0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan9 halaman

Stres dan Kualitas Tidur Mahasiswa

Studi ini meneliti hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir. Tingkat stres mahasiswa meningkat karena perubahan gaya belajar dan tuntutan tugas akhir skripsi. Stres berhubungan dengan gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari. Penelitian menemukan hubungan signifikan antara tingkat stres dan gangguan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir.

Diunggah oleh

pink pink
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan9 halaman

Stres dan Kualitas Tidur Mahasiswa

Studi ini meneliti hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir. Tingkat stres mahasiswa meningkat karena perubahan gaya belajar dan tuntutan tugas akhir skripsi. Stres berhubungan dengan gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari. Penelitian menemukan hubungan signifikan antara tingkat stres dan gangguan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir.

Diunggah oleh

pink pink
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, Vol.3.

No 1 (2021)
[Link] 1 (2021)
p-ISSN :2657-2435
e-ISSSN:2721-3145

HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA


TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA

1
Anri
2
Manaf
3
Lulu

1
Universitas Bhakti Kencana Bandung
2
Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta
3
Universitas Bhakti kencana Bandung
email: anri@[Link]

ABSTRAK
Pendahuluan: Perguruan tinggi yaitu jenjang pendidikan setelah sekolah menengah pertama
yang mencakup program pendidikan D III, S-1, S-2, spesialis dan S-3 yang diselenggarakan oleh
perguruan tinggi. Salah satu kehidupan akademik yang dapat menjadikan stres pada mahasiswa
mahasiswa merupakan adanya perubahan gaya belajar dari sekolah menengah Atas ke perguruan
tinggi, begitu juga adanya tugas-tugas kuliah yang harus di selesaikan, adanya target pencapaian
nilai yang harus di kejar, terutma stres pada mahasiswa semester akhir yaitu untuk membuat
tugas akhir karya ilmiah atau skripsi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif
korelasi yang bersifat mencari hubungan antara kedua fenomena atau lebih, dan menggunakan
pendekatan Cross sectional dengan sampel sebanyak 62 orang dengan tehnik stratified random
sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data menggunakan data primer dengan
menyebarkan kuesioner yang dibagikan dan di isi oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan
karya tulis ilmiahnya di Universitas Bhakti Kencana Prodi D III Keperawatan. Kuesioner yang di
gunakan menggunakan kuesioner yang sudah baku yaitu yang di adopsi dari kuesioner Safira dan
Safutra (2009) mengenai tingkat stres. Kuesioner tersebut di modifikasi oleh peneliti dengen
menggunakan Bahasa yang mudah di pahami, jelas sesuai dengan keadaan sampel yaitu
mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan karya tulis ilmiah. Hasil: Hasil analisis
hubungan tingkat stres dengan gangguan kualitas tidur didapatkan nilai p-value (0.004) < dari
nilai alpha (0.05) sehingga H0 ditolak Hı diterima Kesimpulan: terdapat hubungan yang
signifikan antara tingkat stres dengan ganguan kualitas tidur pada mahasiswa prodi D III Yang
sedang melakukan KTI.
Kata Kunci: Tingkat setres ; Kualitas tidur pada mahasiswa covid -19
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, [Link] 1 (2021)
[Link] 1 (2021)
p-ISSN :2657-2435
e-ISSSN:2721-3145

Abstract
Introduction: Higher education is the level of education after junior high school which includes
D III, S-1, S-2, specialist and S-3 education programs organized by universities. One of the
academic life that can cause stress to students is a change in learning styles from high school to
college, as well as college assignments that must be completed, there is a target achievement
value that must be pursued, especially stress on semester students. The final task is to make the
final project of a scientific paper or thesis. Methods: The type of research used is descriptive
correlation which is looking for a relationship between two or more phenomena, and uses a
cross sectional approach with a sample of 62 people with stratified random sampling technique.
The data collection method used primary data by distributing questionnaires that were
distributed and filled in by students who were working on their scientific papers at Bhakti
Kencana University, D III Nursing Study Program. The questionnaire used was a standardized
questionnaire, which was adopted from the Safira and Safutra (2009) questionnaire regarding
stress levels. The questionnaire was modified by the researcher by using language that is easy to
understand, clearly in accordance with the state of the sample, namely final year students who
are working on scientific papers. Results: The results of the analysis of the relationship between
stress levels and sleep quality disorders obtained a p-value (0.004) < from the alpha value (0.05)
so that H0 was rejected, H Kesimpulan was accepted. Conclusion: there is a significant
relationship between stress levels and sleep quality disorders in D III study program students.
doing KTI.
Keywords: stress level ; sleep quality in covid-19 students mahasiswa

PENDAHULUAN sendiri dan mengembangkan kemampua


Gaya pembelajaran di PT berbeda dengan berpikir yang lebih baik (Fadillah, 2013
SMA dan memiliki tuntutan yang berbeda. dalam witrin 2018). Terutma stres pada
tuntutan dari akademik yang di hadapi mahasiswa semester akhir yaitu untuk
mahasiswa akan menjadi stressor bagi membuat tugas akhir karya ilmiah atau
mahasiswa, stressor dari dalam maupun dari skripsi (Fadillah, 2013 dalam wirtin, 2018).
luar diri mahasisiwa ( Lubis 2010)
Stres adalah salah suatu keadaan disebabkan
Perbedaan dari siswa menjadi mahasiswa oleh fisik, lingkungan, dan situasi sosial
yang memiliki lebih banyak kebebsan untuk yang tidak terkontrol. WHO mengatakan
mengatur dirinya dalam belajar (Hartaji, hamper mencapai 350 juta lebih masyarakat
2012). Mahasiswa dalam menyelesaikan di dunia mengalami stres dan menempati
akademiknya selalu di hadapkan pada urutan ke 4 di dunia. Hasil penlitian stres
kondisi ujian terutama pada mahasiwa yang dilakukan oleh Health and Safety
tingkat akhir akan menghadapi tugas akhir Executive di Inggris melibatkan penduduk
yaitu sekripsi (robotham, 2008) Kehidupan Inggris sebanyak 487.000 orang yang masih
akademik yang bisa menimbulkan stres bagi produktif dari tahun 2013-2014. Dilihat dari
mahasiswa yaitu perubahan metode jenis kelamin wanita lebih banyak (54,62%).
pembelajaran dari SMA ke PT, tugas – tugas
kuliah, pencapaian target prestasi dan dan Berbagai penelitian yang sudah dilakukan di
kebutuhan untuk mengatur hidup diri fakultas dan di beberapa universitas di dunia
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, [Link] 1 (2021)
[Link] 1 (2021)
p-ISSN :2657-2435
e-ISSSN:2721-3145

tentang setres pada mahasiswa. Data


mahasiswa yang mengalami stres di dunia menimbulkan peningkatan kepwasoadaan
sebesar 38-71%, dibandingkan dengan di system saraf pusat hal tersebut juga akan
Asia sebesar 39,6-61,3% (Habeeb 2010, mempengaruhi kualitas individu,dan selain
Koochaki 2009). Sementara itu, prevalensi perubahan hormone juga dapat
mahasiswa yang mengalami stres di mempengaruhi siklus tidur NREM dan REM
Indonesia sendiri didapatkan sebesar 36,7- sehingga membuat orang akan sering
71,6% (Fitasari 2011). terbangun pada saat malam harridan akan
bermimpi buruk (Sherwood, 2011).
Hal ini sejalan dengan penelitian lubis dan
nurmala (2020) dia mengatakan bahwa Hasil studi pendahuluan yang dilakukan
tingkat stres yang tejadi pada mahasiswa peneliti pada mahasiswa yang mau
sangat eningkat lima kali lebih tinggi menghadapi tugas akhir terjadi pada
dibandingkan kejdian stress pada remaja mahasiswa Fakultas keperawatan Prodi D III
pada tahun 1938. Begitu juga hasi penelitian Keperawatan yaitu berkeluh kesah, pusing,
lema dkk (2012) hasil yang di peroleh 0,8 % terlihat cemas dan tidak bersemangat, ketika
(1,294) mahasiswa amemiliki gejala mengalami kendala dalam menyelesaikan
deoeresi, 58% (1.369) mahasiswa memiliki KTI. yang terjadi akibat stres juga akan
gejala kecemasan dan 34,1% (864) berdampak sengaja tidak mengerjakan
mahasiswa memiliki gejala stress, , 55,8% Tugas Khirnya karena tidak mau merasa
(1,424) mahasiswa memiliki kualitas tidur terbebani sehingga lebih memilih mencari
buruk jika dibandingkan dengan mahasiswa kesenangan dari kegiatan lain di luar
tikta 2 an tiangkat 1. kampus dan menghindari dosen
pembimbing.
Tidur merupakan suatu kebutuhan yang Akibat dampak stres yang tidak ringan,
dasar bagi setia manusia, Henderson perlu ada teknik yang tepat untuk
mengatakan bahwa istirahat tidur mengurangi atau mengalihkan atau
merupakan termasuk ke daftar 14 kebutuhan menghiangkan dampak stres tersebut.
manusia yaitu pernapasan, kebutuhan Berdasarkan penelitian (Sugiarto, 2012)
makan, eliminasi istirahat, kebutuhan ditemukan hasil adanya hubungan positif
berpakaian, kebutuhan pertahanan suhu antara kecerdasan emosi dengan daya tahan
tubuh dan lingkungan, kebersihan tubuh, mahasiswa terhadap stres.
kondisi lingkungan, berkomunikasi,
beribadah dan keyakinan dan rekreasi dan Berdasarkan hasil wawancara yang
juga kebutuhan belajar dan kebutuhan dalam dilakukan pada mahasiswa tingkat akhir di
menggunakan pelayanan fasilitas Kesehatan Universitas Bhakti Kencana, mahasiswa
(Wilkinsons, 2011) juga mengalami dampak stres. Dampak
positif dari stres yang dialami mahasiswa
Stress salah satu penyebab dari gangguan seperti, meningkatkan kreativitas dan
tidur karena pada saat Ketika stress adanya menjadikan. Tujuan dilakukan penelitian ini
peningkatan hormone epineprin, untuk mengetahui hubungan tingkat stress
norepineprin dan juga koristol yang akan dengan kualitas tidur pada mahasiswa
mempengaruhi susunan saraf pusat dan akan tingkat akhir universitas bhakti kencana
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, [Link] 1 (2021)
[Link] 1 (2021)
p-ISSN :2657-2435
e-ISSSN:2721-3145

yaitu yang di adopsi dari kuesioner Safira


METODE PENELITIAN dan Safutra (2009) mengenai tingkat stres.
Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Kuesioner tersebut di modifikasi oleh
deskriptif korelasi yang bersifat mencari peneliti dengen menggunakan Bahasa yang
gubungan antara kedua fenomena atau lebih, mudah di pahami, jelas sesuai dengan
dan menggunakan pendekatan Cross keadaan sampel yaitu mahasiswa tingkat
sectional yaitu suatu penelitian dimana akhir yang sedang mengerjakan karya tulis
variable-variabel yang termasuk faktor ilmiah.
resiko dan variable yang termasuk efek
diteliti sekaligus pada waktu yang Analisis yang di gunakan pada penelitian ini
bersamaan (Sutriyawan, 2021). adalah analisis univariat dan analisis
bivariat. Tujuan dari analisis univariat yaitu
Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa untuk menjelasakan distribusi tingkat stres
keperawatan universitas haktikencana prodi dan kejadian insomnia sedangkan analisis
D III Keperawatan yang sedang melakukan bivariat untuk mengetahui pengaruh tingkat
tugas akhir karya tulis ilmiah. Teknik stres dengan kejadian insomnia pada
pengambilan sampel pada penelitian ini mahasiswa yang sedang mengerjakan karya
menggunakan pengambilan secara simple tulis ilmiah.
random sampling yaitu setiap anggota atau
unit dari populasi mempunyai kesempatan HASIL DAN PEMBAHASAN
yang sama untuk diseleksi sebagai sampel Tabel 4.1 Distribusi jenis kelamin
(Notoatmodjo,2010). Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas
Bhakti Kencana
Penelitian ini mengacu pada Penelitian Jenis Kelamin F %
tingkat stres dengan kejadian insomnia pada Laki-Laki 13 21.0
mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas Perempuan 49 79.0
akhir di universitas Bhakti Kencana Total 62 100.0
Penelitian ini lebih memfokuskan pada
tingkat stres denga kejadian insomnia Dari Tabel 4.1 hasil analisis univariat
sebagai upaya meningkatkan bimbingan tentang jenis kelamin mahasiswa tingkat
yang mengurangi stres mahasiswa di akhir yang sedang melakukan karya tulis
Universitas Bhakti Kencana Prodi D III ilmiah di saat pandemi di Fakultas
keperawatan. Keperawatan Prodi D III Keperawatan
Universitas Bhakti Kencana diatas
Prosedur pelaksanaan Penelitian tingkat menunjukan bahwa Sebagian responden 49
stress terhad gangguan tidur dengan cara (79,0%) berjenis kelamin perempuan dan
pengumpulan data menggunakan data sebagain kecil berjenis kelamin 13 (21,0).
primer dengan menyebarkan kuesioner yang
dibagikan dan di isi oleh mahasiswa yang Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi
sedang mengerjakan karya tulis ilmiahnya di Status Tingggal Mahasiswa Tingkat
Universitas Bhakti Kencana Prodi D III Akhir
Keperawatan. Kuesioner yang di gunakan Universitas Bhakti Kencana
menggunakan kuesioner yang sudah baku Status tinggal F %
Lain-Lain 3 4.8
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, [Link] 1 (2021)
[Link] 1 (2021)
p-ISSN :2657-2435
e-ISSSN:2721-3145

Bersama Orang
48 77,4 Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Tingkat
Tua
Kost 11 17.7 stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Total 62 100.0 Universitas Bhakti Kencana
Tingkat stress F %
Tabel 4.2 hasil analisis univariat tentang Stres Ringan 29 46,8
statustinggal mahasiswa tingkat akhir yang Stres Sedang 28 45,2
sedang melakukan karya tulis ilmiah di saat Stres Berat 5 8,1
pandemi di Fakultas Keperawatan Prodi D Total 62 100.0
III Keperawatan Universitas Bhakti Kencana
diatas menunjukan bahwa Sebagian Dari Tabel 4.4 hasil analisis univariat
responden 48 (77,4%) tinggal Bersama tentang tingkat stres mahasiswa tingkat akhir
orang tua, sebagain status tinggal 11 (17,7) yang sedang melakukan karya tulis ilmiah di
dan sangat sedikit responden 3 (4.8%) status saat pandemi di Fakultas Keperawatan Prodi
tinggal lain-lain D III Keperawatan Universitas Bhakti
Tabel 4.3 Kencana diatas menunjukan bahwa
Distribusi Frekuensi Aktifitas Selain Sebagian responden 29 (46,8%) tingkat stres
Kuliah Mahasiswa Tingkat Akhir ringan, Sebagian 28 (45,2%) tingkat stres
Universitas Bhakti Kencana sedang dan sangat sedik sekali responden 5
Aktifitas Selain F % (8,1%) tingkat stres berat.
Kuliah
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Kualitas
Lain-Lain 38 61,3
Tidur Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Olah raga 13 21.0
Universitas Bhakti Kencana
Organisasi 3 4.8 Kualitas Tidur F %
Kerja Kualitas tidur
8 12,9 28 45.2
Freelance/Fulltime
baik
Total 62 100.0 Kualitas Tidur
34 54.8
Buruk
Dari Tabel 4.3 hasil analisis univariat Total 62 100.0
tentang aktifitas selain kuliah mahasiswa
tingkat akhir yang sedang melakukan karya Dari Tabel 4.5 hasil analisis univariat
tulis ilmiah di saat pandemi di Fakultas tentang kualitas tidur mahasiswa tingkat
Keperawatan Prodi D III Keperawatan akhir yang sedang melakukan karya tulis
Universitas Bhakti Kencana diatas ilmiah di saat pandemi di Fakultas
menunjukan bahwa Sebagian responden 38 Keperawatan Prodi D III Keperawatan
(61,3%) aktidfitas selain kuliah lain-lain, Universitas Bhakti Kencana diatas
Sebagian kecil 13 (21.0%) aktifitas selain menunjukan bahwa Sebagian responden 28
kuliah olah raga sedikit responden 8 (12,9%) (45,2%) kualitas tidur aik, dan sebagian
aktifitas selain kuliah kerja freelance/fultime besar responden 34 (54,8%) kualitas tidur
dan sangat sedikit responden 3 (4,8%) buruk
aktifitas selain kuliah organisasi.
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, [Link] 1 (2021)
[Link] 1 (2021)
p-ISSN :2657-2435
e-ISSSN:2721-3145

Tabel 4.6 Hubungan Tingkat Stres Dengan Gangguan Kualitas Tidur Pada
Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Bhakti Kencana
Kualitas Tidur
Tingkat Stres Kualitas Kualitas Total P-Value C
tidur Baik Tidur Buruk
F % F % F %
Stres ringan 19 65,5 10 34,5 29 46.8
Sertres sedang 9 32.1 19 67,9 28 45,2
Stres berat 0 0.0 5 14,7 5 8,1 0.004 0,386
Total 28 45,2 34 54,8 62 100

Hasil analisis hubungan tingkat stres dengan Mahasiswa dalam penelitian ini bahwa
gangguan kualitas tidur pada mahasiswa karya tulis ilmiah ini sebagai ancamana yang
tingkat akhir yang sedang melaksanakan masih wajar sehingga n masih mampu untuk
karya tulis ilmiah di saat pandemi di mengatasi stresor yang di hadapi selama
Fakultas Keperawatan Prodi D III menyelesaikan karya tulis ilmiah. Hal ini
Keperawaan Universitas Bhakti Kencana dapat di lihat dari hasil penelitian
didapatkan nilai p-value (0.004) < dari nilai menunjukan sangat sedikit sekali responden
alpha (0.05) sehingga H0 ditolak Hı diterima, yang mengalami stress berat. Persepsi
dengan demikian ada hubungan tingkat stres mahasiswa terhadap stress dapat menjadi
dengan gangguan kualitas tidur dan di lihat dalam penyelesaian karya tulis ilmiah tidak
dari nilai Coeficien Contingensi yaitu 0.386 menjadi penghambat untuk melakukan
bahwa hubungan antara tingkat stres dengan aktivitas lain seperti olahraga, bekerja, atau
gangguan kualitas tidur pada pada pun berorganisasi
mahasiswa tingkat akhir Tingkat keeratan
hubungannya adalah rendah Hal ini sejalan dengan penelitian lubis dan
nurmala (2020) dia mengatakan bahwa
PEMBAHASAN tingkat stres yang tejadi pada mahasiswa
Gambaran Tingkat stres Pada sangat meningkat lima kali lebih tinggi
Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas dibandingkan kejdian stress pada remaja
Bhakti Kencana pada tahun 1938. Begitu juga hasi penelitian
Dari hasil penelitian berupa pengisian lema dkk (2012) hasil yang di peroleh 0,8 %
kuesioner kepada responden penelitai (1,294) mahasiswa amemiliki gejala
mendapakan hasil tentang tingkat stres deoeresi, 58% (1.369) mahasiswa memiliki
mahasiswa tingkat akhir yang sedang gejala kecemasan dan 34,1% (864)
melakukan karya tulis ilmiah di saat mahasiswa memiliki gejala stress, , 55,8%
pandemi di Fakultas Keperawatan Prodi D (1,424) mahasiswa memiliki kualitas tidur
III Keperawatan Universitas Bhakti Kencana buruk jika dibandingkan dengan mahasiswa
diatas menunjukan bahwa Sebagian tikta 2 an tiangkat 1.
responden 29 (46,8%) tingkat stres ringan,
Sebagian 28 (45,2%) tingkat stres sedang Peneliti berasumsi bahwa bahwa mahasiswa
dan sangat sedik sekali responden 5 (8,1%) yang mengalami stres di sebabkan karena
tingkat stres berat. beban kerja atau tuntutan akademik yang
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, [Link] 1 (2021)
[Link] 1 (2021)
p-ISSN :2657-2435
e-ISSSN:2721-3145

membuat mahasiswa dituntut untuk meraih


target pencpaian yang telah di tentukan oleh kamar yang biasa di gunakan untuk tidur
pihak kampus maupun oleh mahasiswa itu seperti tempat tidur. Lua kamar, toilet,
sendiri. Tuntutan itu sendiridapat berupa ventilasi, dan lain-lain dan selain itu juga
metode bimbingan yang berubah karna mahasiswa telah mengenal lingkungan di
pandemi yang di gunakan oleh mahasiswa sekitar kamarnya sehingga mahasiswa tidak
dengan cara konsul online dan pembimbng kesulitan untuk beradaptasi dengan
yang kurang respon sedangkan sekrispsi perubahan-perubahan di sekitar kamar tidur.
harus selesai dengan waktu yang telah di
tentukan oleh pihak kampus. Beban kerja Tidur merupakan suatu kebutuhan yang
pada mahasiswa dapat memicu tingkat stres dasar bagi setia manusia, menurut
Henderson tidur dan istirahat memasukan
Gambaran Kualitas Tidur Pada ke dalam daftar empat belas kebutuhan dasar
Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas manusia. Yang termasuk ke daftar empat
Bhakti Kencana belas kebutuhan dasar manusia adalah
Dari hasil penelitian berupa pengisian pernapasan, kebutuhan makan dan minum,
kuesioner kepada responden penelitai eliminasi kebutuhan tidur dan istirahat,
mendapakan hasil tentang kualitas tidur kebutuhan berpakaian, kebutuhan cara
mahasiswa tingkat akhir yang sedang mempertahankan suhu tubuh dan
melakukan karya tulis ilmiah di saat memodifikasi lingkungan, kebersihan tubuh,
pandemi di Fakultas Keperawatan Prodi D kondisi lingkungan, berkomunikasi,
III Keperawatan Universitas Bhakti Kencana beribadah dan keyakinan dan rekreasi dan
diatas menunjukan bahwa Sebagian juga akebutuhan belajar dan kebutuhan
responden 28 (45,2%) kualitas tidur baik, dalam menggunakan fasilitas Kesehatan
dan sebagian besar responden 34 (54,8%) (Wilkinsons, 2011)
kualitas tidur buruk. responden yang
megalmai kualitas tidurnya buruk karena Stress salah satu penyebab dari gangguan
adanya peningkatan stimulus yang di terima tidur karena pada saat Ketika stress adanya
oleh retikulea naktiviting system sehinggi peningkatan hormone epineprin,
hormone katekolamin di sekresi dan norepineprin dan juga koristol yang akan
membuat responden terjaga atau terbangun mempengaruhi susunan saraf pusat dan akan
begitupun sebaliknya Ketika responden menimbulkan peningkatan kewaspadaan
stimulus reticular activating system pada SSP (system saraf pusat) hal ini juga
menurun maka stimulus ke bulbar system dapat mempengaruhi kualitas individu dan
reticular meningkat sehingga hormone selain perubahan pada hormone juga bias
serotonin disekresi dan menyebabkan mempengaruhi siklus tidur sehingga
responden tidak mengalami gangguan tidur membuat seseorang akan sering terbangun
dan Sebagian besar responden mengalami pada saat malam hari dan akan bermimpi
kualitas tidur baik karena Sebagian besar buruk (Sherwood, 2011).
mahasiswa tinggal Bersama orang tua
selama mengerjakan karya tulis ilmiah.
Mahasiswa yang tinggalnya Bersama orang
tua merasa nyaman dengan kondisi fasilitas
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, [Link] 1 (2021)
[Link] 1 (2021)
p-ISSN :2657-2435
e-ISSSN:2721-3145

Hubungan Tingkat Stres Dengan


Gangguan Kualitas Tidur Pada tingkat akhir akan menghadapi tugas akhir
Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas yaitu sekripsi (robotham, 2008) Kehidupan
Bhakti Kencana akademik yang bisa menimbulkan stres bagi
Berdasarkan hasil analisis hubungan tingkat mahasiswa meruakan adanya perubahan
stres dengan gangguan kualitas tidur pada gaya belajar dari sekolah menengah Atas ke
mahasiswa tingkat akhir yang sedang pendidikan tinggi, tugas - tugas perkuliahan,
melaksanakan karya tulis ilmiah di saat target pencapaian nilai, prestasi akademik,
pandemi di Fakultas Keperawatan Prodi D dan kebutuhan untuk mengatur diri sendiri
III Keperawaan Universitas Bhakti Kencana dan mengembangkan kemampua berpikir
didapatkan nilai p-value (0.004) < dari nilai yang lebih baik (Fadillah, 2013 dalam witrin
alpha (0.05) sehingga H0 ditolak Hı diterima, 2018). Terutma stres pada mahasiswa
dengan demikian ada hubungan tingkat stres semester akhir yaitu untuk membuat tugas
dengan gangguan kualitas tidur dan di lihat akhir karya ilmiah atau skripsi (Fadillah,
dari nilai Coeficien Contingensi yaitu 0.386 2013).
bahwa hubungan antara tingkat stres dengan
gangguan kualitas tidur pada pada KESIMPULAN
mahasiswa tingkat akhir Tingkat keeratan Berdasarkan hasil penelitian dan
hubungannya adalah rendah. Hasil penelitian pembahasan, maka dapat di tarik suatu
dapat dilihat bahwa mahasiswa yang kesimpulan sebagai berikut: terdapat
mengalami tingkat stress ringan 65,5% hubungan antara tingkat akhir yang sedang
kualitas tidurnya baik dan tingkat stresnya melakukan karya tulis ilmiah di saat
sedang paling banyak kulaitas tidurnya pandemi di fakultas keperawatan prodi D
buruk. III keperawatan universitas bhakti kencana

Pada saat mengalami stres maka akan terjadi


peningkatan hormon yaitu hormone SARAN
epinefrin, norepinefrin, dan kortisol yang Disarankan kepada mahasiswa tingkat akhir
mempengaruhi susunan saraf pusat dan untuk menjaga pola tidur dengan baik
menimbulkan keadaan terjaga dan dengan cara mengontrol tingkat stress
meningkatkan kewaspadaan sistem saraf dengan selalu mengkonsumsi makanan
pusat. Hal ini juga dapat mempengaruhi bergizi melakukan aktivitas fisik dan pola
kualitas tidur individu, selain itu perubahan hiduo sehat
hormon tersebut juga mempengaruhi siklus
DAFTAR PUSTAKA
tidur Non Rapid Eye Movement (NREM)
dan Rapid Eye Movement (REM) maka dari Fadillah, A. E. R. (2013). Stres dan motivasi
itu dapat membuat orang sering terbangun belajar pada mahasiswa psikologi
pada malam hari dan bermimpi buruk Universitas Mulawarman yang sedang
(Sherwood , 2011) menyusun skripsi. Ejournal Psikologi
Universitas Mulawarman,
Mahasiswa dalam menyelesaikan Fitasari, isna nur. (2011) factor yang
akademiknya selalu di hadapkan pada berhubungan dengan kejadian stres pada
kondisi ujian terutama pada mahasiwa mahasiswa Fakultas kesehatan masyarakat
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, [Link] 1 (2021)
[Link] 1 (2021)
p-ISSN :2657-2435
e-ISSSN:2721-3145
Universitas Airlangga Surabaya : FK
airlangga
Notoatmodjo, (2010) Metodologi Penelitian
Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.
Lubis & Nurlaila (2010) “Mengapa tingkat stres
pelajar makin tinggi”, Style Sheet:
[Link]/news/read/120642 di
unduh tanggal 21 februari 2020
Sherwood, Laura Iee. 2011. Fisiologi Manusia.
Jakarta : EGC.
Sugiarto, D (2012). Hubungan kecerdasan
dengan daya tahan stress mahasiswa UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta
Sutriyawan, A. (2021) Metodologi Penelitian
Kedokteran dan Kesehatan: Dilengkapi
Tuntunan Membuat Proposal Penelitian.
Bandung: PT Refika Aditama.

Anda mungkin juga menyukai