0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan3 halaman

Keanekaragaman Burung di Taman Nasional Ciremai

Tiga kalimat: Studi ini mengkaji keanekaragaman jenis burung di tiga tipe habitat di Taman Nasional Gunung Ciremai, yaitu hutan primer, hutan sekunder dan kebun. Sebanyak 78 jenis burung dari 26 famili ditemukan, dengan jenis terbanyak di hutan primer. Struktur vegetasi dan ketersediaan sumber daya berpengaruh besar terhadap keanekaragaman dan distribusi burung antar habitat.

Diunggah oleh

Syaiful Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan3 halaman

Keanekaragaman Burung di Taman Nasional Ciremai

Tiga kalimat: Studi ini mengkaji keanekaragaman jenis burung di tiga tipe habitat di Taman Nasional Gunung Ciremai, yaitu hutan primer, hutan sekunder dan kebun. Sebanyak 78 jenis burung dari 26 famili ditemukan, dengan jenis terbanyak di hutan primer. Struktur vegetasi dan ketersediaan sumber daya berpengaruh besar terhadap keanekaragaman dan distribusi burung antar habitat.

Diunggah oleh

Syaiful Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

View metadata, citation and similar papers at [Link].

uk brought to you by CORE


provided by Media Konservasi

KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI BEBERAPA TIPE HABITAT TAMAN NASIONAL GUNUNG


CIREMAI

(Diversity of Bird Species at Some Habitat Type in Ciremai Mountain National Park)

RIKA SANDRA DEWI1), YENI MULYANI2), YANTO SANTOSA3)

1)
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB Kampus Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
2,3)
Laboratorium Ekologi Satwaliar Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB, Kampus
Darmaga, Bogor 16680, Indonesia

Diterima 10 Oktober 2007/Disetujui 5 November 2007 ABSTRACT

Research about Diversity of bird species at some habitat type in Ciremai Mountain National Park conducted by two months (JuniJuli
2006). This research aim to compile the list of bird species at some habitat type, comparing bird species at some habitat type and study the
use of vegetationy by the birds. To count of the birds were used Point Count with Index Point Abundance (IPA), and to analysis of the bird
diversities were used Index Shannon-Wiener. Result of research were found as much 78 bird species of 26 families; 62 species of 23 families
were found in primary forest, 37 bird species of 18 families were found in secondary forest, 24 bird species of 13 families were found in
garden. The highest bird diversity (H’=3.90) was found in the primary forest. The strata of vegetation with the highest use on all three
habitat types were the third and fourth strata.
Key words: diversity, bird, vegetation, habitat, national park

PENDAHULUAN mengetahui kondisi habitat dilakukan analisis vegetasi dan


pembuatan profil habitat. Parameter vegetasi yang dikaji meliputi
Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) merupakan taman jenis dan jumlah vegetasi.
nasional baru di Indonesia yang diresmikan pada 19 Oktober 2004 Untuk mengetahui penyebaran burung menurut secara vertikal,
melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. maka strata ketinggian yang digunakan adalah mengacu pada van
424/MenhutII/2004, dengan luas total 15.518,23 ha, terletak di Balen (1984) (Tabel 1) .
Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Sebagai taman nasional yang Tabel 1. Interval penyebaran burung secara vertikal
baru terbentuk, data mengenai potensi keanekaragaman satwaliar
No. Tempat Ketinggian (m)
yang terdapat di dalam kawasan sangat diperlukan sebagai data
dasar bagi pengelolaan. 1. Lantai/tanah 0.00-0.15
Keanekaragaman jenis burung dipengaruhi oleh 2. Semak rendah dan sedang 0.15-1.80
keanekaragaman tipe habitat. Struktur vegetasi dan ketersediaan 3. Semak-semak tinggi 1.80-4.50
pakan pada habitat merupakan faktor utama yang mempengaruhi 4. Pohon dibawah tajuk 4.50-15.00
keanekaragaman jenis di suatu habitat (Tortosa 2000), sehingga 5. Pohon diatas tajuk >15.00
habitat dengan variasi vegetasi lebih beragam akan memiliki
keanekaragaman jenis burung yang lebih tinggi dibandingkan Kekayaan jenis burung dianalisis dengan membuat kurva
dengan habitat yang memiliki sedikit jenis vegetasi. Berdasarkan penemuan jenis burung dari 10 lembar daftar jenis burung yang
pemikiran tersebut, maka pelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk ditemukan. Sedangkan untuk penghitungan burung dengan Point
mengetahui sejauh mana pengaruh keanekaragaman vegetasi Count digunakan beberapa indeks yang merupakan ukuran besarnya
terhadap keanekaragaman jenis burung melalui penyusunan daftar keanekaragaman jenis satwa yang bersangkutan. Adapun indeks
jenis burung yang ditemukan di lokasi penelitian, membandingkan yang digunakan meliputi :
keanekaragaman jenis burung pada habitat hutan primer, hutan
sekunder dan kebun di TNGC, serta mengkaji penggunaan vegetasi (1) Indeks Keanekaragaman Jenis (H’)
secara vertikal oleh burung pada habitat hutan primer, hutan Keanekaragaman jenis burung diketahui dengan menggunakan
sekunder dan kebun di TNGC. Hasil penelitian ini diharapkan dapat Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (Meffe &
bermanfaat sebagai data dasar dalam pengelolaan satwaliar
khususnya burung di TNGC. Carroll 1994), dengan rumus : H’ = -  Pi ln Pi
(2) Indeks Kemerataan (E)
METODE PENELITIAN Indeks kemerataan (Index of eveness) berfungsi untuk
mengetahui kemerataan setiap jenis dalam setiap komunitas yang
Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan (Juni sampai Juli 2006), dijumpai.
di Pajambon Resort TNGC. Pengambilan data dilakukan di tipe E = H’/ln S
habitat hutan primer, hutan sekunder, dan kebun. Peralatan yang Keteranag: E = indeks kemerataan (nilai antara 0 – 10)
digunakan meliputi : Binokuler, kompas, GPS, haga hypsometer, H’ = keanekaragaman jenis burung
phiband, kamera, stopwatch, peta lokasi, buku panduan identifikasi ln = logaritma natural
burung (MacKinnon et al. 1990). S = jumlah jenis.
Untuk mengetahui kekayaan jenis digunakan metode Daftar
Dua Puluh Jenis MacKinnon atau metode Twenty Species List, (3) Dominasi
(MacKinnon 1998) sedangkan untuk penghitungan jumlah burung
dilakukan dengan Point Count dengan metode IPA (Index Point of Penentuan nilai dominasi berfungsi untuk menentukan atau
Abundance). Pengamatan dilakukan pada pukul 06.00-09.00 WIB menetapkan jenis burung yang dominan, sub-dominan atau tidak
dan 15.00-18.00 WIB. Jumlah titik pada jalur adalah 10 titik, dengan dominan dalam suatu jalur pengamatan.
jarak antar titik adalah 200 m untuk hutan primer dan 100 meter
ni
untuk hutan sekunder dan kebun. Data yang dicatat meliputi jenis Di = x100%
burung, jumlah burung dan posisi burung pada strata tajuk. Untuk N
Keterangan: masih menujukkan kenaikan pada daftar ke-10, yang berarti bahwa
Di = indeks dominasi suatu jenis burung ni jumlah jenis burung masih bertambah.
= jumlah individu suatu jenis burung Ni = jumlah
individu dari seluruh jenis burung.

Adapun kriteria penetapan tingkat dominasi sebagai berikut:


Di = 0 – 2 % jenis tidak dominan
Di = 2 – 5 % jenis sub-dominan
70
Di = >5 % jenis dominan
60

(4) Indeks Kesamaan Jenis Burung (Similarity index) 50


primer

Jumlah jenis
40
Indeks kesamaan jenis digunakan untuk mengetahui kesamaan 30
sekunder

jenis burung yang ditemukan pada habitat yang berbeda. Rumus 20


kebun

yang digunakan, adalah:


10
a 0

Indeks Kesamaan Jenis = 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

abc Daftar ke-

Ket : a = jumlah jenis yang umum di komunitas A dan B Gambar 1. Kurva kekayaan jenis burung pada beberapa
b = jumlah jenis yang hanya ditemukan di komunitas A
tipe habitat.
c = jumlah jenis yang hanya ditemukan di komunitas B.

(5) Tingkat Penggunaan Habitat


Keanekaragaman jenis burung berbeda pada berbagai tipe
Nilai ini digunakan untuk mengetahui pemanfaatan habitat atau
habitat (Gambar 2). Habitat dengan keanekaragaman jenis vegetasi
vegetasi oleh burung, dihitung dengan rumus:
lebih tinggi memiliki keanekaragaman jenis burung lebih tinggi
St dibandingkan dengan habitat yang miskin jenis vegetasi. Habitat
Ft = x100% yang memiliki jenis vegetasi yang beragam akan menyediakan lebih
Sp banyak jenis pakan, sehingga pilihan pakan bagi burung akan lebih
Ket : Ft = fungsi habitat atau vegetasi bagi burung banyak.
St = jumlah jenis burung yang menggunakan habitat atau vegetasi
Sp = jumlah keseluruhan jenis burung yang ada di lokasi penelitian.
7
Analisis terhadap penggunaan tajuk sebagai habitat bagi burung 0 6
dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan indeks nilai
6 1
penting (INP). Indeks Nilai Penting untuk tingkat pohon dan tiang
0
dianalisis dengan menggunakan persamaan: INP = KR+FR+DR, 4
sedangkan Indeks Nilai Penting untuk tingkat pancang, semai dan 5
9
tumbuhan bawah digunakan persamaan: INP = KR+FR. Dalam hal 0
ini, KR adalah kerapatan relatif, DR adalah dominasi relatif, dan FR 4 3 Suk
adalah frekuensi relatif. 0 6 u
Genu
3
3 0 sJeni
2 2
0 s
3 1 4
HASIL DAN PEMBAHASAN 2 1
8 1 9
Kondisi Habitat 0
3
1
Habitat hutan primer terletak pada ketinggian 1366-1583 mdpl. 0
Ditemukan sebanyak 33 jenis pohon di sepanjang jalur pengamatan,
dengan jenis pohon yang dominan yaitu Cubilia blancoi INP 0
52,78%, Cassia alata INP 48,02%, Litsea umbellata INP 20,45% Hutan Hutan Kebu
dan Ficus fistulosa INP 14,78%. Strata vegetasi bervariasi dari strata Primer Sekunder n
I hingga strata V.
Gambar 2. Keanekaragaman jenis burung pada berbagai tipe
Habitat hutan sekunder terletak pada ketinggian 1254-1368
habitat.
mdpl. Sebanyak 20 jenis pohon ditemukan sepanjang jalur
pengamatan. Jenis pohon yang mendominasi yaitu Artocarpus
Indeks keanekaragaman tertinggi dijumpai di hutan
elasticus INP 41,46%, Litsea filva INP 31,88%, Erythrina variegata
primer, tetapi indeks keragaman tertinggi terdapat di hutan sekunder
INP 32,15% dan Caliandra caliandra INP 23,95%.
(Tabel 2).
Habitat kebun terletak pada ketinggian 1197-1303 mdpl. Lima
jenis pohon ditemukan di habitat kebun, yaitu Coffea arabica INP
Tabel 2. Keanekaragaman jenis burung pada beberapa tipe habitat
112,15%, Pinus merkusii INP 93,93%, Persea americana INP
76,17%, Maeopsis eminii INP 12,17% dan Aleurites moluccana INP Habitat H’ E’
5,56%.
Hutan Primer 3,90 0,89
Hutan Sekunder 3,44 0,96
Kekayaan Jenis Burung Kebun 2.62 0,83
Jumlah jenis burung yang ditemukan dengan menggunakan
metode Daftar MacKinnon pada habitat hutan primer, hutan
sekunder dan kebun di lokasi penelitian yaitu sebanyak 62 jenis Indeks Kesamaan Jenis (IS)
burung dari 23 suku pada hutan primer, 37 jenis dari 18 suku pada
Tingkat kesamaan jenis tertinggi didapat antara hutan sekunder
hutan sekunder, dan 24 jenis dari 13 suku pada kebun (Gambar 1).
dengan kebun (53%) (Gambar 3). Hutan primer memiliki tingkat
Habitat yang memiliki grafik tercuram dan kekayaan jenis tertinggi
kesamaan jenis dengan hutan sekunder sebesar 29%. Tingkat
yaitu habitat hutan primer. Selain itu di hutan primer grafiknya
mendukung ketersediaan pakan bagi burung, sehingga dengan
beragamnya jenis vegetasi, maka burung akan mendapatkan
pilihan yang lebih banyak untuk memilih jenis pakan (Tews et al.
2004).
Penggunaan Strata Vegetasi
Pada keseluruhan tipe habitat, strata vegetasi dengan
penggunaan tertinggi yaitu strata vegetasi III dan IV. Penggunaan
strata vegetasi oleh burung memiliki hubungan dengan ketersediaan
pakan dan ruang pada strata tersebut. Pada strata vegetasi III dan IV,
pakan burung (buah, bunga, serangga) terdapat dalam jumlah
kesamaan jenis terendah yaitu antara hutan primer dan kebun, melimpah, sehingga banyak jenis burung yang memanfaatkan strata
dengan indeks kesamaan jenis sebesar 13%. tersebut. Selain itu, strata vegetasi III dan IV merupakan strata
vegetasi yang memiliki ruang lebih banyak yang dapat digunakan
oleh burung, seperti adanya batang dan cabang
yang tertutup tajuk

KESIMPULAN
Gambar 3. Dendrogram kesamaan jenis burung.
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai
Hubungan antara keanekaragaman jenis burung dengan berikut :
vegetasi
Vegetasi dimanfaatkan oleh burung sebagai habitat untuk 1. Jumlah jenis burung yang ditemukan yaitu sebanyak 78 jenis
bersarang, beristirahat, mencari makan, berkembangbiak dan burung dari 26 suku: 62 jenis burung dari 23 suku pada habitat
lainnya. Keanekaragaman habitat berpengaruh terhadap hutan primer, 37 jenis burung dari 18 suku, dan 24 jenis burung
keanekaragaman jenis burung (Crozier dan Niemi 2003; Davidar dari 13 suku pada habitat kebun.
et al. 2001; Welty, 1982). Semakin beranekaragam struktur habitat 2. Habitat yang memiliki keanekaragaman jenis burung tertinggi
(keanekaragaman jenis tumbuhan dan struktur vegetasi) maka adalah hutan primer (H’ = 3,90), kemudian hutan sekunder (H’ =
akan semakin besar keanekaragaman satwa. Pada Tabel 3 dapat 3,44) dan kebun (H’ = 2,62). Keanekaragaman vegetasi pada
dilihat besarnya tingkat penggunaan vegetasi oleh burung. suatu habitat memberikan pengaruh terhadap keanekaragaman
jenis burung. Habitat dengan jenis vegetasi lebih banyak memiliki
Tabel 3. Tingkat penggunaan vegetasi oleh burung keanekaragaman jenis burung lebih tinggi dibandingkan dengan
No Habitat Jenis Vegetasi Presentasi Ket dengan habitat yang hanya memiliki sedikit jenis vegetasi.
(%) 3. Strata vegetasi yang paling banyak digunakan burung di habitat
hutan primer, hutan sekunder dan kebun yaitu strata vegetasi III
1 HP Cubilia blancoi 24,59 I, M, S
dan IV.
Cassia alata 18,03 I, M, S
Semak 13,11 I, M, S DAFTAR PUSTAKA
Litsea umbellata 13,11 I, M
Ficus fistulosa 9,84 I, M Crozie GE & Niemi GJ. 2003. Using Patch and Landscape Variables
To Model Bird Abundance In a Naturally Heterogenous
2 HS Erythrina variegata 38,89 I, M, S Landscape. Can. J. Zool 81: 441-452.
Artocarpus elasticus 30,56 I, M, S
Davidar P, Yoganand K, Garsch T. 2001. Distribution of forest bird
Litsea filva 16,67 I, M in Andom Island importana of leg habitat. Journal of
Homalanthus 11,11 I, M Biogeography 28:666-671.
popuneus
MacKinnon J. 1990. Panduan Lapangan Burung-burung di Jawa dan
Litsea angulata 8,33 I, M, S
Bali. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
3 K Pinus merkusii 41,67 I, M, S
MacKinnon J, Phillps K, van Ballen B. 1998. Burung-burung di
Persea americana 41,67 I, M, S Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bogor: Puslitbang
Coffea arabica 37,5 I, M Biologi LIPI – Birdlife International Indonesia Prograrmm.
Semak 12,5 I, M
Meffe GK & Carroll CR. 1994. Principles of Conservation Biology.
Keterangan : HP = hutan primer, HS = hutan sekunder, K = Kebun Massachussets: Sinauer Association, INC.
I = istirahat, M = makan, S = bersarang.
van Balen. 1984. Bird Counts and bird observation in the
Burung yang ditemukan di habitat hutan primer didominasi neighborhood of Bogor. Wagenigen: Nature Conservation
oleh jenis pemakan serangga sebanyak 52,46% serta pemakan Dept. Agriculture University Wagenigen the Netherland.
serangga dan buah sebanyak 22,95%, jenis burung yang Tews J, Brose U, Grimm V, Tielborger K, Wichmann MC,
mendominasi hutan sekunder adalah jenis pemakan serangga Schwager M, and Jeltsch F. 2004. Animal species diversity
sebanyak 41,67% dan pemakan serangga dan suah sebanyak driven by habitat heterogeneity/diversity: The importance of
30,56%, dan pada habitat kebun didominasi oleh burung pemakan keystone structure. Journal of Biogeography 31: 79-92.
serangga sebanyak 56,52% dan pemakan serangga dan buah
sebanyak 21,74%. Keseluruhan dari seluruh lokasi didominasi Tortosa FS. 2000. Habitat Selection by Flocking Wintering
oleh burung pemakan serangga sebanyak 49,35% dan burung Common Cranes (Grus grus) at Los Pedroches Valley, Spain.
pemakan serangga dan buah sebanyak 27,27%. Jenis pohon yang Etologia 8: 21-24.
ditemukan didominasi oleh jenis pohon berbuah dan berbunga, Welty JC. 1982. The Life of Bird. Saunders College Publishing.
seperti Cubilia blancoi, Erythrina variegata, dan Cassia alata. Philadelphia.
Beragamnya jenis vegetasi yang terdapat pada suatu habitat

Anda mungkin juga menyukai