1
BAB IV
ANALISIS HASIL KERJA PRAKTIK
1.1 Analisis Sistem yang Berjalan
Menganalisis sistem yang berjalan bertujuan untuk mengetahui
bagaimana cara kerja sistem tersebut yang sedang berjalan yang
dilakukan berdasarkan urutan kejadian yang ada. Metode yang digunakan
untuk menganalisis adalah dengan metode wawancara yang dilakukan
kepada staff dibagian inventaris barang di Kominfo Sumsel. Dengan
mengetahui kondisi Dinas Komunikasi dan Informatika saat ini masih
dilaksanakan dengan cara manual. Adapun proses pendataan inventaris
barang terus masih dilakukan secara tertulis. Berdasarkan hasil
wawancara proses pendataan inventaris barang yang sedang berjalan di
Kominfo Sumsel yaitu sebagai berikut:
1. Pegawai kominfo mengajukan pembelian atau peminjaman
barang kepada staff inventaris barang.
2. Kemudian staff inventaris barang mencatat apa saja pengajuan
barangyang ingin dibeli dan dipinjam
3. Lalu staff inventaris barang mengecek ketersediaan
barang yang akan di pinjamkan dan membeli barang yang
akan diajukan ke pegawai kominfo.
4. Lalu staff inventaris mencatat kode barang yang sudah dibeli
atau dipinjam seperti kode barang, nama barang, kategori
barang, dan stok barang.
5. Kemudian barang tersebut diserahkan kepada pegawai
kominfo sesuai barang yang diajukan.
2
4.1.1 Flowchart
Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan sebuah
program dengan adanya flowchart urutan proses kegiatan
menjadi lebih jelas menggambarkan urutan penyelesaian
masalah dengan sederhana. Flowchart ini disusun dengan simbol
– simbol dan dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses
di dalam program.
Gambar 4.1 Flowchart sistem yang sedang berjalan
1.2 Analisis Permasalahan Sistem
Untuk mengatasi permasalahan sistem yang dihadapi oleh staff
inventaris barang dalam pendataan inventaris barang pada Dinas
Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, maka penulis
mengusulkan suatu perancangan sistem informasi pendataan inventaris
barang pada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera
Selatan sehingga dalam melakukan pendataan inventaris barang dapat
3
dilakukan dengan mudah sehingga perekapan data lebih efektif dan
efisien yang juga dapat memberikan kemudahan pada bagian pendataan
inventaris barang di kominfo Provinsi Sumatera Selatan.
1.3 Analisis Sistem yang Diusulkan
4.3.1 Perancangan Sistem
Perancangan sistem yang dilakukan ini untuk membantu bagian
layanan. Pada tahap ini, rancangan penulis menggunakan UML
(Unified Modeling Language) dengan melalui Use Case diagram,
Sequence Diagram, dan Activity Diagram. Tahapan ini menjelaskan
proses rancangan input dan ouput yang akan diterapkan ke dalam
perancangan sistem. Perancangan ini diharapkan menghasilkan
informasi yang efektif, efisien dan akurat.
4.3.2 Use case Diagram
Use case diagram berfungsi untuk mempresentasikan kebutuhan
fungsional dari sistem secara keseluruhan tetapi hanya memberikan
gambar singkathubungan antara usecase, actor dan sistem. Use case
diagram ini digunakan, guna mengembangkan software atau sistem
informasi, guna memperoleh kebutuhan fungsional dari sistem yang ada.
Berikut ini adalah gambaran keseluruhan sistem yang diusulkan :
4
Gambar 4.2 Use case Diagram Inventaris barang
4.3.3 Sequence Diagram
Sequence diagram adalah suatu diagram yang menjelaskan
interaksi objek dan menunjukkan (memberi tanda atau petunjuk)
komunikasi diantara objek- objek tersebut. Digunakan untuk
menjelaskan perilaku pada sebuah skenario dan menggambarkan
bagaimana entitas dan sistem berinteraksi.
5
Gambar 4.3 Sequence Diagram
4.3.4 Activity Diagram
Activity diagram, dalam bahasa indonesia diagram aktivitas, yaitu
diagram yang dapat memodelkan proses-proses yang terjadi pada sebuah
sistem. Runtutan proses dari suatu sistem digambarkan secara vertikal.
Activity diagram merupakan pengembangan dari usecase yang memiliki
alur aktivitas.
6
1. Activity Diagram Login
Gambar 4.4 Activity Diagram Beranda Logi
7
2. Activity Diagram Pengajuan Data Pembelian
Gambar 4.5 Activity Diagram Data Pengajuan
Pembelian
8
3. Activity Diagram Data Pengajuan Peminjaman
Gambar 4.6 Sequence Diagram Data Pengajuan Peminjaman
9
4. Activity Diagram Mencetak Laporan data Pengajuan
Gambar 4.6 Activity Diagram Mengecek Data
Barang
4.3.5 Perancangan Interface
Perancangan interface bertujuan untuk
menggambarkanrancangan tampilan dari aplikasi yang akan dibuat.
Penulis mendesain model tampilan dan dapat dilihat pada gambar-
gambar berikut :
1. Halaman Login
Login adalah suatu Proses untuk masuk ke dalam sebuah layanan
online yang berisi nama dan password. Saat ini halaman login bisa
dilakukan pada halaman website maupun aplikasi. Halaman Login ini
dapat diakses oleh pegawai, staff inventaris, dan atasan.
10
Gambar 4.7 Halaman Login
2. Input Data
From input data atau yang bisa juga disebut sebagai form
pengajuan yang digunakan untuk mengisi input suatu pengajuan
terhadap permintaan barang oleh pegawai kominfo. Form pelaporan
terdiri dari : nama, no telp, jabatan, nama barang, kategori barang, dan
status barang.
Gambar 4.8 Halaman Input Data
11
3. Halaman Dashboard Staff
Setelah Staff yang telah login maka akan diarahkan ke halaman
Dashboard staff.
Gambar 4.9 Halaman DashBoard Staff
4. Halaman Laporan Data Pengajuan
Laporan data pengajuan yang sudah di input dan staff bisa melakukan
pencetakan laporan.
Gambar 4.10 Laporan Data Pengajuan
12
5. Halaman Atasan Melakukan Persetujuan
Pada halaman ini atasan melakukan persetujuan atas pengajuan
pembelian barang ataupun peminjaman barang.
Gambar 4.11 Atasan Melakukan Persetuju
13
BAB V
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi dan penelitian, maka penulis dapat menyimpulkan
bahwa pendataan inventaris barang berbasis web di Dinas Komunikasi dan
Informatika Provinsi Sumatera Selatan itu mempunyai tugas sebagai sarana untuk
perekapan data. Dengan adanya itu, diharapkan dapat memudahkan perekapan data.
Selain itu juga walaupun pendataan inventaris barang bisa secara manual, tetapi
pegawai sangat memerlukan teknologi untuk memudahkan aktifitas pekerjaan
mereka. Jika pendataan ada kesalahan, dapat menyebabkan kemunduran dalam hal
pengolahan data dan pemberian informasi, sehingga dapat mengakibatkan
kemunduran kinerja para petugas yang berimbas pada ketidak akuratan data dan
informasi.
1.2 Saran
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, penulis memberikan beberapa
saran untuk aplikasi atau sistem sejenisnya agar kedepannya aplikasi atau sistem ini
bisa berkembang lagi.
1. Setelah sistem dapat diterapkan dan dilaksanakan dengan baik, maka perlu
dianalisa kembali sehingga tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan suatu
pengembangan sistem baru yang lebih baik
2. Adanya pemeliharaan terhadap sistem ini agar menghindari terjadi eror pada
sistem yang bisa membuat data yang disimpan menghilang.
DAFTAR PUSTAKA
Jogianto, H.M. 2000. Pengenalan Komputer, ANDI OFFSET. Yogyakarta. Kadir
Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. ANDI OFFSET. Yogyakarta.
Rogers Pressman, Ph. D, 1997. Pengembangan Sistem Informasi. Salemba Infotek.
Jakarta.
Akhmad Sholikhin, Berliana Kusuma Riasti (2013), Pembangunan Sistem Informasi
Inventarisasi Sekolah Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Berbasis Web, IJNS
± Indonesian Journal on Networking and Security, Vol 2 No 2 ± Januari 2013, [Link],
ISSN: 2302-5700
Arip,S. (2010), Sistem Informasi Inventaris Pengadaan Barang Berbasis Intranet
Program Studi Teknik Inormatika akultas Sains Dan Teknologi Uniersitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarata.
Prasetyo Abdi, B. B., Amrullah, F., & Marcus Mangero, R. (2018). Desain Sistem
Informasi Inventaris Berbasis Web Pada Fakultas Teknologi Informasi Universitas
Merdeka Malang. Seminar Nasional Sistem Informasi (hal. 1220-1228). Malang:
Fakultas Teknologi Informasi – UNMER Malang.