0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan15 halaman

Analisis Interaksi Klien dan Perawat

Dokumen ini menggambarkan proses interaksi antara perawat dengan klien. Proses interaksi meliputi fase orientasi, kerja, dan terminasi. Perawat mencoba membangun hubungan yang terbuka dengan klien dengan cara memperkenalkan diri, menanyakan kondisi klien, dan membahas masalah yang dihadapi klien.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan15 halaman

Analisis Interaksi Klien dan Perawat

Dokumen ini menggambarkan proses interaksi antara perawat dengan klien. Proses interaksi meliputi fase orientasi, kerja, dan terminasi. Perawat mencoba membangun hubungan yang terbuka dengan klien dengan cara memperkenalkan diri, menanyakan kondisi klien, dan membahas masalah yang dihadapi klien.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NALISA PROSES INTERAKSI

Initial klien : Tn. F


Pertemuan ke : 1 (Pertama)
Status interaksi : Fase kerja
Lingkungan : Perawat duduk di samping tempat
duduk klien dan klien duduk di kursi sebelah
kiri perawat dengan posisi agak serong ke arah
perawat, Cuma ada klien dengan perawat.
Deskripsi klien : Saat didekati klien sedang
duduk berdiam diri dengan wajah tampak
murung. Pakaian klien cukup serasi, klien
menerima
kedatangan perawat dan langsung
menyambutnya dengan baik.
Tujuan (klien) : klien mampu menghardik
sesuai dengan masalah yang klien hadapi
Nama mahasiswa : Celvin Sohilait
Tanggal : 17 September 2014
Jam : 12.00 WITA
Tempat : Ruang Kelas
NALISA PROSES INTERAKSI
Initial klien : Tn. F
Pertemuan ke : 1 (Pertama)
Status interaksi : Fase kerja
Lingkungan : Perawat duduk di samping tempat
duduk klien dan klien duduk di kursi sebelah
kiri perawat dengan posisi agak serong ke arah
perawat, Cuma ada klien dengan perawat.
Deskripsi klien : Saat didekati klien sedang
duduk berdiam diri dengan wajah tampak
murung. Pakaian klien cukup serasi, klien
menerima
kedatangan perawat dan langsung
menyambutnya dengan baik.
Tujuan (klien) : klien mampu menghardik
sesuai dengan masalah yang klien hadapi
Nama mahasiswa : Celvin Sohilait
Tanggal : 17 September 2014
Jam : 12.00 WITA
Tempat : Ruang Kelas
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

INISIAL KLIEN : Ny.P

UMUR : 46 tahun

INTERAKSI : Fase Orientasi, Fase Kerja, Fase Terminasi (Sp1)

LINGKUNGAN : Perawat Duduk Disamping Klien Dan Klien Duduk Disebelah Kiri Perawat Dengan Posisi Agak Miring Kearah Perawat

DESKRIPSI : Saat Diajak Bicara Klien Sedang Duduk Berdiam Diri Dengan Wajah Murung. Pakaian Klien Cukup Serasi, Klien
Menerima Kedatangan Perawat Dan Langsung Menyambutnya Dengan Baik

TUJUAN : Klien Mampu :

1. Membina hubungan saling percaya


2. Mengenali halusinasi yang mengalaminya : isi, frekuensi, waktu terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon.
3. Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik

RUANGAN : Murai

WAKTU : tanggal : 26 Desember 2022, jam : 09.30 s/d 10.00 wib

KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN

P : Assalamualaikum, ibu! P : duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Ucapan salam perawat
mengulurkan tangan, percakapan dengan sikap berinteraksi kepada klien
tersenyum, sikap terbuka terbuka menunjukkan
penghargaan perawat
K : melihat kea rah perawat kepada klien.
dan mengulurkan tangan Penghargaan kepada
orang lain merupakan
modal awal sesorang
dapat membuka diri
dengan orang lain

K : waalaikumsalam K : klien memandang Perawat teteap menjaga Klien bersepon positif Perawat
perawat dan menjawab salam posisi tubuh dengan dengan menjawab salam mempertahankan sikap
dari perawat terapeutik yang disampaikan oleh membuka, memandang
perawat dan mendengarkan
P : mempertahan kan sikap dengan penuh perhatian
terbuka, memandang, dan Ketika berinteraksi
mendengar dengan penuh dengan klien
perhatian

P : perkenalkan nama saya P: suara jelas, memandang Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Membuka diri bagi
perawat Ria, saya bisa klien dengan bersahabat, membuka diri dan mencoba pertanyaan perawat perawat untuk
dipanggil Ria. Saya sikap terbuka dan tersenyum menggali identitas klien memudahkan dan
mahasiswa dari poltekkes membina hubungan
kemenkes Bengkulu. Nama K : memandang perawat dan saling percaya dengan
ibu siapa ? dan senng tersenyum klien
dipanggil apa ?

K : Ny.P, dipanggil saja Ny.P K : sura klien terdengar jelas Perawat menunjukkan sikap Klien terlihat mulai Memperkenalkan diri
ya dan lantang juga memandang terbuka dengan klien menampakkan rasa percaya dan mengatakan nama
perawat dengan serius dengan perawat panggilan yang disukai
dapat meningkatkan rasa
P : mendengarkan dengan percaya kepada orang
penuh perhatian dan sikap lain
terbuka
P : Ooh baik Ny.P, P : suara jelas, tetap Perawat mencoba membuka Klien tampak menerima dan Perawat mencoba
bagaimana perasaan ibu hari tersenyum, memperhatikan diri dan mencoba menggali terbuka dengan diskusi yang menggali kondisi klien
ini ? sikap terbuka, memandang data baru yang mungkin akan dilakukan dengan dengan pertanyaan
klien dengan bersahabat sangat diperluka dari klien perawat terbuka, memberi
kesempatan klien
K : memandang perawat, mengeksplorasikan apa
wajah tampak rileks yang di rasakan klien

K : baik K : suara terdengar jelas, Perawat menunjukkan sikap Klien sudah mulai Klien sudah mulai
klien tenang, klien terbuka dengan klien menanamkan sikap terbuka membuka diri dengan
memandang perawat dengan perawat perawat. Ini merupakan
awal baik untuk
P : memandang klien dengan mengetahui lebih dalam
sikap bersahabat dan tentang masalah yang
mempertahankan sikap dihadapinya
terbuka

P : tadikan ibu bilang pernah P : mempertahankan kontak Perawat melakukan Klien mendengarkan Teknik validasiuntuk
dengar bisikan – bisikan, mata, sambal mengangguk klarifikasi terhadap masalah penjelasan dan terlihat ingin memastikan ucapak
gimana kalau kita bercakap – perlahan dengan suara penuh yang dihadapi klien serta mengungkapkan permasalah klien. Kontrak waktu,
cakap tentang bisikan yang perhatian membuat kontrak pertemuan yang dihadapi topik dan tempat
ibu pernah alami itu? Jika ibu dan menentukan topik merupakan cara untuk
bersedia mau dimana kita K : memandang perwat, bicara menjalin hubungan yang
berbincang – bincang? Dan mendengarkan dan terapeutik
mau berapa lama pak? menjawab pertanyaan, muka
tampak mulairileks, tangan
diletakkan di atas meja.
K : Boleh, kita ngobrol di K : wajah sudah rileks, Perawat mempertahankan Klien sudah tampak percaya Klien sudah dapat
sini aja ya, mau berapa lama memandang lawan bicara, sikap terbuka dengan klien dengan kehadiran perawat membuat suatu
aja boleh saja dan sesekali tersenyum dan dapat membuat kontrak keputusan yang
sendiri yang jelas sederhana

P : tersenyum dan
mengnggukkan kepala

P : baiklah, bagaimana kalau P : tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengrkan Untuk mengidentifikasi
kita ngobrol 30 menit, mempertahankan sikap menggali lebih jauh tentang pernyataan perawat isi, waktu, frekuensi,
baiklah sekarang coba terbuka, suara jelas halusinasi pendengaran situasi dan respon pasien
ibuceritakan apakah ibu yang dialami oleh klien jika terjadi halusinasi
mendengar suara tetrapi tidak K : mendengarkan dan
ada wujudnya? Lalu apa menjawab pertanyaan
yang dikatakan suara itu pak? perawat, memandang
perawat

K : iya dulu saya mendengar K : menjawab dengan suara Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan tentang Sikap mendengarkan
suara bisikan tetapi yang yang jelas menggali lebih jauh tentang hal yang ditanyakan oleh perawat secara
saya dengarrkn tuh bisikan halusinasi pendengaran perawat nonverbal
yang mengajak saya untuk P : mendengarkan penjelasan yang dialami oleh klien. mengomunikasikan
bertobat, dari klien dengan serius kepada klien tentang
Perawat mendengarkan minat dan penerimaan
keterangan yang perawat.
disampaikan klien
Klasifikasi dari klien
menandakan klien sudah
mencoba berpikir
rasional. Hal ini
dilakukan perawat untuk
meningkatkan
kemampuan Analisa
klien terhadap suatu
masalah

P : apakah terus menerus P : mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Perawat berusaha
terdengar atau sewaktu – terbuka, suara jelas menggali lebih jauh tentang pertanyaan perawat mengeksplorasi dengan
waktu saja (kadang – halusinasi pendengaran memberikan perntayaan
kadang)? Kapan yang paling K : mendengarkan dan yang dialami oleh klien terbuka yang bertujuan
sering ibu dengar suara itu? menjawab pertanyaan untuk menggali pikiran
perawat, memandang dan perasaan klien
perawat

K : suara tersebut muncul K : menjawab dengan suara Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan tentang Klasifikasi dari klien
sertiap saat sebelum tidur yang jelas menggali lebihh jauh tentng hal yang ditanyakan oleh menandakan klien sudah
malam halusinasi pendengaran perawat mencoba berpikir
P : mendengarkan penjelasan yang dialami oleh klien. rasional. Hal ini
dari klien dengan serius dilakukan perawat untuk
Perawat mendengarkan meningkatkan
keteramgan yang kemampuan Analisa
disampaikan klien. klien terhadap suatu
masalah

P : pada keadaan apa suara P : mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Perawat berusaha
itu terdengar pak? Apakah terbuka, suara jelas menggali lebihh jauh tentng pertanyaan perawat mengeksplorasi dengan
pada waktu sendiri? Apa saja halusinasi pendengaran memberikan pertanyaan
yang ibu rasakan padasaat K : mendengarkan dan yang dialami oleh klien terbuka yang bertujuan
mendengar suara tersebut? menjawab pertanyaan untuk menggali pikiran
Apa yang ibu lakukan jika perawat, memandang dan perasaan klien
mendengar suara itu? Apakah perawat
dengan caraitu suaranya
menghillang pak?
K : iya suara itu muncul saat K : klien menjawa Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan tentang Klasifikasi dari klien
ibu sedang sendirian dan pertanyaan perawat dengan menggali lebih jauh tentang hal yang ditanyakan oleh menandakan klien sudah
pada saat sedang ingin tidur. serius. Terlihat sedih halusinasi pendengaran perawat mencoba berpikir
Kalau bisikan itu seperti yang dialami oleh klien rasional. Hal ini
mengajak saya untuk P : perawat mendengarkan dilakukan perawat untuk
bertobat dan saya merasa keterangan yang disampaikan meningkatkan
takut klien kemampuan Analisa
klien terhadap suatu
masalah

P : bagaimana kalau kita P : tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
belajar cara – cara untuk mempertahankan sikap mengajarkan cara pertanyaan perawat mengontrol halusinasi
mengontrol dan mencegah terbuka, suara jelas mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
suara – suara itu muncul? halusinasi pandangan yang
K : mendengarkan dan dialami oleh klien
menjawab pertanyaan
perawat, memandang
perawat

K : iya boleh. Gimana K : tampak semangat Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Klasifikasi dari klien
caranya ? mengajarkan cara pertanyaan perawat menandakan klien sudah
P : perawat mendengarkan mencegah/mengontrol mencoba berpikir
keterangan yang disampaikan halusinasi pandangan yang rasional. Hal ini
klien dialami oleh klien dilakukan perawat untuk
meningkatkan
kemampuan Analisa
klien terhadap suatu
masalah
P : ibu, ada 4 cara untuk P : mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
mencegah suara – suara itu terbuka, suara jelas mengajarkan cara pertanyaan perawat mengontrol halusinasi
muncul. Pertama dengan cara mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
menghardik suara tersebut. K : mendengarkan penjelasan halusinasi pandangan yang
Kedua dengan cara minum perawat, memandang dialami oleh klien
obat dengan teratur. Ketiga perawat
dengan cara bercakap –
cakap dengan orang lain.
Keempat dengan cara
melakukan kegiatan yang
sudah terjadwal. Bagaimana
kalau kita belajar cara yang
pertama dulu, yaitu dengan
menghardik

K : iya, boleh K : tersenyum, senang, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
sambal menganggukan mengajarkan cara pertanyaan perawat mengontrol halusinasi
kepala mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
halusinasi pandangan yang
P : perawat mendnegarkan dialami oleh klien
keterangan yang disampaikan
klien

P : cara menghardik suara P : mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
tersebut yaitu sebagai berikut terbuka, suara jelas mengajarkan cara pertanyaan perawat mengontrol halusinasi
: saat suara/bisikan itu mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
muncul langsung tutup K : mendengarkan penjelasan halusinasi pandangan yang
telingadan bilang “pergi, perawat, memandang dialami oleh klien
pergi saya tidak mau dengar, perawat, menganggukan
kamu suara palsu”. Kata – kepala
kata itu diulang sampai suara
itu tidak terdnegar lagi. Coba
sekarang ibu peragakan
K : baik kalau suara itu K : memeragakan cara Perawat mencoba untuk Klien memeragakan cara Untuk mencegah dan
muncul ibu langsung tutup menghardik mengajarkan cara menghardik suara mengontrol halusinasi
telinga “ pergi – pergi saya mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
tidak mau dengar, kamu P : memperhatikan cara halusinasi pandangan yang
suara palsu menghardik suara yang dialami oleh klien
diperagakan oleh klien

P : yah bagus pak, sudah bisa P : tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
melakukannya dengan baik mempertahankan sikap mengajarkan cara penjelasan perawat mengontrol halusinasi
terbuka,suara jelas mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
halusinasi pandangan yang
K : mendengarkan penjelasan dialami oleh klien
perawat, memandang
perawat

P : bagaimana perasaan ibu P : tersenyum, Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi dan
setelah latihan cara yang mempertahankan sikap evalusasi/validasi perasaan penjelasan perawat validasi perasaan klien
pertama untuk mengontrol terbuka,suara jelas klien setelah melakukan setelah melakukan cara
halusinasi dengan cara cara menghardik menghardik suara
menghardik? K : mendengarkan penjelasan
perawat, memandang
perawat
K : ibu senang bisa K : mengungkapkan perasan Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi dan
melakukannya setelah melakukan cara evalusasi/validasi perasaan penjelasan perawat validasi perasaan klien
menghardik klien setelah melakukan setelah melakukan cara
cara menghardik menghardik suara
P : mendengarkan,
mempertahankan sikap
terbuka

P : coba ibu sebutkan lagi P : mempertahankan sikap Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
cara mencegah dan terbuka, suara jelas subjektif (kognitif) dan penjelasan perawat subjektif (kognitif) dan
mengontrol suara – evaluasi objektif evaluasi objektif
suara/bisikan itu? Setelah itu K : mendengarkan (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien
ibu peragakan Kembali pertanyaan perawat, cara menghardik suara tentang cara menghardik
caranya! memandang perawat suara

K : caranya dengan K : menyebutkan dan Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
menghardik. Yaitu saat suara memperagakan ara mencegah subjektif (kognitif) dan penjelasan perawat subjektif (kognitif) dan
itu muncul langsung bilang “ suara dengan cara menghadik evaluasi objektif evaluasi objektif
pergi, pergi saya tidak mau (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien
dengar, saya tidak mau P : memperhatikan klien, cara menghardik suara tentang cara menghardik
dengar, kamu suara palsu”. mempertahankan sikap suara
terbuka, suara jelas
P : iya sudah benar yang ibu P : senang, tersenyum, Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
sebutkan mempertahankan sikap subjektif (kognitif) dan penjelasan perawat subjektif (kognitif) dan
terbuka, suara jelas evaluasi objektif evaluasi objektif
(psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien
K : mendengarkan penjelasan cara menghardik suara tentang cara menghardik
perawat, tersenyum suara

P : kita masukkan cara P : tersenyum, Perawat memasukkan cara Klien mendengarkan Memasukkan cara
menghardik suara kedalam mempertahankan sikap menghardik suara ke dalam penjelasan perawat menghardik ke dalam
jadwal kegiatan harian ibu terbuka, suara jelas jadwal kegiatan harian klien jadwal kegiatan harian
ya. Jadi, bila suara – suara itu dan perawat melakukan klien agar klien dapat
muncul ibu bisa lakukan cara K : mendengarkan penjelasan rencana Tindak lanjut melakukan cara
menghardik (sesuai jadwal perawat, memandang kepada klien menghardik secara
3x/hari) perawat teratur/ jika suara itu
muncul

P : baiklah ibu bagaimana P : tersenyum, Perawat melakukan kontrak Klien mendengarkan Kontrak untuk kegiatan
kalau besok kita ketemu lagi mempertahankan sikap yang akan datang yaitu cara penjelasan perawat selanjutnya
untuk latihan cara yang terbuka, suara jelas kedua mencegah/mengotrol
kedua cara teratur minum suara - suara
obat untuk menegah suara itu K : mendengarkan
muncul ? mau jam berapa pertanyaan perawat,
pak? Bagaimana kalau jam memandang perawat
09.00? lalu dimana
tempatnya. Disini saja?
K : iya boleh, jam 9, disin K : menyetujui kontrak yang Perawat melakukan kontrak Klien mendengarkan Kontrak untuk kegiatan
saja ya akan dating, mengangguk yang akan datang yaitu cara penjelasan perawat selanjutnya
dan tersenyum kedua mencegah/mengotrol
suara - suara
P : tersenyum,
mempertahankan sikap
terbuka, suara jelas

P : sampai jumpa pak, P : mengupkan salam Perawat berpamitan Klien mendengarkan salam Salam unutk menjalin
assalmmualaikum (mengulurkan tangan), rasa saling percaya
tersenyum

K: mendengarkan
(mengulurkan tagan untuk
berjabatan tangan),
tersenyum

K : siang P : mengupkan salam Perawat berpamitan Klien menjawab salam Salam unutk menjalin
(mengulurkan tangan), rasa saling percaya
tersenyum

K: mendengarkan
(mengulurkan tagan untuk
berjabatan tangan),
tersenyum

Anda mungkin juga menyukai