0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
194 tayangan14 halaman

Struktur dan Operasional PT Meratus Line

Dokumen tersebut membahas tentang tinjauan pustaka yang meliputi pengertian perusahaan pelayaran, depo, stuffing dan stripping, pengertian dan sejarah perkembangan container, jenis-jenis container, ukuran container, dan alat bongkar muat container.

Diunggah oleh

Bunda Alika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
194 tayangan14 halaman

Struktur dan Operasional PT Meratus Line

Dokumen tersebut membahas tentang tinjauan pustaka yang meliputi pengertian perusahaan pelayaran, depo, stuffing dan stripping, pengertian dan sejarah perkembangan container, jenis-jenis container, ukuran container, dan alat bongkar muat container.

Diunggah oleh

Bunda Alika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Umum Perusahaan Pelayaran

Pengertian perusahaan pelayaran adalah perusahaan yang mengoperasikan kapal yang


dimiliki dari pelabuhan atau kepelabuhan yang lain baik itu dalam negeri maupun luar
negeri untuk dapat menangani pekerjaan yang berkaitan dengan kedatangan kapal di
pelabuhan sehingga perusahaan pelayaran perlu membuka kantor cabang, Tergantung
dngan volume pengangkutan muatan ke atau dari pelabuhan masing – masing. (FDC
Sudjatmiko, 2007 : 134 )

Perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya dan menarik pelanggan agar


menggunakan jasa–jasa usahanya, maka harus lebih memperhatikan terhadap mutu
pelayanan atau service atas jasa yang di berikan sebab pelayanan merupakan alat
pemasaran yang sangat penting.

Perkembangan ilmu pengtahuan dan teknologi yang semakin maju dan dilatar
belakangi oleh keinginan konsumen tentang keamanan , biaya dan waktu yang efektif
dan efesien serta kapasitas. Suatu gagasan yang di sebut dengan sistem [Link]
container dianggap mampu untuk mengatasi masalah–masalah yang sering timbul dalam
timbul dalam kegiatan handling cargo bongkar muat.
2. Pengertian Depo

Depo secara umum Adalah lokasi penumpukan/penampungan petikemas yang


dilengkapi dengan sarana & prasarana guna mendukung kegiatan operasional
pelayaran.
a. Depo Meratus Adalah suatu tempat menampung/menumpuk peti kemas/container
full/empty. Dimana didalamnya ada proses kegiatan penerimaan, penyerahan peti
kemas dan barang, proses stuffing/stripping, relokasi muatan/bongkaran kapal,
relokasi antar depo (oper-oper) dan kegiatan administrasi guna menunjang
kelancaran seluruh aktifitas kegiatan pelayanan di depo .
b. Stuffing adalah suatu kegiatan pemasukan barang kedalam peti kemas/container
dengan menggunakan tenaga manusia/alat mekanis .
c. Stripping adalah suatu kegiatan mengeluarkan barang dari dalam petikemas
dengan menggunakan tenaga manusia/alat mekanis.
3. Pengertian Stuffing dan Stripping
Selain kegiatan bongkar muat container di pelabuhan, ada satu lagi kegiatan
bongkar muat [Link] stuffing dan [Link] adalah kegiatan
memasukkan muatan ke dalam container, sedangkanstrippingadalah kegiatan
mengeluarkan barang dari dalam container.
a. Stuffingdalam yaitu kegiatan yang dilakukan di dalam depo
Stuffing luar yaitu kegiatan yang dilakukan di luar depo
b. Strippingdalam yaitu kegiatan yang dilakukan di dalam depo
Stripping luar yaitu kegiatan yang dilakukan di luar depo
Perlu dimasukkan ke dalam data kegiatan adalah stuffing dalam dan stripping
[Link] luar tidak perlu dilakukan karena diangggap container keluar dari
[Link] tinggal menyesuaikan status containernya [Link] tetapi tidak bisa
secara langsung untuk untuk kegiatan di dalam karena kegiatan dan status container
tersebut langsung terjadi. Input data dilakukan dengan 2 kali. Untuk stripping dalam
sebelum status container EmptyAvailable (MTA) maka dilakukan input [Link]
stuffing dalam sebelum status container RCFL maka dilakukan input status SIP.
Untuk memasukkan input berdasarkan Job Order (JO) yang diberikan di pintu
masuk depo. Job Order (JO) diberikan kepada petugas lapangan untuk mengetauhi
proses terhadap container tersebut.
4. Pengertian dan Sejarah Perkembangan Container

Penggunaan container secara terencana dimulai pada tahun 1955. Saat itu, Malcom
P. McLean, seorang pengusaha angkutan truk dari North Carolina, Amerika Serikat,
membeli dan mengubah sebuah kapal tanker sisa Perang Dunia II sehingga mampu
mengangkut Kontainer. Kapal yang diberi nama Ideal X tersebut digunakan untuk
mengangkut seluruh truk trailer berikut seluruh muatan di dalamnya. Memindahkan
Peti Kemas dari kendaraan langsung ke kapal tanpa terlebih dahulu harus
membongkar isinya, merupakan cara yang lebih sederhana dan lebih cepat.
( [Link] )
Dalam buku pengetahuan container tentang Terminal Peti Kemas yang
diselenggarakan oleh PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia III Surabaya, menjelaskan
bahwa “Terminal Container adalah daerah pertemuan antara angkutan laut dengan
darat yang menganut system Utilitization of cargo dan container sebagai alat angkut
yang di layani di Terminal Peti Kemas tersebut.
Pengertian kontainer dan kontainer impor berbagai macam pengertian kontainer atau
peti kemas dikemukakan sebagai berikut.
a. Container secara umum dapat digambarkan sebagai gudang yang dapat dipindahkan
(Removable Ware House) yang digunakan untuk mengangkut barang dari komponen
daripada systim pengangkutan.
([Link]
b. Menurut Sudjatmiko dalam bukunya mengatakan bahwa sesuai dengan customs
conventioncontainer 2972, container adalah untuk mengangkut barang dengan
syarat:
1) Seluruh bagian / sebagian tertutup sehingga berbentuk petiatau kertas dan
dimasukan untuk diisi barang yang diangkut.
2) Berbentuk permanen dan kokoh sehingga dapat dipakai berulangkali untuk
mengangkut barang.
3) Dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengangkutan barang dengan
suatu kendaraan tanpa terlebih dahulu dibongkar kembali.
4) Langsung dapat diangkut, khususnya memindahkan dari kendaraan satu ke
kendaraan lainnya.
5) Mudah diisi dan dikosongkan.
6) Mempunyai isi(bagian dalam) minimal 1m containerimpor adalah peti kemas
yang terbuat dari logam yang berisi barang atau muatan impor yang dimasukan
kedalam daerah pabean.
Dari dua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa peti kemas (container) adalah
sebuah peti yang digunakan untuk mengangkut barang dan merupakan penunjang
untuk mempermudah transaksi pengiriman barang dalam proses perdagangan.
5. Jenis - Jenis Container.
Jenis-jenis peti kemas atau container menurut FDC Sudjatmiko dalam “Pokok –
pokok pelayaran niaga” , 2006 adalah sebagai berikut:
a. Dry Cargo Container.
Jenis container ini digunakan untuk mengangkut muatan umum atau bisa disebut
general cargo yang terdiri dari berbagai jenis barang dagangan kering yang sudah
dikemas dalam komoditi packing yang tidak memerlukan penanganan khusus.
b. Reefer Container.
Jenis container ini digunakan untuk mengangkut barang yang harus diangkut dalam
keadaan beku seperti ikan segar, daging hewan.
c. Bulk Container.
Jenis container ini digunakan untuk mengangkut muatan curah (bulk cargo), seperti
beras, gandum yang tidak dikemas. Konstruksinya tidak menggunakan pintu biasa
melainkan hanya bukan kecil dibagian bawah belakang untuk membongkar muatan
curah tersebut. Sedangkan untuk pemuatan barang dicurahkan melalui bukan yang
ada pada atap container.
d. Open Side Container.
Container jenis ini mempunyai pintu yang berada dibagian samping memanjang
sepanjang peti kemas tidak diberi pintu sebagaimana jenis lainya melainkan hanya
terpal saja guna melindungi muatan dari pengaruh cuaca, kegunaanya container ini
seperti mesin dan alat berat lainnya.
e. Soft Top Container.
Container jenis ini terbuka bagian atasnya dari bagian itulah biasanya muatan
diletakkan dan diambil. Bagian atasnya biasanya ditutup bengan terpal untuk
melindungi pengaruh cuaca, Container ini biasanya digunakan untuk barang-
barang yang tingginya melebihi ketinggian container tersebut.
f. Open Top – Side Container.
Container ini hanya berupa geladak penutup dengan empat tinggi sudut dan empat
set lubang untuk memasukkan locking [Link] ini digunakan untuk
pengapalan barang berat yang tidak memerlukan perlindungan terhadap pengaruh
cuaca.
g. Tank Container.
Jenis container ini berupa tanki baja berkapasitas 4000 galon (kl.15.140 liter) yang
di bangun di dalam kerangka peti kemas open side container ini di gunakan untuk
mengapali bahan kimia atau bahan cair lainnya
6. Ukuran Container

Ukuran container menurut Rath Eric dalam “ container systems”


sebagai berikut:
a. All Steel Container ukuran 20” (Twenty Footer)
Panjang : 6,55 m (19’.10.55”)
Lebar : 2,435 m (8’6”)
Tinggi : 2,590 m (8’6)
Berat kosong : 2.250 kg
Berat muat : 18,111 kg
Kapasitas : 30 m
b. All Steel Container ukuran 40’ (Fourty Footer)
Panjang : 12,192 m 40,0
Lebar : 2,435 m (8) bagian luar
Tinggi : 2,590 m (8’6)
Berat kosong : 3,801 kg
Berat muat : 26,681 kg
Kapasitas : 67,23 m
c. Reefer Container (Regregerated Container) 20”
Panjang : 6.55 m (40’)
Lebar : 2,435 m (8’6”) bagian luar
Tinggi : 2,590 m (8’6”)
Berat kosong : 5,740 kg
Berat muat : 24,270 kg
Kapasitas : 58,81
[Link] Bongkar Muat Container

Peralatan bongkar muat containermenurut(Rath, [Link],


JohnWiley&Sons, Ltd. London, 2007.) adalah sebagai berikut :
a. Straddle Carrier
Alat ini lazim pula disebut straddle truck,adalah alat bongkar muat mekanis di
dermaga yang disesuaikan untuk menangani peti kemas. Semula alat ini
dipergunakan untuk mengangkut muatan yang berukuran panjang atau long length.
b. Floating Crane
Floating crane juga merupakan alat untuk mengangkut muatan, tetapi alat ini
berjalan diatas [Link] saat ship gentry tidak mampu mengangkut muatan berat,
maka bersama–sama dengan floating crane muatan tersebut dapat dengan mudah
diangkat.
c. Harbour Mobile Crane(HMC)
Alat bongkar muat dipelabuhan / crane yang dapat berpindah pindah tempat serta
memiliki sifat yg flexible sehingga bisa digunakan untuk bongkar / muat container
maupun barang barang curah / general cargo dengan kapasitas angkat / Safety
Weight Load (SWL) sampai dgn 100 ton.
d. Reach Stacker (RS)
Alat yang dapat bergerak yg memiliki spreader digunakan untuk menaikkan /
menurunkan ( lift on / lift off ) container di dalam Container Yard (CY)atau Depo
Container.
e. Fork Lift ( FL)
Alat yang dapat bergerak dan memiliki garpu / fork yang digunakan untuk
menaikkan / menurunkan ( lift on / lift off ) container / general cargo dalam suatu
tempat ( CY atau Depo Container ) yang memiliki kapasitas mengangkat cargo /
Safety Weight Load(SWL) sampai dengan 32 ton.
f. Rubber Tyred Gantry (RTG)
Alat bongkar muat container yang dapat bergerak dalam lapangan penumpukan /
Container Yard(CY) yang berfungsi untuk menaikkan / menurunkan container dari
dan ke atas trailer atau sebaliknya dalam area stack / penumpukan sesuai dengan
block, slot, row dan tier.
g. Container Gantry Crane (CC)
Alat bongkar muat container yang dipasang permanen dipinggir dermaga dengan
menggunakan rel sehingga dapat bergeser yang berfungsi untuk bongkar muat
container dengan jangkauan / row yang cukup jauh.
8 Macam – Macam Tarif Perhitungan Stuffing
1. Tarif LCL ( Less Than Container Load)
Dikenakan atas jasa pekerjaan :
a. Membongkar Container isi atau kosong dari kapal, mengangkut dan
menurunkan langsung menyusun di lapangan penumpukan untuk di serahkan
kepada pemilik atau penerima di lingkungan kerja pelabuhan, tidak termasuk
biaya lift on pada saat penyerahan.
b. Memuat Container isi atau kosong ke kapal dengan kegiatan yang merupakan
kebaikan sebagaimana di maksud pada butir (1) di atas.
2. Tarif FCL ( Full Container Load )
Dikenakan atas jasa biaya pekerjaan :
a. Membongkar Container isi dan kapal mengangkut dan menurunkan langsung
menyusun di lapangan penumpukan, mengangkut ke Container Freight Station
dan menyusun barang di tempat penumpukan untuk di serahkan kepada
penerima / pemilik, kemudian menentukan peti kemas kosong ke lapangan
penumpukan di lingkungan kerja pelabuhan, tidak termasuk biaya penyerahan
(delivery) ke atas alat penerima yang di sediakan oleh penerima / pemilik
barang.
Memuat Container ke kapal dengan kegiatan yang merupakan kebalikan
sebagian di maksud pada ketentuan di atas.

9 ProsedurSingkat Tentang Pengurusan Container


a. Pengambilan container kosong di depo container
Ketika seorang eksoprtir (customer) akan mengirimkan barangnya, maka
eksportir (customer) tersebut akan memberikan surat kuasa kepada pihak EMKL
memberikan shipping instruction kepada pihak shipping lines untuk kemudian pihak
shipping lines memberikan D/O kepada EMKL untuk mengambil Empty container
di depo container, dan depo container akan mengeluarkan EIR ( Equipment
Intercange Recept ) sebagai bukti penyerahan container dan berisi data – data
tentang container.
b. Pengiriman container dari depo container ke gudang shipper
Setelah dokumen EIR diserahkan maka pihak EMKL melakukan trucking
container kosong ke gudang shipper. Setelah sampai di gudang shipper maka pihak
trucking menyerahkan EIR kepada pihak shipper di gudang stuffing.
c. Pengiriman container full ke CY (Container Yard)
Setelah kegiatan stuffing selesai, maka kegiatan selanjutnya adalah trucking
container full ke CY. Dengan berbekal packing list dan EIR maka pihak eksportir
(customer) membawa container full ke CY untuk kemudian container di timbun di
CY selama menunggu kedatangan kapal. Setelah container di CY maka tanggung
jawab beralih kepada pihak container yard (CY).
d. Kapal datang, container full dimuat ke kapal
Setelah kapal datang maka container segera dimuat ke atas kapal. Dengan
terlebih dahulu pihak CY menyerahkan EIR untuk mengetahui dengan pasti
bagaimana keadaan container tersebut.
e. Instansi Terkait Dalam Container Muat
Dalam melaksanakan kegiatan Handling Container muat selalu berhubungan
dengan instansi – instansi pemerintah maupun swasta,hubungan tersebut akan
memperlancar serta mempermudah dalam pelaksanaan handling container muat.
Adapun instansi – instansi tersebut antara lain :
1) Perusahaan Pelayaran
Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengangkutan yaitu perusahaan
yang menyediakan ruangan kapal dan container untuk barang muatan yang akan
dikapalkan.
2) EMKL / Freight Forwading
Perusahaan jasa yang menangani pengurusan baik ekspor maupun impor,
pengurusan ini meliputi pengeluaran barang dari gudang pemilik sampai ke
gudang pelabuhan maupun sebaliknya atas perintah pemilik barang.
3) Administrator Pelabuhan
Instansi pemerintah yang mengatur kegiatan pelabuhan di lingkungan
Departemen Perhubungan. Bertugas melaksanakan koordinasi dengan instansi –
instansi terkait di pelabuhan.
4) Perusahaan Depo Container
Perusahaan yang bergerak dibidang pelayaran yang menyediakan container
kosong dan juga mengeluarkan EIR yang berfungsi mencatat kondisi container.
5) Perusahaan Angkutan Darat
Perusahaan yang menawarkan jasa pengangkutan muatan mulai dari
container kosong di depo container menuju gudang eksportir sampai container
isi dan dikirim melalui gudang pelabuhan.
6) TPKS
Instansi yang berfungsi menguasai, menangani segala pergerakan container
dilapangan penumpukan peti kemas dan memberi ijin keluar maupun masuknya
container di TPKS (Tempat Penimbunan Kontainer Sementara).
7) Bea dan Cukai
Instansi yang memberikan ijin dan memeriksa dokumen maupun barang
eksport / import secara administrative. Dalam hal ini ditentukan adanya tiga
jalur, yaitu jalur merah, jalur hijau, jalur kuning.

10. Pergerakan Handling Container Dalam Depo


a. Gerakan handling container
Gerakan-gerakan Handling container adalah sebagai berikut:
1) Stevedoring
Adalah gerakan container dari palka kapal ke atas chasis diatas dermaga
dengan menggunakan Gantry Crane / Port Crane / Ship Crane atau kegiatan
sebaliknya.
2) Haulage
Adalah kegiatan container dari lambung kapal ke CY atau ke CFS
(Container Freight Station) dengan menggunakan chasis dan head truck
(trailer) atau kegiatan sebaliknya.
3) Lift On
Adalah gerakan naikan container ke atas chasis dengan menggunakan
transtainer / Top Loader / Forlift / Crane. Kegiatan ini biasanya dikerjakan di
CY atau dilapangan CFS.
4) Lift Off
Adalah gerakan menurunkan container dari chasis dengan menggunakan
Transtainer / Top Loader / Forlift / Crane. Kegiatan ini biasanya dikerjakan di
CY atau dilapangan CFS.
5) Stripping
Adalah kegiatan mengosongkan atau mengeluarkan isi container dengan
menggunakan tenaga buruh atau alat forklift.
6) Stuffing
Adalah kegiatan mengisi atau memasukan barang kedalam Container
dengan menggunakan tenaga buruh atau alat forklift.
7) Stack
Adalah gerakan memindahkan container di lapangan CFS dengan tidak
menggunakan trailer (haulage), kegiatan stack terjadi pada container CFS.
8) Relokasi
Adalah gerakan memindahkan container dalam suatu lapangan (CY).
Kegiatan relokasi adalah kegiatan yang terpaksa dilakukan karena untuk
efisiensi lapangan yang disebabkan karena pemilik barang tidak mengeluarkan
containernya pada waktu yang telah ditentukan dalam dokumen. Untuk tidak
memberatkan pemilik barang, kegiatan ini dilakukan dengan tidak
menggunakan Trailer (haulage).
9) Lashing
Adalah merupakan bagian dari kegiatan stevedoring, dikerjakan setelah
semua container dimuat di atas kapal, agar kedudukan satu dengan yang
lainnya tidak bergerak, maka harus dilashing.

11. Dokumen Pengapalan Container


Dokumen – dokumen yang biasanya digunakan dalam pengapalan
container, antara lain :
a. Shipping Instruction ( SI )
b. Equipment Interchange Receipt ( EIR )
c. Delevery Order (D/O)
d. Container Load Plan
e. Bill Of Loading ( Konosemen )
f. Bay Plan

2.2 Gambaran Umum Obyek Penulisan

1. Sejarah Berdirinya Meratus Dan Armada PT. Meratus Line

Pelayaran Meratus merupakan perusahaan yang memiliki manajemen yang baik dalam
pengangkutan peti kemas (container). Dan seiring dengan perkembangan zaman, PT.
Meratus Line telah berkembang menjadi perusahaan pelayaran nasional yang bergerak
sebagai perusahaan pengangkut feeder. Feeder adalah pelayanan peti kemas (container) dari
daerah ke pulau-pulau. Tetapi tidak menutup kemungkinan PT. Meratus Line
mengumpulkan semua barang dari berbagai Pulau di Indonesia yang akan selanjutnya
diangkut oleh Mothervessel (kapal yang digunakan untuk pelayaran laut lepas, biasanya ke
luar negeri).Meratus line (Dahulu PT. Pelayaran Nusantara Meratus) berdiri berdiri sejak 17
0ktober 1957 oleh bapak Hen henaro. Berawal dari perusahaan pelayaran dengan
kapalpertama diberi nama MV. Paliat dengan kapasitas 616 DWT. Suport pengiriman,
utamanya bahan pangan dari surabaya ke banjarmasin. Awal 1980- an, manajemen meratus
di pegang oleh Bapak Charles Menaro sebagai presiden direktur. Meratus memiliki peran
besar dalam memulai “ InterislandContainer Survice “ dengan mengguakan kapal container
untuk pertama kali pada rute surabaya – makasar, yaitu MV. Marina star 1. Semakin
berkembangnya dunia bisnis, kebutuhan kecepatan suport operasional pelayaran , mebuat
makin banyak anak – anak perusahaan / subsidiary :
MIF : Forwading dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di tiap cabang (terkait
peraturan perintah).
Kantor pusat (head office) PT. Meratus Line di jalan alon – alon priok no.27Surabaya.
[Link] Line mempunyai cabang seluruh indonesia agar memperlancar
pengiriman barang dari suatu tempat asal ke tempat tujuan. [Link] Line
merupakan perusahaan pelayaran yang mempunyai banyak kapal walaupu di lihat dari
segi ukuran tidak sebesar kapal – kapal internasional, hal ini di sebabkan karna kapal
– kapal Meratus di perioritaskan pada angkutan sungai sehingga dapat menjangkau
mencangkau sampai ke pedalaman seperti di kalimantan. perkembangan kapal – kapal
meratus dari ketahun ke tahun semakin meningkat yaitu pada tahun 1990 : 15 kapal ,
2001 : 21 kapal , 2007 : 33 kapal dan sampai sekarang mendekati 40 kapal .Salah satu
kantor cabang PT. Meratus Line adalah Meratus Line cabang surabaya yang
bertempat di jalan alon – alon priok no. 27 Surabaya. Dalam bidang usaha nya PT.
Meratus Line bekerja sama dengan PT. Mitra Dharma Laksana sebagai PBM dan PT.
Mitra Intrans Forwading yang bergerak di bidang forwading untuk menjalankan
Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). dilihat dari segi daya angkut dan armada PT.
Meratus Line adalah perusahaan pelayaran yang paling besar di indonesia dan pesaing
dekat nya adalah. [Link] dan [Link]. [Link] Line mempunyai kurang
lebih 2000 karyawan hal ini di sebabkan perdagangan yang semakin ramai dan
aktifitas / kegiatan yang semakin padat maka dibutuhkan tenaga – tenaga yang di
butuhkan.
2. Struktur Organisasi

Gambar : 1 Struktur Depo

Koordinator
Depo

Security

Foreman Foreman Foreman


Lapangan Stuffing& Stripping Adm.

Inspektor Kerani Teknisi Kerani Kerani Inspektor Adm. Adm. Adm.


Cleaning
Petikemas B/M Reefer Stuffing Stripping Lapangan Gate in Gate Out Persnlia
Sumber : [Link] Dharma Laksana

3. Tugas dan Fungsi Bagian Dalam [Link] Dharma Laksana (MDL)

a. Koordinator depo (supervisor).


Berperan penting dalam merencanakan dan mengontrolkegiatan di Depo dan
mengatur setiap ada pergerakan pemasukan pengeluaran container baik full
maupun empty container dari pelabuhan tujuan dan mengevaluasi setiap terdapat
keselahan dalam kegiatan handling container dan handling cargo didalam depo.
b. Foreman Bongkar/muat(B/M).
Mengontrol setiap kegiatan dalam Bongkar dan muat container untuk segera
dimuat dan didata dalam muatan sortiran atau didalam dok loadlist muatan untuk
segara dapat dimuat ke atas kapal.
c. Foreman stuffing dan sripping.
Mengontrol setiap kegiatan staffing dan stripping dalam pergerakan handling
cargo di lapangan untuk pemuatan tujuan dan mengevaluasi jika ada kesalahan
terhadap handling cargo.
d. Foreman Lapangan.
Mengontrol alur keluar/masuknya container setiap pergerakan container dan
mengalokasikan blok container yang sudah terdata dalam sistem container didalam
adm get in/adm get out.
e. Foreman Adm.
Mengontrol kegiatan pemasukan dan pengeluaran container dan dokumen-
dokumen untuk container full ataupun empty untuk didata dan dimasukan dalam
sistem adm.
f. Kerani lapangan Stuffing dan Stripping.
Mencatat semua pergerakan container dalam pergerakan siffting container,
stacking container dan hampar empty dari order pemasukan yang ada untuk
dimasukan dalam sistem Adm

4. Budaya Kerja Dalam PT. Mitra Dharma Laksana (MDL)

Tabel 1 : Shift 1

HARI JAM KERJA JAM ISTIRAHAT

SENIN 08.00 – 18.00 12.00 – 13.00

SELASA 08.00 – 18.00 12.00 – 13.00


Tabel 2 : Shift 2

HARI JAM KERJA JAM ISTIRAHAT

SENIN 19.00 – 06.30 00.00 – 01.00

SELASA 19.00 – 06.30 00.00 – 01.00

RABU 19.00 – 06.30 00.00 – 01.00

KAMIS 19.00 – 06.30 00.00 – 01.00

JUM’AT 19.00 – 06.30 00.00 – 01.00

SABTU Sumber : PT.


19.00 Mitra Dharma Laksana
– 06.30 00.00 – 01.00

5. Visi dan Misi PT. Meratus Line dan [Link] Dharma Laksana (MDL).

Visi dan Misi.

Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran perusahaan diawalidengan


membuat evaluasi diri dan melakukan analisis secara internal daneksternal untuk
menentukan apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Langkah berikutnya
adalah membahas dalam rapat kerja untuk menentukan visi, misi, tujuan dan sasaran
perusahaan. Pencapaian dalam menyusun visi, misi, tujuan dan sasaran, tentunya juga
harus memahami lingkungan sekitar, memperkirakan masa depan dan persaingannya
bagaimana.
a. Visi
Visi adalah suatu pernyataan tentang gambaran keadaan clankarakteristik yang
ingin di capai oleh suatu lembaga pada jauh dimasa yang akan datang. Dalam hal
ini perusahaan bongkar muat [Link] Line memiliki visi yaitu untuk
mengembangkan bisnis pengiriman melalui asia tenggara danoseania.
b. Misi
Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembagadalam
usahanya mewujudkan Visi dan Misi [Link] Line untuk memberikan solusi
transportasimelalui kepengurusan biaya, kehandalan, dan proses internal yang
efisien.
c. Visi Dan Misi [Link] Dharma Laksana (MDL)
Memastikan [Link] Dharma Laksana menjadi salah satu perusahaan yang
terkemuka dalam operasionalisasi depo dan bongkar muat kapal serta
meningkatkan kinerja perusahaan secara berkesinambungan didalam bidang
pelayaran.

Anda mungkin juga menyukai