaimana diatur dalam AD dan ART ini berlaku pula terhadap Musyawarah Nasional
Luar Biasa.

12
(5). Keputusan di umumkan saat penutupan munaslub

III. MUSYAWARAH Chapter


(1). Peserta Muschap adalah :
a. Pengurus Pusat yang diberi mandat.
b. Pengurus chapter dan anggota FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA
(2). Peninjau Muschap terdiri dari Undangan yang ditetapkan oleh Pengurus chapter.
(3). Pimpinan Muschap dipilih oleh dan dari anggota dari unsur Pengurus Chapter
(4). Hak bicara ada pada peserta dan peninjau, sedangkan Hak Suara dalam Muspchap hanya
ada satu bagi masing-masing chapter
(5). Muschap adalah sah dan dapat memutuskan segala hal yang dibicarakan apabila Muschap
dihadiri oleh lebih dari ½ (setengah) + 1 dari jumlah seluruh chapter yang memiliki hak
suara.
(6). Sebelum Musyawarah chapter dimulai, Pengurus chapter membuat undangan, acara
sementara dan rancangan tata tertib yang disampaikan oleh Pengurus chapter kepada yang
bersangkutan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Musyawarah dimulai.
(7). Acara sementara dan rancangan tata tertib Musyawarah chapter disusun oleh Pengurus
chapter dan disahkan oleh Musyawarah chapter
(8). Selambat-lambatnya 1 (satu) pekan setelah Musyawarah chapter berakhir, Pengurus
chapter mengumumkan keputusan-keputusan Musyawarah chapter.
(9). Tata cara pelaksanaan Musyawarah chapter ditetepakan melalui keputusan Pengurus Pusat.

IV. MUSYAWARAH CHAPTER LUAR BIASA


(1). Musyawarah Chapter Luar Biasa (Muschaplub) diadakan atas persetujuan Pengurus
Pusat untuk membicarakan masalah-masalah yang menurut sifatnya berada diluar
wewenang dan tanggung jawab Pengurus chapter dan pemecahan masalah itu tidak dapat
ditangguhkan sampai Musyawarah chapter berikutnya.
(2). Undangan disampaikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum MUSCHAPLUB
dimulai dengan disertai acara sementara.
(3). Ketentuan-ketentuan dan wewenang yang berlaku terhadap Musyawarah CHAPTER
berlaku pula terhadap Musyawarah NASIONAL Luar Biasa.

V. RAPAT KERJA NASIONAL


(1). Peserta Kerja Nasional (Rakernas) adalah :
a. Badan Pembina Pusat
b. Pengurus Pusat
c. Pengurus chapter yang diberi mandat.
(2). Peninjau Rakernas terdiri dari para undangan, Anggota Kehormatan, Anggota komunitas,
Pengurus chapter, yang semuanya ditetapkan oleh Pengurus Pusat .
(3). Pimpinan Rakernas adalah Pengurus Pusat FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA.
(4). Sebelum Rapat Kerja Nasional dimulai Pengurus Pusat membuat undangan, acara
sementara dan rancangan tata tertib yang disampaikan oleh Pengurus Pusat kepada yang
bersangkutan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Rakernas dimulai.
(5). Acara dan tata tertib Rakernas ditetapkan di dalam Rakernas.

13
(6). Selambat-lambatnya 1 (satu) pekan setelah Rapat Kerja Nasional berakhir, Pengurus Pusat
menyampaikan hasil-hasil keputusan Rapat Kerja Nasional kepada Peserta Rapat Kerja
Nasional.

VI. RAPAT KERJA CHAPTER


(1). Rapat Kerja Chapter (Rakerchap) diadakan sekali setiap tahun setelah penyelenggaraan
Rakernas, kecuali apabila dalam tahun yang sama diadakan Muschap.
(2). Peserta Rakerchap adalah :
a. Badan Pembina
b. Pengurus chapter
c. Pengurus chapter lain yang diberi mandat.
(3). Peninjau Rakerchap terdiri dari para undangan yang semuanya ditetapkan oleh Pengurus
chapter.
(4). Pimpinan Rakerchap adalah Pengurus chapter.
(5). Sebelum Rapat Kerja chapter dimulai Pengurus chapter melaksanakan Rapat koordinasi
Bidang untuk membahas dan menyusun rencana ketetapan Rakerchap.
(6). Sebelum Rapat Kerja chapter dimulai Pengurus chapter membuat undangan, acara
sementara dan rancangan tata tertib yang disampaikan kepada yang bersangkutan paling
lambat 7 (tujuh) hari sebelum Rakerchap dimulai.
(7). Acara dan tata tertib Rakerchap ditetapkan oleh Rakerchap.
(8). Selambat-lambatnya 1 (satu) pekan setelah Rapat Kerja chapter berakhir, Pengurus chapter
menyampaikan hasil-hasil keputusan Rapat Kerja chapter kepada Peserta Rapat Kerja
chapter

VII. RAPAT PLENO-PLENO PENGURUS


(1). Rapat Pleno Pengurus adalah rapat lengkap Pengurus Pusat dan chapter yang diadakan
untuk menyelaraskan pelaksanaan kebijakan ditingkat Pusat
(2). Rapat Pleno Pengurus diadakan oleh Pengurus Pusat sekurang-kurangnya sekali setiap
bulan.
(3). Peserta Rapat Pleno Pengurus adalah Pengurus Pusat
(4). Rapat Pleno Pengurus Pusati dapat mengundang pihak-pihak lain apabila dipandang perlu.
(5). Pimpinan Rapat Pleno Pengurus adalah Ketua Umum Pengurus Pusat/Ketua Pengurus
chapter atau Pengurus lain yang diberi mandat sesuai dengan hierarki yang diatur dalam
Peraturan Organisas.
(6). Undangan, acara dan materi Rapat Pleno Pengurus harus disampaikan kepada peserta
selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Rapat Pleno Pengurus dilaksanakan.
(7). Hasil-hasil yang diputuskan Rapat Pleno Pengurus harus disampaikan kepada peserta
selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah Rapat Pleno Pengurus berakhir.

VIII. TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN


(1). Pengambilan keputusan dalam Musyawarah diambil secara musyawarah untuk mencapai
mufakat dan apabila hal itu tidak tercapai, maka keputusan akan diambil berdasarkan suara
terbanyak.
(2). Pengambilan keputusan dalam rapat-rapat diambil secara musyawarah untuk mencapai
mufakat dan apabila hal itu tidak tercapai, maka keputusan akan diambil berdasarkan suara

14
terbanyak.
(3). Setiap keputusan dalam Musyawarah dan Rapat-Rapat yang dilakukan dengan pemungutan
suara dilakukan secara terbuka maupun tertutup dari peserta yang memiliki hak suara.
(4). Rapat-rapat adalah sah apabila telah mencapai qourum yaitu dihadiri oleh ½+1 (setengah
ditambah satu) dari jumlah peserta yang memiliki hak suara. Apabila rapat-rapat tidak
mencapai quorum dan setelah di tunda 2x30 (dua kali tiga puluh) menit, maka peserta rapat
yang hadir dapat mengambil suatu keputusan.

15
PASAL 6
BADAN PEMBINA
(1). Anggota Badan Pembina Pusat terdiri dari :

16
a. Kementerian/instansi/kepolisian/aparatur pemerintah pada tingkat pusat yang
membidangi urusan pemerintahan yang terkait secara langsung atau tidak langsung
dengan pelaksanaan tugas, fungsi, tujuan dan wewenang .
b. Pejabat dilingkungan kementerian/instansi/lembaga pemerintah pada tingkat pusat,
termasuk pimpinan BUMN yang memiliki tugas dan kewenangan yang terkait secara
langsung atau tidak langsung dengan pelaksanaan tugas, fungsi, tujuan dan wewenang.
c. Tokoh-tokoh masyarakat dan unsur swasta yang dipandang dapat serta bersedia
memberikan pemikiran, moril maupun materiil untuk kepentingan olahraga dan wisata
kendaraan bermotor.
(2). Anggota Badan Pembina di Chapter terdiri dari :
a. Tokoh agama / Pemerintahan / Kepolisian / Tentara Nasional Indonesia
(3). Anggota Badan Pembina yang berasal dari tokoh-tokoh masyarakat dan unsur swasta
ditetapkan dalam MUNAS
(4). Anggota Badan Pembina Pusat wajib diundang dalam setiap kegiatan resmi yang
diselenggarakan FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA Pusat
(5). Pelaksanaan tugas dan wewenang anggota Badan Pembina dapat dilakukan secara
langsung oleh masing-masing anggota Badan Pembina tanpa harus melalui keputusan rapat
Badan Pembina atau melalui rapat Badan Pembina.
(6). Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Badan Pembina dapat mengadakan Rapat
Koordinasi dan Konsultasi dengan Pengurus FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA
sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun, baik atas permintaan salah seorang
anggota Badan Pembina atau atas Permintaan Ketua Umum dan pengurus.
(7). Ketua Umum/Ketua wajib mengupayakan dan memelihara komunikasi dengan anggota
Badan Pembina dalam rangka pelaksanaan tugas dan wewenang Badan Pembina.

17
PASAL 7
BADAN PENGURUS

18
I. FUNGSI PENGURUS
(1). Pengurus Pusat :
a. Memimpin dan melaksanakan segala ketentuan-ketentuan organisasi FORUM BIKERS
PEDULI INDONESIA yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga, Keputusan-Keputusan Musyawarah Nasional dan Rapat Kerja Nasional serta
segala keputusan yang diambil dan ditetapkan oleh organisasi termasuk pula mengawasi
pelaksanaannya.
b. Menyelenggarakan Musyawarah Nasional dan Rapat Kerja Nasional.
c. Menyusun Program Kerja dan Program Khusus berdasarkan keputusan Musyawarah
Nasional untuk ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional.
d. Menyelenggarakan pembinaan dan Pengawasan disiplin, tata tertib dan kesadaran
hukum dilingkungan organisasi.
(2). Pengurus Chapter:
a. Memimpin organisasi dan melaksanakan segala ketentuan-ketentuan yang tercantum
dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Keputusan-Keputusan
Musyawarah Nasional, Rapat Kerja Nasional, Musyawarah chapter, Rapat Kerja chapter
serta segala keputusan yang diambil dan ditetapkan oleh organisasi termasuk pula
mengawasi pelaksanaannya.
b. Menyelenggarakan Musyawarah chapter dan Rapat Kerja chapter
c. Menyusun Program Kerja berdasarkan keputusan Musyawarah chapter dan Program
Kerja Nasional untuk ditetapkan dalam Rapat Kerja chapter
d. Menyelenggarakan pembinaan dan Pengawasan untuk pengembangan serta kemajuan
dari oganisasi dibawah naungannya.
(3). Anggota :
a. Menyelenggarakan pembinaan untuk pengembangan dan kemajuan dari anggota-
anggotanya.
b. Anggota wajib mematuhi dan mentaati segala ketentuan dan tata tertib di FORUM
BIKERS PEDULI INDONESIA Menyelenggarakan dan atau mengikuti suatu kegiatan.
c. Mendukung pengembangan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kendaraan
bermotor.
d. TOURING SOSIAL.

II. HUBUNGAN TATA KERJA


(1). FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA Pusat dengan chapter :
a. Pusat adalah Pembina dan Pengawas terhadap FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA chapter
b. Setiap penyelenggaraan kegiatan yang berskala Nasional,FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA chapter wajib terlebih dahulu mendapatkan ijin dari Pusat, sedangkan
untuk penyelenggaraan kegiatan yang berskala daerah FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA chapter wajib memberitahukan kepada Pusat.
c. Apabila FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA chapter tidak dapat mengambil
keputusan karena berhubung sesuatu hal, maka FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA Pusat berkewajiban untuk mengambil keputusan dengan tetap
memperhatkan hasil Musyawarah chapter dan Rapat Kerja chapter serta saran dari

19
Dewan Pembina chapter
d. FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA chapter berkewajiban memberikan laporan
atau pertanggung jawaban kegiatannya kepada Pusat.
e. FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA Pusat wajib memperhatikan saran dan usul
FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA chapter.

III. STRUKTUR ORGANISASI PENGURUS PUSAT


Pengurus pusat, terdiri dari :
1. Ketua Umum
2. Sekretaris Jenderal
3. HUMAS
4. Ketua Bidang (SPESIFIKAN)
a. KABID TOURING
b. KABID LOGISTIC
c. KABID TATA-USAHA
d. KABID SURVEI

IV. TUGAS DAN KEWAJIBAN PENGURUS PUSAT


1. Ketua Umum :
a. Memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Pengurus Pusat
b. Menetapkan kebijakan umum berdasarkan keputusan Musyawarah Nasional dan Rapat
Kerja Nasional yang berlandaskan AD/ART.
c. Bertanggung jawab kepada Musyawarah Nasional.
2. Sekretaris Jenderal :
a. Melaksanakan tugas-tugas Ketua Umum apabila Ketua Umum berhalangan.
b. Melaksanakan fungsi koordinasi dan pengawasan organisasi.
c. Merumuskan saran dan tindakan, baik preventif maupun represif kepada Ketua Umum
atas segala penyimpangan pelaksanaan kegiatan Organisasi.
d. Dalam melaksanakan tugasnya, bertanggung jawab kepada Ketua Umum.
e. Mengkoordinasikan dan mengarahkan setiap dan seluruh kegiatan dari sekretariat
jenderal
f. Mengkoordinasikan penyusunan atau kompilasi laporan kerja PP untuk tahun anggaran
yang tertentu dan/atau kompilasi dari beberapa laporan kerja untuk beberapa tahun
anggaran.
g. Mengkoordinasikan penyusunan atau kompilasi perencanaan program kerja dan anggaran
pendapatan dan belanja PP untuk tahun anggaran yang tertentu
h. Mendukung seluruh kebutuhan fasilitas dan perlengkapan untuk operasional setiap
Bidang dan setiap Komisi.
i. Melaksanakan kegiatan administrasi dan ketatausahaan, kehumasan, pembinaan personil,
pembinaan material, perlengkapan dan kegiatan pembinaan kerumahtanggaan PP
j. Mengkoordinasikan pengumpulan data mengenai olahragawaan yang telah berprestasi
dan/atau berjasa di bidang olahraga.
k. Mengkoordinasikan dan melaksanakan pemeliharan terhadap setiap dan seluruh kekayaan
PP

20
l. Mengkoordinasikan persiapan dan penyelenggaraan setiap Munas dan Rakernas.
m. Mempersiapkan dan menyelenggarakan setiap Rapat PP, Rapat Koordinasi dan
Konsulltasi, Rapat Bidang-Bidang, Rapat Komisi, Rapat Terbatas, dan
mengkoordinasikan pembuatan notulen atau risalah dari setiap rapat dimaksud.
n. Mengkoordinasikan penyusunan laporan dan program kerja Sekjen
o. Membina hubungan kerjasama dengan organisasi diluar PP
p. Menjadi nara sumber pada setiap Munas dan Rakernas.
q. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai anggota PP dan Sekjen
bertanggung jawab kepada PP dan Ketua Umum.
r. Membentuk satuan kerja untuk keperluan urusan-urusan umum dan sekretariat, marketing
dan event, advokasi dan hukum serta komunikasi dan informasi.
3. HUMAS dan PENASEHAT :
a. Membantu Sekretaris Jenderal dalam melaksanakan tugas- tugasnya, terutama dalam
melaksanakan kegiatan administrasi dan ketatausahaan, kehumasan, pembinaan personil,
pembinaan material, perlengkapan dan kegiatan pembinaan kerumahtanggaan PP.
b. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal.
4. Ketua Bidang (SPESIFIKAN) :
a. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan keanggotaan baik ditingkat Pusat maupun
chapter
b. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan Organisasi .
c. Melaksanakan pengelolaan sertifikasi, lisensi dan penghargaan
d. Dalam melaksanakan tugasnya, bertanggung jawab kepada Ketua Umum.
e. Optimalisasi pemberdayaan sumber sumber kekayaan organisasi

V. JABATAN RANGKAP
(1). Jabatan Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Wakil Sekretaris Jenderal, Bendahara, Ketua -
Ketua Bidang dan Ketua-Ketua Komisi tidak boleh dirangkap dengan jabatan apapun pada
susunan kepengurusan atau jajarannya, kecuali Jabatan Kehormatan.
(2). Jabatan Ketua, Sekjen (Sekretaris Jendral), Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, Ketua-
Ketua Bidang, dan Ketua-Ketua Komisi tidak boleh dirangkap dengan jabatan apapun pada
susunan kepengurusan FORUMBIKERS PEDULI INDONESIA Chapter atau jajarannya,
kecuali Jabatan Kehormatan.

VI. PERGANTIAN PENGURUS ANTAR WAKTU


(1). Apabila Ketua Umum berhalangan tetap, maka digantikan oleh Sekretaris Jenderal dan
Ketua Pengurus chapter berhalangan tetap, maka digantikan sekjen sampai masa bakti
kepengurusan,
(2). Apabila Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal berhalangan tetap, maka diadakan
Musyawarah Nasional Luar Biasa sedangkan Ketua dan Sekjen (Sekretaris Jendral)
berhalangan tetap, maka diadakan Musyawarah chapter Luar Biasa.
(3). Apabila Sekretaris Jenderal/Sekjen (Sekretaris Jendral) atau Pengurus lainnya berhalangan
tetap/lowong, maka penggantian/pengisian jabatan lowong tersebut dilakukan dan
disahkan melalui Rapat Pengurus.
(4). Berhalangan tetap sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) adalah

21
sebagai berikut :
a. Meninggal dunia
b. Mengundurkan diri yang akan berlaku efektif terhitung saat dan tanggal diserahkannya
surat atau pernyataan pengunduran diri kepengurusan pusat
c. Dikenakan tindakan disiplin berupa pemberhentian dari kepengurusan.
d. Sakit atau karena sebab lain sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya selama 6
(enam) bulan secara terus menerus, yang berlaku effektif dengan lewatnya waktu
selama 6 [enam] bulan terus-menerus
e. Ditempatkan di bawah pengampuan, yang akan berlaku effektif terhitung tanggal
ditetapkannya keputusan pengadilan yang menempatkannya di bawah pengampuan itu;
atau
f. Dinyatakan pailit atau insolven [tidak sanggup membayar hutang-hutangnya], yang
akan berlaku effektif terhitung tanggal diberitahukannya keputusan pengadilan yang
menyatakannya sebagai pailit atau insolven [tidak sanggup membayar hutang-
hutangnya] itu
g. Dihukum pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap

VII. TINDAKAN DISIPLIN ANGGOTA PENGURUS DAN


TINDAKAN DISIPLIN JABATAN
(1). Kecuali diatur lain dalam Pasal ini, maka ketentuan Tindakan Disiplin terhadap Anggota
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Point VII ART berlaku terhadap Anggota Pengurus.
(2). Tindakan disiplin terhadap anggota Pengurus dilakukan oleh Pimpinan Organisasi yang
setingkat lebih tinggi sedang terhadap anggota Pengurus Pusat dilakukan oleh suatu sidang
yang diadakan oleh Pengurus Pusat dan terhadap Ketua Umum ditetapkan oleh
Musyawarah Nasional/Musyawarah Nasional Luar Biasa.
(3). Tiap Anggota Pengurus yang dijatuhi hukuman disiplin organisasi, berhak mengajukan
pembelaaan terhadap/kepada yang mengambil tindakan dalam waktu 14 (empat belas) hari
sejak diterimanya surat keputusan hukuman disiplin tersebut.
(4). Tindakan disiplin berkenaan dengan jabatan dapat dikenakan kepada personal atau
lembaga yang memiliki jabatan atau kualifikasi tertentu dilingkungan.
(5). Tindakan disiplin berkenaan dengan jabatan dapat berupa :
a. Peringatan
b. Pemberhentian sementara atau skorsing
c. Pemberhentian dari jabatan
(6). Pengaturan tentang Tindakan Disiplin Pengurus dan Tindakan Disiplin Jabatan lebih lanjut
diatur dalam Peraturan Organisasi.

22
PASAL 8
KETUA UMUM DAN KETUA

23
I. KETUA UMUM
(1). Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, Ketua Umum wajib mematuhi AD, ART,
keputusan-keputusan Munas/Munaslub, keputusan Rakernas, Peraturan Organisasi dan
keputusan-keputusan Rapat Pengurus Pusat.
(2). Untuk kepentingan atau tugas tertentu Ketua Umum berdasarkan surat keputusan atau surat
kuasa, dapat memberikan penugasan atau kuasa kepada anggota [Link] BIKERS
PEDULI INDONESIA dan/atau pihak lainnya, dengan ketentuan pemberian tugas atau
kuasa itu tidak boleh bertentangan dengan ketentuan pembagian tugas dan
kewajiban/mandat sebagaimana diatur di dalam AD, ART dan setiap keputusan Rapat PP.
FORUM BIKERS PEDULI INDONEISA.
(3). Dalam hal Ketua Umum tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana
tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Sekretaris Jenderal berhak dan
berwenang bertindak untuk dan atas nama serta mewakili [Link] BIKERS PEDULI
INDONESIA, dan berwenang bertindak untuk dan atas nama serta mewakili [Link]
BIKERS PEDULI INDONESIA.
(4). Ketua Umum dipilih dan ditetapkan dalam MUNAS.
(5). Calon-calon Ketua Umum akan dijaring oleh Tim Seleksi yang dipilih dan ditetapkan
dalam Rakernas.
(6). Bakal calon Ketua Umum adalah nama yang disampaikan oleh Tim Seleksi kepada
MUNAS untuk dibahas dan ditetapkan sebagai Calon Ketua Umum.
(7). Sebelum dilaksanakan pemilihan Ketua Umum, para Calon Ketua Umum diberikan
kesempatan yang sama untuk menyampaikan cv (curiculum vitae), paparan visi, misi dan
garis besar rencana program kerja di depan peserta Rapat Paripurna Munas.
(8). Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
Apabila tidak tercapai musyawarah mufakat, maka pemilihan Ketua Umum dilakukan
dengan pemungutan suara.
(9) Pemilihan Ketua Umum dapat dilaksanakan secara Tertutup maupun Terbuka atas
persetujuan suara terbanyak peserta MUNAS.
(10). Apabila calon Ketua Umum terdiri dari 3 [tiga] orang atau lebih, pemilihan dilakukan
dengan tahapan, sebagai berikut :
a. Pemilihan tahap pertama dilakukan untuk memilih 2 (dua) orang calon dari para calon
yang ada. Dua orang calon Ketua Umum yang memperoleh jumlah suara pemilih
terbanyak berhak maju ke Pemilihan Tahap Kedua .Apabila didalam Tahap Pertama ini
terdapat calon Ketua Umum yang memperoleh dukungan mayoritas sederhana (½+1)
dari seluruh jumlah suara yang sah, maka calon Ketua Umum tersebut ditetapkan
sebagai Ketua Umum terpilih.
b. Ke-2 [dua] orang calon Ketua Umum hasil Pemilihan Tahap Pertama maju untuk
mengikuti Pemilihan Tahap Kedua yang wajib dilaksanakan dengan segera setelah hasil
Pemilihan Tahap Pertama diumumkan. Calon Ketua Umum yang memperoleh
dukungan mayoritas sederhana (½+1) dari seluruh jumlah suara yang sah ditetapkan
sebagai Ketua Umum terpilih.
(11). Apabila Calon Ketua Umum hanya terdiri dari dari 2 [dua] orang, pemilihan hanya
dilakukan 1 [satu] kali.
(12). Dalam hal Calon Ketua Umum hanya 1 [satu] orang, maka Calon Ketua Umum tersebut

24
disahkan dan ditetapkan menjadi Ketua Umum.
(13). Ketentuan lebih lanjut mengenai tata tertib Pemilihan Ketua Umum akan diatur dalam Tat
Tertib Pemilihan Ketua Umum yang diputuskan dan disahkan dalam Musyawarah
Nasional.

II. KETUA CHAPTER


(1). Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, Ketua chapter wajib mematuhi AD, ART,
keputusan-keputusan Munas/Munaslub, keputusan-keputusan Rakernas, Peraturan
Organisasi, keputusan-keputusan Rapat Pengurus Pusat, keputusan-keputusan Muschap,
Rakerchap dan keputusan-keputusan Rapat Pengurus chapter
(2). Untuk kepentingan atau tugas tertentu Ketua Pengchap berdasarkan surat keputusan atau
surat kuasa, dapat memberikan penugasan atau kuasa kepada anggota Pengchap dan/atau
pihak lainnya, dengan ketentuan pemberian tugas atau kuasa itu tidak boleh bertentangan
dengan ketentuan pembagian tugas dan kewajiban sebagaimana diatur di dalam AD, ART
dan setiap keputusan Rapat Pengchap.
(3). Dalam hal Ketua tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana tidak
perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Sekjen (Sekretaris Jendral) berhak dan
berwenang bertindak untuk dan atas nama serta mewakili chapter, dan berwenang
bertindak untuk dan atas nama serta mewakili chapter.
(4). Ketua Pengchap dipilih dan ditetapkan dalam Muschap.
(5). Calon-calon Ketua akan dijaring oleh Tim Seleksi yang dipilih dan ditetapkan dalam
Rakerchap.
(6). Bakal calon Ketua chapter adalah nama yang disampaikan oleh Tim Seleksi kepada
Muschap untuk dibahas dan ditetapkan sebagai Calon Ketua chapter.

25
PASAL 9
KEUANGAN DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN

26
(1). Setiap akhir tahun kerja oleh Pengurus Pusat dan Pengurus Chapter disusun laporan
keuangan serta rencana anggaran pendapatan dan belanja organisasi
(2). Hal tersebut pada ayat (1) dilaporkan oleh :
a. Pengurus chapter kepada Pengurus Pusat.
b. Pengurus Pusat dalam Rapat Kerja Nasional.
c. Pengurus Chapter dalam Rapat Kerja chapter
(3). Selambat-lambatnya 5 (lima) bulan setelah berakhirnya tahun kerja, laporan keuangan
standart Pengurus Pusat diaudit oleh auditor eksternal yang ditetapkan Pengurus Pusat.
(4). Badan Pembina, Badan Pengurus dan Badan Pengawas dapat meminta laporan keuangan
Pengurus Pusat hasil audit auditor eksternal
(5). Tata cara dan prosedur anggaran serta laporan keuangan diatur tersendiri dalam Peraturan
Organisasi FORUMBIKERS PEDULI INDONESIA.

27
PASAL 10
PENGECUALIAN DAN PERUBAHAN

28
I. PENGECUALIAN
(1). Usul Pengecualian ketentuan tertentu dari ART dapat dilakukan oleh [Link]
BIKERS PEDULI INDONESIA atau sejumlah chapter yang secara bersama memiliki
paling sedikit 1/3 (sepertiga) dari jumlah chapter
(2). Usul dimaksud ayat (1) yang dilakukan oleh sejumlah chapter harus dilakukan secara
tertulis dan ditandatangani oleh para pengusul dan disampaikan kepada [Link]
BIKERS PEDULI INDONESIA.
(3). Usul pengecualian dimaksud ayat (1) akan disampaikan oleh [Link] PEDULI
INDONESIA kepada setiap chapter, paling lama 30 [tiga puluh] hari kalender sebelum
diselenggarakan suatu Rakernas.
(4). Usul pengecualian dimaksud ayat (1) harus menjelaskan dasar usul dan tujuan dari
pengecualian yang diajukan secara jelas dan rinci.
(5). Rakernas dimaksud ayat (3) harus mengagendakan pada acaranya pembahasan usul
pengecualian terhadap ketentuan tertentu dari ART yang diusulkan.
(6). Usul pengecualian atas ketentuan tertentu dari ART hanya dapat disetujui, diputuskan dan
disahkan oleh Rakernas yang dihadiri paling sedikit 2/3 [dua pertiga] dari seluruh jumlah
Pengchap FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA yang ada dan memiliki hak suara,
dan usul pengecualian tersebut disetujui oleh sejumlah Pengchap yang secara bersama
memiliki paling sedikit 2/3 [dua pertiga] dari seluruh jumlah hak suara yang dimiliki oleh
Pengchap yang hadir.
(7). Setiap pengecualian ketentuan tertentu dari ART yang diputuskan Rakernas akan berlaku
secara serta merta.

II. PERUBAHAN
(1). Perubahan ART dapat dilakukan melalui Munas atau Munaslub.
(2). Usul perubahan atas ketentuan tertentu dari ART dapat dilakukan oleh [Link]
BIKERS PEDULI INDONESIA atau oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari
seluruh Pengchap.
(3). Usul dimaksud ayat (2) yang dilakukan oleh sejumlah Pengchap harus dilakukan secara
tertulis dan ditandatangani oleh para pengusul dan disampaikan kepada [Link]
BIKERS PEDULI INDONESIA.
(4). Usul perubahan dimaksud ayat (2) akan disampaikan PP. FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA kepada setiap Pengchap, paling lama 30 [tiga puluh] hari kalender sebelum
diselenggarakan suatu Rakernas.
(5). Usul perubahan dimaksud ayat (2) harus menjelaskan dasar usul dan tujuan dari
perubahan yang diajukan secara jelas dan rinci.
(6). Rakernas dimaksud ayat (3) harus mengagendakan pada acaranya pembahasan usul
perubahan terhadap ketentuan ART yang diusulkan.
(7). Usul perubahan atas ketentuan tertentu dari ART hanya dapat disetujui dan
direkomendasikan oleh Rakernas untuk dibahas dan diputuskan oleh Munas/Munaslub,
apabila Rakernas itu dihadiri oleh paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari seluruh jumlah
Pengchap yang ada dan memiliki hak suara, dan usul perubahan itu disetujui oleh
sejumlah Pengchap yang secara bersama memiliki paling sedikitnya 2/3 (dua pertiga) dari
seluruh jumlah hak suara yang dimiliki oleh Pengchap yang hadir.

29
(8). Pembahasan atas usul perubahan ketentuan ART yang direkomendasikan oleh Rakernas
harus dijadwalkan dan dilakukan oleh Munas/Munaslub yang diselenggarakan kemudian.
(9). Usul perubahan atas ketentuan tertentu dari ART yang direkomendasikan oleh Rakernas
hanya dapat disahkan oleh Munas/Munaslub, apabila Munas/Munaslub itu dihadiri paling
sedikit 2/3 (dua pertiga) dari seluruh jumlah Pengchap yang ada dan memiliki hak suara,
dan usul perubahan tersebut disetujui oleh sejumlah Pengchap yang secara bersama
memiliki paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari seluruh jumlah hak suara yang dimiliki oleh
Pengchap yang hadir.
(10). Setiap perubahan atas ketentuan tertentu dari ART hanya akan berlaku secara serta merta,
apabila perubahan itu diputuskan dan disahkan dengan suara aklamasi dan secara tegas
dinyatakan berlaku secara serta merta.
(11). Setiap perubahan yang diputuskan dan disahkan dengan suara terbanyak sebagaimana
dimaksud ayat (9) hanya akan berlaku setelah lewatnya 1 [satu] tahun sama dengan 12
[dua belas] bulan terhitung setelah perubahan itu diputuskan dan disahkan.

30
PASAL 11
PERATURAN PELAKSANAAN

31
(1). Hal - hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga diatur lebih lanjut dengan
Peraturan Organisasi FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA yang ditetapkan melalui
Rapat Kerja Nasional.
(2). Dalam hal - hal tertentu diantara dua Rakernas, Pengurus Pusat dapat mengeluarkan
Peraturan Pengurus Pusat yang kemudian harus dilaporkan untuk mendapat persetujuan
Rapat Kerja Nasional untuk dijadikan Peraturan Organisasi FORUM BIKERS PEDULI
INDONESIA.
(3). Dalam melaksanakan mekanisme organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran
Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi , Pengurus Pusat FORUM BIKERS PEDULI
[Link] membuat Peraturan Pelaksanaan Pusat.
(4). Pengurus Chapter dapat membuat Peraturan Pelaksanaan chapter sepanjang tidak
bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Peraturan
OrganisasiFORUM BIKERS PEDULI INDONESIA, Peraturan Pelaksanaan Pusat, dan
Rencana Kerja Pusat.

32
PASAL 12
ATURAN PERALIHAN

33
(1). Segala Peraturan Organisasi, Peraturan PP, Peraturan Pelaksanaan Chapter yang ada
sebelum disahkannya AD dan ART ini, tetap berlaku sepanjang belum diganti dengan
yang baru berdasarkan AD dan ART ini dan sepanjang tidak bertentangan dengan AD dan
ART.
(2). PP. FORUM BIKERS PEDULI [Link] lambat di dalam waktu 1 [satu]
bulan terhitung tanggal disahkan kannya ART ini wajib melakukan setiap tindakan yang
diperlukan agar perbaikan atau perubahan atas setiap Peraturan dan/atau Keputusan
segera dibuat serta tidak bertentangan dengan AD dan ART ini.

34
PASAL 13
PENUTUP

35
ART ini mulai berlaku sejak ditetapkan FORUM BIKERS PEDULI [Link] 2022.

DEWAN FOUNDERS KETUA

SEKETARIS JENDRAL BENDAHARA

36
LAMPIRAN 1

1.1. Gambar Lambang

37
1.2. Rincian Lambang
a. Bentuk
Lambang dari FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA memiliki bentuk Prisai
denganmemiliki komponen tulisan “forum bikers peduli” dibagian atas dan tulisan
“Indonesia”.Lambang FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA juga memiliki dua
mesin yang mendan sayap itu adalah tangan isahkan dari ART ini.
b. Ukuran
Ukuran dari lambang FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA yaitu terdiri dari,
 Pixel Dimensi : 1680 px X 723 px
 Size Gambar : 59,27 cm X 25,51 cm
 Resolusi Gambar : 72 px/inch
c. Warna
Lambang dari FORUM BIKERS PEDULI INDONESIA memiliki warna dengan
kombinasi putih,hitam ,serta merah (disesuaikan).
Ukuran diatas adalah ukuran dalam bentuk file.

38
LAMPIRAN 3

(1). Struktur Organisasi

DEWAN
PEMBINA

DEWAN
KETUA
PENASEHAT

SEKRETARIS JENDERAL BENDAHARA

[Link]. HUMAS [Link] [Link]. SOSIAL [Link]. TOURING

ANGGOTA

39

Anda mungkin juga menyukai