No: F/QCL/008 Rev.
01
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN
Menurut peraturan ( UE ) no.1907/2006
METHYLENE BLUE
Revisi:01 Tanggal : 11.10.2022 No. MSDS : 129
Bagian 1 – Identitas Bahan dan Perusahaan
1.1 Mengidentifikasi Produk
Nama Produk : METHYLENE BLUE
Sinonim : Ehrlich's Reagent III; 3,7- bis(Dimethylamino)phenothiazin-5-
ium Chloride, Methylthioninium chloride, 3,7-
Bis(dimethylamino)phenothiazinium chloride, Tetramethylthionine
chloride
No. CAS : 61-73-4
Kode HS : 3212 90 00
Kode Produk : A-2031
Merek : SMART-LAB
2. Penggunaan yang relevan dari bahan atau campuran dan penggunaan yang disarankan terhadap
Penggunaan yang teridentifikasi : Reagen untuk analisis
3. Rincian penyuplai lembar data keselamatan
Perusahaan : [Link]-Lab Indonesia
Alamat : Ruko Boulevard Taman Tekno Blok E No.10-11,BSD Sektor XI
Serpong, Tangerang - Indonesia
Website :[Link]
Email :sales@[Link]
Untuk Informasi : Telp: +62-21- 7588 0205(Hunting) , fax:+62-21-7588 0198
Telpon Darurat : +62-21-7588 0205(Hunting)
Bagian2 – Identifikasi Bahaya
1. Klasifikasi bahan atau campuran
Toksisitas akut, Kategori 4, Oral, H302
Teks pernyataan-H penuh yang disebutkan dalam Bagian ini, baca Bagian 16.
2. Elemen label
Pelabelan menurut Peraturan (EC) No 1272/2008
Piktogram bahaya
Kata Sinyal Awas
Pernyataan bahaya (s)
H302 Berbahaya jika tertelan.
Pengurangan pelabelan (≤125 ml)
Piktogram bahaya
Kata sinyal Awas
[Link]-LAB INDONESIA LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN – METHYLENE BLUE Page 1
No: F/QCL/008 Rev.01
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN
Menurut peraturan ( UE ) no.1907/2006
METHYLENE BLUE
Revisi:01 Tanggal : 11.10.2022 No. MSDS : 129
2.3 Bahaya lain
Tidak ada yang diketahui.
Bagian3 – Komposisi dan Informasi Bahan
3.1 Bahan
Sinonim : METHYLENE BLUE
Rumus Kimia : C16H18CIN3S.xH2O
Berat Molekul : 319,86 g/mol (anhidrat)
CAS-No. : 61-73-4
EC-No. : 200-515-2
Bahan Klasifikasi Konsentrasi
METHYLENE BLUE
CAS-No. 61-73-4 Toksisitas akut, Kategori 4, H302 <= 100 %
EC-No. 200-515-2
Untuk teks pernyataan –H selengkapnya dari yang disebutkan dalam Bagian ini, lihat Bagian 16.
3.2 Campuran
Tidak berlaku
Bagian 4 – Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
4.1 Penjelasan mengenai tindakan pertolongan pertama
Saran umum Pemberi pertolongan pertama harus melindungi dirinya.
Setelah terhirup: hirup udara [Link] napas terhenti: berikan napas buatan mulut
ke mulut atau secara mekanik. Berikan masker oksigen jika
[Link] hubungi dokter.
Bila terjadi kontak kulit: bilaslah dengan air yang banyak. Hubungi dokter mata.
Setelah kontak pada mata : bilaslah dengan air yang banyak. Segera hubungi dokter
[Link] lensa kontak.
Setelah tertelan: beri air minum (paling banyak dua gelas). Segera cari anjuran
[Link] di dalam kasus khusus, jika pertolongan tidak
tersedia dalam satu jam, rangsang untuk muntah (hanya jika korban
tidak sadarkan diri), telan karbon aktif and konsultasikan kepada
dokter secepatnya.
2. Kumpulan gejala/efek terpenting, baik akut maupun tertunda
Hal berikut ini berlaku untuk amina aromatik secara umum : efek sistemik : methaemoglobinamea dengan
sakit kepala, detak jantung tak beraturan, penurunan tekanan darah, dyspnoea, dan sesak, gejala prinsip :
keracunan sianida ( perubahan warna darah menjadi biru).
3. Indikasi pertolongan medis pertama dan perawatan khusus yang diperlukan
Tidak tersedia informasi.
[Link]-LAB INDONESIA LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN – METHYLENE BLUE Page 2
No: F/QCL/008 Rev.01
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN
Menurut peraturan ( UE ) no.1907/2006
METHYLENE BLUE
Revisi:01 Tanggal : 11.10.2022 No. MSDS : 129
Bagian 5 – Tindakan Penanggulangan Kebakaran
5.1 Media pemadaman api
Media pemadam yang sesuai Air, Busa, Karbon dioksida (CO2), Serbuk kering
Media pemadam yang tidak sesuai Untuk bahan/campuran ini, tidak ada batasan agen pemadaman
yang diberikan.
2. Bahaya khusus yang muncul dari bahan atau campuran
Mudah menyala. Perkembangan gas atau uap menyala yang berbahaya mungkin terjadi dalam kejadian
kebakaran. Kebakaran dapat menyebabkan berevolusi: Sulfur oksida, nitrogen oxides, Gas hidrogen
klorida
3. Saran bagi petugas pemadam kebakaran
Alat perlindungan khusus bagi petugas pemadam kebakaran
Jika terjadi kebakaran, pakai alat bantu pernapasan SCBA.
4. Informasi lebih lanjut
Tekan (pukul kebawah) gas/uap/kabut dengan semprotan air jet. Cegah air pemadam kebakaran
mengkontaminasi air permukaan atau sistim air tanah.
Bagian 6 – Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran
6.1 Langkah-langkah pencegahan diri,alat pelindung dan prosedur tanggap darurat
Nasihat untuk personel nondarurat Hindari penghisapan debu. Hindari kontak dengan [Link]
ventilasi memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur
darurat, hubungi ahli.
Saran bagi responden darurat: Perlengkapan pelindung, lihat bagian 8.
2. Tindakan pencegahan Lingkungan
Jangan membuang ke saluran pembuangan.
3. Metode dan bahan untuk penyimpanan dan pembersihan
Tutup [Link], ikat dan pompa keluar tumpahan. Amati kemungkinan pembatasan bahan (lihat
bagian 7 dan 10). Ambil dengan [Link] ke [Link] area yang [Link]
pembentukan debu.
4. Rujukan ke bagian lainnya
Indikasi mengenai pengolahan limbah, lihat bagian 13.
Bagian 7 – Penyimpanan dan Penanganan Bahan
7.1 Kehati-hatian dalam menangani secara aman
Langkah-langkah pencegahan untuk penanganan yang aman
Taati label tindakan pencegahan.
Tindakan higienis
Segera ganti pakaian yang [Link] krim pelindung [Link] tangan dan muka setelah
bekerja dengan bahan tersebut.
[Link]-LAB INDONESIA LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN – METHYLENE BLUE Page 3
No: F/QCL/008 Rev.01
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN
Menurut peraturan ( UE ) no.1907/2006
METHYLENE BLUE
Revisi:01 Tanggal : 11.10.2022 No. MSDS : 129
2. Kondisi penyimpanan yang aman,termasuk adanya inkompatibilitas
Kondisi penyimpanan
Tertutup sangat rapat. Kering.
Suhu penyimpanan yang direkomendasikan, lihat label produk.
3. Penggunaan akhir khusus
Selain penggunaan yang disebutkan dalam bagian 1.2, tidak ada penggunaan spesifik lain yang diantisipasi
Bagian 8 –Pengendalian Pemaparan dan Perlindungan diri
1. Parameter Pengendalian
Tidak mengandung bahan-bahan yang mempunyai nilai batas eksposur pekerjaan.
2. Pengendalian Pemaparan
Pengendalian teknik yang sesuai
Langkah-langkah teknis dan operasi kerja yang sesuai harus diberikan pri oritas dalam penggunaan alat
pelindung [Link] bagian 7.1.
Tindakan perlindungan individual
Pakaian pelindung harus dipilih secara spesifik untuk tempat bekerja, tergantung konsentrasi dan jumlah
bahan berbahaya yang [Link] tahan pakaian pelindung kimia harus dipastikan dari masing-masing
suplier.
Perlindungan mata/wajah
Kacamata / Goggles pelindung yang pas dan ketat
perlindungan kulit
Menangani dengan sarung tangan. Sarung tangan harus diperiksa sebelum digunakan. Gunakan teknik
penghapusan sarung tangan yang tepat (Tanpa menyentuh permukaan luar sarung tangan) untuk menghindari
kontak kulit dengan produk ini. Buang sarung tangan yang terkontaminasi setelah digunakan sesuai dengan
hukum yang berlaku dan praktek laboratorium yang baik. Cuci dan keringkan tangan.
Sarung tangan pelindung yang dipilih harus memenuhi spesifikasi dari EU Directive 89/686 / EEC dan
standar EN 374 berasal dari itu.
Kontak penuh Bahan: Karet nitril
ketebalan lapisan minimal: 0,11 mm
Menembus waktu: >480 menit
Kontak percikan
Bahan: Karet nitril
ketebalan lapisan minimal: 0,11 mm
Menembus waktu: >480 menit
Peralatan pelindung lainnya
sarungtangan pelindung
perlindungan pernapasan
diperlukan ketika debu dihasilkan. Jenis filter yang direkomendasikan: Filter P2 (menurut DIN 3181) untuk
partikel padat dan cair bahan berbahaya Pengusaha harus memastikan bahwa perawatan, pembersihan, dan
[Link]-LAB INDONESIA LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN – METHYLENE BLUE Page 4
No: F/QCL/008 Rev.01
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN
Menurut peraturan ( UE ) no.1907/2006
METHYLENE BLUE
Revisi:01 Tanggal : 11.10.2022 No. MSDS : 129
pengujian perangkat perlindungan pernafasan telah dilakukan sesuai dengan petunjuk dari pabriknya.
Tindakan ini harus didokumentasikan dengan benar.
Kontrol eksposur lingkungan
Jangan biarkan produk masuk ke saluran pembuangan.
Bagian 9 –Sifat-sifat Fisika dan Kimia
9.1 Informasi tentang sifat fisika dan kimia
Bentuk padat
Warna biru tua
Bau Tak berbau
Ambang Bau Tidak berlaku
pH kira-kira 3 pada 10 g/l 20 °C
Titik lebur kira-kira 180 °C (penguraian)
Titik didih/rentang didih Tidak tersedia informasi
Titik nyala Tidak tersedia informasi
Laju penguapan Tidak tersedia informasi.
Flamabilitas (padatan, gas) Tidak tersedia informasi.
Terendah batas ledakan Tidak tersedia informasi
Tertinggi batas ledakan Tidak tersedia informasi
Tekanan uap Tidak tersedia informasi
Kerapatan (densitas) uap relatif Tidak tersedia informasi
Densitas Tidak tersedia informasi
Kerapatan (den-sitas) relatif Tidak tersedia informasi
Kelarutan Tidak tersedia informasi
Kelarutan dalam air
kira-kira 50 g/l pada 20 °C
Koefisien partisi (n-oktanol/air) log Pow: 5,85 (dihitung) (Lit.)
Potensial bioakumulasi
Suhu dapat membakar sendiri Tidak tersedia informasi
Suhu penguraian Tidak tersedia informasi
Viskositas, dinamis Tidak tersedia informasi
Sifat peledak Tidak diklasifikasikan sebagai mudah meledak.
Sifat oksidator Tidak ada
9.2 Data lain
Densitas curah kira-kira 400 - 600 kg/m3
Bagian 10 – Reaktifitas dan Stabilitas
1. Reaktifitas
Hal berikut ini berlaku secara umum untuk campuran dan senyawa organik y ang mudah terbakar:
sehubungan dengan penyebaran yang halus, saat diputa r kemungkinan ledakan debu secara umum dapat
diasumsikan.
2. Stabilitas Kimia
Produk ini stabil secara kimiawi di bawah kondisi ruangan standar (suhu kamar).
3. Reaksi berbahaya yang mungkin di bawah kondisi spesifik/khusus
Reaksi yang hebat dapat terjadi dengan : Oksidator kuat, Basa, Reduktor, senyawa alkali, iodides,
potassium dichromate
[Link]-LAB INDONESIA LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN – METHYLENE BLUE Page 5
No: F/QCL/008 Rev.01
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN
Menurut peraturan ( UE ) no.1907/2006
METHYLENE BLUE
Revisi:01 Tanggal : 11.10.2022 No. MSDS : 129
4. Kondisi yang harus dihindari
Pemanasan kuat (penguraian).
5. Bahan yang harus dihindari
tidak ada informasi yang tersedia
6. Produk berbahaya hasil penguraian
tidak ada informasi yang tersedia
Bagian 11 – Informasi Toksikologi
11.1 Informasi tentang efek toksikologis
Toksisitas oral akut
LD50 Tikus: 1.180 mg/kg (senyawa anhydrat)
(RTECS)
(senyawa anhydrat) (RTECS) penyerapan
Toksisitas inhalasi akut
Informasi ini tidak tersedia.
Toksisitas kulit akut
Informasi ini tidak tersedia.
Iritasi kulit
Informasi ini tidak tersedia.
Iritasi mata
Kerusakan yang mungkin : iritasi ringan
Sensitisasi
Informasi ini tidak tersedia.
Mutagenisitas pada sel nutfah
Informasi ini tidak tersedia.
Karsinogenisitas
Informasi ini tidak tersedia.
Toksisitas terhadap Reproduksi
Informasi ini tidak tersedia.
Teratogenisitas
Informasi ini tidak tersedia.
Toksisitas pada organ sasaran spesifik – paparan tunggal
Informasi ini tidak tersedia.
Toksisitas pada organ sasaran spesifik – paparan berulang
Informasi ini tidak tersedia.
Toksisitas dosis berulang
Informasi ini tidak tersedia.
[Link]-LAB INDONESIA LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN – METHYLENE BLUE Page 6
No: F/QCL/008 Rev.01
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN
Menurut peraturan ( UE ) no.1907/2006
METHYLENE BLUE
Revisi:01 Tanggal : 11.10.2022 No. MSDS : 129
Bahaya aspirasi
Informasi ini tidak tersedia.
11.2 Informasi lebih lanjut
Setelah penggunaan dalam jumlah besar : Iritasi dalam saluran urin. Sifat-sifat berbahaya lainnya tidak
dapat dikecualikan. Tangani sesuai dengan praktik kebersihan dan keselamatan industri yang baik.
Bagian 12 – Informasi Ekologi
1. Toksisitas
Keracunan untuk ikan
LC50 Pimephales promelas: 45 mg/l; 96 h (senyawa anhydrat) (Database ECOTOX)
Derajat racun bagi daphnia dan binatang tak bertulang belakang lainnya yang hidup dalam air
EC50 Daphnia magna (Kutu air): 2.260 mg/l; 48 h (senyawa anhydrat) (Database ECOTOX)
2. Persistensi dan penguraian oleh lingkungan
Informasi ini tidak tersedia.
3. Potensi bioakumulasi
Koefisien partisi (n-oktanol/air)
log Pow: 5,85 (dihitung) (Lit.) Potensial bioakumulasi
4. Mobilitas dalam tanah
Tidak tersedia informasi
5. Hasil dar asesmen PBT dan vPvB
Penilaian PBT/vPvB tidak dilakukan karena penilaian keamanan bahan kimia tidak diperlukan/tidak
dilakukan.
6. Efek merugikan lainnya
Pelepasan ke lingkungan harus dihindarkan.
Bagian 13 – Pembuangan Limbah
Metode penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan petunjuk serta peraturan nasional dan lokal lainnya. Tinggalkan
bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan dicam purkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti
produknya sendiri .
Bagian 14 – Informasi Pengangkutan
Transpor jalan (ADR/RID)
14.1 - 14.6 Tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut peraturan pengangkutan.
Transportasi air sungai (ADN)
Tidak bersangkut paut
Transpor udara (IATA)
14.1 - 14.6 Tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut peraturan pengangkutan.
[Link]-LAB INDONESIA LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN – METHYLENE BLUE Page 7
No: F/QCL/008 Rev.01
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN
Menurut peraturan ( UE ) no.1907/2006
METHYLENE BLUE
Revisi:01 Tanggal : 11.10.2022 No. MSDS : 129
Transpor laut (IMDG)
14.1 - 14.6 Tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut peraturan pengangkutan.
14.7 Transportasi dalam jumlah besar berdasarkan pada MARPOL 73/78 lampiran II dan IBC Code
Tidak bersangkut paut
Bagian 15 – Peraturan Perundang - undangan
1. Regulasi tentang lingkungan , kesehatan dan keamanan untuk produk tersebut
Perundang-undangan nasional
Kelas penyimpanan 10 - 13
2. Asesmen Keselamatan Kimia
Untuk produk ini, penilaian keselamatan kimia sesuai dengan peraturan EU REACH No 1907/2006 tidak
dilakukan.
Bagian 16 – Informasi Lain
Nasehat pelatihan
Menyediakan informasi, instruksi dan pelatihan yang memadai bagi operator.
Teks pernyataan –H penuh mengacu pada bagian 2 dan 3
H302 Berbahaya jika tertelan.
National Fire Protection Association (U.S.A.):
Health: 1
Flammability: 0
Reactivity: 0
Informasi lebih lanjut
Informasi di atas diyakini benar tetapi tidak dimaksudkan untuk menjadi semua inklusif dan harus
hanya digunakan sebagai panduan. Informasi dalam dokumen ini didasarkan pada pengetahuan terkini
kamidan berlaku untuk produk yang berkaitan dengan tindakan pencegahan dan [Link] tidak
mewakilimenjamin sifat dari [Link]-LAB INDONESIA dan Afiliasinya tidak
bertanggungjawab atas segala kerusakan akibat penanganan atau dari kontak dengan produk di atas. dan /
atau sisi sebaliknya dari faktur atau slip kemasan untuk syarat dan ketentuan penjualan tambahan.
[Link]-LAB INDONESIA LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN – METHYLENE BLUE Page 8