0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan16 halaman

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

Dokumen tersebut membahas tentang masalah, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya."

Diunggah oleh

green cloth
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan16 halaman

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

Dokumen tersebut membahas tentang masalah, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya."

Diunggah oleh

green cloth
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

R I

S A
U M
A R
T I
E F 4
Y 0

n
T A . 0 0 TO
I

a
N 0 1 N

&
A A

s
. 0 1 I H 5
21 DI P .00 R 1
B U
. 0 1
in
0
g1

utu
v
1

l p
2

So Ke
em l an
bl b i
ro
P nga m
P e
MASALAH (PROBLEM)
MASALAH atau PROBLEM merupakan bagian dari kehidupan manusia. Hampir setiap
hari orang dihadapkan kepada persoalan-persoalan yang perlu dicari jalan keluarnya.

MASALAH seringkali disebut orang sebagai kesulitan, hambatan, gangguan,


ketidakpuasan atau kesenjangan. .
Anderson (dalam Suharnan, 2005) mengemukakan bahwa secara umum dan hampir
semua ahli psikologi kognitif sepakat bahwa:
MASALAH adalah suatu kesenjangan antara setuasi sekarang dengan situasi yang
akan datang atau tujuan yang diinginkan (problem is a gap or discrepancy between
present state and future state or desired goal)
Pemecahan masalah adalah suatu proses
mencari atau menemukan jalan yang
menjembatani antara keadaan yang sedang
dihadapi dengan keadaan yang diinginkan dihadapi
dengan keadaan yang diinginkan
(Hayes, dalam Suharnan, 2005)
Problem
Chaplin (2001) dalam kamus lengkap psikologi
menyatakan bahwa pemecahan masalah adalah Solving
proses yang tercakup dalam usaha menemukan
urutan yang benar dari alternatif- alternatif jawaban
mengarah pada satu sasaran atau kearah pemecahan
yang ideal.
Menurut [Link], Pengambilan keputusan dapat dianggap
sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif
yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara
beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan
keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.

G. R. Terry mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah


Decision
sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau
lebih alternatif yang mungkin. Making

Claude S. Goerge, Jr Mengatakan proses pengambilan keputusan


itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran,
kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan
pemilihan diantara sejumlah alternatif.
Problem Wood et al (1998) mengatakan bahwa problem solving dan
decision making merupakan dua hal yang saling terkait, di
Solving & mana pemecahan masalah memerlukan keterampilan
pengambilan keputusan, dan selanjutnya pengambilan
Decision keputusan akan memunculkan masalah baru yang perlu
diselesaikan lebih lanjut.
Making
Pemecahan Masalah
Menurutnya (Duncan, 1981), untuk memahami pemecahan masalah, perlu mengikuti
sejumlah langkah, yakni:
(a) memperoleh informasi,
(b) bertindak dalam pengambilan keputusan,
(c) ketidak sesuaian dengan kesadaran/ cognitive dissonance

Dari pendapat Duncan jelas bahwa pengambilan keputusan merupakan pilihan jalan
keluar atas persoalan (the actual choices of solution), namun dia menambahkan
langkah yang ketiga, yakni cognitive dissonance sebagai konsekuensi dari setiap
keputusan. Artinya penyelesaian masalah lebih luas dari pengambilan keputusan,
karena masih harus mempertimbangkan konsekuensi keputusan yang diambil.
Pemecahan Masalah
Kast and Rosenzweig (1985) menyebut bahwa dalam pemecahan masalah perlu diperhatikan
dua hal, yaitu diagnosis dan tindakan.

Keduanya harus seimbang dan dijalankan dengan baik dan benar. Over-diagnosis menyebabkan
“paralysis by analysis”, dimana organisasi tidak berani dan tidak pernah bertindak, dan
under-diagnosis yang akan menghasilkan “extinction by instinct”, di mana organisasi terlalu
cepat bertindak.

Jadi, yang diperlukan dalam pemecahan masalah adalah obyektifitas penilaian akan segala
aspek permasalahan yang dihadapi dan mengambil keputusan yang realistis untuk dijalankan
agar konsekuensi keputusan yang akan dihadapi dapat diantisipasi dengan baik dan semestinya.
Tahapan Pemecahan Masalah
Kast dan Rosenzweig (1985) mengemukakan bahwa dalam pemecahan masalah biasanya dilalui
tahap-tahap berikut :
(1) Problem sensing, mengidentifikasi kesenjangan antara situasi yang dipersepsi dengan situasi
yang diharapkan;
(2). Refining the problem untuk meyakinkan bahwa anggota organisasi sepakat dan sepaham
tentang batasan persoalan yang dihadapi. Misalnya, siapa yang terlibat, siapa penyebabnya,
macam persoalan, tujuan penyelesaian persoalan, dan bagaimana menilai hasilnya;
(3). The generation of alternative solutions, yakni bertukar pikiran untuk menganalis setiap
alternatif pemecahan;
(4). The evaluation phase, yang mencakup identifikasi tahapan tindakan tentatif, mengantisipasi
dampak yang mungkin terjadi, merefining dan memilih solusi terbaik;
(5). Planning action steps;
(6). Implementing action steps;
(7). Following up
Karakteristik Masalah yang Harus Diselesaikan
Secara sederhana, karakteristik masalah yang dihadapi dapat dilihat dari dimensi seberapa sulit
dan seberapa mendesak masalah tersebut harus diatasi.
Berdasarkan dua dimensi tersebut, dapat dibuat tipologi masalah sebagai berikut:
(1) mudah dan segera,
(2) sulit tetapi harus segera,
(3) mudah dan bisa ditunda,
(4) sulit dan bisa ditunda.
Dengan pola berpikir yang sama, tipologi masalah yang harus dicari solusi tentangnya juga bisa
dibuat berdasarkan seberapa sulit dan seberapa mendasar masalah tersebut.
Berdasarkan kedua dimensi tersebut, maka dapat dibuat tipologi masalah sebagai berikut:
(1) mudah dan mendasar,
(2), sulit dan mendasar,
(3) mudah dan tidak mendasar,
(4) sulit dan tidak mendasar
MUDAH 1 3

SULIT 2 4

MENDESAK DAPAT DITUNDA


Cara Penyelesaian Masalah
Penyelesaian masalah lainnya adalah melalui sharing dan feedback sebagaimana digambarkan
Johari Window (Randolph, 1985)

pemecahan masalah secara optimal hanya diperoleh


dalam situasi ke dua belah pihak sama-sama memahami
dengan benar dan akurat masalah yang dihadapi (Open
area).
Ada potensi untuk menyelesaikan masalah dalam situasi
blind area apabila yang bersangkutan meminta umpan
balik dari pihak lain yang memahami masalah tersebut,
sehingga yang bersangkutan bergeser ke posisi open area.
Hal yang sama pada hidden area, masih dimungkinkan
penyelesaian masaslah secara optimal dengan lebih
dahulu men-sharing informasi kepada pihak lain, sehingga
yang bersangkutan digeser terlebih dahulu ke situasi open
area baru pemecahan masalah dapat dilakukan secara
optimal
Dasar-dasar Pengambilan Keputusan
George R. Terry menjelaskan dasar-dasar dari pengambilan keputusan yang berlaku, antara lain

Intuisi
Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena
sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain
Pengalaman
Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis
Fakta
Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan
keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.
Wewenang
Keputusan yang berdasarkan pada wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan
mengasosiasikan dengan praktik diktatorial.
Rasional
Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna. Masalah – masalah yang dihadapi
merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional.
Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Arroba, menyebutkan lima faktor yang mempengaruhi Pengambilan Keputusan , antara lain:
a. Informasi yang diketahui perihal masalah yang dihadapi
b. Tingkat pendidikan
c. Personality
d. Coping, dalam hal ini dapat berupa pengalaman hidup yang terkait dengan pengalaman (proses
adaptasi)
e. Culture

Sedangkan menurut Kotler, faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan antara lain:
a. Faktor Budaya, yang meliputi peran budaya, sub budaya dan kelas sosial
b. Faktor sosial, yang meliputi kelompok acuan, keluarga, peran dan status
c. Faktor pribadi, yang termasuk usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup,
kepribadian dan konsep diri
d. Faktor Psikologis, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan dan pendirian
Jenis Pengambilan keputusan (Desicion making)
Pengambilan keputusan terprogram :
Jenis pengambilan keputusan [Link] suatu respons otomatik terhadap kebijaksanaan-
kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Masalah yang bersifat pengulangan dan rutin
dapat diselesaikan dengan pengambilan keputusan jenis ini.

Pengambilan keputusan tidak terprogram


Menunjukkan proses yang berhubungan dengan masalah – masalah yang tidak jelas Dengan kata
lain, pengambilan keputusan jenis ini meliputi proses-proses pengambilan keputusan untuk
menjawab masalah-masalah yang kurang dapat didefinisikan
Jenis Pengambilan keputusan (Desicion making)
Kotler 24, menjelaskan proses pengambilan d. Pemilihan salah satu alternatif terbaik
keputusan antara lain sebagai berikut : Pemilihan satu alternatif yang dianggap paling
a. Identifikasi masalah tepat untuk memecahkan masalah tertentu
Dalam hal ini diharapkan mampu dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang
mengindentifikasikan masalah yang ada di dalam atau rekomendasi.
suatu keadaan. e. Pelaksanaan keputusan
b. Pengumpulan dan penganalisis data Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang
Pengambil keputusan diharapkan dapat pengambil keputusan harus mampu menerima
mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat dampak yang positif atau negatif.
membantu memecahkan masalah yang ada. f. Pemantauan dan pengevaluasian hasil
c. Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan pelaksanaan
Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun Setelah keputusan dijalankan seharusnya
baik, maka perlu dipikirkan cara-cara pimpinan dapat mengukur dampak dari keputusan
pemecahannya. yang telah dibuat.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai