LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK
INTERMEDIATE HYDRAULIC
(Control valve)
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3 :
1. RIO RAHMAT HIDAYAT (2101103017)
2. SHANDY (2101103018)
3. SYAIFUL NURSALLAM (2101103019)
4. TAUFIQ SYAHNANDA (2101103020)
5. YOGA HENDARDO SAPUTRA (2101103022)
6. YUSRA RAHMAN ABE (2101103023)
7. ZULKARNAINI AGUNG (2101103024)
PROGRAM STUDY TEKNIK ALAT BERAT
JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI PADANG
2022/2023
CONTROL VALVE
Control valve adalah komponen dalam sistem hidraulik yang mengatur variabel-variabel
hydraulik, yaitu tekanan dan flow atau aliran. Karena ada dua variabel tersebut maka ada dua
jenis control valve, yaitu :
• Flow control valve
• Presseure control valve
FLOW CONTROL VALVE
Flow control valve berfungsi untuk mengatur baik kuantitas maupun arah aliran fluida di
dalam sistem hidraulik. Terdapat berbagai variasi dari flow control valve ini. Namun yang
akan kita bahas di sini hanya berberapa saja yang sering sekali di jumpai pada alat berat.
• Directional Control Valve
• Check Valve & Check Valve with orifice
• Flow Divider
Directional Control Valve
Directional Control Valve (DCV) digunakan untuk mengarahkan oli menuju sirkuit yang
berbeda pada sistem hidrolik. Kapasitas aliran maksimum dan tekanan yang turun saat
melewati valve merupakan pertimbangan utama.
Directional control valve dapat dikombinasikan dengan manual, hidrolik, pneumatic dan
kontrol elektronik. Faktor ini umumnya ditentukan selama melakukan desain sistem untuk
pertama kali. Directional control valve mengarahkan aliran oli menuju sistem hidrolik.
Dengan kata lain merupakan komponen dimana operator mengontrol mesin. Directional
control valve mengarahkan suplai oli menuju aktuator pada sistem hidrolik. Valve body
dilubangi, dihaluskan dan kadang lubangnya di keraskan dengan perlakuan panas.
Saluran Inlet dan outlet dilubangi dan diberi ulir. Valve spool dibuat dengan mesin dengan
bahan high- grade steel. Beberapa valve spool dikeraskan dengan perlakuan panas, digerinda
dan dihaluskan hingga mencapai ukuran tertentu. Valve spool lainnya ada yang di chrome
plated, digerinda dan dipolish hingga ukuran [Link] body dan valve spool kemudian
dirangkai sesuai spesifikasi rancangan. Ketika dirakit, valve spool adalah satu-satunya komponen
yang dapat bergerak.
Simple Spool DCV
Spool merupakan double acting silinder yang sedang beroperasi, dengan mengarahkan
aliran pada salah satu ujung silinder. Saluran A dan B merupakan saluran silinder, saluran P
merupakan tekanan oli dari pompa. Saluran T merupakan oli yang dikembalikan ke tangki
Valve Ditengah
Oli menuju silinder ditutup oleh posisi spool.
Valve bergerak kekiri
Oli dapat mengalir dari saluran P ke saluran sillinder A dan oli dapat juga mengalir dari
sisi yang tidak aktif dari double acting silinder melalui B menuju tangki (T).
Valve bergerak kekanan
Oli saat ini dapat mengalir dari saluran P ke saluran silinder B. Oli juga dapat mengalir
dari sisi double acting silinder yang tidak aktif melalui saluran A, selanjutnya menuju tangki
(T).
Open Centre Directional Control Valve
Directional control valve dalam posisi diam
Open centre valve memiliki saluran yang didesain didalam valve body casting yang
memungkinkan
seluruh aliran inlet, ketika spool diposisi netral atau posisi tengah-tengah, mengalir menuju
bypass area.
Aliran yang terdapat pada valve kembali ke tangki atau tersedia untuk valve lainnya yang
terhubung
secara seri ke valve yang pertama.
Keuntungan open centre valve adalah pompa dapat bekerja dengan ringan ketika posisi valve
netral dan meminimalkan jenaikan tekanan.
Kelemahan rancangan ini adalah terjadinya sedikit waktu tunda ketika valve mulai dibuka
untuk menaikkan tekanan didalam sistem.
Pada posisi HOLD, aliran oli dipompakan menuju valve body, kesekitar valve spool dan
kembali ke tangki. Valve spool juga menutup jalur oli menuju rod end dan head end silinder.
Contoh directional control valve diatas juga dilengkapi load check valve. Pada posisi hold,
load check valve memiliki spring tension dibelakangnya, untuk menjaga valve tertutup dan
mencegah terjadinya silinder implement turun dengan sendirinya (drift)
Ketika valve spool digerakkan, Valve spool menutup aliran oli yang dipompakan ke
tangki sehingga aliran oli dari pompa membuka load check valve. Valve spool juga
terhubung dengan head end silinder dan oli dibelakang load check valve dan rod end silinder
terhubung ke saluran tangki. Load check valve mencegah oli pada head end silinder mengalir
menuju saluran oli dari pompa. Aliran oli pompa yang tertutup menyebabakan naiknya
tekanan oli .
Hal ini mencegah terjadinya drift pada implement hingga tekanan pompa naik.
Peningkatan tekanan oli yang berasal dari pompa akan sanggup melawan tekanan dibelakang
load check valve dan mendorong valve.
Oli dari pompa mengalir melewati load check valve dan disekitar valve spool menuju head
end silinder. Oli pada rod end silinder mengalir melewati valve spool ke tangki. Kejadian
sebaliknya akan terjadi jika
DCV digerakkan ke posisi LOWER.
Closed centre, directional control valve
Directional control valve dengan line / saluran bypass tertutup / close
Closed centre valve tidak memiliki bypass passage dan menutup seluruh aliran oli pada valve
ketika spool diposisi netral atau diposisi tengah-tengah. Tipe valve ini menggunakan variable
displacement pump dimana aliran sistem pada posisi netral tidak dan pompa sedang berada pada
posisi “cut off” atau “standby. Closed centre valve dapat juga merupakan kombinasi inlet
spool dengan outlet poppet atau inlet poppet dengan outlet poppet.
Keunggulannya adalah diperoleh pengontrolan valve inlet dan valve outlet sendiri-sendiri
(independent) sehingga diperoleh pengontrolan valve yang fleksibel.
Valve spool ganda dengan rancangan bypass tengah
memperlihatkan multiple spool, open centre valve, saluran bypass yang berada ditengah-
tengah.
valve sebelah kiri berada pada posisi netral dan bypass mengarahkan aliran oli sesuai
dengan settingan tekanan bypass menuju bagian valve berikut. Pada valve yang berada
ditengah terlihat bypass bekerja ketika valve digerakkan mengalirkan oli menuju saluran B;
dan pada valve sebelah kanan, valve digerakkan untuk mengalirkan oli ke saluran A.
Sebelum aliran oli bekerja pada valve tengah dan kanan, bypass harus terlebih dahulu
bergerak kebawah supaya oli dapat mengalir menuju masing-masing valve. Seperti
ditunjukkan pada valve tengah, ketika spool digerakkan cukup jauh, bypass akan tertutup dan
aliran akan langsung ke port B.
Multiple spool valve umumnya didesain secara seri atau seri parallel. Valve dengan desain
seri biasanya lebih murah dengan tekanan maximum sistem tidak terlalu tinggi, umumnya
2000 psi (13790kPa) atau lebih rendah. Semua aliran disediakan untuk setiap bagian valve
secara maksimal. Desain ini tidak terlalu menguntungkan pada aplikasi dimana panas dan
konsumsi energi merupakan hal yang lebih diutamakan.
Desain seri parallel merupakan tipe yang paling umum digunakan pada multiple spool valve.
Desain ini memungkinkan adanya tekanan operasi tersendiri untuk masing-masing bagian,
aliran oli akan mengikuti jalur yang memiliki tahanan terendah dan bagian dengan tekanan
terendah akan memiliki kecendrungan mendapatkan semua aliran, kecuali operator dapat
meminimalkan hal ini dengan melakukan pengaturan.
Check Valve
Kegunaan check valve adalah untuk memungkinkan oli mengalir ke salah satu arah, tapi
tidak dapat mengalir ke arah sebaliknya.
Check valve sering kali disebut juga ‟one way‟ check valve terdiri dari spring dan dudukan
tirus seperti
ditunjukkan gambar diatas. Namun selain dudukan tirus, sering juga digunakan bola bulat.
Check valve dapat juga mengambang bebas atau tidak dilengkapi spring.
Pada valve sebelah kiri, ketika tekanan oli yang dipompakan melawan check valve ditambah
gaya pegas ringan pada check valve, check valve membuka dan memungkinkan oli mengalir
menuju implement.
Pada valve sebelah kanan, ketika tekanan oli yang dipompakan lebih rendah dari tekanan oli
di implement, Check valve menutup dan mencegah implement oli mengalir balik.
Check valve dengan fixed orifice
Orifice tetap berupa lubang pada bagian tengah check valve. Ketika oli mengalir kearah
yang normal, valve terbuka dan memungkinkan oli mengalir disekitar valve juga mengalir
melewati orifice. Ketika oli mengalir dengan arah yang berlawanan, valve tertutup. Semua
aliran balik harus mengalir melewati orifice yang mengontrol aliran oli.
Variable Orifice
menunjukkan variabel orifice berbentuk needle valve. Pada needle valve, posisi ujung
valve terhadap dudukan valve mengubah besarnya orifice.
Aliran oli melalui needle valve akan berbelok 90° dan mengalir melewati ujung valve dan
dudukan valve. Needle valve merupaka salah satu yang sering digunakan sebagai variabel
orifice.
Ketika valve stem diputar berlawanan arah jarum jam, orifice bertambah besar dan aliran
yang melalui valve meningkat.
Ketika valve stem diputar clockwise, orifice mengecil dan aliran yang melewati valve
berkurang.
Flow Divider
Flow divider dapat berupa gear atau spool. Fungsinya adalah untuk membagi aliran
menuju dua cabang yang berbeda dengan kecepatan aliran yang sama. Bagaimanapun,
dengan penggunaan desain spring dan spool, atau penggunaan different gear displacement,
masih mungkin untuk diperoleh perbedaan perbandingan aliran pada kedua cabang.
Flow divider tipe gear hampir sama dengan gear motor double, triple, atau lebih). Jenis ini
menggunakan inlet yang sama dan beberapa bagian gear yang dijaga memiliki kecepatan
yang sama oleh sebuah shaft. Dengan kata lain, aliran masuk dibagi ke masing-masing bagian
gear. Dapat juga terpasang lebih dari dua bagian gear untuk menghasilkan lebih dari dua
cabang aliran. Volume aliran pada masing-masing cabang dipengaruhi juga oleh efisiensi
volumetrik masing-masing bagian gear.
Flow divider tipe spool lebih umum digunakan dan lebih mudah dipasang pada sirkuit
hidrolik atau dapat digabung dengan outlet cover pompa. Desainnya memungkinkan
tersedianya output yang proporsional pada masing masing cabang atau memprioritaskan pada
salah satu cabang. Ketika digunakan sebagai priority valve, aliran diprioritaskan pada salah
satu cabang terlebih dahulu dan kemudian baru ke cabang selanjutnya ketika aliran pada
cabang utama sudah memadai.
Ketika keakuratan pembagian aliran pada setiap cabang merupakan hal yang lebih kritikal
terhadap aplikasi, tambahan perlengkapan dapat terpasang pada flow divider tipe spool untuk
menghindari terjadinya perbedaan output ketika tekanan tekanan inlet dan outlet berubah.
PRESSURE CONTROL VALVE
Pressure control valve disebut juga relief valve. Fungsi relief valve untuk menyediakan
perlindungan terhadap sistem hidrolik sehingga komponen-komponen pada sistem tidak
mengalami kerusakan, keausan atau menghindari terjadi pecahnya jalur oli seperti hose dan
pipa serta mencegah kebocoran pada sambungan. Relief valve melakukan fungsi ini dengan
membuang tekanan pada saat settingan relief valve tercapai.
Relief valve membuka ketika tekanan pada sistem melampaui gaya spring pada relief valve.
Spring menahan relief valve pada posisi tertutup. Ketika tekanan fluida meningkat ke titik
yang telah melampaui gaya spring, relief valve terbuka dan mengalirkan oli menuju reservoir.
Proses ini disebut “relieving”, atau pembatasan tekanan fluida sistem.
relief valve gerakan langsung dimana sebuah ball atau poppet ditahan pada posisi tertutup
oleh adjustable spring. Hal ini menutup aliran menuju tangki. Valve ini dapat diatur secara
manual. Ketika tekanan pompa (p) melampaui gaya pegas, valve bergerak dari dudukannya,
memungkinkan oli langsung mengalir ke tangki (T) dan tekanan pada sistem berkurang atau
terbuang.
Simple Pressure Relief Valve, Cracking Pressure
Gambar diatas menunjukkan simple relief valve pada posisi „cracking pressure‟
Simple relief valve (direct acting relief valve) tertutup oleh gaya tekan spring. Spring tension
diatur ke
posisi settingan ’relief pressure’. namun relief pressure setting bukanlah tekanan valve mulai
membuka.
Ketika terbentuk kondisi yang menyebabkan tahanan aliran oli normal pada sirkuit, aliran
oli yang berlebihan menyebabkan tekanan oli meningkat. Peningkatan tekanan oli akan
dirasakan oleh relief valve.
Ketika gaya akibat peningkatan tekanan oli melawan gaya spring relief valve, valve bergerak
melawan spring dan mulai membuka. Tekanan yang dibutuhkan supaya valve mulai
membuka disebut ’cracking pressure’. Bukaan valve hanya cukup untuk membuang
kelebihan aliran oli mengalir melaluinya menuju tangki.
Simple Pressure Relief Valve, Relief Pressure Settin g
Peningkatan tahanan aliran oli akan meningkatkan kelebihan volume oli dan
meningkatkan tekanan sirkuit. Peningkatan tekanan sirkuit akan melawan gaya spring dan
kemudian relief valve terbuka.
Proses ini akan berulang-ulang hingga volume maksimum oli (aliran pompa maksimal)
mengalir memalui relief valve. Hal ini disebut relief pressure setting.
Relief valve yang sederhana umumnya digunakan pada kondisi tingkat kelebihan volume oli
rendah atau pada saat dibutuhkan response yang cepat. Hal ini menyebabkan relief valve
sederhana ideal untuk membuang tekanan kejut atau sebagai safety valve.
Pilot Operating Relief Valve Posisi tertutup / close
Pilot operated relief valve sering digunakan pada sistem yang membutuhkan volume oli
yang besar dan perbedaan yang kecil antara cracking pressure dan full flow pressure.
Pada pilot operated relief valve, pilot valve (simple relief valve) mengontrol main unloading
valve. Memiliki ukuran yang kecil dan tidak dapat mengalirkan volume oli dalam jumlah
besar. Spring pada pilot valve lebih kecil sehingga memungkinkan dilakukan pengontrolan
tekanan sistem dengan presisi. Hal ini menyebabkan perbedaan antara pilot valve cracking
dan maximum pressure diposisi minimal.
Unloading valve dapat mengalirkan semua aliran oli pompa pada kondisi maximum relief
pressure. Unload valve menggunakan tekanan oli dari sistem supaya tetap tertutup. Oleh
karenan itu, spring unloading valve tidak dibutuhkan yang kuat dan berat dan akan
memungkinkan pengontrolan tekanan bukaan lebih presisi.
BOli dari sistem mengalir menuju relief valve housing, melalui unloading valve orifice dan
mengisi unloading valve spring chamber. Oli pada unloading valve spring chamber
menyentuh area yang kecil pada pilot valve. Hal ini memungkinkan pilot valve menggunakan
spring yang kecil untuk mengontrol tekanan tinggi. Ketika tekanan oli pada sistem
meningkat, tekanan pada unloading valve spring chamber juga meningkat dan tekanan oli
akan sama pada kedua sisi unloading valve.
Kombinasi gaya tekanan oli pada unloading valve spring chamber dan gaya spring pada
bagian atas unloading valve akan memiliki nilai yang lebih besar dibanding tekanan oli
dibagian bawah valve. Gaya kombinasi pada spring chamber menjaga unloading valve
tertutup.
Posisi terbuka Ketika tekanan oli pada sistem melampaui setting pilot valve spring setting
pilot valve terbuka. Terbukanya pilot valve memungkinkan oli pada unloading valve spring
chamber mengalir menuju tangki. Pilot valve opening (orifice) lebih besar dari unloading
valve orifice.
Oleh karena itu, aliran oli melewati pilot valve akan lebih cepat dibanding yang melewati
unloading valve orifice. Hal ini memungkinkan turunnya tekanan pada unloading valve
spring chamber. Gaya karena tekanan oli sistem menggerakkan unloading valve melawan
spring. Aliran oli dari pompa yang berlebihan mengalir melalui throttling hole pada
unloading valve menuju tangki. Throttling hole memungkinkan unloading valve membuang
sejumlah volume oli yang dibutuhkan untuk menjaga tekanan pada nilai tertentu.
ISO SYMBOL VALVE
Directional control valve
penutup valve dan port
Simbol dasar directional control valve terdiri dari sebuah atau lebih basic envelope seperti
terlihat pada gambar simbol diatas. Jumlah envelope yang digunakan menunjukkan jumlah
posisi gerakan valve.
Saluran valve (port), atau titik sambungan inlet, outlet dan jalur kerja. Simbol pertama
pada gembar disebelah kiri memiliki dua port dan biasanya disebut two-way valve, jangan
bingung dengan two- position valve seperti terlihat pada gambar yang ditengah. Valves dapat
memiliki berbagai posisi atau port sesuai kebutuhan, meskipun yang umum berkisar antara 1-
3 posisi, lima posisi atau lebih sedikit. Dua simbol lainnya menunjukkan tipe port yang
biasanya digunakan pada valve dengan tiga atau empat jalur. Istilah valve dengan dua, tiga
dan empat jalur bukan berarti valve-nya dua, tiga atau empat buah tetapi menunjukkan
jumlah port aliran yang tersedia.
Garis dan panah dibagian dalam envelope digunakan untuk menunjukkan jalur dan arah
aliran antara port. Dua tipe valve terlihat disini, normally blocked dan normally open. Istilah
ini menunjukkan kondisi aliran pada valve diposisi netral. Simbol valve selalu digambarkan
pada posisi netral atau posisi sedang tidak aktif.
Valve dikatakan berada pada kondisi neutral ketika tidak ada aliran atau tekanan pada
sirkuit. Gerakan valve spool atau envelope pada simbol grafis harus dilakukan dengan
berimajinasi. Pada skematik mesin yang lengkap, komponen selalu digambarkan pada posisi
netral.
Gambar simbol sebelah atas (normally block) dihalaman sebelumnya menunjukkan satu, dua
dan tiga posisi valve dimana aliran normalnya terhambat pada posisi netral. Gambar simbol
sebelah bawah (normally open) dihalaman sebelumnya menunjukkan satu, dua dan tiga posisi
valve yang normalnya membuka aliran diposisi netral .
Simbol pertama yang terlihat disebelah kiri Gambar 115 menunjukkan posisi valve
normally closed. Hal ini berarti valve spool dapat digerakkan sebagian, pada berbagai macam
posisi atau terbuka penuh untuk mengatur aliran melalui valve. Tanda panah menunjukkan
aliran normal-nya satu arah, dari top port menuju bottom port.
Simbol ditengah pada Gambar 115 menunjukkan normally closed valve dua posisi. Fungsi
valve sangat mirip dengan fungsi valve yang baru saja didiskusikan. Namum disamping valve
spool mengatur aliran, valve dapat berada pada posisi tertutup penuh dan terbuka penuh. Pada
posisi netral, aliran ditutup, ditandai dengan simbol “T". Pada posisi terbuka penuh, yang
ditunjukkan oleh envelope sebelah kanan, oli dapat mengalir pada dua arah. Hal ini
ditunjukkan oleh panah dengan dua kepala. Bandingkan gambar ini dengan simbol
sebelumnya dimana aliran hanya pada satu arah yang ditunjukkan dengan panah dengan satu
kelapa.
Simbol yang terlihat disebelah kanan Gambar 115 menunjukkan posisi normally closed
valve tiga posisi. Gambar ini menunjukkan aliran menyilang (cross flow) diperoleh antara
port ketika spool digerakkan ke kiri. Biasanya, ketika simbol valve ditunjukkan sendiri-
sendiri, port diberi label untuk menentukan suplai return dan working port. Namun ketika
komponen ditunjukkan pada skematik sirkuit yang komplit, garis penghubung harus
ditelusuri untuk menentukan bagian mana yang merupakan supply, return dan working port.
Valve dengan dua, tiga dan berbagai posisi dapat juga menunjukkan kemampuan pengaturan
aliran. Hal ini diperoleh dengan menambahkan garis horizontal yang parallel pada valve
envelopes yang akan dijelaskan pada slide berikut ini. Valves yang digambarkan hanya satu
tidak memerlukan penambahan garis horizontal.
Pressure Control Valve
Simbol pada Gambar 118 menunjukkan single valve envelope dengan aliran normally
closed. Terlihat juga tekanan sistem dirasakan melalui pilot line dan bekerja melawan gaya
spring yang dapat diatur. Tidak satupun dari simbol yang menunjukkan relief valve memiliki
pilot dan relief poppet, atau tekanan yang dirasakan melalui sebuah orifice.
Graphic simbol – Directional control valve