0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan14 halaman

Rencana Interior Terminal Bandara

Dokumen tersebut merupakan rencana kerja dan syarat pekerjaan interior untuk bandara khusus PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Pekerjaan interior meliputi plafond gypsum board, furniture counter, lantai homogenous tiles, dan pengadaan furniture. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja, alat, dan bahan yang memenuhi spesifikasi. Pekerjaan harus sesuai jadwal waktu dan standar kualitas.

Diunggah oleh

Ario Wicaksono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan14 halaman

Rencana Interior Terminal Bandara

Dokumen tersebut merupakan rencana kerja dan syarat pekerjaan interior untuk bandara khusus PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Pekerjaan interior meliputi plafond gypsum board, furniture counter, lantai homogenous tiles, dan pengadaan furniture. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja, alat, dan bahan yang memenuhi spesifikasi. Pekerjaan harus sesuai jadwal waktu dan standar kualitas.

Diunggah oleh

Ario Wicaksono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BANDAR UDARA KHUSUS

PT. AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA


DI KECAMATAN POTO TANO

RENCANA KERJA DAN SYARAT


PEKERJAAN INTERIOR BANGUNAN TERMINAL DAN
BANGUNAN PENUNJANG LAINNYA

JANUARI

2022
PASAL 1 UMUM

1.1 Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor adalah Pekerjaan Interior Tahap
1 Bandar Udara Khusus PT Amman Mineral Nusa Tenggara di Kecamatan Poto Tano.
Pekerjaan interior meliputi pengadaan bahan, peralatan, pengetesan, menyediakan
tenaga kerja (tenaga ahli, tukang,buruh dan lainnya), dan lain sebagainya untuk
kesempurnaan finishing pekerjaan interior sesuai dokumen lelang.

Pekerjaan tersebut diuraikan terinci sebagai berikut:


a. Pekerjaan Pendahuluan
b. Pekerjaan Plafond Gypsum Board
c. Pekerjaan Furniture Counter
d. Pekerjaan Lantai Homogenous Tiles
e. Pekerjaan Pengadaan Furniture

1.1.1 Sarana Pekerjaan

Untuk kelancaran pekerjaan pelaksanaan di lapangan, Kontraktor menyediakan :


a. Tenaga kerja / tenaga ahli yang handal dan cukup memadai sesuai dengan
keahlian pekerjaan yang akan dilaksanakan.
b. Alat-alat Bantu seperti alat-alat pengangkut dan peralatan lain yang dipergunakan
untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
c. Bahan-bahan pekerjaan interior tersedia di lapangan dengan jumlah yang cukup
dan memenuhi kualitas sesuai dengan spesifikasi teknis.
d. Melaksanakan tepat sesuai dengan time schedule.
PASAL 2 PEKERJAAN PENDAHULUAN

2.1 Umum

Untuk menjamin mutu pekerjaan (seperti ketepatan ukuran, kerapian pelaksanaan


pekerjaan), Kontraktor harus menempatkan tenaga-tenaga yang berkualitas,
berpengalaman dan memahami permasalahan teknis sesuai dengan tugasnya dalam
pekerjaan.

Tenaga-tenaga tersebut bila diperlukan, harus melakukan pengukuran, menetapkan


titik-titik tetap pada staking out, melakukan penelitian/pengujian material,
menggambar, penyusunan laporan dan dokumentasi pekerjaan.

2.1.1 Pengukuran Site Kembali


a. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali
lokasi pembangunan dengan di lengkapi keterangan-keterangan mengenai peil
ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang
sudah diterapkan kebenarannya.
b. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan pelaksanaan di
lapangan yang sebenarnya harus segera di laporkan kepada Pengawas/MK
untuk dimintakan keputusannya.
c. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya di lakukan dengan alat-alat
waterpass/ theodolith yang ketepatannya dapat di pertanggung jawabkan.
d. Kontraktor harus menyediakan theodolith/waterpas beserta petugas yang
melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Pengawas/MK selama pelaksanaan
proyek.
e. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau benang secara azas segitiga
phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh
Pengawas/MK. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan
Kontraktor.
PASAL 3 PEKERJAAN PLAFOND GYPSUM BOARD

3.1 Umum
3.1.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini dilakukan meliputi pemasangan plafond pada seluruh ruangan yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan MK dan atau
Pemberi Tugas.

3.1.2 Persyaratan Bahan


1. Bahan rangka :
Sebagai rangka langit-langit digunakan rangka metal furring.
a. Bahan : rangka metal furing tebal 0,45 mm galvanized. Untuk list plafond
menggunakan metal w type powder coating yang disetujui oleh Konsultan MK
dan atau Pemberi Tugas.
b. Memenuhi persyaratan
- SII 0137-80/SII 0884-83,
- JAPAN Standard : JIS G3302.
- American Standard : ASTM A.525/1.526/A.527/A.528
c. Lapisan pelindung : min. 15 micron
2. Penutup langit-langit :
a. Digunakan Gypsum Board tebal = 9 mm produk berkualitas baik. Sedangkan
untuk area basah seperti toilet menggunakan gypsum board type Water
Resistant tebal 9 mm.
b. Lembaran gypsum board yang dipakai harus mendapat persetujuan terlebih
dahulu oleh Konsultan MK dan atau Pemberi Tugas.
3. Bahan finishing penutup plafond :
a. Finishing penutup langit-langit yang digunakan cat dari bahan dasar cat yang
bermutu baik produk yang telah disetujui Konsultan MK dan atau Pemberi
Tugas. Sebelum pengecatan semua sambungan/pertemuan harus rata dan
halus (ditreatment).
b. Warna dan corak akan ditentukan kemudian.

3.1.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan


a. Rangka langit-langit metal furring / hollow dengan penggantung besi bulat diameter
10 mm yang dilengkapi dengan mur dan klem, penggantung- penggantung terikat
kuat pada beton, dinding atau rangka baja yang ada.
b. Rangka langit-langit dipasang setelah sisi bagian bawah diratakan, pemasangan
sesuai dengan pola yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dengan
memperhatikan modul pemasangan penutup langit-langit yang dipasangkan.
c. Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak cembung, kaku
dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain, misal: permukaan merupakan bidang
miring/tegak sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
d. Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang, seluruh permukaan rangka harus
rata, lurus dan waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang, dan batang-
batang rangka harus saling tegak lurus.
e. Bahan penutup langit-langit adalah accoustic dengan mutu bahan seperti yang
telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam
gambar.
f. Pertemuan antara bidang langit-langit dan dinding, digunakan bahan seperti yang
ditunjukkan dalam gambar.
g. Hasil pemasangan penutup langit-langit harus rata, tidak melendut.
h. Seluruh antara permukaan langit-langit dan dinding dipasang list profil dari bahan
accoustic dengan bentuk dan ukuran sesuai gambar.
i. Gypsum board yang dipasang adalah gypsum board yang telah dipilih dengan
baik, bentuk dan ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak,
gompal atau cacat-cacat lainnya dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan
MK dan atau Pemberi Tugas.
j. Gypsum board dipasang dengan cara pemasangan sesuai dengan gambar unit itu
dan setelah gypsum board terpasang, bidang permukaan langit-langit harus rata,
lurus, waterpas dan tidak bergelombang dan sambungan antara unit-unit gypsum
board tidak terlihat.
k. Pada beberapa tempat tertentu harus dibuat manhole/access panel di langit- langit
yang bisa dibuka, tanpa merusak gypsum board di sekelilingnya, untuk keperluan
pemeriksaan/pemeliharaan M & E.
l. Pekerjaan ini dikerjakan oleh Kontraktor yang berpengalaman dan dengan tenaga-
tenaga ahli.
m. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-
gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari
bentuk pola lay-out/penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail
sesuai gambar.

3.1.4 Syarat Pemeliharaan


1. Perbaikan
a. Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat/kena noda. Perbaikan
dilaksanakan sesuai pengarahan Konsultan MK dan atau Pemberi Tugas dan
tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya.
b. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu
pelaksanaan pekerjaan maka Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan tersebut
sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan MK dan atau Pemberi Tugas.
Biaya yang ditimbulkan untuk pekerjaan perbaikan ini menjadi tanggungan
Kontraktor.
2. Pengamanan
a. Kontraktor wajib mengadakan perlindungan/pengamanan terhadap hasil
pekerjaan plafond yang sudah terpasang.
b. Untuk itu Kontraktor harus mengadakan koordinasi dengan pihak pekerjaan
finishing lainnya, dengan pengarahan Konsultan MK dan atau Pemberi Tugas
agar pekerjaan plafond yang telah dilaksanakan tidak terganggu atau rusak.
c. Biaya yang diperlukan untuk pengamanan ini menjadi tanggung jawab
Kontraktor sampai hasil pekerjaan diterima dengan baik (Serah Terima II).

3.1.5 Syarat Penerimaan


Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
1. Hasil pelaksanaan memenuhi persyaratan standard toleransi pemasangan
permukaan : penurunan 1 mm untuk luasan 1.00m x 2.00 m pada titik tengah.
2. Hasil pekerjaan plafond yang dipasang harus rapih, rata untuk seluruh permukaan
tidak terdapat flek/kotor/gompal.
3. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar perancangan,
shop drawing dan pengarahan yang diterbitkan oleh Konsultan MK dan atau
Pemberi Tugas.
PASAL 4 PEKERJAAN FURNITURE COUNTER

4.1 Umum
4.1.1 Lingkup Pekerjaan
Meliputi bagian-bagian pekerjaan pembuatan dan pengadaan Furniture yang dibuat
secara Custom yang dinyatakan dalam gambar-gambar Rencana dan Detail Interior
serta yang disebut dalam uraian pada spesifikasi teknis dan sesuai dengan yang
disyaratkan dalam dokumen kontrak.

4.1.2 Kualifikasi Pekerjaan


a. Mock-Up: Kontraktor wajib membuat mock-up/contoh yang akan ditentukan pada
jenis furniture berjumlah banyak (lebih dari 5 unit) sesuai dgn gambar
perencanaan.
b. Pekerjaan hanya boleh dikerjakan oleh pelaksana yang berpengalaman dan
memiliki kualifikasi tinggi.

4.1.3 Jaminan Kualitas


a. Peraturan Finishing Indonesia S.I.I. NI-19.
b. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5.
c. Peraturan Umum untuk Bahan Bangunan di Indonesia NI-3 (1970).

4.1.4 Contoh Bahan dan Data Teknis


Contoh Bahan:
1. Profil kayu sesuai tipe yang tertera dalam gambar perencanaan.
2. Plwood 12mm finish HPL, Colour
3. Teakwood 120 x 240 x 0.4 untuk Backdrop Check In.
4. Foot rest stainless steel diameter 40mm finish hireline.
5. Finishing cat Duco dan contoh finishing dibuat pada Plywood ukuran 40x40cm.
6. Kayu Solid kelas A memperlihatkan hasil tes laboratorium untuk kekeringannya.
7. Kayu Lapis (Plywood) kelas A dan memperlihatkan inisial produsen.
8. Bahan-bahan lain yang diperlukan untuk menunjang pekerjaan.

4.1.5 Pengiriman, Penyimpanan, dan Penanganan Bahan


1. Pengiriman Bahan
Bahan dikirim kelokasi dalam keadaan terbungkus/terlindung,tidak cacat atau rusak
yang disebabkan oleh benturan,goresan atau kerusakan dan bercak-bercak yang
diakibatkan oleh zat cair.
2. Penyimpanan Bahan
Penyimpanan dan penempatan furniture sesuai gambar rencana dan arahan
Konsultasn Pengawas dan Konsultan Perencana dan menjadi beban pelaksana.

4.2 Pelaksanaan Pengerjaan Furniture Counter


1. Pembuatan Kayu
a. Semua kayu harus benar-benar terpilih baik dan kering, bebas dari mata kayu,
tidak retak, tidak lapuk serta bebas dari tekstur yang tidak diinginkan.
b. Semua serutan harus rata permukaannya, lurus (tidak melenting) dan tidak
mengurangi ukuran yang telah ditetapkan dalam gambar kerja.
c. Semua alur harus rata satu dengan yang lain, lurus dan sama ukurannya.
d. Semua pekerjaan kayu bagian luar maupun dalam yang tampak ataupun tidak
harus diserut licin dan siku sesuai dengan gambar kerja.
e. Rangka kayu merupakan kontruksi utama,sebelum dipasang harus diperiksa &
diteliti sebaik-baiknya sehingga setelah dipasang menghasilkan hubungan
kontruksi yang rapih, kokoh dan kuat.
f. Penguat-penguat tertentu dapat ditambahkan untuk memperkuat/ memperkokoh
kontruksi furniture asalkan tidak menggangu penampilan tampak luar &
sepengetahuan perencana.
g. Pemasangan kayu lapis pada rangka furniture harus mengikuti persyaratan teknis
pabrik, dilem serta dipress secara merata pada seluruh permukaan, penggunaan
sekrup ataupun penjepit harus dilakukan dengan sebaikbaiknya, rapi, kuat dan
tahan terhadap air.
h. Pemotongan lembar kayu lapis harus teratur menurut sifat dan ciri permukaan
kayu lapis. Bahan harus disesuaikan dengan bentuk-bentuk furniture sehingga
penggunaan material dapat lebih efisien dan serasi.
i. Pekerjaan permukaan lengkung/bundar harus sesuai gambar kerja dengan hasil
akhir yang kuat dan rapih.
2. Penyelesaian Kayu
a. Setelah kayu diserut kemudian diperhalus dengan amplas dengan grade 150 s/d
400.
b. Semua pinggiran dan sudut kayu harus diperhalus.
c. Sebelum difinishing semua pekerjaan kayu harus diteliti kembali kekuatan,
kerapihan, dan kehalusan bidang bidang pertemuan, sambungan pinggiran, sudut
siku maupun sudut-sudut lain sesuai dengan gambar perencanaan.
3. Pewarnaan Kayu
a. Tahapan pelapisan/pengecatan harus mengikuti aturan pabrik pembuat.
b. Penggunaan pewarna kayu (woodstain) harus diaduk dengan benar sebelum &
selama pemakaian untuk mencegah pengendapan.
c. Untuk mendapatkan stabilitas dimensi yang optimum dan perlindungan
maksimum, lapisan harus diulas/disemprot dengan spray gun merata pada seluruh
permukaan.
d. Semua cat warna, meni, dempul untuk kayu harus dari satu merek pabrik.
4. Pelapisan Melamik
a. Pewarnaan kayu sudah harus benar-benar kering rata dan sesuai dengan warna
yang dikehendaki.
b. Kayu harus dalam keadaan halus,bebas dari kotoran debu dan tidak berpori
dengan menggunakan sending sealer.
c. Tahapan pelapisan melamik harus sesuai dengan persyaratan teknis dan aturan
pemakaian dari pabrik.
d. Pelapisan melamik harus dengan spray gun, minimal 2 lapisan.
e. Contoh pelapisan harus disetujui dahulu oleh perencana.

4.3 Perlengkapan Furniture


1. Baut, sekrup harus dipasang sebaik-baiknya sesuai persyaratan teknis dalam
pelaksanaan dan ketentuan umum [Link] dipasang pada kayu harus
terlebih dahulu dilakukan pengeboran kecil dari penampang baut/sekrup tersebut,
sehingga baut/sekrup dapat tertanam dengan sempurna, kuat dan rapih.
2. Paku, ukuran/dimensi paku yang akan dipasang harus sesuai dengan kekuatan kayu
yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan teknis.
3. Pasak-pasak kayu, untuk semua hubungan kontruksi harus memenuhi syarat teknis,
kuat dan rapih.

4.4 Furniture Fit-out


1. Sebelum pembuatan dan meletakkan furniture pada lokasi, diwajibkan untuk
melakukan marking atas posisi-posisi furniture sesuai dengan Gambar Rencana
Furniture dan Interior. Pembuatan marking dengan menggunakan alat marking khusus
atau penanda yang dapat terlihat dan disetujui oleh Konsultan Pengawas dan
Konsultan Perencana.
2. Peletakan furniture seperti yang digambarkan pada Rencana Layout Furniture,
ditempatkan sesuai dengan ukuran, tegak lurus, kokoh dan kaku, tidak meleset pada
toleransi tertentu berada dan fit terhadap elemen-elemen baik furniture lain maupun
peralatan-peralatan di Bandara, serta cukup memiliki ruang gerak bagi sirkulasi dan
operasional penggunanya.

4.5 Pengujian
Lakukan pengujian hasil dan pemasangan Furniture Custom dengan disaksikan
Konsultan MK, Konsultan Perencana dan Pemilik Proyek.

4.6 Perlindungan dan Pembersihan


Lindungi Furniture Custom dari benturan atau gangguan lain yang dapat merusak
permukaan finishing, perbaiki kerusakan atau ketidaksempurnaan sistem
pemasangan, bersihkan permukaan finishing dari kotoran, debu, dan lain-lain.
PASAL 5 PEKERJAAN LANTAI HOMOGENOUS TILE

5.1 Umum
5.1.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
bantu lainnya, untuk keperluan terlaksananya pekerjaan ini, sehingga diperoleh hasil
pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

5.1.2 Persyaratan Bahan


1. Homogenous tile dibuat dari bahan yang khusus digunakan untuk bahan
homogenous tile, diproses secara mekanis dan dibakar dengan proses single firing
(pembakaran tunggal) dalam oven dengan temperatur yang sesuai.
2. Tebal minimal 6 mm, dengan permukaan diglasur hingga menghasilkan warna dan
kilap permukaan yang rata dan seragam (lapisan permukaan dari kelas heavy duty)
3. Ukuran yang digunakan mengacu pada gambar rencana
4. Bahan grouting harus berkulaitas baik dengan warna yang sesuai dengan lantainya
5. Warna dari homogenous tile akan ditentukan oleh Perencana.
6. Homogenous tile harus memenuhi standar :
- Presisi Persegi : 1% (ASTM-C 502)
- Ukuran sisi : 1.5% (ASTM-C 499)
- Ketebalan : 1% (ASTM-C 499)
- Ketajaman sudut : 1% (ASTM-C 502)
- Kerataan permukaan : 1% (ASTM-C 485)
- Daya serap air : < 0.5% (ASTM-C 373)
- Kekuatan Lentur : 250 P (ASTM-C 468)
- Ketahanan Warna : Tidak ada penyimpangan warna (DIN – 51094)
- Ketahanan zat kimia : Tidak meninggalkan noda kimia (DIN – 51091)

5.1.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan


1. Pemasangan homogenous tile harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang
berpengalaman dalam jenis pekerjaan ini.
2. Sedapat mungkin pemotongan homogenous tile harus dihindari, kecuali jika
tercantum dalam gambar. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati tanpa
mengakibatkan pinggirnya bergerigi.
3. Adukan alas homogenous tile harus penuh pada permukaan dibawahnya, tidak
boleh ada bagian yang kosong.
4. Sebelum homogenous tile dikirim ke tempat pekerjaan, kontraktor harus
menyerahkan / mengirimkan contoh bahan kepada Konsultan MK untuk
memperoleh persetujuan.
5. Pemilihan dari bahan-bahan yang akan dipasang harus dilakukan seseksama
mungkin. Bahan yang cacat / rusak harus diganti / ditukar dengan bahan yang
bermutu baik dan harus mendapat persetujuan Konsultan MK.
6. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus membuat shop drawing dan
mendapatkan persetujuannya dari Konsultan MK.
7. Setelah lantai terpasang dengan kuat dan baik, permukaan lantai linoleum harus
diratakan dan dibersihkan dengan baik.
PASAL 6 PEKERJAAN PENGADAAN FURNITURE

6.1 Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan ini meliputi pengadaan furniture, untuk keperluan terlaksananya pekerjaan
ini, sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

6.2 Persyaratan Produk Furniture


1. Furniture yang dipakai adalah yang sesuai dengan spesifikasi produk yang dibuat
oleh konsultan perencana.
2. Furniture yang dimaksud dalam pekerjaan ini adalah:
a. Kursi Tandem 6-seater & 1-Table
b. Kursi Tandem 4-seater
c. 2 Sofa + 1 Meja Set
d. 1 Sofa + 1 Meja Set
e. 2 Digital Vertical Display + 1 Charging Station
f. Kursi dan Meja Kantor
g. Kursi dan Meja Biasa
h. Tempat Sampah + Asbak
i. Pot Tanaman
j. LCD Screen Check In dan Arrival
3. Warna dan kualitas dari furniture harus melalui approval oleh konsultan perencana.

6.3 Syarat Pelaksanaan


1. Perletakkan furniture harus disusun sesuai dengan gambar perencana, sebelum
dilakukannya serah terima pekerjaan.
2. Pemilihan dari bahan-bahan yang akan dipasang harus dilakukan seseksama
mungkin. Bahan yang cacat / rusak harus diganti / ditukar dengan bahan yang bermutu
baik dan harus mendapat persetujuan Konsultan MK.
3. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus membuat shop drawing dan
mendapatkan persetujuannya dari Konsultan MK.
4. Pengiriman Bahan
Bahan dikirim kelokasi dalam keadaan terbungkus/ terlindung, tidak cacat atau rusak
yang disebabkan oleh benturan, goresan atau kerusakan dan bercak-bercak yang
diakibatkan oleh zat cair.
5. Penyimpanan Bahan
Penyimpanan dan penempatan furniture sesuai gambar rencana dan arahan
Konsultasn Pengawas dan Konsultan Perencana dan menjadi beban pelaksana.

Anda mungkin juga menyukai