GAMBARAN KEPUASAN PASIEN BERBASIS KUALITAS LAYANAN
RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KENDARI
PROPOSAL PENELITIAN
OLEH :
RUDI LATAOSO
NIM. G2UI22020
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS HALU OLEO
2022
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL…………………………………………………........... i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………….………….… 1
1.2 Rumusan 5
Masalah…………………………………………………
1.3 Tujuan Penelitian…………………………………….…………… 5
1.4 Manfaat Penelitian…………………………………..………….… 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Pustaka………………………………..………………. 7
2.1.1 Konsep Kualitas Layanan …….. 7
…………………………
[Link] Pengertian Kualitas Llayanan 8
…………………..
[Link] Indikator Kualitas Pelayanan…………………… 9
2.1.2 Konsep Kepuasan Pasien ………………………………. 9
[Link] Pengertian Kepuasan Pasien…………………… 9
[Link] Indikator Kepuasan……………………………… 10
2.2 Penelitian Terdahulu ……………………………………………. 11
2.3 Kerangka Pikir Penelitian ………………………………………. 14
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan 17
Penelitian……………………………………………
3.2 Lokasi dan Waktu 17
Penelitian…………………………………….
3.3 Informan 17
Penelitian……………………………………………….
3.4. Jenis Data……………………………………………………….. 17
3.5 Teknik Pengumpulan 18
Data………………………………………
3.6 Uji Keabsahan 18
Data………………………………………………
3.7 Teknik Analisis Data…………………………………………….. 19
3.8 Definisi Operasional…………………………………………….. 21
BAB IV RANCANGAN PENELITIAN
4.1 Rencana Penelitian……………………………………………… 22
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Kerangka Pikir Penelitian…………………………….… 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia agar tetap
bisa bertahan hidup dan melaksanakan aktivitas sehari-hari. Apalagi jaman
sekarang banyak penyakit yang beraneka ragam yang muncul akibat perbuatan
manusia sendiri maupun dari dampak lingkungannya yang meliputi air, udara,
tanah, cuaca dan masih banyak lagi yang lainnya. Oleh karena itu sebuah jasa
layanan kesehatan harus bisa bergerak dengan cepat untuk membantu
masyarakat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit yang ada.
Penyakit merupakan gangguan kesehatan kehidupan manusia sejak dulu.
Pemeliharaan kesehatan merupakan upaya penanggulangan dan pencegahan
gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan atau
perawatan. Semakin berkembangnya suatu Negara dan semakin banyaknya
pengetahuan masyarakat tentang kesehatan maka semakin mendorongnya
masyarakat untuk menggunakan jasa atau fasilitas kesehatan salah salah
satunya adalah Rumah Sakit (Khotimah dkk, 2022).
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian
integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan
pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan
pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah sakit juga
1
merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik
(Ningrum dan Khalista, 2017).
Pratama, (2021) menerangkan bahwa Rumah sakit merupakan tempat
untuk melakukan upaya peningkatan kesehatan, mencegah juga
menyembuhkan penyakit, serta memulihkan kesehatan. Rumah Sakit
mempunyai keunikan, selain unit bisnis usaha Rumah Sakit ini juga memiliki
misi sosial yang mempunyai peranan penting dalam hal kesehatan masyarakat.
Tugas rumah sakit adalah memberikan layanan kesehatan yang sama untuk
seluruh masyarakat. Jasa atau layanan rumah sakit sangat mempengaruhi
setiap orang dalam memilih tempat berobat.
Masalah yang sering dihadapi secara umum oleh rumah sakit adalah
rumah sakit belum mampu memberikan sesuatu hal yang benar-benar
diharapkan pengguna jasa. Faktor utama tersebut karena pelayanan yang
diberikan berkualitas rendah sehingga belum dapat menghasilkan pelayanan
yang diharapkan pasien. Masih di temukan bentuk-bentuk ketidak puasan
pasien dari segi sarana prasarana, fasilitas, maupun dari jumlah tenaga
kesehatan yang terbatas, tetapi tuntutan kebutuhan pasien yang terus
meningkat. Keadaan kurangnya kepuasan pasien terjadi kerena tuntutan
kebutuhan pasien semakin meningkat namun tidak diiringi dengan perbaikan
tindakan perawat
Kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk
diperhatikan karena dapat menggambarkan kualitas pelayanan di tempat
2
pelayanan kesehatan tersebut. Mengetahui kepuasan pasien sangat
bermanfaat bagi instansi terkait dalam rangka evaluasi program yang sedang
dijalankan dan dapat menemukan bagian mana yang membutuhkan
peningkatan. Terciptanya kepuasan pelanggan dapat memberikan manfaat
diantaranya hubungan perusahaan dengan pelanggannya menjadi harmonis,
memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang, dari mulut ke mulut (word
of mouth) yang menguntungkan bagi perusahaan, reputasi perusahaan menjadi
semakin baik, serta laba yang diperoleh akan meningkat. Pelayanan berkualitas
atau memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan
harapan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan sangat penting dan selalu
fokus kepada kepuasan pelanggan (Aprilia dkk, 2020).
Kualitas Layanan adalah totalitas fitur dan karakter suatu produk atau
pelayanan yang memiliki kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang
dinyatakan atau yang tersirat. Kualitas pelayanan atau kualitas jasa sebagai
ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan
ekspektasi pelanggan. Dalam mencapai tujuan pelayanan yang berorientasi
pada kepuasan pasien maka perlu diperhatikan hal yang berperan penting
dalam menentukan persepsi kualitas pasien antara lain meliputi fasilitas,
peranan dokter, tenaga medis dan perawat
Kepuasan pasien merupakan persepsi harapannya telah terpenuhi,
diperoleh hasil optimal, pelayanan kesehatan dengan memperhatikan
kemampuan pasien dan kel uarganya, perhatian terhadap keluarganya,
3
kondisi lingkungan fisik, tanggap terhadap kebutuhan pasien dan
perhatian terhadap kebutuhan pasien. Kepuasan pasien yang rendah akan
berdampak terhadap jumlah kunjungan dirumah sakit, sedangkan sikap
petugas terhadap pasien juga akan berdampak terhadap kepuasan pasien
dimana kebutuhan pasien dari waktu ke waktu akan meningkat, begitu pula
tuntutannya akan mutu pelayanan yang diberikan.
Memahami kebutuhan dan keinginan pasien merupakan hal penting
karena dapat mempengaruhi akan kepuasan pasien, hal ini dikarenakan
Pasien yang puas dapat menjadi asset berharga bagi Rumah Sakit karena
akan terus memakai layanan kesehatan pilihannya, namun jika pasien
merasa tidak puas mereka akan memberitahukan kemasyarakat lain
tenta ng pengalaman buruknya. Oleh sebab itu sangat pentingnya nilai
dari pada kepuasaan pasien di rumah sakit terutama dalam meningkatkan
suatu pelayanan. Pelayanan yang memuaskan apabila pelayanan tersebut
dapat memenuhi ke butuhan dan harapan masyarakat oleh karena itu,
kualitas pelayanan harus di perhatikan. Pujiastuti dkk, (2022)
menerangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien yaitu kualitas
layanan.
Beberapa masalah yang ada di Rumah sakit Bahayangkara Kendari
terkait dengan pelayanan diantaranya yaitu terkadang dokter yang menangani
pasien kurang tanggap dalam penanganan penyakit yang di derita pasien,
ruangan perawatan kurang nyaman, permasalahan AC, kebersihan, sirkulasi
4
udara, perlengkapan ruang rawat inap, kemudian penanganan bidan atau
perawat terhadap pasien yang sakit, serta ribetnya untuk masuk dalam
perawatan. Pasien bisa merasakan puas jika kualitas pelayanan baik, tidak
hanya itu, semua aspek pasti pasien akan menilainya, mulai dari hal-hal
terkecil, misal perlengkapan kesehatan, gedung, ruang perawatan, serta
kebersihan.
Permasalahan penting yang berkaitan dengan kepuasan pasien yang
perlu diperhatikan oleh rumah sakit adalah kualitas layanan dengan indikator
bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati yang diberikan
petugas kesehatan kepada pasien4 sehingga tercipta kepuasan pasien. Pada
saat ini masyarakat pengguna jasa rumah sakit tidak hanya mementingkan
hasil akhir saja, berupa kesembuhan dirinya atau keluarga semata, tetapi
mereka sudah menilai apa yang mereka lihat dan rasakan saat berada di
Rumah Sakit.
Berdasarkan uraian di atas, perlu adanya kajian mengenai “Gambaran
Kepuasan Pasien Berbasis Kualitas Layanan Rawat Inap Rumah Sakit
Bhayangkara Kendari”.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana
Gambaran Kepuasan Pasien Berbasis Kualitas Layanan Rawat Inap Rumah
Sakit Bhayangkara Kendari
1.3 Tujuan
5
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah mengetahui dan
menganalisis Gambaran Kepuasan Pasien Berbasis Kualitas Layanan Rawat
Inap Rumah Sakit Bhayangkara Kendari
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis
maupun praktis sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis. Dapat memberikan kontribusi secara teoritis terhadap
pendalaman ilmu tentang Gambaran Kepuasan Pasien Berbasis Kualitas
Layanan Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Kendari
2. Manfaat Praktis. Dapat memberikan kontribusi bagi penelitian selanjutnya
sebagai bahan informasi dan pembanding, tentang konsep Kepuasan Pasien
Berbasis Kualitas Layanan Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1 Konsep Kualitas Layanan
[Link] Pengertian Kualitas Layanan
Kualitas layanan dapat dimanifestasikan dalam memenuhi kebutuhan
dan harapan konsumen serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi
ekspektasi konsumen. Kualitas pelayanan suatu evaluasi kognitif jangka
panjang dari konsumen terhadap pemberian layanan. Kualitas layanan
dimaknai juga persepsi konsumen atas sekumpulan layanan seunit produk, dan
juga merupakan penentu yang penting dalam mendapatkan kepuasan pasien
(Ramadhan dkk, 2021).
Layanan/jasa dikatakan intangible karena setiap tindakan atau perbuatan
yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya
bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan
sesuatu. Jasa adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible
yang biasanya (namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antara
pelanggan dan karyawan jasa dan/atau sumber daya fisik atau barang dan/atau
7
sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan
(Purba dan Ginting, 2018).
Kualitas layanan adalah kesenjangan yang diharapkan pelanggan dan
layanan yang dirasakan. Keandalan dalam kualitas layanan pada dasarnya
terkait dengan hasil layanan sementara tangible, reliability, responsiveness,
assurance dan empathy. Kualitas layanan adalah kemampuan organisasi untuk
memenuhi atau melampaui harapan pelanggan. Kualitas layanan merupakan
penilaian pelanggan terhadap proses penyediaan jasa. Kualitas layanan
dikonseptualisasikan sebagai perbedaan antara harapan pelanggan mengenai
layanan yang akan diterima dan persepsi layanan yang diterima. Kualitas
layanan dalam persepsi elekronik merupakan determinan utama bagi
kesuksesan perusahaan baik yang beroperasi secara fisik (offline) maupun
online karena berhubungan erat dengan kepuasan, retensi, dan loyalitas
konsumen terhadap kepuasan perusahaan. Kualitas layanan adalah cerminan
dari persepsi pelanggan dan penilaian nilai terhadap suatu produk atau layanan
(Poceratu dan Maitimu, 2022).
[Link] Indikator Kualitas Layanan
Indikator kualitas layanan menurut Pujiastuti dkk, (2022) yaitu:
1. Bukti langsung yaitu meliputi fasilitas fisik, peralatan atau perlengkapan,
harga, dan penampilan personal dan material tertulis.
2. Keandalan yaitu kemampuan untuk mewujudkan pelayanan yang dijanjikan
dengan handal dan akurat.
8
3. Daya tanggap yaitu kemauan untuk membantu para konsumen dengan
menyediakan pelayanan yang cepat dan tepat.
4. Jaminan yaitu meliputi pengetahuan, kemampuan, dan kesopanan atau
kebaikan dari personal serta kemampuan untuk mendapatkan kepercayaan
dan keinginan.
5. Empati yaitu mencakup menjaga dan memberikan tingkat perhatian secara
individu atau pribadi terhadap kebutuhan-kebutuhan konsumen.
2.1.2 Konsep Kepuasan Pasien
[Link] Pengertian Kepuasan Pasien
Sebuah pelayanan yang mampu membuat pasien untuk berkunjung
kembali memanfaatkan jasanya, maka dapat dikatakan pasien tersebut puas
atas pelayanan yang diberikan Handayani (2022). Kepuasan pasien adalah
suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan
kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang
dirasakan. Pasien akan merasa puas apabila kinerja layanan kesehatan yang
diperoleh sama atau melebihi harapan, kepuasan dimulai dari penerimaan
terhadap pasien dari pertama kali datang, sampai meninggalkan tempat
pengobatan.
Kepuasan pasien adalah perasaaan senang atau kecewa pasien yang
timbul karena membandingkan kinerja yang dipersepsikan terhadap
meningkatkan ekspetasi mereka. Kepuasan pasien sebagai respon pasien
terhadap ketidaksesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja
9
actual yang dirasakannya setelah pemakaian . Kepuasan pasien atau
pelanggan adalah inti dari pemasaran yang berorientasi kepada pasien atau
pelanggan. Dalam hal ini pelanggan yang memuaskan dan berkualitas akan
membentuk loyalitas pasien atau pelanggan, dan kepuasan sangat erat
hubungan dengan word of mounth, maka pelayanan yang memuaskan tersebu
juga akan mendatangkan pelanggan baru (Tamsah dan Ferial, 2018). Efek
selanjutnya akan berlanjut pada proses terbentuknya citra puskesmas yang
meningkat. Tjiptono (2014) menjelaskan bahwa pasien merupakan konsumen
yang penting dan untuk menjamin kepuasan pasien maka sangat perlu adanya
pelayanan yang berkualitas tinggi sesuai dengan keinginanan pasien.
Kepuasan juag dapat dipahami sebagai tingkat tingkat kepuasan
seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan
dibandingkan dengan harapan. Tingkat kepuasan pasien merupakan fungsi dari
perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. Apabila kinerja
dibawah harapan maka pelanggan akan sangat kecewa. Bila kinerja sesuai
dengan harapan, pelanggan akan puas. Sedangkan bila kinerja melebihi
harapan, pelanggan akan sangat puas. Harapan pelanggan dibentuk oleh
pengalaman masa lampau, komentar dari kerabatnya serta janji dan informasi
dari berbagai media. Pasien yang puas akan setia lebih lama, kurang sensitive
terhadap harga dan memberi komentar yang baik tentang Puskesmas tersebut.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan kepuasan pasien merupakan
10
kepuasan atau tidakpuas dari interaksi antara harapan dan pengalaman
sesudah memakai jasa pelayanan yang diberikan.
[Link] Indikator Kepuasan
Adapun untuk mengukur kepuasan menurut Afrizal, (2018) adalah
sebagai berikut:
1. Aspek kenyamanan, meliputi lokasi rumah sakit, kebersihan rumah sakit,
kenyamanan ruangan yang akan digunakan pasien, makanan yang dimakan
pasien, dan peralatan yang tersedia dalam ruangan
2. Aspek hubungan pasien dengan petugas rumah sakit, meliputi keramahan
petugas rumah sakit terutama perawat, informasi yang diberikan oleh
petugas rumah sakit, komunikatif, responatif, suportif, dan cekatan dalam
melayani pasien.
3. Aspek kompetensi teknik petugas, meliputi keberanian bertindak,
pengalaman, gelar, dan terkenal.
4. Aspek biaya, meliputi mahalnya pelayanan, terjangkau tidaknya oleh pasien,
dan ada tidaknya keringanan yang diberikan kepada pasien
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini antara lain
adalah sebagai berikut:
1. Handayani dkk, (2022) judul Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan
Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pasien Dokter Gigi Muda Di Rsgm
Soelastri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Secara parsial
11
terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepercayaan terhadap
kepuasan pasien Dokter Gigi Muda 2). Secara parsial terdapat pengaruh
positif dan signifikan antara kepercayaan terhadap kepuasan pasien rawat
jalan Dokter Gigi Muda dan telah mendapat pelayanan kesehatan
2. Dewi dkk, (2022) judul Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan
Pasien Pengguna BPJS Kesehatan di RSU Muhammadiyah Mandala by
Pass Medan. Kualitas pelayanan BPJS Kesehatan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan di Rumah
Sakit Umum Muhammadiyah Mandala by Pass Medan. Menunjukkan bahwa
semakin baik kualitas pelayanan BPJS Kesehatan maka semakin tinggi pula
kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan
3. Fadhila dan Diansyah, (2018) judul Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan
Kepercayaan Terhadap Loyalitas Dengan Kepuasan Pasien Sebagai
Variabel Intervening Di Klinik Syifa Medical Center. Hasil penelitian
menunjukan ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas, ada
pengaruh kepercayaan terhadap loyalitas, ada pengaruh Kepuasan pasien
terhadap loyalitas, ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap Kepuasan,
ada pengaruh kepercayaan terhadap kepuasan pasien, kualitas pelayanan
berpengaruh terhadap loyalitas melalui Kepuasan pasien, Kepercayaan
berpengaruh terhadap loyalitas melalui Kepuasan pasien.
4. Guspul, (2014) judul Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Kepercayaan
Terhadap Kepuasan Nasabah. Secara simultan pengaruh kualitas
12
pelayanan dan kepercayaan terhadap kepuasan pasien rawat inap
berdasarkan uji F diperoleh nilai 75,138. Hal yang perlu ditingkatkan dari
aspek jaminan yang dinilai masih kurang. RSUD Iskak Tulungagung
hendaknya menambah jumlah ruang rawat inap yang masih kurang dan
memberikan pendidikan dan pelatihan secara berkala kepada perawat-
perawat rumah sakit. Dari aspek indikator kemampuan, RSUD Dr. Iskak
Tulungagung harus menyikapi dengan mengadakan ataupun menambah
beberapa alat medis yang belum ada seperti alat cuci darah, alat cek darah
dan cadangan darah.
5. Sari, (2022) judul Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien
Rawat Inap Dirumah Sakit X. Hasil penelitian menunjukkan Keseluruhan
dimensi kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif yang signifikan
terhadap kepuasan pelanggan yang artinya semakin baik kualitas pelayanan
mulai dari bukti fisik, data tanggap, kehandalan, jaminan dan empati yang
diberikan oleh rumah sakit akanmampu meningkatkan kepuasan pasien dan
sebaliknya.
6. Gulo, (2022) judul Gambaran Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan
Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta Tahun
2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan RS
Ketergantungan Narkoba Jakarta yang terdiri dari keandalan, daya tanggap,
jaminan, perhatian, dan penampilan, sebagian besar responden (>50)
memilih baik. Dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda
13
terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan (keandalan p =
0,000; daya tanggap p = 0,000; jaminan p = 0,000; perhatian p = 0,000; dan
kinerja p = 0,002) dengan kepuasan pasien. Pembahasan: Kualitas
pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Rumah
Sakit Ketergantungan Narkoba Jakarta. Rumah sakit diharapkan dapat
meningkatkan kualitas pelayanan dengan memenuhi jumlah pegawai dan
pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien.
7. Ikhsan dan Yoebrilianti (2019) judul, Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan
Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pasien Bpjs Di Klinik Isna Medika Kota
Cilegon. Kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan pasien BPJS pada Klinik Isna Medika di Kota Cilegon.
Artinya, klinik telah menyediakan layanan yang berkualitas dan dirasakan
oleh pasien manfaatnya sehingga mampu memunculkan kepuasan bagi
pasien tersebu. 2. Kepercayaan pasien tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS pada Klinik Isna Medika di Kota
Cilegon. Artinya, pasien sebagai pelanggan belum yakin sepenuhnya bahwa
klinik tersebut memiliki keahlian, integritas dan kebaikan hati dalam
melayani pasien dengan baik sehingga membuat mereka belum merasa
puas terhadap layanan yang diberikan 3. Kualitas pelayanan dan
kepercayaan pasien memiliki pengaruh secara simultan terhadap kepuasan
pasien BPJS pada Klinik Isna Medika di Kota Cilegon.
2.3 Kerangka Pikir
14
Kualitas Layanan adalah totalitas fitur dan karakter suatu produk atau
pelayanan yang memiliki kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang
dinyatakan atau yang tersirat. Kualitas pelayanan atau kualitas jasa sebagai
ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan
ekspektasi pelanggan. Dalam mencapai tujuan pelayanan yang berorientasi
pada kepuasan pasien maka perlu diperhatikan hal yang berperan penting
dalam menentukan persepsi kualitas pasien antara lain meliputi fasilitas,
peranan dokter, tenaga medis dan perawat
Kepercayaan adalah semua pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen
dan semua kesimpulan yang dibuat oleh konsumen tentang objek, atribut dan
manfaatnyaKepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian
untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik
dari orang lain. Untuk mempertahankan pelanggan, pihak rumah sakit maupun
institusi kesehatan lainnya dituntut selalu menjaga kepercayaan konsumen
dengan memperhatikan secara cermat kebutuhan konsumen sebagai upaya
untukmemenuhi keinginan dan harapan atas pelayanan yang diberikan.
Kepuasan pasien merupakan persepsi harapannya telah terpenuhi,
diperoleh hasil optimal, pelayanan kesehatan dengan memperhatikan
kemampuan pasien dan kel uarganya, perhatian terhadap keluarganya,
kondisi lingkungan fisik, tanggap terhadap kebutuhan pasien dan
perhatian terhadap kebutuhan pasien. Kepuasan pasien yang rendah akan
berdampak terhadap jumlah kunjungan dirumah sakit, sedangkan sikap
15
petugas terhadap pasien juga akan berdampak terhadap kepuasan pasien
dimana kebutuhan pasien dari waktu ke waktu akan meningkat, begitu pula
tuntutannya akan mutu pelayanan yang diberikan. Adapun kerangka kerangka
pikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Kualitas Pelayanan Kepuasan Pasien
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian
16
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Berdasarkan pendekatan dan jenis data yang digunakan,
penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif sehingga akan
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata. Data yang dianalisis di
dalamnya berbentuk deskriptif dan tidak berupa angka-angka seperti
halnya pada penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif dimaksudkan
untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada,
yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian itu
dilakukan.
3.2 Lokasi dan Waktu
Penelitian
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Rumah
Sakit Bhayangkara Kendari. Waktu penelitian direncanakan setelah
ujian proposal dan disetujui oleh komisi pembimbing.
3.3 Informan Penelitian
Adapun informan penelitian yaitu 10 pasien di Ruang Rawat Inap Rumah
Sakit Bhayangkara Kendari
3.4. Jenis Data
Data pada penelitian ini menggunakan data kuantitatif, yaitu data yang
diperoleh di lapangan yang dapat diukur berupa angka pasien yang ada di
Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.
17
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan
oleh peneliti untuk mengumpulkan data, di mana cara tersebut
menunjukan pada suatu yang abstrak, tidak dapat di wujudkan dalam
benda yang kasat mata, tetapi dapat dipertontonkan penggunaannya.
Dalam hal pengumpulan data ini, penulis terjun langsung pada objek
penelitian untuk mendapatkan data yang valid, maka peneliti
menggunakan metode sebagai berikut:
1. Metode Observasi Observasi atau pengamatan dapat diartikan sebagai
pengamatan dan pencatatan secara sistematiserhadap gejala yang tampak
pada objek penelitian. Observasi ini menggunakan observasi partisipasi, di
mana peneliti terlibat langsung dengan kegiatan sehari-hari orang yang
sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian
2. Metode Wawancara (Interview) Wawancara adalah percakapan dengan
maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara
(interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai
(interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaa
3. Metode Dokumentasi Dokumentasi, dari asal kata dokumen yang artinya
barang-barang tertulis. Dalam pelaksanaan metode dokumentasi, peneliti
menyelidiki benda-benda tertulisseperti buku-buku, majalah, dokumen,
18
peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya. Melalui
metode dokumentasi, peneliti gunakan untuk menggali data.
3.6 Uji Keabsahan Data
Keabsahan data dalam penelitian ini ditentukan dengan
menggunakan kriteria kredibilitas. Untuk mendapatkan data yang
relevan, maka peneliti melakukan pengecekan keabsahan data hasil
penelitian dengan cara:
1. Perpanjangan Pengamatan Peneliti tinggal di lapangan penelitian sampai
kejenuhan pengumpulan data tercapai. Perpanjangan pengamatan peneliti
akan memungkinan peningkatan derajat kepercayaan data yang
dikumpulkan.
2. Ketekunan pengamatan Meningkatkan ketekunan berarti melakukan
pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara
tersebut maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam
secara pasti dan sistematis.
3. Triangulasi Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai
pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai
waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik
pengumpulan data, dan waktu.
3.7 Teknik Analisis Data
19
Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif analitik,
yaitu mendeskripsikan data yang dikumpulkan berupa kata-kata,
gambar, dan bukan angka. Data yang berasal dari naskah, wawancara,
catatan lapangan, dokuman, dan sebagainya, kemudian dideskripsikan
sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap kenyataan atau realitas.
Analisis data versi Miles dan Huberman, bahwa ada tiga alur kegiatan,
yaitu :
1. Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian
pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang
muncul dari catatan lapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data,
dimulai dengan membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, menulis
memo, dan lain sebagainya, dengan maksud menyisihkan data atau
informasi yang tidak relevan, kemudian data tersebut diverifikasi.
2. Penyajian data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang
memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan
tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif,
dengan tujuan dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun
dalam bentuk yang padu dan mudah dipahami.
3. Penarikan kesimpulan atau verifikasi merupakan kegiatan akhir penelitian
[Link] harus sampai padakesimpulan dan melakukan verifikasi,
baik dari segi makna maupun kebenaran kesimpulan yang disepakati oleh
tempat penelitian itu dilaksanakan. Makna yang dirumuskan peneliti dari
20
data harus diuji kebenaran, kecocokan, dan kekokohannya. Peneliti harus
menyadari bahwa dalam mencari makna, ia harus menggunakan
pendekatan yaitu dari kacamata key information, dan bukan penafsiran
makna menurut pandangan peneliti
3.8 Definisi Operasional
Adapun definisi operasional adalah sebagai berikut:
1. Kualitas layanan persepsi dari pasien mengenai evaluasi terhadap
pelayanan yang diterima di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara
Kendari
2. Kepuasan merupakan perasaan positif yang dirasakan pasien Ruang Rawat
Inap Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.
21
BAB IV
RANCANGAN PENELITIAN
4.1 Rencana Penelitian
Adapun tabel rencana penelitian dijelaskan sebagai berikut:
Bulan
No Kegiatan Desember Januari Februari
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Identifikasi
Masalah dab
1
identifikasi
informan
Proses
wawancara atau
2
pengumpulan
data
Pemetaan data
3 atau analisis
data
Penulisan hasil
4 dan
pembahasan
Penulisan
5 kesimpulan dan
saran
22
23
DAFTAR PUSTAKA
Afrizal, A. (2018). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Citra Rumah Sakit
Dankepercayaan Terhadap Kepuasan Pasien Dan Implikasinya Pada
Loyalitas Pasien.
Andesta, A. (2020). Analisis Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pasien
Peserta BPJS pada Pelayanan Instalasi Rawat Inap di Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Solok. Jurnal Rekam Medic, 3(2), 121-135.
Aprilia, S. B., Ati, N. U., & Sekarsari, R. W. (2020). Analisis Kualitas Pelayanan
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Dampit Dalam
Menanggapi Pengaduan Masyarakat Untuk Meningkatkan Kepuasan
Pelanggan (Studi Pada Desa Pamotan, Ubalan, Dawuhan Kecamatan
Dampit Kabupaten Malang). Respon Publik, 14(5), 1-13.
Dewi, R., Fikri, M. H., Hadian, A., & Rahmat, M. (2022). Pengaruh Kualitas
Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Pengguna BPJS Kesehatan di
RSU Muhammadiyah Mandala by Pass Medan. Jurnal Ilmiah Universitas
Batanghari Jambi, 22(3), 1717-1720.
Engkus, E. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien
Di Puskesmas Cibitung Kabupaten Sukabumi. Jurnal Governansi, 5(2),
99-109.
Fadhila, N. A., & Diansyah, D. (2018). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan
Kepercayaan Terhadap Loyalitas Dengan Kepuasan Pasien Sebagai
Variabel Intervening Di Klinik Syifa Medical Center. Media Studi
Ekonomi, 21(1).
Ferdinand, Augusty. 2014. Metode Penelitian Manajemen. BP Universitas.
Diponegoro. Semarang.
Fulgara, N., Wijayanto, G., & Jahrizal, J. 2020. Pengaruh Kualitas Pelayanan
Dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pasien Peserta Bpjs Kesehatan
Di Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Tepak
Manajemen Bisnis, 12(3), 532-546.
Gulo, H. I. A. (2022). Gambaran Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan
Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta
Tahun 2021: Overview of Service Quality on Outpatient Patient
Satisfaction at the Jakarta Drug Addiction Hospital in 2021. Indonesian
Scholar Journal of Medical and Health Science, 1(12), 477-483.
23
Guspul, A. (2014). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Kepercayaan Terhadap
Kepuasan Nasabah. Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat UNSIQ, 1(1), 40-54.
Handayani, I. T., Wajdi, F., & Wujoso, H. (2022). Pengaruh Kualitas Pelayanan
Dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pasien Dokter Gigi Muda Di
Rsgm Soelastri (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah
Surakarta).
Ikhsan, K., & Yoebrilianti, A. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan
Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pasien Bpjs Di Klinik Isna Medika
Kota Cilegon. Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Bisnis,
4(1), 47-59.
Khotimah, K., Pangaribuan, S. M., Simamora, J. P., Sinaga, I. S. B., Sinaga, L.
R. V., Doloksaribu, L. G., ... & Siregar, R. N. (2022). Dasar Ilmu
Kesehatan Masyarakat. Yayasan Kita Menulis.
Lukiyana, L., & Arsinta, A. (2018). Pengaruh Pelayanan Tenaga Administrasi
Dan Kualitas Kerja Tenaga Medis Terhadap Kepuasan Pasien BPJS
yang Dimoderasi oleh Kepercayaan Pasien. Business Management
Journal, 14(1).
Ningrum, P. T., & Khalista, N. N. (2017). Gambaran Pengelolaan Limbah Cair
Di Rumah Sakit X Kabupaten Jember. Jurnal Ilmu Kesehatan
Masyarakat, 10(2).
Poceratu, I. C., & Maitimu, N. E. (2022). Aplikasi Metode Service Quality Dalam
Menganalisis Kualitas Pelayanan PT. PLN (PERSERO) PLTD POKA
AMBON. ALE Proceeding, 5, 121-128.
Pratama, F. F. (2021). Koordinasi Pada Instalasi Pemeliharaan Sarana dan
Prasarana Rumah Sakit (IPSPRS) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial, 2(3), 152-159.
Pujiastuti, A., Rahajeng, Y., & Arifin, S. N. (2022). Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Kepuasan Pasien pada Puskesmas Suko Kecamatan
Maron Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmiah Ecobuss, 10(1), 35-40.
Purba, M. I., & Ginting, K. E. N. (2018). Pengaruh Harga, Pelayanan, dan
Kualitas Jasa Terhadap Kepuasan Konsumen Transportasi Online di
Kota Medan. Jkbm (Jurnal Konsep Bisnis Dan Manajemen), 5(1), 63-75.
24
Ramadhan, R., Alfansi, L., & Anggarawati, S. (2021). Analisis Faktor-Faktor
Yang Memengaruhi Loyalitas Pelanggan Indosat Ooredoo Pada
Mahasiswa Universitas Bengkulu. The Manager Review, 3(2), 147-172.
Ratnasari, I. (2021). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Kepercayaan Pasien
Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Kelas 1 Peserta Bpjs Di Rsud
Karawang. Cakrawala Management Business Journal, 3(2), 685-698.
Saanin, A. P., Rumengan, G., Ulfa, L., & Rustandy, J. (2022). Hubungan
Kepercayaan, Kualitas Pelayanan, Kewajaran Harga, dan Lingkungan
Fisik Terhadap Kepuasan Pasien Pada Unit Rawat Inap RS Azra Kota
Bogor Provinsi Jawa Barat. Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah
Sakit Indonesia (MARSI), 6(2), 182-186.
Sangadji, E. M., & Sopiah, S. (2013). The Effect of Organizational Culture On
Lecturers’ Job Satisfaction and Performance: A Research in
Muhammadiyah University throughout East Java. International Journal of
Learning & Development, 3(3), 1-18.
Sari, T. P. (2022). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien
Rawat Inap Dirumah Sakit X. Management Studies and
Entrepreneurship Journal (MSEJ), 3(1), 53-59.
Tamsah, H., & Ferial, E. (2018). Pengaruh Ekspektasi, Persepsi, Kualitas
Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
Bhayangkara Makassar. Jurnal Mirai Management, 3(1), 1-16.
Tjiptono. 2014. Service, Quality & Satisfaction. Edisi 3. Yogyakarta: Penerbit
Andi.
Widiastuti, Y., & Bahri, H. S. (2020). Analisis Pengaruh Dimensi Kualitas
Pelayanan Dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pasien Di RSUD
Tongas Kabupaten Probolinggo. RELASI: JURNAL EKONOMI, 16(2),
338-404.
25
Lampiran : 1 Panduan Wawancara
GAMBARAN KEPUASAN PASIEN BERBASIS KUALITAS LAYANAN
RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KENDARI
Assalamualaikum [Link]
Kepada Yth. Bapak/Ibu/Sdr/i
Profil Informan
Umur :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Jenis Kelamin :
Jenis Kontrasepsi yang Digunakan :
1. Bagaimana peralatan kesehatan yang dimiliki Rumah Sakit, apakah telah
memadai
2. Bagaimana petugas Rumah Sakit dapat memecahkan masalah pasien
3. Bagaimana petugas Rumah Sakit telah bersungguh-sungguh saat
membantu pasien
4. Bagaimana kemampuan menjawab pertanyaan pasien oleh petugas
dianggap baik
5. Bagaimana petugas dapat menerima saran dari pasien mengenai layanan
Rumah Sakit
6. Bagaimana petugas telah memberikan kenyamanan bagi pasien
26
7. Bagaimana Petugas dan pasien dapat saling memberikan layanan yang
baik
8. Bagaimana Petugas mengetahui kebutuhanan layanan yang diperlukan
pasien
9. Bagaimana biaya bisa bersaing dengan Rumah Sakit yang lain
27