UNSUR BATIN :
1. TEMA
Puisi doa karya Amir Hamzah bertemakan tentang Sebuah pengharapan dan penantian.
Puisi diatas menggambarkan tentang harapan penyair yang sangat besar kepada Tuhan. Kata
kekasihku yang dimaksudkan pada puisi di atas untuk menyebut Tuhan. Amir Hamzah sangat
mendambakan dan menantikan kasih Tuhan kepadanya.
kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malammenyirak kelopakaduh, kekasihku, isi
hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengancahayamu, biar bersinar matau sendu, biar
berbinar gelakkurayu!
2. PERASAAN
Suasana yang tergambar dalam puisi tersebut yaitu senang dan menggembirakan karena
bertemu dengaan kekasihnya hal ini terlihat pada kutipan berikut" Dengan apakah
kubandingkan pertemuankita, kekasihku". Kegembiraan yang terpancar dari penyair sangat
terlihat dari kutipan tersebut, saking gembiranya penyair bertemu dengan kekasihnya (Tuhan)
dalam (dzikir dan shalat), penyair sampai-sampai tidak bisa membandingkan pertemuan
tersebut dengan hal apapun.
3. NADA
Sikap penyair terhadap objek yang ia bicarakan dalam puisinya itu adalah cinta kaish terhadap
Tuhan_Nya.. Disana dapat ditemukan pengharapan-pengharapan yang melankolis si penyair
terhadap kekasihnya (Tuhan). Seperti pada baris Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai
sedap-malam, menyirak kelopak. Kemudian pada baris Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan
katamu, penuhi dadaku dengan, cahayamu.
4. AMANAT
Puisi Doa karya Amir Hamzah mengandung amanat yaitu agarmanusia selalu mendekatkan diri
dan mencintai Tuhannya melebihi iamencintai dirinya.
UNSUR FISIK
1. TIPOGRAFI
Menurut saya pada bait puisi tersebut terkesan menggambarkan penantian yang sangat
panjang dalam mengharapkan sesuatu.
Dengan senja samar sepi, pada masa purnama meningkat naik,Setelah menghalaukan panas
payah terikkalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malammenyirak kelopak
2. DIKSI
Puisi
doa
karya Amir Hamzah menggunakan pilihan kata yang cukupsulit dipahami. Misalnya untuk
melukiskan penantian yang begitu didambakan Amir Hamzah menggunakan kata- kata
setelahmenghalaukan panas payah terik
.Kalimat-kalimat dalam puisi
doa
karya Amir Hamzah ini sangatmenarik karena karena dibentuk dengan menggunakan majas-
majas perumpamaan yang sangat indah yang dapat membangkitkanimajinasi para
pembacanya, misalnya pada baris ke 6 dan 7:
hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnyakalbuku terbuka menunggu
kasihmu, bagai sedap malammenyirak kelopak
3. IMAJINASI
Di dalam bait puisi
Doa,
pencitraan yang digunakan pengarang antaralain:Citraan penglihatan
Dengan senja samar sepoi Pada masa purnama meningkat naik Bagai bintang memasang
lilinnya Bagai sedap malam menyirak kelopak
Citraan perabaan
Angin malam menghembus lemah, menyejuk badan Melambung rasa menanyang pikir
4. KATA KONKRET
5. BAHASA FIGURATIF
6. RIMA
Puisi mayoritas menggunakan asonansi berupa bunyi vokal u dan adi akhir
baris. Ada satu aliterasi yang menggunakan bunyi konsonan –k di akhir
kalimat. Selain itu, juga ada repetisi pada bait “Dengan apakah kubandingkan
pertemuan kita, Kekasihku? Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama
meningkatkan naik, setelah menghalaukan panas payah terik.”
7. RITMA
8. MENTRUM